Anda di halaman 1dari 6

Kegiatan Pembelajaran 3.2.

Membandingkan Dua
Pecahan Berikut Representasinya dalam Bentuk Gambar
Membandingkan Pecahan Biasa
Jika Saudara ditanya mana yang lebih besar antara

mungkin Sudara tidak akan kesulitan, namun bagaimana sebenarnya konsep perbandingan di
antara keduanya? Bisakan divisualisasikan sehingga lebih mudah dipahami siswa SD kelas
awal?
Berikut beberapa contoh membandingkan pecahan menggunakan gambar.
Contoh 1.
Panjang pita Mira

meter, sedangkan panjang pita Rani

meter.

Pita siapakah yang lebih panjang?


Perhatikan gambar berikut
Pita Mira

Pita Rani

Dari gambar di atas tampak bahwa pita Rani lebih panjang dari pita Mira, dapat ditulis
sebagai

dibaca empat perenam lebih dari tiga perlima atau

dari empat perenam.

dibaca tiga perlima kurang

Contoh 2
Manakah yang lebih besar, pecahan

Perhatikan daerah yang diarsir pada masing-masing gambar berikut.

Dari gambar tampak bahwa

sebagai

lebih besar dari pada

, dapat dinyatakan

Contoh 3.
Untuk membandingkan antar pecahan satuan, kita dapat menggunakan batang pecahan.
Batang pecahan ini dapat digunakan untuk menjelaskan konsep pecahan sebagai bagian dari
satu yang utuh yaitu yang ditunjukkan oleh batang pertama (warna biru).

Kegiatan Pembelajaran 3.2. Membandingkan Dua


Pecahan Berikut Representasinya dalam Bentuk Gambar
Membandingkan Pecahan Biasa (lanjutan)

Contoh 5. Pecahan senilai


(a) Menunjukkan pecahan senilai dengan benda konkrit.

b) Menunjukkan pecahan senilai dengan kertas dilipat

Luas daerah yang berwarna pada gambar 1, 2, dan 3 terbukti sama. Ini berarti

dengan

dan senilai pula dengan

(c) Menunjukkan pecahan senilai dengan blok pecahan

senilai

d) Menentukan pecahan senilai dengan menggunakan garis bilangan


Perhatikan garis bilangan berikut ini

Pecahan

terletak pada satu garis vertikal, artinya pecahan-pecahan tersebut

senilai atau

e) Menentukan pecahan senilai dengan menggunakan Tabel Perkalian

Misalkan kita ambil bilangan pada baris pertama sebagai pembilang dan baris ketiga sebagai
penyebut. Kita peroleh
dan seterusnya.

Setiap pecahan yang senilai dengan

penyebut dari pecahan

diperoleh dengan mengalikan pembilang dan

dengan bilangan yang sama,

. Contoh lain,

, dan seterusnya.

Dengan demikian dapat kita ketahui bahwa pecahan senilai dapat diperoleh dengan cara
mengalikan bilangan yang sama pada pembilang dan penyebut pada pecahan yang diketahui.
Jika ditulis dalam bentuk umum:

Kegiatan Pembelajaran 3.2. Membandingkan Dua Pecahan Berikut


Representasinya dalam Bentuk Gambar
Membandingkan Pecahan Desimal

Mengurutkan pecahan desimal akan mudah dilakukan jika digit bilangan bulatnya sama, dan
juga digit bilangan desimalnya juga sama. Pecahan desimal yang mempunyai nilai angka
terdepan paling kecil, berarti nilainya juga paling kecil. Bila nilai angka terdepan sama besar,
maka amati nilai angka terdepan kedua, yang nilai angka terdepan keduanya paling kecil
adalah pecahan yang nilainya paling kecil. Bila nilai angka terdepan kedua juga masih sama,
maka amati nilai angka terdepan ketiga, dan seterusnya.
Contoh 1.
Bandingkanlah dua pecahan desimal berikut, manakah yang lebih kecil antara 0,213 dan
0,165
Jawab
Angka pertama yang menempati tempat satuan sama, sehingga perlu dilanjutkan dengan
membandingkan angka kedua yang menempati tempat persepuluhan. Angka kedua pada
tempat persepuluhan pecahan 0,213 mempunyai nilai lebih besar daripada angka kedua yang
menempati tempat persepuluhan pada pecahan desimal 0, 165. Jadi 0,165 lebih kecil daripada
0,213 atau 0,165 < 0, 21

Contoh 2.

Manakah yang lebih kecil antara 0,4 dan 0,40?


Jawab
Karena angka pertama pada tempat satuan sama, maka dilanjutkan dengan membandingkan
nilai angka kedua dan ternyata juga sama. Sudah disebutkan di atas bahwa angka 0 terakhir
pada pecahan desimal dapat dihilangkan, atau kita uatudapat menambahkan 0 pada digit
terakhir tanpa mengubah nilai pecahan desimal. Dengan demikian 0,4 dan 0,40 mempunyai
nilai yang sama karena 0,4 = 0,4 atau 0,40 = 0,40.

Penjumlahan Pecahan

Ketika kita diminta menjumlah dua pecahan biasanya kita tidak akan kesulitan, kita akan
melakukannya dengan cara menyamakan penyebutnya, kemudian menjumlahkan pembilang.
Misal

Tentu dengan mudah kita menemukan bahwa hasilnya adalah

Begitu juga ketika kita ditanya,

bahwa hasilnya adalah

. Tentu dengan mudah kita menemukan

Namun menjadi tidak mudah bagi seorang siswa SD kelas awal untuk memecahkan masalah
tersebut. Jika langsung diberikan cara dengan penyamaan penyebut tentu mereka juga akan
sulit karena penyebut pun mungkin masih belum dipahami dengan baik dengan mereka.
Tentu kita perlu memiliki cara untuk membantu mereka memahami dengan lebih mudah
bagaimana menjumllahkan pecahan.

Sebelum Saudara melanjutkan mempelajari materi ini, selesaikan terlebih dahulu


permasalahan berikut.

Anda mungkin juga menyukai