Anda di halaman 1dari 4

NOMOR SOP

TANGGAL
PEMBUATAN
TANGGAL REVISI
REVISI YANG KE
TANGGAL EFEKTIF

Dinas Kesehatan
Puskesmas Tanah
Tinggi Kota Binjai

DISAHKAN OLEH

:
:
:
:
:

PUSKESMAS
TANAH TINNGI
KEPALA PUSKESMAS TANAH TINNGI

Dr. Faridah
NIP. 19690728 200604 2 002
: HEPATITIS B

NAMA SOP
PENGERTIAN :
Merupakan virus yang menyerang hati, masuk malalui darah ataupun cairan tubuh dari seseorang
yang terinfeksi. Infeksi hepatitis B dapat berupa keadaan yang akut dengan gejala yang berlangsung
kurang dari 6 bulan. Apabila perjalanan penyakit berlangsung lebih dari 6 bulan disebut hepatitis
kronik (5%). Hepatitis B kronik dapat berkembang menjadi sirosis hepatitis 10% dari penderita
sirosis hepatis akan berkembang menjadi hepatoma.
TUJUAN :
1. Sebagai acuan penatalaksanaan Hepatitis B di Puskesmas Tanah Tinggi
2. Menyembuhkan/ mempertahankan kualitas hidup dan produktifitas pasien
3. Mencegah kekambuhan Hepatitis B
4. Mencegah kematian akibat Hepatitis B
DASAR HUKUM / REFERENSI :
KUALIFIKASI PELAKSANA :
1. PMK No. 5 2014 Panduan Praktik Klinis bagi 1. Dokter Umum
Dokter di Fasilitas Pelayanan
2. Perawat
2. Dienstaq, J.L. Isselbacher, K.J. Acute Viral
Hepatitis. In: Braunwald, E.et al. Harrisons
Principles of Internal Medicine.16th Ed. McGrawHill. New York. 2004
3. Sherlock, S. Hepatitis B virus and hepatitis delta
virus. In: Disease o Liver and Biliary System.
Blackwell Publishing Company. 2002: p. 285-96.
4. Sanityoso, Andri. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.
Jilid I. Edisi ke 4. Jakarta: FK UI. 2006: hal 429-33
5. Soemohardjo, Soewgnjo. Gunawan, Stephanus.
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid I. Edisi ke 4.
Jakarta: FK UI. 2006: Hal 435-9.
6. Panduan Pelayanan Medik Ilmu Penyakit Dalam.
Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK UI/
RSCM.2004.Hal 15-17.
KETERKAITAN :
1. SOP Anamnesa pasien

PERALATAN PERLENGKAPAN :
1. Stetoskop
2. Tensi meter
3. Lembar status pasien
4. Buku register
5. Laboratorium darah rutin,urin rutin dan
pemeriksaan fungsi hati

PERINGATAN :
PENCATATAN DAN PENDATAAN
- Apabila tidak dilakukan sesuai standar akan 1. Kartu rekam medik non rawat inap/
menyebabkan kekeliruan dalam pengobatan.
rawat inap
2. Buku register unit layanan terkait
3. Buku rujukan pasien
4. Form rujukan eksternal (Askes/
Jamkesmas/ Umum)

N
O

Aktivitas

Melakukan anamnesa
pasien
Keluhan
1. Umumnya tidak
menimbulkan gejala
terutama pada anakanak
2. Gejala timbul apabila
seseorang telah
terinfeksi selama 6
minggu, antara lain :
a. Gangguan
gastrointestinal,
seperti: malaise,
anoreksial, mual dan
muntah
b. gejala flu: batuk,
fotofobia, sakit
kepala, mialgia
3. Gejala prodromal akan
menghilang pada saat
timbul kuning, tetapi
keluhan anoreksia,
malaise, dan
kelemahan dapat
menetap
4. Ikterus didahului
dengan kemunculan
urin berwarna gelap.
Pruritus (biasanya
ringan dan sementara)
dapat timbul ketika
ikterus meningkat.
Pada saat badan
kuning, biasanya
diikuti oleh
pembesaran hati yang
diikuti rasa sakit bila
ditekan dibagian perut
kanan atas.
Setelah gejala tersebut
akan timbul fase
resolusi
Faktor Risiko
1. Mempunyai hubungan
kelamin yang tidak
aman dengan orang
yang sudah terinfeksi
hepatitis
2. Memakai jarum suntik
secara bergantian
terutama kepada
penyalahgunaan obat
suntik
3. Menggunakan alat-alat
yang biasa melukai
bersama-sama dengan
penderita hepatitis B

Pelaksana

Mutu baku
Persyaratan/
Waktu
Kelengkapan
Petugas Medis/
5 menit
paramedis di
BP

Ket
Output

4. Orang yang bekerja


pada tempat-tempat
yang terpapar dengan
darah manusia
5. Orang yang pernah
mendapat tranfusi
darah sebelum
dilakukan pemilahan
terhadap donor
6. Penderita gagal ginjal
yang menjalani
hemodialisis
7. Anak yang dilahirkan
oleh ibu yang
menderita hepatitis B
Melakukan pemeriksaan
fisik
1. Konjungtiva ikterik
2. Pembesaran dan sedikit
nyeri pada hati
3. Splenomegali dan
limfadenopati pada 1520% pasien
Melakukan pemeriksaan
tambahan berupa :
1. Tes laboratorium urin
(bilirubin di dalam
urin)
2. Pemeriksaan darah:
peningkatan kadar
bilirubin dalam darah,
kadar SGOT dan SGPT
>2X Nilai normal
tertinggi
3. HBsAG
Memberikan rujukan
pasien untuk melakukan
pemeriksaan laboratorium;
HBsAG
Penegakan Diagnosis
Penegakan diagnosi
berdasarkan anamnesa,
Pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan penunjang
Memberikan pengobatan
Penatalaksaan
1. Asupan kalori dan
cairan yang adekuat
2. Tirah baring
3. Pengobatan
simptomatik
a. Demam: Ibuprofen
2x400 mg/ hari
b. Mual: antiemetic
seperti
Metoklopramid
3x10 mg/ hari atau
Domperidon
3x10mg/hari
c. Perut perih dan
kembung; H2

Petugas Medis di BP

5 menit

Petugas Medis/
Paramedis
yang
melaksanakan
tindakan

15
menit

Petugas Medis
yang
melaksanakan
tindakan
Petugas Medis
yang
melaksanakan
tindakan

2 menit

Petugas Medis
yang
Melaksanakan
Tindakan

5 menit

5 menit

Bloker (Simetidin
3x200 mg/hari atau
Ranitidin 2x150
mg/hari) atau Proton
Pump Inhibitor
(Omeprazol 1x20
mg/hari)
7 Memberikan edukasi
1. Pada keluarga untuk
ikut mendukung pasien
agar teratur minum
obat karena pengobatan
jangka panjang
2. Pada fase akut,
keluarga ikut menjaga
asupan kalori dan
cairan yang adekuat,
dan membatasi
aktivitas fisik pasien
3. Pencegahan penularan
pada anggota keluarga
dengan modifikasi pola
hidup untuk
pencegahan tranmisi
dan imunisasi
8 Memberikan edukasi
untuk control secara
berkala untuk menilai hasil
pengobatan
9 Memberikan surat rujukan
pada pasien kelayanan
sekunder (spesialis
penyakit dalam) untuk
tatalaksana lebih lanjut
10. Mencatat ke buku register

Petugas Medis
yang
melaksanakan
tindakan

5 mnt

Petugas Medis
yang
melaksanakan
tindakan
Petugas Medis
yang
melaksanakan
tindakan

2 mnt

2 menit

Anda mungkin juga menyukai