Anda di halaman 1dari 5

A.

Lembaga-lembaga Penyusun Standar Akuntansi


1. IAI
IAI merupakan satu-satunya wadah yang mewakili profesi akuntan Indonesia secara
keseluruhan, baik yang berpraktik sebagai akuntan sektor publik, akuntan sektor privat,
akuntan pendidik, akuntan publik, akuntan manajemen, akuntan pajak, akuntan forensik,
dan lainnya.
Sejarah terbentuknya organisasi profesi akuntan di Indonesia diawali berdirinya
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) pada tanggal 23 Desember 1957. Pada awalnya
Indonesia hanya memiliki seorang akuntan pribumi, yaitu Prof. Dr. Abutari. Lalu pada
tahun 1956, Prof. Soemardjo lulus pendidikan akuntan di negeri Belanda. Baru pada
tahun 1957 mulai lahir akuntan lulusan dalam negeri berikut ini adalah Basuki Siddharta,
Hendra Darmawan, Tan Tong Djoe, dan Go Tie Siem, mereka lulus pertengahan tahun
1957. Prof. Soemardjo dengan keempat akuntan bersepakat untuk mendirikan
perkumpulan akuntan khusus bangsa Indonesia pada hari Kamis, 17 Oktober 1957.
Karena pertemuan tersebut tidak dihadiri oleh semua akuntan yang ada maka diputuskan
membentuk Panitia Persiapan Pendirian Perkumpulan Akuntan Indonesia. Panitia
diminta menghubungi akuntan lainnya untuk menanyakan pendapat mereka. Dalam
Panitia itu Prof. Soemardjo duduk sebagai ketua, Go Tie Siem sebagai penulis, Basuki
Siddharta sebagai bendahara sedangkan Hendra Darmawan dan Tan Tong Djoe sebagai
komisaris. Surat yang dikirimkan Panitia kepada 6 akuntan lainnya memperoleh jawaban
setuju. Perkumpulan yang akhirnya diberi nama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
akhirnya berdiri pada 23 Desember 1957, yaitu pada pertemuan ketiga yang diadakan di
aula UI pada pukul 19.30.
Konsep Anggaran Dasar IAI yang pertama diselesaikan pada 15 Mei 1958 dan naskah
finalnya selesai pada 19 Oktober 1958. Menteri Kehakiman mengesahkannya pada 11
Pebruari 1959. Namun demikian, tanggal pendirian IAI ditetapkan pada 23 Desember
1957. Ketika itu, tujuan IAI adalah:
1. Membimbing perkembangan akuntansi serta mempertinggi mutu pendidikan
akuntan.
2. Mempertinggi mutu pekerjaan akuntan.
IAI memiliki maksud menghimpun potensi Akuntan Indonesia untuk menjadi
penggerak pembangunan nasional dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur
berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. IAI memiliki tujuan untuk mengembangkan dan
mendayagunaakan potensi Akuntan Indonesia sehingga terbentuk suatu cipta dan karya
Akuntan Indonesia untuk didarmabaktikan bagi kepentingan bangsa dan Negara. IAI

memiliki fungsi sebagai wadah komunikasi yang menjebatani berbagai latar belakang
tugas dan bidang pengabdiannya untuk menjalin kerjasama yang bersifat sinergi secara
serasi, seimbang dan selaras.
Untuk mencapai maksud, tujuan, dan fungsinya, IAI melaksanakan beragam kegiatan
diantaranya pendaftaran dan pelayanan keanggotaan; pengembangan dan penyusunan
standar akuntansi keuangan; pengembangan dan penegakkan kode etik akuntan;
pemberian konsultasi untuk pengembangan usaha kecil, menengah dan koperasi; dan
lain-lain.
Saat ini IAI merupakan satu-satunya wadah yang mewakili profesi akuntan Indonesia
secara keseluruhan. Sebagai anggota IFAC, IAI memiliki komitmen untuk melaksanakan
semua standar internasional yang ditetapkan demi kualitas tinggi dan penguatan profesi
akuntan di Indonesia. IAI juga merupakan anggota sekaligus pendiri ASEAN Federation
of Accountants (AFA). Saat ini IAI menjadi sekretariat permanen AFA.
2. FASB
Dewan Standar Akuntansi Keuangan (FASB) telah menjadi organisasi yang ditunjuk
di sektor swasta untuk menetapkan standar akuntansi keuangan sejak tahun 1973.
Standar tersebut secara resmi diakui sebagai otoritatif oleh Securities and Exchange
Commission (SEC) (Pelaporan Keuangan No Rilis 1, Pasal 101, dan menegaskan
kembali pada tahun 2003 bulan April Pernyataan Kebijakan) dan American Institute of
Certified Public Accountants (Peraturan 203, Aturan Perilaku Profesional, sebagaimana
telah diubah Mei 1973 dan Mei 1979).
Para Dewan Standar Akuntansi Keuangan (FASB) adalah pribadi, tidak-untuk
keuntungan organisasi yang tujuan utamanya adalah untuk mengembangkan prinsip
akuntansi yang berlaku umum (GAAP) di Amerika Serikat di publik bunga. FASB
memiliki visi untuk menetapkan dan meningkatkan standar akuntansi dan pelaporan
keuangan untuk bimbingan dan pendidikan public, termasuk emiten, auditor, dan
pengguna informasi keuangan.
FASB merupakan bagian dari struktur yang independen dari semua organisasi bisnis
dan profesional lainnya. Di dalam struktur tersebut terdapat Financial Accounting
Foundation (FAF), FASB, Financial Accounting Standards Advisory Council (FASAC),
Govermental Accounting Standard Board (GASB), dan Govermental Accounting
Standard Advisory Council (GASAC).
Financial Accounting Foundation (FAF) : Bersifat mandiri pada sektor organisasi
swasta yang bertanggung jawab atas pengawasan, administrasi, dan keuangan dari
FASB, GaSb, dan dewan penasehat mereka FASAC dan GASAC. Tugas utamanya

melindungi independensi dan integritas proses penetapan standar dan menunjuk anggota
FASB, GaSb, FASAC, dan GASAC.
Dewan Standar Akuntansi Keuangan (FASB) : Pada tahun 1973, FASB didirikan
untuk membangun dan meningkatkan standar akuntansi keuangan dan pelaporan untuk
entitas nonpemerintah. Konsisten dengan misi itu, FASB mempertahankan Standar
Akuntansi Kodifikasi yang merupakan sumber otoritatif standar akuntansi dan
pelaporan, selain yang dikeluarkan oleh SEC, diakui oleh FASB yang akan diterapkan
oleh entitas nonpemerintah.
Standar Akuntansi Keuangan Advisory Council (FASAC) : Fungsi utamanya adalah
memberikan saran kepada FASB pada masalah teknis dalam agenda Dewan, agenda
yang mungkin baru, prioritas proyek, hal-hal prosedural yang mungkin membutuhkan
perhatian dari FASB, dan hal-hal lain yang mungkin diminta oleh FASB.
Dewan Standar Akuntansi Pemerintahan ( GASB, Govermental Accounting Standards
Board) : Pada tahun 1984, GaSb didirikan untuk menetapkan standar akuntansi keuangan
dan pelaporan untuk unit pemerintah negara bagian dan lokal.
Govermental Accounting Standards Advisory Council (GASAC) : GASAC memiliki
tanggung jawab untuk memberikan saran kepada GaSb pada masalah teknis dalam
agenda Dewan, prioritas proyek, dan berbagai hal yang mungkin membutuhkan
perhatian GaSb, dan hal-hal lain yang memungkinkan dapat diberikan oleh GaSb.
3. IASB
Standar Akuntansi Internasional (IASB) telah didahului oleh Dewan Standar
Akuntansi Internasional Committee (IASC), yang beroperasi dari tahun 1973 sampai
2001. IASC sendiri didirikan pada bulan Juni 1973 sebagai hasil dari perjanjian oleh
badan akuntansi di Australia, Kanada, Perancis, Jerman, Jepang, Meksiko, Belanda,
Inggris dan Irlandia dan Amerika Serikat, dan negara-negara ini merupakan Dewan
IASC di waktu itu.
Pada tahun 1981, IASC dan IFAC setuju bahwa IASC akan memiliki otonomi penuh
dan lengkap dalam menetapkan standar akuntansi internasional dan dalam penerbitan
dokumen diskusi tentang isu-isu akuntansi internasional. Pada saat yang sama, semua
anggota IFAC menjadi anggota IASC. Kronologi secara lengkap dapat kita lihat dalam
artikel, 'IASC - 25 Tahun Evolusi, Kerjasama dan Peningkatan', oleh David Cairns,
mantan sekretaris jenderal IASC, diterbitkan di Insight, pada bulan Juni 1998. Pada
tahun 2000, IASC meyetujui restrukturisasi dan pada 1 April 2001 IASB bertanggung
jawab untuk menetapkan standar akuntansi (Standar Pelaporan Keuangan Internasional).

B. Due Process Penetapan Standar Akuntansi

Due Process Procedure (DPP) merupakan mekanisme prosedural yang berisikan


berbagai rangkaian/tahap-tahap kegiatan yang harus dilakukan di dalam setiap
penyusunan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah Pusat dan Daerah (KSAP). DPP
yang telah disepakati ini biasanya berlaku secara International dengan penyesuaian
kondisi yang ada di Indonesia. Tahapan-tahapan di dalam kegiatan DPP adalah sebagai
berikut :
1. Identifikasi topic untuk dikembangkan menjadi standar
2. Konsultasi topic dengan komite pengarah
3. Pembentukan kelompok kerja di dalam KSAP
4. Riset terbatas oleh kelompok kerja.
Komite standar yang dibentuk oleh Menteri Keuangan sampai dengan tahun
pertengahan tahun 2004 telah menghasilkan draf SAP yang terdiri dari Kerangka
konseptual dan 11 pernyataan standar, kesemuanya telah disusun melalui due procees.
Proses penyusunan (Due Process) yang digunakan ini adalah proses yang berlaku umum
secara internasional dengan penyesuaian terhadap kondisi yang ada di Indonesia.
Penyesuaian dilakukan antara lain karena pertimbangan kebutuhan yang mendesak dan
kemampuan pengguna untuk memahami dan melaksanakan standar yang ditetapkan.
Biasanya proses penentuan standar dilakukan melalui proses terbuka (due-procees).
FASB sebagai contoh dalam proses ini mengikuti prosedur sebagai berikut:
1. Identifikasi masalah dari masalah yang muncul di catat dalam agendanya.
2. Penunjukkan group yang anggotanya terdiri dari masyarakat akuntansi dan bisnis.
3. Discussion Memrorandum (DM) di sebarkan kepublik untuk di evaluasi selama satu
periode paling lambat 60 hari.
4. Dengan pendapat dilakukan untuk membahas keunggulan dan kelemahan berbagai
alternatif yang diajukan FASB
5. Atas berbagai komnentar yang diterima, FASB mengeluarkan exposure draft (ED)
mengenai standaar akuntansi yang diajukan. ED menentukan posisi yang pasti dari
FASB tentang masalah yang dibahas.
6. ED disebar luaskan ke masyarakat untuk di evaluasi paling lambat 30 hari
7. Dengan pendapat untuk membahas kelemahan dan kebaikan berbagai alternatif yang
diajukan FASB.
Due Process penyusunan SAK sebagai berikut :
a. Identifikasi issue untuk dikembangkan menjadi standar \
b. Konsultasikan issue dengan DKSAK
c. Membentuk tim kecil dalam DSAK
d. Melakukan riset terbatas
e. Melakukan penulisan awal draft
f. Pembahasan dalam komite khusus pengembangan standar yang dibentuk DSAK
g. Pembahasan dalam DSAK
h. Penyampaian Exposure Draft kepada DKSAK untuk meminta pendapat dan
pertimbangan dampak penerapan standar

i.
j.
k.
l.
m.
n.
o.

Peluncuran draft sebagai exposure Draft dan pendistribusinya


Public Hearing
Pembahasan tanggapan atas Exposure Draft dan masukan Public Hearing
Limited Hearing
Persetujuan Exposure Draft PSAK menjadi PSAK
Pengecekan akhir
Sosialisasi standar

DAFTAR PUSTAKA
https://id.wikipedia.org/wiki/Ikatan_Akuntan_Indonesia
http://riabudiati.blogspot.co.id/2013/06/sejarah-dan-perkembangan-akuntansi.html