Anda di halaman 1dari 2

Penyertaan Modal :

1. Judul Perjanjian : PERJANJIAN KERJASAMA PENYERTAAN MODAL; bukan


Perjanjian
Kerjasama Penyelenggaraan Apotek. atau Perjanjian Kerjasama Apotek atau
Perjanjian Kerjasama Mendirikan Apotek.
2. Pihak Pertama adalah APOTEKER sebagai Tenaga Kefarmasian (dibuktikan
dengan
kepemilikan STRA yang sah dan masih berlaku), tidak boleh hanya menggunakan
KTP; Pihak Kedua adalah PEMODAL/INVESTOR. Secara hukum, hal tersebut
menunjukkan bahwa Apoteker adalah bersifat proaktif (sekaligus sebagai Subyek
Utama/Primer) sedangkan Pemodal/Investor adalah bersifat kontributif (Subtek
Penyerta/Sekunder). Bukan sebaliknya.
3. Terhadap Cakupan Kerjasama : Pihak Pertama membatasi kontribusi Pihak
Kedua.
Yakni hanya terkait besaran modal, pembagian hasil (porporsional terhadap nilai
investasi) dan mekanisme pengembalian modal awal pada akhir kerjasama.
4. Terhadap Perbekalan Farmasi (Obat) : Merupakan milik dan dikuasai oleh
Apoteker
sepenuhnya. Bukan milik Apoteker bersama Pemodal. Kepemilikan/kontribusi
modal
oleh pemilik modal tidak dapat dijadikan alasan legal untuk memiliki/menguasai
Perbekalan Farmasi (Obat).
5. Terhadap karyawan Apotek : Sepenuhnya dikuasai dan dikendalikan oleh
Apoteker.
Pemodal tidak dibenarkan turut mengatur atau mempengaruhi atau membuat
sistem atau mekanisme sedemikian sehingga independensi Apoteker menjadi
terganggu.
6. Terhadap Pengembalian Modal pada pengakhiran kerjasama :
o Aset-aset tetap (benda diam) seperti tanah, bangunan dan sejenisnya secara
fisik diserahkan kembali kepada pemilik sesuai kondisi terakhir.
o Perabotan dan benda bergerak dikembalikan sesuai kondisi terakhir kepada

pemilik
o Uang kontan dikembalikan sebesar Modal Awal yang disertakan pada saat
Perjanjian Kerjasama dibuat.
7. Dalam keadaan Apoteker tidak sanggup mengembalikan Uang Kontan sebesar
Modal
Awal, maka Apoteker dapat mengkonversinya dalam bentuk Perbekalan Farmasi
(Obat) yang senilai dengan modal awal tersebut akan tetapi dengan ketentuan
bahwa fisik Perbekalan Farmasi (Obat) tidak dapat diserahkan atau dikuasakan
kepada Pemodal melainkan diserahkan dan dikuasakan kepada Apoteker
Penggantinya yang sah (telah ber-SIPA) ditempat tersebut setelah tercapainya
Perjanjian Kerjasama Penyertaan Modal baru atas keduanya (Apoteker Baru dan
Pemodal).
8. Kelebihan/sisa Perbekalan Farmasi (Obat) setelah dikurangi nilai modal awal
(pada
Pengakhiran Kerjasama), sepenuhnya adalah hak milik dan dalam penguasaan
Apoteker. Jika dipandang perlu Apoteker dapat 'menjual' kelebihan/sisa
Perbekalan
Farmasi (Obat) tersebut kepada 'Apoteker Baru yang telah sah yang
menggantikannya'