Anda di halaman 1dari 3

1

Resume Chapter 2
Pemetaan Arah Perusahaan : Visi, Misi, Tujuan & Strategi
Mata Kuliah Manajemen Strategis
Diampu Oleh : Dr. Dody Hapsoro MBA., MSPA., CA., Ak
Ditugaskan Kepada :

Muh Fuad Badrussalam (73.1628.629)


PPAk Angkatan 28 STIE YKPN Yogyakarta

Ingin Menjadi Seperti Apa Kita?


Pernyataan visi dan misi biasa kita jumpai di
bagian depan laporan tahunan. Sangat penting bagi
para manager di organisasi untuk memahami visi
dasar perusahaan yang menjadi tujuan jangka
panjangnya. Agar para manajemen tidak hanya
mengejar tujuan jangka pendek dari kegiatan
organisasi tersebut.
Beberapa penyusun strategi menghabiskan
seluruh waktu kerjanya untuk menangani persoalanpersoalan administratif dan taktis. Sementara
penyusun strategi yang terlalu tergesa-gesa dalam
menetapkan
tujuan
dan
menerapkan
strategi
seringkali melewatkan pengembangan pernyataan visi
dan misi.
Karena berkaitan dengan keputusan maka
dengan sendirinya keputusan strategik mempunya
kekhasan tersendiri bila dibandingkan dengan
keputusan lainnya. Sebuh keputusan dapat bersifat
stratgik bila memenuhi tiga karakteristik (Wheelen,
hunger, 2008 dalam M.Taufiq Amir, 2012). Adapun
ketiga karakteristik tersebut adalah : (1) Jarang
dibuat (extraordinary) artinya sebuah keputusan
strategis selalu memiliki implikasi luas dalam
organisasi. Memiliki dimensi waktu yang memakan
waktu panjang; (2) Signifikan, penting. Memiliki
implikasi yang signifikan dan penting yang akan
berpengaruh secara signifikan pada keputusan itu
upaya dan sumber daya yang diperlukan. Derajat
keputusan akan selalu penting dan melibatkan
sumber daya dan jomitmen yang besar; (3)
Berdampak Luas. Sebuah keputusan strategis
menjadi acuan bagi keputusan-keputusan pada level
berikutnya (yang operasional).
Pengembangan Visi, Misi dan Nilai Inti
Campbell dan Yeung dalam Fred R. David
(2011) membedakan istilah visi dan misi. Menyatakan
bahwa visi adalah suatu keadaan masa depan
organisasi yang mungkin dan dikehendaki yang
mencakup tujuan-tujuan spesifik. Sementara misi
lebih terkait dengan perilaku dan kondisi saat ini.
Selama proses pengembangan visi misi beberapa
organisasi menggunakan kelompok diskusi manajer
untuk
mengembangkan
serta
memodifikasi
pernyataan yang telah ada. Satu pendekatan yang
digunakan secara luas untuk mengembangkan
pertanyaan visi misi yaitu pertama dengan memilih
Resume

beberapa artikel mengenai pertanyaan terntang visi


misi tersebut kemudian membaca dan membuat
pernyataan sendiri tentang visi misi organisasi.
Kemudian manajer puncak menyatukan semua
pernyataan manajer-manajer sehingga ini menjadi
bahan bagi manajer puncak untuk menyusun visi misi
final. Ketidaksepahaman antar penyusun strategi
mengenai pernyaan visi misi akan menimbulkan
persoalan jika tidak dipecahkan secara bersama.
Dalam organisasi multidimensional, para
penyusun strategi harus memastikan bahwa berbagai
unit divisional menjalankan tugas manajemen
strategis, termasuk pengembangan pernyataan visi
misi. Tiap divisi harus melibatkan manajer dan
karyawannya mengoptimalkan aksi atas pernyataan
visi misi yang berarti sejalan dan mendukung visi misi
organisasi.
Penetapan Tujuan
Tujuan pada umumnya dinyatakan dalam
pengertian-pengertian seperti pertumbuhan aset,
pertumbuhan penjualan, profitabilitas, pangsa pasar,
tingkat dan hakikat diversivikasi, integrasi vertikal,
laba per saham, dan tanggung jawab sosial.
Tujuan yang ditetapkan mengarahkan pada sinergi,
membantu dalam evaluasi dan menetapkan prioritas
dengan meminimalisir ketidakpastian, konflik, dapat
merangsang kerja dan membantu baik dalam alokasi
sumber daya maupun rancangan pekerjaan.
Tujuan harus kuantitatif, dapat diukur,
realistis, mudah dimengerti, menantang, hierarkis,
mungkin untuk dicapai dan konruen antar unit
organisasional. Dua jenis tujuan yang lazim dijumpai
di organisasi adalah tujuan keuangan dan tujuan
strategis. Tujuan keuangan mencakup hal-hal yang
berkaitan
dengan
pertumbuhan
pendapatan,
pertumbuhan laba, deviden dan ikhtisar keuangan
lainnya. Sementara tujuan strategis memandang halhal seperti pangsa pasar, pelayanan pelanggan,
kemajuan teknologi dan lainnya.
Merujuk pada pernyataan diatas penetapan
tujuan dimaksudkan untuk mengkonversi pernyataan
visi dan misi menjadi target kinerja yang spesifik.
Setiap unit mulai dari manajer hingga karyawan
dalam suatu organisasi memerlukan target yang
konkret dimana kinerja dan kontribusi mereka dapat di
ukur terhadap pencapaian tujuan organisasi.

Manajemen Strategis

Chapter 1

2
Penyusunan Strategi
Hansen dan Smith dalam Fred R. David (2011)
menjelaskan bahwa perencanaan strategis melibatkan
pilihan-pilihan yang menempatkan sumber daya
dalam risiko dan trade of yang mengorbankan
peluang. Dengan kata lain jika Anda memiliki strategi
untuk pergi ke arah utara, Anda harus membeli sepatu
salju dan jaket yang tebal (menghabiskan sumber
daya) serta membiarkan peluang yang muncul dari
pertumbuhan populasi yang lebih cepat diselatan.
Perencanaan strategis adalah pertaruhan yang
didasarkan pada prediksi dan hipotesis yang terus
menerus
diuji
dan
disempurnakan
dengan
pengetahuan, riset, pengalaman dan pembelajaran.
(8thinktank.co.id, 2015) Beberapa langkah yang perlu
dilakukan suatu organisasi dalam merumuskan
strategi adalah:
a. Mengidentifikasi
lingkungan
yang
akan
dimasuki dan menentukan misi perusahaan
untuk mencapai visi yang telah dibuat.
b. Melakukan analisis lingkungan internal dan
eksternal untuk mengukur kekuatan dan
kelemahan serta peluang dan ancaman yang
akan dihadapi oleh suatu organisasi dalam
menjalankan misinya.
c. Merumuskan faktor-faktor ukuran keberhasilan
(key success factors) dari strategi-strategi
yang
dirancang
berdasarkan
analisis
sebelumnya.
d. Menentukan tujuan dan target terukur,
mengevaluasi berbagai alternatif strategi
dengan
mempertimbangkan
sumberdaya
yang dimiliki dan kondisi eksternal yang
dihadapi.
e. Memilih strategi yang paling sesuai untuk
mencapai tujuan jangka pendek dan jangka
panjang.
Pelaksanaan Strategi
Visi serta strategi yang telah dibuat tidak akan
berarti jika kita tidak mengerjakannya secara tuntas
dan optimal. Tanpa adanya eksekusi, tujuan yang
telah diterapkan pun tidak akan pernah tercapai.
Pelaksana strategi yang dipilih dan mengubah
rencana strategis ke dalam tindakan. Mengelola
pelaksanaan strategi merupakan kegiatan operasi
yang berorientasi membentuk kinerja kegiatan bisnis
inti
mendukung
secara
strategi.
Manajemen
penanganan dari proses implementasi strategi dapat
dianggap berhasil jika ada yang cukup lancar bahwa
perusahaan memenuhi atau mengalahkan sasaran
strategis dan keuangan kinerja dan menunjukkan
kemajuan yang baik dalam mencapai manajemen visi
strategis.
Evaluasi Kinerja dan Inisiasi Penyusunan
Korektif
Menurut Thompson et.al (2012) dalam artikel
Nur Fadhila Amri (2015), ada lima tugas yang
dilakukan oleh manajemen strategis dengan cara
yang ada di kepentingan pemegang saham terbaik
Resume

dan pemangku kepentingan lainnya, seorang direktur


perusahaan memiliki empat kewajiban penting untuk
dipenuhi, yaitu :
1. Mengawasi perusahaan dalam bidan akuntansi
keuangan dan praktik pelaporan keuangan.
2. Kritis menilai arah perusahaan, strategi, dan
pendekatan bisnis.
3. Evaluasi keterampilan kepemimpinan strategis
eksekutif senior.
4.
Lembaga rencana kompensasi untuk
eksekutif
puncak
yang
memberikan
penghargaan kepada mereka atas tindakan
dan hasil yang menyajikan kepentingan
pemegang saham
Komponen kelima manajemen strategi dalam
proses Pemantauan perkembangan eksternal baru,
mengevaluasi kemajuan perusahaan, dan membuat
adjustments korektif adalah titik pemicu untuk
memutuskan
apakah
akan
melanjutkan
atau
mengubah visi dan misi, tujuan, strategi perusahaan,
dan / atau metode strategi eksekusi.
Tujuan
evaluasi
untuk
memonitor
perkembangan terbaru, kemajuan terbaru yang ingin
dicapai, serta perbaikan bila merasa perlu. Ada tiga
ujian strategi agar memenangkan Persaingan, yaitu:
1. Keunggulan Kompetitif
2. Kinerja Yang Baik Dan Kuat
3. Serta Perusahaan Yang Sehat
Kesimpulan
Proses manajemen strategis terdiri dari lima
tugas yang saling terkait.
1. Mengembangkan visi strategis dari masa
depan perusahaan, sebuah pernyataan misi
yang mendefinisikan tujuan perusahaan saat
ini, dan satu set nilai-nilai inti untuk memandu
mengejar visi dan misi.
2. Menetapkan tujuan untuk mengubah visi dan
misi ke dalam target kinerja
3. Menyusun strategi untuk mencapai tujuan dan
memindahkan perusahaan sepanjang proses
strategis.
4. Pelaksana strategi yang dipilih dan mengubah
rencana strategis ke dalam tindakan.
5. Pemantauan perkembangan, evaluasi kinerja,
dan
memulai
menyesuaikan
dalam
pengalaman nyata, perubahan kondisi, ide-ide
baru dan peluang baru.
Referensi
------------, 2015, 5 Tahapan Penting Dalam Menyusun
Manajemen
Strategi
Bisnis,
http://8thinktank.co.id, diakses pada Minggu 09
Oktober 2016 Pukul 10.52 wib
Fred R. David, 2011, Strategic Management edisi 12,
Jakarta, Salemba empat.

Manajemen Strategis

Chapter 1

3
M. Taufiq Amir, 2012, Manajemen Strategik: Konsep
dan Aplikasi, Jakarta, Rajawali Pers.

Resume

Nur Fadhila Amri, 2015, Evaluasi Kinerja Dan Inisiasi


Penyesuaian
Korektif.
www.eakuntansi.com/2015/, diakses pada Minggu 09
Oktober 2016 Pukul 11.03 wib

Manajemen Strategis

Chapter 1