Anda di halaman 1dari 13

BAB II

DASAR TEORI

II.1 Medan Magnet Bumi

Pengertian umum medan magnet bumi adalah medan atau daerah dimana dapat
dideteksi distribusi gaya magnet (BROOKE, 1966, Champman dan Barttels, 1940). Pada
tahun 1839 Gauss pertama kali melakukan analisa harmonik dari medan magnet bumi untuk
mengamati sifat-sifatnya. Analisa selanjutnya yang dilakukan oleh para ahli mengacu pada
kesimpulan umum yang dibuat oleh Gauss yaitu :

Intensitas medan magnet bumi hampir seluruhnya dari dalam bumi

Medan yang teramati di permukaan bumi dapat didekati dengan persamaan harmonik
yang pertama berhubungan dengan potensial dua kutub di pusat bumi. Dua kutub
Gauss ini mempunyai kemiringan (menyimpang) kira-kira 11,50 terhadap sumbu
geografis.
Komponen medan magnet yang berasal dari dalam medan bumi merupakan efek yang

timbul karena sifat inti bumi yang cair memungkinkan adanya gerak relatif antara kulit bumi
dengan inti bumi yang sering disebut dengan efek dynamo.
Variasi medan magnet yang hanya beberapa persen dari harganya yang timbul oleh
aliran arus di ionosfer yang menghasilkan medan magnet, dengan demikian induksi arus
listrik alam mengurangi komponen horisontal yang tergantung pada sifat kelistrikan kerak
dan mantel bumi (Brooke, 1966). Arus ionosfer pada prinsipnya berasal dari :

Fluktuasi harian sinar matahari dan pasang surut bulan yang menyebabkan
bergeraknya elektron bebas.

Variasi transien yang dihasilkan oleh aktivitas matahari, aliran partikel terionisasi
yang berasal dari emisi gas hidrogen dari matahari ditahan dynamo ionosfer dan
akibatnya menganggu medan magnet bumi (Oxford, 1965; Akasofu dan Champman,
1961).

II.2 Komponen Magnet Bumi

Bumi berlaku seperti sebuah magnet sferis yang sangat besar dengan suatu medan
magnet yang mengelilinginya. Medan itu dihasilkan oleh suatu dipole magnet yang terletak
pada pusat bumi. Sumbu dipole ini bergeser sekitar 11o dari sumbu rotasi bumi, yang berarti
kutub utara geografis bumi tidak terletak pada tempat yang sama dengan kutub selatan
magnetik bumi. Menurut IGRF (2000), melalui perhitungan posisi simetris dimana dipole
magnetik memotong permukaan bumi, letak kutub utara magnet bumi adalah 79,3 N, 71,5 W
dan 79,3 S , 108,5 E untuk kutub selatan.
Medan magnet bumi terkarakterisasi oleh parameter fisis yang dapat diukur yaitu arah
dan intensitas kemagnetannya. Parameter fisis itu adalah deklinasi magnetik D, intensitas
horisontal H dan intensitas vertikal Z. Dari elemen-elemen ini, semua parameter medan
magnet lainnya dapat dihitung.
Parameter yang menggambarkan arah medan magnetik adalah deklinasi D (sudut antara
utara magnetik dan utara geografis) dan inklinasi I (sudut antara bidang horisontal dan vektor
medan total), yang diukur dalam derajat. Intensitas medan magnetik total F digambarkan
dengan komponen horisontal H, komponen vertikal Z dan komponen horisontal kearah
utara X dan kearah timur Y. Intensitas medan magnetik bumi secara kasar antara 25.000
65.000 nT. Untuk Indonesia, wilayah yang terletak di utara ekuator mempunyai intensitas
40.000 nT, sedangkan yang di selatan ekuator 45.000 nT.

Gambar II.1 Elemen magnetik bumi

Sehingga :
2

F0 H 2 Z 2 X 2 Y 2 Z 2
(II.1)
Dimana :
H = Fo cos I

Z = Fo sin I

X = H cos D

tan I = Z/ H

Y = H sin D

tan D = Y / X

II.3 Sifat-Sifat Kemagnetan Bumi

Sifat magnetik material pembentuk batuan batuan dapat dibagi menjadi :


1. Diamagnetik

Dalam batuan diamagnetik atom atom pembentuk batuan mempunyai kulit elektron
berpasangan dan mempunyai spin yang berlawanan dalam tiap pasangan. Jika mendapat
medan magnet dari luar orbit, elektron tersebut akan berpresesi yang menghasilkan medan
magnet lemah yang melawan medan magnet luar tadi mempunyai Susceptibilitas k negatif
dan kecil dan Susceptibilitas k tidak tergantung dari pada medan magnet luar. Contoh :
bismuth, grafit, gipsum, marmer, kuarsa, garam.
2. Paramagnetik

Di dalam paramagnetik terdapat kulit elektron terluar yang belum jenuh yakni ada
elektron yang spinnya tidak berpasangan dan mengarah pada arah spin yang sama. Jika
terdapat medan magnetik luar, spin tersebut berpresesi menghasilkan medan magnet yang
mengarah searah dengan medan tersebut sehingga memperkuatnya. Akan tetapi momen
magnetik yang terbentuk terorientasi acak oleh agitasi termal. Contoh : piroksen, olivin,
garnet, biotit, amfibolit dll.
Dalam benda-benda magnetik, medan yang dihasilkan oleh momen-momen magnetik
atomik permanen, cenderung untuk membantu medan luar, sedangkan untuk dielektrikdielektrik medan dari dipol-dipol selalu cenderung untuk melawan medan luar, apakah
dielektrik mempunyai dipol-dipol yang terinduksi atau diorientasikan.
3. Ferromagnetik
Terdapat banyak kulit electron yang hanya diisi oleh suatu electron sehingga mudah
terinduksi oleh medan luar.keadaan ini diperkuat lagi oleh adanya kelompok - kelompok
bahan berspin searah yang membentuk dipole-dipol magnet (domain) mempunyai arah sama,
apalagi jika didalam medan magnet luar. Mempunyai sifat :
Susceptibility k positif dan jauh lebih besar dari satu.
Susceptibility k bergantung dari temperature.
Contoh : besi, nikel, kobalt.

II.4 Akuisisi Metode Geomagnetik


Metode Geomagnetik merupakan metode geofisika pasif, yaitu metode tanpa
memberikan suatu respon kedalam bumi atau hanya memanfaatkan medan alamiah dalam hal
ini medan magnet yang terdapat di dalam bumi. Dalam metode geomagnetik terdapat
beberapa cara survei yaitu secara satu alat dan Base-Roover. Metode satu alat merupakan
survei geomagnetik dengan cara titik pengukuran geomagnetik akan kembali lagi ketitik
semula. Sedangkan Base-Rover suatu cara survei geomagnetik dengan memanfaatkan suatu
titik ikat sebagai base ( titik yang tidak bergerak ) dan titik lain yang bergerak yang disebut
Rover.
Sebelum melakukan survei magnetik dengan cara ini maka perlu ditentukan lintasan,
arah lintasan, dan spasi lintasan. Pada survei geomagnetik Base-Rover salah satu alat dari
magnetik terletak pada titik base yang berfungsi sebagai pengontrol data karena variasi
harian. Pembacaan alat pada base biasanya dilakukan dengan orde 2 ( dua ) menit yang
bertujuan untuk mengetahui perubahan nilai medan magnet yang tergantung perubahan waktu
dan kondisi loaksi survei. Alat pada rover bergerak sesuai

dengan lintasan yang telah

ditentukan dan setiap titik dengan spasi yang telah ditentukan dialkukan pengukuran dan
pembacaan pada alat. Konsep dari pengukuran dengan konsep ini dapat dilihat pada gambar
berikut.

Gambar II.2. Konsep dasar pengukuran Base-Rover

Dalam peletakan kedudukan base tidak boleh sembarangan karena harus mencakupi
seluruh lintasan rover, jika hal ini tidak dilakukan maka data rover yang berada jauh atau

diluar area base maka akan sulit diadakan kontrol data. Misalnya terdapat beberapa lintasan
maka peletakan base harus berada diskitar lintasan tersebut. Sehingga dari data yang
didapatkan akan terdapat hubungan antara base dan rover yang akan dilakukan koreksi
berdasarkan variasi harian.

Base Rover

Pengukuran yang menggunakan dua buah alat PPM dimana satu buah untuk
pengambilan data base yang penempatan alat PPM tersebut di tempatkan pada tempat yang
bebas dari noise untuk mencatat nilai variasi harian dan tetap sedangkan satunya untuk
pengambilan data di lapangan guna mencatat intensitas medan total dari tiap lintasan.
Proses pengolahan data manual Base Rover yaitu dengan cara menghitung data dengan
menggunakan rumus sebagai berikut :
BL = H Base X T Base Rover
T Terukur
(II.2)
BLN = Intensitas terdekat BL
(II.3)
Hvar = BLN Bl1
(II.4)
Ha = H intensitas rover IGRF Hvar
(II.5)

Keterangan : BL

: kuat medan magnet

BLn

: kuat medan magmet dititik n

Hvar

: nilai variasi harian

Bl1

: Bl pada stasiun 1

IGRF

: International Geomagnetics Reference Field

Ha

medan magnet anomali

Satu Alat
Pengukuran secara satu alat merupakan suaut konsep pengukuran geomagnetik

dengan memanfaatkan suatu titik base yang digunakan sebagai titik acuan dan pengukuran
awal hingga terakhir akan kembali pada titik tersebut (satu alat). Konsep metode satu alat
sebenarnya pengukuran yang kurang akurat dibandingkan pengukuran secara base-rover,
dikarenakan pengukuran secara satu alat hanya memperhitungkan variasi harian dari suatu
daerah berdasarkan dua titik saja. Yaitu titik base dan titik akhir. Dimana selisih intensitas
medan magnet pada awal pengukuran dengan intensitas medan magnet pengukuran terakhir
adalah sebagai koreksi variasi harian. Sedangkan pada saat pengukran berlangsung terjadi
perubahan kondisi matahari. Pengukuran satu alat jarang dilakukan karena tingkat akurasi
datanya agak kurang baik dibandingkan pengukuran secara base-rover yang, menghitung
variasi harian setiap beberapa jam sekali karena perubahan
kondisi yang berbeda dari matahari. Berikut ini merupakan contoh konsep pengukuran
secara satu alat.

Base / looping
llloopiloping

lintasan

Gambar II.3. Konsep Dasar Pengukuran Base Rover

Gambar diatas menjelaskan tentang konsep dasar dari pengukuran geomagnetik yang
dilakukan secara satu alat. Seperti yang dilihat pada gambar pengukuran pertama dilakukan
di titk base kemudian baru dilanjutkan ke lintasan dan pengukuran tersebut diakhiri pada titik
base tadi yang disebut sebagai titik satu alat. Pada pengukuran ini akan terdapat variasi harian
yang terjadi selama pengukuran dengan kondisi matahari pada saat pengukuran dilakukan
dan diakhir adalah berbeda yang meningkatkan intensitas dari daerah pengukuran juga
bervariasi.

Pengukuran yang menggunakan satubuah alat PPM untuk pengambilan nilai variasi
harian juga untuk pengambilan data di lapangan guna mencatat intensitas medan total dari
tiap lintasan.
Proses pengolahan data manual Base Rover yaitu dengan cara menghitung data dengan
menggunakan rumus sebagai berikut :
Koreksi IGRF = Hrerata IGRF
(II.6)
Var iansi harian = (Ti Tawal) X (T akhir T awal)
( Hrerata akhir Hrerata awal)
Ha = H intensitas rover IGRF - Hvar

Keterangan : Ti

(II.7)
(II.8)

: Waktu di titik pengambilan

Tawal

: Waktu di titik awal

Takhir

: Waktu di titik akhir

IGRF

: International Geomagnetics Reference Field

Ha

medan magnet anomali

II.5. Filter Pengolahan Data Magnetik


II.5.1 Upward continuation
Upward continuation merupakan suatu proses untuk mengubah data pengukuran medan
potensial yang telah di koreksi dalam suatu permukaan ke beberapa permukaan medan
potensial yang lebih tinggi dari permukaan ketika melakukan pengukuran hingga beberapa
meter. Untuk penentuan ketinggian tergantung pada keinginan dalam melihat target yang
prospek sehingga dapat terlihat jelas tanpa terabung dengan noise yang ada atau pengaruh
dari benda benda dekat permukaan yang bersifat magnet sehingga akan membuat data akan
lebih agak sulit untuk dilihat prospeknya.

Gambar II.4. Upward Continuation

II.5.2 Reduksi Ke Kutub


Reduksi ke kutub (RTP) adalah satu dari beberapa filter yang digunakan dalam proses
interpretasi data magnetik. Pada dasarnya RTP mencoba mentranformasikan medan magnet
di suatu tempat menjadi medan magnet di kutub utara magnetik.
Filter RTP mangansumsikan bahwa pada seluruh lokasi pengambilan data nilai medan
magnet bumi (terutama inklinasi dan deklinasi) memiliki nilai yang konstan. Asumsi ini dapat
diterima apabila lokasi tersebut memiliki luas area yang relatif sempit. Namun hal ini tidak
dapat diterima apabila luas daerah pengambilan data sangat luas karena melibatkan nilai
lintang dan bujur yang bervariasi, dimana harga medan magnet bumi berubah secara
bertahap.
Data anomali medan magnet total kemudian direduksi ke kutub agar anomali medan
magnet maksimum terletak tepat diatas tubuh benda penyebab anomali. Reduksi ke kutub
dilakukan dengan cara membuat sudut inklinasi menjadi 90o dan deklinasi 0o.

Gambar II.5. Dipole dan Monopole

II.6 Software Geosoft Oasis Montaj

Geosoft Incorporated adalah software pengembangan dan jasa perusahaan yang


berkantor pusat di Toronto, Kanada. Perusahaan ini menyediakan perangkat lunak geofisika
dan geologi dan teknologi server geospasial untuk geoscientists profesional yang terlibat
dalam sumber daya alam eksplorasi dan terkait disiplin ilmu bumi. Geosoft didirikan di
Toronto pada tahun 1982 sebagai suatu kemitraan antara Ian MacLeod dan Colin Reeves
untuk mengembangkan perangkat lunak geofisika untuk eksplorasi geofisika dan aplikasi
geoteknik. Kepentingan kemitraan dan merek dagang "Geosoft" dibeli oleh Paterson, Grant
dan Watson Ltd pada tahun 1984, yang terus mengembangkan perangkat lunak Geosoft untuk
aplikasi geofisika. Geosoft mengembangkan produk software yang beroperasi pada desktop,
server yang dan internet cloud platform. Berikut ini adalah merek produk primer yang
dimiliki dan dikembangkan oleh Geosoft.
Pemetaan Software pada program ini dapat di gunakan pada aplikai Oasis montaj,
Oasis montaj adalah pengolahan informasi dan pemetaan platform perangkat lunak spasial
untuk geofisika eksplorasi dan pemodelan geologi yang diterapkan untuk sumber daya
eksplorasi. Sistem ini diperpanjang oleh pengguna untuk memenuhi kebutuhan eksplorasi
tertentu menggunakan Developer GX, Geosoft Target digunakan dalam eksplorasi mineral
untuk mengelola, melihat dan model eksplorasi pengeboran informasi sebagai bagian dari
mendefinisikan deposit mineral ekonomi untuk pertambangan.
Kepentingan software dari Paterson, Grant dan Watson yang berpindah haluan untuk
membentuk Geosoft Incorporated di pada tanggal 1 Februari 1986.
Pada bulan Juli 2007, Geosoft memperoleh hak perangkat lunak untuk program
pemodelan potensi-bidang GM-SYS dari Corvallis, Oregon perusahaan Northwest Geofisika
Associates. Sebagai bagian dari akuisisi perusahaan riset Geosoft (USA) Research Inc
didirikan pada Corvallis, Oregon untuk mempekerjakan tim pengembangan GM-SYS dan
melanjutkan pengembangan GM-SYS dan teknologi yang terkait.
II.7. Software Magblock
Progam MAGBLOK menghitung total medan magnetostatik dalam bentuk model
block 3-D. Model terdiri dari block yang besar, dimana blok tersebut dibagi menjadi bagianbagian elemen balok yang lebih bervariasi. Setiap block-minor menggambar nilai masing
masing suseptibilitas magnet. Dalam MAGBLOX bisa digunakan pilihan parameter berupa
rasio dari induksi dan remanent magnetisasi (Q-Ratio) dan dari inklinasi dan deklinasi dari

remanent magnetisasi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai model blok 3-D, dapat dilihat
didalam berkas didalam progam BLOXER yang digunakan untuk menvisualisasi dan
mengatur blok model 3-D.
Progam MAGBLOX dapat digunakan baik dalam permodelan secara forward maupun
inverse (intepretation). Metode inversi akan optimial bila nilai suseptibilitas dari setiap blok,
jadi perbedaan antara pengukuran dan perhitungan data medan magnet bisa diminimalisir.
Pembagian dari nilai suseptibilitas didalam balok hasil permodelan bisa digunakan untuk
intepretasi secara geologi. Progam MAGBLOX bisa digunakan baik dalam skala besar
(Regional) maupun secara kecil (Lokal). Untuk studi skala regional, variasi dari intensitas
medan magnet bumi dan arah dari deklinasi bisa diubah dalam bentuk derajat (degree).
Perhitungan permodelan forward didasarkan pada penyelesaian dan perhitungan alogaritma
untuk kemiringan prisma dari model S. -E.Hjelt (1972).

II.8. Software Bloxer


Bloxer

adalah

program

komputer

yang

di

buat

untuk

penggambaran

interaktif,konstruksi dan pembaruan model 3 dimensi yang berbentuk balok, yang sering di
sebut dengan model voxel. Block model dari program ini sering di gunakan pada perangkat
lunak GRAVBLOX (Pirttijrvi, 2010) dan MAGBLOX yang di gunakan untuk permodelan
geofisika dan interpretasi dari akusisi data lapangan gravitasi dan statis magnetik 3-D. Model
terdiri dari block yang besar, dimana blok tersebut dibagi menjadi bagian-bagian elemen
balok yang lebih bervariasi. Setiap block-minor menggambar nilai masing masing dari
karakterisitk

parameternya.

Model

ini

memiliki

bentuk

yang

sejajar

(local

or

geographical)dengan xyz koordinat sistem.isi dari model tersebut mendeskripsikan


kandungan parameter petrofisis,seperti densitas,suseptibilitas magnetik atau konduktivitas
kelistrikan.gambar di bawah ini menampilkan contoh dari model balok regular, dimana
seluruh balok minor memiliki ukuran dan bentuk yang sama. Dengan catatan model balok
harus terisi, tidak boleh menumpuk atau memiliki space kosong.

Gambar II. 6 Model balok dari dX.dY.dZ yang terbagi kedalam nx.ny.nz balok dengan ukuran
minor darii dx.dy.dz. Model ini memiliki bentuk yang sejajar (local or geographical) dengan xyz
koordinat sistem

Tambahan untuk format model, BLOXER bisa mengimport data dari format kolom
teks dan binary files. Ini digunakan untuk interpolasi 3-D, ekstrapolasi dan menselaraskan
data untuk mengisi blok minor bersama nilai parameternya. Demikian, BLOXER dapat
digunakan untuk penggambaran variasi jenis data 3 dimensi. Ketika mengimport nilai data
yang sudah ada bisa tetap disimpan dan data yang baru bisa untuk dijadikan model. Maka
dari itu, BLOXER bisa digunakan untuk memperbarui model 3-D yang sudah ada dengan
data yang baru. 3 bagian lapisan horizontal dan vertikal bisa divisualisasikan dalam bentuk 2D dan bentuk 3-D serta penyajian 3-D bisa dibuat untuk satu atau dua nilai permukaan yang
sama. Editing secara interaktif dari bentuk geometric yang sederhana dan dari titik pada data
dapat digunakan untuk mengatur nilai dari parameter model, berat (fix/free status) dan
informasi yang tidak berlanjut. BLOXER bisa mengatur bentuk model yang tidak biasa,
dimana ukuran dan bentuk dari variasi asalkan model tersebut selalu diisi. Ini memungkinkan
permodelan bisa dilakukan pada lapisan horizontal yang tidak berundulasi dan dekat dengan
kontak vertikal dengan akurasi yang baik tanpa membutuhkan peningkatan pertimbangan
akurasi dan jumlah dari balok minor.BLOXER dan menggunakan data topografi dan data
sumur (drill-hole) untuk mengatur ukuran vertikal dari posisi batas balok secara otomatis.
Walaupun seluruh fitur ini, kemampuan BLOXER untuk memvisualisasikan mempunyai
sedikit batasan. Maka dari itu, volume data, lapisa, dan bagian bisa diexport untuk menjadi
dalam bentuk teks untuk dilanjutkan ke progam lainya (third-party visualization programs).

II.9. Software Rockworks


Rockworks merupakan salah satu software geological data management & analysis
begitu disebutkan dari pembuatnya. Adapun kegunaanya adalah untuk modeling, visualisasi
surface dan subsurface serta reporting.
Untuk menunjang fungsinya sebagai software modeling rockworks memiliki 2 main data
windows dan di support oleh 3 graphic display windows :

The Bore Hole Manager

The Rockworks Utillities

Rockplot 2D

Rockplot 3D

Report Work

II.10. Pemodelan 3D
Pemodelan adalah membentuk suatu benda-benda atau obyek. Membuat dan
mendesain obyek tersebut sehingga terlihat seperti hidup. Sesuai dengan obyek dan basisnya,
proses ini secara keseluruhan dikerjakan di komputer. Melalui konsep dan proses desain,
keseluruhan obyek bisa diperlihatkan secara 3 dimensi, sehingga banyak yang menyebut hasil
ini sebagai pemodelan 3 dimensi (3D modelling) (Nalwan, 1998). Ada beberapa aspek yang
harus dipertimbangkan bila membangun model obyek, kesemuanya memberi kontribusi pada
kualitas hasil akhir. Hal-hal tersebut meliputi metoda untuk mendapatkan atau membuat data
yang mendeskripsikan obyek, tujuan dari model, tingkat kerumitan, perhitungan biaya,
kesesuaian dan enyamanan, serta kemudahan manipulasi model. Proses pemodelan 3D
membutuhkan perancangan yang dibagi dengan beberapa tahapan untuk pembentukannya.
Seperti obyek apa yang ingin dibentuk sebagai obyek dasar, metoda pemodelan obyek 3D,
pencahayaan dan animasi gerakan obyek sesuai dengan urutan proses yang akan dilakukan.

Gambar II.7 Proses pemodelan 3D

Model 3D mewakili objek 3D menggunakan koleksi poin dalam ruang 3D,


dihubungkan dengan berbagai entitas geometris seperti segitiga, garis, permukaan lengkung,
dll Menjadi pengumpulan data (poin dan informasi lainnya), model 3D dapat dibuat dengan
tangan , algorithmically (model prosedural), atau scan.