Anda di halaman 1dari 10

PETUNJUK TEKNIS

PENGEMBANGAN KELURAHAN SIAGA AKTIF


TAHUN 2015

Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin

1. Pembinaan Kelurahan Siaga Aktif


A. Pendahuluan
Amanat Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
menetapkan bahwa sehat adalah hak asasi manusia dan merupakan investasi
pembangunan sehingga perlu dipelihara, dilindungi dan ditingkatkan kualitasnya
melalui berbagai upaya yang dilakukan oleh semua pihak. Arah pembangunan
kesehatan nasional yang telah ditetapkan dalam RPJMN Kementrian Kesehatan RI
Tahun 2010 2014 adalah memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat mandiri dan
berkeadilan.
Sebagaimana SPM bidang kesehatan Kota Banjarmasin sebanyak 80% dari
seluruh kelurahan menjadi Kelurahan Siaga Aktif, ini sejalan dengan Renstra
Kementrian Kesehatan RI tahun 2014, seluruh kelurahan di Indonesia 70% menjadi
kelurahan siaga aktif apabila penduduknya dapat mengakses dengan mudah pelayanan
kesehatan dasar yang memberkan pelayanan setiap hari melalui Poskesdes atau sarana
kesehatan yang ada di wilayah tersebut seperti Puskesmas, Pustu atau sarana
kesehatan lainnya. Kemudian penduduknya mengembangkan Upaya Kesehatan
Bersumberdaya Masyarakat dan melaksanakan surveilans berbasis masyarakat.
Permasalahan yang dihadapi yaitu bahwa belum seluruhnya kelurahan menjadi
kelurahan siaga aktif sebagaimana dimaksud. Oleh karena itu, dalam pengembangan
Kelurahan Siaga Aktif diperlukan langkah-langkah edukatif berupa upaya
mendampingi (memfasilitasi) masyarakat untuk menjalani proses pembelajaran
berupa proses pemecahan masalah kesehatan yang dihadapinya melalui proses
pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat adalah upaya aktif, proses
partisipatif yang membuat individu-individu, organisasi-organisasi dan masyarakat
mendapat kendali lebih besar, manfaat dan keadilan sosial. Pengembangan kelurahan
siaga aktif yang terintegrasi ke dalam proses pembangunan partisipatif memerlukan
dukungan dari berbagai pihak baik pemerintah daerah, pemerintah kecamatan,
pemerintah kelurahan, organisasi masyarakat, lembaga kemasyarakatan maupun unsur
masyarakat luas. Untuk iru, dalam memantapkan pelaksanaan pemberdayaan
masyarakat di Kelurahan Siaga Aktif diperlukan upaya dari Puskesmas agar berjalan
dengan optimal.
B. Tujuan
a. Meningkatkan peran serta dari kader kelurahan siaga.
b. Meningkatkan fasilitasi tim kelurahan siaga aktif kepada kader kelurahan siaga.
C. Pelaksana
a. Kader sebanyak 3 orang di 52 kelurahan selama 12 bulan
b. Petugas sebanyak 2 orang di 52 kelurahan selama 12 bulan yang merupakan tim
kelurahan siaga terdiri dari Kepala Puskesmas, Bidan Kelurahan, Surveilans,
Kesehatan Lingkungan.
D. Kegiatan yang dilaksanakan
a. Petugas (2 orang x 4 kali x Rp 45.000 x 12 bulan x 1 kelurahan)
b. Kader (3 orang x 4 kali x Rp 25.000 x 12 bulan x 1 kelurahan)
c. Untuk kegiatan pembinaaan kelurahan siaga aktif dilakukan sebanyak 4 kali per
bulan.
d. Untuk kelurahan Basirih, Sungai Jingah, Mantuil jumlah kader @ 4 orang dan
Sungai Bilu sebanyak 5 kader.
E. Rincian dana per kelurahan:
No

Kode Rekening

Uraian

Jumlah

1
5
1
5

0
2
0
2

Belanja perjalanan dinas dalam daerah


(2 orang x 4 kali x Rp 45.000 x 12 bulan)
Belanja perjalanan dinas dlm daerah non
PNS/PTT
(3 orang x 4 kali x Rp 25.000 x 12 bulan)

4,320,000
3.600.000

F. Kelengkapan SPJ
a. Kwitansi
b. Daftar Tanda Terima
c. SPPD (bagi petugas)
d. Surat Tugas dan Laporan Pembinaan
2. Pertemuan Tingkat Kelurahan Tahap I
A. Pendahuluan
Sebagaimana SPM bidang kesehatan Kota Banjarmasin sebanyak 80% dari
seluruh kelurahan menjadi Kelurahan Siaga Aktif, ini sejalan dengan Renstra
Kementrian Kesehatan RI tahun 2014, seluruh kelurahan di Indonesia 70% menjadi
kelurahan siaga aktif apabila penduduknya dapat mengakses dengan mudah pelayanan
kesehatan dasar yang memberkan pelayanan setiap hari melalui Poskesdes atau sarana
kesehatan yang ada di wilayah tersebut seperti Puskesmas, Pustu atau sarana
kesehatan lainnya. Kemudian penduduknya mengembangkan Upaya Kesehatan
Bersumberdaya Masyarakat dan melaksanakan surveilans berbasis masyarakat.
Permasalahan yang dihadapi yaitu bahwa belum seluruhnya kelurahan menjadi
kelurahan siaga aktif sebagaimana dimaksud. Oleh karena itu, dalam pengembangan
Kelurahan Siaga Aktif diperlukan langkah-langkah edukatif berupa upaya
mendampingi (memfasilitasi) masyarakat untuk menjalani proses pembelajaran
berupa proses pemecahan masalah kesehatan yang dihadapinya melalui proses
pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat adalah upaya aktif, proses
partisipatif yang membuat individu-individu, organisasi-organisasi dan masyarakat
mendapat kendali lebih besar, manfaat dan keadilan sosial. Pengembangan kelurahan
siaga aktif yang terintegrasi ke dalam proses pembangunan partisipatif memerlukan
dukungan dari berbagai pihak baik pemerintah daerah, pemerintah kecamatan,
pemerintah kelurahan, organisasi masyarakat, lembaga kemasyarakatan maupun unsur
masyarakat luas. Untuk itu, dalam memantapkan pelaksanaan pemberdayaan
masyarakat di Kelurahan Siaga Aktif diperlukan upaya dari Puskesmas agar berjalan
dengan optimal.
B. Tujuan
a. Meningkatkan peran serta dari kader kelurahan siaga melalui Pertemuan Tingkat
Kelurahan Tahap I.
b. Meningkatkan fasilitasi puskesmas kepada kader kelurahan siaga melalui
Pertemuan Tingkat Kelurahan Tahap I.
c. Mempersiapkan untuk kegiatan Survei Mawas Diri untuk identifikasi masalah di
tingkat kelurahan.
C. Pelaksana
Bidan Kelurahan Siaga Aktif, Kepala Puskesmas, dan Kader Terlatih Pemberdayaan
D. Kegiatan yang dilaksanakan
a. Pertemuan untuk membahas masalah kesehatan yang akan diatasi serta kuesioner
untuk pelaksanaan SMD
b. Peserta masing-masing kelurahan sebanyak 20 orang

c. Masing-masing kelurahan mendapatkan dana Rp 2,450,000,-.


E. Rincian Dana Per Kelurahan
N
o
1

Kode Rekening
5

3
0
3
0
0
2
0
6
11
1
5

0
1
0
2
0
7
0
2
0
4
0
2

Uraian

Jumlah

Belanja Jasa PNS


2 JPL x Rp 200.000,Belanja Narasumber Non PNS
1 JPL x Rp 200.000,
Belanja Peralatan dan Perlengkapan Kegiatan
1 PT x Rp 150.000
Belanja Penggandaan
500 lembar x Rp 200
Belanja makanan dan minuman kegiatan
(20 orang x Rp 35.000)
Belanja perjalanan dinas dalam daerah non
PNS/PTT
(20 orang x Rp 45.000)

400.000
200.000
150.000
100.000
700.000
900.000
2.450.000

F. Kelengkapan SPJ
a. Kwitansi
b. Daftar Tanda Terima Narasumber, Perjalanan Dinas Dalam Daerah Non PNS/PTT
c. Daftar Hadir Narasumber
d. Nota Pembelian
e. Undangan Peserta
f. Undangan Narasumber
g. Absensi Peserta
h. Surat Tugas Peserta
i. Makalah yang disampaikan
j. Daftar Tanda Terima Perlengkapan Kegiatan
k. Laporan Pertemuan dilampirkan format untuk Masalah Kesehatan yang akan
dilakukan Survei Mawas Diri
l. Foto makmin, kegiatan
3. Survei Mawas Diri
A. Pendahuluan
Kelurahan Siaga Aktif adalah bentuk pengembangan dari Kelurahan Siaga yang
telah dimulai sejak tahun 2006. Langkah-langkah fasilitasi siklus pemecahan masalah
kesehatan yang dihadapi masyarakat kelurahan adalah diawali dengan pengenalan
kondisi kelurahan, identifikasi masalah kesehatan dan PHBS melalui Survei Mawas
Diri, musyawarah masyarakat kelurahan, perencanaan partisipatif, pelaksanaan
kegiatan.

B. Tujuan
a. Mengindetifikasi masalah-masalah kesehatan di tingkat kelurahan.
b. Meningkatkan fasilitasi puskesmas kepada kader kelurahan siaga dalam melakukan
Survei Mawas Diri.
c. Melaksanakan kegiatan Survei Mawas Diri

C. Pelaksana
Kader Kelurahan Siaga sebanyak 5 orang
D. Kegiatan yang dilaksanakan
Melaksanakan Survei Mawas Diri di 42 kelurahan dengan perincian 5 orang x 10 OH
x Rp 45.000 . @ 1 OH sebanyak 7 rumah yang dikunjungi jadi harus mengunjungi 70
buah rumah. Pada bulan Mei tahun 2015
E. Rincian Pembiayaan
N
o
1

Kode Rekening
5

0
6
1
5

0
2
0
2

Uraian

Jumlah

Belanja Penggandaan
(500 lembar x Rp 200)
Belanja perjalanan dinas dalam daerah Non
PNS/PTT
(5 orang x Rp 45.000 x 10 OH)

1.000.000
2.250.000

F. Kelengkapan SPJ
a. Kwitansi
b. Daftar Tanda Terima
c. Surat Tugas
d. Format SMD
e. Laporan rekapitulasi hasil Survei Mawas Diri
4. Pertemuan Tingkat Kelurahan Tahap II
A. Pendahuluan
Sebagaimana SPM bidang kesehatan Kota Banjarmasin sebanyak 80% dari
seluruh kelurahan menjadi Kelurahan Siaga Aktif, ini sejalan dengan Renstra
Kementrian Kesehatan RI tahun 2014, seluruh kelurahan di Indonesia 70% menjadi
kelurahan siaga aktif apabila penduduknya dapat mengakses dengan mudah pelayanan
kesehatan dasar yang memberkan pelayanan setiap hari melalui Poskesdes atau sarana
kesehatan yang ada di wilayah tersebut seperti Puskesmas, Pustu atau sarana
kesehatan lainnya. Kemudian penduduknya mengembangkan Upaya Kesehatan
Bersumberdaya Masyarakat dan melaksanakan surveilans berbasis masyarakat.
Permasalahan yang dihadapi yaitu bahwa belum seluruhnya kelurahan menjadi
kelurahan siaga aktif sebagaimana dimaksud. Oleh karena itu, dalam pengembangan
Kelurahan Siaga Aktif diperlukan langkah-langkah edukatif berupa upaya
mendampingi (memfasilitasi) masyarakat untuk menjalani proses pembelajaran
berupa proses pemecahan masalah kesehatan yang dihadapinya melalui proses
pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat adalah upaya aktif, proses
partisipatif yang membuat individu-individu, organisasi-organisasi dan masyarakat
mendapat kendali lebih besar, manfaat dan keadilan sosial. Pengembangan kelurahan
siaga aktif yang terintegrasi ke dalam proses pembangunan partisipatif memerlukan
dukungan dari berbagai pihak baik pemerintah daerah, pemerintah kecamatan,
pemerintah kelurahan, organisasi masyarakat, lembaga kemasyarakatan maupun unsur
masyarakat luas. Untuk itu, dalam memantapkan pelaksanaan pemberdayaan
masyarakat di Kelurahan Siaga Aktif diperlukan upaya dari Puskesmas agar berjalan
dengan optimal.
B. Tujuan
a. Menyusun masalah kesehatan yang prioritas berdasarkan rekapitulasi Survei
Mawas Diri.

b. Meningkatkan fasilitasi puskesmas kepada kader kelurahan siaga dan masyarakat


untuk dapat megidentifikasi masalah kesehatan yang ada.
c. Mempersiapkan untuk kegiatan Musyawarah Masyarakat di tingkat kelurahan.
C. Pelaksana
Kepala Puskesmas, Bidan Kelurahan Siaga Aktif, dan Kader Kelurahan
D. Kegiatan yang dilaksanakan
a. Pertemuan untuk membahas hasil Survei Mawas Diri dan menentukan masalah
kesehatan yang menjadi prioritas.
b. Masing-masing kelurahan mendapatkan dana Rp 2,450,000,-.
c. Dilaksanakan bulan Mei tahun 2015 setelah Survei Mawas Diri.
E. Rincian Biaya
N
o
1

Kode Rekening
5

3
0
3
0
0
2
0
6
11
1
5

0
1
0
2
0
7
0
2
0
4
0
2

Uraian

Jumlah

Belanja Jasa PNS


2 JPL x Rp 200.000,Belanja Narasumber Non PNS
1 JPL x Rp 200.000,
Belanja Peralatan dan Perlengkapan Kegiatan
1 PT x Rp 150.000
Belanja Penggandaan
500 lembar x Rp 200
Belanja makanan dan minuman kegiatan
(20 orang x Rp 35.000)
Belanja perjalanan dinas dalam daerah non
PNS/PTT
(20 orang x Rp 45.000)

400.000
200.000
150.000
100.000
700.000
900.000
2.450.000

F. Kelengkapan SPJ
a. Kwitansi
b. Daftar Tanda Terima
c. Daftar Hadir Narasumber
d. Nota Pembelian
e. Undangan Peserta
f. Undangan Narasumber
g. Absensi Peserta
h. Surat Tugas
i. Daftar Tanda Terima Perlengkapan Kegiatan
j. Makalah yang disampaikan
k. Laporan Pertemuan dilampirkan susunan masalah kesehatan
l. Foto makmin, kegiatan
5. Musyawarah Masyarakat Tingkat Kelurahan Tahap III
A. Pendahuluan
Sebagaimana SPM bidang kesehatan Kota Banjarmasin sebanyak 80% dari
seluruh kelurahan menjadi Kelurahan Siaga Aktif, ini sejalan dengan Renstra
Kementrian Kesehatan RI tahun 2014, seluruh kelurahan di Indonesia 70% menjadi
kelurahan siaga aktif apabila penduduknya dapat mengakses dengan mudah pelayanan
kesehatan dasar yang memberkan pelayanan setiap hari melalui Poskesdes atau sarana

B.

C.
D.

E.

kesehatan yang ada di wilayah tersebut seperti Puskesmas, Pustu atau sarana
kesehatan lainnya. Kemudian penduduknya mengembangkan Upaya Kesehatan
Bersumberdaya Masyarakat dan melaksanakan surveilans berbasis masyarakat.
Permasalahan yang dihadapi yaitu bahwa belum seluruhnya kelurahan menjadi
kelurahan siaga aktif sebagaimana dimaksud. Oleh karena itu, dalam pengembangan
Kelurahan Siaga Aktif diperlukan langkah-langkah edukatif berupa upaya
mendampingi (memfasilitasi) masyarakat untuk menjalani proses pembelajaran
berupa proses pemecahan masalah kesehatan yang dihadapinya melalui proses
pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat adalah upaya aktif, proses
partisipatif yang membuat individu-individu, organisasi-organisasi dan masyarakat
mendapat kendali lebih besar, manfaat dan keadilan sosial. Pengembangan kelurahan
siaga aktif yang terintegrasi ke dalam proses pembangunan partisipatif memerlukan
dukungan dari berbagai pihak baik pemerintah daerah, pemerintah kecamatan,
pemerintah kelurahan, organisasi masyarakat, lembaga kemasyarakatan maupun unsur
masyarakat luas. Untuk itu, dalam memantapkan pelaksanaan pemberdayaan
masyarakat di Kelurahan Siaga Aktif diperlukan upaya dari Puskesmas agar berjalan
dengan optimal.
Tujuan
a. Menyampaikan kepada pihak kelurahan dan masyarakat tentang permasalahan
kesehatan yang ada
b. Meningkatkan peran aktif dari pihak kelurahan dan masyarakat dalam membantu
mengatasi permasalahan kesehatan.
c. Memfasilitasi untuk penyusunan perencanaan partisipatif yang merupakan
kesepakatan dari pihak kelurahan dan masyarakat.
Pelaksana
Bidan Kelurahan Siaga Aktif, Kader Kelurahan, Kepala Puskesmas.
Kegiatan yang dilaksanakan
a. Pertemuan untuk membahas pemecahan masalah untuk masalah kesehatan
prioritas.
b. Perencanaan kegiatan untuk mengatasi masalah kesehatan yang prioritas
berdasarkan usulan masyarakat dan kelurahan.
c. Menyusun format kegiatan untuk Rencana Tindak Lanjut
d. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2015
Masing-masing kelurahan mendapatkan dana Rp 3.550.000

F. Rincian Biaya :
N
o
1

Kode Rekening

Uraian

Jumlah

3
0

0
1

Belanja Jasa PNS


2 JPL x Rp 200.000,-

400.000

0
2
0
7
0

Belanja Narasumber Non PNS


1 JPL x Rp 200.000,
Belanja Peralatan dan Perlengkapan Kegiatan
1 PT x Rp 150.000
Belanja Penggandaan

200.000

3
0
0
2
0

150.000
100.000

6
11
1
5

2
0
4
0
2

500 lembar x Rp 200


Belanja makanan dan minuman kegiatan
(30 orang x Rp 45.000)
Belanja perjalanan dinas dalam daerah non
PNS/PTT
(30 orang x Rp 45.000)

1.350.000
1.350.000
3.550.000

G. Kelengkapan SPJ
a. Kwitansi
b. Daftar Tanda Terima Narasumber, Perjalanan Dinas Dalam Daerah Non PNS/PTT
c. Daftar Hadir Narasumber
d. Nota Pembelian
e. Undangan Nasumber
f. Undangan Peserta
g. Absensi Peserta
h. Surat Tugas
i. Daftar Tanda Terima Perlengkapan Kegiatan
j. Laporan Pertemuan dilampirkan format Rencana Tindak Lanjut
k. Foto makmin, kegiatan
6. Intervensi Kelurahan Siaga Aktif
A. Pendahuluan
Sebagaimana SPM bidang kesehatan Kota Banjarmasin sebanyak 80% dari
seluruh kelurahan menjadi Kelurahan Siaga Aktif, ini sejalan dengan Renstra
Kementrian Kesehatan RI tahun 2014, seluruh kelurahan di Indonesia 70% menjadi
kelurahan siaga aktif apabila penduduknya dapat mengakses dengan mudah pelayanan
kesehatan dasar yang memberkan pelayanan setiap hari melalui Poskesdes atau sarana
kesehatan yang ada di wilayah tersebut seperti Puskesmas, Pustu atau sarana
kesehatan lainnya. Kemudian penduduknya mengembangkan Upaya Kesehatan
Bersumberdaya Masyarakat dan melaksanakan surveilans berbasis masyarakat.
Permasalahan yang dihadapi yaitu bahwa belum seluruhnya kelurahan menjadi
kelurahan siaga aktif sebagaimana dimaksud. Oleh karena itu, dalam pengembangan
Kelurahan Siaga Aktif diperlukan langkah-langkah edukatif berupa upaya
mendampingi (memfasilitasi) masyarakat untuk menjalani proses pembelajaran
berupa proses pemecahan masalah kesehatan yang dihadapinya melalui proses
pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat adalah upaya aktif, proses
partisipatif yang membuat individu-individu, organisasi-organisasi dan masyarakat
mendapat kendali lebih besar, manfaat dan keadilan sosial. Pengembangan kelurahan
siaga aktif yang terintegrasi ke dalam proses pembangunan partisipatif memerlukan
dukungan dari berbagai pihak baik pemerintah daerah, pemerintah kecamatan,
pemerintah kelurahan, organisasi masyarakat, lembaga kemasyarakatan maupun unsur
masyarakat luas. Untuk itu, dalam memantapkan pelaksanaan pemberdayaan
masyarakat di Kelurahan Siaga Aktif diperlukan upaya dari Puskesmas agar berjalan
dengan optimal.
B. Tujuan
a. Meningkatkan fasilitasi puskesmas kepada terhadap masalah kesehatan yang ada.
b. Mendorong pihak kelurahan dan masyarakat dalam melakukan kegiatan yang telah
disusun atas kesepakatan pada Pertemuan Tingkat Kelurahan Tahap III.
C. Pelaksana
Bidan Kelurahan Siaga Aktif dan Kepala Puskesmas

D. Kegiatan yang dilaksanakan


a. Pembelian bahan peralatan dan perlengkapan kegiatan sesuai kebutuhan masingmasing kelurahan.
b. Bukan merupakan bahan/alat medis.
c. Harga barang per satuan maksimal Rp 250.000,d. Masing-masing kelurahan mendapatkan dana Rp 5.000.000,e. Dilaksanakan bulan Juni tahun 2015 setelah Pertemuan Tingkat Kelurahan Tahap
III
E. Rincian Biaya
N
o
1

Kode Rekening
5

0
2

Uraian
0
7

Belanja Peralatan dan Perlengkapan Kegiatan


1 PT x Rp 5.000.000

Jumlah
5.000.000
5.000.000

F. Kelengkapan SPJ
a. Kwitansi
b. Nota pembelian dari penyedia barang yg diberi Nomor, Tanggal dan Materai
(Boleh lebih dari satu toko)
c. Foto barang
d. Daftar Tanda Terima Perlengkapan Kegiatan
7. Musyawarah Masyarakat Tingkat Kelurahan Tahap IV
A. Pendahuluan
Sebagaimana SPM bidang kesehatan Kota Banjarmasin sebanyak 80% dari
seluruh kelurahan menjadi Kelurahan Siaga Aktif, ini sejalan dengan Renstra
Kementrian Kesehatan RI tahun 2014, seluruh kelurahan di Indonesia 70% menjadi
kelurahan siaga aktif. Permasalahan yang dihadapi yaitu bahwa belum seluruhnya
kelurahan menjadi kelurahan siaga aktif sebagaimana dimaksud. Oleh karena itu,
dalam pengembangan Kelurahan Siaga Aktif diperlukan langkah-langkah edukatif
berupa upaya mendampingi (memfasilitasi) masyarakat untuk menjalani proses
pembelajaran berupa proses pemecahan masalah kesehatan yang dihadapinya melalui
proses pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat adalah upaya aktif,
proses partisipatif yang membuat individu-individu, organisasi-organisasi dan
masyarakat mendapat kendali lebih besar, manfaat dan keadilan sosial. Pengembangan
kelurahan siaga aktif yang terintegrasi ke dalam proses pembangunan partisipatif
memerlukan dukungan dari berbagai pihak baik pemerintah daerah, pemerintah
kecamatan, pemerintah kelurahan, organisasi masyarakat, lembaga kemasyarakatan
maupun unsur masyarakat luas. Untuk itu, dalam memantapkan pelaksanaan
pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Siaga Aktif diperlukan upaya dari Puskesmas
agar berjalan dengan optimal.
B. Tujuan
a. Melakukan evaluasi terhadap perencanaan partisipatif dengan pihak kelurahan dan
masyarakat tentang permasalahan kesehatan yang ada.
b. Meningkatkan peran aktif dari pihak kelurahan dan masyarakat dalam membantu
mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi.
c. Menyepakati langkah-langkah selanjuntnya untuk atasi masalah yang ada.
C. Pelaksana
Bidan Kelurahan Siaga Aktif, Kader Kelurahan, Kepala Puskesmas, Lurah

D. Kegiatan yang dilaksanakan


a. Pertemuan untuk membahas kegiatan yang telah disepakati bersama sebagai bahan
evaluasi dan monitoring.
b. Kegiatan dilaksanakan pada bulan September tahun 2015.
c. Adanya kesepakatan tentang kegiatan yang akan dilakukan berikutnya sebagai
upaya kesinambungan seperti rapat berkala yang difasilitasi masyarakat atau
kelurahan.
E. Masing-masing kelurahan mendapatkan dana Rp 3.550.000
F. Rincian Biaya
N
o
1

Kode Rekening
5

3
0
3
0
0
2
0
6
11
1
5

0
1
0
2
0
7
0
2
0
4
0
2

Uraian

Jumlah

Belanja Jasa PNS


2 JPL x Rp 200.000,Belanja Narasumber Non PNS
1 JPL x Rp 200.000,
Belanja Peralatan dan Perlengkapan Kegiatan
1 PT x Rp 150.000
Belanja Penggandaan
500 lembar x Rp 200
Belanja makanan dan minuman kegiatan
(30 orang x Rp 45.000)
Belanja perjalanan dinas dalam daerah non
PNS/PTT
(30 orang x Rp 45.000)

400.000
200.000
150.000
100.000
1.350.000
1.350.000
3.550.000

G. Kelengkapan SPJ
a. Kwitansi
b. Daftar Tanda Terima Narasumber, Peserta
c. Daftar Hadir Narasumber
d. Nota Pembelian
e. Undangan (kegiatan pertemuan dan narasumber)
f. Absensi Peserta
g. Surat Tugas
h. Daftar Tanda Terima Perlengkapan Kegiatan
i. Makalah yang disampaikan
j. Laporan Pertemuan dilampirkan hasil evaluasi dan foto makmin, kegiatan