Anda di halaman 1dari 4

PERCOBAAN 4

Termodinamika Reaksi Pembentukan Ion Komplek FeSCN2+

A. Tujuan
Menentukan konstanta kesetimbangan, pembentukan ion kompleks

B. Teori
Kimiawan selalu berhubungan dengan data-data termodinamika dalam beberapa reaksi
kimia. Dengan data termodinamika seperti energi bebas ,entalpi dan entropi kita dapat
mempelajari sifat-sifat suatu reaksi kimia dan memprediksi reaksi kimia yang akan terjadi. Hubungan
parameter termodinamika dalam suatu reaksi dinyatakan sebagai :

dalam keadaan setimbang semua parameter termodinamika dapat ditentukan berdasarkan posisi
kesetimbangan sebagai fungsi suhu. Hubungan antara energy bebas
dengan konstanta
kesetimbangan dinyatakan sebagai :

Sehingga jika kita bisa menentukan nilai konstanta kesetimbangan suatu reaksi pada suhu tertentu,
maka energy bebas dapat ditentukan. Plot energi bebas sebagai fungsi suhu akan mendapatkan garis
lurus untuk menentukan parameter termodinamika yang lain.

Reaksi pembentukan ion kompleks


Reaksi kimia yang sering digunakan untuk mempelajari prinsip keseimbangan dan
termodinamika reaksi adalah reaksi pembentukan ion kompleks. Misalnya pembentukan ion
kompleks seperti reaksi berikut :

Dalam kesetimbangan diperoleh :

Produk dari reaksi ini adalah ion kompleks FeSCN2+ dapat mengadsorbsi panjang

gelombang cahaya tampak. Sedangkan reaktan hanya sedikit menyerap cahaya tampak (biasanya
Fe3+ berwarna kuning, tetapi dengan adanya nitrat menjadi tidak berwarna). Oleh karena itu kita
bisa mengikuti reaksi tersebut dengan spektrofotometer cahaya tampak untuk menentukan
konsentrasi produk kompleks ion FeSCN2+ yang terbentuk. Sehingga kita bisa gunakan
persamaan Beer-Lambert :

Dimana :

= absorbansi
= konstanta absorsivitas molar

C. Prosedur Percobaan
1. Alat dan bahan yang digunakan
a. Spektronik
b. Erlenmeyer 250 mL
c. Labu takar 250 mL
d. Pipet ukur 10 mL
e. Kuvet
f. Termostat

g. Larutan HNO3
h. Larutan KSCN
i. Larutan Fe(NO3 )3

2. Cara Kerja
a. Ambil dengan pipet 10 mL 0,05 M dan masukkan ke dalam kuvet. Gunakan larutan ini
sebagai larutan blanko.
b. Buat larutan dengan komposisi seperti pada tabel 2. 1, aduk hingga bercampur dan
tentukan absorbansinya.
Tabel 2. 1 Larutan standar
Larutan KSCN 0,002 M
0,2 M
0,05 M
1
5 mL
5 mL
15 mL
2
4 mL
5 mL
16 mL
3
3 mL
5 mL
17 mL
4
2 mL
5 mL
18 mL
5
1 mL
5 mL
19 mL
c. Gunakan data hasil percobaan pada cara kerja b untuk membuat kurva kalibrasi.
d. Buat larutan dengan komposisi seperti pada tabel 2. 2, aduk hingga bercampur.
Tabel 2. 2 Larutan percobaan
Larutan KSCN 0,002 M
0,002 M
0,05 M
1
1 mL
5 mL
4 mL
2
2 mL
5 mL
3 mL
3
3 mL
5 mL
2 mL
4
4 mL
5 mL
1 mL
5
5 mL
5 mL
0 mL
Lakukan pengukuran absorbansi pada temperatur C masing-masing larutan.
C. Pengolahan data dan perhitungan
1. Tentukan konsentrasi larutan standar menggunakan stoikiometri reaksi.
+
Mula mula
:
(x mol)
(y mol)
Bereaksi
:
(x-y mol)
(y mol)
(y mol)
Setimbang
:
(z mol)
(0 mol)
(y mol)
Sehingga [] = []

2. Buatlah kurva kalibrasi dengan absorbansi sebagai sumbu Y dan konsentrasi sebagai
sumbu X.
3. Tentukan persamaan konsentrasi berdasarkan persamaan garis lurus dari kurva kalibrasi
(hukum lambert-beer).

Sehingga menjadi =
4. Gunakan persamaan konsentrasi pada langkah 2 untuk menentukan konsentrasi masingmasing larutan untuk suhu 25C, 20C, 15C, 10C dan 5C.
5. Hitunglah konstanta kesetimbangan untuk suhu 25C, 20C, 15C, 10C dan 5C masingmasing larutan.
6. Dari data konstanta kesetimbangan tentukan masing-masing suhu.
7. Gambarkan grafik sebagai sumbu Y versus sebagai sumbu X untuk menentukan dan reaksi.

Sehingga
D. Data percobaan
1. Tabel D. 1 Data konsentrasi dan absorbansi larutan standar
Larutan
1
2
3
4
5

Absorbansi

2. Tabel D. 2 Data absorbansi variasi temperatur masing-masing larutan.


Larutan
Temperatur ()
Absorbansi
1
25
20
15
10
5
2
25
20
15
10
5
3
25
20
15
10
5

25
20
15
10
5
25
20
15
10
5

E. Daftar Pustaka
1. Atkins, P. W. 1990. Physical Chemistry. Oxford University Press.