Anda di halaman 1dari 27

Sistem Respirasi

BAB VI
SISTEM RESPIRASI
A. Pengertian
Respirasi

berperan

kelangsungan

metabolisme

metabolisme

hingga

sel.

mampu

dalam
Agar

sel

mempertahankan
dapat

menghasilkan

melakukan
energi,

sel

membutuhkan adanya sulpai oksigen (O2) dan nutrisi yang cukup


ke dalam tubuh. Nutrisi diperoleh dari asupan (intake) makanan
dan cairan.
Respirasi dapat didefinisikan sebagai gabungan aktivitas
mekanisme yang berperan dalam proses suplai Oksigen (O 2) ke
seluruh tubuh dan pembuangan karbondioksida (CO 2), hasil dari
pembakaran sel.
Di dalam paru-paru terjadi pergantian O2 dan CO2 dengan
cara Osmosis pada membran alveoli paru-paru. Perjalanan O2
melalui traktus Respiratorius/ jalan nafas (Airway) diteruskan ke
dalam jantung lalu ke seluruh tubuh (sel dan jaringan) dan terjadi
oksidasi (pembakaran) kemudian sebagai sisa (ampas) hasil
pembakaran berupa CO2 masuk melalui pembuluh darah vena
kembali ke jantung lalu ke paru-paru dan keluar ke atmosfir
sedang sisa metabolisme lain dikeluarkan melalui Ginjal (traktus
urogenitalia) dan kulit.
B. Fungsi Respirasi
Fungsi dari respirasi adalah menjamin tersedianya O2
untuk

kelangsungan

metabolisme

sel-sel

tubuh

serta

Buku Ajar Anatomi

117

118

Sistem Respirasi
mengeluarkan karbondioksida (CO2) hasil metabolisme sel secara
terus-menerus.

Adapun fungsi pernapasan adalah :


1. Menarik O2 ke paru-paru lalu dialirkan ke seluruh tubuh (sel)
dan terjadi oksidasi
2. Mengeluarkan CO2 sebagai sisa pembakaran di sel
3. Menghangatkan dan melembabkan udara
C. Struktur dan Fungsi Sistem Respirasi
Secara garis besar, struktur yang berperan dalam proses
respirasi adalah Thorax , otot-otot respirasi , saluran nafas
(airway) dan paru-paru.
1. Thorax
Thoraks adalah daerah pada tubuh manusia yang berada
di antara leher dan perut (abdomen). Toraks dapat didefinisikan
sebagai area yang dibatasi di superior oleh thoracic inlet dan
inferior oleh thoracic outlet; dengan batas luar adalah dinding
toraks yang disusun oleh vertebra torakal, iga-iga, sternum, otot,
dan jaringan ikat.
Sedangkan rongga toraks dibatasi oleh diafragma dengan
rongga abdomen. Rongga Toraks dapat dibagi kedalam dua bagian
utama, yaitu : paru-paru (kiri dan kanan) dan mediastinum.
Mediastinum dibagi ke dalam 3 bagian: superior, anterior, dan
posterior. Mediastinum terletak di antara paru kiri dan kanan dan
merupakan daerah tempat organ-organ penting toraks selain
paru-paru (yaitu: jantung, aorta, arteri pulmonalis, vena cavae,
esofagus, trakhea, dll.).

Buku Ajar Anatomi

Sistem Respirasi

119

Thoracic inlet merupakan "pintu masuk" rongga toraks


yang

disusun

oleh:

permukaan

ventral

vertebra

torakal

(posterior), bagian medial dari iga I kiri dan kanan (lateral), serta
manubrium

sterni

(anterior).

Thoracic

inlet

memiliki

sudut

deklinasi sehingga bagian anterior terletak lebih inferior dibanding


bagian posterior. Manubrium sterni terletak kira-kira setinggi
vertebra torakal II.
Batas bawah rongga toraks atau thoracic outlet (pintu
keluar toraks) adalah area yang dibatasi oleh sisi ventral vertebra
torakal XII, lateral oleh batas bawah iga dan anterior oleh
processus xiphoideus.
Diafragma sebagai pembatas rongga toraks dan rongga
abdomen,

memiliki

menjorok

ke

bentuk

superior,

seperti

sehingga

kubah

sebagian

dengan
rongga

puncak
abdomen

sebenarnya terletak di dalam "area" toraks.

Gambar 6.1

Buku Ajar Anatomi

120

Sistem Respirasi
Rongga Thoraks (Depan)

Gambar 6.2
Rongga Thoraks (Belakang)

a. Fungsi Thoraks
1) Melindungi organ dalam yang ada di bagian dalam thorax
yaitu organ respirasi, sirkulasi dan saluran pencernaan
2) Sebagai tempat melekatnya otot otot pernafasan sehingga
thorax dapat mengembang saat inspirasi dan mengempis
saat ekspirasi
3) Tempat melekatnya otot-otot anggota gerak atas (upper
extremitas) yang berfungsi saat mengangkat , menarik dan
mendorong
ekspirasi.

Buku Ajar Anatomi

bersamaan

dengan

usaha

inspirasi

dan

Sistem Respirasi

b. Sendi Dinding Thorax


1) Articulatio costovertebralis
Setiap capitulum costa melekat di columna vertebralis pada
batas

atas

dan

bawah

vertebra

yang

berdekatan

membentuk sendi articulatio costovertebralis kecuali costa


1 , 11 , dan 12
2) Articulatio Costotransversarius
Kecuali costa 11 dan 12 semua costa juga bersendi dengan
processus transversus vertebra sehingga terdapat dua sendi
yaitu

yaitu

articulatio

a.costotransversus

(a)

costovertebralis

dan

yang merupakan satu kesatuan sendi

dan diperkuat oleh ligamentum costotransversarium dan


ligamentum tuberculum costa
3) Articulatio Sternocostalis
Hubungan antara costa dan sternum merupakan sendi
sinovial di costa 2 5 sedang costa 1 , 6 dan 7 bersendi
dengan

sternum

melalui

Articulatio

sternocostalis

disamping

adanya

tulang

tulang

rawan

diperkuat
rawan

(sinkondrosis).

oleh

ligamentun

yang

menghilang

elastisitanya saat usia dini karena endapan kalsium.


c. Pergerakan Thorax
Elastisitas thorax sangat resiten terhadap regangan.
Selama inspirasi maksimal terjadi perluasan thorax ke arah
ventrodorsal dan lateral dan ini dimungkinkan oleh : (1) mobilitas
articulatio costovertebralis

(2) elastisitas rawan iga dan (3)

Buku Ajar Anatomi

121

122

Sistem Respirasi
bertambahnya kiposis vertebra thoracalis dalam batas tertentu
sedang selama ekspirasi costa costa akan tertekan dalam
mengurangi ukuran thorax ke aran ventrodorsal dan lateral dan
pada saat yang sama terjadi pengurangan kiposis thoracalis.
Angulus infrasternalis bertambah menjadi kurang runcing selama
inspirasi dan selama ekspirasi menjadi lebih runcing.
Mobilitas thorax dapat berkurang oleh kalsifikasi rawan
iga sehingga thorax tidak dapat mengembang saat respirasi.
Faktor penting dalam mobilitas thorax adalah selisih antara
volume inspirasi maksimal dan volume ekspirasi maksimal.
Gangguan tidak hanya pada rawan tetapi juga sendi-sendi pada
thorax dan menyebabkan pengurangan fungsi total.
2. Tractus Respiratory (Airway)

Buku Ajar Anatomi

Sistem Respirasi
Perjalanan

udara

dimulai

dari

hidung

kemudian

pharyng dan laryng di mana terdapat epiglotis yang tertutup saat


makan dan terbuka saat bernafas sampai udara masuk paruparu. Bila ada makanan yang masuk ke dalam laring

maka

terjadi

getar)

refleks

batuk

yang

dibantu

oleh

silia

(bulu

mengeluarkan benda asing atau makanan tersebut. Silia ini


berfungsi untuk menyaring debu, kotoran dan benda asing yang di
inspirasi

sedang selaput lendir (mucosa airway) yang banyak

mengandung leukosit akan membunuh kuman yang masuk. Jika


cilia terangsang maka akan terjadi batuk atau bersin.

Bernafas dengan mulut akan menyebabkan gangguan


tubuh akibat udara yang masuk tidak dihangatkan, dilembabkan
dan tidak disaring oleh hidung, pharing dan laring dan juga bisa
merusak

cilia oleh gas

beracun dan dehidrasi.


a.

Gambar 6.3 : Tractus Respiratory

Hidung (Nasal)
Hidung atau nasal

mempunyai 2 lubang yaitru


cavun nasi dan dipisahkan
oleh Septum Nasi (sekat
hidung)

dan di dalamnya

mempunyai
hidung

yang

bulu-bulu
berfungsi

menyaring udara, debu dan


Buku Ajar Anatomi

123

124

Sistem Respirasi
kotoran yang masuk kedalam lubang hidung bersama udara saat
inspirasi

serta

terdapat

mukosa

hidung

yang

berfungsi

melembabkan, menghangatkan udara dan membunuh kuman


karena banyak mengandung leukosit.
Lapisan hidung bagian dalam terdiri dari selaput lendir
dan 3 karang hidung (konka nasalis) yaitu ; konka nasalis
superior, konka nasalis media dan konka nasalis inferior dan 3
buah lekukan

(meatus) yaitu : meatus superior (atas), meatus

medialis (tengah) dan meatus infeios (bawah). Di sebelah dalam


dari meatus-meatus terdapat lubang yang berhubungan dengan
tekak (pharynx) yang disebut Koana untuk dilewati oleh udara
pernafasan.

Gambar 6.4 : Hidung dan Rongga Hidung

Buku Ajar Anatomi

Sistem Respirasi
Dasar rongga hidung dibentuk oleh tulang maksilaris
(rahang atas) , bagian atas oleh sinus paranasalis yang terdiri dari
; sinus maksilaris (rahang atas), sinus frontalis (tl. dahi) , sinus
sfenoidalis (tl. Baji) , sinus etmoidalis (tl.tapis). Pada sinus-sinus
ini terdapat serabut saraf dan reseptor penciuman yang berada
pada mukosa yaitu Nervus Olfaktorius (saraf penciuman). Di
belakang

konka

menghubungkan

kiri

dan

kanan

telinga tengah

(tuba auditiva eustaki) dan

terdapat

lubang

dengan pharynx

yang

dan laring

hidung dengan saluran air mata

(tuba lakrimalis).
Fungsi Hidung
(1)
(2)
(3)
(4)

Sebagai saluran udara pernafasan


Sebagai penyaring udara pernapasan (oleh silia)
Menghangatkan udara pernafasan (oleh Mukosa)
Membunuh kuman yang masuk bersama udara (oleh leukosit

yang ada di mukosa hidung)


b. Faring (Pharynx) atau Tekak
Tekak atau faring terletak dibawah dasar tengkorak
dibelakang dipersimpangan antara rongga hidung

dan mulut

didepan ruas tulang leher(cervical 1 2 ). Hubungan faring keatas


melalui dan setinggi koana ke rongga hidung disebut nasifaring,
kedepan rongga mulut

(orofaring)

yang berada dan setinggi

dengan istmus fausium sedang kebawah (laringofaring) terdapat 2


lubang yaitu ; ke depan terdapat Laring dan kebelakang
terdapat Esofagus . Disebelah kiri dan kanan dari faring
terdapat Tonsil sedang didepannya ada Epiglotis yang
Buku Ajar Anatomi

125

126

Sistem Respirasi
berfugnsi

menutup

laring

saat

menelan

dan

terbuka

saat

bernafas.

Fungsi Faring :
(1) Menghangatkan dan melembabkan udara sesuai suhu tubuh
(2) Menyaring dan mengeluarkan partikel (benda asing) melalui
mukosa dan sel silia yang dikeluarkan dengan bersin untuk
partikel besar
(3) Bila Sakit dan Suhu Tubuh Meningkat maka :
Membran mukosa cenderung kering sehingga

mukosa

menjadi lebih kental lalu kembali lembab sehingga mukosa

cair lagi (siklus ini akan berulang)


Gerakan silia akan terangsang oleh membran mukosa yang

kering
Pasien

akan

cenderung

bernafas

kelembaban mukosa menurun

dengan

mulut

bila

menyebabkan visikositas

mukosa makin meningkat (bertambah).


c. Laring (Larynx)
Laring atau pangkal tenggorok merupakan saluran udara
yang letaknya sejajar dengan vertebra Cervical 3 sampai vertebra
thoracal 6 (VC3 VTh 6) dan berfungsi membentuk suara. Laring
ditutupi oleh epiglotis yang berfungsi mencegah makanan masuk
kedalam jalan nafas.
Di bawah laring terdapat 2 buah Vocal Cord (pita suara)
yang berfungsi mengatur suara yaitu : bagian atas disebut pita
suara

palsu

ventrikularis)

karena
dan

tidak

bagian

mengeluarkan

bawah

pita

suara

suara
sejati

(disebut
karena

membentuk suara disebut Vokalis yang jika berkontraksi (melebar


Buku Ajar Anatomi

Sistem Respirasi
dan

mengecil)

akan

mengeluarkan

suara.

Laring

akan

berkontraksi cepat dalam mengontrol aliran udara dan mencegah


makanan , cairan dan benda asing lainnya masuk ke dalam jalan
nafas.
Proses pembentukan suara merupakan kerjasama antara
rongga mulut . rongga hidung , laring , lidah dan bibir. Perbedaan
suara seseorang bergantung pada tebal dan panjangnya pita
suara. Pita suara pria lebih tebal dari wanita sehingga suara pria
lebih besar dan suara wanita kecil.

Gambar 6.5 : Larings

d. Trachea
Trachea atau batang tenggorok merupakan lanjutan dari
laring

memanjang sejajar mulai C6 - VTh5 yang dibentuk oleh

16 20

cincin cartilago

bentuk tapak kuda

(huruf C ) .

Cartilago diliputi oleh selaput lendir yang berbulu getar disebut sel
bersilia dan hanya bergerak ke arah luar. Panjang trachea 9 11
Buku Ajar Anatomi

127

128

Sistem Respirasi
Cm dan bagian belakang terdiri dari jaringan ikat yang dilapisi
oleh otot polos. Sel-sel bersilia berguna untuk mengeluarkan
benda asing yang masuk bersama udara pernafasan.
Pada ujung trachea atas hanya dilapisi kulit sebagai
tempat melakukan Tracheastomy sedang ujung bawah sebagai
tempat bercabangnya trachea mebentuk cabang bronchus kiri dan
kanan disebut

Carina. Cartilago trachea menjaga airway tetap

terbuka sedang dinding otot belakang akan terdorong saat


makanan melewati oesofagus
e. Bronchus
Dimulai dari Carina (ujung trachea) setinggi VTh4

VTh5 dengan struktur sama dengan trachea dimana bronchus


kanan lebih pendek dan besar terdiri atas 6 8 cincin dan 3 buah
cabang yang membentuk 3 lobus paru sedang bonchus kiri lebih
panjang terdiri ata 9 12 cincin dengan 2 buah cabang yang
membentuk 2 cabang lobus. Bronchus bercabang labi menjadi
bronchiolus dan tidak mempunyai lagi cincin kemudian ujung
bronchiolus terdapat gelembung udara atau alveoli.
f. Alveoli
Alveoli atau gelembung udara berjumlah sekitar 300.000.000
pada paru-paru dewasa yang letaknya di perifer ductud alveoli
dan

saccus

alveoli.

Sel

paru-paru

menghasilkan

cairan

phosphorlipid yang berfungsi mengurangi ketegangan permukaan


dinding alveoli dan mengurangi tekanan menjadi lebih rendah

Buku Ajar Anatomi

Sistem Respirasi
sehingga paru-paru lebih mudah mengembang dan mengutangi
kecenderungan alveoli menjadi collaps.
Fungsi Tracheobronchial adalah :

Sebagai penghubung udara ke alveoli


Membantu Humidification dan menangkapn partikel kecil

untuk membersihkan permukaan mukosa.


Menggerakkan mukus keatas dengan silia
Menghangatkan udara dengan meningkatkan suplai darah
Memicu refleks batuk dengan aksi reseptor kimia
g. ParuParu

Gambar 6.6 : Alveolus

Dalam inspeksi secara kasar, paru-paru berbentuk


seperti tanduk dan dilapisi oleh pleura visceralis. Paru kanan
sedikit lebih besar bila dibandingkan paru kiri dan dibagi menjadi
tiga bagian (Lobus atas, lobus tengah
dan

lobus

bawah)

oleh

fissura

oblique dan horisontal. Sedang paru


kiri hanya terdiri dari dua lobus
(Lobus atas dan lobus bawah) yang
dipisahkan

oleh

Lobus-lobus

ini,

terbagi

lagi

fissura

oblique.

kemudian

menjadi

akan

beberapa

bronchopulmonary segmen.
Saluran napas, pleura dan jaringan connective paru paru
mendapatkan vaskularisasi dari sirkulasi sistemik dari arteria
bronchialis. Sedangkan alveoli mendapatkan perfusi dari sirkulasi
pulmonal.
Paru-paru dan saluran napas, mendapatkan innervasi
dari pleksus pulmonalis. Pleksus ini dibentuk oleh percabanganBuku Ajar Anatomi

129

130

Sistem Respirasi
percabangan symphatic trunk dan n.vagus. Di samping itu
terdapat

pula

serabut

syaraf

inhibisi

nonadrenergic

dan

noncholinergic yang terdapat di otot-otot polos pada saluran napas.


Paru-paru (pulmo) dibentuk oleh parenchyma yang
berada

bersama-sama

dengan

bronchus

dan

percabangan-

percabangannya. Bentuk menyerupai konus, dipengaruhi oleh


organ-organ yang berada di sekitarnya. Pada facies mediastinalis
pulmo, pars mediastinalis ditutupi oleh pleura mediastinalis,
berbatasan dengan pericardium membentuk impressio cardiaca
(lebih cekung pada pulmo sinister).
Di sebelah dorso-cranial impressio tersebut terdapat
hilus pulmonis, yaitu tempat keluar masuk struktur-struktur ke
dan dari pulmo. Struktur-struktur tersebut adalah bronchus,
arteria pulmonalis, vena pulmonalis, arteria dan vena bronchialis,
plexus nervosus pulmonalis serta pembuluh-pembuluh lymphe
dan lymphonodus bronchialis. Struktur-struktur di atas yang
membentuk radix pulmonis.
1) Pulmo Dextra
Terdiri atas tiga buah lobus, yaitu (1) lobus superior, (2)
lobus medius dan (3) lobus inferior, yang dibagi oleh dua buah
incisurae interlobares.
Fissure horinzontalis memisahkan lobus superior dari
lobus medius, terletak horizontal, ujung dorsal bertemu dengan
fissura oblique, ujung ventral terletak setinggi pars cartilaginis
costa IV, dan pada facies mediastinalis fissura tersebut melampaui
bagian dorsal hilus pulmonis. Lobus medius adalah yang terkecil
Buku Ajar Anatomi

Sistem Respirasi
dari lobus lainnya, dan berada di bagian ventro-caudal. Morfologi
pulmo dextra lebih kecil dari pulmo sinistra, tetapi lebih berat dan
total kapasitasnyapun lebih besar.
2) Pulmo Sinistra
Terdiri atas dua buah lobus, yaitu (1) lobus superior dan
(2) lobus inferior, yang dipisahkan oleh fissure obliqua (= incisura
interlobis); fissura tersebut meluas dari facies costalis sampai pada
facies mediastinalis, baik di sebelah cranial maupun di sebelah
caudal hilus pulmonis. Fissura obliqua dapat diikuti mulai dari
hilus, berjalan ke dorso-cranial, menyilang margo posterior kirakira 6 cm dari apex pulmonis, lalu berjalan ke arah caudo-ventral
facies costalis menyilang margo inferior, dan kembali menuju ke
hilus pulmonis. Dengan demikian maka pada lobus superior apex
pulmonis, margo anterior, sebagian dari facies costalis dan
sebagian besar dari facies mediastinalis.
Lobus inferior lebih besar daripada lobus superior, dan
meliputi sebagian besar dari facies costalis, hampir seluruh facies
diaphragmatica dan sebagian dari facies mediastinalis (bagian
dorsalnya).

Buku Ajar Anatomi

131

132

Sistem Respirasi

Gambar 6.7 : Paru-paru (Pulmo)

Di antara lobulus

dibatasi oleh jaringan ikat berisi

pembuluh lympe dan saraf serta tiap lobulus berisi bronchiolus


yang mempunyai banyak cabang disebut duktus alveoli dan
berakhir pada alveoli yang diameternya sekitar 0,2 0,3 mm.

Buku Ajar Anatomi

Sistem Respirasi

Volume dan Kapasitas Paru-Paru


Volume dan kapasitas paru-paru dipengaruhi oleh ;
umur, tinggi badan, sex atau jenis kelamin dan posisi tubuh.
Volume paru-paru, meliputi :
1) Tidal Volume (TV) ; adalah jumlah udara yang di inspirasi dan
di ekspirasi saat bernafas normal. Jumlah = 500 ml Jumlah
yang sampai ke alveoli hanya sekitar 350 ml sedang 150 ml
berada di airway atau yang disebut Dead Space (ruang rugi
pernafasan).
2) Inspiratory Reserve Volume (IRV) adalah : jumlah udara yang
dapat di inspirasi setelah inspirasi normal /rileks. Jumlah =
3000 ml
3) Expiratory Reserve Volume (ERV) adalah jumlah udara yang
dapat di ekspirasikan setelah ekspirasi normal. Jumlah = 1000
ml
4) Residual Volume (RV) adalah jumlah udara sisa dalam paruparu setelah ekspirasi maksimal. Jumlah = 1500 ml

Gambar 6.8 : Grafik Kapasitas dan volume statis Paru


Buku Ajar Anatomi

133

134

Sistem Respirasi

Kapasitas Paru-Paru
1)

Total Lung Capacity (TLC) adalah total jumlah udara dalam


paru-paru setelah inspirasi maksimum , jumlah = 5500

2)

6000 ml
Vital capacity (VC) adalah jumlah udara maksimum yang
dapat di ekspirasi setelah inspirasi ,maksimum, jumlah =

3)

4000 4500 ml
Inspiratory Capacity (IC) adalah jumlah udara maksimum
yang dapat di inspirasi setelah expirasi rileks jumlah = 3000

4)

- 3500 ml
Functional Residual Capasity (FRC) adalah jumlah udara
dalam paru-paru setelah ekspirasi rileks / normal, jumlah =
2500ml

Gambar 6.9 : Volume dan Kapasitas Paru

Pengukuran Volume dan kapasitas paru-paru

Buku Ajar Anatomi

Sistem Respirasi
Volume

udara

diukur

dengan

spirometer.

Jarum

penunjuk ditempatkan pada titik nol, bisa juga 1000 untuk


memudahkan pembacaan, jika pada 1000, hasil pembacaan akan
dikurangi 1000. Untuk mengukur volume tidal (VT) dilakukan
inhalasi normal, kemudian diinhalasikan ke dalam spirometer
dengan normal. Untuk mengukur Volume ekspirasi cadangan
(VEC) setelah ekshalasi normal, dilakukan ekshalasi lagi secara
total ke dalam spirometer. Untuk mengukur kapasitas vital (KV)
dilakukan inhalasi total kemudian ekhalasi total ke dalam
spirometer, setiap prosedur diulangi tiga kali. Volume inspirasi
cadangan dihitung dengan persamaan :VIC = KV (VT+VEC). Nilai
rata-rata volume dan kapasitas paru-paru dihitung untuk setiap
anggota kelompok.
h. Otot Otot Pernapasan
1) Otot-Otot Inspirasi
a) Otot Diaphragma
Otot diaphragm bentuknya seperti kubah yang terletak di
daerah apegastrik dan membatasi rongga perut dan rongga dada.
Diaphragma merupkan otot terbesar yang menjadi otot utama
yang bertanggungjawab dalam melakukan inspirasi rileks. Jika
berkontraksi saat inspirasi maka bagian sentral atau bagian
kubah turun dan bagian yang melekat disamping thorak kiri dan
kanan naik sehingga kapasitas rongga thorax meningkat (thorax
mengembang). Di persarafi oleh nervus phrenic (C3, C4 dan C5 ).
b) Otot Intercostalis external :
Buku Ajar Anatomi

135

136

Sistem Respirasi
Otot intercostalis eksternal berpartisipasi aktif saat
terjadi inspirasi sedang otot intercostalis internal dan otot
intercostalis transversus berpartisipasi minimal. Otot intercostalis
externalis berfungsi untuk mempertahankan space intercosta dan
mempertahankan tonus diantara costa oleh adanya tekanan intra
thoracal.

Silama

inspirasi

otot

intercostalis

mengangkat costa dan meningkatkan dimensi


anteroposterior dan

externalis

juga

cavum thorax

transversal dimension . otot ini dpersarafi

oleh ; akar saraf Th1 sampai Th12.


c) Accessory
Muscle
pernafasan)

Of

Inspiration

(otot-otot

bantu

Otot-otot Sternocleidomastoideus (SCM) , Upper trapezius


dan Scaleni tidak berpartisipasi langsung menggerakkan costa
saat terjadi inspirasi rileks akan tetapi akan meningkat aktif bila
bernafas kuat dan dalam dan ini sering terjadi bila beraktivitas
berat. Otot bantu (accessory muscle) inspirasi ini dapat berubah
menjadi otot utama inspirasi apabila otot diaphragma tidak efektif
atau

lemah

akibat

penyakit

paru

kronik

atau

penyakit

Neuromuscular.
(1) Otot Sternocleidomastoideus (SCM) ; berfungsi mengangkat
kedua shoulder dan secara tidak langsung mengangkat costa
selama inspirasi dan juga memfiksasi leher. Dipersarafi oleh ;
Nervus cranial XI
(2) Otot Upper Trapezius : mengangkat (elevasi) shoulder dan
secara tidak langsung costa melebar selama inspirasi dan juga
Buku Ajar Anatomi

Sistem Respirasi
bersama dengan scaleni membuat leher menjadi stabil. Otot ini
dipersarafi oleh nervus cranial XI (n.accessorius)
(3) Otot Scaleni ; berpartisipasi minimal selama inspirasi rileks
dalam menstabilkan costa satu. Bila seseorang melakukan
Deep inspirasi atau terjadi gangguan pernafasan scaleni
mengangkat costa satu dan dua sehingga ukuran diameter
cavum thorax meningkat bila leher difiksasi diarea superior.
(4) Selama deep inspirasi otot lain seperti ; otot serratus anterior
dan otot pectoralis mayor dan minor juga aktif mengangkat
costa atau saat menarik costa kedepan melalui aksi balik aktif
otot lengan bila anggota gerak atas di fiksasi.
2) Otot Otot Ekspirasi
a) Ekspirasi Rileks (Relaxed Expiration)
Ekspirasi adalah suatu proses pasif keadaan istirahat.
Bila diaphragma rileks setelah kontraksi maka bagian sentral
diaphragma (kubah) naik sedang costa turun. Elastisitas recoil
jaringan akan menurunkan area intrathorax sedang tekanan
intrathorax meningkat akibat udara yang keluar (ekspirasi).
b) Ekpirasi Aktif
Ekspirasi aktif terjadi bila otot abdominalis berkontraksi
khususnya otot abdominalis dan intercostalis internal.
(1) Otot Abdominalis
Otot

Rectus

abdominalis

,abdominalis

internal

dan

external oblique dan abdominal tranversal berkontraksi kuat


menurunkan cavum thorax sehingga isi abdomen dengan kuat
Buku Ajar Anatomi

137

138

Sistem Respirasi
akan

mendorong

diaphragma

ke

atas.

Bila

abdomen

berkontraksi maka tekanan intrathorax meningkat sehingga


udara akan keluar dengan kuat dari paru-paru (expirasi). Otototot abdomen dipersarafi oleh akar saraf T10 sampai T12.
(2) Intercostalis Internal
Fungsi utama dari otot intercostalis internal adalah
menekan costa bila terjadi expirasi kuat. Otot ini dipersarafi
oleh Nervus T10 sampai T12
C. Mekanisme Pernapasan
Pernapasan atau bernapas adalah suatu gerakan refleks
yang terjadi pada otot-otot pernapasan. Refleks pernapasan ini
diatur oleh pusat saraf pernapasan yang terletak di otak yaitu di
medulla oblongata. Bernapas berarti melakukan inspirasi dan
ekspirasi secara bergantian , teratur , berirama dan terus menerus
akan tetapi seseorang dapat juga menahan, memperlambat dan
mempercepat napasnya oleh karena pernapasan juga dikendalikan
oleh korteks cerebri. Pusat pernapasan ini sangat peka terhadap
kelebihan CO2 dalam darah dan kekurangan O2 dalam darah.
Inspirasi akan terjadi bila otot
rangsangan

dari

nervus

phrenikus

diaphragma mendapat
sehingga

diaphragma

berkontraksi menjadi datar.


Muskulus (otot) intercostalis yang letaknya miring setelah
mendapat rangsangan akan mengerut dan costa akan menjadi
datar menyebabkan space (jarak) antara sternum

dan vertebra

semakin luas dan melebar , cavum thorax juga membesar dan


Buku Ajar Anatomi

Sistem Respirasi
luas maka pleura akan tertarik sehingga paru-paru juga tertarik
oleh pleura menyebabkan tekanan udara di dalamnya berkurang
dan masuklah udara dari luar (inspirasi).
Ekspirasi terjadi bila otot-otot kendor atau rileks dan
diaphragma kembali ke posisi semula

(menjadi cekung

dan

muskulus intercostalis kembali miring) dan dengan demikian


cavum thoraks menjadi kecil kembali menyebabkan udara keluar
dari

paru-paru.

Jadi

proses

pernafasan

ini

terjadi

akibat

perbedaan tekanan antara cavum pleura dan paru-paru.


Selama inspirasi diameter thorax bertambah ke arah
anteroposterior,

lateral

(transversal)

dan

vertikal

hal

ini

dimungkinkan oleh karena adanya elastis recoil paru-paru yang


menyebabkanya

sangat

mudah

mengembang

walaupun

pengembangan atau elastis recoil ini juga dapat dipengaruhi oleh


adanya penyakit dan usia.
Selama

thorax

melebar

tekanan

dalam

paru-paru

(tekanan alveoli) menjadi lebih rendah dari tekanan atmosfir


sehingga udara masuk kendalam paru-paru (inspirasi) dan pada
akhir ekspirasi

otot akan rileks lalu elastis recoil paru-paru

mendorong udara keluar (ekspirasi).


Di dalam paru-paru CO2 sebagai hasil buangan yang
menembus membran alveoli yang dikeluarkan melalui bronkus
yang berakhir di hidung dan mulut. Proses pertukaran Oksigen
(O2) dan Carbon dioksida (CO2) terjadi ketika konsentrasi dalam
darah mempengaruhi dan merangsang pusat pernapasan di

Buku Ajar Anatomi

139

140

Sistem Respirasi
medulla Oblongata untuk memperbesar kecepatan pernapasan
sehingga pengambilan O2 dan pengeluaran CO2

lebih banyak.

Darah merah (haemoglobin) yang banyak mengandung O2 masuk


kejaringan dan mencapai kapiler sedang darah mengambil CO 2
untuk dibawa ke paru-paru dan terjadi pernapasan eksterna.
Mekanisme pernafasan diatur dan dikendalikan oleh dua
faktor utama yaitu faktor kimia dan faktor saraf. Dalam situasi
tertentu merangsang pusat pernafasan di medulla oblongata akan
mengeluarkan impuls yang disalurkan melalui saraf spinalis ke
otot pernafasan yaitu diaphragma dan intercostalis.
Pengendalian

oleh

saraf

di

medulla

oblongata

mengalirkan impuls eferen ke otot pernapasan melalui radiks


saraf cervikalis ke diaphragma oleh saraf phrenikus. Impuls ini
menimbulkan

kontraksi

ritmik

pada

otot

diaphragma

dan

intercostalis yang kecepatannya kira-kira 15 kali setiap menit


Pengendalian

secara

kimia

pengendalian

dan

pengaturan secara kimia meliputi ; frekuensi kecepatan dan


dalamnya gerakan pernafasan.

CO2 adalah produksi asam dari

metabolisme dan bahan kimia yang merangsang pusat pernapasan


yang mengirim impuls saraf ke otot pernapasan.
Pengaturan
ditimbulkan

oleh

pernapasan

rangsangan

ritmik

pernapasan
neuron

spontan

motorik

yang

mempersarafi otot pernapasan. Tempat pusat pernapasan dekat


dengan nukleus traktus solitarius sebagai sumber irama yang
mengendalikan

neuron

Buku Ajar Anatomi

motoruk

phrenikus

kontralateral.

Sistem Respirasi
Rangsangan ritmik neuron pusat pernapasan adalah spontan
tetapi dapat diubah oleh pusat Pons dan aferen nervus dari
reseptor paru-paru.
Udara pernafasan

udara pernafasan bukanlah gas

tunggal tetapi gas campuran yang terdiri dari : Nitrogen (N 2) 78 %


dari total molekul gas atmosfir , Oxygen (O 2) 21 % air 0,5 % dan
CO2 0,04 % sedang tekanan udara atmosfir adalah 760 mmHg.
Berikut Persentase gas utama pernapasan dalam udara yang
keluar masuk paru-paru :
Gas

Nitrogen (N2)
Oksigen (O2)
Karbon
dioksida
(CO2)

Udara luar sebelum


masuk paru-paru
(%)

Udara di
alveoli (%)

Udara yang keluar dari


paru-paru
(%)

79,01
20,95

80,7
13,8

79,6
16,4

0,04

5,5

4,0

Pertukaran udara berlangsung di dalam avelous dan


pembuluh darah yang mengelilinginya. Gas oksigen dan karbon
dioksida akan berdifusi melalui sel-sel yang menyusun dinding
avelous dan kapiler darah. Udara aveolus mengandung zat oksigen
yang lebih tinggi dan karbon dioksida lebih rendah dari pada gas
di dalam darah pembuluh kapiler. Oleh karena itu molekul
cenderung berpindah dari konsentrasi yang lebih tinggi ke rendah,
maka oksigen berdifusi dari udara aveolus ke dalam darah, dan
karbon dioksida akan berdifusi dari pembuluh darah ke avelous.
Pengangkutan CO oleh darah dapat dilaksanakan melalui 3 cara
yaitu : (1) Karbondioksida larut dalam plasma dan membentuk
Buku Ajar Anatomi

141

142

Sistem Respirasi
asam karbonat dengan enzim anhydrase. (2) Karbondioksida
terikat pada hemoglobin dalam bentuk karbomino hemoglobin (3)
Karbondioksida terikat dalam gugus ion bikarbonat (HCO)
melalui proses berantai pertukaran klorida.

Gambar 6.10 : Mekanisme Pernapasan (Inspirasi & Ekspirasi)


D. Frekuensi Pernapasan
Jumlah udara yang keluar masuk ke paru-paru setiap
kali

bernapas

disebut

umumnya,frekuensi

sebagai

pernapasan

frekuensi
manusia

pernapasan.
setiap

Pada

menitnya

sebanyak 15-18 kali. Cepat atau lambatnya frekuensi pernapasan


dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya :
1. Usia. Semakin bertambahnya usia seseorang akan semakin
rendah frekuensi pernapasannya.Hal ini berhubungan dengan
energy yang dibutuhkan.
Buku Ajar Anatomi

Sistem Respirasi
2. Jenis

kelamin.

pernapasan

Pada

yang

umumnya

lebih

tinggi

pria

memiliki

dibandingkan

frekuensi
dengan

wanita.Kebutuhan akan oksigen serta produksi karbondioksida


pada pria lebih tinggi dibandingkan wanita.
3. Suhu tubuh. Semakin tinggi suhu tubuh seseorang maka akan
semakin cepat frekuensi pernapasannya, hal ini berhubungan
dengan penigkatan proses metabolism yang terjadi dalam
tubuh.
4. Posisi atau kedudukan tubuh. Frekuensi pernapasan ketika
sedang duduk akan berbeda dibandingkan dengan ketika
sedang berjongkok atatu berdiri.Hal ini berhubungan erat
dengan energy yang dibutuhkan oleh organ tubuh sebagai
tumpuan berat tubuh.
5. Aktivitas. Seseorang yang aktivitas fisiknya tingi seperti
olahragawan akan membutuhkan lebih banyak energi daripada
orang yang diamatau santai, oleh karena itu, frekuensi
pernapasan orang tersebut juga lebih tinggi. Gerakan dan
frekuensi pernapasan diatur oleh pusat pernapasan yang
terdapat di otak. Selain itu, frekuensi pernapasan distimulus
oleh konsentrasi karbondioksida (CO) dalam darah.

Buku Ajar Anatomi

143