Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

PRODUKSI DOMBA DAN KAMBING


Feed and Feeding Domba

Oleh :
Kelas

:E

Kelompok

:3

Neta Vidia

200110140089

Fachrul Akbar T

200110140152

Hizbi M Zulfan

200110140190

Nadya Robiatul A

200110140295

M. Luthfi AQJ

200110140299

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
SUMEDANG
2016

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat
dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan Makalah. Penyusunan
makalah ini ditujukan untuk memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah Produksi
Domba dan Kambing dengan judul Feed and Feeding Domba yang dibuat oleh
kelompok 1 yang beranggotakan 3 orang mahasiswa Peternakan Universitas
Padjadjaran. Penulis menyadari banyak kekurangan baik secara teknis penulisan
maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu
kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun sangat penulis
harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Semoga penyusunan makalah ini dapat
bermanfaat khususnya buat penulis dan umumnya untuk pembaca.
Sumedang, Maret 2015

Penulis

DAFTAR ISI
BAB
Halaman
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

ii
iii

DAFTAR GAMBAR
I.

II.

III.

iii

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang

1.2

Rumusan Masalah

1.3

Tujuan

PEMBAHASAN
2.1

Pakan Domba

2.2

Kebutuhan Pakan Domba

2.3

Cara Pemberian Pakan Untuk Domba

2.4

Sistem Pencernaan

PENUTUP
3.1

Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan. Galeri Pakan
Ternak.

[online]

diakses

melalui

http://ditjennak.pertanian.go.id pada 27 Maret 2016


N.R.C. 1995. Nutrient Requiment of Sheep. National Academy of
Science, Washington DC, USA
Parakkasi, A., 1995. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminansia.
UI Press, Jakarta
Saputro, Thomas. 2015. Pakan Untuk Ternak Domba. [online]
diakses melalui http://www.ilmuternak.com/2015/03/pakanuntuk-ternak-domba.html
Tim Redaksi Alamtani Buletin Agribisnis. Panduan Dasar Ternak
Domba. [online] diakses melalui http://alamtani.com/ternakdomba.html pada 27 Maret 2016
Tomaszewska, M. W., I.M. Mastika, A. Djajanegara, S. Gardiner, T.
R. Wiradarya. 1993. Produksi Kambing dan Domba di
Indonesia. Universitas Sebelas Maret Press. hlm: 22 -30
Van soest, P.J. dan C.J. Sniffen., P.S, Arora., 1983. Nitrogen Faction
in NDF Proc, Dist, Feed Conf.

DAFTAR GAMBAR
Nomor
Halaman
1.1
71
1.2
1.3
2.1
71
3.1

Gambar Sumber Hijauan Segar dan Kering


Gambar Konsentrat
71
Gambar Garam Sebagai Sumber Mineral
71
Gambar Cara Pemberian Pakan pada Domba
Gambar Sistem Pencernaan Domba

71

I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang

1.2

Rumusan Masalah
(1) Apa saja sumber pakan untuk domba.
(2) Berapa kebutuhan pakan untuk domba.
(3) Bagaimana cara pemberian pakan untuk domba.
(4) Bagaimana sistem pencernaan pada domba.

1.3

Tujuan
(1) Untuk mengetahui apa saja sumber pakan untuk domba.
(2) Untuk mengetahui berapa kebutuhan pakan untuk domba.
(3) Untuk mengetahui bagaimana cara pemberian pakan untuk domba.
(4) Untuk mengetahui bagaimana sistem pencernaan pada domba.

II
PEMBAHASAN
2.1

Pakan Domba

Makanan bagi ternak dari sudut nutrisi merupakan salah


satu unsur yang sangat penting dalam menunjang kesehatan,
pertumbuhan dan reproduksi ternak. Kebutuhan akan makanan
meningkat selama domba masih dalam pertumbuhan berat
tubuh dan pada saat kebuntingan. Menurut Parakkasi (1995),
pemberian

makanan

harus

dilandasi

dengan

beberapa

kebutuhan sebagai berikut :


a. Kebutuhan hidup pokok.
b. Kebutuhan untuk pertumbuhan, kebutuhan makanan yang
diperlukan

untuk

memproduksi

jaringan

tubuh

dan

menambah berat tubuh.


c. Kebutuhan untuk reproduksi contohnya kebuntingan.
(1)Sumber hijauan
Sumber pakan domba adalah hijauan, hijauan terbagi
dua macam yaitu hijauan segar, hijauan kering, dan silase.
Hijauan
keadaan

segar
segar

adalah
tanpa

hijauan
ada

yang

perlakuan

diberikan

dalam

apapun

seperti

disimpan, dikeringkan, atau difermentasi. Contoh hijauan


segar berupa rumput-rumputan adalah rumput alam,
rumput

gajah,

rumput

benggala,

dan

rumput

raja,

sedangkan contoh hijauan berupa legume adalah daun


lamtoro, daun turi, dan kaliandra. Hijauan kering adalah

hijauan yang diberikan setelah dikeringkan dan memiliki


kandungan serat kasar lebih dari 30%. Contoh hijauan
kering berupa jerami adalah jerami padi, jerami pucuk
tebu, dan jerami jagung.

Gambar 1.1 Sumber Hijauan Segar dan Kering


(2)Sumber konsentrat
Ternak domba yang ditujukan untuk produksi daging
selain diberikan pakan hijauan juga diberikan pakan
konsentrat. Konsentrat adalah pakan yang memiliki nilai
protein dan energy yang tinggi dengan serat kasar rendah.

Fungsi konsentrat adalah sebagai pakan penguat pada


domba dan pelengkap kebutuhan gizi. Konsentrat ini
berasal dari campuran biji-bijian seperti jagung giling,
menir,

dedak,

tepung

ikan,

bungkil-bungkilan,

umbi-

umbiandan ampas tahu. Pemberian pakan konsentrat bisa


diberikan bersamaan dengan hijauan atau dijadwalkan
secara terpisah.

Gambar 1.2 Konsentrat


(3)Sumber pakan tambahan
Pakan

tambahan

produktivitas

ternak

diperlukan

domba.

Pakan

untuk

memicu

tambahan

yang

umumnya diberikan adalah vitamin, hormone, mineral, dan


probiotik. mineral yang sering diberikan adalah garam
sebagai sumber mineral NaCl. Pemberian pakan tambahan
ini

tidak

wajib

menguntungkan.

namun

pemberian

yang

rutin

dapat

Gambar 1.3 Garam sebagai sumber mineral

2.2

Kebutuhan pakan domba

Kebutuhan pakan hijauan untuk domba lokal umumnya


berkisar

3-5

kg/ekor/hari,

sedangkan

kebutuhan

pakan

konsentrat berkisar 0,5 kg/ekor/hari. Pemberian pakan harus


memperhatikan usia dan ukuran domba. Kebutuhan anak domba,
domba muda, dan domba dewasa masing-masing berbeda.
Kebutuhan air untuk domba juga perlu diperhatikan, meskipun
konsumsi air minum domba lebih sedikit dibandingkan sapi tetapi
diupayakan air minum disediakan secara ad libitum. Kebutuhan
rata-rata air minum untuk domba adalah 3-4 liter/hari.
Kebutuhan

pakan

domba

per

hari

dapat

dihitung

menggunakan ketentuan berikut :


Pakan hijauan

= 10-20% dari bobot tubuh

Pakan konsentrat = 2-4% dari bobot tubuh


Mineral (garam) = 1% dari bobot tubuh
Adapun

campuran

pakan

domba

yang

digolongkan

berdasarkan tingkatan umur adalah sebagai berikut :


Ternak dewasa
Induk bunting

: rumput 75%, daun 25%


: rumput 60%, daun 40%, konsentrat 2-3

gelas
Induk menyusui

: rumput 50%, daun 50% dan konsentrat2-3

gelas
Anak sebelum disapih : rumput 50%, daun 50%
Anak lepas sapih : rumput 60%, daun 40% dan konsentrat 0,51
gelas

Berikut adalah tabel kebutuhan harian zat-zat makanan


untuk ternak domba berdasarkan bobot badannya menurut NRC
(1995).

2.3

Cara pemberian pakan untuk domba

Pemberian pada domba dapat dilakukan dengan dua cara


yaitu digembalakan atau disediakan. Pemberian pakan dengan
menggembalakan adalah melepaskan ternak domba di lahan
pasture atau lahan penggembalaan dimana lahan tersebut
secara sengaja atau tidak ditanami berbagai jenis rumputrumputan

atau

hijauan

yang

disukai

oleh

domba.

Waktu

penggembalaan perlu diperhatikan ketika hijauan sudah bebas


dari embun dan sebelum hari gelap, waktu yang dirasa cukup
tepat adalah pukul 3 sore.
Pemberian pakan yang disediakan artinya domba berada di
dalam kandang dan para petugas kandang yang mendatangi
setiap kandang untuk mengisi bak pakan. Pakan yang diberikan
dengan cara seperti ini biasanya dilakukan sebanyak 2-3 kali
sehari juga termasuk pemberian pakan konsentrat. Keuntungan

dari cara ini adalah pakan yang diberikan kepada ternak lebih
terkontrol dan dapat terukur banyaknya dibandingkan ketika
digembalakan

yang

sulit

diketahui

banyak

pakan

yang

dikonsumsinya.
Bahan pakan hijauan yang melimpah saat musim hujan
dapat diawetkan agar dapat diberikan pada saat hijauan sulit
diperoleh saat musim kemarau. Cara pengawetan yang umum
dilakukan adalah dikeringkan dan difermentasi. Hijauan yang

dikeringkan merupakan hijauan yang dijemur hingga kadar


airnya berkurang supaya dapat bertahan lama contohnya hay,
sedangkan hijauan yang difermentasi merupakan hijauan yang
diberikan

mikroorganisme

menguntungkan

supaya

bisa

mengawetkan hijauan dalam jangka waktu yang panjang.


Gambar 2.1 Domba digembalakan (kiri). Pakan disediakan
peternak (kanan)
2.4

Sistem pencernaan pada domba

Menurut Van Soest, dkk (1983) perkembangan sistem


pencernaan

domba

mengalami

tiga

fase

perubahan.

Fase

pertama disebut non ruminansia pada waktu domba baru


dilahirkan sampai umur tiga minggu sistem pencernaan sama
dengan mamalia lain. Fase kedua disebut transisi pada domba
umur 3-8 minggu karena mulai ada perkembangan rumen. Fase
ketiga disebut fase ruminansia karena domba dewasa berumur
lebih dari 8 minggu dan seluruh fungsi saluran pencernaan
termasuk lambungnya.
Proses pencernaan pada domba/kambing berawal dari
prehensi dan dimulai dengan pengunyahan secara mekanis di
dalam mulut, kemudian akan berlanjut dengan salive dan proses
fermentasi

mikroorganisme

di

dalam

rumen,

serta

proses

hidrolisis oleh enzim-enzim pencernaan dari induk semang.


Menurut Tomaszewska, dkk (1993) terdapat perbedaan
fisiologi pencernaan antara domba dan kambing, yatu : cara
makan domba adalah dengan merumput dan tidak banyak
memilih jenis rumput, berbeda halnya dengan kambing yang
makan dengan cara meramban, lebih memilih makan daun
semak dan selektif memilih rumput.

Gambar 3.1 Sistem pencernaan domba

III
PENUTUPAN
3.1 Kesimpulan