Anda di halaman 1dari 70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017

RENCANA INDUK
PENGEMBANGAN e-Development
PEMERINTAH Kabupaten Malang
2013 2017

KERJASAMA

PEMERINTAH Kabupaten Malang


DAN BALAI IPTEKnet BPPT

BALAI JARINGAN INFORMASI ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI


DEPUTI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI ENERGI DAN MATERIAL
BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI
2012
IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

1/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017

Daftar Halaman
TERMINOLOGI................................................................................................................................. 6
BAB I : PENDAHULUAN.................................................................................................................. 8

1.1. Latar Belakang..........................................................................................................8


1.2. Tujuan........................................................................................................................10
1.3. Ruang Lingkup..........................................................................................................10
1.4. Legalitas....................................................................................................................11
1.5. Sekilas Tentang Kabupaten Malang..........................................................................12
1.6. Visi dan Misi Pembangunan Kabupaten...................................................................13
BAB II KONDISI TERKINI PENGEMBANGAN TI............................................................................19

2.1. Suprastruktur.............................................................................................................19
2.2. Infostruktur................................................................................................................22
2.3. Infrastruktur...............................................................................................................23
2.4. Keluhan, Harapan dan Peran TI...............................................................................27
BAB III : PENGETAHUAN TERKINI................................................................................................30

3.1. Peran TI di Organisasi...............................................................................................30


3.2. Tatakelola TI..............................................................................................................32
3.3. e-Development..........................................................................................................32
3.4. Komputasi Awan........................................................................................................34
3.5. Sistem Inovasi Daerah..............................................................................................35
3.6. Chief Information Officer...........................................................................................37

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

2/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


BAB IV : ANALISA ......................................................................................................................... 40

4.1. Analisa SWOT...........................................................................................................40


4.2. Analisa Resiko...........................................................................................................41
BAB V : KEBIJAKAN STRATEGIS ................................................................................................44

5.1. Konsep Pengembangan............................................................................................44


5.2. Visi, Misi, Value dan Peran TI...................................................................................46
5.4. Pemetaan Peran e-Development terhadap RJPP Pemkab......................................47
BAB VI. PERENCANAAN PENGEMBANGAN................................................................................50

6.1. Suprastruktur.............................................................................................................50
6.2. Infrastruktur...............................................................................................................56
6.3. Infostruktur................................................................................................................64
6.4. Rencana Tindak Penguatan Sistem Inovasi Daerah berbasis e-Development........69
REFERENSI.................................................................................................................................... 71

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

3/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017

TERMINOLOGI
1. Analisis Strengths-Weaknesses-Opportunities-Threats (SWOT) : Metode yang digunakan
untuk

mengevaluasi

kekuatan

(Strength),

kelemahan(Weaknesses),

peluang

(Opportunities) serta ancaman (Threats) dalam perumusanstrategi suatu organisasi


berdasarkan kondisi lingkungan internal maupun lingkunganeksternal yang terdapat pada
organisasi saat ini.
2. Strategi Strengths-Opportunities : Alternatif strategi yang diterapkan untuk menggunakan
kekuatan dalam meraih peluang yang tersedia
3. Strategi Strengths-Threats : Alternatif strategi yang diterapkan untuk menggunakan
kekuatan dalam mengatasi ancaman
4. Strategi

Weaknessess-Opportunities

Alternatif

strategi

yang

diterapkan

untuk

mengeliminasi kelemahan dalam meraih peluang yang tersedia


5. Strategi Weaknessess-Threats : Alternatif strategi yang diterapkan untuk mengeliminasi
kelemahan dalam mengatasi ancaman.
6. Firewall : Perangkat keras atau lunak yang berfungsi sebagai penyaring paket data yang
masuk dari jaringan internet.
7. Host : Komputer / client yang terkoneksi dalam suatu jaringan komputer
8. Internet : sistem jaringan computer global yang saling terhubung satu sama lain
yangmelakukan pertukaran data dan informasi menggunakan standar tertentu (TCP/IP).
9. Local Area Network (LAN) : Jaringan komputer yang mencakup suatu area geografis kecil
seperti rumah, kantor atau gedung.
10. MAN : Megapolitan Area Network : Jaringan backbone yang mencakup suatu area
geografis sangat luas dalam satu wilayah seperti Kabupaten, Kabupaten dll.
11. Wide Area Network (WAN): Jaringan backbone dan komunikasi data yang menghubungkan
koneksi antar wilayah yang lebih luas daripada MAN
12. Router : Perangkat jaringan komputer yang berfungsi melakukan routing informasi.
13. Sistem Informasi : Sistem yang merubah data menjadi informasi yang bermanfaat bagi
IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

4/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


manusia
14. Switch : Perangkat jaringan komputer yang berfungsi untuk meneruskan paket data
kealamat (komputer) yang dituju pada suatu jaringan komputer
15. TIK : Teknologi Informasi dan Komunikasi, istilah lain dari Information andcommunication
technology (ICT), SI/TI.
16. Teknologi Informasi : Infrastruktur pendukung sistem informasi meliputi perangkat keras
seperti komputer, server dan jaringan komputer

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

5/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017

BAB I : PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pemerintah daerah yang modern kini mulai menyadari, bahwa salah satu faktor sukses untuk
keberhasilan dan keberlangsungan layanan masyarakat dan sistem perkantorannya, adalah
manajemen yang efektif dan efisien dengan memanfaatkan dan mendayagunakan teknologi
informasi sebagai motor penggerak proses bisnis pemerintahan dan bahkan mampu berperan
serta dalam proses pengambilan keputusan (Decision Support Information System).
Fenomena tersebut mewarnai perubahan pola tatakelola organisasi, sebagai akibat dari pesatnya
perkembangan teknologi informasi, yang menuntut pemkab untuk mempertimbangkan beberapa
hal sebagai berikut :
1. Kepedulian dan kesadaran suatu organisasi terhadap peranan Teknologi Informasi dalam
mengelola dan menyajikan informasi yang lengkap, akurat, dan tepat waktu, akan sangat
berpengaruh terhadap kinerja pemkab sebagai Public Services.
2. Meningkatnya kerentanan dan meluasnya ancaman terhadap tata laksana operasi teknologi
informasi, seperti ancaman keamanan jaringan komputer dan penyalahgunaan informasi
strategis, perlu mendapat perhatian yang serius dalam proses pengembangan teknologi
informasi.
3. Skala dan biaya investasi pengelolaan informasi dan sistem informasi yang relatif besar
maka perlu diperhitungkan dengan cermat untuk menghindari salah langkah dan
kemubadziran.
4. Potensi penggunaan teknologi informasi yang terintegrasi dalam meningkatkan kemampuan
pemkab, dapat menjadi sarana munculnya peluang-peluang baru bagi pemkab, serta
dampak administrative & fasilitatif untuk mengurangi beban biaya dan masalah masalah
operasional pemkab. Menyadari kebutuhan dan komplexnya teknologi informasi yang
ditawarkan pasar, maka diperlukan kehati-hatian dalam melakukan pemilihan teknologi
informasi, karena tidak semua teknologi informasi terbaru memberikan manfaat secara
langsung maupun tidak langsung kepada pemkab. Dalam rangka mengintegrasikan dan
mengoptimalkan sistem informasi yang tergelar saat ini, dibutuhkan suatu Rancangan

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

6/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


Strategis Pengembangan Teknologi Informasi (Master Plan) yang tepat-guna dan aman
(secure), baik dari sisi Gelaran Aplikasi (Application), gelaran Jaringan (Network), gelaran
Komunikasi (WAN), perangkat kerja users (Server, router, terminal, printer, scanner dll)
maupun Sumberdaya Manusianya agar sejalan dengan tujuan pembangunan Kabupaten.
Mengingat pentingnya fungsi pengelolaan data dan informasi ini, terutama untuk mendukung
proses bisnis di instansi pemerintah maka selayaknya masalah pengelolaan data dan informasi ini
sama pentingnya dengan pengelolaan sumberdaya lainnya, seperti halnya sumberdaya manusia,
keuangan, waktu dan yang lainnya. Sistem informasi kini telah menjadi kerangka dasar bagi semua
aktifitas pemerintahan dan memungkinkan bagi fungsi manajerial dalam melakukan upaya
pengelolaan sumber daya yang dimiliki secara lebih efisien dan efektif.
Menyadari akan pentingnya peranan sistem informasi dalam sistem pemerintahan ini, dan didorong
dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dalam era milenium ini, perencanaan yang
baik sangat diperlukan dalam pemilihan teknologi ataupun implementasi teknologi informasi dalam
pemerintahan. Tanpa perencanaan yang baik seringkali penerapan teknologi informasi akan
terjebak menjadi penyelesaian yang tidak optimal dengan investasi yang tidak sesuai dengan hasil
yang diharapkan.
Perencanaan pengembangan TI harus sejalan atau bahkan kedepan bisa menjadi penggerak
utama pembangunan Kabupaten yang menyeluruh disemua aspeknya yang terdiri dari
pengembangan layanan pemerintah, pengembangan ekonomi, politik, agama, budaya serta
kenyamanan dan keamanan bertempat tinggal didalamnya.
Berdasarkan hal tersebut diatas, Pemerintah Kabupaten Malang perlu memnyusun perencanaan
induk pengembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sejalan dengan pebangunan
Kabupaten secara komprehensif yang selanjutnya disebut dengan IT Masterplan dalam kerangka
e-Development untuk pengelolaan manajemen di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Malang.
Diharapkan dokumen ini akan dapat menjadi acuan ataupun bahan pertimbangan terutama bagi
pengambil keputusan di jajaran Pemerintahan Kabupaten Malang dalam melakukan investasi
ataupun pemilihan teknologi yang berkaitan dengan penggunaan teknologi informasi secara
internal. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan juga perkembangan
dalam sistem pemerintahan, dokumen ini harus bersifat dinamis (living document), serta diperlukan
review ataupun evaluasi secara periodik untuk tetap menjaga aktualitasnya.

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

7/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017

1.2. Tujuan

IT Master Plan Pemerintah Kabupaten Malang, merupakan perencanaan strategis dalam


konteks pemanfaatan teknologi informasi yang bersifat menyeluruh, terpadu serta
terkoordinasi yang secara dinamis dan realistis memperhitungkan serta mengkaitkan
aspek-aspek manajemen kelembagaan, hukum dan perundang-undangan, perangkat
keras, perangkat lunak, sumberdaya manusia, jaringan komunikasi data, dan dan lain-lain.

IT Master Plan Pemerintah Kabupaten Malang dapat digunakan sebagai arahan kebijakan
dan strategi yang dapat menjadi pedoman umum dalam rangka menyusun perencanaan
serta pelaksanaan terkait dengan pengembangan e-Development sehingga lebih
sistematis, terarah, berkesinambungan dalam kerangka mendukung tugas fungsi
Pemerintah Kabupaten Malang kearah efektifitas pelayanan publik serta pelayanan antar
instansi pemerintah

Terwujudnya sistem informasi manajemen yang terpadu di lingkup Pemerintah Kabupaten


Malang. Terciptanya koordinasi, integrasi, sinkronisasi dalam perencanaan, pelaksanaan,
dan pengendalian e-Development serta terselenggaranya pemakaian sumberdaya secara
efektif dan efisien.

1.3. Ruang Lingkup


Ruang lingkup IT Master Plan Pemerintah Kabupaten Malang ini mencakup beberapa hal sebagai
berikut:

Pendefinisian arahan strategis dan kerangka kebijakan penggunaan teknologi informasi di


pemkab Malang yang akan memicu perencanaan investasi dan dukungan teknologi
informasi untuk proses manajemen pemerintahan.
Mengembangkan arahan strategis teknologi informasi yang menjelaskan kontribusi
teknologi informasi terhadap visi dan misi pemkab Malang.
Mengembangkan

kerangka

kebijakan

manajemen

untuk

penentuan

kebijakan,

penentuan prioritas, dan alokasi sumberdaya untuk penerapan teknologi informasi.

Perencanaan infrastruktur teknologi dan sistem informasi yang dibutuhkan


Menjelaskan arsitektur teknis dari jaringan, perangkat keras dan perangkat lunak yang

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

8/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


memungkinkan

penerapan

teknologi

informasi

dalam

menunjang

manajemen

pemerintahan pemkab Malang.


Merekomendasikan portofolio sistem informasi yang sesuai dengan kebutuhan pemkab
Malang.

Menyajikan Rencana Transisi yang menjelaskan bagaimana perubahan akan dilakukan


Menjelaskan langkah-langkah untuk menyelaraskan aktivitas teknologi informasi,
investasi dan jasa sesuai dengan rencana strategis pemkab Malang.
Merekomendasikan usulan skala prioritas untuk penanganan proyek-proyek teknologi
informasi.

Merekomendasikan manajemen penerapan teknologi informasi yang tersentral.

1.4. Legalitas

PBB, WSIS I (World Summit onInformation Society), Jenewa 10-12 Desember 2003, MDGs
(Millennium Development Goals). Diharapkan pada 2015, desa-desa, perguruan tinggi,
akademi, SD dan SMP, perpustakaan, pusat kebudayaan, museum, kantor pos, arsip, pusat
kesehatan, rumah sakit, telah terhubung dengan TIK

UU No. 11 th. 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

UU No. 32 Th. 2004, tentang Pemerintahan Daerah.

UU No. 19 Th. 2002 tentang HaKI.

UU No. 25 Th. 1999, tentang Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah.

UU No. 14 Th. 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik

UU No. 23 Th. 2006 tentang Administrasi Kependudukan

UU No. 32 Th. 2004 tentang Pemerintah daerah

PP No. 84 Th. 2000, tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah.

PP No. 65 Th. 2010 tentang perubahan atas peraturan pemerintah nomor 56 tahun 2005
tentang sistem informasi keuangan daerah

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

9/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017

Keppres No. 20 Th. 2006, tentang Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional

Keppres No. 9 Th. 2003, tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia.

Inpres No. 3 Th. 2003, tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan EGoverment

Inpres No. 6 Th. 2001, tentang Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika.

Inpres nomor 3 Th. 2001 tentang penerapan dan pengembangan teknologi tepat guna

Kepmen kemendagri No. 45 Th. 1992, tentang Pokok-pokok Kebijaksanaan Sistem


Informasi Manajemen Departemen Dalam Negeri (SIMDAGRI).

Kepmen kemenpan No. 13 th. 2003 tentang Pedoman Umum Perkantoran Elektronis
Lingkup Intranet di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Permen Kemenkominfo No. 41 th 2007 tentang panduan umum tata kelola teknologi
informasi dan komunikasi nasional.

Perda / perbub terkait pengelolaan teknologi informasi di Kabupaten Malang diantaranya


Raperbup Penyelenggaraan e-Government (Inpres 3/2003)

1.5. Sekilas Tentang Kabupaten


Malang

Luas Wilayah = 3.534,86 km2 atau


353.486 ha.

Jumlah Penduduk tahun 2010 versi


Dispenduk Capil = 2.725.191 jiwa; Versi
BPS = 2.446.218 jiwa (2010)

Jumlah Kecamatan = 33

Jumlah Desa = 378

Jumlah Kelurahan = 12

Pertumbuhan Ekonomi 2009 = 5,25 %

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

10/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


Th. 2010 = 6,77%

PDRB ADHB (2010)= Rp. 31.573.866 juta

Pendapatan perkapita (2010) = Rp. 13.720.000,-

APBD Tahun 2010 = Rp. 1.823.019.307.886,-

1.6. Visi dan Misi Pembangunan Kabupaten


Visi : Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Malang yang Mandiri, Agamis, Demokratis,
Produktif, Maju, Aman, Tertib dan Berdaya Saing atau MADEP MANTEB
Mandiri : yang dimaknai dengan pertama: kemandirian pengelolaan daerah berupa kebijakan
Pemerintah Daerah yang mengutamakan kemampuan daerah dalam rangka mengelola potensi
sumber daya alam dan buatan yang didukung oleh kemampuan sumber daya manusia, energi,
infrastruktur dan pelayanan publik. Kedua: kemandirian masyarakat berupa sikap dan kondisi
masyarakat yang memiliki semangat entrepreneurship untuk semakin mampu memenuhi
kebutuhan dengan mengandalkan kemampuan dan kekuatan sendiri. Inti dari pengertian
kemandirian adalah semakin berkembangnya jiwa leadership dikalangan pemerintahan dan
semangat entrepreneurship di kalangan masyarakat luas.
Agamis : yang dimaknai dengan kondisi masyarakat yang senantiasa menerapkan nilai-nilai agama
dalam kehidupan sehari-hari dan senantiasa meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan
terhadap Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia yang diharapkan berdampak terhadap
keamanan, ketertiban dan produktivitas tinggi
Demokratis; yang dimaknai dengan kondisi penyelenggaraan pemerintahan yang senantiasa
melibatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan yang berlandaskan hukum dan
keadilan; sedangkan dari sisi masyarakat terwujudnya suatu kondisi masyarakat yang modern dan
majemuk, menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara berdasarkan falsafah
Negara Pancasila, ditandai dengan perilaku bijaksana, dan melaksanakan prinsip-prinsip
musyawarah untuk mufakat.
Produktif; yang dimaknai dengan semakin meningkatnya kualitas kinerja masyarakat sebagai pilar
utama peningkatan perekonomian daerah.
Maju; yang dimaknai dengan semakin meningkatnya kualitas sumber daya manusia dan hasil-hasil
IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

11/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


pembangunan yang ditandai dengan semakin meningkatnya indeks pembangunan manusia.
Aman : yang dimaknai dengan semakin meningkatnya keamanan masyarakat dan terlaksananya
penegakan hukum yang berkeadilan tanpa memandang kedudukan, pangkat, jabatan seseorang
serta terciptanya penghormatan pada hak-hak asasi manusia.
Tertib : yang dimaknai dengan semakin meningkatnya kepatuhan masyarakat terhadap berbagai
peraturan hukum yang berlaku
Berdaya Saing : yang dimaknai dengan semakin meningkatnya kualitas produk usaha mikro, kecil,
menengah dan koperasi untuk bersaing di pasar lokal maupun nasional serta semakin
meningkatnya daya saing daerah dalam rangka menarik minat investor.
Misi :
1. Mewujudkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama, adat-istiadat dan budaya.
2. Mewujudkan pemerintahan good governance (tata kelola pemerintahan yang baik), clean
government (pemerintah yang bersih), berkeadilan, dan demokratis
3. Mewujudkan supremasi hukum dan HAM
4. Mewujudkan kondisi lingkungan yang aman, tertib, dan damai
5. Mewujudkan peningkatan ketersediaan dan kualitas infrastruktur
6. Mewujudkan sumber daya manusia yang produktif dan berdaya saing
7. Mewujudkan

peningkatan

pertumbuhan

ekonomi

yang

berbasis

pertanian

dan

pemberdayaan masyarakat perdesaan.


8. Mewujudkan peningkatan kualitas dan fungsi lingkungan hidup, serta pengelolaan
sumberdaya alam yang berkelanjutan.
Adapun tujuan pembangunan yang dilaksanakan adalah:
1. Membentuk masyarakat yang berakhlaq mulia dan berkesholehan sosial serta menjunjung
tinggi nilai nilai agama dan budaya luhur dalam rangka memantapkan landasan spiritual,
moral dan etika pembangunan.
2. Membentuk birokrasi yang profesional, effektif dan effisien dalam melayani masyarakat
yang bebas korupsi, kolusi dan nepotisme.

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

12/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


3. Menciptakan iklim yang kondusif bagi pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan serta
memenuhi hak hak asasi masyarakat.
4. Membentuk lingkungan masyarakat yang saling melindungi dan mengayomi serta aparat
keamanan yang mampu mencegah tindak kejahatan dan menuntaskan tindak kriminalitas
melalui penegak an hukum secara adil.
5. Menyediakan infrastruktur yang mampu mendukung aktivitas ekonomi, sosial dan budaya.
6. Membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dalam kesehatan, pendidikan dan
kompetensi kerja.
7. Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan terutama melalui
pengembangan agro ndustri, pariwisata dan ekonomi perdesaan.
8. Mewujudkan keseimbangan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam dengan
pemeliharaan kualitas dan fungsi lingkungan hidup.
Dalam perspektif promosi daerah guna meningkatkan daya tarik, daya saing dan daya tahan, maka
melalui RPJMD ini dicanangkan Kabupaten Malang sebagai BUMI AGROWISATA yang
terkemuka di Jawa Timur dengan icon andalan:
1. AGRO pertanian dalam arti luas meliputi komoditas beras jagung, sayur mayur, gula,
daging, susu dan ikan; dengan Agropolitan Poncokusumo dan Minapolitan Wajak dan
Sendang Biru sebagai pusat pengembangan.
2. WISATA dengan paket paket unggulan wisata khas Malang an yaitu paket Singosari, paket
Kawasan Menuju Bromo, paket Gunung Kawi, paket Pantai Malang Selatan dan paket
Kanjuruhan (dalam rangka hari jadi Kabupaten Malang) serta Taman Wisata Air Wendit
yang akan mendo rong sektor industri pangan dan kerajinan, perdagangan dan investasi.
Sedangkan agenda pembangunannya adalah sebagai berikut:
1. Mewujudkan masyarakat yg agamis dan berbudaya. Suatu kondisi masyarakat yang
senantiasa menerapkan nilai nilai agama dalam kehidupan sehari hari dan senantiasa
meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa serta
berakhlaq mulia yang berdampak terhadap kemanan, ketertiban dan produktivitas tinggi.
2. Mewujudkan

pemerintahan

dan

masyarakat

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

yang

demokratis.

Suatu

kondisi

13/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


penyelenggaraan pemerintahan yang senantiasa melibatkan partisipasi masyarakat dalam
pengambilan keputusan yang berlandaskan hukum dan keadilan, sedangkan dari sisi
masyarakat terwujudnya suatu kondisi masyarakat yang modern dan majemuk, menjalani
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara berdasarkan falsafah Negara
Pancasila, yang ditandai dengan perilaku bijaksana dan melaksanakan prinsip prinsip
musyawarah untuk mufakat.
3. Mewujudkan pemerintahan dan masyarakat yang mandiri dan berdaya saing. Suatu kondisi
pemerintahan dan masyarakat yang semakin mampu menyelenggarakan pemerintahan dan
pembangunan berdasarkan kemampuan sendiri dan berdaya saing tinggi yang ditandai
dengan semakin berkembangnya jiwa leadership dikalangan pemerintahan dan sema ngat
enterpreneurship dikala ngan masyarakat luas.
4. Mewujudkan

masyarakat

yg

sejahtera.

Masyarakat

yang

semakin

meningkat

kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan hidup dan adanya jaminan masa depan yang
lebih baik.
Untuk mencapai hal hal tersebut, maka pembangunan di prioritaskan dan difokuskan pada:
1. Pelayanan Kesehatan yang terjangkau, terutama penyediaan pelayanan bagi masyarakat
miskin dan dusun dusun terpencil.
2. Pendidikan Murah dan Berkualitas, terutama pendidikan bagi warga miskin dan dusun
dusun terpencil.
3. Penyediaan Infrastruktur yg Memadai, terutama pembangunan baru dan pemantapan
jalan / jembatan untuk mendukung aktivitas perekonomian pariwisata dan dusun dusun
terpencil.
4. Perluasan Kesempatan Kerja dengan mendorong tumbuh dan berkembangnya investasi
besar, peningkatan ketrampilan kerja dan pengembang an semangat interpreneurship bagi
angkatan kerja.
5. Peningkatan Produksi dan Ketahanan Pangan dalam rangka memacu pertumbuhan
ekonomi dan menjamin ketahanan pangan masyarakat.
6. Kemudahan Pelayanan Publik baik administrasi kependudukan dan hak hak masyarakat
lainnya maupun pelaya nan perijinan dan informasi peluang usaha kepada dunia usaha.
IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

14/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


7. Pemenuhan Pelayanan Dasar dan Jaminan Sosial Bagi Masyarakat Miskin terutama ke
cukupan energi, air bersih dan kesehatan lingkungan terutama didusun terpencil dan sentra
kemiskinan.
Arah Kebijakan Umum dari pada RPJMD Tahun 2011-2015 adalah:
1. Mendorong maju dan berkembangnya lembaga agama, lembaga pendidikan keagamaan
dan sosial budaya dengan mengajak serta tokoh agama dan budaya dalam merumuskan
kebijakan pembangunan dan mensosialisasikannya kepada masyarakat.
2. Memperkuat kelembagaan, tugas pokok, fungsi dan norma standar pelayanan SKPD,
meningkatkan kesejahteraan pegawai dan melengkapi sarana dan prasarana kerja,
meningkatkan diklat aparatur, memberikan penghargaan dan sangsi kepada pejabat dan
pegawai secara konsisten
3. Membangun sistim informasi dan komunikasi publik, sosialisasi dan diseminasi produk
hukum serta kunjungan ke desa dan dusun terpencil dalam rangka dialog pembangunan.
4. Mendorong terwujudnya pengamanan swakarsa menggalakkan kembali pos keamanan
lingkungan dan kerja sama dengan aparat membangun sistim keamanan dan ketertiban
masyarakat terpadu dan komprehensif dengan mengajak tokoh agama, sosial, budaya dan
tokoh masyarakat.
5. Membangun dan memelihara infrastruktur perhubungan kebinamargaan, pengairan,
keciptakaryaan/pemukiman, energi dengan memprioritas kan kepentingan mendorong
perekonomian pariwisata dan pengentasan kemiskinan.
6. Meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pendidikan dan kesehatan, mengembangkan
sekolah kejuruan yang mampu menghasilkan SDM yang memiliki daya saing tinggi,
mengembangkan puskesmas sebagai pusat informasi masyarakat sehat, sekolah dan
pelayanan kesehatan gratis bagi keluarga miskin.
7. Memacu pertumbuhan sektor andalan pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan,
perikanan, industri, perdagangan dan jasa-jasa; serta mendorong pertumbuh an sektor
potensi seperti pariwisata, pertambangan dan jasa kontruksi/bangunan dengan mengarusutamakan peran usaha mikro kecil, menengah dan koperasi serta pengentasan kemiskinan.
8. Mengendalikan arahan perencanaan tata ruang, selektif dalam pemberian ijin industri yang
IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

15/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


rawan pencemaran, penghutanan / penghijauan lahan kritis dan pembuatan mitigasi
bencana untuk antisipasi dini.
Sebagai indikator kinerja daerah yang merupakan tujuan dari 8 misi, maka pada tahun 2015
terwujud kondisi masyarakat Kabupaten Malang yang semakin meningkat tingkat kemakmuran /
kesejahteraannya sebagai impact akumulatif atau agregat dari capaian visi-misi pembangunan
2011-2015 yang ditandai dengan:
1. Menurunnya kuantitas dan kualitas bahkan tidak terjadinya kasus SARA.
2. Semakin meningkatnya kepuasan masyarakat atas pelayanan pemerintah.
3. Semakin menurunnya kasus hukum dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
4. Semakin menurunnya kasus kriminal dan keamanan dan ketertiban.
5. Semakin meningkatnya ketersediaan kuantitas dan kualitas infrastruktur kebinamargaan,
pengairan dan keciptakaryaan / pemukiman.
6. Semakin meningkatnya indeks pembangunan manusia (IPM) dan indeks pembangunan
gender (IPG).
7. Semakin meningkatnya pertumbuhan ekonomi (PDRB, Inflasi, Pendapatan Perkapita) dan
menurunnya angka pengangguran dan kemiskinan.
8. Semakin menurunnya kasus pelanggaran lingkungan, meningkatnya luas lahan yang
dihutankan kembali dan penghijauan serta meningkatnya sumber daya alam yang terkelola.

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

16/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017

BAB II KONDISI TERKINI PENGEMBANGAN TI


Dari hasil survey ke lapangan, ditemukan kondisi pengembangan Teknologi Informasi dan
Komunikasi di lingkungan pemerintah Kabupaten Malang dalam konteks pengembangan eDevelopment sbb :

2.1. Suprastruktur
2.1.1. Organisasi
Pelaksana tugas bidang pengelolaan TIK yaitu:
Sesuai Perbup (No. 3 /2008) Bagian PDE (pejabat Eselon 3 ) terdiri atas 1 org. Kepala Bagian,
dan 3 orang Kasubag (Pengelolaan Data, Pelayanan Data, dan Teknologi Informasi).
Struktur organisasinya :

Visi : Terselenggaranya e-Government dalam mewujudkan Kabupeten Malang yang Mandiri,


Agamis, Produktif, Maju, Aman, Tertib dan Berdaya Saing
Misi :
1. Meningkatkan kwalitas dan pengelolaan data elektronik melalui penggunaan teknologi
informasi dan komunikasi.

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

17/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


2. Mewujudkan peran Teknologi Informasi dan komunikasi untuk peningkatan pelayanan
kepada masyarakat, pendidikan, kesehatan dan upaya pengentasan kemiskinan.
3. Meningkatkan penggunaan Sistem Informasi Manajemen (SIM) dan Sistem Informasi
Geografis (SIG) untuk menunjang sistem pengambilan keputusan dan kebijakan
pembangunan.
Tuga Pokok :
1. Melaksanakan

sebagian

tugas

Sekretaris

Daerah

dalam

penyusunan

kebijakan

pengelolaan data elektronik dan teknologi informasi, pengelolaan Teknologi Informasi


meliputi infrastruktur, sistem dan teknologi informasi, pelayanan pengolahan data elektronik;
2. Melaksanakan

tugas-tugas

lain

yang

diberikan

oleh Asisten

Perekonomian

dan

Pembangunan sesuai dengan bidang tugasnya.


Fungsi Bagian Pengelola Data Elektronik adalah :
1. penyusunan rencana dan program di bidang pengelola data elektronik;
2. penyusunan dan analisis data serta penyiapan sistem aplikasi yang dibutuhkan;
3. pengendalian data dari data masukan sampai data keluaran;
4. pengendalian arus data masukkan dan keluaran, pengoperasian komputer, penyiapan data,
penyediaan dan pengamanan perangkat keras/lunak komputer, serta pengamanan data
sesuai klasifikasi;
5. pemberian bimbingan dan pelayanan serta pengendalian komputerisasi kepada unit kerja di
lingkungan Pemerintah Daerah;
6. pelaksanaan kerja sama teknik dengan pihak luar yang berhubungan dengan pengelola
data elektronik;
7. pengembangan dan pengadaan teknologi informasi yang meliputi perangkat keras,
perangkat lunak, jaringan komunikasi dan pengembangan sumber daya manusia;
8. pelaksanaan koordinasi dengan lembaga/instansi lain;
9. penyelenggaraan pengamanan standar pelaksanan minimal yang wajib dilaksanakan dalam
bidang pengelola data elektronik.

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

18/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


SKPD lain terkait pengembangan TI adalah Bagian Infokom pada Dinas Hubinfokom, Tupoksi dari
bagian ini adalah terkait pada fungsi perijinan pembangunan telekomunikasi di Kabupaten Malang.
SKPD sebagai koordinator pengembangan e-Development :
Secara resmi kelembagaan, belum ada SKPD yang ditunjuk sebagai koordinator pengembangan eDevelopment, akan tetapi dengan mempelajari TUPOKSI yang sesuai komponen didalam eDevelopment, maka dapat disimpulkan bahwa koordinatornya adalah sbb:

e-Leadership dan Infokom terpadu : Pusat Data Elektronik

e-Government : Sekda dan Pusat Data Elektronik

e-Bisnis : Balitbangda, Bapeda, Kantor Penanaman Modal dan Dinas UMKM

e-society : Balitbangda, Bappeda, Kantor Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Pendidikan


dan Dinas Kesehatan

Chief Information Officer (CIO) adalah organisasi pengarah kebijakan pengembangan dan
pemanfaatan teknologi informasi sesuai Permen Kemenkominfo No. 41 th 2007 tentang panduan
umum tata kelola teknologi informasi dan komunikasi nasional, saat ini di pemerintah Kabupaten
Malang masih belum terbentuk, sehingga kebijakan teknologi informasinya masih dibebankan
kepada satuan unit kerja yang kewenangannya tidak mampu menjangkau ke seluruh sistem yang
ada di pemerintah Kabupaten.
2.1.2. SDM
Saat ini sudah 80% pegawai yang mampu menggunakan perangkat TIK. Tetapi dari 80% itu baru
20% yang memahami dan menguasai TIK yang didominasi oleh pegawai muda (Golongan III/a dan
III/b). Para pengambil keputusan sudah melihat peran TI yang mampu menjadi motor penggerak
tatakelola pemerintahan yang baik dan benar (e-governance).
Jumlah SDM TI sebagian besar berada di Kantor Pusat Pengolah Data Elektronik, sebagian lain
tersebar di semua SKPD yang menggunakan layanan TI, diantaranya Disdukcapil, Keuangan,
Bappeda, DPPKA dll. Namun tenaga ahli TI yang mempunyai tugas pokok sesuai kompetensinya
hanya berada di Kantor PDE, sedangkan lainnya berfungsi sebagai support teknis pemeliharaan
dan pengembangan teknologi informasi, bahkan ada beberapa dinas yang staf non TI nya juga
mampu mengembangkan aplikasi untuk lingkungan kedinasannya.

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

19/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


2.1.3. Regulasi
2.1.3.1. Kebijakan
Kebijakan dalam bentuk SK Bupati adalah sebagai berikut :

SK No : 180/150/KEP/421.013/2009 tentang petugas operator kecamatan

SK No : 180/263/KEP/421.024/2009 tentang Nama Domain Situs Web resmi Pemkab.


Malang

SK No : 180/352/KEP/421.013/2009 tentang Tim Pembina dan Pengelola Telecenter Sakti


Desa Wonomulyo Poncokusumo

RanSK tentang Tim Pengelola Mobile Community Access Point (M-CAP) Pemkab. Malang

2.1.3.2. Standard Operasional Procedure (SOP)


Standar Operasional prosedure yang sudah dibuat dan dilaksanakan adalah :

Penanganan Surat Warga

Pemberian Informasi Umum Proses Penanganan Surat Masuk di Sekretariat Daerah

Proses Updating Sub Domain Website SKPD

Proses Updating Sub Domain Website Kecamatan

Layanan Mobile Community Access Point (M-CAP)

2.2. Infostruktur
Pada dasarnya di setiap SKPD ada unit-unit pengelola TIK yang bertugas untuk mengelola sistem
informasi yang ada di unit masing-masing yang dibentuk berdasarkan kebutuhan SKPD masingmasing. Berikut kondisi aplikasi yang ada di pemkab Malang :
1. Adanya aplikasi Topdown baik dari propinsi maupun pusat
2. Adanya aplikasi yang dibangun sendiri oleh PDE dan SKPD lain
3. Adanya aplikasi untuk kebutuhan pengetikan dan proses penghitungan
4. Belum ada aplikasi yang terintegrasi satu sama lain

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

20/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


5. Belum ada kebijakan platform pengembangannya
6. Belum ada aplikasi eksekutif digital dashboard
7. Belum ada kebijakan dan contoh integrasi data
8. Belum ada kebijakan pentahapan digitalisasi proses bisnis
9. Belum ada kebijakan repository aset informasi
10. Belum ada kebijakan tatakelola keamanan informasi
Adapun aplikasi yang telah dibuat oleh PDE diantaranya :

SIM keluarga berencana

SIM analisa jabatan (sim anjab)

SIM perumahan

SIM alur surat (mail track)

SMS info berita skpd (sms gateway)

SMS warga (singamas)

SIM koperasi

SIM rumah sakit kanjuruhan

Selain aplikasi yang dibangun PDE masih sangat banyak aplikasi yang dikembangkan sendiri oleh
SKPD lain tanpa koordinasi dengan PDE sehingga tidak teregister untuk optimasi pemanfaatannya,
sebagian aplikasi yang dibangun SKPD tersebut infrastrukturnya juga diselenggarakan sendiri oleh
masing-masing kantor SKPD.

2.3. Infrastruktur
2.3.1. Datacenter
Secara Umum saat ini berdasarkan kebijakan sentralisasi, pengelolaan TI di Data Center pemkab
Malang yang dikelola oleh Pusat Data Elektronik yang berada di Lt. 3 perkantoran pemkab Malang.
Data Center Pemerintah Kabupaten Malang telah mampu melayani penyimpanan server secara
terpusat untuk seluruh aplikasi sistem informasi manajemen di lingkungan pemerintah Kabupaten
IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

21/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


Malang dan ruangan tersebut dilengkapi 3 rack yang berisi beberapa server DMZ dan aplikasi yang
dikelola PDE, UPS, AC, Alat Ukur Tegangan Listrik dan Alat Pemadam Kebakaran.
Peralatan dan fungsi yang ada di DC sekarang meliputi diantaranya:
1. Server : Server Web pemkab Malang, Server Mail pemkab Malang, Server Proxy pemkab
Malang, Server VPN Over Internet, Server-server Aplikasi
2. UPS & Rack Server
3. CPE : Modem atau Router
4. Pemadam dan pendingin
5. NOC (network operasional center) tapi tidak ada SOC (Security Operations Center)
2.3.2. Jaringan
Backbone eksternal lingkungan kantor
pemerintahan

Kabupaten

Malang

menggunakan kabel utp CAT 5E dan


gelombang radio dengan frekuensi 5,8
Ghz

dan

2,4

Ghz

menghubungkan SKPD

yang
di Kab.

Malang. Sementara untuk backbone


network
pemerintahan

lingkungan
Kabupaten

kantor
Malang

menggunakan kabel utp CAT 5E.


Untuk akses internet sendiri saat ini mempunyai dedicated bandwidth internasional 13 Mbps.
Topologi Jaringan pemkab :

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

22/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

23/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

24/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017

VPN Kanjuruhan
2.3.3. Terminal / end user
Terminal yang digunakan sebagian
besar

menggunakan

PC

dan

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

25/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


sebagian lagi menggunakan laptop. Sistem operasi yang digunakan saat ini sedang dilakukan
migrasi dari sistem operasi yang menggunakan windows menjadi sistem operasi yang
menggunakan open source linux. Adapun kebijakan penggunaan Operating system adalah
berasaskan legal dan tidak harus opensource, tergantung kebutuhannya, akan tetapi untuk
aplikasinya harus opensource, kecuali yang didapatkan dari topdown.

2.4. Keluhan, Harapan dan Peran TI


Pernyataan dari Bapak Bupati yang dikuatkan dengan pengarahan dari Bapak Sekda Kabupaten
Malang bahwa seluruh sistem pemanfaatan Teknologi Informasi di semua SKPD harus terintegrasi
untuk bisa menghasilkan sistem pelaporan yang komprehensif diantaranya : Monitoring keuangan
daerah, perkembangan pengentasan kemiskinan dan progres report manajemen proyek
pemerintah serta indikator perkembangan kemajuan pembangunan di Kabupaten Malang seperti
yang tertuang dalam indikator capaian yang tercantum dalam RPJMD.
Dari hasil survey didapatkan keluhan berupa lambatnya akses internet. Masih banyaknya proses
pekerjaan yang perlu digantikan perannya dengan aplikasi, bahkan ada beberapa SKPD yang tidak
terlayanani sambungan internet karena menunggu kebijakan pemindahan kantor ke Kepanjen.
Harapan para kepala Dinas adalah adanya sistem yang terintegrasi antar SKPD dengan
pembangunannya bertahap hingga seluruh proses bisnis yang ada bisa di otomatisasikan. Terkait
keinginan untuk tehubungnya SIAK dengan aplikasi lain, ternyata masih adanya hambatan
pemahaman dari Dinas kependudukan bahwa berdasarkan UU tentang kependudukan itu bersifat
rahasia sehingga tidak bisa berbagi data dengan SKPD lain, Disdukcapil merasa harus
mengamankan kebijakan ini, padahal dengan UU tentang pemerintah daerah telah secara jelas
disebutkan bahwa pimpinan daerah berhak dan bertanggung jawab atas semua data / informasi
yang dikelola oleh pemerintah kabupaten termasuk diantaranya adalah data kependudukan.
Berikut bunyi pasal Pasa1 152 : (1) Perencanaan pembangunanan daerah didasarkan pada data
dan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. (2) Data dan informasi sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) mencakup: a. penyelenggaraan pemerintahan daerah; b. organisasi dan
tata laksana pemerintahan daerah; c. kepala daerah, DPRD, perangkat daerah, dan PNS daerah;
d. keuangan daerah; e. potensi sumber daya daerah; f. produk hukum daerah; g. kependudukan; h.
informasi dasar kewilayahan; dan i. informasi lain terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan
daerah. (3) Da!am rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah, untuk tercapainya daya guna

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

26/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


dan hasil guna, pemanfaatan data dan informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikelola
dalam sisiem informasi daerah yang terintegrasi secara nasional. Sedangkan pada Pasal 153 :
Perencanaan pembangunan Perencanaan pembangunan daerah sebagaimana dimaksud dalam
Pasal

152

disusun

untuk

menjamin

keterkaitan

dan

konsistensi

antara

perencanaan,

penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa dalam
rangka perencanaan pembangunan maka harus menggunakan semua data yang ada di daerah,
sehingga semua wali data mempunyai kewajiban untuk bisa berbagi data dengan SKPD lain dalam
rangka untuk menjalankan misi pembangunan daerah.
Berikut rangkuman harapan berbagai pihak untuk pengembangan TI di Pemkab Malang:
1. Masyarakat (pada umumnya) :
1. Layanan mudah, murah, cepat, ramah dan modern
2. Keterbukaan informasi publik
3. Penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan benar
2. Pimpinan Daerah
1. Kemudahan akses pada sistem pelaporan dan sistem pengambilan keputusan
2. Pengembangan TI yang efisien dan efektif
3. Layanan pemerintah yang prima
3. User - SKPD
1. Bekerja dengan mudah, efisien dan efektif
2. Transaksi data dan informasi yang mudah antar unit kerja
3. Peningkatan kesejahteraan karyawan
4. Penglola TI (Bagian PDE)
1. Ketaatan seluruh SOPD pada aturan yang telah ditetapkan
2. Sistem terintegrasi
3. Peningkatan posisi organisasi untuk meningkatkan peran TI

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

27/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

28/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017

BAB III : PENGETAHUAN TERKINI


3.1. Peran TI di Organisasi
Penggunaan teknologi informasi (TI) dalam sebuah organisasi sangatlah penting, untuk
menerapkan TI haruslah dilihat karakteristik organisasi tersebut. Apakah dengan TI mampu
meningkatkan efisiensi sebuah organisasi, sehingga dalam penerapan TI dibutuhkan orang yang
handal agar dapat berjalan dengan baik.
Tingkatan kesejajaran peran TI terhadap bisnis organisasi adalah sebagai berikut :
1. Support : TI merupakan pendukung bisnis organisasi dimana apabila terjadi masalah di TI
maka proses bisnis organisasi tidak terganggu secara fatal. TI sebagai alat bantu dari
kebijakan operasional organisasi
2. Enabler : TI sejalan dengan proses bisnis organisasi dimana apabila terjadi masalah di TI
maka akan mengakibatkan lumpuhnya operasional organisasi. TI sebagai salah satu pilar
penentu strategi organisasi
3. Driven : TI sudah menjadi motor penggerak organisasi dimana seluruh proses bisnis dan
pengembangan inovasi organisasi telah dikendalikan menggunakan TI. TI sebagai tiang
utama pengendalian organisasi
Peran teknologi informasi di dalam organisasi dapat dilihat dengan menggunakan kategori yang
diperkenalkan oleh G.R. Terry, ada 5 peranan mendasar teknologi informasi di sebuah perusahaan,
yaitu:
1. Fungsi Operasional
Struktur organisasi akan menjadi lebih ramping setelah diambil alih fungsinya oleh teknologi
informasi. Karena sifat penggunaannya yang menyebar di seluruh fungsi organisasi, unit
terkait dengan manajemen teknologi informasi akan menjalankan fungsinya sebagai bagian
pendukung dari organisasi.
2. Fungsi Monitoring and Control
Keberadaan teknologi informasi akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan
IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

29/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


aktivitas di level manajerial, mengikat di dalam setiap fungsi manajer, sehingga struktur
organisasi unit yang terkait dengannya harus dapat memiliki pengendali atau peer
relationship yang memungkinkan terjadinya interaksi efektif dengan para manajer di
organisasi terkait.
3. Fungsi Planning and Decision
Mengangkat teknologi informasi ke tataran peran yang lebih strategis lagi karena
keberadaannya sebagai enabler dari rencana bisnis organisasi dan merupakan sebuah
knowledge generator bagi pimpinan organisasi yang dihadapkan pada realita untuk
mengambil sejumlah keputusan penting sehari-harinya. Tidak jarang organisasi yang pada
akhirnya memilih menempatkan unit teknologi informasi sebagai bagian dari fungsi
perencanaan dan/atau pengembangan organisasi karena fungsi strategis tersebut di atas.
4. Fungsi Communication
Secara prinsip termasuk ke dalam bagian pendukung infrastruktur dalam era organisasi
modern dimana teknologi informasi ditempatkan posisinya sebagai sarana atau media
individu organisasi dalam berkomunikasi, berkolaborasi, berkooperasi, dan berinteraksi.
5. Fungsi Interorganisational
Merupakan sebuah peranan yang cukup unik karena dipicu oleh semangat globalisasi yang
memaksa organisasi untuk melakukan kolaborasi atau menjalin kemitraan dengan sejumlah
instansi lain. Konsep kemitraan strategis atau partnership berbasis teknologi informasi
seperti pada implementasi Supply Chain Management atau Enterprise Resource Planning
membuat organisasi melakukan sejumlah terobosan penting dalam mendesain struktur
organisasi unit teknologi informasinya. Bahkan tidak jarang ditemui organisasi yang
cenderung melakukan kegiatan pengalihdayaan atau outsourcing sejumlah proses bisnis
terkait dengan manajemen teknologi informasinya ke pihak lain demi kelancaran bisnisnya.
Tipe dan fungsi peranan teknologi informasi ini secara langsung akan berpengaruh
terhadap rancangan atau desain struktur organisasi; dan struktur organisasi departemen,
divisi, atau unit terkait dengan system informasi, teknologi informasi, dan manajemen
informasi.

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

30/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017

3.2. Tatakelola TI
Tatakelola Teknologi Informasi (TI) merupakan salah satu aspek penting dari tatakelola organisasi
secara keseluruhan. Pengelolaan TI yang baik akan menjamin efisiensi dan pencapaian kualitas
layanan yang baik bagi tujuan organisasi. Penerapan tata kelola ini harus direncanakan dengan
baik agar dapat diimplementasikan sesuai dengan kondisi dan kemampuan organisasi.
Salah satu kerangka kerja tatakelola TI adalah CobiT. Dalam dokumentasi resminya CobiT juga
disertai dengan serangkaian pedoman seperti pedoman manajemen dan pedoman implementasi.
Pedoman implementasi menyediakan serangkaian alat dan tahapan untuk mengimplementasikan
tatakelola berdasarkan kerangka kerja CobiT yang meliputi elemen pengukuran kerja, daftar factor
keberhasilan kritis dan pengukuran tingkat kematangan (maturity). Semua alat tersebut dirancang
untuk mendukung keberhasilan implementasi tata kelola pada berbagai obyek pengendalian
(control objective) di bidang TI.

3.3. e-Development
e-Development adalah upaya menjadikan pembangunan daerah agar lebih efektif, efisien dan
memberdayakan, dengan keberadaan peran strategis pengembangan dan pendayagunaan TIK.
Kerangka Strategi e-Development sebagai :

suatu kerangka kerja (framework) yang bersifat umum/generik tentang bagaimana strategi
pengembangan
TIK

dalam

implementasi,

dan
siklus

pendayagunaan
perencanaan,

pemantauan,

evaluasi

dan perbaikannya secara berkelanjutan


agar

menjadi

bagian

integral

dari

pembangunan daerah;

bahwa

pembangunan

daerah

perlu

semakin mendayagunakan TIK dalam


mewujudkan

tujuan-tujuan

pembangunan daerah tersebut.

Kerangka Strategi e-Development tersebut ditunjukkan oleh gambar berikut.

Kerangka e-Development terdiri dari


IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

31/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


1. e-Leadership yaitu :
1. semua sistem yang dibangun dengan teknologi informasi yang mampu memberikan
layanan kepada pengambil keputusan
2. Semua kebijakan / regulasi pemerintah terkait tatakelola TI dan pemanfaatannya
3. Pengelolaan Sumber daya manusia sebagai pelaksana pengelolaan TI
4. Peran pimpinan daerah dalam pemanfaatan TI agar selaras dengan pembangunan
Kabupaten secara keseluruhan
5. Bagaimana penempatan dan pengelolaan organisasi pengelola TI mampu memberikan
layanan optimal bagi seluruh pengguna
baik di internal pemerintah Kabupaten
maupun

bagi

masyarakat

pengguna

layanan pemerintah
2. e-Government yaitu :
1. Penggunaan teknologi informasi oleh
pemerintah untuk memberikan informasi
dan pelayanan bagi warganya, urusan
bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. e-Government dapat
diaplikasikan pada legislatif, yudikatif, atau administrasi publik, untuk meningkatkan
efisiensi internal, menyampaikan pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang
akuntabel. Model penyampaian yang utama adalah Government-to-Citizen atau
Government-to-Customer (G2C), Government-to-Business (G2B) serta Government-toGovernment (G2G). Keuntungan yang paling diharapkan dari e-government adalah
peningkatan efisiensi, kenyamanan, serta aksesibilitas yang lebih baik dari pelayanan
publik.
2. Semua sistem pemanfaatan TI yang digunakan oleh karyawan pemerintah Kabupaten
untuk memberikan layanan terbaiknya bagi masyarakat.
3. E-Bisnis yaitu :
1. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mendukung seluruh kegiatan
pengembangan perekonomian warga
IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

32/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


2. Dalam hal konektifitas antara bisnis to bisnis (B2B) tidak dibahas di e-bisnis dalam
lingkup e-Development ini, ruang lingkup e-bisnis ini terdiri dari semua sistem
pemanfaatan TI untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat, pengembangan
promosi dan inovasi masyarakat serta pengembangan jaringan informasi inovasi
daerah. Sistem pemantauan ekonomi daerah.
4. E-Society adalah
1. Penerapan TI pemerintah daerah untuk memberikan layanan sosial kepada masyarakat
pada

sektor

pendidikan,

keagamaan,

politik,

kesehatan,

budaya,

pengaduan

masyarakat, serta segala sesuatu terkait kenyamanan dan keamanan hidup di daerah.
2. Dalam hal konektifitas sosial antar warga diharapkan tumbuh sendiri melalui inovasi
jejaring sosial di masyarakat tanpa perlu campur tangan pemerintah, disini peran
pemerintah hanya memantau lalulintas informasi terkait keamanan negara dan
keserasian hidup bermasyarakat.
5. Infokom terpadu adalah:
1. Pengadaan dan pengelolaan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi
tersentralisasi untuk seluruh layanan pemerintah Kabupaten dalam rangka memberikan
layanan publik melalui teknologi informasi. Sentralisasi layanan ini dimaksud untuk
mendapatkan efisiensi dan efektifitas pengelolaan sumber daya TI yang optimal, karena
sulit, rumit dan mahalnya penanganan infrastruktur TI ini yang selalu berkembang
sangat cepat, sehingga dibutuhkan biaya dan sumber daya manusia yang memadai.
2. Pengelolaan infokom terpadu membutuhkan tatakelola yang sangat teliti dan berdisiplin
tinggi untuk menjamin ketersediaan dan keamanan data yang dibutuhkan oleh
pengguna layanan TI.

3.4. Komputasi Awan


Cloud Computing dapat dibayangkan seperti sebuah jaringan listrik. Apabila dibutuhkan listrik, kita
tinggal menghubungi penyedia layanan (dalam hal ini, PLN), menyambungkan rumah kita dengan
jaringan listrik, dan kita tinggal menikmati layanan tersebut. Pembayaran kita lakukan bulanan
sesuai pemakaian.
Di sinilah cloud computing berperan. Penyedia jasa cloud computing seperti Microsoft, telah
IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

33/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


menyediakan aplikasi CRM yang dapat digunakan langsung oleh perusahaan. Mereka tinggal
menghubungi penyedia layanan (dalam hal ini, Microsoft), menyambungkan perusahaannya
dengan layanan tersebut (dalam hal ini, melalui Internet), dan tinggal menggunakannya.
Pembayaran? Cukup dibayar per bulan (atau per tahun, tergantung kontrak) sesuai pemakaian.
Tidak ada lagi investasi di awal yang harus dilakukan.
Contoh nyata yang mudah dilihat, pada umumnya kita mempunyai alamat mail di Gmail, Yahoo dll,
apakah kita perlu memiliki dan memelihara infrastrukturnya? Bahkan membayangkannyapun
rasanya tidak perlu lagi, kita tinggal fokus pada bagaimana memanfaatkannya, bahkan saat ini
sudah ada pengolah kata, spreadsheet dan aplikasi presentasi di lingkungan komputasi yang awan
dan terintegrasi dengan Gmail dan Google Calendar, kedepan akan semakin banyak tersedia
aplikasi lingkungan kantor di web tersebut, ada yang berbayar dan ada pula yang gratis, contohnya
email dan office yang disediakan Google tersebut.
Selain Google saat ini di Indonesia sudah banyak bermunculan operator komputasi awan ini,
BUMN oleh Telkom, Swasta oleh Biznet dan yang terbaru adalah CBNCloud sedangkan operator
pemerintah oleh Balai IPTEKnet BPPT. Layanan tersedia adalah Software as a services,
Infrastructure as a services dan Platform As a Services. Semua operator akan menawarkan
Menurut Budhi, CBNcloud instalasi yang instant dan aman. Ketika pelanggan membutuhkan daya
komputasi, kapasitas storage maupun aplikasi software, hanya dalam beberapa menit layanannya
sudah tersedia. Sifat fleksibilitas layanan tersebut memberi pengaruh ke efisiensi biaya.
Penggunaan layanan cloud dapat menghemat biaya TIK, sebab menerapkan sistem pembayaran
sesuai penggunaan atau pay as you grow. Berdasarkan referensi dari penggunaan layanan cloud
di Amerika Serikat sendiri, rata-rata biaya yang dapat ditekan lewat adopsi cloud berada dalam
kisaran 38%. Layanan Virtual Private Data Center (VPDC) terdiri dari beberapa server yang
disatukan dalam bentuk grid. VPDC cocok untuk korporat besar yang membutuhkan efisiensi biaya
melalui layanan cloud tapi tidak mau infrastruktur TI nya dipakai bersama pengguna lain.

3.5. Sistem Inovasi Daerah


Inovasi merupakan faktor penting dalam mendukung perkembangan ekonomi serta dalam rangka
pengembangan daya saing daerah. Terjadinya pergeseran dari ekonomi yang berbasis industri
menuju ke ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge base economic).
Kecenderungan perubahan/perkembangan menunjukkan bahwa pengetahuan dan inovasi

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

34/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


merupakan faktor yang semakin menentukan dalam kemajuan ekonomi. Dalam percepatan dan
perluasan pembangunan ekonomi terdapat 3 fokus utama yang perlu diperhatikan yaitu penciptaan
kegiatan ekonomi terintegrasi dan sinergis antar kawasan pertumbuhan ekonomi, peningkatan
daya saing dan daya tahan perekonomian nasional, serta mendorong penguatan sistem inovasi
nasional menuju innovation driven economic.
Untuk melakukan perubahan pola pikir untuk peningkatan pembangunan daya saing dibutuhkan
kolaborasi membangun networking antara pemerintah (pusat/daerah) dan investor dan inventor,
kemudian melakukan evaluasi kerangka regulasi untuk mendorong kolaborasi bersama antar
komponen,

membuat

kebijakan

insentif

(system

maupun

tarif)

serta

peningkatan

jiwa

kewirausahaan.
Pasal 27 UU No. 32 tahun 2004 menyatakan bahwa kepala daerah dan wakil kepala daerah
mempunyai kewajiban memajukan dan mengembangkan daya saing daerah. Inovasi tidak dapat
berjalan secara parsial, dia harus merupakan kolaborasi antar aktor yang saling berinteraksi dalam
suatu sistem atau sering disebut sebagai system inovasi yaitu suatu kesatuan dari sehimpunan
aktor, kelembagaan, hubungan interaksi dan proses produktif yang mempengaruhi arah
perkembangan dan kecepatan inovasi dan difusinya (termasuk teknologi dan praktek baik/terbaik)
serta proses pembelajaran (Taufik, 2005). Inti dari sistem inovasi adalah jaringan atau network.
Para aktor utama inovasi dapat dikelompokkan dalam 3 subsistem yang terdiri dari sub-sistem
politik terdiri dari aktor pemerintah (legislatif, eksekutif dan yudikatif), sub-sistem pendidikan,
penelitian dan pengembangan (inovation provider) yang dapat terdiri dari aktor pendidikan dan
pelatihan profesi, pendidikan tinggi dan lembaga riset industri/swasta maupun riset pemerintah,
sub-sistem industri terdiri dari perusahaan (besar, menengah, dan UMKM).
Memperhatikan pentingnya jejaring dalam sistem inovasi, maka dalam rangka pengembangan
daya saing melalui sistem inovasi daerah diperlukan penumbuhkembangan kolaborasi bagi inovasi
dan meningkatkan difusi inovasi, praktek baik dan atau hasillitbang. Untuk dapat melakukan tujuan
tersebut, diperlukan pemetaan jaringan inovasi sebagai langkah awal untuk mengidentifikasi aktoraktor jaringan, tingkat kapasitas dan perannya.
Tujuan panduan pemetaan jaringan inovasi adalah untuk memberikan petunjuk atau arahan bagi
para pihak terkait dalam pengembangan sistem inovasi, berupa langkah-langkah pemetaan
jaringan inovasi di suatu wilayah atau daerah dalam rangka membangun Sistem Inovasi Daerah
(SIDa), membangun klaster industri dan merumuskan kebijakan tematik.
IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

35/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


Proses penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) terdiri dari, prakarsa di level provinsi,
implementasi di level Kabupaten / kota, dan pendalaman di provinsi dan Kabupaten/kota. Prakarsa
terdiri dari pengembangan jejaring SIDa, melakunan analisis kematangan SIDa dengan metoda
ANIS (Analysis of National Innovation System) penyusunan masterplan penguatan SIDa;
Implementasi terdiri dari Penilaian Teknologi (Technology Need Assessment), Difusi dan diseminasi
Iptek, Pengembangan Lembaga Pengelola dan Pengembangan Pengelola; Pendalaman terdiri dari
Penguatan Kapasitas SDM, Pengembangan Infrastruktur Penunjang, Penguatan Riset Terapan
dan Kolaborasi Riset, Pengembangan Pembiayaan Inovasi, Pengembangan Industri Penunjang.
Tahap awal perlu melakukan survei mengambil opini dari para aktor utama inovasi menggunakan
metode ANIS yang merupakan salah satu alat untuk memotret kondisi awal dari sistem inovasi
pada suatu wilayah. ANIS mempunyai 30 indikator dengan 150 faktor penentu. Selain itu terdapat
komponen-komponen yang dipotret di antaranya, kelompok makro: tingkat kebijakan inovasi;
kelompok meso: Tingkat dukungan kelembagaan inovasi dan program-program inovasi; dan
kelompok mikro: kapasitas inovasi .Untuk mendapat potret yang tidak jauh menyimpang dari
kondisi saat ini maka komponen yang terlibat sebagai responden harus mewakili berbagai
kelompok: yaitu akademisi (peneliti, inventor); bisnis (industri) dan government (pemerintah).
Beberapa daerah telah mulai melakukan konsep SIDA ini diantaranya Kabupaten Pekalongan
dengan membangun kluster industri batik dan klaster industri perikanan laut. Di Solo ada industri
batik dan industri pariwisata, sedangkan di Kabupaten Malang sedang dibangun klaster industri
kreatif teknologi informasi dan multimedia.

3.6. Chief Information Officer


Terbangunnya Peran Government Chief Information Officer (GCIO) di Indonesia dalam
mengimplemetasikan TIK di pemerintahan Kabupaten/Kota :
1. Penyusun Strategi TIK
Tahap awal pembangunan e-Government seperti yang diamanahkan dalam undang-undang
no. 3/2003. Menurut Bank Dunia, pemanfaatan TIK dalam egovernment harus bisa
melahirkan transformasi relasi antara pemerintah dengan warga (G2C), antara pemerintah
dengan dunia usaha (G2B), dan antara sesama lembaga pemerintah sendiri (G2G). Tugas
GCIO adalah untuk menformulasikan tiga hal fundamental tersebut, sehingga nantinya bisa
diselaraskan dengan visi, misi dan tujuan penyelenggaraan pemerintah daerah.
IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

36/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


2. Promotor Penyelarasan proses-proses bisnis/birokrasi
Pemanfaatan Tim secara total perlu pendekatan top-down agar keselarasan antara
keduanya bisa tercapai. Penyelarasan TIK dengan system birokrasi (struktur, mekanisme
kerja, tupoksi, dan lain sebagainya). GCIO pada posisi strategis (misalkan setingkat
SEKDA, Asisten ataupun Kepala Dinas) dapat mengembangkan peran sebagai promotor
dan inisiator bagi penyelarasan ini.
3. Promotor Manajemen Solusi TIK
Seorang GCIO harus dapat melihat bagaimana TIK memberikan solusi terhadap masalahmasalah yang dihadapi. Sebagai seorang promotor untuk solusi TIK, GCIO harus mampu
mendefenisikan tujuan dan sasaran solusi yang nantinya bisa diimplementasikan baik
dalam strategi pengembangan dan opraasionalnya, dan berbagai tahapan-tahapan yang
harus dijalankan.
4. Penentu Kebuntuan TIK
GCIO diharapkan bisa memecahkan kebuntuan dan kebekuan yang ada dalam instansi
pemerintah dalam perencanaan kebutuhan infrastruktru (perangkat keras, perangkat lunak,
jaringan dan data) dengan memanfaatkan prinsip efesiensi dan efektifitas sehingga
nantinya kebutuhan tersebut bisa lebih terukur dalam memperhitungkan alokasi dan
pemakaian bersama di setiap lembaga, instansi yang ada dalam pemerintahan di daerah.
5. Perancang Anggaran TIK
Seorang GCIO juga harus dituntut mampu merancang kebutuhan dan anggaran TIK secara
tepat guna.
6. Pengelola Operasional Sistem dan Teknologi Informasi
Pada tataran operasional, GCIO diperlukan untuk menjamin operasional system dan
teknologi infromasi agar bisa berjalan dengan baik.
7. Penilai Kinerja TIK
Implementasi TIK perlu ada monitoring dan penilaiannya untuk berbagai kepentingan. Untuk
kepentingan Audit, penilaian kinerja dilakukan untuk mengetahui kelayakan implementasi dengan
anggaran. Untuk kepentingan pengembangan dan penyempurnaan, evaluasi kinerja dapat

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

37/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


memberitahu aspek-aspek apa saja yang perlu mendapatkan perhatian. GCIO harus dapat menjadi
promotor maupun eksekutor dalam evaluasi kinerja TIK.
Untuk ketujuh peran GCIO tersebut adalah bagaimana mendefenisikan posisi GCIO pada struktur
organisasi pemerintah daerah, menentukan tupoksinya dan kompetensi yang diharapkan dan
menyiapkan SDM yang energik untuk membantu tugas-tugas dari GCIO dimana peran yang
dituntut memerlukan kapabilitas koordinasi fungsional dan teknis operasionalnya.

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

38/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017

BAB IV : ANALISA
Untuk mengukur tingkat pemanfaatan pengembangan teknologi informasi serta membuat
perencanaan yang baik diperlukan berbagai analisa dan evaluasi yang sering digunakan
diantaranya :

4.1. Analisa SWOT


KEKUATAN

KELEMAHAN

Suprastruktur : Tersedianya anggaran, SDM dan


Belum banyak memiliki perencanaan dan tatakelola
organisasi resmi pengelola TI (PDE) serta program
yg resmi (Peraturan Daerah, Peraturan Bupati) yang
kerja dan kegiatan yang didukung dengan komitmen, mengatur pengembangan dan pemanfaatan TI
disiplin, kreasi dan inovasi team work seluruh
personil.
Belum memiliki tenaga khusus bidang analisis data
dan program yang mendukung kebutuhan seluruh
sistem informasi
Terbatasnya tenaga operasional teknis lapangan baik
teknisi jaringan maupun aplikasi yang menjangkau
seluruh sasaran layanan TI
Terbatasnya biaya operasional pengembangan dan
perawatan sistem informasi
Terbatasnya kewenangan untuk mengatur seluruh
sistem TI yang ada di pemerintah Kabupaten Malang
Belum adanya pemahaman tentang e-Development
dan Sistem Inovasi Daerah
Adanya peraturan setingkat UU yang dipahami
berbeda antar SKPD dalam kerangka integrasi data
dan informasi milik instansi pemerintah
Infrastruktur : Tersedianya sarana kerja utama TI,
akses koneksi internet dan intranet maupun
infrastruktur pendukung yang dikelola secara
mandiri.

Perangkat Datacenter sebagian besar sudah saatnya


untuk di-recycle dan diremajakan. Jaringan yang ada
masih belum mampu memenuhi kebutuhan layanan
TI.

Infostruktur : Tersedianya software / aplikasi di


sebagian besar SKPD untuk mendukung kinerja
berbasis TI

Belum ada aplikasi yang terintegrasi, belum


ditaatinya anjuran pemanfaatan opensource,
banyaknya aplikasi topdown yang tidak bisa
terintegrasi, aplikasi yang dimiliki SKPD tidak
terkoordinasi oleh PDE, banyaknya software office

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

39/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


ilegal
PELUANG

ANCAMAN / HAMBATAN

Adanya peraturan perundang-undangan yang


mewajibkan penggunaan TI untuk peningkatan
kualitas kinerja dan layanan pemerintahan

Pertumbuhan konten negatif di internet membuat


kontra produktif pemanfaatan akses internet bagi
karyawan

Tuntutan jaman untuk peningkatan kualitas,


efektifitas dan efisiensi kinerja aparatur negara

Kurang pahamnya pengambil keputusan atas peran


strategis TI

Tuntutan masyarakat atas peningkatan kualitas


layanan publik

Belum tumbuhnya budaya saling berbagi data dan


kepemilikan aset informasi untuk terbangunnya
sistem terintegrasi

Meningkatnya pemanfaatan TI di seluruh aparatur


Pemerintah Kabupaten Malang

Minimnya sumber daya SDM TI di SKPD akan


sangat menghambat pengembangan TI di SKPD

Komitmen kuat dari Kepala Daerah untuk


menerapkan e-Government dalam kerangka
penyelenggaraan good governance

Minimnya pengetahuan dan kepedulian ttg


keamanan informasi sehingga sangat rentan
terhadap masalah keamanan informasi

4.2. Analisa Resiko


Masalah
Bag. PDE masih belum
mampu menciptakan
koordinasi dan
keterpaduan
pengembangan bidang
telematika;

Resiko
Belum ada acuan
pengembangan TI
Investasi TI tidak fokus
dan kurang efisien

Belum memiliki legalitas


formal (Peraturan
Daerah, Peraturan
Bupati) yang mendukung
dan mengatur
penggunaan maupun
pemanfaatan TI

Solusi
Pembentukan CIO
Re-organisasi Bag. PDE
menjadi SKPD bidang
Kominfo, meleburkan
semua fungsi dalam
SKPD terkait pengelolaan
TI menjadi satu SKPD
tersendiri

Residu
Banyaknya pengambil
keputusan yang belum
memahami peran
strategis TI

Penyusunan rencana
induk pengembangan TI
yang di masukkan dalam
perencanaan induk
pembangunan kabupaten

Usia efektif perangkat TI


sekitar 5 tahun

Apabila terjadi
kelambatan peremajaan
perangkat TI, akan
beresiko pada turunnya
kualitas layanan
infrastruktur TI yang
mengakibatkan
terganggunya layanan TI

Jadwal peremajaan dan


penyiapan anggaran
pemeliharaan dan
peremajaan untuk
peningkatan layanan
infrastruktur

Sangat tergantung pada


situasi politik internal
kabupaten

Belum memiliki tenaga

Tidak terintegrasinya

Peningkatan kompetensi

Perlu bertahap

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

40/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


khusus bidang analisis
data dan program skala
enterprise yang
mendukung kinerja
seluruh proses bisnis
pemkab

pengembangan TI

Sdm yang ada

Terbatasnya tenaga
operasional teknis
lapangan baik teknisi
jaringan maupun aplikasi
yang menjangkau seluruh
Satuan Kerja Perangkat
Daerah (SKPD),
Kecamatan, Kelurahan
hingga Desa

Tidak optimalnya layanan


infrastruktur yang
mengakibatkan gangguan
pada pengguna tidak
cepat teratasi, apabila ini
berkelanjutan maka akan
mengakibatkan kurang
percayanya pengguna thd
layanan TI

Perlunya di latih secara


terus menerus tenaga
lapangan di setiap titik
untuk memudahkan
layanan operasional
untuk insiden kecil

Belum idealnya
ketersediaan pusat data
(data center) dan data
recovery center

Tidak ada cadangan


ketersediaan layanan TI
apabila DC yang ada
mengalami gangguan

Perlunya dibangun dC
Ketersediaan dana
/DRC yang komprehensif

Pertumbuhan konten
negatif di internet

Terjadinya
kontraproduktif atas
pemanfaatan akses
internet

Pembatasan dan
pengawasan yang ketat
untuk pemanfaatan akses
internet

Kurang pahamnya
pengambil keputusan
atas peran strategis TI

Kedudukan peran TI tidak Perlunya diseminasi yang Keengganan pimpinan


optimal yang sejalan
memadai untuk seluruh
yang sudah lanjut usia
dengan misi
pimpinan SKPD
dan sangat sibuk
pembangunan daerah

Terjadinya rotasi
penugasan akan
menjadikan pelatihan ini
untuk terus dilaksanakan
secara berkelanjutan

Perubahan kultur akan


sangat lambat untuk
mengikuti semua
kebijakan yang ada

Belum ada regulasi


Tidak ada acuan
internal untuk pengadaan kepantasan harga untuk
TI
pengadaan TI yang
dikelola oleh SKPD

Regulasi dan koordinasi


pengadaan TI antara
SKPD dan Bag. PDE

Belum tumbuhnya
budaya saling berbagi
data dan kepemilikan
aset informasi untuk
terbangunnya sistem
terintegrasi

Sosialisasi perubahan
budaya tentang
kepemilikan data
pemerintah, kebijakan
master data, kebijakan
sistem pelaporan real
time, repository aset
informasi

Selama belum ada


kebijakan yang kuat
tentang koordinasi
pemanfaatan dan
penyelenggaraan TI,
maka masalah ini akan
sangat lambat teratasi

sosialisasi

Kultur kenyamanan lebih

Program integrasi data


dan informasi terancam
gagal yang
mengakibatkan borosnya
sumberdaya TI dan
inefisiensi pemanfaatan
TI untuk semua
layanannya
Infrastruktur yang telah
disediakan oleh Bag.
PDE menjadi kurang
optimal pemanfaatannya

Minimnya pengetahuan

Terjadinya kerentanan

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

41/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


dan kepedulian ttg
keamanan informasi

terhadap masalah
keamanan informasi

Minimnya SDM TI di
SKPD

terhambatnya
pengembangan TI di
SKPD

kuat dari keamanan


Kursus, rekrutmen,
insentif yang menarik

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

Putaran penugasan,
adanya tenaga ahli TI
pemkab yang ditugaskan
diluar kompetensi TI
karena mengejar karir
dan penghasilan

42/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017

BAB V : KEBIJAKAN STRATEGIS


5.1. Konsep Pengembangan
Pengembangan e-Development dan pembangunan Sistem Inovasi Daerah untuk mendukung Visi
Pembangunan Kabupaten

Fungsi Pengelolaan Infrastruktur infokom dan pusat data terpadu serta pengembangan
aplikasi dasar untuk mendukung otomatisasi pengelolaan kantor pemerintah Kabupaten
dikelola oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah bidang Komunikasi dan Informatika

Fungsi perencanaan, monitoring dan evaluasi dikelola oleh Badan Perencanaan dan
Pembangunan Daerah, Administrasi Pembangunan dan Inspektorat

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

43/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017

Fungsi pengembangan aplikasi layanan masyarakat dan pengembangan e-Development


dikelola oleh setiap SKPD sesuai tupoksinya dengan berkoordinasi dengan SKPD bidang
Komunikasi dan Informatika.

Fungsi penetapan kebijakan strategis pengembangan dan pemanfaatan Teknologi Informasi


yang sejalan dengan pembangunan Kabupaten dikelola oleh organisasi fungsional Chief
Information Officer yang dipimpin langsung oleh kepala daerah.

Tugas PDE dalam pengembangan sistem : Perencanaan dan Monev, Integrasi data dan
informasi, Sistem pelaporan eksekutif, fitur Indikator keberhasilan pembangunan, Portal
pemkab, e-mail, transaksi elektronik, Manajemen aset informasi, Diseminasi pemanfaatan
TI dan Pemanfaatan data dan informasi

Pusat Pengelolaan Data / Informasi


Pusat Data Elektronik pemerintah Kabupaten Malang perlu membangun sebuah sistem
penyimpanan data seluruh aset informasi milik pemerintah Kabupaten yang terdiri dari master data,
data yang dihasilkan dari pengolahan data (Aplikasi) serta semua dokumen milik pemerintah
Kabupaten yang sudah di digitalisasi. Selain itu PDE juga menjadi tempat penyimpanan dan
backup sistem / aplikasi sebagai aset Pemerintah Kabupaten, PDE bertanggung jawab penuh atas
availibilitas aplikasi yang sudah diserahkan terimakan.

Teknologi Data Warehouse


Integrasi aplikasi dapat dicapai dengan
mengembangkan aplikasi Interoperabilitas
Open Source E-Government Message Bus
untuk aplikasi E-Governmet pemerintah

SKPD
Penyedia
Informasi

yang akan menjadi middle layer antara


berbagai

aplikasi

E-Government

dilingkungan Pemerintah dengan basisdata

SKPD
Penyedia
Informasi

dilihat desain arsitektur global dari aplikasi

Service Bus

Data Warehouse

Webservice

yang dimiliki oleh instansi pemerintahan


terkait. Pada gambar dibawah ini, dapat

Sistem Informasi
Eksekutif

SKPD
Penyedia
Informasi

SKPD
Pengguna
Informasi

Interoperabilitas Open Source E-Government Message Bus untuk aplikasi E-Governmet.

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

44/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017

5.2. Visi, Misi, Value dan Peran TI


Visi dan Misi yang ada :
Visi : "Terselenggaranya e-Government dalam mewujudkan Kabupeten Malang yang Mandiri,
Agamis, Produktif, Maju, Aman, Tertib dan Berdaya Saing"
Misi
1. Meningkatkan kwalitas dan pengelolaan data elektronik melalui penggunaan teknologi
informasi dan komunikasi.
2. Mewujudkan peran Teknologi Informasi dan komunikasi untuk peningkatan pelayanan
kepada masyarakat, pendidikan, kesehatan dan upaya pengentasan kemiskinan.
3. Meningkatkan penggunaan Sistem Informasi Manajemen (SIM) dan Sistem Informasi
Geografis (SIG) untuk menunjang sistem pengambilan keputusan dan kebijakan
pembangunan.
Usulan perubahan Visi dan Misi
VISI : Pengembangan dan pemanfaatan sistem informasi terintegrasi yang sejalan dengan misi
pembangunan Kabupaten Malang yang MADEP MANTEP
Misi :

Membangun sarana dan prasarana sistem informasi terintegrasi untuk mendukung


pembangunan daerah dan pengembangan Sistem Inovasi Daerah

Meningkatkan layanan teknologi informasi untuk peningkatan kualitas pendidikan, sosial


budaya, ketaatan beragama, rasa aman, kesejahteraan dan kesehatan mayarakat

Mendukung terciptanya penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, efektif dan efisien


melalui pemanfaatan e-Government.

Meningkatkan peran teknologi informasi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat


dan pengentasan kemiskinan.

Meningkatkan peran Teknologi Informasi untuk diseminasi informasi pembangunan


Kabupaten yang berwawasan lingkungan, keterbukaan informasi publik dan stabilitas politik
serta pengembangan potensi daerah.

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

45/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017

5.4. Pemetaan Peran e-Development terhadap RJPP Pemkab


RJPP Kabupaten Kategori Edev
Mendorong
e-society
pemajuan kualitas
beragama,
pendidikan dan
sosial budaya

Misi TIK

Program

Kegiatan

Meningkatkan layanan
teknologi informasi
untuk peningkatan
kualitas pendidikan,
sosial budaya,
ketaatan beragama,
rasa aman,
kesejahteraan dan
kesehatan mayarakat

Terbentuknya
forum komunitas
melalui media
jejaring sosial bid.
keagamaan dan
pendidikan
berbasis budaya
dan kearifan lokal

Forum komunitas
keagamaan
berbasis kearifan
lokal dengan
memanfaatkan
media jejaring
sosial
Pengembangan
team muatan
lokal dan
pengembangan
inovasi pada
kurikulum
pendidikan di
Kabupaten
menggunakan
media TI,
Integrasi SIM
pendidikan
Integrasi SIM
kesehatan,
pengembangan
digital library

Peningkatan
e-government
kinerja SKPD dan
kesejahteraan
karyawan

Peningkatan
kualitas
diseminasi dan

e-society

Mendukung
terciptanya
penyelenggaraan
pemerintahan yang
bersih, efektif dan
efisien melalui
pemanfaatan eGovernment.

Pengembangan
e-government

Meningkatkan peran
TI untuk diseminasi
informasi

Pengembangan
portal diseminasi
informasi dan

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

Otomatisasi
proses bisnis,
Kebijakan
platform,
pengembangan
aplikasi,
integrasi data,
pengembangan
datawarehouse
dan repository
aset informasi
pemkab
Pengembangan
website pemkab,
pengembangan

46/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


komunikasi publik
pemasyarakatan
pembangunan

Peningkatan
keamanan
masyarakat
melalui
pengamanan
swakarsa dan
siskamling

pembangunan
layanan publik
Kabupaten yang
berwawasan
lingkungan,
keterbukaan informasi
publik dan stabilitas
politik serta
pengembangan
potensi daerah.
e-society

layanan online,
pengembangan
website SKPD
sesuai Visi dan
Misinya,
instalasi sistem
pengamanan
website

Meningkatkan layanan
teknologi informasi
untuk peningkatan
kualitas pendidikan,
sosial budaya,
ketaatan beragama,
rasa aman,
kesejahteraan dan
kesehatan mayarakat

Pengembangan
Pengembangan
perangkat
Voip area
komunikasi murah siskamling
untuk siskamling

Peningkatan
e-Government
kualitas dan
kuantitas
infrastruktur untuk
peningkatan
perekonomian,
kepariwisataan
dan pengentasan
kemiskinan

Mendukung
terciptanya
penyelenggaraan
pemerintahan yang
bersih, efektif dan
efisien melalui
pemanfaatan eGovernment.

Peningkatan
kualitas dan
jangkauan
layanan
infrastruktur TI

Peningkatan
aksesabilitas
layanan
pendidikan dan
kesehatan

Meningkatkan layanan Pengentasan


teknologi informasi
kemiskinan
untuk peningkatan
berbasis TI
kualitas pendidikan,
keamanan,
kesejahteraan dan
kesehatan mayarakat

e-society

Perluasan
Instalasi
Backbone
pemkab
menggunakan FO
dan BWA
Optimalisasi LAN

Integrasi sistem
monitoring
pembangunan
sarana dan
prasarana daerah

Pengembangan
aplikasi
SIMONEV
pembangunan
daerah
Pencetakan kartu
sehat dan kartu
pintar utk
masyarakat
berpenghasilan
dibawah standar
Pengembangan
aplikasi
monitoring
Simtaskin
Pengembangan
indikator standar
kemiskinan

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

47/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


Peningkatan
e-bisnis
perekonomian
berbasis
pengelolaan
sumberdaya alam
dan industri kecil
menengah

Membangun sarana
Pengembangan
dan prasarana sistem Sistem Inovasi
informasi terintegrasi daerah
untuk mendukung
pembangunan daerah
dan pengembangan
Sistem Inovasi Daerah

Pengembangan
forum SIDA
secara online

Pengendalian
e-bisnis
investasi industri
yang berwawasan
lingkungan

Meningkatkan peran
TI untuk diseminasi
informasi
pembangunan
Kabupaten yang
berwawasan
lingkungan,
keterbukaan informasi
publik dan stabilitas
politik serta
pengembangan
potensi daerah.

Pengembangan
Sistem informasi
potensi daerah
dan layanan
diseminasi
investasi
internasional
secara online

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

Pengembangan
portal layanan
diseminasi
potensi daerah

48/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017

BAB VI. PERENCANAAN PENGEMBANGAN


6.1. Suprastruktur
6.1.1.Organisasi
6.1.1.1. Fungsional
Chief Information Officer (CIO), jabatan fungsional tingkat strategis perencana, pelaksana,
monitoring dan evaluasi pengembangan dan pemanfaatan teknologi Informasi di satu organisasi,
untuk Kabupaten Malang, jabatan CIO melekat di WaliKabupaten. Jabatan fungsional ini hanya
terdiri dari 3 atau 4 orang saja yang terdiri dari 1 orang ketua dan 3 anggota.
Berikut aktifitas CIO :
Personil :
Bupati / wakil bupati sebagai ketua sedangkan anggotanya terdiri dari Sekretaris Daerah, Ketua
Bapeda dan satu orang lagi kepala SKPD yang cukup memahami pengetahuan bidang Teknologi
Informasi.
Kegiatan :

Membuat perencanaan strategis pengembangan dan pemanfaatan TI

Menerbitkan regulasi terkait pengembangan dan pemanfaatan TI

Koordinasi berkala untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan

Membentuk organisasi struktural pelaksana kegiatan rutin

Tujuan :

Memastikan bahwa pengembangan dan pemanfaatan TI dapat meningkatkan kinerja


organisasi menjadi efektif dan efisien

Membangun tatakelola pemerintahan yang baik dan benar

Memberikan layanan optimal pada masyarakat

Faktor Penentu Kesuksesan

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

49/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017

Komitmen Anggota untuk fokus pada tujuan terbentuknya CIO

Jadwal kegiatan yang terkelola dengan baik

Tantangan :

Tuntutan masyarakat untuk layanan pemerintah yang semakin baik dan modern

Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat dan luas jangkauannya

Kegairahan

pemerintah

daerah

lain

yang

terus

berlomba

untuk

meningkatkan

pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi di daerahnya.

Sistem pengelolaan pemerintah pusat yang semakin banyak menggunakan TI.

6.1.1.2. Struktural
Tugas pokok dari jabatan struktural ini adalah melaksanakan pengelolaan TI di lingkungan
pemerintah Kabupaten yang sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten. Kedepan kedudukan
organisasi ini adalah setingkat eselon 2 atau 3 sesuai kebutuhan yang bertanggung jawab
langsung ke bupati yang merangkum seluruh fungsi kominfo
Adapun Fungsinya adalah sbb :

Pengembangan dan Pemeliharaan Data dan Sistem Terintegrasi. Fungsi ini melaksanakan
kegiatan pemetaan Bisnis Proses seluruh SKPD, Penyusunan dan perawatan prosedur
Operasional standar serta Pembangunan Desain Sistem baru yang akan diimplementasikan
di setiap SKPD. Adapun tugas rutin dari fungsi ini adalah sebagai database administrator
data warehouse pemerintah Kabupaten

Pengembangan dan Pemeliharaan infrastruktur dan Pengamanan Informasi. Fungsi ini


melaksanakan tugas rutin sebagai pemeliharaan seluruh jaringan pemerintah Kabupaten,
pemeliharaan datacenter dan data recovery center, pengamanan informasi, helpdesk bagi
SKPD lain untuk penanganan insiden masalah infrastruktur TI, pemeliharaan perangkat TI
pemerintah Kabupaten serta memberikan pelatihan dan sosialisasi pengembangan
infrastruktur TI

Pengembangan dan Pemeliharaan Aplikasi Layanan pemerintah Kabupaten berbasis TI.


Fungsi ini adalah pemeliharan dan pengembangan portal resmi pemerintah Kabupaten,

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

50/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


kearsipan, perpustakaan, integrasi data, e-mail, pengelolaan informasi tidak terstruktur,
surat dan disposisi serta aplikasi pengelolaan datacenter, aplikasi sistem pelaporan dan
analisa.

Pengelola repository aset informasi digital, membangun sistem repository, perawatan data
dan menjamin ketersediaan layanan informasi yang dibutuhkan, melakukan kajian atas data
yang sudah terkumpulkan sebagai bagian dari sistem pengambilan keputusan.

6.1.2. SDM
Jumlah SDM yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :
1. Analyst Sistem Informasi: 2 orang
1. Jobdesknya adalah memimpin pembangunan dan pengembangan sistem informasi,
2. kemampuan yang dibutuhkan adalah menguasai proses bisnis, desain, arsitektur dan
spesifikasi sistem
2. Software Development : 10 orang
1. Jobdesknya adalah membuat aplikasi sistem informasi,
2. Kemampuan yang dibutuhkan :
1. menguasai bahasa pemrograman berbasis opensource
2. bisa bekerjasama dalam team pengembangan sistem
3. Networking : 5 orang
1. jobdesknya adalah :
1. membangun dan memelihara semua infrastruktrur TI,
2. membangun dan memelihara networking, security dan instalasi perangkat,
3. bisa bekerjasama dalam team operasional infrastruktur TI,
4. selalu siap melayani permasalah jaringan di lapangan
2. Kemampuan yang dibutuhkan :
1. Menguasai masalah Networking dan sistem pengamanannya

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

51/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


2. Menguasai masalah media koneksi : Antena wireless, kabel, dll
3. Menguasai masalah pembangunan dan pemeliharaan datacenter / data recovery
center
4. Menguasai tatakelola layanan infrastruktur TI
4. Manajemen data : 5 orang
1. Jobdesknya adalah membangun dan memelihara semua data dan aset informasi milik
pemerintah Kabupaten,
2. Kemampuan yang dibutuhkan : mengerti konsep pengelolaan data dan menguasai
bahasa pemrograman
5. Pengembangan portal dan pemanfaatan data : 4 orang
1. Jobdesknya adalah :
1. Membangun dan mengembangkan indikator, statistik dan digital dashboard untuk
sistem pelaporan eksekutif dan masyarakat.
2. Membangun dan mengembangkan portal informasi layanan pemerintah Kabupaten
2. Kemampuan yang dibutuhkan :
1. Memahami proses bisnis sistem pelaporan,
2. memahami konsep indikator dan statistik,
3. Menguasai pengembangan aplikasi digital dashboard,
4. Menguasai teknis pengembangan portal informasi
5. Menguasai artistik dan desain grafis
6. Menguasai teknis publikasi
7. Memahami bahasa inggris tulisan

6.1.3. Regulasi
6.1.3.2. Daftar Regulasi dan Kebijakan yang diperlukan

Peraturan tentang platform operating system pengembangan aplikasi dan operasional

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

52/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


kantor. Direkomendasikan untuk level server side harus digunakan opensource sedangkan
di sisi user sebaiknya opensource sebisanya dan apabila sangat diperlukan masih
diperbolehkan menggunakan propriteary

Peraturan sentralisasi pengembangan dan pemeliharaan semua sumberdaya TI oleh SKPD


yang mempunyai kewenangan pengelolaan di seluruh SKPD.

Peraturan-peraturan lain terkait implementasi aplikasi tertentu yang akan dibangun


kemudian. Semua peraturan implementasi terdiri dari komponen SDM, SOP, jadwal, reward
dan punishment serta agenda monev.

Pembentukan organisasi CIO dan reorganisasi di PDE

Peraturan terkait pengadaan, perawatan dan pemanfaatan internet untuk kepentingan dinas

6.1.3. Daftar Kegiatan


Kegiatan

Output

Rincian Output

Penyusunan
dokumen
pengelolaan TI

Dokumen ITMP

Buku Induk

Dokumen SOP

Pengelolaan
datacenter (SS
507)

2012 2013 2014 2015 2016 2017 PIC

PDE

v
v

PDE

Transaksi
elektronika

PDE

Penggunaan
Internet

PDE

Penggunaan
intranet

PDE

Manajemen IP

v
v

PDE

Pengadaan dan
pemeliharaan
Aset TIK
Database dan
tatakelolanya

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

PDE

PDE

53/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


Manajemen
keamanan
informasi
Recruitment

SDM dgn
keahlian TIK

Pelatihan

Peningkatan
mutu SDM
pengelola TIK

Organisasi
Pengelola TI

Pembuatan
Regulasi

PDE

PDE

PDE

Sosialisasi
implementasi
TIK bagi user

PDE

Perubahan
SOTK dengan
pembentukan
Unit eselon 2
dgn nomenklatur
kominfo

PDE

Pembentukan
CIO

PDE

Kebijakan
sentralisasi
pengelolaan TI

PDE

Kebijakan
integrasi data
dan informasi

PDE

Sertifikat

Kebijakan peran
TI dalam
pengembangan
inovasi daerah

Sosialisasi

PDE

Kebijakan asas
legalitas
pengadaan
software

PDE

Pengetahuan TI
untuk Top Level
manajemen

PDE

Pengetahuan TI
untuk anggota
Dewan

PDE

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

54/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


Pemanfaatan TI
untuk keperluan
dinas
Pengetahuan
opensource
untuk karyawan

PDE

v
v

PDE

6.2. Infrastruktur
6.2.1. Koneksi

Backbone pemkab Malang adalah jalur komunikasi yang terdiri dari Kantor Sekretariat
daerah, kompleks perkantoran kepanjen, sepanjang jalur utama kepanjen, kepanjen
Malang dan kantor Kabupaten Malang di Kota Malang. Kecepatan transmisi data di
backbone minimal harus mencapai 10 Mbps yang terdiri dari 5 Mbps untuk intranet dan 5
Mbps untuk internet (penggunaan jejaring sosial sangat dibatasi), materialnya harus mampu
mentransmisikan data minimal 100 Mbps

WAN Pemerintah Kabupaten Malang akan mengkoneksikan seluruh instansi di lingkungan


pemerintah Kabupaten Malang.

LAN melingkupi seluruh ruang pada kantor SKPD yang digunakan untuk aktifitas transaksi
data / informasi.

Untuk mempercepat terselenggaranya jaringan komunikasi WAN Pemerintah Kabupaten


Malang maka akan di gunakan media Wireless 2.5 Ghz dan 5,8 Ghz sebagai system
sambungan media komunikasi, media ini mampu mentransmisikan data dengan kecepatan
minimal 10 Mbps

Topologi jaringan yang digunakan akan mempertimbangkan jalur alternatif dimana adanya
redudancy antar node.

6.2.3. Bandwidt

Rasio kecukupan bandwidth adalah 128 Kbps/user(terminal)

Dalam pelaksanaan penyediaan Bandwidth alangkah baiknya untuk dibuat pengadaan rutin
seperti halnya saluran telepon atau listrik.

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

55/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017

6.2.4. Data center


6.2.4.1. Ruang Datacenter di Pemerintah Kabupaten

Pengembangan Green Datacenter yang akan dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Malang
mengikuti standar IEEE.

Datacenter menyediakan multi-server yang mencukupi untuk kebutuhan seluruh sistem


yang dibutuhkan oleh Pemerintah Kabupaten, sehingga inisiasi pembangunan aplikasi di
setiap SKPD tidak membutuhkan perangkat server.

Secara administratif, seluruh server dan storage yang


dikelola PDE akan dikelola pemanfaatannya oleh PDE
meskipun pengadaannya melalui SKPD lain. Seluruh
sistem di instal dengan menggunakan sistem virtualisasi
untuk efisiensi.

Pengadaan perangkat TI untuk datacenter, mempunyai


spesifikasi untuk konfigurasi optimal dengan teknologi
terkini.

Data center dan backup dibangun redudance diletakkan

di

di gedung sekretariat daerah Kabupaten Malang di


Kepanjen dan di kantor pemkab Malang di Kota Malang.
6.2.4.2. Cloud System

Dalam melayani kebutuhan informasi bagi masyarakat Indonesia maka penayangan


informasi akan menggunakan pihak ke tiga yang sudah menerapkan Cloud System dan
sebaiknya penyelenggara adalah badan pemerintah.

Untuk memenuhi kebutuhan backup system dan DR maka, untuk lokal dilakukan dengan
menggunakan CD atau tape dan untuk remote backup disarankan untuk kerjasama dengan
pihak ke tiga yang memiliki DRC.

Untuk alasan keamanan informasi negara, disarankan untuk menggunakan DRC yang
dipercayakan dan dikelola oleh instansi pemerintah.

6.2.5. Manajemen Infrastruktur


IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

56/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


6.2.5.1. Kebijakan pengelolaan IP

Perlu pengadaan IP Public khusus milik Pemerintah Kabupaten Malang, hal ini diperlukan
guna tidak selalu berubah IP Address dari perangkat yang akan berhadapan langsung
dengan jaringan internet.

IP Public akan digunakan untuk perangkat jaringan dan server yang harus berhubungan
langsung dengan jaringan global, dan untuk user akan digunakan IP Private yang diatur
oleh pengelola jaringan Pemerintah Kabupaten Malang.

6.2.5.2. Kebijakan akses internet

Selama jam kerja, Internet hanya digunakan untuk kepentingan urusan kantor.

Seluruh aktifitas penggunaan internet akan dimonitor pada Network Operation Center
(NOC) di PDE.

6.2.5.3. Kebijakan pengelolaan pihak ketiga,

Semua pengadaan perangkat TI baik hardware maupun software sebaiknya menggunakan


perangkat yang legal.

Pengembangan aplikasi oleh pihak ketiga ataupun membangun sendiri, selain harus
dilengkapi dengan dokumentasi yang jelas, juga harus dilengkapi dengan source code nya.

6.2.6. Sistem Keamanan


No 100% security mechanism in this world, di dunia tidak ada sistem yang mampu membuat obyek
100% aman. Pasti ada celah keamanan (kelemahan) dalam sebuah sistem, kasus paling sering
terjadi adalah dengan social engineering atau kerawanan non teknis yang diakibatkan oleh
kelemahan pengelola sistem keamanan. Lebih dari 60% kasus masalah keamanan berasal dari
dalam (internal personil), sehingga kepedulian keamanan (security awarness) sangat perlu
diterapkan dengan reward and punishment untuk pengelola sistem jaringan pemerintah Kabupaten
Malang.
Pengelolaan keamanan informasi meliputi 2 komponen yaitu pengamanan fisik dan pengamanan
logic dengan ditambah sistem backup dan recovery system.
6.2.6.1. Backup dan Recovery

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

57/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


Macam-macam penyebab kerusakan sistem :
1. Kerusakan statement
2. Kerusakan user process
3. Kerusakan Jaringan
4. Kesalahan user
5. kerusakan komputer
6. Kerusakan media
Setiap penyebab kerusakan seharusnya sudah diantisipasi dengan segala peraturan (SOP) kinerja,
kalaupun masih juga terjadi kesalahan / kerusakan maka perlu dilakukan Backup dan recoverynya.
6.2.6.2. Pengamanan fisik data center
Pengamanan fisik data center adalah mencegah terjadi perusakan data center yang disebabkan
oleh lingkungan diantaranya kebakaran, banjir, embun, suhu, listrik, gempa bumi, binatang perusak
dan lainnya yang memberikan pengaruh negatif untuk peralatan yang ada dalam data center,
selain itu melindungi dari akses manusia yang tidak mempunyai kepentingan berada di lingkungan
data center yang akan beresiko perusakan tidak sengaja, sabotase ataupun kebodohan tindakan.
Idealnya, data Center sebaiknya dibangun terpisah dari kantor pusat. Cukup jauh dari jalan raya
utama. Tidak bertetangga dengan bandar udara, pabrik kimia, jalur pipa gas, pusat keramaian
(pasar, stadium olahraga) dan pusat pembangkit listrik. Dan juga lokasi memiliki fasilitas yang
memadai, seperti kecukupan tenaga listrik.
Data center sebaiknya memiliki genset tersendiri sebagai cadangan apabila terjadi pemadaman
listrik dari PLN, mempunyai sistem pendingin dan sistem pemadam kebakaran yang khusus
(FM200 fire detection and suppression system), serta mempunyai sistem pelokalisir kebakaran.
Monitoring akses dengan menggunakan CCTV, smart card + PIN access selama 24 jam sehari dan
7 hari seminggu untuk memastikan terjaganya keamanan fisik.
6.2.6.3. Pengamanan logic sistem
Sistem pengamanan berlapis dengan perangkat firewall, anti-malware, IDS/IPS, anti-DDoS,
password access, dll :

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

58/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017

6.2.5. Pengadaan dan Pemeliharaan Terminal


Pengadaan dan pemeliharaan setiap perangkat terminal perlu koordinasi antara unit pengguna
dengan PDE untuk inventarisasi dan manajemen pemanfaatannya

6.2.6. Daftar Kegiatan


No Kegiatan
1

Pembangunan DC/DRC di gedung pusat pemerintahan

2013

2014 2015 2016 2017

Kabupaten Malang di Kepanjen


2

Pengembangan DC / DRC di gedung pemerintah


kabupaten Malang di Kota Malang

Pembangunan jaringan utama (Backbone) 10 Mbps di

gedung pusat pemerintahan Kabupaten Malang di


kepanjen

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

59/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017

Pembangunan backbone 10 Mbps dari Gedung pusat

pemerintahan ke area perkantoran SKPD di Kepanjen

Optimalisasi jaringan antar unit di perkantoran Kabupaten

Malang di kota Malang

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

60/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


6

Optimalisasi jaringan antar SKPD dari gedung pusat

pemerintah Kabupaten Malang ke SKPD diluar area


perkantoran pemkab Malang di Kepanjen

Pembangunan backbone Kabupaten Malang dari kantor

Kabupaten Malang di kota Malang sampai dengan gedung


pusat Kabupaten Malang di Kepanjen dengan troughput
kecepatan akses minimal 10 Mbps

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

61/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017

Optimalisasi seluruh backbone Kabupaten Malang hingga

ke seluruh layanan tekecil (Kelurahan, Sekolah,


Puskesmas, Hotspot dll)

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

62/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017

6.3. Infostruktur
6.3.1. Arsitektur Informasi :
Konsep Integrasi Data yang akan dibangun, Secara Umum desain sistem Integrasi Data Pemkab
Malang adl sbb:

Bagan Hirarki Manajemen

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

63/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


Aplikasi untuk mengolah data transaksi perlu dibangun terlebih dahulu agar tersedia data yang dapat
diolah menjadi informasi yang dibutuhkan oleh manajemen menengah maupun puncak (strategis).
Sistem informasi yang menunjang kegiatan manajemen tingkat menengah (Kabag/Kasi)
memerlukan data dari aplikasi transaksional untuk disarikan agar sesuai dengan konsumsi
manajemen menengah. Sistem informasi untuk manajemen menengah atau yang sering disebut
Sistim Informasi Manajemen (SIM) akan berfokus kepada kegiatan internal dengan sistem
pelaporan yang baku.

Bagan Keterkaitan Sistem Informasi


Data dan informasi dari manajemen menengah kemudian dapat diolah untuk kebutuhan
pengambilan keputusan pada level menengah dan puncak. Dukungan sistem informasi dalam
pengambilan keputusan adalah Decision Support System (DSS). DSS selanjutnya memberikan
input data dan informasi kepada Sistem informasi bagi pimpinan (Excecutive Information System).
Rancangan arsitektur sistem informasi tersebut terdiri dari aplikasi transaksional meliputi semua
pengolahan data di SKPD dan bagian-bagian di sekretariat daerah. Aplikasi transaksional tersebut
kemudian mendukung sistem informasi manajemen. Selanjutnya aplikasi tersebut mendukung
pemasukan data pada Datawarehouse. Terbentuknya data warehouse akan mendukung Decision
Support System (DSS), Business Intelegence (BI) dan Executive Information System (EIS)

6.3.2. Kebijakan pengadaan Software


6.3.2.1. Ketentuan umum :

Operating system server aplikasi diusahakan berbasis opensource sedangkan di sisi

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

64/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


terminalnya bisa menggunakan Proprietary legal

Bahasa pemrograman dari aplikasi yang dibangun mandiri diusahakan menggunakan


opensource

Software office menggunakan opensource

Aplikasi pengolah data yang dibangun sendiri ataupun topdown berbasis web

Setiap aplikasi pengolah data harus dilengkapi dengan sourcecode dan dokumentasinya.

6.3.2.2. Aplikasi TopDown

Aplikasi yang diterima dari pusat atau propinsi apabila tidak melanggar regulasi yang
berlaku, maka harus bisa di komunikasikan dengan sistem integrasi yang ada, atau di
kostum sesuai platform yang telah ditetapkan.

Apabila aplikasi topdown tersebut lebih dari satu dengan tema yang sama, maka perlu
dibuat aplikasi yang bisa secara otomatis mengisi semua form aplikasi topdown tersebut
agar karyawan mengerjakannya cukup sekali saja untuk semua kebutuhan.

Data yang didapatkan dari aplikasi tersebut bisa dibackup di datawarehouse PDE

Berdasarkan UU Otonomi daerah, maka setiap data yang diolah oleh daerah adalah
sepenuhnya milik daerah yang boleh diakses oleh pemerintah ditingkat yang lebih tinggi.

6.3.2.3. Aplikasi Pengembangan Mandiri

Aplikasi yang dibangun harus bisa di komunikasikan dengan sistem integrasi yang ada.

Data yang didapatkan dari aplikasi tersebut bisa dibackup di datawarehouse PDE

6.3.2. Aplikasi Layanan Masyarakat


Aplikasi layanan masyarakat adalah aplikasi berbasis web yang dibangun untuk memberikan
layanan online sesuai kebutuhan warga kabupaten Malang.

Pengembangan Ekonomi
Perijinan : pemudahan proses perijinan berbasis web
Pengembangan UKM/IKM : sosialisasi produk dan layanan usaha warga kabupaten

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

65/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


Malang dan pemudahan layanan pemerintah kepada warga kabupaten untuk
membangun industri.
Sistem Inovasi daerah : aplikasi untuk terbangunnya komunikasi online antar komponen
dalam SIDa dalam bentuk knowledge management ataupun forum komunitas
Kesempatan kerja : pemudahan warga kabupaten malang untuk mendapatkan akses
pekerjaan di daerahnya, pemudahan untuk membangun

Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat :


kesehatan,
pendidikan,
ketertiban,
kenyamanan hidup
berbudaya luhur.

6.3.3. Aplikasi Layanan Internal Pemerintah Kabupaten


Berikut daftar usulan 8 (delapan) program unggulan pengembangan sistem informasi terintegrasi
pemerintah Kabupaten Malang:
1. Aplikasi otomatisasi proses bisnis terintegrasi di Sekretariat Daerah dan SKPD terkait
layanan internal pemerintah Kabupaten. Pengembangan aplikasi terintegrasi ini harus
didukung pula dengan pembangunan berbagai aplikasi otomatisasi sektoral disetiap bagian
dan seks-seksinya (setiap proses bisnis yang memungkinkan di otomatisasi).
2. Aplikasi sistem pelaporan untuk Pimpinan Daerah (Digital Dashboard) berbasis web pada
perangkat bergerak (mobile device) yang memonitor kinerja semua SKPD.
3. Pengembangan portal informasi layanan pemerintah, portal yang lebih diarahkan pada
informasi regulasi, budaya, layanan online, penataan lingkungan dan laporan pembangunan
kabupaten

sesuai

perencanaannya

dalam

berbagai

bentuk

indikator

yang

bisa

dipertanggung jawabkan secara ilmiah.


4. Portal potensi pariwisata kabupaten yang komprehensif untuk mengundang wisatawan dan
investor dalam dan luar negeri. Meskipun oleh swasta sudah disediakan akan tetapi juga
IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

66/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


masih diperlukan dari versi pemerintah kabupaten, portal ini dan juga portal lain milik
pemerintah kabupaten untuk tidak diarahkan sebagai portal berita kegiatan pejabat, akan
tetapi lebih ke informasi komunikasi layanan pemerintah kabupaten kepada masyarakat.
5. Forum komunikasi pengembangan sistem inovasi daerah
6. Sistem informasi terintegrasi monitoring tenaga kerja warga kabupaten malang antara dinas
kependudukan, dinas ketenaga kerjaan dan dinas perindustrian untuk monitoring dan
kebijakan investasi, inovasi, pengembangan SDM daerah, pengurangan pengangguran,
peningkatan kesejahteraan rakyat dan pengembangan ekonomi daerah.
7. Sistem integrasi kesehatan masyarakat : Rumah sakit daerah, puskesmas, Dinas
kependudukan (Simduk), Dinas kesehatan, dll untuk monitoring peningkatan kesejahteraan
masyarakat, penanggulangan wabah penyakit dan peningkatan mutu layanan kesehatan.
8. Sistem integrasi peningkatan mutu dan aksesabiltas pendidikan : Dinas pendidikan,
perpustakaan, kelompok swadaya masyarakat, kantor pemberdayaan masyarakat, dinas
kependudukan (simduk) dll.
6.3.4. Daftar kegiatan pengembangan portal dan aplikasi sbb:
No Kegiatan

Pemilik

Pengguna

2013 2014 2015 2016 2017

Pembangunan Digital dashboard


untuk sistem pelaporan dan
bantuan pengambilan keputusan

PDE

Top Level
Manajemen

Pembangunan datawarehouse

PDE

Seluruh SKPD

Pembangunan aplikasi indikator


pembangunan Kabupaten

PDE

Mayarakat

Pengembangan portal
Kabupaten

SKPD

Masyarakat

Pengembangan portal dan


aplikasi komunikasi untuk
pengembangan Sistem Inovasi
daerah (SIDA)

PDE

SKPD dan
masyarakat bid.
pengembangan
SIDA

Pengembangan portal pariwisata

SKPD

Masyarakat

Pengembangan portal dan


aplikasi layanan pemerintah

SKPD

Masyarakat

Pengembangan e-office
terintegrasi

SKPD

SKPD

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

67/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


9

Penggerak pemberdayaan
komunitas pemanfaatan TI untuk
pendidikan : Digital Library,
penerimaan murid, indikator
pendidkan

PDE

SKPD dan
Masyarakat bid.
edukasi

10 Penggerak pemberdayaan
komunitas pemanfaatan TI untuk
bisnis : forum UKM / IKM / SIDa,
pemasaran online, potensi
ekonomi daerah, forum komunitas
bisnis tematik

PDE

SKPD dan
masyarakat bid.
bisnis

11 Penggerak pemberdayaan
komunitas Opensource dan
keamanan informasi

PDE

Komunitas TI

12 Penggerak pemberdayaan
komunitas pemanfaatan TI untuk
kesehatan masyarakat

PDE

SKPD dan
masyarakat bid.
kesehatan

13 Penggerak pemberdayaan
komunitas pemanfaatan TI untuk
sosial, kebudayaan dan
kemasyarakatan

PDE

SKPD dan
Masyarakat bid.
Sosial dan
budaya

14 Pemanfaatan TI untuk pendidikan


politik dan e-voting

PDE

SKPD bidang
politik dan KPU

Pemanfaatan TI pemberdayaan komunitas tidak harus membangun website, akan tetapi bisa
menggunakan forum diskusi berbasis cloud yang dibangun masyarakat dunia : Blog, Twitter,
facebook dll akan tetapi infrastrukturnya bisa di fasilitasi oleh pemerintah kabupaten sebagai
proyek percontohan, dikemudian hari komunitas ini harus berkembang dan bisa membiayai sendiri
operasionalnya. Akan tetapi akan lebih baik apabila dibangun aplikasi dan database berbasis web
yang bisa mengkomunikasikan antar komponen dalam komunitas, dikemudian hari akan saling
terhubung jejaring vertikal horisontal hingga semakin meluas pemanfaatannya

6.4. Rencana Tindak Penguatan Sistem Inovasi Daerah berbasis e-Development


Rencana tindak (program) yang dilaksanakan dalam rangka pengembangan Sistem Inovasi
Daerah (SID) Kabupaten Malang adalah :
1. Pengembangan kerangka umum yang kondusif bagi inovasi dan bisnis.
2. Pengembangan kelembagaan dan daya dukung Iptek/Litbang dan kemampuan absorpsi
teknologi dunia usaha khususnya UMKM dan Koperasi.

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

68/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017


3. Pengembangan kolaborasi dan keterlibatan kelembagaan Iptek dalam peningkatan inovasi
dan difusi inovasi, pengembangan dan perekayasaan Iptek.
4. Pengembangan budaya inovasi dan difusi teknologi.
5. Pengembangan dan penguatan keterpaduan kemajuan sistem inovasi pada klaster industri
daerah dan nasional.
6. Penyelarasan dengan perkembangan global.
7. Pengembangan pemanfaatan e-Development dalam pembangunan daerah.

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

69/70

RITI e-Development Pemkab Malang 2013 - 2017

REFERENSI
1. COBIT 5 2008
2. Panduan pembangunan infrastruktur portal pemerintah, Kemenkominfo
3. Panduan manajemen sistem dokumen elektronik, Kemenkominfo
4. Kepmen

Komunikasi

dan

Informasi

Nomor

57/Kep/M.Kominfo/12/2003,

Panduan

Penyusunan Rencana Induk Pengembangan E-Government.


5. Panduan penyelenggaraan situs web pemerintah daerah, Kemenkominfo
6. Panduan tentang pendidikan dan pelatihan SDM e-Government, Kemenkominfo
7. Inpres RI

Nomor 3 Tahun 2003,

Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-

Government.
TM
8. TOGAF

9 dan ITIL V3

Two Framework White Paper, Tom Van Sante and Jeroen

Ermers, September 2009


9. Kebijakan BPPT dalam Mendukung Penguatan Sistem Inovasi Daerah

IPTEKnet BPPT Pemerintah Kabupaten Malang

70/70