Anda di halaman 1dari 4

KARAKTERISTIK TRANSPORTASI KERETA API

Keunggulan dan Kelemahan Transportasi Kereta Api


Moda transportasi kereta api dalam menjalankan fungsinya sebagai salah satu moda
transportasi untuk orang dan barang mempunyai karakteristik yang berkaitan dengan
keunggulan dan kelemahan. Karakteristik dimaksud ialah seperti uraian berikut:
Keunggulan:
1.
Mempunyai/memungkinkan jangkauan pelayanan transportasi barang dan orang
untuk jarak pendek, sedang dan jauh dengan kapasitas angkut yang besar
2.
Penggunaan energi relatif kecil
3.
Kehandalan keselamatan perjalanan lebih baik dibandingkan dengan moda lain.
Hal ini karena kereta api mempunyai jalur tersendiri yaitu berupa jalan rel dan fasilitas
terminal yang tersendiri pula sehingga tidak terpengaruh oleh kegiatan lalulintas
transportasi non-kereta api yang dengan demikian terjadinya konflik dengan moda lain
sangat kecil.
4.
Mempunyai kehandalan dalam ketepatan waktu. Hal ini karena kereta api
mempunyai jalur tersendiri sehingga memungkinkan kecepatan relatif konstan sehingga
memudahkan dalam pengaturan waktu perjalanan. Perjalanan tidak begitu terpengaruh
oleh keadaan cuaca.
5.
Ekonomis dalam hal penggunaan ruang untuk jalurnya dibandingkan dengan
moda transportasi darat lainnya.
6.
Polusi, getaran dan kebisingan relatif kecil
7.
Sangat baik untuk pelayanan khusus dalam aspek pertahanan-keamanan,
karena mempunyai kapasitas angkut yang besar dan dapat dilaksanakan tanpa banyak
memberikan dampak social.
8.
Kecepatan perjalanan dapat bervariasi dari yang lambat (kereta api barang)
sampai cepat
9.
Mempunyai aksesbilitas yang lebih baik dibandingkan dengan transportasi air
dan udara.
Kelemahan:
1.
Memerlukan fasilitas sarana-prasarana yang khusus (tersendiri) yang tidak bisa
digunakan oleh moda transportasi yang lain. Sebagai konsekuensinya perlu disediakan
alat angkut yang khusus yaitu lokomotif dan gerbong.
2.
Karena fasilitas sarana-prasarana dan pengelolaan yang tersndiri (khusus) maka
membutuhkan investasi, biaya operasi, biaya perawatan dan tenaga yang cukup besar
3.
Pelayanan barang dan penumpang hanya terbatas pada jalurnya.
Perbandingan antara jalan raya dan jalan rel
Sejak digunakannya flens pada roda kereta api maka ada perbedaan antara jalan raya
dan jalan rel. Setelah melalui perjalanan sejarah yang panjang termasuk dalam
perkembangan teknologi dan pengoperasiannya dapat dilihat perbandingan
karakteristik yang nyata antara transportasi jalan raya dan transportasi jalan rel dalam
berbagai hal. Perbandingan karakteristik antara jalan raya dan jalan rel dapat
ditunjukkan dengan Tabel 1.

Tabel 1. Perbandingan Antara Jalan Raya dan Jalan Rel


Item
Jalan Raya
Jalan Rel
Bahan Jalur
Perkerasan
fleksibel, Berupa
batang
diatas
perkerasan
kaku
atau fondasi elastic
perkerasan composite
Lalulintas
Penggunaannya berbagai Jalur jalan rel disediakan
jenis lalulintas, dari pejalan untuk pergerakan kereta
kaki sampai kendaraan api yang terjadwal
berat
Tegangan
Tegangan diteruskan ke Beban berat dari lokomotif
tanah dasar melalui formasi dan gerbong diterima oleh
lapis perkerasan
sepur sehingga struktur
sepur harus sangat kuat
Kecepatan
Karena digunakan oleh Karena tidak ada hambatan
berbagai jenis kendaraan, pada
jalurnya,
maka
maka kecepatan kendaraan kecepatan
yang
relatif
harus dibatasi
tinggi lebih dapat dicapai
Gesekan
Kendaraan berjalan karena Kereta api berjalan karena
adanya gesekan antara adanya gesekan antara
roda
(karet)
dengan kepala rel (baja) dengan
permukaan
jalan. roda baja. Gesekannya
Gesekannya tinggi
relatif rendah yaitu kira-kira
20% gesekan antara roda
(karet)
kendaraan
dan
permukaan jalan
Perpindahan jalur
Perpindahan jalur jalan Perpindahan jalur melalui
raya melalui pertemuan peralatan khusus dikenal
atau persilangan jalan.
sebagai wesel.
Perbandingan Karakteristik antara Transportasi Jalan Rel, Transportasi Jalan
Raya dan Transportasi Udara
Dari Carpenter (1996) dapat kita ambil perbandingan karakteristik seperti pada Tabel 2.
Tabel 2. Perbandingan Karakteristik antara Transportasi Jalan Rel, Transportasi Jalan
Raya dan Transportasi Udara
Nomor
Karakteristik
Transportasi
Transportasi
Transportasi
Jalan Rel
Jalan Raya
Udara
1
Dimensi
Satu (diarahkan Dua
Tiga
Pergerakan
oleh rel)
2
Sinyal lalulintas Penuh
Sebagian (pada Internal (radio)
beberapa
pertemuan)
3
Kecepatan
Tinggi
antar Sedang
Sangat
tinggi
stasiun
antar bandara
4
Akses langsung Jelek
Sangat baik
Jelek

kepada
pengguna
Penggunaan
lahan

Suara

7
8

Polusi
Efisiensi energi

Sempit

Lebih lebar

Sangat
luas
tapi hanya di
bandara
Sangat keras di
dekat bandara

Keras
tapi Sedang
hanya
yang
didekatnya
Rendah
Sedang/tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
untuk Rendah
bus,
rendah
untuk mobil

Sumber: Carpenter, 1996


Dalam hal penggunaan energi, penggunaan energi untuk kereta api relatif kecil
dibandingkan dengan moda transportasi yang lain. Penggunaan energi oleh moda
transportasi dapat dipahami melalui besarnya konsumsi bahan bakar minyak (BBM)
dan besarnya daya yang diperlukan oleh moda transportasi untuk memindahkan satu
ton barang.
Konsumsi Penggunaan Energi BBM pada Berbagai Moda Transportasi
Tabel 3. Konsumsi Penggunaan Energi BBM pada Berbagai Moda Transportasi
Nomor
Moda
Volume angkut Konsumsi
Konsumsi
Transportasi
(orang)
Energi
BBM Energi
BBM
(liter/km)
(liter/orang)
1
Kereta Api
1500
3
0,002
2
Pesawat
500
40
0,08
3
Kapal Laut
1500
10
0,006
Besar daya yang diperlukan oleh moda transportasi untuk memindahkan satu ton
barang
Tabel 4. Besar daya yang diperlukan oleh moda transportasi untuk memindahkan satu
ton barang
Moda Transportasi
Daya untuk memindahkan satu ton barang
(tenaga kuda)
Pesawat
300
Truk
20
Kapal Laut
1,5
Kereta Api
3

Karakteristik Transportasi Kereta Api

Kereta api merupakan jenis kendaraan yang spesifik, memiliki karakteristik tersendiri,
yautu:
a. Melekat pada jalurnya, hanya bisa beralih ke jalur lain jika ada wesel yang
mengalihkannya.
b. Jarak pengereman relatif jauh dibandingkan dengan jenis kendaraan lainnya
terutama dengan jenis kendaraan jalan raya, sehingga setiap gerakan perjalanan kereta
api harus memiliki jarak minimal antara dua kereta api berurutan untuk itu dilengkapi
oleh sinyal untuk membatasinya, untuk keamanan perjalanan kereta api mepergunakan
system blok dimana tiap blok selalu dibatasi oleh suatu sinyal sehingga perjalanannya
harus terencana dengan baik.
c.Setiap blok hanya diijinkan dilewati 1 (satu) kereta api dalam waktu bersamaan.
d.Memiliki jadwal yang pasti di tiap-tiap stasiun, stasiun pemberangkatan dan semua
stasiun yang akan dilewatinya dan sampai stasiun tujuan akhir melalui diagram waktu
ruang atau grafik perjalanan kereta api (GAPEKA).
e.Produk jasa angkutannya bersifat massal.
f.Perjalanan kereta api umumnya tidak memerlukan berhenti dan jalan kembali
berulang-ulang, kecuali untuk keperluan operasi kereta api (bersilang atau disusul) dan
keperluan jasa angkutan.
Diposkan oleh Aan di 19.21