Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA II

PENENTUAN LUAS PERMUKAAN ZAT PADAT


Kelompok IV
1
2

22 Oktober 2015

Rizki Karomah
Sriyuni Akhirunnisa

(130332614153)
(130332603263)

ABSTRAK
Praktikum pada percobaan Penentuan Luas Permukaan Zat Padat bertujuan
untuk menentukan luas permukaan spesifik zat padat dengan metode adsorpsi zat warna
(metilen biru klorida) dan menentukan ukuran partikel rata-rata. Proses dalam menentukan
luas permukaan zat padad dilakukan dengan penentuan waktu setimbang adsorpsi zat warna
yang dibiarkan dalam waktu 30; 60; 90; 120; dan 150 menit. selan itu dalam penentuan luas
permukaan menggunakan zat padat menggunakan larutan metilen biru klorida dengan
konsentrasi larutan 0,5; 1; 2; 3; dan 4 ppm. Berdasarkan dari hasil percobaan penentuan
waktu setimbang adsorpsi metilen biru adalah 90 menit. Konsentrasi metilen biru klorida
meningkat menyebabkan lebih banyak permukaan karbon yang menyerap zat warna
sehingga menghasilkan nilai luas permukaan semakin tinggi.
I

Kata kunci: Spektronik, Larutan metilen biru klorida dan arang aktif.
PENDAHULUAN
4.5
4
3.5
3
2.5
2
1.5
1
0.5
0
0

Adsorpsi

ialah

peristiwa menempelnya suatu zat pada pemukaan zat lain, karena ketidakseimbangan gayagaya pada permukaan. Zat padat teraktifkan dapat mengadsorpsi zat terlarut dari larutanya.
Banyaknya zat teradsorpsi pada temperatur tetap akan sebanding dengan luas permukaan
adsorben, konsentrasi adsorbat dan lamanya adsorpsi. Jika sejumlah tertentu adsorben

dicampurkan dengan berbagai kosentrasi adsorbat pada temperatur yang sama dan dibiarkan
mencapai kesetimbangan adsopsi, maka suatu saat jumlah konsentrasi adsorbat bertambah.
Hal ini menunjukan bahwa seluruh permukaan adsorban telah jenuh (tertutup rapat) oleh
molekul-molekul yang teradsorpsi. Bila anggapan keadaan diatas terpeniuhi, maka aturan
banyaknya zat yang teradsorpsi terhadap konsentrasi adsorbat pada kesetimbangan dapat di
gambarkan seperti gambar 1.
Konsentrasi pada kesetimbangan adsorpsi
Gambar 1 : Banyaknya zat teradsorpsi sebagai fungsi konsentrasi adsorbat
Luas permukaan spesifik suatu padatan ialah luas permukaan 1 gram padatan
tersebut. Berdasarkan pengertian tersebut dan dengan anggapan bahwa molekul adsorpsi
terorientasi seragam (tegak lurus permukaan adsorben ) membentuk suatu lapisan tunggal,
luas permukaan spesifik dapat dihitung dengan rumus:
X m Nteradsorpsi
.a
Banyaknya
S= zat
M

Dengan:
S=

Luas permukaan spesifik

X m = banyaknya (gram) zat teradsorpsi yang terbentuk lapisan tunggal pada seluruh
permukaan 1 gram adsorben.
N=

bilangan Avogadro

a= ukuran 1 mol
M = berat molekul adsorben

Seandainya luas permukaan 1 mg adsorbat diketahui maka luas permukaan spesifik


dapat ditentukan dengan ungkapan:
S=1000. X m . A

Dengan:
A= luas permukaan 1 mg adsorbat
Dari data luas permukaan spesifik dapat ditentukan ukuran partikel rata-rata dengan
persamaan:
1

6
.S
Dengan anggapan bahwa partikel-parttikel zat padat berupa kubus yang seragam

dengan rusuk 1, sedangkan

adalah rapat massa zat padat.

II ALAT DAN BAHAN


Alat:

Labu erlenmeyer
Pipet ukur 5,10 dan 25 mL
Buret mikro 25mL
Spektronik
Alat sentrifuge
Corong tangkai pendek
Gelas ukur

IIIMETODE PERCOBAAN

Bahan:
Larutan metilen biru klorida
Adsorben

No
Langkah Kerja
1. Penentuan waktu setimbang adsorpsi
a. Adsorpsi zat warna
25 mL metilen biru klorida 3 ppm
- Dimasukan dalam 5 buah labu
erlenmeyer
- Diisi 1 garam arang aktif masing-masing

pada erlenmeyer
- Dikocok selama 15 menit
- Di biarkan selama 30, 60, 90, dan 120

menit
- Disaring larutan dalam tiap labu setiap

waktu yang telah ditentukan dia atas.

- Diukur adsorbansi pada

660 nm

Hasil

2.
a.

Penentuan luas permukaan zat padat


Metode adsorpsi zat warna
-

25 mL metilen biru klorida 0,5; 1; 2; 3; dan


4 -ppm
Dimasukan dalam 5 buah labu
-

erlenmeyer
Diisi 1 garam arang aktif masing-masing

pada erlenmeyer
Dikocok selama 15 menit
Disaring larutan dalam tiap labu

Diukur adsorbansi pada

660 nm

Hasil
L
Data Hasil Pengamatan
1. Penentuan waktu setimbang adsorpsi

Gambar

IV
HASI

No

Absorban

Larutan metil

(karbon)
biru klorida
1
1.007 gram
25 mL
2
1.008 gram
25 mL
3
1.008 gram
25 mL
4
1.004 gram
25 mL
5
1.002 gram
25 mL
2. penentuan luas permukaan zat warna

Waktu

Waktu

Absorban

percobaan
15 menit
15 menit
15 menit
15 menit
15 menit

pembiaran
30 menit
60 menit
90 menit
120 menit
150 menit

pada 660 ppm


0.113
0.114
0.097
0.097
-

No

Absorban

25 mL metil

Waktu

Waktu

Absorban

1
2
3
4
5

(karbon)
1.004 gram
1.007 gram
1.002 gram
1.001 gram
1.008 gram

biru klorida
0,5 ppm
1 ppm
2 ppm
3 ppm
4 ppm

percobaan
15 menit
15 menit
15 menit
15 menit
15 menit

pembiaran
90 menit
90 menit
90 menit
90 menit
90 menit

pada 660 ppm


0.0
0.056
0.143
0.222
0.237

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN


Pada percobaan ini zat padat yang digunakan adalah arang aktif berwarna hitam yang

telah dilakukan

proses pemanasan hal ini bertujuan agar arang aktif (adsorben) dapat

menyerap metilen biru klorida dengan maksimal. Karbon aktif kemudian ditimbang

gram dan dimasukan dalam 10 tabung erlenmeyer 100 mL untuk penentuan waktu
setimbang adsorpsi dan penentuan luas permukaaan zat padat. Pada

penentuan waktu

setimbang adsorpsi zat warna gunakan 5 tabung erlenmeyer yang berisi karbon aktif
kemudian diisi dengan 25 mL metilen biru dengan konsentrasi 3 ppm. Langkah selanjutnya
larutan

120

Waktu
(menit)
30
60
90
120

Adsorbansi

dikocok

selama

15

menit.

Saat

proses

pengocokan selesai maka dibiarkan kelima


0.113
0.114
0.097
0.097

Erlenmeyer

dengan

waktu

pembiaran

bervariasi, yaitu 30 menit, 60 menit, 90 menit,


menit, dan 150 menit. Setiap waktu pembiaran

telah tercapai maka dilakukan penyaringan dan filtrate diukur absorbansinya pada = 660
nm menggunakan spektronik. Melalui data absorbansi ini dapat ditentukan waktu setimbang
adsorpsi karbon aktif terhadap metilen biru klorida. Berikut adalah data dari absorbansi
metilen biru klorida yang tidak teradsorp oleh karbon aktif.

Berdasarkan data di atas, diketahui bahwa larutan metilen biru klorida yang
didiamkan pada 90 menit dan 120 menit memiliki nilai absorbansi yang sama yaitu 0.097
pada = 660 nm. Hal tersebut menunjukkan bahwa konsentrasi larutan metilen biru klorida
konstan pada waktu pembiaran 90 menit dan dapat digambarkan melalui kurva waktu
pembiaran sebagai koordinat dan absorbansi metilen biru klorida sebagai absis.

Kurva Waktu Pembiaran terhadap Absorbansi Metilen biru klorida


12
10
8
Adsorbansi

6
4
2
0
0.5 1 f(x)1.5= 2 2.5 3 3.5 4 4.5 5 5.5
R = 0

waktu (menit)

Melalui kurva tersebut, maka dapat diperoleh waktu setimbang adsorpsi yaitu 90 menit.
Waktu setimbang adsorpsi yang telah diperoleh selanjutnya digunakan untuk penentuan luas
permukaan zat padat melalui adsorpsi zat warna. Untuk penentuan luas permukaan zat padat

diperlukan pengukuran absorbansi metilen biru klorida dari berbagai konsentrasi pada = 660 nm.
Data pengukuran tersebut digunakan untuk membuat kurva kalibrasi standar. Adapun data
pengukuran absorbansi yang diperoleh adalah sebagai berikut.
Waktu
(menit)

Adsorbansi

0.113
0.114
0.097
0.097

30
60
90
120

Kurva Kalibrasi Standar dari berbagai Konsentrasi Metilen biru klorida pada
660 nm
0.5000
0.4000
0.3000
Absorbansi 0.2000

f(x) = 0.11x - 0.02


R = 0.99

0.1000
0.0000
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5
Konsentrasi (ppm)

Pada percobaan penentuan luas permukaan zat padat, masing-masing Erlenmeyer


yang telah berisi karbon aktif dan metilen biru klorida dikocok selama 15 menit dan
didiamkan sesuai dengan waktu setimbang adsorpsi yang telah diperoleh melalui percobaan
sebelumnya, yaitu 90 menit. Saat kelima Erlenmeyer telah mencapai waktu setimbang
adsorpsi maka larutan disaring dan filtrat diukur absorbansinya menggunakan spektronik
pada = 660 nm. Adapun data pengukuran absorbansinya adalah sebagai berikut.
Waktu
(menit)
30
60
90
120
150

Adsorbansi
0.022
0.056
0.143
0.222
0.237

Pada kurva kalibrasi standar diperoleh persamaan garis lurus y = 0,108x - 0,023, di
mana y adalah absorbansi metilen biru klorida dan x adalah konsentrasi metilen biru klorida.
Dengan memasukkan nilai absorbansi dari metilen biru klorida sebagai y, maka diperoleh
nilai x sebagai konsentrasi dari metilen biru klorida yang tidak teradsorpsi dalam ppm.
Adapun perhitungannya telah dilampirkan percobaan ini.
VI

KESIMPULAN
Berdasarkan analisis dan data pembahasan dapat disimpulkan:
1 Waktu setimbang adsorpsi metilen biru klorida oleh karbon aktif adalah 90 menit
2 Konsentrasi metilen biru klorida yang meningkat dapat menyebabkan lebih banyak
permukaan karbon yang menyerap zat warna, sehingga menghasilkan nilai luas
permukaan semakin tinggi.

VII

DISKUSI
Kelompok kami dalam prcobaan ini tidak menentukan partikel rata-rata

6
. S

Tidak dapat dihitung karena nilai

tidak diukur dalam percobaan.

Daftar Rujukan
Atkins, P. 2001. Physical Chemistry. 3rd edition. Great Britain: Oxford university press
Castelan, G.W. 1983. Physical Chemistry. 3rd edition. Amsterdam: Addision Wesley
Publishing Company.
Day, R.A. Jr and Underword,A.L. , 1982. Pysical Chemistry. California: The Benjamin/
Cuming Publising Company, Inc

LAMPIRAN
Perhitungan:
Diketahui : y = 0.108x - 0.023

Metilen biru klorida 0,5 ppm


= 0,108x - 0,023

0.022 = 0,108x - 0,023


X

= 0.022 + 0,023 / 0,108


= 0.417 ppm

Konsentrasi yang teradsorpsi:


0,5 ppm - 0.417 ppm = 0.083 ppm

Metilen biru klorida 1 ppm


= 0,108x - 0,023

0.056 = 0,108x - 0,023


X

= 0,036 + 0,023 / 0,108


= 0.731ppm

Konsentrasi yang teradsorpsi:


1 ppm - 0.731 ppm = 0.269 ppm

Metilen biru klorida 2 ppm


= 0,108x - 0,023

0.143 = 0,108x - 0,023


X

= 0,058 + 0,023 / 0,108


= 1.537 ppm

Konsentrasi yang teradsorpsi:


2 ppm - 1.537 ppm = 0.463ppm

Metilen biru klorida 3 ppm


= 0,108x - 0,023

0.222 = 0,108x - 0,023


X

= 0,066 + 0,023 / 0,108


= 2.269 ppm

Konsentrasi yang teradsorpsi:


3 ppm - 2.269 ppm = 0.731ppm

Metilen biru klorida 4 ppm


= 0,108x - 0,023

0.237 = 0,108x - 0,023


X

= 0.237 + 0,023 / 0,108


= 2.407ppm

Konsentrasi yang teradsorpsi:


4 ppm - 2.407 ppm = 1.593 ppm
Melalu data di atas dapat dibuat tabel sebagai berikut:
Konsentrasi Metilen
biru klorida (ppm)

Adsorban

konsentrasi tidak
teradsorpsi

0,5
1
2
3
4

0.022
0.056
0.143
0.222
0.237

0.417
0.731
1.537
2.269
2.407

Konsentrasi terabsorb
0.083
0.269
0.463
0.731
1.593

Kurva Hubungan Antara Banyaknya Zat Teradsorpsi Terhadap


Konsentrasi Adsorbat Pada Kesetimbaangan
1.800
1.600
1.400
1.200
1.000
bantaknya Zat Teradsorbat 0.800
0.600
0.400
0.200
0.000
0

konsentrasi Adsorbat

Perhitungan luas permukaan zat padat pada berbagai konsentrasi metilen biru klorida.
Diketahui : 1 ppm = 2,5 x 10-3

Metilen biru klorida 0,5 ppm

S=1000. X m . A
2

S=1000. 0,002 mg. 3,05


S=

6,10 m

m
mg

Metilen biru klorida 1 ppm

S=1000. X m . A
2

S=1000. 0,007 mg .3,05


S=

m
mg

2
21,35 m

Metilen biru klorida 2 ppm

S=1000. X m . A
2

m
S=1000. 0,016 mg .3,05
mg
S=

48,80 m

Metilen biru klorida 3 ppm

S=1000. X m . A
S=1000. 0,018 mg. 3,05
S=

2
54,90 m

m2
mg

Metilen biru klorida 4 ppm

S=1000. X m . A
2

m
S=1000. 0,039 mg. 3,05
mg
S=

118,95 m

LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA FISIKA II
Percobaan 8
PENENTUAN LUAS PERMUKAN ZAT PADAT
Dosen Pengampu Matakuliah
Dr. Yahmin, S.Pd., M.Si.
Drs. Sumari, M.Si

Oleh :
Kelompok VIII/ Off I
Rizki Karomah
Sriyuni Akhirunnisa

(130332615143)
(130332603263)

LABORATORIUM KIMIA FISIKA


JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Oktober 2015

PERTANYAAN
1. Untuk proses-proses atau hal apa saja yang diperlukan data luas permukaaan zat
padat (adsorben)? Jelaskan jawaban saudara.

2. Sebutkan syarat-syarat molekul adsorbat yang dapat digunakan untuk penentuan luas
permukaan zat padat.

3. Bagaimana pengaruh / peranan pelarut dalam adsorpsi zat terlarut untuk penentuan
luas pemukaan adsorban pada percobaan yang saudara lakukan?

4. Sebutkan cara-cara lain untuk menentukan luas permukaan zat selain dengan cara

adsorpsi asam lemak dan zat warna. Bandingkan bagaimana cara penentuan tersebut
terutama dalam hal ketelitian dan kemudahan pengerjaanya.