Anda di halaman 1dari 19

BAB V

ANALISA PEMECAHAN MASALAH


A. Indikator Kegiatan Yang Bermasalah
Berdasarkan prioritas masalah yang sudah dijelaskan dan dibahas pada Bab
sebelumnya, maka ditemukan masalah dengan urutan prioritas utama adalah
Kesehatan Ibu Anak mengenai Kunjungan Ibu Hamil (Bumil) K4. Berdasarkan
perhitungan yang kami lakukan dalam menyusun SPM Salaman 1 pada bulan
Januari hingga Mei 2016, kami mendapatkan hasil pencapaian Kunjungan Bumil
K4 adalah 99,22 % sedangkan target yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan
Kabupaten Magelang tahun 2011 adalah sebesar 95%. Atas dasar data diatas,
maka kami memutuskan membahas permasalahan mengenai Kesehatan Ibu Anak,
khususnya Kunjungan Bumil K4.
B. Analisis Penyebab Masalah
Hal yang mendasari timbulnya kesenjangan antara hasil yang diharapkan
dengan hasil yang dicapai dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Untuk
menentukan penyebab masalah, dilakukan dengan membuat diagram fishbone
dengan menggunakan data yang diperoleh selama 3 bulan terakhir. Dalam
menganalisis penyebab manajemen secara menyeluruh digunakan pendekatan
evaluasi yang meliputi Input, Process, Output, Outcome serta Environment.
Sehingga dapat ditelusuri hal-hal yang menyebabkan munculnya permasalahan.
1. Input
Tabel 5.1. Kriteria Input Fungsi Manajemen Program Puskesmas
Komponen
Input

Man

Kelebihan
Terdapat 1 bidan

Kekurangan
Kurang optimalnya

desa yang

penyuluhan oleh

bertugas di PKD

bidan dan kader

dan posyandu

kepada ibu-ibu

Terdapat
posyandu di tiap

hamil

Kurang optimalnya

67

bidan dan kader


melakukan
kunjungan ke

desa yang

rumah-rumah ibu

termasuk dalam
wilayah kerja
Puskesmas
Salaman 1
Terdapat 1 bidan
koordinator di
Puskesmas
Salaman 1
Terdapat 343
kader yang aktif

hamil

Kurang optimalnya
koordinasi antara
para kader dengan
bidan setempat
sehingga masih
didapatinya kader
yang tidak
mengerti tentang
SIP dalam
melakukan
pendataan kegiatan

anggaran dari

Money

Method

Tersedianya

posyandu
Terbatas

puskesmas untuk

biaya operasional
Terdapat kelas

Sistem

ibu hamil

pencatatan

sebanyak 1

yang masih

pertemuan dalam

kurang oleh

tiap bulan.

kader dan

Terdapat SOP

bidan

tentang Antenatal

Kepemilikan

Care

buku kohort

Tersedianya

sudah ada

poster-poster di

namun dalam

PKD dan

pencatatan dan
pengisian

68

masih belum
sempurna
sehingga
menyebabkan

posyandu

terdapat
kekurangan
hasil pendataan
kunjungan ibu
hamil K4

Sudah
tersedianya
Pustu, PKD dan
posyandu untuk
menangani ibu
hamil risiko

tinggi.
Media
penyuluhan
(LCD proyektor,

Material

Ruang untuk

laptop, poster)

pemeriksaan hamil

tersedia
Terdapat buku

kurang tertutup

kohort untuk
kegiatan

posyandu
Terdapat buku
KIA untuk
pencatatan
kunjungan ibu
hamil

69

Tersedianya alat

posyandu lengkap

pemeriksaan
Machine

Tidak semua

ANC
Tersedianya

alat periksanya
Belum
optimalnya sarana

buku KIA dan

untuk media

buku kohort ibu

promosi

hamil

penyuluhan

2. Proses
Tabel. 5.2. Kriteria Proses Fungsi Manajemen Program Puskesmas
Komponen

Proses

P1

Kelebihan
Tersedianya jadwal
pelayanan Puskesmas
Sudah terdapat jadwal tetap

antenatal maupun hal-hal

posyandu dan kunjungan

kehamilan dan persalinan


Kurangnya
sosialisasi

rumah setiap bulan

Kekurangan
Kurangnya
penyuluhan
yang berhubungan dengan

jadwal pelayanan ibu hamil

datang ke posyandu untuk

Pemeriksaan kehamilan di

melakukan

posyandu sudah sesuai


P2

dengan prosedur tentang

pelayanan (5T)
Jadwal posyandu setiap bulan

Bidan mencatat dan

pemeriksaan

Antenatal Care K4.


Cara
penyampaian
informasi dilakukan hanya
lisan saja, tidak didukung

sudah sesuai

P3

kepada masyarakat
Kurangnya ibu hamil yang

dengan

media

yang

menarik
Kurangnya koordinasi

melaporkan hasil kegiatan

pelaporan dan pencatatan

kunjungan bumil K4

antara para kader dan bidan


sehingga terdapat ibu hamil
yang telah melakukan
kunjungan K4 namun tidak

70

terdata
Kurang optimalnya
kegiatan kunjungan rumah
oleh para kader atau bidan
untuk mengetahui apakah
semua ibu hamil telah
melakukan kunjungan
kehamilan sebagaimana

mestinya atau belum


Kurang optimalnya
kerjasama lintas sektoral
antara Puskesmas, Rumah
Sakit dan balai pengobatan
lain (BPM) dalam
pencatatan dan pelaporan
ibu hamil yang melakukan
kunjungan K4.

71

3. Lingkungan
Tabel. 5.3 Faktor Lingkungan yang mempengaruhi Program Puskesmas
Komponen

Kelebihan
Kekurangan
Jarak posyandu yang tidak Kurangnya tingkat

jauh dari pemukiman

pengetahuan dan kesadaran

warga
Adanya warga yang

masyarakat mengenai
pentingnya kunjungan K4

sukarela menjadi kader


posyandu di

Lingkungan
(fisik dan non

ibu hamil.
Beberapa suami yang

lingkungannya
Tersedianya dana swadaya

kurang mendukung untuk

dari masyarakat untuk

melakukan pemeriksaan
Tidak semua ibu hamil ke

mengantar ibu hamil

posyandu

posyandu tapi ada beberapa

fisik)

yang ke NAKES lain atau


pindah tempat tinggal
Dibeberapa desa terdapat

dusun yang sulit terjangkau


karena keadaan geografis
yang kurang baik
Sudah terjadinya persalinan

sebelum waktu kunjungan

Proses

Kurangnya ibu hamil yang datang ke


posyandu untuk melakukan pemeriksaan
Antenatal Care K4.

Cara penyampaian informasi dilakukan


hanya lisan saja, tidak didukung dengan
media yang menarik

P1

K4
Kurangnya penyuluhan tentang
pemeriksaan antenatal maupun halhal yang berhubungan dengan

Kurangnya sosialisasi jadwal pelayanan


ibu hamil kepada masyarakat

Kurangnya koordinasi pelaporan dan pencatatan antara para kader dan bidan
sehingga terdapat ibu hamil yang telah melakukan kunjungan K4 namun tidak
terdata
Kurang optimalnya kegiatan kunjungan rumah oleh para kader atau bidan
untuk mengetahui apakah semua ibu hamil telah melakukan kunjungan
P2
kehamilan sebagaimana mestinya atau belum

P3

Kurang optimalnya kerjasama lintas sektoral antara Puskesmas, Rumah Sakit


dan balai pengobatan lain (BPM) dalam pencatatan dan pelaporan ibu hamil
yang melakukan kunjungan K4.

Sistem pencatatan yang


masih kurang oleh kader
dan bidan.
Kepemilikan buku kohort
sudah namun belum
sempurna dalam
pencatatan dan pengisian
kunjungan K4

Masalah
Rendahnya cakupan kunjungan bumil K4
periode Januari Mei 2016

Method

72
Money

Machin

Kurang optimalnya
penyuluhan oleh bidan
dan kader kepada ibu-ibu
hamil
Kurang optimalnya bidan
dan kader melakukan
kunjungan ke rumahrumah ibu hamil.
Kurang optimalnya
koordinasi antara para
kader dengan bidan
setempat sehingga masih
didapatinya kader yang
tidak mengerti tentang SIP
dalam melakukan
mendataan kegiatan
posyandu.

Man

Material

Tidak semua posyandu


lengkap alat periksanya

Belum optimalnya sarana


untuk media promosi
penyuluhan

Ruang untuk
pemeriksaan hamil
Kurangnya tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat
kurang tertutup

mengenai pentingnya kunjungan K4 ibu hamil.

Beberapa suami yang kurang mendukung untuk mengantar


Terbatasnya

anggaran biaya
ibu hamil melakukan pemeriksaan
operasional
dari semua ibu hamil ke posyandu tapi ada beberapa yang

Tidak
Puskesmas
Lingkung

Input

ke NAKES lain atau pindah tempat tinggal


Dibeberapa desa terdapat dusun yang sulit terjangkau karena
keadaan geografis yang kurang baik

Sudah terjadinya persalinan sebelum waktu kunjungan K4


Gambar 5.1. Diagram fishbone

74

C. Rekapitulasi Analisa Penyebab Masalah


1

Kurang optimalnya penyuluhan oleh bidan dan kader kepada ibu-ibu


hamil.

Kurang optimalnya bidan dan kader melakukan kunjungan ke rumahrumah ibu hamil.

Kurang optimalnya koordinasi antara para kader dengan bidan setempat


sehingga masih didapatinya kader yang tidak mengerti tentang SIP dalam
melakukan mendataan kegiatan posyandu.

Terbatasnya anggaran biaya operasional dari Puskesmas.

Ruang pemeriksaan ibu hamil kurang tertutup.

Tidak semua posyandu lengkap alat periksanya


7 Belum optimalnya sarana untuk media promosi penyuluhan
8

Sistem pencatatan yang masih kurang oleh kader dan bidan.

Kepemilikan buku kohort sudah ada namun dalam pencatatan dan


pengisian masih belum sempurna sehingga menyebabkan terdapat
kekurangan hasil pendataan kunjungan ibu hamil K4.

10 Kurangnya penyuluhan antenatal maupun hal-hal yang berhubungan


dengan kehamilan dan persalinan.
11 Kurangnya sosialisasi jadwal pelayanan ibu hamil kepada masyarakat
12 Cara penyampaian informasi dilakukan hanya lisan saja, tidak didukung
dengan media yang menarik.
13 Kurangnya ibu hamil yang datang ke posyandu untuk melakukan
pemeriksaan Antenatal Care K4.
14 Kurangnya koordinasi pelaporan dan pencatatan antara para kader dan
bidan sehiingga terdapat ibu hamil yang telah melakukan kunjungan K4
namun tidak terdata.
15 Kurang optimalnya kegiatan kunjungan rumah oleh para kader atau bidan
untuk mengetahui apakah semua ibu hamil telah melakukan kunjungan
kehamilan sebagaimana mestinya atau belum.
16 Kurang optimalnya kerjasama lintas sektoral antara Puskesmas, Rumah
Sakit dan balai pengobatan lain (BPM) dalam pencatatan dan pelaporan
ibu hamil yang melakukan kunjungan K4.

74

17 Kurangnya tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai


pentingnya kunjungan K4 ibu hamil.
18 Beberapa suami yang kurang mendukung untuk mengantar ibu hamil
melakukan pemeriksaan.
19 Tidak semua ibu hamil ke posyandu tapi ada beberapa yang ke NAKES
lain atau pindah tempat tinggal.
20 Dibeberapa desa terdapat dusun yang sulit terjangkau karena keadaan
geografis yang kurang baik.
21

Sudah terjadinya persalinan sebelum waktu kunjungan K4.

D. Konfirmasi Penyebab Masalah


Setelah didapatkan penyebab masalah, maka dilakukan konfirmasi pada
petugas terkait dalam hal ini adalah koordinator bidang KIA. Sehingga didapatkan
beberapa penyebab masalah:
1

Kurang optimalnya bidan dan kader melakukan kunjungan ke rumahrumah ibu hamil.

Kurangnya ibu hamil yang datang ke posyandu untuk melakukan


pemeriksaan Antenatal Care K4.

Kurangnya tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai


pentingnya kunjungan K4 ibu hamil.

Kurang optimalnya kerjasama lintas sektoral antara Puskesmas,


Rumah Sakit dan balai pengobatan lain (BPM) dalam pencatatan dan
pelaporan ibu hamil yang melakukan kunjungan K4.

Tidak semua ibu hamil ke posyandu tapi ada beberapa yang ke


NAKES lain atau pindah tempat tinggal.

Sudah terjadinya persalinan sebelum waktu kunjungan K4.

E. Inventarisasi Kemungkinan Penyebab Masalah Dan Penerapannya


Setelah mendapatkan data primer dan sekunder terhadap masalah cakupan
KIA Kunjungan Bumil K4, maka terdapat beberapa alternatif pemecahan masalah
yang dapat dilakukan baik dalam jangka waktu pendek maupun dalam jangka
waktu panjang.

75

Tabel 5.4 Inventarisasi Kemungkinan Penyebab Masalah dan Penerapannya


1

Kurang optimalnya

Rapat koordinasi dengan tokoh

bidan dan kader

masyarakat

melakukan kunjungan

keluarga untuk menyediakan

ke rumah-rumah ibu

waktu agar dapat didatangi

hamil.

oleh bidan dan kader

Kurangnya ibu hamil

yang datang ke

kepala

Pemberian souvenir kepada ibu


hamil yang sudah datang untuk

posyandu untuk
melakukan pemeriksaan

dan

kunjungan K4
Penyuluhan
dan

edukasi

kepada masyarakat mengenai

Antenatal Care K4.

pentingnya kunjungan K4
3

Kurangnya tingkat
pengetahuan dan
kesadaran masyarakat
mengenai pentingnya
kunjungan K4 ibu

hamil.
Kurang optimalnya

Pertemuan

dan

rapat

kerjasama lintas

koordinasi

lintas

sektoral

sektoral antara

antara

Puskesmas, Rumah

Sakit, dan balai pengobatan

Sakit dan balai

lainnya dalam pencatatan dan

pengobatan lain (BPM)

pelaporan

dalam pencatatan dan

melakukan kunjungan K4.

puskesmas,

ibu

Rumah

hamil

yang

pelaporan ibu hamil


yang melakukan
kunjungan K4.
5 Tidak semua ibu hamil
ke posyandu tapi ada
beberapa yang ke
NAKES lain atau pindah
tempat tinggal.
76

Sudah terjadinya

Menayakan pada ibu menyusui

persalinan sebelum

tentang

waktu kunjungan K4.

kelahiran anaknya.

waktu

dan

tempat

F. Alternatif Pemecahan Masalah


Penentuan

prioritas

pemecahan

masalah

adalah

untuk

menentukan

pemecahan masalah yang paling efektif, efesien dan mudah dilakukan sehingga
pemecahan masalah tersebut mampu menyelesaikan masalah yang ada dengan
efisien dan efektif, dengan menggunakan metode MIV :
1 Pelatihan dan penyegaran tenaga kesehatan mengenai materi dan cara
penyampaian yang efektif tentang K4 kepada masyarakat
2 Rapat koordinasi dengan tokoh masyarakat dan kepala keluarga untuk
menyediakan waktu agar dapat didatangi oleh bidan dan kader
3 Pemberian souvenir kepada ibu hamil yang sudah datang untuk kunjungan
K4
4 Penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya
kunjungan K4
5 Pertemuan dan rapat koordinasi lintas sektoral antara puskesmas, Rumah
Sakit, dan balai pengobatan lainnya dalam pencatatan dan pelaporan ibu
hamil yang melakukan kunjungan K4.
6 Menayakan pada ibu menyusui tentang waktu dan tempat kelahiran
anaknya.
M.I.V
C
M

= Magnitude, besarnya penyebab masalah yang dapat diselesaikan

= Importancy, pentingnya penyelesaian masalah

= Vulnerability, sensitifitas cara penyelesain masalah

= Cost, biaya

Skor :
1

= Sangat kurang efektif


77

= Kurang efektif

= Cukup efektif

= Efektif

= Sangat efektif

Efisiensi pogram
Biaya yang dikeluarkan untuk menyelesaikan masalah ( cost ). Kriteria
cost ( c ) diberi nilai 1-5. Bila cost nya makin kecil, maka nilainya mendekati 1.
Untuk mendapatkan nilai dari setiap poin M, I, V, dan C, dilakukan penilaian
menggunakan metode Hanlon kualitatif, sebagai berikut :
Tabel 5.5 Penentuan Prioritas Pemecahan Masalah Berdasarkan Metode MIV/C
Hasil akhir penentuan prioritas pemecahan masalah
Penyelesaian Masalah

Nilai Kriteria

Hasil Akhir

Urut
an

1 Pelatihan dan penyegaran tenaga

(M.I.V)/C

15

19

IV

20

III

26

II

10

VI

kesehatan mengenai materi dan


cara penyampaian yang efektif
tentang K4 kepada masyarakat
2 Rapat koordinasi dengan tokoh
masyarakat dan kepala keluarga
untuk menyediakan waktu agar
dapat didatangi oleh bidan dan
kader
3 Pemberian souvenir kepada ibu
hamil yang sudah datang untuk
kunjungan K4
4 Penyuluhan dan edukasi kepada
masyarakat mengenai pentingnya
kunjungan K4
5

Pertemuan dan rapat koordinasi

78

lintas sektoral antara puskesmas,


Rumah

Sakit,

pengobatan
pencatatan

dan

lainnya
dan

balai
dalam

pelaporan

ibu

hamil yang melakukan kunjungan


K4.
6

Menayakan pada ibu menyusui


tentang

waktu

dan

50

tempat

kelahiran anaknya.

Dari hasil metode MIV/C, prioritas penyelesaian masalah yang paling efektif dan
efisien yaitu :
1. Menayakan pada ibu menyusui tentang waktu dan tempat kelahiran anaknya
2. Penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kunjungan
K4.
3. Pemberian souvenir kepada ibu hamil yang sudah datang untuk kunjungan
K4
4. Rapat koordinasi dengan tokoh masyarakat dan kepala keluarga untuk
menyediakan waktu agar dapat didatangi oleh bidan dan kader
5. Pelatihan dan penyegaran tenaga kesehatan mengenai materi dan cara
penyampaian yang efektif tentang K4 kepada masyarakat
6. Pertemuan dan rapat koordinasi lintas sektoral antara puskesmas, Rumah
Sakit, dan balai pengobatan lainnya dalam pencatatan dan pelaporan ibu
hamil yang melakukan kunjungan K4.

79

7.
8. Kegiatan
1

Menayakan pada
ibu menyusui
tentang waktu
dan tempat
kelahiran anaknya

Penyuluhan dan
edukasi kepada
masyarakat
mengenai
pentingnya
kunjungan K4.

Tabel 5.6 PLAN OF ACTION


10. Sasar
an

11. Tem
pat

12. Pelaksa
na

13. Wa
ktu

14. Biay
a

15. Metod
e

17. Memastikan
ibu
melahirkan
sebelum
waktu
kunjungan
K4

18. Ibu
menyu
sui di
wilaya
h
kerja
puskes
mas
Salam
an 1

20. Koordin
ator
KIA,
Koordin
ator
PromKe
s,
Dokter,
Tokoh
masyara
kat,

21. 1x/
bula
n

22. Dana
Pusk
esma
s

23. Menay
akan
secara
langsu
ng

25. Meningkatka
n
pengetahuan
dan
kesadaran
masyarakat
mengenai
pentingnya
kunjungan
K4

26. Kader,
ibu
hamil
dan
masya
rakat
desa
di
wilaya
h
kerja
puskes

19. Posy
andu
di
setia
p
wilay
ah
kerja
pusk
esma
s
Sala
man I
27. Balai
Desa
di
wilay
ah
kerja
pusk
esma
s
Sala
man
1

28. Koordin
atorKIA
,
Koordin
ator
Promke
s,
Dokter,
kader

29. 4x/t
ahu
n

30. Dana
pusk
esma
s

31. Pembe
rian
materi
menge
nai
kunjun
gan
K4,
resiko
yang
dapat
terjadi

9. Tujuan

16. Tolak
Ukur
Proses
24.
Didapat
kannya data
tentang waktu
dan tempat ibu
melahirkan.

32.
Mening
katnya
pengetahuan
dan kesadaran
masyarakat
mengenai
pentingnya
kunjungan K4

80

mas
Salam
an 1

Pemberian
souvenir kepada
ibu hamil yang
sudah datang
untuk kunjungan
K4

33. Meningkatka
n angka
kehadiran
terhadap
kunjungan
K4

34. Ibu
hamil
kunju
ngan
K4 di
wilaya
h
kerja
puskes
mas
Salam
an 1

35. Pusk
esma
s
Sala
man I

36. Kader
di
wilayah
kerja
puskes
mas
Salama
n1

37. 1x/
bula
n

38. Dana
Pusk
esma
s

selanm
a
keham
ilan,
dan
tandatanda
keham
ilan
dan
persali
nan
39. Pembe
rian
souven
ir

40.
Mening
katnya angka
kehadiran
terhadap
kunjungan K4

81

Rapat koordinasi
dengan tokoh
masyarakat dan
kepala keluarga
untuk
menyediakan
waktu agar dapat
didatangi oleh
bidan dan kader

41. Meningkatka
n kerjasama
antara kader,
bidan dan
bidan
koordinator
serta tokoh
masyarakat
dan kepala
keluarga.

5 Pelatihan dan
penyegaran
tenaga kesehatan
mengenai materi
dan cara
penyampaian
yang efektif
tentang K4
kepada
masyarakat.

51. Meningkatka
n
pengetahuan
dan keaktifan
tenaga
kesehatan
dalam
pemberian
materi dan
meningkatka
n kualitas
edukasi
kepada

42.
43. Kader,
bidan
dan
bidan
koordi
nator
serta
tokoh
masya
rakat
dan
kepala
keluar
ga
44.
52. Kader,
bidan
dan
bidan
koordi
nator

45. Balai
Desa

46. Kader,
bidan
dan
bidan
koordin
ator

47. 3x/t
ahu
n

48. Dana
Pusk
esma
s

49. Pembe
rian
inform
asi
menge
nai
pentin
gnya
pemeri
ksaan
keham
ilan

50. Meningkat
nya
kerjasama
antara
kader,
bidan dan
bidan
koordinato
r serta
tokoh
masyaraka
t dan
kepala
keluarga.

53. Pusk
esma
s
Sala
man I

54. Kader,
bidan
dan
bidan
koordin
ator
Puskes
mas
Salama
nI

55. 4x/t
ahu
n

56. Dana
Pusk
esma
s

57. Pelatih
an dan
penyeg
aran
tenaga
keseha
tan
menge
nai
materi
dan
cara
penya

58. Meningkat
nya
pengetahu
an dan
keaktifan
tenaga
kesehatan
dalam
pemberian
materi

82

masyarakat.

6 Pertemuan dan
rapat koordinasi
lintas sektoral
antara puskesmas,
Rumah Sakit, dan
balai pengobatan
lainnya dalam
pencatatan dan
pelaporan ibu
hamil yang
melakukan
kunjungan K4.

59. Meningkatka
n kerjasama
antara
puskesmas,
Rumah Sakit,
dan balai
pengobatan
lainnya
dalam
pencatatan
dan
pelaporan
ibu hamil
yang
melakukan
kunjungan
K4

60. Kader,
bidan,
bidan
koordi
nator
puskes
mas,
rumah
sakit,
dan
balai
pengo
batan
lainny
a.

61. Pusk
esma
s
Sala
man I

62. Kepala
Puskes
mas
Salama
nI

63. 2x/t
ahu
n

64. Dana
pusk
esma
s

mpaia
n yang
efektif
65. Amini
stratif
(pemb
uatan
SOP
pendat
aan)

66. Meningkat
nya
kerjasama
antara
puskesmas
, Rumah
Sakit, dan
balai
pengobata
n lainnya
dalam
pencatatan
dan
pelaporan
ibu hamil
yang
melakukan
kunjungan
K4

67.
68.
69.
70.

83

71.
72.
73.
74.
75.
76. Tabel 5.7 Gant Chart
77. Keg
iata
n

78. Ja

79. Fe

80. Ma

81. Ap

82. Me

85. Ag

86. Se

87. Ok

88. No

89. De

83. Jun
84. Jul
n
b
r
r
i
ust
pt
to
v
s
91.92.93.94.95.96.97.98.99.100.
101.
102.
103.
104.
105.
106.
107.
108.
109.
110.111.
112.
113.
114.
115.
116.
117.
118.119.
120.
121.
122.
123.
124.
125.
126.
127.
128.
129.
130.
131.
132.
133.
134.
135.
136.
137.
138.
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

139. 1
140.
141.
142.
143.
144.
145.
146.
147.
148.
149.
150.
151.
152.
153.
154.
155.
156.
157.
158.
159.
160.
161.
162.
163.
164.
165.
166.
167.
168.
169.
170.
171.
172.
173.
174.
175.
176.
177.
178.
179.
180.
181.
182.
183.
184.
185.
186.
187.
*
188. 2
189.
190.
191.
192.
193.
194.
195.
196.
197.
198.
199.
200.
201.
202.
203.
204.
205.
206.
207.
208.
209.
210.
211.
212.
213.
214.
215.
216.
217.
218.
219.
220.
221.
222.
223.
224.
225.
226.
227.
228.
229.
230.
231.
232.
233.
234.
235.
236.
*
237. 3
238.
239.
240.
241.
242.
243.
244.
245.
246.
247.
248.
249.
250.
251.
252.
253.
254.
255.
256.
257.
258.
259.
260.
261.
262.
263.
264.
265.
266.
267.
268.
269.
270.
271.
272.
273.
274.
275.
276.
277.
278.
279.
280.
281.
282.
283.
284.
285.
*
286. 4
287.
288.
289.
290.
291.
292.
293.
294.
295.
296.
297.
298.
299.
300.
301.
302.
303.
304.
305.
306.
307.
308.
309.
310.
311.
312.
313.
314.
315.
316.
317.
318.
319.
320.
321.
322.
323.
324.
325.
326.
327.
328.
329.
330.
331.
332.
333.
334.
*
335. 5
336.
337.
338.
339.
340.
341.
342.
343.
344.
345.
346.
347.
348.
349.
350.
351.
352.
353.
354.
355.
356.
357.
358.
359.
360.
361.
362.
363.
364.
365.
366.
367.
368.
369.
370.
371.
372.
373.
374.
375.
376.
377.
378.
379.
380.
381.
382.
383.
*
84

384. 6
385.
386.
387.
388.
389.
390.
391.
392.
393.
394.
395.
396.
397.
398.
399.
400.
401.
402.
403.
404.
405.
406.
407.
408.
409.
410.
411.
412.
413.
414.
415.
416.
417.
418.
419.
420.
421.
422.
423.
424.
425.
426.
427.
428.
429.
430.
431.
432.
*
433.
434. *Keterangan :
1
2
3
4

Menayakan pada ibu menyusui tentang waktu dan tempat kelahiran anaknya
Penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kunjungan K4.
Pemberian souvenir kepada ibu hamil yang sudah datang untuk kunjungan K4
Rapat koordinasi dengan tokoh masyarakat dan kepala keluarga untuk menyediakan waktu agar dapat didatangi oleh bidan dan

kader
5 Pelatihan dan penyegaran tenaga kesehatan mengenai materi dan cara penyampaian yang efektif tentang K4 kepada
masyarakat
6

Pertemuan dan rapat koordinasi lintas sektoral antara puskesmas, Rumah Sakit, dan balai pengobatan lainnya dalam pencatatan
dan pelaporan ibu hamil yang melakukan kunjungan K4.

435.

85