Anda di halaman 1dari 8

Kriteria Desain Toko Buku yang nyaman untuk dikunjungi :

Pilih lokasi toko buku yang memungkinkan toko mudah terekspos dari luar
Pilih lokasi di mana toko buku Anda mudah terlihat dari luar. Ada baiknya Anda memilih
toko buku yang dekat dengan pedestrian dan tidak berada di dekat jalan yang penuh lalu
lalang kendaraan bermotor. Lalu, tempatkan display windows yang cukup lebar, sehingga
setiap orang yang berjalan melewati toko buku Anda bisa dengan mudah melihat koleksi
buku yang Anda tawarkan. Bila perlu, tambahkan semacam carts atau rak untuk memajang
buku buku diskon, buku buku populer, atau majalah edisi terbaru. Tempatkan rak ini di
bagian luar, di dekat pintu masuk. Cara ini cukup jitu untuk menggiring pengunjung agar
bersedia masuk ke dalam toko buku Anda.
Sediakan tempat duduk mungil yang nyaman untuk membaca
Tak semua pengunjung datang ke toko buku untuk membeli buku. Kebanyakan mereka hanya
datang dan melihat lihat saja, sembari membaca sekilas. Namun, Anda tetap harus
memfasilitasi mereka dengan menyediakan tempat duduk pada toko buku, semacam bangku
kecil dengan jumlah yang terbatas. Tempatkan di salah satu sudut di toko buku yang nyaman
digunakan untuk membaca. Tambahkan fitur air pada toko buku, seperti air terjun mini, air
mancur, atau kolam ikan, di mana bunyi gemericik dari air akan membantu menstimulasi
pengunjung agar nyaman dan lebih berkonsentrasi dalam membaca.
Hadirkan semacam coffe shop bersebelahan dengan toko buku
Konsep toko buku yang dipadukan dengan coffee shop kini semakin menjamur di kota kota
besar. Cara ini cukup jitu dalam meningkatkan penjualan. Mereka yang telah membeli buku
dan ingin segera membacanya, bisa mampir ke coffee shop sembari menikmati cemilan.
Begitu juga sebaliknya, mereka yang baru saja makan dan minum dari coffee shop bisa
sejenak mampir di toko buku untuk melihat lihat. Tapi, pastikan jika pengunjung tidak
membawa buku ke dalam coffee shop, kecuali buku yang sudah ia beli.

Sediakan ruangan di toko buku untuk menyimpan stok


Untuk beberapa buku Best Seller, kemungkinan akan ada banyak orang yang mencari dan
memburunya, sehingga Anda perlu menyediakan ruangan di belakang toko buku yang
fungsinya untuk menyimpan stok buku yang laris di pasaran.
Pilih rak buku yang nyaman dan mudah dijangkau pengunjung
Rak buku pada toko buku harus didesain sesuai kebutuhan konsumen, dengan
mengedepankan kemudahan untuk dijangkau. Tinggi rak buku yang paling atas haruslah
dalam batasan yang masih bisa dijangkau tangan orang kebanyakan. Lalu, buku sebaiknya
didisplay dengan cara berdiri berjajar sesuai kategori dan ditata dengan katalogisasi yang
jelas, sehingga memudahkan pembeli dalam mencari buku tertentu. Untuk lebih
mempermudah mereka dalam pencarian jenis buku tertentu, sediakan komputer di beberapa
lokasi di mana konsumen bisa mengetik judul buku yang ia cari, dan komputer akan
menunjukkan kode sekaligus lokasinya.
Rak buku harus dibedakan dengan rak majalah. Rak majalah biasanya lebih rendah, lebih
ringan, di mana tiap majalah disusun dengan cover yang menghadap ke muka (ke depan),
bukan menyamping seperti halnya buku. Dengan begitu, tiap pengunjung bisa lebih mudah
dalam memilih majalah yang ia sukai.

Desain Interior dan Furniture Toko Buku

Gunakan variasi furnitur untuk mendisplay buku


Buku buku yang ada di toko buku dapat didisplay dengan berbagai macam furnitur, mulai
dari rak, kabinet, hingga meja dengan laci, atau meja meja kecil dengan bentuk yang
bervariasi. Cara meletakkan buku tentu saja berbeda pada masing masing furnitur pada toko
buku. Tiap tiap furnitur mesti diletakkan di tempat tertentu dan dikombinasikan dengan
penataan buku yang semenarik mungkin. Cara ini sungguh tepat agar tampilan display toko
buku tidak membosankan dan monoton.

Investasikan dana yang lebih untuk memilih pencahayaan yang optimal dan dekorasi
interior
Tempatkan pencahayaan pada toko buku yang pas, dengan intensitas yang cukup terang dan
mempermudah pengunjung untuk membaca. Lalu, kombinasikan dengan warna dinding
yang colourful. Tambahkan lukisan atau poster poster sampul buku yang tengah populer
sebagai salah satu dekorasi interior toko buku. Terakhir, secara periodik, hiasi toko buku
Anda dengan pernak pernik yang merepresentasikan event yang akan atau sedang terjadi,
misalnya edisi lebaran, tahun baru, imlek, Natal, atau event awal tahun pelajaran. Lalu,
pajang buku buku yang berkaitan dengan event event tersebut di tempat tempat
strategis, seperti di dekat pintu utama.
Sumber : http://architectaria.com/mendesain-toko-buku-yang-nyaman-untuk-dikunjungi.html

Desain pencahayaan pada toko buku :


Konsep tata cahaya pada desain toko buku lebih mementingkan pada fungsi penerangan.
Keindahan menjadi tujuan nomor dua.sis tem tata cahaya tersebut diciptakan agar
pengunjung yang datang merasa nyaman ketika melihat atau membaca buku yang disukainya.
Oleh sebab itu pada umumnya toko buku selalu menggunakan lampu berwarna terang atau
putih dan ditempatkan secara merata. Hal ini memudahkan pengunjung dan calon pembeli
untuk memilih buku yang disukainya. Jarang ada toko buku yang menggunakan lampu yang
mengeluarkan sinar warna kuning apalagi yang lainnya, kecuali pada sudut-sudut tertentu
untuk memunculkan kesan yang lebih indah. Namun tempat untuk meletakkandan
mendisplay buku, tetap menggunakan putih.
Sumber
:
http://www.imagebali.net/detail-artikel/887-desain-interior-toko-buku-danperpustakaan.php

Standar luasan toko buku :


Menurut Prasetyo pada tahun 1989, berdasarkan jenis buku yang dijual dan luas lantainya,
toko buku dapat diklasifikasikan menjadi :
Toko
Buku

Golongan

Keterangan

Luas Area
Penjualan

Merupakan toko buku yang menjual


berbagai jenis buku dengan lengkap.

200-300 m2

ii

Merupakan toko buku yang tidak


selengkap toko buku golongan i.

100-200 m2

iii

Merupakan toko buku dengan jenis buku


yang terbatas pada trade book dan text
book saja.

50-100 m2

iv

Merupakan kios yang sejenis golongan iii


dengan koleksi yang tidak lengkap.

<50 m2

Berbentuk kios yang menjual buku-buku


baru dan buku bekas dengan kelengkapan
lebih rendah dari pada kios buku golongan
iv.

<50 m2

Standar luasan ruangan toko buku :


Jumlah
populasi
(orang)

Luasan
koleksi
buku
(square
feet)

Luasan
pengunjung
(square feet)

Luasan
karyawan
(square feet)

Luasan
tambahan
(square feet)

Total luasan
lantai
(square feet)

2.499

10.000

400(43org)

300

300

2.000

2.500-4.999

10.000

500

300

700

2.500

5.000-9.999

15.000

700

500

1.000

3.500

10.00024.000

20.000

1.200

1.000

1.800

7.000

25.000-49.999

50.000

2.500

1.500

5.250

15.000

Sumber : Time Saver Standarts For Building types Fourth Edition, America, McGrawHill, Hal698
Catatan :1squarefee t= 0,0929m

Terdapat beberapa keterangan sehubungan dengan perhitungan luasan dari ruang yang harus
disediakan pada toko buku, yaitu adalah :
a. Space For Book
Ruang yang diperlukan untuk rak-rak tersebut sangat tergantung dari ukuran dan jumlah yang
akan dipajang. Meskipun ukuran buku sangat bervariasi, tetap menggunakan suatu rumusan
yang dapat digunakan untuk memperkirakan total luasan yang dibutuhkan untuk peletakan
buku-buku tersebut.
b. Space For Readers (konsumen)
Merencanakan ruang untuk pengunjung hendaknya sampai dengan 20 tahun kedepan. Hal ini
untuk mengantisipasi adanya perluasan dari ruang nantinya. Ada dua hal penting yang harus
diperhatikan:

1. Analisis yang akurat tentang kebutuhan dasar dari masyarakat yang akan menjadi
pengunjung
2. Kondisi nyata masyarakat, yaitu mereka yag mempunya kebiasaan untuk membaca
dan berpotensi menjadi pelanggan.
c. Space For Staff
Dalam perhitungan, satu orang staff membutuhkan 100 sq feet. Luasan tersebut mencakup
ruang untuk meja, kursi, buku, dan peralatan. Sedangkan ruang khusus yang disediakan untuk
staff adalah kantor administrasi, ruang kerja dan ruang makan. Fasilitas lain untuk staff
seperti loker, toilet khusus sangat dianjurkan karena hal tersebut dapat menimbulkan suasana
yang nyaman, sehingga berakibat pada efisiensi kerja para staff.
d. Meeting Rooms
Kebanyakan perpustakaan menyediakan ruang ini. Ada dua kepentingan yang menjadi
landasan disediakannya ruang ini, pertama kegiatan yang melibatkan anak-anak, diskusi,
rapat pengelola/staff dan kegiatan lain yang disponsori oleh perpustakaan/toko buku. Kedua,
ruang multifungsi ini dapat digunakan untuk keperluan pendidikan, kebuadayaan, dan
kegiatan yang diadakan oleg berbagai komunitas yang ingin menggunakan. Karena ruang ini
akan digunakan untuk kepentingan umum maka akan lebih baik apabila ruang ini dilengkapi
juga dengan perlengkapan audiovisual.
e. Space For Mechanical Operations
Yang termasuk dalam kategori ini adalah hall, tangga, toilet, elevator, lift, pipa, AC, pemanas
ruangan, kloset dan toko (outlet). Dengan kemajuan teknologi dewasa ini maka ruang untuk
mechanical operations membutuhkan hanya 20% dari luasan bangunan. Besaran ruang pada
perpustakaan dan toko buku sifatnya fleksibel. Hanya saja ada beberapa hal yang menjadi
pertimbangan utama, yaitu :
a) Ruang display menempati luasan yang paling besar
b) Ruang sirkulasi dalam bangunan menggunakan luasan terbesar kedua
Kedua hal tersebut dipertimbangkan karena sifat perpustakaan maupun toko buku yang
memajang buku. Tujuan adanya ruang sirkulasi yang cukup luas adalah untuk memberikan
rasa nyaman bagi para pengunjung toko buku tersebut dan pengunjung dapat mengakses buku
yang diinginkan secara mudah yang tentunya dengan perhitungan ukuran rak Dan lemari
buku yang digunakan secara benar dan tepat sasaran.

Contoh Desain Toko Buku Unik :

Toko Buku Selexyz di Holland

Toko Buku The Bookabar di Roma, Italy

Toko Buku Libereria El Ateneo Grand Splendid di Argentina

Toko Buku Lavraria Da Vila di Brazil

Toko Buku Poplar Kids Republic di China.