Anda di halaman 1dari 24

NO DOK.

PEDOMAN

PUSKESMAS
NGAGLIK II

: PM-NGK II -22

TGL TERBIT : 01- 06 -2015

PENGELOLAAN SUMBER DAYA

NO REVISI

: 00

MANUSIA

HALAMAN

: 1/22

Ditetapkan
Kepala UPT Pusat Kesehatan Masyarakat
Ngaglik II
drg. Ning Khoirum
NIP 19691122 200112 2 002

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang:
Menurut depkes 1991, puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi
fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang
juga membina peran serta masyarakat di samping memberikan pelayanan
kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah
kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok.
Seiring dengan era desentralisasi yang sudah digulirkan dengan UU No. 22
Tahun

1999

tentang

Pemerintah

Daerah,

sangat

menuntut

adanya

peningkatan kualitas manajemen pengelolaan pembangunan di daerah secara


mandiri tidak terkecuali bidang kesehatan.
Di Kabupaten Sleman dalam bidang kesehatan, hal ini sudah bisa dirasakan.
Dalam hal pengelolaan pembangunan kesehatan, telah diarahkan bahwa
Puskesmas tidak lagi hanya berperan sebagai unit pelaksana, tetapi lebih
sebagai pengelola pembangunan di wilayahnya. Dalam melaksanakan fungsi
sebagai pengelola pembangunan kesehatan di wilayah, Puskesmas harus
mampu untuk menginventarisir permasalahan, faktor-faktor yang berkait
(penyebab), potensi sumber daya, juga kendala-kendala dalam melaksanakan
program/kegiatan pada tahun sebelumnya guna mewujudkan visi yang ingin
dicapai.
Fungsi puskesmas itu sendiri meliputi :
1) Fungsi pokok
Pusat

penggerak

pembangunan

berwawasan

kesehatan

pusat

pemberdayaan masyarakat dan keluarganya dalam pembangunan


kesehatan.
Pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala UPT Pusat Kesehatan
Masyarakat Ngaglik II

NO DOK.

PEDOMAN

: PM-NGK II -22

TGL TERBIT : 01 06-2015


NO. REVISI

: 00

HALAMAN

: 2/22

PENGELOLAAN SUMBER DAYA


MANUSIA
PUSKESMAS
NGAGLIK II

2) Peran puskesmas
Sebagai lembaga kesehatan yang menjangkau masyarakat di wilayah
terkecil dalam hal pengorganisasian masyarakat serta peran aktif
masyarakat dalam penyelenggaraan kesehatan secara mandiri.
B. Tujuan
1. Umum
Tujuan: Pedoman ini disusun sebagai acuan bagi Puskesmas dalam
membangun sistem manajemen pengelolaan sumber daya, baik untuk
penyelenggaraan upaya puskesmas maupun untuk penyelenggaraan
pelayanan klinis
2. Khusus
Bahwa dalam rangka mencapai kinerja yang optimal harus tersedia
sumber daya manusia yang sesuai standar kompetensi.
Manfaat
Pengelolaan sumber daya secara umum dalam rangka evaluasi program
puskesmas

yang

sudah

dilaksanakan

juga

untuk

dasar

menyusun

perencanaan program/ kegiatan tahun yang akan datang.


Ruang Lingkup:
Lingkup pedoman pengelolaan sumber daya ini disusun berdasarkan standar
akreditasi pukesmas, yang meliputi: persyaratan umum sistem manajemen
mutu, tanggung jawab manajemen, manajemen sumber daya, proses
pelayanan yang terdiri dari penyelenggaraan Upaya Puskesmas, yang
meliputi: upaya kesehatan pelayanan klinis, upaya kesehatan masyarakat dan
pengelolaan administrasi.
C. Batasan Operasional
1. Struktur organisasi; menggambarkan posisi jabatan, pembagian tugas,
fungsi, tanggung jawab, dan wewenang dalam organisasi.
2. Prosedur kerja; menggambarkan hubungan dan mekanisme kerja antar
posisi jabatan dan fungsi dalam organisasi.
Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala UPT Pusat Kesehatan
Masyarakat Ngaglik II

NO DOK.

PEDOMAN

: PM-NGK II -22

TGL TERBIT : 01 06-2015


NO. REVISI

: 00

HALAMAN

: 3/22

PENGELOLAAN SUMBER DAYA


MANUSIA
PUSKESMAS
NGAGLIK II

3. Pengelompokan fungsi yang logis; menggambarkan pembagian yang


jelas dan rasional antara fungsi pelayanan dan fungsi pendukung yang
sesuai dengan prinsip pengendalian intern dalam rangka efektifitas
pencapaian organisasi.
4. Pengelolaan sumber daya manusia; merupakan pengaturan dan
kebijakan yang jelas mengenai sumber daya manusia yang berorientasi
pada pemenuhan secara kuantitatif dan kualitatif/kompeten untuk
mendukung pencapaian tujuan organisasi secara efisien, efektif, dan
produktif.
D. Landasan hukum dan acuan:
Landasan hukum yang digunakan dalam menyusun pedoman pengelolaan
sumber daya manusia ini adalah: Peraturan menteri kesehatan no 75 th 2014

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala UPT Pusat Kesehatan
Masyarakat Ngaglik II

NO DOK.

PEDOMAN

: PM-NGK II -22

TGL TERBIT : 01 06-2015


NO. REVISI

: 00

HALAMAN

: 4/22

PENGELOLAAN SUMBER DAYA


MANUSIA
PUSKESMAS
NGAGLIK II

BAB II
Standar Ketenagaan
A. Struktur organisasi
1. Struktur Organisasi Puskesmas Ngaglik II

2. Struktur Organisasi dan uraian tugas


Berdasarkan Peraturan Bupati Sleman Nomor 52 tahun 2009 tentang
Pembentukan Pusat Kesehatan Masyarakat, maka struktur organisasi
puskesmas terdiri dari: 1) Kepala Puskesmas; 2) Kepala Sub Bag Tata
Usaha; dan 3) Kelompok Jabatan Fungsional.
a. Kepala Puskesmas
Berdasarkan Peraturan Bupati Sleman Nomor: 52 tahun 2009
tentang Uraian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas kesehatan, maka
tugas dan fungsi dari Kepala Puskesmas adalah:
1) Menyelenggarakan
pelayanan
upaya
kesehatan
perorangan/klinis (UKP)
Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala UPT Pusat Kesehatan
Masyarakat Ngaglik II

NO DOK.

PEDOMAN

: PM-NGK II -22

TGL TERBIT : 01 06-2015


NO. REVISI

: 00

HALAMAN

: 5/22

PENGELOLAAN SUMBER DAYA


MANUSIA
PUSKESMAS
NGAGLIK II

2) Menyelenggarakan pelayanan upaya kesehatan masyarakat


(UKM)
3) Menyelenggarakan pelayanan ke tatausahaan
4) Melakukan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik internal
maupun eksternal
5) Melakukan pengawasan, pembinaan, evaluasi dan penilaian
kinerja karyawan.
b. Kepala Sub Bag Tata Usaha
Bardasarkan Peraturan Bupati Sleman Nomor 52 tahun 2009 tentang
Pembentukan Pusat Kesehatan Masyarakat, maka tugas dan fungsi
dari Kepala Sub Bag TU adalah:
1) Penyusunan rencana kerja sub bag tu
2) Perumusan kebijakan teknis ketatausahaan
3) Penyelenggaraan urusan umum
4) Penyelenggaraan urusan kepegawaian
5) Penyelenggaraan urusan keuangan
6) Penyelenggaraan urusan perencanaan dan evaluasi
7) Pengkoordinasian penyelenggaraan tugas satuan organisasi
8) Evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja
ketatausahaan
c. Kelompok Jabatan Fungsional
Dalam penyelenggaraan kegiatan fungsionalnya, di puskesmas
Ngaglik II dikoordinir oleh dua orang penanggungjawab upaya, yaitu ;
1)

upaya

perorangan.

kesehatan
Adapun

masyarakat

dan;

tugas

fungsi

dan

2)

upaya

dari

kesehatan

masing-masing

penanggungjawab, berdasarkan Keputusan Kepala Puskesmas


Ngaglik II Nomor 800 /

tentang Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi)

karyawan Puskesmas Ngaglik II adalah


1) Penanggung jawab upaya kesehatan perorangan:
a) Mengkoordinir kegiatan pelayanan klinis (UKP), yang terdiri:
BP umum, UGD, BP Gigi, KIA-KB-Imunisasi, Laboratorium,
Farmasi, P3K, dan Puskesmas keliling.
b) Menyusun perencanaan kegiatan pelayanan klinis

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala UPT Pusat Kesehatan
Masyarakat Ngaglik II

NO DOK.

PEDOMAN

: PM-NGK II -22

TGL TERBIT : 01 06-2015


NO. REVISI

: 00

HALAMAN

: 6/22

PENGELOLAAN SUMBER DAYA


MANUSIA
PUSKESMAS
NGAGLIK II

c) Memberikan masukan kepada kepala puskesmas dalam


mengevaluasi kinerja pelayanan klinis.
2)

Penanggungjawab upaya Kesehatan Masyarakat


a) Mengkoordinir kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat
(UKM),

yang

terdiri:

Promosi

kesehatan,

Penyehatan

lingkungan, Pemberantasan penyakit menular, Perbaikan gizi


keluarga dan masyarakat, Survailan-Epidemiologi
b) Menyusun

perencanaan

kegiatan

pelayanan

kesehatan

masyarakat
c) Memberikan

masukan

pada

kepala

puskesmas

dalam

mengevaluasi kinerja pelayanan kesehatan masyarakat.


3. Prosedur Kerja
Mekanisme kerja dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan yang terdiri dari
upaya kesehatan perorangan atau pelayanan klinis (UKP), upaya
pelayanan kesehatan masyarakat (UKM) dan pelayanan administrasi dan
ketatausahaan di puskemas Ngaglik II mengacu pada pedoman yang
ada.
4. Pengelompokan fungsi
Kegiatan pelayanan di puskesmas Ngaglik II dapat dikelompokan dalam
3 kategori, yaitu ; 1) Upaya kesehatan perorangan (UKP) atau pelayanan
klinis, 2) Upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan, 3)

Pelayanan

administrasi dan ketatausahaan


a.

Upaya kesehatan perorangan:


1) Pelayanan kesehatan umum
2) Pelayanan KIA, KB, dan kespro
3) Pelayanan imunisasi
4) Pelayanan kesehatan gigi dan mulut
5) Pelayanan penunjang laboratorium
6) Pelayanan farmasi
7) Pelayanan konsultasi psykologi
8) Pelayanan konsultasi gizi

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala UPT Pusat Kesehatan
Masyarakat Ngaglik II

NO DOK.

PEDOMAN

: PM-NGK II -22

TGL TERBIT : 01 06-2015


NO. REVISI

: 00

HALAMAN

: 7/22

PENGELOLAAN SUMBER DAYA


MANUSIA
PUSKESMAS
NGAGLIK II

9) Pelayanan konsultasi sanitasi


10) Pelayanan tindakan darurat terbatas
11) Pelayanan puskesmas keliling
12) Pelayanan fisioterapi
b. Upaya pelayanan kesehatan masyarakat (UKM):
1) Pelayanan penyuluhan kesehatan masyarakat
2) Pelayanan P2
3) Perbaikan gizi masyarakat
4) Pelayanan kesehatan lingkungan
5) Pelayanan kesehatan ibu dan anak
6) Pelayanan survailan epidemiologi
7) Pembinaan kesehatan jiwa masyarakat
8) Pelayanan perkesmas
9) Pelayanan kesehatan UKS
c. Pelayanan administrasi dan ketatausahaan:
1) Pelayanan umum dan rumahtangga
2) Pelayanan informasi kesehatan
3) Pelayanan kepegawaian
4) Pelayanan keuangan
5) Perencanaan dan evaluasi

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala UPT Pusat Kesehatan
Masyarakat Ngaglik II

NO DOK.

PEDOMAN

: PM-NGK II -22

TGL TERBIT : 01 06-2015


NO. REVISI

: 00

HALAMAN

: 8/22

PENGELOLAAN SUMBER DAYA


MANUSIA
PUSKESMAS
NGAGLIK II

B. Kualifikasi Sumber Daya Puskesmas Ngaglik II.


Kualifikasi Sumber Daya Manusia
No.
A.

Jabatan

SLTP

SLTA

D-I

Pendidikan
D-II D-III

D-IV

S1

S2

PNS

1.

Ka. Puskesmas

2.

Kasubbag. T.U.

3.

Dokter Umum

4.

Dokter Gigi

5.

Bidan

6.

Perawat

7.

Perawat Gigi

8.

Asisten Apoteker

9.

P. Laboratorium

10.

PKM

11.

Sanitarian

12.

Nutrisionis

13.

Perekam Medis

14.

Staf Administrasi

15.

Pengemudi

B.

Non PNS

2
3

3
2

1
1

1
3

1.

Dokter Umum

2.

Bidan Desa/ PTT

3.

Psikolog

4.

Fisioterapi

5.

Pembuku
(akunting)

6.

Satpam

7.

Cleaning Service

1
3
1
1
1

C. Distribusi Ketenagaan

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala UPT Pusat Kesehatan
Masyarakat Ngaglik II

NO DOK.

PEDOMAN

: PM-NGK II -22

TGL TERBIT : 01 06-2015


NO. REVISI

: 00

HALAMAN

: 9/22

PENGELOLAAN SUMBER DAYA


MANUSIA
PUSKESMAS
NGAGLIK II

Faktor sumber daya manusia di puskesmas sangat dominan. Dokter dan


tenaga medis lainnya berperan utama dalam pelayanan, sehingga dalam
mencapai kinerja yang telah ditentukan mengedepankan kecepatan pelayanan.
Dengan demikian strategi yang diambil yaitu dengan menyediakan

dokter

yang cukup dan memadai untuk setiap hari pelayanannya.Untuk tenaga kerja
medis pokok yang tidak ada di Puskesmas ditempuh dengan cara kerjasama
dengan pihak ketiga,karena dengan adanya peraturan perundang-undangan
yang baru yang melekat pada praktik kedokteran, perlu ada tenaga spesialis
tertentu untuk dapat melakukan tindakan medik tertentu, yang tidak dapat
didelegasikan kewenangan dan tanggungjawabnya ke spesialis lain atau ke
tenaga ahli madya lainnya.
Distribusi Ketenagaan
Pada jam kerja (7.30 14.15) distribusi ketenagaan adalah sbb:

Nutrisionis melakukan pelayanan konsultasi gizi klinis bagi pasien yang


dirujuk dari BP Umum maupun KIA, serta melakukan kegiatan di
masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat

tentang pentingnya program gizi masyarakat.


Petugas sanitasi melakukan konsultasi sanitasi bagi pasien yang
menderita penyakit berbasis lingkungan, ataupun memberikan konsultasi
terkait sanitasi lingkungan bagi masyarakat yang membutuhkan, serta

pemantauan sanitasi masyarakat.


Petugas promkes mengkoordinasikan kegiatan promosi kesehatan yang
dilakukan oleh pemegang program maupun petugas puskesmas yang

terkait, menyiapkan peralatan dan logistik terkait persiapan penyuluhan.


Bidan melakukan kegiatan upaya kesehatan ibu dan anak serta keluarga

berencana baik dalam gedung maupun di luar gedung


Perawat dan dokter melakukan upaya pencegahan penyakit di dalam
gedung maupun di luar gedung.

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala UPT Pusat Kesehatan
Masyarakat Ngaglik II

NO DOK.

PEDOMAN

: PM-NGK II -22

TGL TERBIT : 01 06-2015


NO. REVISI

: 00

HALAMAN

: 10/22

PENGELOLAAN SUMBER DAYA


MANUSIA
PUSKESMAS
NGAGLIK II

D. Jadwal Kegiatan
i.

Pengaturan kegiatan upaya kesehatan dilakukan bersama oleh para


pemegang program dalam kegiatan lokakarya mini bulanan maupun tri

ii.

bulanan/lintas sektor,dengan persetujuan kepala puskesmas.


Jadwal kegiatan upaya kesehatan masyarakat dibuat untuk jangka waktu
satu tahun,dan dibreak down dalam jadwal kegiatan bulanan dan
dikoordinasikan setiap pada awal bulan sebelum pelaksanaan jadwal.
Jadwal UKM meliputi jadwal kegiatan program tiap upaya (KIA, Gizi,

iii.
iv.

v.

Klinis, P2, Promkes, Perkesmas, dan UKS


Jadwal Posyandu mencakup 67 posyandu
Jadwal Pusling (P3K) meliputi;
Peringatan Hari Raya dan Tahun Baru
Kegiatan Pemda (HKN, Upacara, dll)
Jadwal P3K sesuai permintaan
Jadwal Pelayanan Klinis.
Jam Pelayanan
Senin s/d Kamis

jam

08.00 14.30 WIB

Jumat

jam

08.00 11.15 WIB

Sabtu

jam

08.00 12.45 WIB

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala UPT Pusat Kesehatan
Masyarakat Ngaglik II

NO DOK.

PEDOMAN

: PM-NGK II -22

TGL TERBIT : 01 06-2015


NO. REVISI

: 00

HALAMAN

: 11/22

PENGELOLAAN SUMBER DAYA


MANUSIA
PUSKESMAS
NGAGLIK II

BAB III
STANDAR FASILITAS
A. Denah ruang

DENAH LANTAI 1 PUSKESMAS NGAGLIK II


a.
R.
Statu
b.
s
Pasie

Kas
ir

c.

Pe
nda
ftar
an

Satp
am

R.
d.
Obat

R. BP
UMUM

e.

f.
R.
KIA
g.
KB
h.

R.
Tindakan

R.
KI
A
KB

RUANG TUNGGU PASIEN

R. BP GIGI

i.
LABORA
j. T
k.
l.
Toliet
m.

Toliet

Psikol
og

Dapur

Pojok Laktasi

n.

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala UPT Pusat Kesehatan
Masyarakat Ngaglik II

Fisioter
api

NO DOK.

PEDOMAN

: PM-NGK II -22

TGL TERBIT : 01 06-2015


NO. REVISI

: 00

HALAMAN

: 12/22

PENGELOLAAN SUMBER DAYA


MANUSIA
PUSKESMAS
NGAGLIK II

DENAH LANTAI 2 PUSKESMAS NGAGLIK

II

o.
p.R. Kapusk

AULA
PUSKESMA
S

q.

Gudang
r.
Obat

VOID

s.
t. R.
PROMKES
u.
v. R.

RUANG TUNGGU PASIEN DAN TAMU

Konsul
Gizi

w.
x.

MUSHOL
y. A

R. SANITASI,
P2M &
YANMAS

z.

Temp
at
Wudh

R.
BENDAHARA

R. TATA
USAHA

aa.

Toliet

bb.

Toliet

Dapur

cc.

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala UPT Pusat Kesehatan
Masyarakat Ngaglik II

NO DOK.

PEDOMAN

: PM-NGK II -22

TGL TERBIT : 01 06-2015


NO. REVISI

: 00

HALAMAN

: 13/22

PENGELOLAAN SUMBER DAYA


MANUSIA
PUSKESMAS
NGAGLIK II

B. Fasilitas dan sarana


Ruang pelayanan kepada pasien pada umumnya berlokasi di lantai bawah
gedung puskesmas sehingga memudahkan bagi pasien untuk mengakses.
BP umum merupakan ruangan dengan 2 meja pemeriksaan dokter dengan
bed periksa masing-masing. Di bagian depan ruangan ini di sisi pintu masuk
adalah meja anamnese sekaligus pemeriksaan awal oleh perawat. Ruangan
ini memiliki seperangkat komputer sebagai suatu sistem informasi puskesmas
yang terhubung dengan server untuk memasukkan data pasien pada sistem
informasi puskesmas.
Ruang KIA terhubung langsung dengan ruang KB/Immunisasi, sehingga
memudahkan pemberian pelayanan KIA berupa pemeriksaan ibu hamil,
pelayanan KB, pemeriksaan calon pengantin serta pemberian immunisasi
pada balita. Ruangan KIA memiliki meja administrasi, bed pemeriksaan, bed
ginekologi, wastafel, lemari peralatan dan perangkat komputer pendukung
sistem informasi puskesmas.
Ruang Konsultasi Gizi, sanitasi dan promosi kesehatan masing-masing
memiliki ruang tersendiri sehingga memberikan privasi kepada client untuk
dapat berkonsultasi kepada petugas dengan nyaman. Selain itu petugas juga
lebih mudah dan nyaman ketika menyusun program maupun menyusun
laporan karena memiliki ruangan tersendiri yang akan menunjang kinerjanya.
C. Peralatan
1. Puskesmas Induk
a. BP Umum dan tindakan
Set pemeriksaan fisik ( tensimeter, stetoskop, termometer, senter,

timbangan pengukur tinggi badan )


Minor set
EKG
Nebulizer
Oksigen

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala UPT Pusat Kesehatan
Masyarakat Ngaglik II

NO DOK.

PEDOMAN

: PM-NGK II -22

TGL TERBIT : 01 06-2015


NO. REVISI

: 00

HALAMAN

: 14/22

PENGELOLAAN SUMBER DAYA


MANUSIA
PUSKESMAS
NGAGLIK II

Kulkas

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala UPT Pusat Kesehatan
Masyarakat Ngaglik II

NO DOK.

PEDOMAN

: PM-NGK II -22

TGL TERBIT : 01 06-2015


NO. REVISI

: 00

HALAMAN

: 15/22

PENGELOLAAN SUMBER DAYA


MANUSIA
PUSKESMAS
NGAGLIK II

b. BP Gigi
Dental unit
Set pemeriksaan fisik (tensimeter, stetoskop, termometer, senter,
timbangan)
Diagnostik set
Set pencabutan gigi ( tang cabut dewasa dan anak )
Scaller
Set konservasi gigi
Oksigen
Kulkas
c. Ruang KIA
Set pemeriksaan fisik (tensimeter, stetoskop, termometer, senter,
timbangan dewasa dan bayi, pengukur tinggi badan, metlin, pengukur
tinggi fundus)
Dopler
Meja gynekologi
KB set (IUD, implant set)
Partun set
Kulkas vaksin
Oksigen
Termometer kulkas dan ruangan
Lemari alkon
d. Laboratorium
Mikroskop
Centrifuge
Rotator
Multicare
Uasure
Glukosure
Accutrend
Termometer kulkas dan tuangan
e. Farmasi dan Gudang Obat
Kulkas
Rak obat
Blender puyer
Mortir dan stamper
Lemari obat psikotropika
Laminating puyer
Termometer kulkas dan ruangan
f. Pendaftaran
Meja pendaftaran
Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala UPT Pusat Kesehatan
Masyarakat Ngaglik II

NO DOK.

PEDOMAN

: PM-NGK II -22

TGL TERBIT : 01 06-2015


NO. REVISI

: 00

HALAMAN

: 16/22

PENGELOLAAN SUMBER DAYA


MANUSIA
PUSKESMAS
NGAGLIK II

Rak Rekam Medis


Komputer
g. Gizi
Timbangan
Pengukur tinggi badan
Pengukur LILA
Food model
h. Fisioterapi
Lampu Infra merah
i. Pojok laktasi
Kulkas
Meja dan Kursi
2. Puskesmas Pembantu Sariharjo
a. BP Umum
Set pemeriksaan fisik (tensimeter, stetoskop, termometer, senter,
timbangan, pengukur tinggi badan )
b. Ruang KIA
Set pemeriksaan fisik (tensimeter, stetoskop, termometer, senter,
timbangan dewasa dan bayi, pengukur tinggi badan, metlin)
Laenec, dopler
Lemari alkon
c. Farmasi
Rak obat
Mortir dan stampler
3. Puskesmas Pembantu Sukoharjo
a. BP Umum

Set pemeriksaan fisik (tensimeter, stetoskop, termometer, senter,


timbangan, pengukur tinggi badan )
b. Ruang KIA
Set pemeriksaan fisik (tensimeter, stetoskop, termometer, senter,

timbangan dewasa dan bayi, pengukur tinggi badan, metlin


Dopler

BAB IV
Tata Laksana Pelayanan

Alur pelayanan di puskesmas :


Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala UPT Pusat Kesehatan
Masyarakat Ngaglik II

NO DOK.

PEDOMAN

: PM-NGK II -22

TGL TERBIT : 01 06-2015


NO. REVISI

: 00

HALAMAN

: 17/22

PENGELOLAAN SUMBER DAYA


MANUSIA
PUSKESMAS
NGAGLIK II

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala UPT Pusat Kesehatan
Masyarakat Ngaglik II

NO DOK.

PEDOMAN

: PM-NGK II -22

TGL TERBIT : 01 06-2015


NO. REVISI

: 00

HALAMAN

: 18/22

PENGELOLAAN SUMBER DAYA


MANUSIA
PUSKESMAS
NGAGLIK II

Logistik/Pemenuhan Sumber Daya


Untuk menunjang terselenggaranya Upaya kesehatan Puskesmas, maka perlu
didukung oleh penyediaan logistik yang memadai dan optimal, melalui perencanaan
yang baik dan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan usulan pemegang program
yang sudah berdasarkan hasil pemetaan masalah. Ketersediaan logistik harus dijamin
kecukupannya dan pemeliharaan yang sudah dianggarkan dan dijadwalkan.
Pengadaan kebutuhan tenaga dalam pelaksanaan upaya kesehatan Puskesmas
diselenggarakan sesuai dengan peraturan yang berlaku

BAB V
Pengelolaan Sumber Daya

A. Perencanaan Kebutuhan SDM dan penerimaan pegawai


Perencanaan kebutuhan pegawai setiap tahunnya dilakukan Analisa
Kebutuhan Pegawai oleh Puskesmas Ngaglik II dengan berpedoman pada
standar kebutuhan pegawai yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan
Kabupaten

Sleman.

Selanjutnya

puskesmas

mengajukan

kebutuhan

pegawai tersebut ke dinas kesehatan kab. Sleman. Dan proses selanjutnya


sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 98 tahun 2000 tentang Pengadaan
PNS sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11
tahun 2007. Sangat dirasakan bahwa proses panjang untuk memenuhi
kebutuhan pegawai tersebut menjadi kendala tersendiri dalam optimalisasi
pelayanan.
Sedangkan proses penerimaan pegawai non PNS

berpedoman kepada

aturan yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman.


B. Sistem Remunerasi
Sistem Remunerasi di Puskesmas
penggabungan

sebagian

atau

Ngaglik II pada dasarnya merupakan

seluruhnya

dari

sistem

penggajian

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala UPT Pusat Kesehatan
Masyarakat Ngaglik II

NO DOK.

PEDOMAN

: PM-NGK II -22

TGL TERBIT : 01 06-2015


NO. REVISI

: 00

HALAMAN

: 19/22

PENGELOLAAN SUMBER DAYA


MANUSIA
PUSKESMAS
NGAGLIK II

pengupahan,

kompensasi

jasa

pelayanan,

kompensasi

lembur

dan

honorarium .
1. Gaji / Upah
a. Gaji, meliputi gaji pokok, dan tunjangan-tunjangan, untuk seluruh SDM
berstatus pegawai negeri sipil yang ketentuan pelaksanaannya
berdasarkan:
1). UU nomor 8 tahun 1974 sebagaimana telah diubah dengan UU
nomor 43 tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian.
2). PP nomor 25 tahun 2010 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri
Sipil.
b. Upah, yaitu untuk tenaga kontrak dan pegawai harian lepas yang
serendah-rendahnya sebesar upah minimum propinsi DIY, yang
ketentuannya berdasarkan:
1). UU nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
2). Keputusan Gubernur tentang Upah Minimum Propinsi ( tiap tahun )
3). Peraturan Daerah Kabupaten Sleman tentang APBD ( tiap tahun )
4). DPA SKPD / RBA BLUD ( tiap tahun)
5). Peraturan Bupati Sleman tentang Standarisasi Harga Barang dan
Jasa ( tiap tahun ).
2. Jasa Pelayanan
Jasa Pelayanan merupakan kompensasi atas pelayanan kesehatan yang
telah dilakukan baik kepada pasien umum, askes, dan jamkesmas /
JPKM /Jamkesos. Jasa Pelayanan ini merupakan imbalan yang diberikan
kepada pelaksana yang secara langsung maupun tidak langsung
melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Ketentuan pelaksanaan terkait jasa pelayanan adalah sebagai berikut:
a. Peraturan Daerah Nomor 10 tahun 2002 tentang Retribusi pelayanan
kesehatan pada Puskesmas
b. Peraturan Bupati Nomor 20 tahun 2008 tentang Alokasi Pendapatan
Daerah

yang

bersumber

dari

Retribusi

Pelayanan

Kesehatan

Puskesmas.
Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala UPT Pusat Kesehatan
Masyarakat Ngaglik II

NO DOK.

PEDOMAN

: PM-NGK II -22

TGL TERBIT : 01 06-2015


NO. REVISI

: 00

HALAMAN

: 20/22

PENGELOLAAN SUMBER DAYA


MANUSIA
PUSKESMAS
NGAGLIK II

C. Pembinaan SDM
Pola Pembinaan Sumber Daya Manusia yang diterapkan di Puskesmas
Ngaglik II telah sesuai dengan aturan yang berlaku, dimana setiap pegawai
Puskesmas memiliki kesempatan untuk mengembangkan kapasitas yang
dimilikinya, baik melalui jalur formal berupa pendidikan kedinasan, maupun
kesempatan untuk mengembangkan kapasitasnya dengan biaya pribadi,
sehingga diharapkan dapat dicapai posisi yang maksimal.
Adapun aturan yang digunakan diantaranya:
1). Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2000 tentang Pendidikan dan
Pelatihan jabatan PNS.
2). Peraturan Pemerintah Nomor 99 tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat
PNS sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12
tahun 2002.
3). Peraturan Pemerintah Nomor 100 tahun 2000 tentang Pengangkatan
PNS dalam jabatan struktural sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2002.
4). Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1976 tentang Cuti PNS.
5) . Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS
Sedangkan proses pembinaan pegawai non PNS berpedoman kepada
aturan yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Sleman.
Untuk proses pelatihan dan peningkatan kompetensi di Puskesmas Ngaglik
II dilaksanakan dengan cara; untuk pegawai lama, setiap 6 bulan sekali
dilakukan evaluasi dengan cara, dibuat pola pemetaan kompetensi,
selanjutnya dilakukan evaluasi atas di dasar kebutuhan kompetensi yang
dibutuhkan. Proses pelatihan dilaksanakan untuk pegawai yang belum
memenuhi kompetensi atau untuk meningkatkan kompetensi yang ada,
sesuai formasi yang dibutuhkan. Pelaksanaannya dianggarkan oleh
puskesmas, atau diusulkan kepada Dinas kesehatan Kabupaten.

D. Pemutusan Hubungan Kerja


Pemutusan hubungan kerja untuk pegawai berstatus PNS berpedoman pada
Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS. Sedangkan
Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala UPT Pusat Kesehatan
Masyarakat Ngaglik II

NO DOK.

PEDOMAN

: PM-NGK II -22

TGL TERBIT : 01 06-2015


NO. REVISI

: 00

HALAMAN

: 21/22

PENGELOLAAN SUMBER DAYA


MANUSIA
PUSKESMAS
NGAGLIK II

proses pemutusan hubungan kerja pegawai non PNS berpedoman kepada


aturan yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Sleman

BAB VI
Keselamatan Pasien

Keselamatan pasien (patient safety) adalah suatu sistem dimana puskesmas


membuat asuhan pasien lebih aman. Sistem tersebut meliputi : assessmen risiko,
identifikasi dan pengelolaan hal yang berhubungan dengan risiko pasien,
pelaporan

dan

analisis

insiden,

kemampuan

belajar

dari

insiden

dan

tindaklanjutnya serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko.


Sistem tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya cedera yang disebabkan
oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak melakukan
tindakan yang seharusnya dilakukan. Dari sisi pengelolaan SDM, proses
kredensial merupakan salah satu upaya puskesmas dalam menjalankan tugas
dan tanggungjawabnya untuk menjaga keselamatan pasiennya adalah dengan
menjaga standar dan kompetensi para staf medis yang akan berhadapan langsung
dengan para pasien di puskesmas. Upaya ini dilakukan dengan cara mengatur
agar setiap pelayanan medis yang dilakukan terhadap pasiennya hanya dilakukan
oleh staf medis yang benar-benar kompeten. Kompetensi ini meliputi dua aspek,
kompetensi profesi medis yang terdiri dari pengetahuan, ketrampilan dan perilaku
profesional serta kompetensi fisik dan mental.
BAB VI
Keselamatan Kerja

Kesehatan

dan

keselamatan

kerja (K3)

adalah

bidang

yang

terkait

dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja di


sebuah institusi maupun lokasi proyek.

Tujuan K3 adalah untuk memelihara

kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja. Praktek K3 (keselamatan kesehatan


Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala UPT Pusat Kesehatan
Masyarakat Ngaglik II

NO DOK.

PEDOMAN

: PM-NGK II -22

TGL TERBIT : 01 06-2015


NO. REVISI

: 00

HALAMAN

: 22/22

PENGELOLAAN SUMBER DAYA


MANUSIA
PUSKESMAS
NGAGLIK II

kerja)

meliputi

pencegahan,

pemberian

sanksi,

dan

kompensasi,

juga

penyembuhan luka dan perawatan untuk pekerja dan menyediakan perawatan


kesehatan dan cuti sakit.
Keselamatan karyawan dan pasien/keluarga yang berada di Puskesmas
diperhatikan dengan dilakukan pencegahan ( dengan cara pemeliharaan sarana
dan prasarana, penggunaan APD dalam melakukan tindakan pelayanan
klinis/tindakan yang berisiko terhadap infeksi), pengobatan kepada karyawan dan
keluarganya, serta cuti sakit diberikan kepada karyawan yang membutuhkan.

BAB VIII
Penutup

Dengan penempatan sumber daya manusia sesuai bidang keahliannya


diharapkan dapat meningkatkan pelayanan di Puskesmas sehingga dapat
memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala UPT Pusat Kesehatan
Masyarakat Ngaglik II

NO DOK.

PEDOMAN

: PM-NGK II -22

TGL TERBIT : 01 06-2015


NO. REVISI

: 00

HALAMAN

: 23/22

PENGELOLAAN SUMBER DAYA


MANUSIA
PUSKESMAS
NGAGLIK II

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala UPT Pusat Kesehatan
Masyarakat Ngaglik II

NO DOK.

PEDOMAN

: PM-NGK II -22

TGL TERBIT : 01 06-2015


NO. REVISI

: 00

HALAMAN

: 24/22

PENGELOLAAN SUMBER DAYA


MANUSIA
PUSKESMAS
NGAGLIK II

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala UPT Pusat Kesehatan
Masyarakat Ngaglik II