Anda di halaman 1dari 8

DI SUSUN OLEH

KELOMPOK II :

M. PRIESKA HASELAANKI
ANDI WARDIANSYAH
YASMANIJAR
JULIA MAIDAR

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI


UNGGUL ACEH SELATAN
TAHUN AJARAN 2010 / 2011

Daftar isi
Pengertian sistem koloid 3
Jenis-jenis koloid 5
Koloid dalam industri 6
Kesimpulan
Daftar isi

Triple Double You Dot Chem_is_try Dot Com

7
8

PENGERTIAN SISTEM KOLOID


Pada tahun 1861, Thomas Graham, seorang ahli kimia bangsa Inggris melakukan
percobaan untuk menguji perbedaan kemampuan aliran zat terlarut dengan
menggunakan kantong perkamen, air, kristal gula, lem perekat, dan tepung kanji. Mula
mula gula, lem perekat, dan tepung kanji masing masing dilarutkan ke dalam air.
Kemudian larutannya dimasukkan ke dalam kantong perkamen, ditutup rapat dan
direndam dalam air.
Dari percobaan tersebut ternyata molekul gula memiliki kemampuan untuk
merembes keluar menembus pori pori perkamen sehingga keluar dari kantong. Akan
tetapi partikel kanji tidak dapat keluar dari kantong. Zat lain yang dicobakan oleh
Thomas Graham adalah zat perekat dengan percobaan yang sama. Ternyata zat perekat
tersebut sifatnya sama dengan sifat kanji, yaitu tidak mampu menembus membran
perkamen.
Berdasarkan hasil percobaan tersebut, Graham memberikan gagasan sebagai
berikut.
1.

Molekul gula dapat lolos dari membran perkamen, sedangkan kanji dan
perekat tidak dapat lolos dari membran perkamen. Hal ini dimungkinkan karena
ada perbedaan diameter molekul antara molekul kanji dengan molekul gula.
Molekul kanji mempunyai diameter lebih besar dari diameter molekul gula.

2.

Larutan gula yang berasal dari kristal gula dan semacamnya disebut
larutan yang berdifusi cepat atau kristaloid, sedangkan zat perekat, kanji, dan
susu, atau semacamnya yang bersifat lekat dan kental disebut koloid.
Pada perkembangan selanjutnya, penggolongan zat menjadi koloid dan kristaloid
tidak dapat dipertahankan karena banyak koloid dapat dikristalkan dan kristaloid
dapat dibuat koloid.
Pada tahun 1907, Ostwald mengemukakan istilah system terdispersi dan medium

pendispersi. System koloid terdiri dari fase terdispersi dengan ukuran tertentu dalam
medium pendispersi. Zat yang didispersikan

disebut fase terdispersi, sedangkan

medium yang digunakan untuk mendispersikan disebut medium pendispersi. Analogi


dalam larutan, fase terdispersi adalah zat terlarut sedangkan medium pendispersi adalah
zat pelarut. Pada contoh campuran susu dan air, fase terdispersi adalah partikel susu dan
medium pendispersinya adalah air.

Triple Double You Dot Chem_is_try Dot Com

Seorang kimiawan Jerman bernama Richard Zsigmondy, pada tahun 1912


mendesain mikroskop ultra untuk mengamati partikel partikel terlarut termasuk
partikel koloid. Dari pengamatannya tersebut ternyata partikel koloid mempunyai
diameter molekul 10 7 cm - 10 5 cm. Mengapa harus menggunakan mikroskop ultra?
Karena hanya partikel yang ukuran diameternya lebih besar dari 10 5 cm yang dapat
dilihat dengan mikroskop biasa.
No.
1.

Larutan

Koloid

Ukuran partikel < 10 7 cm Ukuran partikel antara

Suspensi
Ukuran partikel >10 5 cm

10 7 - 10 5 cm
2. Homogen

Antara homogen dan

Heterogen

heterogen
3. Satu fase

Dua fase

Dua fase

4. Jernih

Keruh

Keruh

5. Tidak memisah jika

Tidak memisah jika

Memisah jika didiamkan

didiamkan

didiamkan

6. Tidak dapat disaring


dengan saringan biasa
7. Tidak dapat disaring
dgn membran perkamen
8. Berbentuk ion, molekul

Tidak dapat disaring

Dapat disaring dengan

dengan saringan biasa

saringan biasa

Dapat disaring dengan

Dapat disaring dengan

membran perkamen

membran perkamen

Molekul besar, partikel

Partikel besar

kecil

Tabel 7. 1

Perbedaan antara Larutan, Koloid, dan Suspensi

Dalam kehidupan sehari hari, kita sering menemukan zat yang tergolong
larutan, koloid, dan suspensi.
Contoh larutan

: larutan gula, larutan garam dapur, larutan cuka, larutan alcohol,


dan udara.

Contoh koloid

: susu, santan, busa sabun, salad krim, margarine, lateks dan asap.

Contoh suspensi

: air sungai yang keruh, tanah liat dengan air, pasir dengan air, dan
air kapur.

Triple Double You Dot Chem_is_try Dot Com

JENIS KOLOID
Seperti yang sudah diketahui bahwa wujud ( fase ) benda terdiri dari padat, cair
dan gas. Tiap wujud tersebut dapat menjadi medium pendispersi ataupun fase terdispersi,
kecuali untuk gas. Gas sebagai fase perdispensi pada medium pendispersi tidak
membentuk koloid. Gas dengan gas merupakan campuran yang homogen. Berdasarkan
hal tersebut, sistem koloid dapat dibagi menjadi beberapa jenis, seperti yang tercantum
dalam table 7.2.
No.

Medium
Pendispersi
Cair

Fase
Koloid
Cair

Nama Koloid

Contoh

1.

Fase
Terdispersi
Gas

Busa / buih

Busa sabun

2.

Gas

Padat

Padat

Busa padat

Karet busa

3.

Cair

Gas

Gas

Aerosol cair

Embun

4.

Cair

Cair

Cair

Emulsi

Susu

5.

Cair

Padat

Padat

Emulsi padat

Mentega

6.

Padat

Gas

Gas

Aerosol padat

Asap

7.

Padat

Cair

Cair

Sol

Cat

8.

Padat

Padat

Padat

Sol padat

Paduanlogam

Table 7.2 Beberapa Jenis Dispersi Koloid


a.

Emulsi

: sistem koloid yang fase terdispersi berupa zat cair dan

medium pendispersinya berupa zat cair. Bila medium pendispersinya berupa zat
padat dikenal dengan emulsi padat.
b.

Sol

: sistem koloid yang fase terdispersinya berupa zat padat

dan medium pendispersinya berupa zat cair. Bila medium pendispersinya berupa
zat padat, disebut sol padat.
c.

Busa

: sistem koloid yang fase terdispersinya berupa gas dan

medium pendispersiya berupa zat cair. Bila medium pendispersinya berupa zat
padat disebut busa padat.
d.

Aerosol

: sistem koloid yang medium pendispersinya berwujud

gas, sedangkan fase terdispersinya berupa zat cair atau zat padat.

KOLOID DALAM INDUSTRI


Triple Double You Dot Chem_is_try Dot Com

Dalam kenyataan, telah banyak produk industri yang diperlukan dalam


kehidupan sekarang ini berupa koloid, baik sebagai bahan makanan, bahan bangunan,
maupun produk produk lain. Contoh sistem koloid yang berupa bahan makanan, yaitu
susu, mayonaise, margarine, cream salad, dan jelly. Dalam industri bangunan misalnya
cat tembok, cat kayu, cat besi, lem besi, lem kaca, lem kayu dan lem plastik. Dalam
industri farmasi, contohnya kapsul dari gelatin dan emulsi obat obatan yang
distabilisasi dengan protein.
Mengapa sistem koloid digunakan dalam produk industri? Salah satu ciri khas
koloid, yaitu partikel padat dari suatu zat dapat tersuspensi dalam zat lain, terutama
dalam bentuk cairan. Hal ini merupakan dasar dari berbagai hasil industri yang
dibutuhkan manusia.
Penggunaan koloid juga dapat menghasilkan campuran hasil industri tanpa saling
melarutkan secara homogen. Disamping itu juga bersifat stabil, sehingga dapat
digunakan dalam waktu yang relatif lama. Koloid yang dapat menstabilkan hasil industri
ini dinamakan koloid pelindung. Misalnya, es krim yang ditambah gelatin. Adanya
gelatin dalam es krim menyebabkan es krim tidak cepat meleleh.

Triple Double You Dot Chem_is_try Dot Com

Kesimpulan
Koloid merupakan sistem dispersi dengan ukuran partikel yang lebih besar dari
larutan tetapi lebih kecil dari suspensi. Ukuran koloid berkisar antara 1-100 nm. Sistem
Koloid dapat dikelompokkan berdasarkan fase terdispersinya menjadi tiga, yaitu sol
( fase terdispersi beruap zat paadt), emulsi ( fase terdispersi beruap zat cair), dan buih
( fase terdispersi berupa gas). Selanjutnya sol, emulsi dan buih dikelompokkan lagi
berdasarkan medium pendispersinya.
Fase
Terdispersi

Pendispersi

Gas

Gas

Bukan koloid, karena gas bercampur secara homogen

Gas

Cair

Buih cair(Busa)

Buih, sabun, ombak, krim kocok

Gas

Padat

Buihpadat

Batu apung, kasur busa

Cair

Gas

Emulsi gas(Aerosol Obat semprot, kabut, hair spray di udara


cair)

Cair

Cair

Emulsi

Cair

Padat

Emulsi padat(Gel) Mentega, agar-agar

Padat

Gas

Sol gas(Aerosol
padat)

Padat

Cair

Sol cair

Nama koloid

Triple Double You Dot Chem_is_try Dot Com

Contoh

Air santan, air susu, mayones


Debu, gas knalpot, asap

DAFTAR PUSTAKA
- Ningsih Sri Rahayu, Ratih, Kuswati Tine Maria. 2007. Sains KIMIA 2 SMA/MA.
Jakarta : Bumi Aksara.
- Keenan, dkk. 1984. Kimia Untuk Universitas. Erlangga: Jakarta
- Respati. 1992. Dasar-Dasar Ilmu Kimia. Rienika Cipta: Jakarta.
- Syukri, S. 1999. Kimia Dasar 2. ITB: Bandung.

Triple Double You Dot Chem_is_try Dot Com