Anda di halaman 1dari 15

Gambaran Umum

Umum ::
Gambaran
a. Kedudukan
Kedudukan KP2KP
KP2KP
a.
b.
Wilayah
Kerja
dan Peta
Peta
b. Wilayah Kerja dan
c. Fasilitas
Fasilitas Kantor
Kantor
c.
d. Kondisi
Kondisi SDM
SDM
d.
e.
Slogan
KP2KP
Malinau
e. Slogan KP2KP Malinau

Narasi :
f. Sarana transportasi & pencapaian
ke
lokasi
g. Potensi wilayah
Narasi : Sosialisasi
h. Kendala /TANTANGAN
f.
Sarana
transportasi
& Penyuluhan
pencapaian
i. Kegiatan dan Inovasi
ke
lokasi
g. Potensi wilayah
h. Kendala /TANTANGAN Sosialisasi
Informasi
Kontak
:
i. Kegiatan
dan Inovasi
Penyuluhan

Alamat : Jl. Raja Pandita RT.VII Tj.


belimbing, Malinau, Kaltim
Telp : (0553) 2023311
Fax : (0553) 2023312
Informasi email
Kontak
:
: kp2kp_malinau@yahoo.com
Alamat : Jl. Raja Pandita RT.VII Tj.
belimbing, Malinau, Kaltim
Telp : (0553) 2023311
Fax : (0553) 2023312
email : kp2kp_malinau@yahoo.com

A. KEDUDUKAN KP2KP DALAM INSTANSI VERTIKAL

Intimung Peduli Pajak | KP2KP Malinau

KP2KP Malinau merupakan instansi unit vertikal Direktorat Jenderal Pajak Kementerian
Keuangan RI. Unit kerja ini dipimpin oleh kepala kantor dengan level jabatan setingkat eselon
IV. Kedudukan KP2KP Malinau secara struktur berada dibawah KPP Induk yaitu Kantor
Pelayanan Pajak Pratama Tanjung Redeb, dan dibawah Kantor Wilayah DJP Kalimantan
Timur.
B. WILAYAH KERJA DAN PETA MALINAU
Wilayah kerja KP2KP Malinau adalah meliputi : Seluruh Kabupaten Malinau.
Kabupaten Malinau termasuk bagian dari Provinsi Kalimantan Timur, terletak disebelah Utara
berbatasan dengan Sabah (Negara Bagian Malaysia Timur) dan Kabupaten Nunukan,
Sebelah Selatan dengan Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Kutai Kartenagara, Sebelah
Barat dengan Kalimantan tengah, sebelah Timur dengan Kabupaten Bulungan. Kabupaten ini
hasil pemekaran dari Kabupaten Bulungan yang ditetapkan dengan UU Nomor 47 tahun
1999. Luas wilayah Kabupaten Malinau adalah 39.799,90 km2 merupakan kabupaten terluas
di Provinsi Kalimantan Timur dengan prosentase 17,38 persen dari luas wilayah Kaltim,
dengan Jumlah penduduk tahun 2010 adalah 62.423 jiwa. Dengan luas wilayah sebesar itu,
dapat dikatakan bahwa luas kabupaten Malinau hampir sepertiga luas pulau jawa.
Sejak tahun 2006, Kabupaten Malinau terbagi dalam 12 Kecamatan & 106 Desa dengan luas
wilayah sebagai berikut:

No

Kecamatan

Jml Desa

Luas Wilayah (km2)

Kayan Hulu

1.594,93

3,74

Sungai Boh

2.567,46

3,68

Kayan Hilir

12.921,40

30,32

Pujungan

6.125,50

14,37

Malinau Kota

474,92

1,11

Malinau Selatan

24

2.107,25

4,94

Malinau Utara

12

508,25

1,19

Malinau Barat

2.147,93

5,04

Mentarang

14

5.297,37

12,43

10

Kayan Selatan

2.645,61

6,21

11

Bahau Hulu

5.425,70

12,73

Intimung Peduli Pajak | KP2KP Malinau

12

Mentarang Hulu
Jumlah

1.804,70

4,23

106

42.620,70

100

Walaupun KP2KP terletak di Kota Kecil Malinau, dan Wajib Pajaknya adalah masyarakat
Malinau, namun dalam kenyataannya ada kabupaten yang bersebelahan dengan Malinau
yaitu kabupaten Tana Tidung yang melakukan kewajiban pajaknya di Kabupaten Malinau,
karena secara geografis lebih dekat dengan Malinau.
Untuk lebih jelasnya diberikan gambaran sebagai berikut :
KPP Pratama Tanjung Redeb yang berlokasi di Pulau Tarakan memiliki wilayah kerja sebagai
berikut :
Kabupaten Berau (ditangani oleh Pos Pelayanan Pajak Berau di Kota Tanjung Redeb
yang merupakan ibu kota kabupaten Berau)
Kabupaten Bulungan (KP2KP Tanjung Selor)
Kabupaten Malinau (KP2KP Malinau)
Kabupaten Tana Tidung (tidak ada KP2KP nya)
PETA WILAYAH
Kab.Malinau berada di Kaltim

Peta Kab. Malinau

Pemandangan Kota Malinau dari


Atas

Malay

Mali

sia

nau

Pulau
Kalimantan

C. FASILITAS KANTOR
Sebagai unit kerja yang berfungsi melaksanakan pelayanan perpajakan di Kabupaten
Malinau, saat ini KP2KP Malinau yang menempati area lahan seluas 760 m2 memiliki
fasilitas-fasilitas sebagai berikut :
1. Gedung kantor :
Gedung kantor KP2KP Malinau terlihat kecil dengan ukuran sekitar 65 m2, terdiri dari
berbagai ruangan kecil-kecil yaitu : 1 ruang kepala, 1 ruang bendahara, 1 ruang TPT
(yang dapat menampung hanya 7 tempat duduk WP, sisanya berdiri sekitar 5 WP,
selebihnya bisa tunggu diluar karena halaman kantor luas), 1 ruang pegawai (kapasitas
4 orangditempati 3 pegawai non organik), 1 ruang gudang (yang sudah hampir
overload berkas), 1 ruang konsultasi (kenyataannya untuk menumpuk arsip), dan 3
toilet (1 toilet di ruang kepala).
Nah, dapat dibayangkan kondisi bangunan yang kecil berada di lahan yang luas,
sebenarnya dapat diberpesar agar dapat menjadi kantor pelayanan yang optimal.
3

Intimung Peduli Pajak | KP2KP Malinau

2. Peralatan Kantor
Peralatan penunjang operasional kantor yang ada saat ini berupa : komputer PC, printer,
infocus, filing cabinet, mesin cetak kartu NPWP, kendaraan dinas, meja kursi kantor, dan
AC yang jumlahnya terbatas sehingga banyak WP merasa ruangannya terlalu hangat.
Perlu diketahui bahwa dalam DIPA 2012 tidak terdapat pengadaan barang modal.
3. Fasilitas jaringan telepon dan internet
Jaringan komunikasi via telepon lumayan lancar (Telkom) tetapi untuk telepon seluler dari
provider lain selain telkomsel kadang-kadang tidak lancar, demikian pula jaringan internet
selain telkom/telkomsel, sering bermasalah.
4. Rumah Dinas
Untuk mendukung kemudahan dan kenyamanan pegawai dan juga penghematan
anggaran pribadi supaya tidak perlu sewa rumah, telah tersedia rumah dinas kepala
KP2KP ber-type 50 (2 kamar tidur) yang terletak di samping kantor agak kebelakang. Di
belakang rumah dinas masih tersedia lahan luas, berupa tanah kebun yang bisa ditanami
singkong, pisang, pohon mangga, bahkan dibuat kolam ikan.
5. Keterangan Status Aset BMN Tanah/Bangunan KP2KP Malinau
Perlu diketahui bahwa KP2KP Malinau mulai beroperasi sejak tahun 2008.
Berdasarkan Daftar Inventaris KPP Tarakan tertanggal 15 Oktober 1998, disebutkan aset
kantor di Malinau dengan luas 760 m2, diperoleh tahun 1986 dengan harga perolehan
sebesar Rp. 2.940.000,-, sumber dana APBN, jenis dokumen Akte Jual Beli Nomor : 01
tanggal 18 April 1986, dikuasai sendiri seluas 760 m2; namun sampai saat ini dokumen
sertifikat dan akte jual beli, tidak diketahui keberadaannya. Saat ini sedang diklarifikasi ke
KPP, Kanwil DJP Kaltim, BPN Malinau, dan Kec. Malinau Hulu.
D. KONDISI SUMBER DAYA MANUSIA
SDM KP2KP Malinau terdiri dari :
2 orang pegawai organik yaitu 1 orang Kepala dan 1 orang Bendahara, sebagai berikut :

Nama

NIP

Pangkat

Jabatan

Ferry Agoes Triyantoro, SE., MSi

197502091995111001

Penata / III.c

Kepala KP2KP

Widi Erie Wijaya

198601292007011002

Pengatur Muda Tk.I / II.b

Bendahara

5 orang pegawai non organik, yang menurut kontrak adalah sebagai tenaga
sekuriti/pengamanan, namun karena kurangnya tenaga administrasi perkantoran maka
dari 5 orang tersebut, yang 3 orang difungsikan seperti pegawai organik yang menangani
urusan administrasi pelayanan dan konsultasi Wajib Pajak, seperti pendaftaran
NPWP/PKP, pendaftaran objek PBB, menerima dan mengelola laporan SPT Masa
maupun SPT Tahunan, pengiriman berkas/surat ke KPP/Wajib Pajak, pencetakan Kartu
NPWP, administrasi surat-surat dinas (surat masuk/keluar), dan pelayanan rutin seharihari konsultasi perpajakan dengan Wajib Pajak di front office.

E. SLOGAN KP2KP MALINAU


Untuk lebih mendekatkan pajak pusat dengan wilayah setempat maka tidak ada salahnya jika
diperlukan slogan atau motto yang berbau kedaerahan.
Slogan pajak untuk KP2KP Malinau berbunyi : Intimung Peduli Pajak.
Intimung itu sendiri adalah sesuai dengan motto kabupaten Malinau yang berarti
kebersamaan, persatuan, dan kesatuan, namun juga merupakan singkatan dari In (indah), Ti
(tertib), M (makmur), Ung (unggul).
4

Intimung Peduli Pajak | KP2KP Malinau

F. SARANA TRANSPORTASI DAN PENCAPAIAN KE LOKASI


Sarana Transportasi :
Pesawat Caravan dari Maskapai SUSI AIR dengan rute MalinauTarakan pp, jadwal
sehari 3 kali. Pesawat ini berkapasitas 12 penumpang, kalau kami sebut disini sebagai
pesawat capung, dengan pilotnya orang asing/bule semua. Harga tiket (flat) sebesar Rp.
525.000,-. Ada juga rute pesawat MalinauSamarinda, dengan waktu tempuh sekitar 2
jam, tetapi harga tiketnya cukup mahal sekitar Rp 1,5 jutaan. Selain menggunakan
maskapai Susi Air, dapat juga menggunakan pesawat dari maskapai MAF, berpenumpang
6 orang.
Speed Boat, jurusan MalinauTarakan dengan rute melalui sungai berkelak-kelok
ditengah hutan lebat, dengan waktu tempuh sekitar 4 jam perjalanan (kalau tidak mogok).
Perusahaan pengelola speedboat dantaranya adalah Malinau Express, Harapan Baru
(pernah terbalik karena sering kelebihan muatan), dll. Harga tiket sebesar Rp. 180.000, Keterangan : TarakanMalinau tidak ada jalan darat.
Pencapaian ke Lokasi :
Umumnya orang menuju Malinau melalui Kota Tarakan (pulau tarakan) terlebih dahulu. Perlu
diketahui bahwa dari Tarakan ke Malinau tidak ada jalan darat. Sebenarnya di Kaltim terdapat
jalan darat dari Malinau kearah Samarinda/Balikpapan, tetapi harus melewati jalan dengan
kondisi rusak berat di tengah hutan belantara (resiko tinggi) dengan waktu tempuh 2 hari, dan
hanya dapat dilalui dengan kendaraan double gardan (4x4).
Untuk menuju Malinau dari Jakarta, dapat menggunakan pesawat Lion atau Sriwijaya dengan
tujuan JakartaTarakan, harga tiket berkisar Rp 600 rb (harga promo) s/d Rp 1 juta lebih
(Lion Air), Rp 1 juta lebih (Sriwijaya), dengan waktu tempuh 2,5 jam (asumsi direct flight)
tetapi umumnya transit dulu di Balikpapan. Jadi untuk pegawai negeri cocoknya membeli tiket
promo.
Setelah sampai di Kota Tarakan, dilanjutkan dengan pesawat Caravan Susi Air ke Kota
Malinau, dengan membeli tiket seharga Rp. 525.000,-, dan penerbangan ditempuh dalam
waktu setengah jam. Setelah sampai di Bandara Malinau, dapat menggunakan Taksi menuju
KP2KP (semua angkutan umum/angkot disebut taksi) berjarak sekitar 2 km.
JAKARTA

TRANSIT
BALIKPAPAN

KOTA TARAKAN

MALINAU

G. POTENSI WILAYAH
Kabupaten Malinau memiliki luas wilayah 39.799,90 km2 hampir sepertiga luas pulau
Jawa, dan masih lebih luas jika dibandingkan dengan luas provinsi Jawa Barat (34.816.96
km2) maupun Jawa Tengah (32.548 km2). Sebagian besar daerah merupakan wilayah
pedalaman berupa hutan, karena Malinau merupakan kabupaten konservasi hutan. Alat
transportasi untuk menjangkau kecamatan dan desa-desa yang ada di pedalaman hanya
dapat dilakukan melalui jalur sungai maupun jalur udara dengan jadwal yang dapat
dipengaruhi kondisi cuaca.
Secara garis besar komoditas unggulan di kabupaten Malinau adalah di sektor
pertanian dan Kehutanan, hasil hutan ikutan utamanya kayu gahru dan buah-buahan.
Sebelum membicarakan potensi wilayah, dapat kita lihat dulu gambaran wilayah Kabupaten
Malinau sebagai berikut :
5

Intimung Peduli Pajak | KP2KP Malinau

Wilayah Kabupaten Malinau didominasi Topologi bergelombang dengan kemiringan landai


sampai dengan curam dengan ketinggian berkisar antara 0-2000 m di atas permukaan laut.
Daerah dataran rendah yang subur pada umumnya dijumpai di kawasan sepanjang sungai
khususnya di Kecamatan Malinau, Kecamatan Malinau Utara, Kecamatan Malinau Barat,
Kecamatan Malinau Selatan, sepanjang sungai Malinau, sungai Semendurut, sungai
Sembuak, Salap serta sebagian di sekitar Ibu Kota Kecamatan Mentarang. Sedangkan
sebagian besar Kabupaten Malinau terdapat dataran tinggi yang terjal yang ditumbuhi hutan
belantara yaitu sebagian Kecamatan Mentarang, Kecamatan Mentaran Hulu, Kecamatan
Pujungan, Kecamatan Kayan Hilir, Kecamatan Kayan Hulu, Kecamatan Bahau Hulu,
Kecamatan Kayan Selatan, dan Kecamatan Sungai Boh meliputi dataran tinggi, perbukitan
dengan pegunungan dengan ketinggian 500-2000 meter di atas permukaan laut.
Kemiringan tanah di Kabupaten Malinau cukup bervariasi dari 0-2 m sampai lebih dari 40m,
dataran rendah hanya sebagian kecil di daerah Kecamatan Malinau di pinggiran aliran
sungai. Sedangkan sebagian besar dataran tinggi seperti yang terdapat di Kecamatan
Pujungan, Kecamatan Kayan Hulu, Kecamatan Kayan Hilir, Kecamatan Sungai Boh dan
sebagian Kecamatan Mentarang Hulu mulai dari Paking, Semamu, Long Berang sampai
dengan Long Pala.
Dengan kondisi topografi tersebut sangat berpengaruh terhadap peluang Budidaya
suatu jenis Komoditi, Potensi dan Persediaan Air, Dinamika Hidrologi dan Kerentanan
terhadap Erosi. Pada daerah dengan kemiringan di bawah 2m sangat berpotensi untuk
pengembangan tanaman pangan terutama padi dan palawija. Pada daerah dengan
kemiringan 3m-15m adalah kawasan yang potensial untuk pengembangan Pertanian Pangan
dan Perkebunan dengan masukan teknologi rendah sampai sedang, seperti pembuatan Teras
Gulud atau Teras Bangku. Untuk daerah dengan kemiringan 15m-40m pertumbuhannya
terbatas hanya untuk Perkebunan dengan masukan teknologi tinggi untuk Konservasi.
Struktur geologi Kabupaten Malinau ini adalah Kekar, Sinklin, Antiklin, Sesar Normal, Sesar
Mendatar dan Sesar Naik.
Potensi wilayah yang berkaitan dengan potensi perpajakan adalah potensi ekonomi
wilayah tersebut. Kegiatan perekonomian atau mata pencaharian masyarakat Malinau pada
umumnya bergerak di sektor perkebunan (kelapa sawit, kelapa, kakao, dan kopi), sektor
pertanian (padi dan jagung), dan peternakan (babi, sapi, kambing, kerbau dan unggas).
Kabupaten Malinau sebagai daerah yang memiliki kekayaan alam yang cukup
melimpah. Disamping sumber daya alam yang berasal dari hutan, juga terdapat sumber daya
alam yang berasal dari perut bumi yaitu batubara. Batu bara yang ada di Malinau mulai
dikelola oleh PT. Bara Dinamika Muda Sukses sejak tahun 1997.
Jumlah penduduk Malinau sekarang ini berjumlah sekitar 75.000 jiwa, dengan rata-rata
pertambahan penduduk 0,5% per bulan.
Selain merupakan kawasan perbatasan Kabupaten Malinau juga termasuk daerah tertinggal,
pengukuran daerah tertinggal ini berdasarkan tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran,
pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Infrastruktur merupakan penyebab langsung dan
tidak langsung dari kemiskinan karena keterbatasan Jaringan Jalan, Layanan Listrik, Telepon,
Air Bersih, Pasar dan Perbankan.
Berikut ini adalah gambaran sarana dan prasarana yang ada di kabupaten Malinau :
6

Intimung Peduli Pajak | KP2KP Malinau

1. Sarana prasarana Kesehatan yang tersebar di Kecamatan sebagai berikut :


RSUD 1 unit, Puskesmas Induk 9 unit, Puskesmas Persiapan Induk 3 unit, Puskesmas
Pembantu 28 unit (Rasio 1:3,8 Desa), Posyandu Balita 84 unit (Rasio 1:1,26 Desa),
Posyandu Usia Lanjut 12 unit (Rasio 1:8,8 Desa), Puskesmas Keliling (air) 3 unit.
2. Sarana Peribadatan
Masjid 18 unit, Mushola/Langgar 19 unit, Gereja Kristen Protestan 144 unit, Gereja Katolik
33 unit, Vihara 1 unit.
3. Perekonomian
Pasar Induk : 1 Unit, Pasar Desa : 5 Unit, Bank : 2 Unit, Koperasi : 53 Unit, UKM : 1013
Unit, Usaha Dagang : 765 Unit, Industri Kecil : 220 Unit.
4. Perhubungan
Panjang jalan 597,85 km, Dermaga Sungai berjumlah 2 unit, Bandara Udara berjumlah
2 bandara, Lapangan Perintis sebanyak 12 buah.
Berdasarkan data tersebut di atas, minimnya sarana dan prasarana, infrastruktur yang
terbatas, kualitas SDM masih rendah dengan kondisi geografis yang sulit sehingga perlu
adanya pendekatan pembangunan menuju masyarakat sejahtera.
Dari potensi wilayah dan jumlah penduduk tersebut, kita bandingkan dengan jumlah Wajib
Pajak Terdaftar pada Kab. Malinau dan Kab. Tana Tidung sebagai berikut :

Jumlah WP Terdaftar per Juni 2012


No.

Jenis Wajib Pajak


Kab. Malinau

Kab. Tana Tidung

1.

Orang Pribadi

6.055

1.946

2.

Badan

1.061

357

3.

Bendaharawan

1.036

143

8.152

2.446

Total Wajib Pajak

H. KENDALA/TANTANGAN KEGIATAN SOSIALISASI


7

Intimung Peduli Pajak | KP2KP Malinau

(a) Tantangan Kondisi Sosial


Kehidupan Masyarakat di Kabupaten Malinau ini walaupun heterogen tetapi mampu
mempertahankan persatuan dan kesatuan dalam interaksi sosial sehari-hari, hal ini
dikarenakan masih kuatnya rasa ketaatan yang dimiliki oleh seluruh masyarakat adatnya
terhadap kebudayaan ataupun adat istiadat yang berlaku, hal in terbukti dari kepatuhan setiap
masyarakat yang ada di daerah perbatasan terhadap pemimpin mereka yaitu Kepala Suku.
Mayoritas penduduk asli Malinau berasal dari suku Dayak dengan berbagai sub-etnis
seperti suku Kenyah, Suku Lundayeh, Suku Tidung, dll. Sedangkan suku lainnya yang tinggal
di Malinau merupakan masyarakat pendatang dari berbagai daerah seperti Jawa, Sulawesi,
Madura, dan sebagainya.
Sebagai daerah hasil pemekaran pada tahun 1999, tentunya baru menapak kearah
pembangunan di berbagai bidang, yang tentunya dapat saja bertolak belakang dengan
kondisi masyarakat setempat, baik psikis maupun fisik. Pengembangan daerah yang tadinya
tidak tersentuh modernisasi, sekarang banyak pengembangan sistem pusat-pusat
pemukiman, industri pertanian, pariwisata, sarana dan prasarana kawasan tertentu.
Arus informasi publik semakin cepat memasuki wilayah Malinau, termasuk pula
informasi perpajakan. Perwakilan pemerintah pusat dari Direktorat Jenderal Pajak, dalam
wujud berdirinya KP2KP sejak tahun 2008, telah membuka wawasan baru bagi masyarakat
setempat. Rasa kaget mungkin ada setelah masyarakat setempat mengetahui segudang
kewajiban perpajakan dari apa yang diamanatkan oleh pemerintah pusat. Nah, hal demikian
ini yang merupakan tantangan psikologi bagi petugas pajak yang datang ke wilayah Malinau.
Dari berbagai masukan yang ada, diketahui bahwa masih adanya sikap tertutup dan enggan
untuk melaksakan kewajiban pajak pusat itu. Ditambah lagi dengan kondisi SDM masyarakat
malinau yang terdidik tidak dapat disamakan dengan manusia di pulau jawa. Banyak
pertanyaan selama ini : untuk apa bayar pajak. PPh lah, PPN lah. Kalau PBB mungkin
masih berkaitan dengan status tanah/bangunan yang mereka miliki. Itu pun dirasa masih
belum bisa mereka pahami sepenuhnya.
Oleh karena hal tersebut, sangat selektif petugas kita disini untuk meneriakkan Pajak
Untuk Pembangunan, Pajak Untuk Kemakmuran, Orang Bijak Taat Pajak. Paling-paling
dapat dikumandangkan di sekitar kota (maksudnya kota kecamatan). Apalagi sebagian besar
wilayah Malinau ini masih di dominasi daerah pedalaman yang secara geografis
membutuhkan perjuangan untuk mencapainya. Misalnya saja, daerah Long Nawang yang
kurang tersentuh pembangunan, dan kehidupan mereka sehari-hari secara ekonomi masih
banyak ketergantungan distribusi barang-barang dari Negara tetangga yaitu Malaysia. Harga
barang-barang kebutuhan di Wilayah Malinau ini relatif mahal, terutama harga BBM, mahal
dan langka. Bagaimana kita bisa mengkumandangkan Pajak Untuk Pembangunan dan
Kemakmuran Bangsa? sementara banyak wilayah terdapat banyak kemiskinan.
Namun demikian, kita harus tetap menjalankan tugas amanat menjalankan visi dan
misi Direktorat Jenderal Pajak, apapun kondisinya. Betul tidak?. Paling tidak, di wilayah ini
8

Intimung Peduli Pajak | KP2KP Malinau

masih bisa dibilang aman dan tertib, sehingga masih optimis untuk mengharapkan respon
positif Wajib Pajak dalam rangka mewujudkan kepatuhan perpajakan di masa depan.
(b) Tantangan Kondisi Geografis
Tantangan ini menyangkut masalah geografis, yaitu kondisi alam kabupaten Malinau.
Permasalahannya yaitu pencapaian ke lokasi-lokasi diluar kecamatan Malinau Kota sangat
sulit dijangkau, apalagi dengan jalan darat. Di wilayah ini transportasi antar kecamatan dan
desa diutamakan menggunakan jalur udara (pesawat caravan), atau jalur sungai (speedboat,
ketinting).
Misalnya : Dari Kec Malinau Kota menuju Desa Long Ampung, Ibukota Kecamatan Kayan
Selatan, Kabupaten Malinau. Terbang dari Malinau menggunakan pesawat perintis Susi Air ke
Long Ampung, ibu kota Kec. Kayan Selatan. Jarak yang ditempuh antara Malinau-Long
Ampung adalah berkisar 280 km dan menghabiskan waktu lebih kurang 1 jam dengan
pesawat model Cesna Caravan. Kayan Selatan merupakan Kecamatan perbatasan yang
terdekat dengan Malaysia. Daerah terisolir yang sebagian besar penduduknya miskin. Tidak
ada jalur darat maupun sungai yang langsung menghubungkan daerah ini dengan ibukota
kabupaten Malinau ataupun daerah lainnya di Kaltim. Sehingga sebagian besar bahan pokok
berasal dari Malaysia yang biasanya cukup mahal, bahan bakar bensin terkadang bisa
mencapai 27.000/liter, demikian halnya dengan kebutuhan pokok lainnya.
I.

KEGIATAN DAN INOVASI PENYULUHAN


Untuk menyikapi tantangan tersebut diatas, maka diperlukan konsep-konsep inovasi dalam
rangka memberikan informasi perpajakan yang efektif, sebagai berikut :
1. Mengadakan penerbitan Buletin Perpajakan

Jadwal penerbitan : 1 bulan sekali


Judul buletin
:
BULETIN PAJAK MALINAU
Slogan/Semboyan : Intimung Peduli Pajak
Jumlah Halaman
: Max. 20 halaman
Ukuran
: Kertas A4
Isi
: Berita/peraturan
perpajakan terkini, Materi perpajakan sesuai
kebutuhan WP Malinau/Tana Tidung, suara
pembaca Wajib Pajak Malinau
Jumlah exemplar
: Kurang lebih 300 ex/terbit
Sasaran
: Diutamakan WP sekitar
Malinau Kota, Malinau Hulu, Malinau Hilir,
Mentarang, Tideng Pale;
Tempat penyebaran : Penempatan di ruang
publik (koordinasi dengan pengelola tempat)
seperti di bank-bank, bandara, pelabuhan,
kecamatan, Desa, sekolah, dll.
Cara penyampaian : (1) WP terdekat dikirim via
kurir TIKI maupun langsung, (2) WP jauh via
pos/Tiki
Bersamaan dengan penyampaian bulletin,

Intimung Peduli Pajak | KP2KP Malinau

disipkan Lembar Survei Wajib Pajak

2. Mengadakan Rembug Pajak Terhadap Kelompok Masyarakat :


Tujuan
:
Penyampaian materi perpajakan
Public hearing dengan Wajib Pajak setempat, ditempat yang ditentukan
Lebih mengetahui/dekat dengan WP secara positif (knowing the tax payer)
Lebih mengetahui masalah-masalah WP seputar perpajakan dan kesulitan WP

dalam pelaksanaan kewajiban pajak


Membina komunikasi positif dengan WP sehingga pada tujuannya dapat

menerapkan upaya persuasi WP membayar pajak


Dapat mengidentifikasi WP untuk tujuan mendapatkan informasi tentang potensi

yang selama ini masih tertutup, selanjutnya dapat menjadi masukan kepada KPP
khususnya seksi waskon/AR.
Jadwal kegiatan : 1 bulan sekali
Tempat
: Secara bergiliran di kantor-kantor kecamatan, instansi pemda,
kantor asosiasi/perkumpulan/kelompok masyarakat, dll;
Sasaran peserta : Siapapun Wajib Pajak yang datang, koordinasi dengan pemilik
tempat untuk mengumumkan adanya rembug pajak di tempat tersebut.
Narasumber
: Tim KP2KP dan KPP
3. Kegiatan Sosialisasi Perpajakan
a. Sosialisasi pasif
: menunggu undangan Wajib Pajak; atau
b. Sosialisasi aktif
: Mengundang Wajib Pajak
c. Tempat acara
: Sewa tempat tertentu, atau di tempat Wajib Pajak
d. Narasumber
: Tim KP2KP & KPP
4. Asistensi pengisian SPT :
Tujuan
Tempat
Sasaran peserta
Narasumber
Prioritas

: memberikan bimbingan teknis pengisian SPT


: di tempat Wajib Pajak
: Bendahara pemerintah daerah dan Wajib Pajak lainnya
: Tim KP2KP & KPP
: SPT Tahunan WP Orang Pribadi, SPT Masa Pemotongan

/pemungutan, SPT Masa PPN


Jadwal kegiatan : Untuk SPT Masa sesuai kebutuhan , sedangkan untuk SPT
Tahunan dilaksanakan setelah tahun pajak berakhir sampai dengan sebelum batas
waktu penyampaian SPT berakhir (Januari s.d April)
5. Mengadakan Talkshow perpajakan di RRI
Jadwal kegiatan : satu bulan sekali
Materi
: Jenis Pajak Tertentu (berganti-ganti tema)
Narasumber
: Tim KP2KP dan/atau KPP
6. Membuat Spot iklan pajak di RRI
o Apabila dimungkinkan setiap hari ada iklan perpajakan di radio;
o Setiap bulannya dapat berganti tema perpajakan
10

Intimung Peduli Pajak | KP2KP Malinau

Pembuat Konsep Iklan

: Tim KP2KP

7. Mencetak spanduk, standing banner, poster perpajakan


Penempatan
: di lokasi publik seperti bank, bandara, pelabuhan, sekolah-sekolah,
kecamatan, di tepi jalan, dan area publik strategis lainnya.

SPANDUK
PAJAK

STANDING
BANNER
POSTER
PAJAK
(DITEMPEL)
Ditempatkan di lokasi
publik seperti Bank,
Bandara, pelabuhan,
sekolahan, tepi jalan,
dan area strategis
lainnya.

8. Mencetak buku panduan perpajakan, booklet, leaflet

11

Intimung Peduli Pajak | KP2KP Malinau

Tujuan : memberi kemudahan informasi


karena masih ada daerah-daerah di Malinau
yang tidak bisa mengakses internet;
Untuk leaflet : dapat dibagikan di bandara
untuk masyarakat yang akan bepergian dengan
pesawat, ataupun dapat ditempatkan di area
publik seperti bank, kantor-kantor pelayanan
masyarakat;
Untuk buku panduan dan booklet
:
dapat diberikan pada saat sosialisasi, ataupun
dikirimkan kepada Wajib Pajak secara selektif,
misalnya WP-WP besar atau WP yang
berpotensi.
Contoh Leaflet KP2KP
Malinau

9. Membuat surat-surat pemberitahuan kewajiban pajak


Sasaran
:
- Wajib Pajak dengan klasifikasi usaha tertentu : WP konstruksi, dokter, koperasi,
WP OPPT, dll;
- Wajib Pajak yang melakukan transaksi tertentu : WP penyewa tanah/bangunan,
WP yang melakukan jual beli tanah/bangunan, dll;
- Adanya hal-hal tertentu : kewajiban pajak atas THR/bonus menjelang hari raya
keagamaan, hal kewajiban NPWP anggota keluarga/istri, dll.
10. Koordinasi dengan pihak Kantor Pos, untuk menempatkan mobil pos keliling di KP2KP,
yang dapat menerima setoran pajak;
11. Membuat souvenir yang memuat simbol-simbol/tulisan-tulisan perpajakan, seperti
misalnya : kalender, jam dinding, gelas, payung, gantungan kunci, topi, boneka
kecil, tempat tisu, tas kertas, stiker pajak, dll.
Dapat diberikan bersamaan dengan kegiatan sosialisasi perpajakan, acara WP Panutan,
atau kegiatan aksi simpatik perpajakan.
12. Mengadakan acara Tax Goes to School / High School Tax Roadshow
Sebagai upaya penyebarluasan informasi perpajakan yang menyeluruh dan
menyentuh segala aspek masyarakat, maka perlu adanya penanaman edukasi dan
pengenalan pajak sejak dini kepada siswa-siswi Sekolah Menengah Atas, karena siswasiswi tersebut merupakan generasi muda yang akan membangun bangsa Indonesia pada
masa mendatang.
Mayoritas masyarakat Indonesia mengenal dan mengerti mengenai perpajakan
saat mengenyam pendidikan di tingkat Perguruan Tinggi. Padahal perpajakan saat ini
telah menyentuh segala aspek kehidupan terutama di bidang bisnis dan perbankan.
Sehingga akan terlambat apabila siswa-siswi Sekolah Menengah Atas tersebut baru
mengenal perpajakan setelah mereka lulus.
12

Intimung Peduli Pajak | KP2KP Malinau

Untuk rencana kegiatan di tahun 2012 direncakan pada bulan November.


Acara dilaksanakan dalam bentuk penyampaian materi dasar mengenai perpajakan di
Indonesia yang dikemas dalam bentuk cerdas cermat dan di selingi dengan games serta
hiburan lain yang akan meningkatkan semangat dan kemeriahan acara.
13. Mengadakan acara WP Panutan
Jadwal kegiatan : Bulan Januari s.d. April tahun berikutnya
Peserta
: Tokoh masyarakat terpandang, pimpinan instansi di lingkungan
pemerintah daerah, pimpinan instansi vertikal, anggota DPRD, dll.
Narasumber
: Tim KP2KP dan KPP
14. Mengadakan Pojok Pajak
Pojok Pajak diadakan di lokasi yang letaknya jauh dari Pusat Kota Malinau, yaitu di
Tideng Pale (Pusat Kota Kab. Tana Tidung) karena disana tidak ada KP2KP nya,
sehingga untuk menjangkau kantor pajak terdekat adalah KP2KP Malinau. Direncanakan
diadakan satu bulan sekali setiap akhir bulan.
Kegiatan yang dilaksanakan adalah penerimaan pendaftaran NPWP, penerimaan SPT
Masa, dan konsultasi perpajakan.
15. Membuat SMS Center KP2KP Malinau
J. Permasalahan KP2KP (sesuai Lampiran III Surat Direktur P2Humas Nomor : S616/PJ.09/2012)
No
.
1.

Materi
Pendaftaran NPWP dan PKP

2.

Pengiriman Surat ke Wajib


Pajak yang lokasinya jauh

3.

Tempat / ruangan / aula untuk


kegiatan Sosialisasi

4.

Kewajiban Pajak Bendahara


Pemerintah

5.

Tempat Pembayaran

6.

PPh Final Pasal 4 ayat (2)

13

Permasalahan/Pertanyaan
Proses validasi/aktivasi NPWP maupun penerbitan
SK PKP di KPP Induk memerlukan waktu yang
lama, sedangkan Wajib Pajak membutuhkan NPWP
untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya,
maupun urusan administrasi pada instansi lain.
Seringkali pihak kantor pos maupun tiki menolak
pengiriman surat/dokumen, dengan alasan lokasi
jauh dan sulit dijangkau transportasi darat/air/udara.
Sedikitnya pilihan tempat/ruangan yang luas untuk
kegiatan sosialisasi. Pilihan ruang yang lumayan
luas hanya ada di aula pemkab, aula kejaksaan.
Sedangkan sewa ruang aula di hotel hanya
berkapasitas kecil.
Masih banyaknya bendahara yang kurang
memahami ketentuan perpajakan, walaupun sudah
dilakukan sosialisasi maupun dibagikan buku mahir
bendahara.
Jumlahnya hanya ada dua tempat pembayaran /
bank persepsi penerima setoran pajak, yaitu BPD
Kaltim dan BNI (baru buka untuk menerima setoran
pajak).
PPh Final atas jual beli maupun sewa menyewa
tanah dan/atau bangunan sering kali tidak

Intimung Peduli Pajak | KP2KP Malinau

7.

PPN

dilaksanakan dengan semestinya, sehingga Wajib


Pajak masih harus dikirimi surat.
Kewajiban PPN keluaran sering tidak dilaksanakan
dengan semestinya (info dari Seksi Waskon) oleh
para PKP mitra usaha/sub kontraktor, dengan
alasan bahwa PPN sudah dilaksanakan oleh
perusahaan pemberi kerja/kontraktor utama. PPN
Keluaran seharusnya dibuat faktur pajaknya dan
dipungut PPN-nya oleh PKP yang menyerahkan
BKP/JKP.

K. INFORMASI KONTAK
a. Alamat KP2KP Malinau : Jl. Raja Pandita RT.VII Tj Belimbing, Malinau, Kalimantan Timur
b. Nomor Telepon
: (0553) 2023311
c. Nomor Fax
: (0553) 2023312
d. Email
: kp2kp_malinau@yahoo.com
Demikian profil singkat ini disusun, dengan harapan dapat memberikan masukan bagi
pihak terkait maupun mendapatkan masukan bagi KP2KP Malinau, agar menjadi semakin baik di
kemudian hari dalam rangka memberikan pelayanan perpajakan yang optimal, sehingga kontribusi
penerimaan pajak Wajib Pajak Malinau semakin meningkat.

Malinau, 1 September 2012


Kepala KP2KP Malinau,

Ferry A. Triyantoro
NIP. 197502091995111001

14

Intimung Peduli Pajak | KP2KP Malinau

15

Intimung Peduli Pajak | KP2KP Malinau