Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN
2.1 Latar Belakang
Keberadaan KSOP di Persada Ibu Pertiwi jelas landasan hukumnya, yakni
Peraturan Pelayaran (Scheepvaart Reglement) LN. 1882 No. 115 junto LN. 1911
No.399 (kepolisian di laut). UU Pelayaran (Scheepvaart Ordonantie) 1936 (Stb.
1936 No. 700), Peraturan Pelayaran 1936 pasal 4, dan Ordonansi Laut Teritorial
dan Lingkungan Maritim 1939 pasal 13. Sesuai dengan SK Menteri Perhubungan
No 65/2002 tentang KSOP, dijabarkan tugas direktorat itu untuk melaksanakan
kegiataan penjagaan, penyelamatan, pengamanan, dan penertiban serta penegakan
hukum di bidang pelayaran di perairan laut dan pantai.
Sesuai pasal 3 Keputusasn Menteri Perhubungan Nomor KM.65 Tahun
2002, Disebutkan bahwa Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai mempunyai fungsi
sebagai berikut :

Penyusunan rencana, program dan evaluasi


Pelaksanaan operasi dan penegakan peraturan dibidang pelayaran
Pelaksanaan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana pelayaran
Pelaksanaan pengawasan dan penertiban kegiatan salvage dan pekerjaan
bawah air, penyelaman instalasi /eksplorasi dan eksploitasi, bangunan di

atas dan dibawah air


Pemberian bantuan pencarian dan pertolongan musibah di laut dan
penanggulangan kebakaran
Pelaksanaan pengamanan dan pengawasan sarana bantu navigasi pelayaran
serta penanggulangan pencemaran
Pelaksanaan pelatihan pengawakan kapal dan instalasi
Pelaksanaan pengadaan, pemeliharaan perbaikan dan dukungan logistik
serta melaksanakan
Pembangunan Gedung Kantor dan Pos Jaga KSOP Tarakan merupakan
salah satu upaya yang dilakukan pihak yang terkait agar dapat menunjang segala
1

kebutuhan untuk mencapai kesuksesan dalam menjalankan kewajiban sebagai


pelindung laut dan pantai indonesia.
Dalam pelaksanaan Pembangunan Gedung KSOP Tarakan pemilihan jenis
konstruksi Kolom yang digunakan yaitu kolom pengikat sengkang lateral. Kolom
ini merupakan kolom beton yang ditulangi dengan batang tulangan pokok
memanjang, yang pada jarak spasi tertentu diikat dengan pengikat sengkang ke
arah lateral. Tulangan ini berfungsi untuk memegang tulangan pokok memanjang
agar tetap kokoh pada tempatnya. Balok direncanakan untuk menahan tegangan
tekan dan tegangan tarik yang diakibatkan oleh beban lentur yang bekerja pada
balok tersebut. Karena sifat beton yang kurang mampu dalam menahan tegangan
tarik maka beton diperkuat dengan tulangan baja pada daerah dimana tegangan
tarik itu bekerja. Selain gaya lentur hal lain yang harus diperhatikan dalam
perencanaan balok antaralain adalah kapasitas geser, defleksi, retak dan panjang
penyaluran yang harus sesuai dengan persyaratan.
Selama mengikuti Kerja Praktik Penulis melakukan pengamatan langsung
juga sedapat mungkin ikut aktif di lapangan, sehingga mendapatkan kesempatan
untuk mengamati pekerjaan struktur kolom dan balok pada Pembangunan Gedung
Kantor dan Pos Jaga KSOP Tarakan dan kemudian memadukan teori yang
diperoleh pada bangku kuliah dengan praktik di lapangan tentang pekerjaan
struktur kolom dan balok khususnya.

1.1 Tujuan
Kerja Praktik yang telah Penulis laksanakan selama kurang lebih 2 (dua)
bulan

dan

dibimbing

oleh

Kontraktor

Pelaksana

Lapangan

dari

PT.

HAGITASINAR LESTARIMEGA, sehingga penulis dapat menyusun hasil

pengamatan pelaksanaan dalam bentuk Laporan Kerja Praktik dengan pemilihan


judul Pekerjaan Struktur Kolom dan Balok pada Pembangunan Gedung Kantor
dan Pos Jaga KSOP Tarakan untuk mengetahui dan memahami langkah-langkah
dalam pelaksanaan pekerjaan struktur kolom dan balok pada kegiatan
pembangunan gedung tersebut.
1.2 Metode Pengumpulan Data
Dalam penyusunan laporan data-data diperoleh dari berbagai sumber yaitu:
1.

Observasi, yaitu pengamatan yang dilakukan secara langsung di

2.

lapangan.
Wawancara, yaitu melakukan tanya jawab dengan pembimbing di
lapangan dari pihak kontraktor dan para pelaksana di lapangan

3.
4.
5.

(dengan pihak terkait).


Gambar kerja dan data-data lain yang diperoleh dari kontraktor;
Literatur.
Dokumentasi berupa foto.

1.3 Batasan Masalah


Lingkup pembahasan dalam penyusunan laporan ini hanya terbatas pada
kegiatan Pembangunan Gedung KSOP Tarakan, terutama dalam ruang lingkup
pekerjaan kolom dan balok hingga tiap item pekerjaan yang mempengaruhi
pekerjaan kolom dan balok dan diuraikan secara rinci sesuai dengan tahap-tahap
pekerjaan yang terjadi pada konstruksi.