Anda di halaman 1dari 28

MAKALAH SEMINAR AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

KAS DAN SETARA KAS

DISUSUN OLEH:
PRAYOGA WIBOWO (A31115749)

JURUSAN AKUNTANSI
KERJASAMA STAR-BPKP
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah tentang Etika

Profesional dan Regulasi Sendiridengan baik untuk memenuhi tugas matakuliahSeminar


Akuntansi, meskipun banyak kekurangan didalamnya.
Penulis sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kita mengenai etika profesional dan regulasi sendiri. Penulis juga
menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata
sempurna. Oleh sebab itu, penulis berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan
makalah yang telah penulis buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu
yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya
makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi penulis maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya penulis mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang
kurang berkenan dan saya memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di
masa depan.

Makassar, 4 September 2016

Penulis

DAFTAR ISI
Kata Pengantar

Daftar Isi

ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah

3
3

BAB II Kas dan Setara Kas


A.
B.
C.
D.
E.
F.

Definisi
Jenis
Pengakuan
Pengukuran
Contoh Jurnal
Penyajian

5
5
7
7
7
8

BAB IV PENUTUP

10

Daftar Pustaka

11
A. B
A
B
I
B. P
E
N
D
A
H
U
L
U
A
N
C.

A. LATAR BELAKANG
D.
Kas dan Setara Kas merupakan kelompok akun yang digunakan untuk
mencatat kas dan setara kas yang dikelola oleh Bendahara Umum Negara dan
Kementerian Negara/Lembaga.
E.

Untuk lebih memahami bagaimana penerapannya pada pemerintah, maka

disusunlah makalah ini untuk menjelaskan mengenai definisi kas dan setara kas,
pengungkapan, penyajian dan pelaporannya.
3

F.
B. RUMUSAN MASALAH
G.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan dari penulisan makalah ini

sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.

Apakah definisi kas dan setara kas?


Bagaimana pengungkapannya?
Bagaimana penyajiannya dalam jurnal?
Bagaimana pelaporannya di laporan keuangan pemerintah?
H.

I.

J. B
A
B
I
I
K. K
A
S
D
A
N
S
E
T
A
R
A
K
A
S
L.
A. DEFINISI
M.
Menurut PMK No 5 Tahun 2013 Kas dan Setara Kas merupakan kelompok
akun yang digunakan untuk mencatat kas dan setara kas yang dikelola oleh Bendahara
Umum Negara dan Kementerian Negara/Lembaga.
N.
Kas adalah uang tunai dan saldo simpanan di bank yang setiap saat dapat
digunakan untuk membiayai kegiatan pemerintahan.
O.
Setara Kas adalah investasi jangka pendek pemerintah yang siap dicairkan
menjadi kas, bebas dari risiko perubahan nilai yang signifikan, serta mempunyai masa
jatuh tempo 3 (tiga) bulan atau kurang, terhitung dari tanggal perolehannya.
P.
PSAP No 1 mendefinisikan kas sebagai uang tunai dan saldo simpanan di
bank yang setiap saat dapat digunakan untuk membiayai kegiatan pemerintah daerah
yang sangat likuid yang siap dicairkan menjadi kas serta bebas dari risiko perubahan
nilai yang signifikan sedangkan setara kas sebagai investasi jangka pendek yang

sangat likuid yang siap dijabarkan menjadi kas serta bebas dari risiko perubahan nilai
yang signifikan.
Q.
Dilihat dari kedua definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kas adalah
uang tunai yang dikelola BUN/BUD yang siap dicairkan sedangkan setara kas adalah
investasi jangka pendek yang siap dicairkan menjadi kas dan bebas dari perubahan
nilai dengan masa jatuh tempo 3 bu;an sejak tanggal perolehan.
R.
B. JENIS-JENIS KAS DAN SETARA KAS
S. Dilihat dari bentuknya maka Kas dan Setara Kas dapat dibagi dalam 3 klasifikasi
besar yaitu:
a) Uang Tunai
T. t
e
r
d
i
r
i
a
t
a
s
u
a
n
g
k
e
r
t
a
s
d
a
n

k
o
i
n
d
a
l
a
m
m
a
t
a
u
a
n
g
r
u
p
i
a
h
y
a
n
g
d
i
k

u
a
s
a
i
o
l
e
h
p
e
m
e
r
i
n
t
a
h
,
t
e
r
m
a
s
u
k
d
i
d
a
l
a
m

n
y
a
u
a
n
g
t
u
n
a
i
d
a
n
k
o
i
n
d
a
l
a
m
m
a
t
a
u
a
n

g
a
s
i
n
g
.
b) Saldo Simpanan di Bank.
U. a
d
a
l
a
h
s
e
l
u
r
u
h
s
a
l
d
o
r
e
k
e
n
i
n

g
p
e
m
e
r
i
n
t
a
h
y
a
n
g
s
e
t
i
a
p
s
a
a
t
d
a
p
a
t
d
i
t

a
r
i
k
a
t
a
u
d
i
g
u
n
a
k
a
n
u
n
t
u
k
m
e
l
a
k
u
k
a
n
p

e
m
b
a
y
a
r
a
n
.
c) Setara Kas.
V. a
d
a
l
a
h
s
e
l
u
r
u
h
s
a
l
d
o
r
e
k
e
n

i
n
g
p
e
m
e
r
i
n
t
a
h
y
a
n
g
s
e
t
i
a
p
s
a
a
t
d
a
p
a
t
d

i
t
a
r
i
k
a
t
a
u
d
i
g
u
n
a
k
a
n
u
n
t
u
k
m
e
l
a
k
u
k
a
n

p
e
m
b
a
y
a
r
a
n
.
W. Sedangkan apabila dilihat berdasarkan unit pengelolanya maka kas dan setara kas
dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
X.
a) Kas dan setara kas Yang Dikelola Bendahara Umum Negara (BUN)
Y. K
a
s
d
a
n
s
e
t
a
r
a
k
a
s
y
a
n

g
d
i
k
e
l
o
l
a
o
l
e
h
B
U
N
a
t
a
u
K
u
a
s
a
B
U
N
t
e

r
d
i
r
i
a
t
a
s
i)

:
Kas dan setara kas pada Rekening Kas Umum Negara dan sub Rekening Kas

Umum Negara (sub RKUN) di Bank Sentral;


ii) Kas dan setara kas pada Rekening Pemerintah Lainnya di Bank Sentral atau
Bank Umum;
iii) Kas pada Rekening Bank Persepsi dan Bank Operasional yang dikelola Kuasa
BUN;
iv) Rekening khusus (special account) pemerintah yaitu rekening yang dibuka oleh
Menteri Keuangan selaku BUN pada Bank Indonesia atau Bank Umum untuk
menampung dana pinjaman dan/atau hibah luar negeri.
b) Kas dan Setara Kas yang Dikelola Non BUN (K/L dan BLU)
Z. K
a
s
d
a
n
s
e
t
a
r
a
k
a
s

y
a
n
g
p
e
n
g
u
a
s
a
a
n
,
p
e
n
g
e
l
o
l
a
a
n
,
d
a
n
p
e
r
t
a

n
g
g
u
n
g
j
a
w
a
b
a
n
n
y
a
t
i
d
a
k
d
i
l
a
k
u
k
a
n
o
l
e
h

B
e
n
d
a
h
a
r
a
U
m
u
m
N
e
g
a
r
a
,
y
a
n
g
a
n
t
a
r
a
l
a

i
n
t
e
r
d
i
r
i
d
a
r
i
:
i)

Kas di Bendahara Penerimaan


AA.Kas di Bendahara Penerimaan adalah saldo kas yang dikelola oleh
bendahara penerimaan untuk tujuan pelaksanaan penerimaan di lingkungan
kementerian/lembaga setelah memperoleh persetujuan dari pejabat yang

berwenang sesuai peraturan perundang-undangan.


ii) Kas di Bendahara Pengeluaran
AB.Kas di Bendahara Pengeluaran adalah saldo uang persediaan yang dikelola
oleh bendahara pengeluaran yang harus dipertanggungjawabkan dalam rangka
pelaksanaan pengeluaran kementerian negara/lembaga/satuan kerja.
iii) Kas dan setara kas di Badan Layanan Umum (Kas di BLU)
AC.
Kas di BLU adalah saldo kas pada instansi pemerintah yang
menerapkan pola pengelolaan keuangan BLU di kementerian negara/lembaga
yang merupakan bagian dari kekayaan negara yang tidak dipisahkan. Kas di BLU
dapat disimpan dalam bentuk tunai atau disimpan pada rekening di bank oleh
bendahara penerimaan atau bendahara pengeluaran.
iv) Kas dan setara kas lainnya yang dikelola Kementerian Negara/Lembaga (KL)
dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan.
AD.
Kas lainnya yang dikelola KL dalam rangka penyelenggaraan
pemerintahan adalah saldo kas pada KL selain dari Kas di Bendahara
Pengeluaran, Kas di Bendahara Penerimaan dan Kas di BLU. Saldo tersebut
dapat berupa pendapatan seperti bunga, jasa giro, pungutan pajak, dan
pengembalian belanja yang belum disetor ke kas negara, belanja yang sudah
dicairkan akan tetapi belum dibayarkan kepada pihak ketiga, dan kas dari hibah
langsung KL.
C. PENGAKUAN

AE.
Kas dan setara kas diakui pada saat:
a) Memenuhi definisi kas dan/atau setara kas; dan
b) Penguasaan dan/atau kepemilikan kas telah beralih kepada pemerintah
D. PENGUKURAN
AF.
Kas dan Setara Kas dicatat berdasarkan nilai nominal yang disajikan dalam
nilai rupiah. Apabila terdapat saldo kas dalam valuta asing maka nilainya disajikan
dalam neraca berdasarkan nilai translasi (penjabaran) mata uang asing tersebut
terhadap rupiah menggunakan kurs tengah bank sentral pada tanggal neraca.
E. CONTOH JURNAL
a) Penerimaan Kas
AG. Penerimaan kas adalah semua aliran kas yang masuk ke Rekening Kas
Umum Negara yang menambah saldo uang negara.
AH. Jurnal penerimaan kas pada Rekening Kas Umum Negara yang dibukukan di
Buku Besar Kas dan Buku Besar Akrual adalah sebagai berikut:
AI.

A AJ.

Uraian Akun

AK.

D AL.

kun
AM.

1 AN.

Kas dan Setara Kas

r
AO.

r
X AP.

AR.

XX
AS.

AT.

11xxx
AQ.
3

Diterima dari Entitas Lain

13121
XX
AU. Penambahan uang negara, ditinjau dari sumbernya, dikelompokkan menjadi
sebagai berikut:
(1) Pendapatan Pajak, Pendapatan Bukan Pajak, dan Hibah.
(2) Penerimaan Pembiayaan (divestasi, penerimaan cicilan

pengembalian

penerusan pinjaman, penerimaan dari penerbitan SBN, pinjaman dalam negeri,


dan sebagainya).
(3) Penerimaan Negara Lainnya (PFK, Transaksi Retur Belanja, Pengembalian
Belanja, Penjualan Aset Tetap,dan sebagainya).
b) Pengeluaran Kas
AV. Pengeluaran kas adalah semua aliran kas yang keluar dari Rekening Kas
Umum Negara yang mengurangi kas negara. Jurnal pengeluaran kas dari Rekening
Kas Umum Negara yang dibukukan di Buku Besar Kas dan Buku Besar Akrual
adalah sebagai berikut:
AW.

A AX.

Uraian Akun

AY.

D AZ.

kun
BA.

3 BB.

Ditagihkan ke Entitas Lain

r
BC.

r
X BD.

XX
BG.

BH.

13111
BE.
1

BF.

Kas dan Setara Kas

11xxx
XX
BI.
Pengurangan uang negara, ditinjau dari penyebabnya, dikelompokkan
sebagai berikut:
i)

Belanja Negara (atau Beban yang berakibat pada pengeluaran kas).

ii) Pengeluaran Pembiayaan (Contohnya: Investasi, Pembayaran Pokok Pinjaman,


kewajiban penjaminan, penerusan pinjaman dan sebagainya).
iii) Pengeluaran Transfer.
iv) Pengeluaran Negara Lainnya. (Contohnya: pengembalian

pendapatan,

penyelesaian kewajiban dan pembayaran pengembalian PFK).


F. PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN
BJ.
Kas dan Setara Kas disajikan dalam Neraca.
BK.
Berikut adalah ilustrasi penyajian Kas dan Setara Kas pada neraca:
BL.P
E
M
E
R
I
N
T
A
H
A
B
C
BM.
NE
R
A
C
A
BN.
Per
3
1
D
e
s
e
m
b
e
r
2
0
X
1
BO.
BQ.
BS.

Kas
BU. Kas di Rekening KAs Umum Negara
BW. Kas di KPPN
BY. Kas di Rekening Pemerintah Lainnya
CA. Kas di Bendahara Penerimaan

CC. Kas di Bendahara Pengeluaran


CE. Kas di Badan Layanan Umum
CG.
CI.
CK.
CM.

CO.
CQ.
CS.
CU.
CW.
CX.
Disamping disajikan dalam Neraca, Kas dan Setara Kas juga disajikan dalam
Laporan Arus Kas. Berikut adalah ilustrasi penyajian pada LAK, apabila terdapat
kenaikan atau penurunan atas kas dan setara kas:
CY.P
E
M
E
R
I
N
T
A
H
A
B
C
CZ.N
E
R
A
C
A
DA.
Unt
u
k
P
e
r
i
o
d
e

y
a
n
g
B
e
r
a
k
h
i
r
t
a
n
g
g
a
l
3
1
D
e
s
e
m
b
e
r
2
0
X
1
DB.
DC.
DE.

DG.

DI.

DK.

DM.
DO.

Total Kenaikan/Penurunan Kas


Penyesuaian
DQ.

DS.
DU.

DW.

Saldo Akhir di BUNJ dan Bendahara Pengeluaran


DY.

EA.

EC.
EE.

SALDO AKHIR KAS


EG.

EH.
Penyajian Kas dan Setara Kas di Neraca dan Laporan Arus Kas dijelaskan,
diperinci dan diberikan analisa dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK).
Beberapa hal yang perlu diungkapkan dalam CaLK antara lain:
i) Penjelasan dan sifat serta penggunaan dari rekening yang dimiliki dan dikuasai
pemerintah
ii) Pengungkapan informasi penting lainnya yang disyaratkan oleh PSAP yang
belum disajikan pada lembar muka laporan keuangan.
EI.
EJ. B
A
B
I
I
I
EK.
PEN
U
T

U
P
EL. Kas dan Setara Kas merupakan kelompok akun yang digunakan untuk mencatat kas
dan setara kas yang dikelola oleh Bendahara Umum Negara dan Kementerian
Negara/Lembaga.
EM.

Dilihat dari bentuknya maka Kas dan Setara Kas dapat dibagi dalam 3

klasifikasi besar yaitu: Uang Tunai, Saldo Simpanan di Bank, Setara Kas. Sedangkan
apabila dilihat berdasarkan unit pengelolanya maka kas dan setara kas dapat dibagi menjadi
dua, yaitu: Kas dan setara kas Yang Dikelola Bendahara Umum Negara (BUN) dan Kas dan
Setara Kas yang Dikelola Non BUN (K/L dan BLU).
EN.

Kas dan setara kas diakui pada saat: Memenuhi definisi kas dan/atau setara

kas; dan Penguasaan dan/atau kepemilikan kas telah beralih kepada pemerintah.
EO.

Kas dan Setara Kas dicatat berdasarkan nilai nominal yang disajikan dalam

nilai rupiah. Apabila terdapat saldo kas dalam valuta asing maka nilainya disajikan dalam
neraca berdasarkan nilai translasi (penjabaran) mata uang asing tersebut terhadap rupiah
menggunakan kurs tengah bank sentral pada tanggal neraca.
EP.
EQ.
ER.
ES.
ET.

DAFTAR PUSTAKA

EU.
EV.

Lampiran

III

Peraturan

Menteri

Keuangan

Republik

Indonesia

Nomor

219/PMK.05/2013 Tentang : Kebijakan Akuntansi Pemerintah Pusat, 2013, Jakarta.