Anda di halaman 1dari 62

Makalah Anatomi dan Faal Oral Morfologi

Rahang Bawah

Gigi Permanen

Disusun oleh :
-

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN GIGI


FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2013/2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan
karunia-Nya, kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul Anatomi & Faal Oral Morfologi
Gigi Permanen Rahang Bawah ini dengan lancar.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kita mengenai judul makalah ini. yang Kami juga menyadari sepenuhnya

bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang kami harapkan.
Untuk itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan
datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang

berkenan dan kami memohon Demikian makalah ini kami buat, semoga bisa bermanfaat bagi
pembaca.

Yogyakarta, 19 Maret 2014


Penulis

DAFTAR ISI
Halaman Judul .. ..
Kata Pengantar..................................................................................................
Daftar Isi...........................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang......................................................................................
1.2 Rumusan Masalah.................................................................................

1
2
3
4
5

1.3 Tujuan Penulisan ..................................................................................


BAB II PEMBAHASAN
2.0 Pendahuluan...........................................................................................
2.1 Morfologi Gigi Incisivus Permanen Mandibula
2.1.1 Incisivus Centralis Bawah...
2.1.2 Incisivus Lateral Bawah..
2.2 Morfologi Gigi Caninus Permanen Mandibula..
2.3 Morfologi Gigi Pre-Molar Permanen Mandubula.....
2.3.1 Pre-Molar Pertama Bawah...

5
6
6
6
7
8
8
8

2.3.2 Pre-Molar Kedua Bawah.... .


2.4 Morfologi Gigi Molar Permanen Mandibula.
2.4.1 Molar Pertama Bawah.
2.4.2 Molar Kedua Bawah....
2.4.3 Molar Tiga Bawah...
BAB III PENUTUP

9
10
10
11
11

3.1 Kesimpulan............................................................................................
3.2 Referensi ..............................................................................................

14
14

10

11

BAB I
PENDAHULUAN

12

1.1 Latar Belakang


Gigi sangatlah penting dan di perlukan manusia untuk proses pengunyahan (mastikasi) mereka.
Tidak hanya itu gigi memiliki banyak sekali kegunaan sesuai dengan posisi dan bentuknya. Gigi
pada manusia memiliki beberapa tipe yang terdiri dari gigi susu (decidui) dan gigi permanen
(tetap). Dan tidak hanya itu, gigi pada manusia masih di bagi lagi menjadi beberapa jenis yaitu gigi
seri (incisivus). Gigi taring (caninus), gigi pre- molar, dan gigi molar. Pada gigi decidui tidak
memiliki Pre-molar. Sesuai dengan bentuknya gigi seri berfungsi sebagai pemotong dan pengerat

13

makanan. Sedangkan gigi taring sebagai pengoyak makanan. Pre-molar berfungsi sebagai penggilas
dan pengunyah makanan. Dan sedangkan gigi molar berfungsi sebagai pelumat dan pengunyah
makanan.
Pada usia bayi bahkan pada saat kita masih di dalam kandungan ibu kita, kita sudah memiliki
benih-benih gigi yang terdapat pada rahang kita. Benih-benih itu pun berkembang seiring dengan
bertambah besarnya tubuh kita dan organ-organ yang semakin kompleks dalam tubuh kita. Awal
erupsi gigi pada manusia sekitar usia 6 bulan. Ada beberapa tahapan erupsi pada manusia sebelum

14

mencapai tahapan permanen yaitu Periode Intra Uterine (I.U) melalui benih gigi, lalu periode
sebelum gigi tumbuh (0 6 bulan), periode geligi sementara (6 bulan 6 tahun), periode mixed
dentition, dan tahap terakhir Periode gigi tetap. Jumlah gigi pada usia balita atau yang di sebut gigi
decidui adalah 20 buah, yang terdiri dari 10 untuk rahang atas dan 10 untuk rahang bawah.
Sedangkan gigi permanen berjumlah 32, yang terdiri dari 16 gigi untuk rahang atas dan 16 gigi
untuk rahang bawah.

15

Pada periode gigi tetap, gigi decidui pada manusia akan tanggal, dan akan di gantikan oleh gigi
baru yang disebut gigi permanen pada usia kurang lebih 6 tahun. Pertumbuhan gigi permanen akan
berlangsung hingga usia 22 pada manusia.
Untuk itu agar lebih memahami tentang struktur dan letaknya dari jenis-jenis pada gigi
permanen, kami akan memaparkan secara mendetail pada makalah kali ini yang berjudul
Morfologi Gigi Permanen Rahang Bawah.

16

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah dari latar belakang di atas adalah
1. Bagaimana bentuk morfologi pada incisivus bawah permanen ?
2. Bagaimana bentuk morfologi pada caninus bawah permanen ?
3. Bagaimana bentuk morfologi pada pre- molar bawah permanen ?
4. Bagaimana bentuk morfologi pada molar bawah permanen ?
1.3 Tujuan Makalah

17

Adapun tujuan makalah dari rumusan masalah di atas adalah


1.
2.
3.
4.

18

Untuk memahami tentang bentuk morfologi pada incisivus bawah permanen


Untuk memahami tentang bentuk morfologi pada caninus bawah permanen
Untuk memahami tentang bentuk morfologi pada pre- molar bawah permanen
Untuk memahami tentang bentuk morfologi pada molar bawah permanen

19

20

21

BAB II
PEMBAHASAN
Pendahuluan

22

Morfologi adalah ilmu mengenal bentuk dan struktur organisme, organ atau bagian tertentu. Pada
manusia terdapat 20 gigi desidui dan 32 gigi permanen yang berkembang dari interaksi sel epitel
rongga mulut dan sel bawah mesenkim. Setiap gigi berbeda- beda secara anatomi, tapi dasar proses
pertumbuhannya sama pada semua gigi. Gigi tumbuh dari 2 tipe sel yaitu epitel oral dari organ enamel
dan sel mesenkim dari papiladental. Perkembangan enamel dari enamel organ dan perkembangan
dentin dari dental papilla. Pada manusia dapat ditemui 4 (empat) macam gigi tetap (permanen) yang
terdapat pada rongga mulut, yang terdiri dari rahang atas dan rahang bawah :

23

2.1.
2.1.1

Morfologi Gigi Incisivus Rahang Bawah


Gigi Incisivus Central
Incisivus central bawah adalah gigi pertama di rahang bawah, kanan atau kiri
dari garis tengah. Gigi incisivus ini erupsi pada usia 6-7 tahun. Pada umumnya, gigi ini
adalah gigi yang paling kecil dalam lengkung gigi. Lebar koronanya sedikit lebih besar
dari setengah ukuran mesio distal Incisivus central atas, namun lebar labio-lingualnya
hanya lebih kecil 1 mm. Perbaikan tidak mudah dilakukan pada gigi ini, namun

24

untungnya gigi ini jarang sekali rusak. Akarnya satu, sempit mesio-distal, panjang akar
hampir sama dengan incisivus pertama atas dan apeksnya bengkok ke distal.
a. Aspek Labial
Gigi ini rata sekali dan sederhana Glnya, meruncing dari sudut mesio/distoincisal ke apeks akar. Edge incisal lurus, sudut mesio-incisal tajam dan disto-incisal
bulat. Karena bentuknya, gigi ini berkontak dengan gigi sebelahnya erat sekali
dengan edge incisal sehingga bila edge ini aus karena pemakaian, maka sudut

25

mesio-incisal dan daerah kontak menjadi satu dengan sedikit atau tidak ada ruang
embrasure. Gl akar adalah terusan Gl korona dengan bagian sepertiga apial yang
meruncing dan bengkok ke distal pada daerah apeks.
b. Aspek Lingual

26

Garis luarnya kebalikan dari permukaan labial yang hanya garis servikal lingual
terletak kurang lebih 1/2 mm lebih ke arah apikal sehingga permukaan ini lebih
panjang dari 1/2 mm.
c. Aspek Mesial
Gl labial dari crest labial ke edge incisal hampir lurus. Gl lingual dari titik
pertemuan korona dan akar cembung, cekung, cembung, sehingga korona terlihat
ramping pada bagian sepertiga tengah dan bagian sepertiga incisal. Edge bundar dan

27

terletak lingual dari poros gigi, hal ini merupakan perbedaan antara gigi ini dengan
gigi incisivus central atas, kecuali dalam Hawk bill incisor. Garis serikal
melengkung ke incisal yang kurang lebih 1/3 panjang korona. Gl akar pada bagian
sepertiga servikal dan tengah dari servikal ke bawah lurus. Sedangkan pada bagian
sepertiga apikal, Gl meruncing ke bawah dengan apeks yang bundar pada poros gigi.
d. Aspek Distal

28

Glnya kebalikan dari Gl mesial yang hanya garis servikal tidak melengkung ke
incisal yaitu 1 mm lebih pendek.
e. Aspek Incisal
Permukaan ini simetris, Garis luar mesial sama dengan Garis luar distal. Edge
incisal tegak lurus dengan garis yang membagi korona labio- lingual.
f. Radiks
Memiliki satu akar yang lurus dan pipih serta terdapat sulcus yang di bagian
distal lebih jelas terlihat.

29

2.1.2

Gigi Incisivus Lateral


Gigi incisivus ini erupsi pada usia 7-8 tahun. Bentuknya incisivus lateral sama
seperti incisivus sentralis bawah, tetapi bentuk ukuranya itu sedikit lebih besar dan tebal.
Aspek labialnya itu disto incisal membulat dan mesio incisalnya itu lancip. Mesio facial
line angle lebih besar dari pada disto facial angle line. Incisal edgenya miring ke distal.
Sedangkan

30

aspek

lingualnya

lebih

menonjol

dari

pada

incisivus

centralis

bawah,ridgenya lebih berkembang dan fossa lingualnya lebih jelas. Radixnya memiliki
satu akar yang panjang, pipih, sama seperti incisivus centralis bawah. Terdapat sulcus
disebelah mesial dan distal, dan bagian distalnya itu lebih jelas.
2.2 Morfologi Gigi Caninus Rahang Bawah
Caninus adalah gigi yang memilki satu akar dan memiliki fungsi untuk mengoyak
makanan atau benda lainnya. Jumlahnya ada 4, dengan pembagian 2 ditiap rahang, 1 di kiri

31

dan 1 di kanan. Gigi susu caninus bawah ini diganti dengan gigi caninus permanen bawah
pada usia 9 hingga 10 tahun.
a. Aspek Labial
- Crown kelihatan panjang dan sangat cembung.
- Crown membelok kearah lingual, keadaan ini disebut kronenflucht.
- Terdaat crista tapi tidak begitu jelas.
- Crista membagi facies labia menjadi facies mesio labial dan facies disto labial.
- Facies disto labial lebih bulat dari facies mesio labial.
b. Aspek Incisal

32

- Incisal ridge berbentuk huruf V.


- Mesio incisal ridge lebih pendek daripada disto incisal ridge (mir<dir).
c. Aspek Lingual
- Bagian lingual kurang menonjol.
- Cingulum relatif halus.
- Fossa dan ridge kurang jelas.
d. Aspek Proximal
- Puncak cusp lebih mengarah ke lingual dari as gigi
e. Radix

33

Caninus bawah memiliki satu akar.


Akarnya lebih pipih daripada caninus atas.
Pada permukaan mesial distal radix ada sulcus.

2.3 Morfologi Gigi Pre-Molar Rahang Bawah


2.3.1 Gigi Pre-Molar Pertama
Gigi ini erupsi pada usia 10- 12 tahun. Merupakan geraham terkecil pada rahang bawah.
Aspek buccal : menyerupai caninus dan amat convex (Kronenflucht). Aspek occlusal :

34

facies occlusal hamper bulat, terdapat 2 tonjol (bukal dan lingual). Diantara tonjol bukal
dan lingual ada crista/ ridge disebut crista transversalis. Mesio incisal cusp ridge lebih
pendek dari distoincisal cusp ridge. Terdapat 2 fossa di oklusal, yang distal lebih besar
dari mesial. Aspek ligual: permukaan lingual hamper lurus. Radix: memiliki satu akar
yang meruncing kebawah dan terdapat sulcus di bagian mesial yang lebih jelas dari pada
bagian distal. Terdapat foramen apical yang berjumlah 1.

35

2.3.2

Gigi Pre-Molar Kedua


Gigi ini adalah gigi ke-5 dari garis tengah dan erupsinya pada umur 11-12 tahun.
Meskipun ukuran mesio-distal dari korona dan akar hampir sama seperti premolar
pertama bawah, namun pertumbuhan dari permukaan yang lainnya lebih baik. Pada gigi
ini memiliki 2 tipe crown, yaitu:
1. Premolar dengan 3 cusp (1 cusp bukal dan 2 cusp lingual),
2. Premolar dengan 2 cusp (1 cusp bukal dan 1 cusp lingual).

36

Perbedaan antara kedua jenis ini hanya terdapat pada permukaan oklusal. Akarnya lebih
besar dan panjang daripada premolar pertama bawah.
a. Aspek Bukal
Cusp bukal pada gigi ini lebih pendek daripada cusp bukal premolar pertama bawah
yang tidak begitu meruncing. Akarnya lebih panjang dan permukaan-permukaan
lainnya sama.
b. Aspek Lingual

37

Permukaan ini merupakan kebalikan dari permukaan bukal. Cusp lingual terlihat
dibawah cusp bukal, Cusp mesio-lingual lebih besar daripada cusp disto-lingual.
c. Aspek Mesial
Permukaan ini sama dengan permukaan mesial pada premolar pertama bawah
dengan perbedaan-perbedaan yang diantaranya: groove deveplopmental mesiolingual tidak ada, Ridge marginal lebih tinggi, dan cusp lingual lebih besar daripada
cusp lingual gigi premolar pertama bawah.

38

d. Aspek Distal
Permukaan ini merupakan kebalikan dari permukaan mesial, terkadang semua cusp
dapat terlihat.
e. Aspek Oklusal
Permukaan ini sangat berbeda sekali dengan premolar pertama bawah, yaitu: emiliki
daerah kontak yang lebar dan rata, garis luarnya berbentuk segi empat, pit sentral

39

karena dimana groove-groove developmental bertemu dan terletak distal dari


pusatnya, serta mesio- lingual cusp lebih besar dari disto- lingual cusp.
2.4 Morfologi Gigi Molar Rahang Bawah
2.4.1 Gigi Molar Pertama
Gigi molar pertama bawah adalah gigi yang berlokasi di sebelah distal gigi
premolar kedua bawah dan disebelah mesial gigi molar kedua bawah. Gigi ini berlokasi
pada rahang bawah, dan secara umum berantagonis dengan gigi molar pertama atas dan

40

gigi premolar kedua atas pada oklusi normal kelas satu. Molar pertama bawah biasanya
adalah gigi tetap pertama yang erupsi, dengan erupsi terjadi sekitar umur 6 tahun.
Gigi molar pertama bawah juga dikenal sebagai 6 year molar. Gigi molar
pertama bawah berfungsi utama untuk mengunyah. Hal ini dapat dilihat dari asal kata
molar, yaitu mola yang dalam bahasa Latin berarti gerinda. Gigi-gigi molar rahang
bawah juga memiliki ukuran yang lebih besar daripada gigi-gigi rahang bawah lain,

41

sehingga dapat dikatakan bahwa gigi tersebut adalah gigi rahang bawah terbesar dan
terkuat karena ukurannya yang besar dan penjangkarannya yang kuat terhadap tulang.
Oleh karena itu, gigi Molar rahang bawah berperan dalam melakukan porsi
utama pekerjaan rahang bawah dalam mastikasi dan penggilingan makanan. Gigi molar
pertama rahang bawah juga merupakan komponen penting dalam mempertahankan
dimensi vertical wajah, diantaranya menjaga hubungan dimensi vertical, mencegah
protrusi dagu, dan mencegah penampilan yang lebih tua dari usia seseorang. Selain itu,

42

berperan juga dalam estetik wajah, yaitu menyangga pipi sehingga terlihat normal, dan
menjaga posisi dagu agar memiliki jarak yang proporsional dengan hidung. Gigi ini juga
penting dalam menjaga kontinuitas lengkung gigi sehingga menjaga gigi-geligi lainnya
tetap berada dalam posisi lengkung yang normal.
Mempunyai 5 cusp, 3 bukal dan 2 lingual. Permukaan bukal berinklinasi ke
lingual. Mesiodistal mahkota lebih besar sekitas 1 mm daripada bukolingual. Bagian

43

oklusal berbentuk segi empat. Mempunyai 2 akar, akar mesial lebih panjang, akar distal
lebih bulat
Bentuk :
a. Aspek occlusal
: Pentagonal
b. Aspek mesial/ distal : Rhomboidal
c. Mempunyai 2 akar : Mesial & Distal
d. Ukuran mesiodistal > labiolingual
e. Aspek buccal/ lingual : trapesium
f. Gigi terbesar pada rahang bawah.

44

g.
h.
i.
j.
k.
2.4.2

45

Mempunyai 5 cusp, 3 bukal dan 2 lingual.


Permukaan bukal berinklinasi ke lingual.
Mesiodistal mahkota lebih besar dari bukolingual.
Bagian oklusal berbentuk segi empat.
Mempunyai 2 akar, akar mesial lebih panjang, akar distal lebih bulat.

Gigi Molar Kedua


Erupsi : 11-13 tahun
Bentuk

a.
b.
c.
d.

Aspek occlusal
: empat persegi panjang
Aspek mesial/distal
: Rhomboidal
Radix
: mesial dan distal
Terdapat fisura pertumbuhan buccalis, memisahkan : Cusp mesiobuccalis dan Cusp

distobuccalis
e. Terdapat fisura pertumbuhan lingualis
f. Ukuran M2 < M1
g. Fisura pertumbuhan mesialis dangkal dan pendek

46

2.4.3

Gigi Molar Tiga


Gigi molar 3 permanen rahang bawah adalah gigi terakhir pada lengkung
mandibula dan gigi kedelapan dari garis tengah. Gigi ini membantu gigi-geligi molar
bawah lain dalam mengelilingi dan menghancurkan makanannya, walaupun sering kali
gigi ini tidak dapat

melakukan fungsinya karena posisinya yang buruk, misalnya

impaksi. Karena alasan ini banyak contoh gigi molar ketiga yang tidak nampak erupsi.
Kronologi pertumbuhan gigi molar ketiga yaitu :

47

a. Tahap inisiasi, terjadi pada umur 3.5 4 tahun. Tahap inisiasi adalah permulaan
b.
c.
d.
e.

pembentukan kuntum gigi (bud) dari jaringan epitel mulut.


Kalsifikasi dimulai, pada umur 8-10 tahun
Pembentukan mahkota, pada umur 12-16 tahun.
Tahap erupsi, pada umur 17-21 tahun.
Pembentukan akar selesai, terjadi pada umur 18-25 tahun. Rata-rata gigi molar
ketiga rahang bawah mengalami kalsifikasi pada usia 9 tahun dan erupsi penuh
pada usia 20 tahun. Proses pembentukan akar sempurna terjadi pada usia 22

48

tahun. Dengan keluarnya gigi molar ketiga, maka selesailah proses erupsi aktif
gigi tetap.
f. Facial: Mahkota molar 3 rahang bawah biasanya pendek dan memiliki garis
bulat.
g. Molar ketiga rahang bawah mempunyai bentuk crown yang sangat mirip dengan
molar kedua bawah, terdapat 4 cuspid, tetapi dengan lebih banyak fisura
tambahan yang berjalan dari fossa sentra.

49

h. Bila dilihat dari permukaan oklusal, permukaan bukal cembung dan permukaan
lingual lebih datar. Bagan oklusal secara keseluruhan serupa dengan molar
bawah lain yang berbentuk bujur atau empat persegi, tetapi sudutnya cenderung
lebih membulat. Lebar bukolingual gigi ini terkecil pada ujung distal.
i. Pada dasarnya dua akar, satu mesial dan satu distal, akarnya lebih pendek dan
tidak berkembang baik atau biasanya saling berfusi menjadi satu. Lengkungan

50

akar selalu ke distal, dan biasanya lebih besar daripada molar kedua rahang
bawah.

51

52

53

54

55

56

57

BAB III
PENUTUP

58

3.1 Kesimpulan
Gigi sangatlah penting dan di perlukan manusia untuk proses pengunyahan (mastikasi) mereka.
Tidak hanya itu gigi memiliki banyak sekali kegunaan sesuai dengan posisi dan bentuknya. Gigi pada
manusia memiliki beberapa tipe yang terdiri dari gigi susu (decidui) dan gigi permanen (tetap). Dan
tidak hanya itu, gigi pada manusia masih di bagi lagi menjadi beberapa jenis yaitu gigi seri (incisivus).
Gigi taring (caninus), gigi pre- molar, dan gigi molar. Pada gigi decidui tidak memiliki pre- molar.

59

Sesuai dengan bentuknya gigi seri berfungsi sebagai pemotong dan pengerat makanan. Sedangkan gigi
taring sebagai pengoyak makanan. Pre- molar berfungsi sebagai penggilas dan pengunyah makanan.
Dan sedangkan gigi molar berfungsi sebagai pelumat dan pengunyah makanan.
Morfologi adalah ilmu mengenal bentuk dan struktur organisme, organ atau bagian tertentu.
Pada manusia terdapat 20 gigi desidui dan 32 gigi permanen yang berkembang dari interaksi sel epitel
rongga mulut dan sel bawah mesenkim. Setiap gigi berbeda- beda secara anatomi, tapi dasar proses

60

pertumbuhannya sama pada semua gigi. Gigi tumbuh dari 2 tipe sel yaitu epitel oral dari organ enamel
dan sel mesenkim dari papiladental. Perkembangan enamel dari enamel organ dan perkembangan
dentin dari dental papilla. Pada manusia dapat ditemui 4 (empat) macam gigi tetap (permanen) yang
terdapat pada rongga mulut,

3.2 Referensi

61

http://lontar.ui.ac.id/file?file=digital/127526-R17-PRO-178-Hubungan%20antara-Literatur.pdf
Harshanur, Itjingningsih Wangidjaja. 1991. Anatomi Gigi. Jakarta: EGC.
http://repository.unhas.ac.id
http://www.uic.edu/classes/orla/orla312/MOLARS%20upper.htm
http://usupress.usu.ac.id/files/Morfologi%20Gigi%20Desidui%20dan%20Gigi
%20Permanen_Final_Normal.pdf

62