Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

DIABETES MELITUS
Topik

: Diabetes Melitus

Sasaran

: Pasien dan keluarga pasien di Ruang Melati RS. dr. Soepraoen


Malang

Tempat: Ruang Melati RS. dr. Soepraoen Malang


Hari/ tanggal : Jumat, 1 April 2016
Waktu

: 10.00 10.30 WIB

Penyuluh

: Mahasiswa

1. Latarbelakang
Banyak orang masih mengangga penyakit diabetes merupakan
penyakit orang tua atau penyakit yang hanya timbul karena faktor
keturunan. Padahal, setiap orang dapat mengidap diabetes, baik tua maupun
muda, termasuk Anda. Namun, yang perlu anda pahami adalah anda tidak
sendiri. Menurut data WHO, Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar
dalam jumlah penderita Diabetes Mellitus di dunia. Pada tahun 2000 yang
lalu saja, terdapat sekitar 5,6 juta penduduk Indonesia yang mengidap
diabetes.
Namun, pada tahun 2006 diperkirakan jumlah penderita diabetes di
Indonesia meningkat tajam menjadi 14 juta orang, dimana baru 50 persen
yang sadar mengidapnya dan di antara mereka baru sekitar 30 persen yang
datang berobat teratur. Sangat disayangkan bahwa banyak penderita diabetes
yang tidak menyadari dirinya mengidap penyakit yang lebih sering disebut
penyakit gula atau kencing manis. Hal ini mungkin disebabkan minimnya
informasi di masyarakat tentang diabetes terutama gejala-gejalanya.
Sebagian besar kasus diabetes adalah diabetes tipe 2 yang disebabkan faktor
keturunan. Tetapi faktor keturunan saja tidak cukup untuk menyebabkan
seseorang terkena diabetes karena risikonya hanya sebesar 5%. Ternyata
diabetes tipe 2 lebih sering terjadi pada orang yang mengalami obesitas alias

kegemukan akibat gaya hidup yang dijalaninya.Berdasarkan latar belakang


permasalahan di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penyuluhan.
2. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti penyuluhan pasien dan keluarga mampu memahami
tentang diabetes melitus
3. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan pasien dan keluarga mampu:
1) Menyebutkan pengertian Diabetes Melitus
2) Menyebutkan penyebab Diabetes Melitus
3) Menyebutkan tanda dan gejala Diabetes Melitus
4) Menyebutkan pencegahan Diabetes Melitus
5) Menjelaskan penatalaksanaan Diabetes Melitus
6) Menyebutkan komplikasi Diabetes Melitus
4. Materi
1) Pengertian Diabetes Melitus
2) Penyebab Diabetes Melitus
3) Tanda dan gejala Diabetes Melitus
4) Pencegahan Diabetes Melitus
5) Penatalaksanaan Diabetes Melitus
6) Komplikasi Diabetes Melitus
5. Metode
1) Ceramah
2) Diskusi dan Tanya jawab
6. Media
1) Power point / slide
2) Leaflet
7. Pengorganisasian
Moderator

: Chandra

Presenter

: Sulfiani

Observer

: Ananta

Fasilitator

: Sri Wahyuni

8. Susunan Kegiatan Penyuluhan


Waktu
5

Tahap

K e g i a t an

Penyuluh
kegiatan
Pembukaan 1. Membuka acara dengan

menit

Sasaran
1. Menjawab salam

mengucapkan salam
kepada sasaran
2. Menyampaikan topik dan
tujuan penkes kepada

menyampaikan topik dan

sasaran

tujuan.

3. Kontrak waktu untuk


kesepakatan pelaksanaan
10

Kegiatan

menit

inti

2. Mendengarkan penyuluh

penkes dengan sasaran


1. Mengkaji ulang

3. Menyetujui kesepakatan
waktu pelaksanaan
penkes
1. Menyampaikan

pengetahuan sasaran

pengetahuannya tentang

tentang materi penyuluhan.

materi penyuluhan

2. Menjelaskan materi
penyuluhan tentang

2. Mendengarkan penyuluh
menyampaikan materi

Diabetes Melitus kepada


sasaran dengan
menggunakan Powerpoint
5

Evaluasi

menit

dan leaflet
1. Memberikan pertanyaan
kepada sasaran tentang

1. Menjawab pertanyaan
yang diajukan penyuluh

materi yang sudah


disampaikan penyuluh
2. Memberi kesempatan
kepada sasaran untuk

2. Bertanya kepada
penyuluh

bertanya
5
menit

Penutup

1. Menyimpulkan materi
penyuluhan yang telah

1. Mendengarkan
penyampaian

disampaikan kepada sasaran


2. Menutup acara dan

kesimpulan
2. Mendengarkan

mengucapkan salam serta

penyuluh menutup acara

terima kasih kepada sasaran

dan menjawab salam

1. Evaluasi
Struktur :
Kesiapan materi : 100% sesuai yang terlampir.
Kesiapan waktu dan tempat : Ruang Melati RS. dr. Soepraoen Malang
Kesiapan media meliputi : Leaflet, poster dan power point/slide.
Proses:
Pada saat penyuluhan peserta aktif mengikuti kegiatan penyuluhan.
Hasil :
Setelah diberikan penyuluhan peserta dapat menjawab dengan benar 80%
dari pertanyaan yang diajukan

MATERI PENYULUHAN
DIABETES MELITUS
1.

Pengertian
Diabetes Mellitus merupakan suatu kumpulan gejala yang timbul pada
seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula
(glukosa) darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif
(Arjatmo, 2002).
Diabetes mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yg ditandai oleh
kenaikan kadar glukosa dalam darah / hiperglikemia. (Brunner dan Suddarth,
2002).
Menurut American Diabetes Association (ADA) tahun 2010, Diabetes meltus
merupakan suatu

kelompok

penyakit

metabolik

dengan karakteristik

hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin ,atau
kedua-duanya.
Diabetes type 1: adalah suatu keadaan hiperglikemia diakibatkan oleh karena
berkurangnya sekresi insulin akibat kerusakan sel -pankreas yg didasari
proses autoimun.
Diabetes type 2 : adalah suatu kondisi dimana sel-sel Betha pankreas relatif
tidak mampu mempertahankan sekresi dan produksi insulin shg menyebabkan
kekurangan insulin.
2. Penyebab

Diabetes Tipe 1 dipercaya sebagai penyakit autoimun, di mana sistem imun


tubuh sendiri secara spesifik menyerang dan merusak sel-sel penghasil insulin
yang terdapat pada pankreas. Belum diketahui hal apa yang memicu terjadinya
kejadian autoimun ini, namun bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa faktor
genetik dan faktor lingkungan seperti infeksi virus tertentu berperan dalam
prosesnya. Walaupun diabetes tipe 1 berhubungan dengan faktor genetik,
namun faktor genetik lebih banyak berperan pada kejadian diabetes tipe 2.

Diabetes tipe 2 diduga disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan


lingkungan. Banyak pasien diabetes tipe 2 memiliki anggota keluarga yang
juga menderita diabetes tipe 2 atau masalah kesehatan lain yang berhubungan
dengan diabetes, misalnya kolesterol darah yang tinggi, tekanan darah tinggi
(hipertensi) atau obesitas. Keturunan ras Hispanik, Afrika dan Asia memiliki
kecenderungan lebih tinggi untuk menderita diabetes tipe 2. Sedangkan faktor
lingkungan yang mempengaruhi risiko menderita diabetes tipe 2 adalah
makanan dan aktivitas fisik kita sehari-hari.

Berikut ini adalah faktor-faktor risiko mayor seseorang untuk menderita diabetes
tipe 2.
Riwayat keluarga inti menderita diabetes tipe 2 (orang tua atau kakak atau
adik)
Tekanan darah tinggi (>140/90 mm Hg)
Dislipidemia: kadar trigliserida (lemak) dalam darah yang tinggi (>150mg/dl)
atau kadar kolesterol HDL <40mg/dl
Riwayat Toleransi Glukosa Terganggu (TGT) atau Glukosa Darah Puasa
Terganggu (GDPT)
Riwayat menderita diabetes gestasional atau riwayat melahirkan bayi dengan
berat lahir lebih dari 4.500 gram
Makanan tinggi lemak, tinggi kalori
Gaya hidup tidak aktif (sedentary)
Obesitas atau berat badan berlebih (berat badan 120% dari berat badan ideal)
Usia tua, di mana risiko mulai meningkat secara signifikan pada usia 45 tahun
Riwayat menderita polycystic ovarian syndrome, di mana terjadi juga
resistensi insulin

3.

Tanda dan Gejala


Pada awalnya, pasien sering kali tidak menyadari bahwa dirinya mengidap
diabetes melitus, bahkan sampai bertahun-tahun kemudian. Namun, harus
dicurigai adanya DM jika seseorang mengalami keluhan klasik DM berupa:

poliuria (banyak berkemih)

polidipsia (rasa haus sehingga jadi banyak minum)

polifagia (banyak makan karena perasaan lapar terus-menerus)

penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya

Jika keluhan di atas dialami oleh seseorang, untuk memperkuat diagnosis dapat
diperiksa keluhan tambahan DM berupa:

lemas, mudah lelah, kesemutan, gatal

penglihatan kabur

penyembuhan luka yang buruk

disfungsi ereksi pada pasien pria

gatal pada kelamin pasien wanita

4. Pencegahan
Pencegahan penyakit diabetes melitus tipe 2 terutama ditujukan kepada orangorang yang memiliki risiko untuk menderita DM tipe 2. Tujuannya adalah untuk
memperlambat timbulnya DM tipe 2, menjaga fungsi sel penghasil insulin di
pankreas, dan mencegah atau memperlambat munculnya gangguan pada jantung
dan pembuluh darah. Faktor risiko DM tipe 2 dibedakan menjadi faktor yang
dapat dimodifikasi dan faktor yang tidak dapat dimodifikasi. Usaha pencegahan
dilakukan dengan mengurangi risiko yang dapat dimodifikasi.
Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi contohnya ras dan etnik, riwayat
anggota keluarga menderita DM, usia >45 tahun, riwayat melahirkan bayi dengan
BB lahir bayi>4000 gram atau riwayat pernah menderita DM gestasional (DMG),
dan riwayat lahir dengan berat badan rendah, kurang dari 2,5 kg.
Faktor risiko yang dapat dimodifikasi contohnya berat badan berlebih,
kurangnya aktivitas fisik, hipertensi (> 140/90 mmHg), gangguan profil lipid
dalam darah (HDL < 35 mg/dL dan atau trigliserida > 250 mg/dL, dan diet tak
sehat tinggi gula dan rendah serat. Pencegahan DM juga harus dilakukan oleh
pasien-pasien prediabetes yakni mereka yang mengalami intoleransi glukosa
(GDPP dan TGT) dan berisiko tinggi mederita DM tipe 2.

Pencegahan DM tipe 2 pada orang-orang yang berisiko pada prinsipnya adalah


dengan mengubah gaya hidup yang meliputi olah raga, penurunan berat badan,
dan pengaturan pola makan. Berdasarkan analisis terhadap sekelompok orang
dengan perubahan gaya hidup intensif, pencegahan diabetes paling berhubungan
dengan penurunan berat badan. Menurut penelitian, penurunan berat badan 5-10%
dapat mencegah atau memperlambat munculnya DM tipe 2. Dianjurkan pula
melakukan pola makan yang sehat, yakni terdiri dari karbohidrat kompleks,
mengandung sedikit lemak jenuh dan tinggi serat larut. Asupan kalori ditujukan
untuk mencapai berat badan ideal.
Akitivitas fisik harus ditingkatkan dengan berolah raga rutin, minimal 150 menit
perminggu, dibagi 3-4 kali seminggu. Olah raga dapat memperbaiki resistensi
insulin yang terjadi pada pasien prediabetes, meningkatkan kadar HDL (kolesterol
baik), dan membantu mencapai berat badan ideal. Selain olah raga, dianjurkan
juga lebih aktif saat beraktivitas sehari-hari, misalnya dengan memilih
menggunakan tangga dari pada elevator, berjalan kaki ke pasar daripada
menggunakan mobil, dll.
Merokok, walaupun tidak secara langsung menimbulkan intoleransi glukosa,
dapat memperberat komplikasi kardiovaskular dari intoleransi glukosa dan DM
tipe 2. Oleh karena itu, pasien juga dianjurkan berhenti merokok.
5.

Penatalaksanaan
Dalam jangka pendek penatalaksanaan DM bertujuan untuk menghilangkan
keluhan atau gejala DM. Sedangkan tujuan jangka panjangnya adalah untuk
mencegah komplikasi. Tujuan tersebut dilaksanakan dengan cara menormalkan
kadar glukosa, lipid dan insulin. Untuk mempermudah tercapainya tujuan
tersebut kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pengelolaan pasien secara holistik
dan mengajarkan kegiatan mandiri.
Kerangka utama penatalaksanaan DM yaitu perencanaan :

makanan ( diet )

Latihan jasmani.

Obat obatan

Pemantauan

Pendidikan Kesehatan
(Arief, 2005)

6.

Komplikasi

Kardiovaskuler : hipertensi, infak miokard

Mata : retinopati, katarak.

Syaraf : neuropati.

Paru paru : TBC.

Kulit : gangren, ulkus.


Hati : sirosis hepatis.
(Arief, 2005)

SATUAN ACARA PENYULUHAN


DIABETES MELITUS

Oleh
Sulfiani Mustika

1301100077

Chandra Fitriya

1301100078

Sri Wahyuni

1301100079

Ananta Deva

1301100080

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG

JURUSAN KEPERAWATAN
D-III KEPERAWATAN MALANG

Maret 2016