Anda di halaman 1dari 7

1.

NITROGEN (N)
Nitrogen ditemukan oleh dokter Skotlandia Daniel Rutherford pada tahun
1772. Nitogren adalah unsur kelima yang paling melimpah di alam semesta
dan terdapat sekitar 78% dari atmosfer bumi, yang berisi sekitar 4.000 triliun
ton gas. Di alam, nitrogen berbentuk sebagai senyawa N 2 dengan kadar
78,03% volum dan 75,45% berat. Nitrogen adalah gas yang tidak berwarna,
tidak berbau dan tidak berasa, serta mencair pada suhu 195,8 C dan
membeku pada suhu 210 C.
Kegunaan Nitrogen
Kegunaan nitrogen antara lain sebagai berikut.
1.

Sebagian besar nitrogen dipakai untuk membuat amonia (NH3).

2.

Digunakan untuk membuat pupuk nitrogen, seperti urea (CO(NH 2)2)


dan ZA(NH4)2SO4).

3.

Sebagai selubung gas inert untuk menghilangkan oksigen pada


pembuatan alat elektronika karena sifat inert yang dimiliki.

4.

Digunakan

sebagai

pendingin

untuk

menciptakan

suhu

rendah,

misalnya pada industri pengolahan makanan.


5.

Membuat ruang inert untuk penyimpanan zat-zat eksplosif.

6.

Mengisi

ruang

kosong

dalam

termometer

untuk

mengurangi

penguapan raksa.
7.

Senyawa organik nitrasi, seperti nitro-gliserin dan trinitrotoluene, lazim


digunakan sebagai bahan peledak.

2. FOSFOR (P)
Fosfor adalah unsur bukan logam multivalen dari kelompok nitrogen.
Unsur ini ditemukan di alam dalam beberapa bentuk alotropik dan
merupakan elemen penting bagi kehidupan organisme. Terdapat beberapa

bentuk fosfor yaitu fosfor putih, merah, dan hitam. Fosfor putih adalah jenis
yang lazim diproduksi industri.
Fosfor putih bersinar dalam gelap, terbakar secara spontan bila terkena
udara, dan merupakan racun mematikan. Fosfor merah bervariasi dalam
warna dari oranye ke ungu karena variasi kecil dalam struktur kimianya.
Bentuk ketiga, fosfor hitam, dibuat di bawah tekanan tinggi, berwujud seperti
grafit serta mampu menghantarkan listrik. Di alam, fosfor tidak pernah
ditemui dalam bentuk murni, tetapi hanya sebagai fosfat yang terdiri dari
atom fosfor yang terikat pada empat atom oksigen. Fosfor juga hadir sebagai
ion fosfat bermuatan negatif (PO43-) yang terbentuk dalam mineral atau
sebagai organofosfat di mana terdapat molekul organik yang melekat pada
satu, dua, atau tiga atom oksigen. Fosfor juga terdapat dalam berbagai
makanan. Makanan yang kaya fosfor termasuk tuna, salmon, sarden, hati,
kalkun, ayam, telur dan keju (200 mg/100 g). Di alam, terdapat banyak
mineral fosfat dengan bentuk yang paling berlimpah adalah apatit.
Kegunaan Fosfor
Kegunaan fosfor, antara lain:
1.

Sebagian besar fosfor digunakan untuk memproduksi asam fosfat, di


mana asam fosfat digunakan pada pelapisan logam agar tahan terhadap
korosi atau dapat dijadikan lapisan dasar dalam pengecatan.

2.

Digunakan juga dalam industri minuman ringan untuk memberikan


rasa asam.

3.

Fosfor merah digunakan untuk membuat korek api.

4.

Kalium fosfat digunakan untuk pelengkap makanan dan pada soda kue.

5.

Dalam tubuh manusia, fosfor terdapat pada nukleat, yaitu DNA dan
RNA dan kalsium fosfat sebagai senyawa utama penyusun matriks
tulang.

6.

Digunakan untuk kaca khusus, lampu natrium, dalam produksi baja,


dalam aplikasi militer (bom pembakar, bom asap, dll), serta dalam
aplikasi lain seperti kembang api, pestisida, pasta gigi, dan deterjen.
3. ARSEN (As)
Arsen , arsenik, atau arsenikum adalah unsur kimia dalam tabel periodik

yang memiliki simbol As dan nomor atom 33. Ini adalah bahan metaloid yang
terkenal beracun dan memiliki tiga bentuk alotropik; kuning, hitam, dan abuabu. Arsenik secara kimiawi memiliki karakteristik yang serupa dengan
Fosfor, dan sering dapat digunakan sebagai pengganti dalam berbagai reaksi
biokimia dan juga beracun. Ketika dipanaskan, arsenik akan cepat teroksidasi
menjadi oksida arsenik, yang berbau seperti bau bawang putih. Arsenik dan
beberapa senyawa arsenik juga dapat langsung tersublimasi, berubah dari
padat menjadi gas tanpa menjadi cairan terlebih dahulu. Zat dasar arsenik
ditemukan dalam dua bentuk padat yang berwarna kuning dan metalik.
Kegunaan Arsenik
1. Senyawa arsenik digunakan dalam pembuatan kaca jenis khusus,
sebagai pengawet kayu, dan dalam semikonduktor galium arsenade
yang memiliki kemampuan mengubah arus listrik menjadi sinar laser.
2. Gas arsine AsH3 menjadi gas dopan penting dalam industri microchip,
meskipun penggunaannya memerlukan prosedur ketat karena sangat
beracun.
3. Sejumlah kecil arsenik ditambahkan ke germanium untuk membuat
transistor. Gallium arsenide (GaAs) dapat menghasilkan sinar laser
langsung dari listrik.
Efek Kesehatan Arsenik
Arsenik adalah salah satu unsur paling beracun. Manusia dapat
terpapar arsenik melalui makanan, air, dan udara. Paparan juga terjadi
melalui kontak kulit dengan tanah atau air yang mengandung arsenik.
Tingkat arsenik dalam makanan umumnya cukup rendah sehingga tidak

membahayakan. Tingkat arsenik dalam ikan dan seafood mungkin tinggi


karena mereka menyerap arsenik dari air. Untungnya, arsenik dalam ikan
terutama dari jenis organik tidak terlalu berbahaya. Namun, ikan yang
mengandung sejumlah besar arsenik anorganik dapat membahayakan
kesehatan manusia.
Paparan arsenik mungkin lebih tinggi pada orang yang bekerja dengan
arsenik atau yang tinggal di rumah kayu yang diawetkan dengan senyawa
arsenik. Paparan pada arsenik anorganik akan memicu berbagai efek
kesehatan, seperti iritasi lambung dan usus, penurunan produksi sel darah
merah dan putih, perubahan kulit, dan iritasi paru-paru. Penyerapan
sejumlah besar arsenik anorganik juga dikaitkan dengan peningkatan resiko
perkembangan kanker, terutama kanker kulit, kanker paru-paru, kanker hati,
dan kanker getah bening. Paparan arsenik yang sangat tinggi bisa
menyebabkan kemandulan dan keguguran pada perempuan, gangguan kulit,
gangguan jantung, dan kerusakan otak baik pada pria maupun wanita.

4. SENG (Zn)
Seng merupakan logam putih kebiruan berkilau dan berada dalam
kelompok IIB tabel periodik. Seng bersifat getas pada suhu normal, tetapi
berubah menjadi ulet dan bisa ditempa ketika dipanaskan antara 110 C
hingga 150 C. Unsur ini merupakan logam cukup reaktif yang akan bereaksi
dengan oksigen dan non-logam
Limbah industri berpotensi menyebabkan peningkatan jumlah seng dalam
air minum sehingga memicu masalah kesehatan. Seng terjadi secara alami
di udara, air dan tanah, tetapi peningkatan konsentrasi seng umumnya
disebabkan oleh aktivitas manusia. Sebagian seng ditambahkan ke alam
selama kegiatan industri, seperti pertambangan, pembakaran batu bara, dan
pengolahan baja. Seng merupakan unsur ke-23 paling melimpah di kerak

bumi. Bijih utama seng dikenal sebagai sfalerit. Bijih seng lainnya adalah
wurzite, smithsonite, dan hemimorphite.
Kegunaan Seng
1. Seng terutama digunakan dalam proses peleburan besi serta sebagai
campuran paduan logam.
2. Logam ini juga digunakan sebagai pelat negatif dalam beberapa
baterai

listrik

serta

untuk

atap

dan

selokan

dalam

konstruksi

bangunan, serta dalam die casting di industri otomotif.


3. Seng oksida digunakan sebagai pigmen putih dalam cat air atau cat
dan sebagai aktivator dalam industri karet.
4. Sebagai pigmen, seng juga digunakan dalam industri plastik, kosmetik,
kertas fotokopi, wallpaper, tinta cetak dll.
Efek Kesehatan Seng
Seng adalah elemen yang sangat penting bagi kesehatan manusia.
Asupan seng yang terlalu rendah membuat seseorang kehilangan nafsu
makan, penurunan indera perasa dan penciuman, serta luka lambat sembuh.
Kekurangan seng bahkan dapat menyebabkan janin cacat lahir. Meskipun
manusia mampu menangani konsentrasi seng yang cukup tinggi, asupan
terlalu tinggi justru menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti kram
perut, iritasi kulit, muntah, mual, dan anemia. Tingkat seng yang sangat
tinggi dapat merusak pankreas dan mengganggu metabolisme protein, serta
menyebabkan arteriosclerosis. Seng dapat berbahaya bagi janin yang belum
lahir dan janin baru lahir. Seorang ibu yang menyerap konsentrasi seng
terlalu tinggi dapat menyalurkannya ke janin melalui darah dan ASI.
5. BESI (Fe)
Besi adalah logam berkilau, kuat, mudah ditempa, dan berwarna perak
abu-abu. Logam ini memiliki empat bentuk kristal yang berbeda. Jika
terpapar udara, besi berpotensi mengalami karat. Besi berkarat terutama di
udara lembab, tetapi tidak di udara kering.
Logam ini mudah larut dalam asam encer. Besi merupakan unsur yang
aktif secara kimia dan membentuk dua seri utama senyawa kimia, besi

bivalen (II) atau fero, dan senyawa besi trivalen (III) atau feri. Besi
merupakan unsur kesepuluh paling melimpah di alam semesta. Besi juga
unsur paling melimpah (massa , 34,6%) yang membentuk bumi. Konsentrasi
besi dalam berbagai lapisan bumi bervariasi dari amat tinggi di inti hingga
sekitar 5% di kerak luar.
Sebagian besar besi ditemukan dalam berbagai senyawa oksida besi,
seperti mineral hematit, magnetit, dan taconite. Inti bumi diyakini sebagian
besar terdiri dari paduan logam besi-nikel. Unsur besi sangat penting dalam
hampir semua organisme hidup. Pada manusia, besi merupakan unsur
penting dalam hemoglobin darah. Produksi besi dunia diperkirakan sekitar
500 juta ton per tahun, ditambah sekitar 300 juta ton besi daur ulang.
Daerah pertambangan utama besi meliputi Cina, Brasil, Australia, Rusia,
Ukraina, Amerika Serikat, Kanada, Venezuela, Swedia, dan India.
Kegunaan Besi
1. Penggunaan besi merentang dari wadah makanan, mobil, obeng,
mesin cuci, penjepit kertas, hingga kapal tanker.
2. Baja adalah paduan besi yang paling dikenal. Berbagai bentuk lain besi
yang juga digunakan adalah pig iron, besi cor, baja karbon, besi tempa,
baja paduan, dan oksida besi.
Efek Kesehatan Besi
Zat besi bisa ditemukan pada daging, kentang, sayuran, dan hampir
semua produk makanan. Tubuh manusia menyerap zat besi dari produk
hewani lebih cepat daripada dari produk nabati. Besi merupakan bagian
penting dari hemoglobin, bagian darah yang berfungsi mengangkut oksigen.
Besi dapat menyebabkan konjungtivitis, choroiditis, dan retinitis jika kontak
atau berada dalam konsentrasi tinggi di jaringan tubuh. Terlalu banyak
menghirup asap atau debu oksida besi dapat mengakibatkan timbulnya
pneumoconiosis jinak yang disebut siderosis.
Menghirup konsentrasi berlebihan oksida besi dapat meningkatkan
risiko perkembangan kanker paru-paru pada pekerja yang telah terpapar
karsinogen paru sebelumnya. Karena pentungnya besi, kekurangan unsur ini

bisa memicu anemia. Pria rata-rata memerlukan asupan harian besi


sebanyak 7 mg, sedangkan wanita membutuhkan 11 mg.