Anda di halaman 1dari 11

DAFTAR OBAT LASA (LOOK ALIKE SOUND ALIKE)

DI RS.INDOSEHAT 2003 SUBANG

Look Alike Sound Alike (LASA) adalah kesalahan obat yang terjadi karena kebingungan
terhadap nama obat, kemasan dan etiket/labeling.
Kesalahan obat tersebut dapat disebabkan oleh :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Order yang tidak jelas


Order lisan yang tidak tepat
Kurangnya pemeriksaan/verifikasi kembali
Banyaknya jenis obat
Lingkungan kerja yang buruk.
Kemiripan nama dua jenis obat yang berisiko tinggi menimbulkan kerancuan dan
kebingungan dalam distribusi obat, sehingga bisa meningkatkan medication error.

Menurut Permenkes RI No. 1691/MENKES/PER/VIII/2011 Tentang Keselamatan Pasien


Rumah Sakit, lasa masuk ke dalam obat-obatan yang perlu diwaspadai (high-alert
medications), yaitu obat yang sering menyebabkan terjadi kesalahan/kesalahan serius
(sentinel event), obat yang berisiko tinggi menyebabkan dampak yang tidak diinginkan
(adverse outcome).
Salah satu faktor yang dapat menyebabkan kesalahan dalam pengambilan obat adalah
petugas hanya fokus dalam melihat nama obat, tanpa memperhatikan kekuatan sediaan yang
tersedia. Hal inilah yang menjadi alasan agar sebaiknya obat dengan nama yang sama dan
dengan kekuatan sediaan yang berbeda diletakkan dalam posisi rak yang berbeda agar
kekeliruan tersebut dapat diminimalisir. Kemudian, untuk obat-obatan dengan bentuk fisik
atau kemasan yang mirip juga sebaiknya dipisahkan. Berikut merupakan daftar obat LASA
yang terdapat di IFRS Indosehat 2003 Subang :

Tabel 1 daftar obat Look Alike


N
O.
1

NAMA OBAT

Aminophyllin inj

Duvadilan inj

3
4
5
6

Epinephrine inj
Furosemid inj
Ranitidine inj
Ceftriaxone

Calcium gluconas
inj
Dopamin giulini
inj
Vitamin k inj
Ranitidin inj
Stesolide inj
Cefotaxime

7
8
9
10
11

Cefotaxime
Paracetamol
infus
Dopamin giulini
inj
Meloxicam 7,5

15

Meloxicam 15
mg
Captorpil 12,5
mg Tab
ScopaminTab

16
17
18

Zincpro Sirup
Epexol drops
Amoxicillin sirup

19

Amlodipine 5 mg
Tab
Ondansetron 4
mg Tab
Glimepiride 1 mg
Tab

14

20
21

22
23
24
25
26
27
28

33
34

Cefixime 100 mg
MgSO4 20
Ampicillin inj
Ampicillin inj
Vitamin B1 pot
Ciprofloxacin tab
Ciprofloxacin
infus
Amoxicillin sirup
250 mg
Flutamol tab
Otopain ear drop
Flunarizine 5 mg
tab
Depo 1 bulan inj
Imudator sirup

35

Neurosanbe tab

36

Rifampicin 450
mg
Propranolol 10
mg
Methylprednisolo
ne tab

29
30
31
32

37
38

Ceftriaxone
Levofloxacin
infus
Duvadilan inj
Meloxicam 15
mg
Meloxicam 7,5
mg
Captopril 25 mg
Tab
Scopamin plus
Tab
Zincpro Drops
Episan sirup
Amoxicillin forte
sirup
Amlodipine 10
mg Tab
Ondansetron 8
mg Tab
Glimepiride 2 mg
Tab
Glimepiride 4 mg
Tab
Cefixime 200 mg
MgSO4 40
Ceftriaxone inj
Cefotaxime inj
Vitamin B6 pot
Levofloxacin tab
Levofloxacin
infus
Amoxicillin sirup
500 mg
Flutamol plus tab
Otolin ear drop
Flunarizine 10
mg tab
Depo 3 bulan inj
Imunos sirup
Neurosanbe
5000 tab
Rifampicin 600
mg
Propranolol 40
mg
Methylergometri
n tab

Metronidazole
infus

Vitamin K4 pot

Tabel 2 daftar obat Sound Alike

N
O.
1.
2.

3.
4.
5
6
7
8.

NAMA OBAT
Nacl
Ciprofloxacin
tab
Ciprofloxacin
infus
Azithromycin
Ampicillin inj
Ephedrin inj
Lidocain inj
Omeprazole
Kanamycin inj

9
Piroxicam tab
10. Becom-C tab
11 Amlodipine 5
mg tab
12. Dexamethasone
13. Metformin tab
14. Glibenclamide
tab
15 Clindamycin
150 mg
16 Vitazym
17 Flunarizine 5
mg tab
18 Neuromec tab
19 Depo 1 bulan inj
20. Farizol sirup
21 Rifampicin 450
mg tab

KCl 25 ml
Levofloxacin tab
Levofloxacin
infus
Erithromycin
Aminophillin inj
Epinephrine inj
Pehacain Inj
Lansoprazole
Styreptomycin
inj
Piracetam Tab
Becom-Z tab
Amlodipine 10
mg tab
Betamethasone
Metronidazole
tab
Glimepiride tab
Clindamycin 300
mg
Librozym
Flunarizine 10
mg tab
Neurodex tab
Depo 3 bulan inj
Ronazol sirup
Rifampicin 600
mg tab

Clarithromycin

Pantoprazole
Gentamycin inj

Tabel 2 daftar o

Pencegahan Kesalahan Akibat LASA


Untuk mencegah terjadinya kesalahan akibat obat-obatan yang termasuk dalam kategori
LASA, dapat menggunakan beberapa cara berikut, yaitu:
1. Tallman Lettering/Tallman letters
Sistem penulisan nama obat dengan cara Tallman laterring/tallman letters dapat
diterapkan pada kemasan, etiket obat, kemasan/wadah obat di IFRS, rekaman data obat
pasien, hingga mesin pendispensing otomatis. Penulisan secara Tallman lettering/tallman
letters dilakukan dengan menggunakan besar huruf yang berbeda sebagai penekanan.
Metode Tallman digunakan untuk membedakan huruf yang tampaknya sama dengan nama
obat lain yang mirip. Diharapkan dengan memberi huruf kapital, petugas akan lebih berhatihati dengan obat yang tergolong LASA. Di Amerika Serikat, beberapa studi menunjukkan
penggunaan huruf kapital ini terbukti dapat membantu membedakan nama obat-obat yang
mirip (Filik, et al. 2004) dan mengurangi medication error akibat nama obat yang look-alike
(Filik, et al. 2006 dan Grasha, 2000).

Rekomendasi penamaan secara Tallman Lettering/Tallman letters ditetapkan oleh FDA dan
ISMP (Institute for Safe Medication Practices) misalnya seperti (ISMP, 2011):
a. ChlorproMAZINE
b. ChlorproPAMIDE
c. PredniSONE
d. PredniSOLONE
e. DimenHYDRINATE
f. DiphenhydrAMINE
g. HydrALAzine
h. HydrOXYsine
2. Pemisahan lokasi obat-obatan dengan nama dan pelafalan yang mirip pada rak terpisah.
3. Penggunaan sistem pengkodean (misal: barcode) dalam pemesanan, penerimaan, restok,
dispensing, dan administrasi obat (Montone, 2007).
4. Penandaan stiker obat LASA pada tempat penyimpanan atau label yang eye catching.
5. Pemberian informasi kepada pasien agar tetap waspada terhadap adanya kemungkinan salah
ambil obat untuk obat-obat LASA.
6. Perlu dilakukannya pengecekan ulang obat LASA sebelum diberikan pada pasien.
7. Hindari pemesanan obat-obat dengan pelafalan yang mirip (sound alike) melalui verbal atau
telepon. Pastikan lagi dengan mencatat nama obat yang dimaksud dan lakukan konfirmasi
ulang dengan membacakan kembali (Gowri, et al. 2013).
8. Menghimbau para dokter untuk (Montone, 2007):
a. Mengikuti kebijakan/aturan PFT yang telah disepakati tentang penulisan resep (order
harus lengkap)
b. Menulis resep dengan tulisan yang jelas terbaca (huruf tegak kapital)
c. Perhatian lebih jika melakukan order obat secara verbal atau melalui telepon
d. Menghindari singkatan (misal: q.d bisa salah interpretasi : o.d atau q.i.d. Tuliskan saja
setiap hari/sekali sehari)
e. Menuliskan aturan pakai yang jelas, dan hindari penulisan aturan gunakan sesuai
petunjuk
f. Mengindari singkatan yang tidak baku : AZT Aztreonam atau Azathioprine; PCT
untuk Paracetamol atau PZT untuk Pirazinamid
g. Selalu menuliskan angka 0 di depan desimal : 0,5 g, bukan : ,5 g, atau lebih baik
langsung dengan menuliskan 500 mg dibandingkan 0,5 g

Solusi lain yang dapat kita terapkan untuk menghindari terjadinya kesalahan akibat LASA
yaitu :
1) Diusahakan untuk menghindari order obat secara lisan terutama melalui telepon. Bila
terpaksa order melalui telepon, maka diperlukan adanya verifikasi ulang jenis obat apa
yang di order untuk menghindari kesalahan pengambilan dan pengiriman obat.
2) Apoteker mengetahui dengan pasti persediaan obat-obatan yang termasuk kategori LASA
3) LASA disimpan dengan jarak yang berjauhan satu sama lain, ditulis dengan huruf kapital
dan diberi penandaan atau label LASA.
Contoh label LASA

DAFTAR HIGH ALERT MEDICATION DRUGS


DI RS INDOSEHAT 2003 SUBANG
Obat High Alert merupakan obat beresiko tinggi yang menyebabkan bahaya yang fatal
bila digunakan secara salah atau tidak tepat.
Penanganan Obat high alert adalah sebagai berikut :

1
2
3
4

Setiap unit pelayanan obat harus punya daftar obat high alert, elektrolit konsentrat, serta
panduan penatalaksanaan obat high alert
Setiap staf klinis terkait harus tahu penatalaksanaan obat high alert
Obat high alert harus disimpan terpisah, akses terbatas, diberi label yang jelas
Instruksi lisan obat high alert hanya boleh dalam keadaan emergency, atau nama obat
harus dieja perhuruf

Penyimpanan obat high alert di instalasi farmasi adalah sebagai berikut :


1 Tempelkan stiker obat high alert pada setiap wadah obat
2 Beri stiker high alert pada setiap ampul obat high alert yang akan diserahkan kepada
perawat
3 Pisahkan obat high alert dengan obat lain(dalam lemari tersendiri)
4 Simpan obat sitostatika secara terpisah dari obat lainnya dan diberi stiker high alert
5 Simpan obat narkotika secara terpisah dalam lemari terkunci double, setiap pengeluaran
harus diketahui oleh penanggung jawabnya dan dicatat
6 Sebelum perawat memberikan obat high alert lakukan double check kepada perawat lain
untuk memastikan 5 benar (pasien, obat, dosis, rute, waktu)
7 Obat high alert dalam infus : cek selalu kecepatan dan ketepatan pompa infuse, tempel
stiker label nama obat pada botol infus dan diisi dengan catatan sesuai ketentuan

HIGH ALERT

Contoh label High Alert


NO.

KELAS TERAPI

NAMA GENERIK

BENTUK
SEDIAAN

NAMA
DAGANG

KEKUATAN

Obat Anastesi

Bupivacain hcl

Injeksi

Propofol
Midazolam

Injeksi
Injeksi

Epinephrin

Injeksi

Bucain spinal
Decain Spinal
Indevus inj
Recofol
Miloz
Sedacum
Epinephrine

20 mg 4 ml
0,5% 4 ml
0,5% 4 ml
10 ml/20 ml
5 mg/ml
5 mg/ml
1 mg/ 1 ml

Vasokontriksi

KET

3
4
5

Anti Aritmia
Anti
Trombosit
Isulin

Inotropic
Medications

7
8

Narkotika
Spesifik
Medications

Lidocain
Clopidogrel

Injeksi
Tablet

Lidocain
Clopidogrel

40 mg/2 ml
50 mg

Insulin Aspart

Injeksi

Novorapid
Flexpen
Dopamine
Injeksi
Dopamine
Hydrochloride
Giulini
Cetadop
Fentanyl
Injeksi
Fentanyl
MgSO4
Injeksi
MgSO4
Oxytocyn
Injeksi
Santocyn
Oxytocyn
Tabel Obat High Alert

300 IU/3 ml
20 mg/ ml
200 mg/10 ml
0,05 mg /ml
40%
10 IU/ml
10 IU/ml