Anda di halaman 1dari 2

PENDAHULUAN

Menteri KKP menargetkan Indonesia sebagai negara penghasil rumput laut terbesar
dunia dengan rata-rata pertumbuhan produksi rumput laut mencapai 16,74 pada tahun 2019.
Kabupaten Takalar sebagai salah satu penghasil rumput laut di Provinsi

Sulawesi Selatan

dengan produksi pada tahun 2015 sebanyak 959.890 ton. Namun peningkatan produksi rumput
laut di Kabupaten Takalar belum dibarengi dengan peningkatan kualitas hasil panen, baik dalam
tekhnik budidaya, penanganan pasca panen maupun dalam hal pengolahan hasil.

Hal ini

disebabkan belum optimalnya kemampuaan sumberdaya manusia untuk meningkatkan strategi


pengembangan usaha rumput laut, sehingga dianggap penting dilakukan penelitian

untuk

merumuskan strategi pengelolaan rumput laut di Kabupaten Takalar.


TUJUAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengembangan rumput laut E
Cottonii di Kabupaten Takalar
KEGUNAAN
Hasil akhir yaitu diharapkan kerjasama yang optimal lintas sektor sehingga dapat
dijadikan sebagai acuan dalam pengelolaan produksi rumput laut dari hulu ke hilir untuk
mendapatkan hasil yang maksimal sesuai dengan target pemerintah untuk meningkatkan
kesejahteraan dan kemandirian masyarakat pada khususnya serta peningkatana devisa negara
pada umumnya.
METODOLOGI
-

Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai bulan Juli tahun 2016, di Desa Aeng BatuBatu, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar.
- Pengambilan data dengan menggunakan metode pengambilan data primer dan data
sekunder..
- Tekhnik pengumpulan data melalui metode observasi, wawancara dengan pengisian
kuisioner serta melakukan tekhnik FGD.
- Data dianalisis dengan menggunakan analisis SWOT.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Strategi S>< O
- Mengoptimalkan seluruh wilayah laut yang sesuai untuk budidaya rumput laut
- Melakukan peningkatan produksi rumput laut, melalui pengolahan pasca panen sehingga
dapat meningkatkan nilai tambah produk melalui diversifikasi produk.
- Memperbaiki kualitas hasil budidaya sehingga dapat meningkatkan harga rumput laut di
tingkat petani.

Strategi S>< T
- Meningkatkan kerjasama dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian lainnya untuk
menanggulangi penyakit ice-ice serta tekhnik budidaya yang baik disesuaikan dengan musim
kemarau dan musim hujan.
- Meningkatkan kerjasama dengan pemerintah baik provinsi maupun pemda untuk melakukan
percontohan kebun bibit
Strategi w><O
- Pemerintah sebaiknya mengadakan percontohan kebun bibit
- Meningkatkan pelatihan kepada petani rumput laut, sehingga memiliki kemampuan dan
tekhnik budidaya yang baik di musim kemarau dan musim hujan serta tekhnik penanganan
penyakit ice-ice.
- Melakukan pelatihan pengolahan pasca panen
- Penguatan modal usaha kepada petani rumput laut dengan membentuk koperasi
- peningkatan kerjasama dengan lembaga perkreditan pemerintah dan swasta yang dibarengi
dengan peningkatan etika nasabah yang membayar tepat waktu.
Strategi W><T
- Meningkatkan dukungan dari semua stakheholder rumput laut di Kabupaten Takalar pada
khususnya dan provinsi Sulawesi Selatan pada umumnya
- Meningkatkan kesadaran dan wawasan kepada petani rumput laut untuk proaktif dalam
pengembangan usaha rumput laut secara profesional.
KESIMPULAN
1. Strategi SO yang disarankan adalah Mengoptimalkan seluruh wilayah laut di
Kabupaten Takalar yang sesuai untuk budidaya rumput laut, melakukan peningkatan
produksi rumput laut yang berkualitas, melalui pengolahan pasca panen sehingga dapat
dapat meningkatkan nilai tambah produk melalui diversifikasi produk.
2. Strategi ST yang disarankan adalah meningkatkan kerjasama dengan perguruan
tinggi ,lembaga penelitian lainnya dan pemerintah untuk menanggulangi penyakit ice-ice
serta tekhnik budidaya yang baik disesuaikan dengan musim kemarau dan musim hujan.
3. Strategi WO yang disarankan adalah sebaiknya pemerintah mengadakan percontohan
kebun bibit, pelatihan dan penyuluhan kepada petani rumput laut,serta penguatan modal
usaha.
4. Strategi WT yang disarankan adalah meningkatkan dukungan dari semua stakheholder
rumput laut di Kabupaten Takalar pada khususnya dan provinsi Sulawesi Selatan pada
umumnya, serta meningkatkan kesadaran dan wawasan kepada petani rumput laut untuk
lebih proaktif dalam pengembangan usaha rumput laut secara profesional.