Anda di halaman 1dari 8

Review Jurnal

Topik: Keselamatan Kerja


ANALISIS POTENSI KECELAKAAN KERJA PADA DEPARTEMEN
PRODUKSI
SPRINGBED DENGAN METODE HAZARD IDENTIFICATION AND RISK
ASSESSMENT (HIRA)
(Studi Kasus : PT. Malindo Intitama Raya, Malang, Jawa Timur)

A. Permasalahan
Kecelakaan adalah suatu kejadiaan peristiwa yang tidak diharapkan yang
merintangi atau mengganggu jalannya kegiatan (Moekijat, 1999). Kerugian yang
diterima oleh perusahaan, ataupun pekerja akibat kecelakaan menjadi hal yang harus
dicegah, sehingga dalam melakukan pencegahan tersebut dilakukan sebuah upaya
penilaian identifikasi risiko bahaya (risk assessment). Pada PT. Malindo Intitama
Raya, Malang, berdasarkan survey awal peneliti menilai pelaksanaan program K3
kurang begitu diperhatikan dan tidak dijalankan dengan baik. Pernyataan peneliti
dibuktikan dengan daftar kecelakaan yang pernah dialami oleh para karyawan di
bagian proses produksi. Jumlah jenis kecelakaan yang terjadi dalam tahun 2012
sebanyak 14 orang dengan total korban kecelakaan sebanyak 43 karyawan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sumber bahaya penyebab
kecelakaan kerja sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan untuk periode
selanjutnya. Proses identifikasi yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode
Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA).
B. Reviewing
H. W. Heinrich dalam bukunya The accident Prevention mengungkapkan
bahwa 80% kecelakaan disebabkan oleh perbuatan yang tidak aman (unsafe act)
seperti kekurangan pengetahuan, keterampilan, sikap, keletihan dan kebosanan, cara
kerja manusia tidak sepadan secara ergonomik, gangguan psikologis, dan pengaruh
sosial psikologis. Dan hanya 20% kecelakaan kerja disebabkan oleh kondisi yang
tidak aman (unsafe).
Menurut Dale S. Beach sebab - sebab kecelakaan adalah karena kondisi
kimiawi, fisis atau mekanis yang membahayakan seperti penjagaan mekanis yang
tidak cukup, kondisi perlengkapan atau alat alat yang kurang baik, bentuk atau
konstruksi yang membahayakan, atmosfir yang berbahaya, peralatan pelindung
pribadi yang tidak cukup. Dan juga karena tindakan tindakan perseorangan yang

Review Jurnal
Topik: Keselamatan Kerja
membahayakan seperti tidak dapat mengikuti prosedur kerja yang telah ditetapkan,
permainan kasar, perkelahian, menggunakan posisi yang membahayakan, tidak
dapat memakai pakaian pelindung yang disediakan, menghilangkan alat atau
perlengkapan keselamatan kerja. Selain itu ada juga yang menyatakan faktor - faktor
yang menyebabkan terjadinya kecelakaan tenaga kerja adalah kelemahan sistem
manajemen, kondisi

kondisi yang membahayakan yang berhubungan dengan

pekerjaan seperti penempatan mesin dan bahan bahan yang mengganggu,


lingkungan pekerjaan yang kurang mendukung, proses, sifat pekerjaan dan cara
kerja. Dan juga tindakan yang membahayakan seperti kurangnya pengetahuan
keterampilan pelaksana, cacat tubuh yang tidak kentara, keletihan dan kelesuan,
serta sikap dan tingkah laku yang tidak sempurna (Utama, 2001).
Pada penelitiannya peneliti menyebutkan bahwa program pelaksanaan K3 ini
masih sering diabaikan oleh beberapa pihak, baik dari pihak manajemen maupun
dari pihak karyawan dan pelaksanaan program K3 di perusahaan ini kurang begitu
diperhatikan dan tidak dijalankan dengan baik. Kedua faktor tersebut termasuk
dalam faktor faktor penyebab kecelakaan yang disebutkan oleh Dale S. Beach
dalam paragfraf sebelumnya.

Ditemukannya faktor faktor penyebab ini

melatarbelakangi pentingnya identifikasi bahaya yang akan dilakukan peneliti dalam


penelitian ini.
Metode yang membantu dalam menganalisis potensi kecelakaan kerja ini
adalah Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) yaitu merupakan suatu
proses mengidentifikasi bahaya, mengukur, mengevaluasi risiko yang muncul dari
sebuah bahaya, lalu menghitung kecukupan dari tindakan pengendalian yang ada
dan memutuskan apakah risiko yang ada dapat diterima atau tidak (Helmidadang,
2012). Dilakukannya HIRA bertujuan untuk mengidentifikasi potensi-potensi
bahaya yang terdapat di suatu perusahaan untuk dinilai besarnya peluang terjadinya
suatu kecelakaan atau kerugian. Identifikasi bahaya dan penilaian risiko serta
pengontrolannya harus dilakukan diseluruh aktifitas perusahaan, termasuk aktifitas
rutin dan non rutin, baik pekerjaan tersebut dilakukan oleh karyawan langsung
maupun karyawan kontrak, supplier dan kontraktor, serta aktifitas fasilitas atau
personal yang masuk ke dalam tempat kerja. Cara melakukan identifikasi bahaya
dengan mengidentifikasi seluruh proses/area yang ada dalam segala kegiatan pada

Review Jurnal
Topik: Keselamatan Kerja
penelitian ini adalah bagian produksi springbed, mengidentifikasi sebanyak
mungkin aspek keselamatan dan kesehatan kerja pada setiap proses/area yang telah
diidentifikasi sebelumnya dan identifikasi K3 dilakukan pada suatu proses kerja baik
pada kondisi normal, abnormal, emergency, dan maintenance.
Penelitian ini dilaksanakan di PT Malindo Intitama Raya. Sedangkan waktu
dilaksanakannya penelitian adalah selama bulan Maret 2013 Desember 2013.
Pengumpulan data penelitian ini berupa mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam
penelitian baik data sekunder yang dimiliki PT. Malindo Intitama Raya berupa
arsip-arsip dan dokumen yang berhubungan dengan proses produksi pada
perusahaan yang berupa data historis perusahaan selama beberapa periode tertentu
seperti profil perusahaan dan struktur organisasinya maupun data primer
berdasarkan pengamatan langsung dan wawancara dengan pihak manajemen dan
karyawan bagian produksi, seperti data temuan potensi bahaya (hazard) di area
produksi springbed PT Malindo Intitama Raya dan data kecelakaan di tahun 2012.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
deskriptif

menggambarkan

sejumlah

data

yang

kemudian

dianalisis

dan

dibandingkan berdasarkan kenyataan yang sedang berlangsung selanjutnya


mencoba untuk memberikan pemecahan masalah yang ada supaya memperoleh
hasil yang lebih baik dari sebelumnya. Penelitian ini memusatkan perhatian pada
sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja denga menggunakan metode
Hazard Identification and Risk Assesment (HIRA).

Mengelola resiko harus

dilakukan secara komprehensif melalui pendekatan manajemen resiko sebagaimana


terlihat dalam Risk Management Standard AS/NZS 4360 yang meliputi penentuan
konteks, identifikasi resiko, analisa resiko, evaluasi resiko, pengendalian resiko,
komunikasi, dan pemantauan dan tinjauan ulang. Proses identifikasi menggunakan
HIRA ini adalah sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.

Identifikasi Bahaya
Risk Assessment (Analisa resiko)
Determine Controls (Menetapkan tindakan pengendalian)
Documentation Socialization and Implementing Controls (Pendokumentasian,
sosialisasi dan pelaksanaan tindakan pengendalian)
Hasil penemuan dilapangan dalam indentifikasi potensi bahaya dengan

melakukan observasi langsung dan mewawancarai semua pekerja mengenai

Review Jurnal
Topik: Keselamatan Kerja
kecelakaan apa saja yang pernah diketahui selama bekerja di perusahaan tersebut,
adapun data temuan hazard beserta penilaian dilakukan perangkingan berdasarkan
kriteria risiko sebagai berikut:
1. Likelihood (L) adalah kemungkinan terjadinya kecelakaan.
2. Severity atau consequences (C) adalah tingkat keparahan cidera dan kehilangan
hari kerja
Setelah menentukan nilai likelihood dan concequences dari masing-masing
sumber bahaya, maka selanjutnya adalah mengalikan nilai likelihood dan
concequences sehingga akan diperoleh tingkat bahaya/risk level pada risk matrix
yang nanti akan digunakan untuk melakukan perangkingan terhadap sumber bahaya
yang akan dijadikan acuan untuk melakukan rekomendasi perbaikan apa yang baik
sesuai dengan permasalahan yang ada. Berdasarkan risk matrix, maka ketahui
bahwa terdapat 39 sumber bahaya dengan risiko tinggi, 2 sumber bahaya dengan
risiko ekstrim dan 7 sumber bahaya dengan risiko sedang yang digolongkan menjadi
6 jenis sumber bahaya, meliputi:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Kondisi Lingkungan Kerja


Material Kerja

Sikap Pekerja
Pisau Pemotong
Lantai Basah
Panel Listrik

Disamping itu juga telah diketahui dari 34 temuan potensi bahaya terdapat
risiko bahaya dalam kategori Ekstrim, Risiko Tinggi dan Risiko Sedang. Menurut
UNSW Health and Safety (2008), risiko-risiko yang memiliki predikat Ekstrim
pada penilaian risiko harus mendapatkan prioritas untuk segera dilakukan perbaikan.
Namun, sebaiknya tidak hanya risiko yang memiliki predikat ekstrim saja yang
dilakukan perbaikan. Demi mengurangi tingkat kecelakaan maka perlu dilakukan
perbaikan secara menyeluruh dengan perlahan dan melakukan kesepakatan bersama
pihak perusahaan.
Peneliti memberikan beberapa rekomendasi terkait temuan enam sumber
potensi tersebut, antara lain:
1. Berdasarkan sumber bahaya dari Sikap Pekerja adalah:
a. Pembuatan Standar Operating Procedure (SOP) Penggunaan Alat Pelindung
Diri dan disiplin sikap dalam bekerja.

Review Jurnal
Topik: Keselamatan Kerja
b. Pembuatan Visual Display penggunaan Alat Pelindung Diri diarea kerja
untuk para pekerja agar mengerti APD mana yang harus digunakan sebelum
melakukan aktivitas kerja.
c. Pembuatan Standar Operating Procedure (SOP) Pelatihan Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3) tentang penggunaan Alat Pelindung Diri (APD).
d. Pembuatan Contoh Jadwal Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
tentang penggunaan Alat Pelindung Diri dalam kurun waktu satu tahun
kedepan.
e. Pembuatan Lembar Kontrol Pelanggaran penggunaan Alat Pelindung Diri
(APD) untuk para pekerja yang melakukan pelanggaran.
2. Berdasarkan sumber bahaya material kerja maka perlu dilakukannya prosedur
pemindahan dan penataan material yang menumpuk secara berlebihan agar
meminimalisasi terjadinya ketidakteraturan penempatan material kerja.
3. Berdasarkan sumber bahaya Kondisi Lingkungan Kerja maka perlu dilakukan
pengecekan secara rutin terhadap kondisi peralatan maupun kondisi gedung,
melakukan penataan dan perbaikan ulang kondisi lingkungan kerja yang lebih
aman sehingga dapat mencegah terjadinya bahaya yang ditimbulkan.
4. Berdasarkan sumber bahaya Pisau Pemotong maka perlu adanya inspeksi rutin
untuk memastikan apakah pisau pemotong sudah terpasang dengan rekat dan
pisau pemotong masih dapat digunakan atau sudah waktunya dilakukan
penggantian pisau. Pemasangan pisau juga sebaiknya dilakukan oleh pihak
maintenance bukan para operator kerja sendiri.
5. Berdasarkan sumber bahaya Lantai Basah maka diberikan saran perbaikan untuk
para pekerja agar selalu menjaga kebersihan lingkungan kerja dan segera
membersihkan peralatan kerja ketika pekerjaan sudah selesai dilakukan.
Disamping itu juga perlu adanya pembuatan parit kecil atau saluran pembuangan
air sehingga air yang menggenang dapat langsung dialirkan keluar melalui
saluran yang akan dibuat.
6. Berdasarkan sumber bahaya Panel Listrik maka dapat dilakukan pembuatan
peringatan yang ditempel pada tutup panel agar pekerja selalu membaca dan
ingat jika harus menutup panel yang terbuka. Kemudian juga perbaikan dapat
dilakukan dengan cara penggantian tutuppanel yang berbentuk vertikal sehingga
ketika selesai menggunakan panel maka tutup dengan otomatis akan menutup
dengan sendirinya.
C. Kesimpulan
5

Review Jurnal
Topik: Keselamatan Kerja
Pada PT. Malindo Intitama Raya, Malang, berdasarkan survey awal peneliti
menilai pelaksanaan program K3 kurang begitu diperhatikan dan tidak dijalankan
dengan baik. Pernyataan peneliti dibuktikan dengan daftar kecelakaan yang pernah
dialami oleh para karyawan di bagian proses produksi. Jumlah jenis kecelakaan
yang terjadi dalam tahun 2012 sebanyak 14 orang dengan total korban kecelakaan
sebanyak 43 karyawan.
Berdasarkan hasil pelitian, peneliti berhasil mengidentifikasi potensi bahaya di
PT. Malindo Intitama Raya khususnya pada bagian produksi setelah melakukan
pengumpulan data dan mengolahnya menggunakan metode HIRA. Hasil penelitian
tersebut menyebutkan bahwa ditemukan 6 golongan sumber potensi bahaya
meliputi: Sikap Pekerja, Material Kerja, Kondisi Lingkungan Kerja, Pisau
Pemotong, Lantai Basah dan Panel Listrik. Risiko bahaya yang ditimbulkan pada
area produksi springbed antara lain adalah risiko Ekstrim, risiko tinggi dan risiko
sedang dengan nilai dari matriks risiko dapat diketahui bahwa risiko bahaya ekstrim
sebesar 4% terjadi pada material kerja yang penataannya kurang rapi, risiko tinggi
sebesar 81% terjadi pada kondisi lingkungan kerja yang tidak aman, sikap pekerja,
pisau pemotong, lantai basah dan risiko sedang sebesar 15% terjadi pada panel
listrik.
D. Saran
1. Pelaksanaan rekomendasi dari peneliti sebaiknya dimuali dengan sosialisasi
terhadap pihak manajemen perusahaan. Mengingat pada pendahuluan, peneliti
menyebutkan bahwa pihak manajemen perusahaan kurang memperhatikan
pelaksanaan K3. Pencegahan terjadinya kecelakaan memiliki faktor penting
untuk menjamin berjalannya program, yaitu salah satunya adalah komitmen dan
dukungan dari pihak manajemen perusahaan.
2. Berdasarkan penemuan hasil penelitan terkait enam golongan sumber potensi
bahaya dalam proses produksi springbed pada PT. Malindo Intitama Raya
meliputi: Sikap Pekerja, Material Kerja, Kondisi Lingkungan Kerja, Pisau
Pemotong, Lantai Basah dan Panel Listrik. Dapat disimpulkan bahwa enam
golongan sumber potensi bahaya termasuk faktor manusia, peralatan kerja, dan
lingkungan kerja maka, pengendalian yang dilakukan haruslah menyeluruh.
Pengendalian peralatan kerja dapat dilakukan dengan pengendalian berdasarakan

Review Jurnal
Topik: Keselamatan Kerja
pada ilmu ergonomi

dan pengendalian lingkungan dapat dilakukan dengan

rekayasa teknik pada lingkungan kerja sedangkan pada faktor manusia dapat
dilakukan sesuai kebutuhan pengendalian seperti yang telah direkomendasikan
oleh peneliti.
3. Bagi penelitian lebih lanjut dapat menggunaan metode lain yang lebih lengkap
untuk melakukan identifikasi potensi bahaya dan pengendaliannya seperti
metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control).

Referensi:
Moekijat. 1999. Manajemen Sumber Daya Manusia (Manajemen Kepegawaian),
Mandar Maju, Bandung.
Utama, M. W. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia, UPT UNUD , Denpasar.
Helmidadang. (2012). HIRA (Hazard Identification and Risk Assessment).
http://helmidadang.wordpress.com/2012/12/30/
hira-hazard-identification-and-riskassessmentand-sample-of-hira/. (diakses pada 5 Januari 2016)
Srijayanthi NLP, dkk. Kecelakaan Tenaga Kerja Pada Proyek Konstruksi Di Kabupaten
Tabanan. Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil, XII: (1-6).

Review Jurnal
Topik: Keselamatan Kerja