Anda di halaman 1dari 8

Peranan faktor Host, Agent dan Lingkungan pada terjadinya Penyakit Flu Burung,

Perjalanan Alamiah dan Tahap-tahap Pencegahannya

OLEH :
IDA AYU REGINA KOSINTA PUTRI
1602562010

PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS UDAYANA
TAHUN 2016

Flu Burung
Beberapa tahun terkhir ini banyak kasus penyakit menular yang terjadi salah
satunya adalah Avian Influenza atau yang dikenal dengan flu burung di Indonesia.
Flu burung adalah penyakit yang pernah menjadi sorotan dunia. Pada awalnya
virus flu burung H5N1 hanya terbatas pada unggas, tetapi dalam beberapa tahun
terakhir telah muncul sebagai penyakit menular yang sangat fatal pada manusia.
Pada tahun 1997, Avian Influenza A subtipe H5N1 telah menginfeksi manusia
untuk pertama kalinya, dimana dari delapan belas orang pertama yang terinfeksi,
enam di antaranya meninggal dunia. Pada bulan Januari 2003, flu burung kembali
menginfeksi manusia di Hong Kong, dan sejak tahun 2004 infeksi pada manusia
banyak terjadi di negara-negara Asia lainnyakasus di Indonesia bermula dari
ditemukannya kasus pada unggas di pekalongan, jawa tengah pada bulan agustus
2003.
Sampai akhirnya, pada akhir februari 2005 ribuan unggas, ayam, dan burung
di lima kabupaten dan kota di jawa barat mati karena flu burung. Untuk pertama
kalinya, kasus flu burung pada manusia di indonesia ditemukan pada bulan juli
2005. Kemudian, pemerintah menetapkan flu burung sebagai kejadian luar biasa
(KLB) nasional mengingat banyaknya korban, baik unggas maupun manusia yang
terjangkit virus flu burug. Sampai dengan september 2008 penyebaran flu burung
pada manusia di Indonesia yang telah dikonfirmasi oleh Komnas Flu Burung
Indonesia telah menyebar di 12 provinsi, yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten,
Sumatera Utara, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Lampung, Sulawesi
selatan, Sumatera Selatan, Riau, dan Bali dengan jumlah kasus mencapai 137 dan
112 diantaranya meninggal dunia. jumlah kasus tterbanyak Jawa Barat dengan
jumlah kasus 33 jiwa dan kasus meningggal 27 jiwa. sedangkan untuk daerah
Tanggerang Banten memduduki peringkat terbanyak dengan jumlah kasus 25 jiwa
dan meninggal 25 jiwa. Tanggerang merupakan salah satu daerah dengan kasus
penularan Avian Influenza cukup tinggi. hingga saat ini Dinas Kesehatan
Kabupaten Tanggerang Banten telah menetapkan 10 kecamatannya sebagai daerah
epidemis atau wilayah penyebab dan penularan virus flu burung

I.

Peranan Host,Agent dan Lingkungan


I.1 Host

a. Manusia
Host sendirimerupakanadalahorganismetempathidup
agenttertentuyangdalamsuatukeadaanmenimbulkanpenyakit
padaorganismetersebut.Jikamembicarakanmasalahpenyakit
flu burung pada manusia maka host yang dimaksud adalah
manusia.Faktorintristikpadafluburungdiantaranyakekebalan
tubuh(imunitas)danpolapikirseseorang.Fluburungsebenarnya
tidakmudahmenulardarihewanyangtelahterinfeksi,namun
jalanuntukpenularanituakansemakinmudahapabilaseseorang
ituberadadalamkondisiyanglemahdantidakmemilikisystem
imunyangbaik.
b. Hewan
Hewanyangmenjadihostdarifluburungadalahberbagaijenis
unggassepertiayam,bebek,burungUnggas yang menderita flu

burung dapat mengeluarkan virus berjumlah besar dalam


kotoran (feses) maupun sekreta yang dikeluarkannya.
Menurut WHO, kontak unggas liar dengan ungas ternak
menyebabkan epidemik flu burung di kalangan uggas.
Penularan penyakit terjadi melalui udara dan eskret unggas

yangterinfeksi.

GambarHostpadahewan

I.2 Agent
Viruspenyebabfluburungtergolongfamily orthomyxoviridae
Virusterdiriatas3tipeantigenikyangberbeda,yaituA,B,danC.
VirusinfluenzaAbisaterdapatpadaunggas,manusia,babi,kuda,dan
kadangkadangmamaliayanglain,misalnyacerpelai,anjinglaut,dan
ikanpaus.Namun,sebenarnyahorpesalamiahnyaadalahunggasliar.
Sebaliknya,virusinfluenzaBdanChanyaditemukanpadamanusia.
Penyakitfluburungyangdisebutpulaavianinfluenzadisebabkanoleh
virusinfluenzaA.VirusinimerupakanvirusRNAdanmempunyai
aktivitas haemaglutinin (HA) dan neurominidase (NA). Pembagian
subtipevirusberdasarkanpermukaanantigen,permukaanhamagluinin,
danneurominidaseyangdimilikinya.


GambarAgentpenyakitfluburung(avianinfluenzavirus)
I.3 Environment
1. Faktorlingkunganinidibagimenjaditiga:
a) LingkunganBiologis
Faktorlingkunganbiologispadapenyakitfluburungyaitu
agent.Agentmerupakansesuatuyangmerupakansumberterjadinya
penyakityangdalamhaliniadalahvirus aviantinfluenza(H5N1).
Sifat virus ini adalah mampu menular melalui udara dan mudah
bermutasi. Daerah yang diserang oleh virus ini adalah organ
pernafasandalam,halitulahyangmembuatangkakematianakibat
penyakitinisangattinggi

b) LingkunganFisik
Suhu
Padasuhulingkunganyangtidakoptimalbaiksuhuyang
terlalutinggimaupunterlalurendahakanberpengaruhterhadap
dayatahantubuhseseorangpadasaatitusehinggasecaratidak
langsung berpengaruh terhadap mudah tidaknya virus

menjangkiti seseorang. Selain itu virus flu burung juga

Musim

memerlukansuhuyangoptimalagardapatbertahanhidup.
Faktor musim pada penyakit fluburungterjadi karena
adanyafaktorkebiasaanburunguntukbermigrasikedaerahyang
lebihhangatpadasaatmusimdingin.Misalkanburungburung
yangtinggaldipesisirutaraCinaakanbermigrasikeAustralia
dan Asia Tenggara pada musim dingin, burungburung yang
telah terjangkit tersebut akan berperan menularkan flu burung
pada hewan yang tinggal di daerah musim panas atau daerah

tropistempatburungtersebutmigrasi.
Tempattinggal
Faktortempattinggalpadapenyakitfluburungmisalnya
apakah tempat tinggal seseorang dekat dengan peternakan
unggasatautidak,ditempattinggalnyaapakahadaorangyang
sedangmenderitafluburungatautidak

c)Lingkungansosial
Faktor lingkungan sosial meliputi kebiasaan sosial, norma serta
hukumyangmembuatseseorangberisikountuktertularpenyakit.Misalnya
kebiasaan masyarakat Bali yang menggunakan daging mentah yang belum
dimasakterlebihdahuluuntukdijadikansebagaimakanantradisional.Begitu
pula dengan orang orang di eropa yang terbiasa mengonsumsi daging
panggang yang setengah matang atau bahkan hanya seperempat matang.
Selain itu juga pada tradisi sabung ayam akan membuat risiko penyakit
menularpadapemilikayamsemakinbesar

2. Perjalanan alamiah peyakit Flu Burung


2.1 Masa Inkubasi dan klinis.
Virus mempunyai masa inkubasi yang pendek, yaitu antara beberapa jam
sampai3hari,tergantungpadajumlahvirusyangmasuk,rutekontak,danspesies
unggasyangterserang.Padaunggasmasaingkubasimencapai1minggu.
2.2 MasaLatendanPeriodeInfeksi
Masainfeksiviirusini1harisebelumsampai35harisesudahtimbulgejala.
Padaanakbisasampai21hari.
3. TahaptahappencegahanFluburung(AvianInfuenza)
Dalammenanggulangifluburungadabeberapahalyangdapatdilakukanantaralain:

3.1Pencegahanprimer
Pencegahanprimeradalahpencegahanyangdilakukanpadaorangorang yang
berisikoterjangkitfluburung,dapatdilakukandengancara:
a. Melakukan promosi kesehatan (promkes) terhadap masyarakat
luas,terutamamerekayangberisikoterjangkitfluburungseperti
peternakunggas.
b. Melakukanbiosekuritiyaituupayauntukmenghindariterjadinya
kontakantarahewandenganmikroorganismeyangdalamhalini
adalah virus flu burung, seperti dengan melakukan desinfeksi
serta sterilisasi pada peralatan ternak yang bertujuan untuk
membunuhmikroorganismepadaperalatanternaksehinggatidak
menjangkitihewan
c. Melakukanvaksinasiterhadaphewanternakuntukmeningkatkan
kekebalannya.VaksinasidilakukandenganmenggunakanHPAI
(H5H2)inaktifdanvaksinrekombinancacarayamataufowlpox
denganmemasukangenvirusavianinfluenzaH5kedalamvirus
cacar
d. Menjauhkankandangternakunggasdengantempattinggal
e. Menggunakan alat pelindung diri seperti masker, topi, baju
lenganpanjang,celanapanjangdansepatubootsaatmemasuki
f.

kawasanpeternakan
Memasak dengan matangdaging sebelum dikonsumsi. Hal ini
bertujuan untuk membunuh virus yang terdapat dalam daging
ayam, karena dari hasil penelitian virus flu burung mati pada

pemanasan60Cselama30menit
g. Melakukan pemusnahan hewan secara massal pada peternakan
yangpositifditemukanvirusfluburungpadaternakdalamjumlah
yangbanyak.
h. Melakukan karantina terhadap orangorang yang dicurigai
i.

maupunsedangpositifterjangkitfluburung
Melakukan surveilans dan monitoring yang bertujuan untuk
mengumpulkan laporan mengenai morbilitas dan mortalitas,
laporanpenyidikanlapangan,isolasidanidentifikasiageninfeksi
olehlaboratorium,efektifitasvaksinasidalampopulasi,sertadata
lainyanggayutuntukkajianepedemiologi1,8.

GambarPemusnahanhewanyangterjangkitfluburung
2.Pencegahansekunder
Pencegahansekunderadalahpencegahanyangdilakukandengantujuan
untuk mencegah dan menghambat timbulnya penyakit dengan deteksi dini dan
pengobatantepat.Denganmelakukandeteksidinimakapenanggulanganpenyakit
dapat diberikan lebih awal sehingga mencegah komplikasi, menghambat
perjalanannya,sertamembatasiketidakmampuanyangdapatterjadi.Pencegahan
ini dapat dilakukan pada fase presimptomatis dan fase klinis. Pada flu burung
pencegahansekunderdilakukandenganmelakukan screening yaituupayauntuk
menemukan penyakit secara aktif pada orang yang belum menunjukkan gejala
klinis. Screeningterhadapfluburungmisalnyadilakukanpada bandaradengan
memasangalatdetektorpanastubuhsehinggaorangyangdicurigaiterjangkitflu
burungbiassegeradiobatidandikarantinasehinggatidakmenularpadaoranglain8.
3.Pencegahantersier
Pencegahantersieradalahsegalausahayangdilakukanuntukmembatasi
ketidakmampuan. Pada flu burung upaya pencegahan tersier yang dapat
dilakukanadalahdenganmelakukanpengobatanintensifdanrehabilitasi .