Anda di halaman 1dari 2

LAYANAN KEROHANIAN

PASIEN SETELAH MELAHIRKAN


No. Dokumen :
004/SPO.BINROH/09/15
Tanggal Diterbitkan
01-09-2015

No. Revisi :
1

Halaman :
1/2
Ditetapkan Direktur,

SPO

Prof. Dr. dr. Rochmad Romdoni,


Sp.PD, Sp.JP (K)
PENGERTIAN

Layanan Kerohanian yang diberikan kepada pasien yang telah melahirkan


atau kepada pasien dengan kasus penyakit kandungan

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk pelaksanaan Pelayanan


Kerohanian bagi Pasien Persalinan atau kepada pasien dengan kasus
penyakit kandungan.

KEBIJAKAN

1. Keputusan

PROSEDUR

Direktur
Rumah
Sakit
Islam
Jemursari
Nomor
JS.A.SKR.187.09.15 tentang Pelayanan Kerohanian.
2. Keputusan Direktur Rumah Sakit Nomor JS.A.SKR.196.09.15 tentang
Kebijakan Pelayanan Rumah Sakit Islam Jemursari.
3. Keputusan Direktur Rumah Sakit Islam Jemursari Nomor
JS.A.SKR.200.09.15 tentang Kebijakan Terkait Akreditasi Versi 2012
1. Petugas melakukan pendataan pasien
2. Petugas melakukan identifikasi agama dan kepercayaan pasien
3. Petugas meminta informasi kepada perawat ruangan tentang
keadaan umum pasien untuk memudahkan pemberian bimbingan
sesuai kebutuhan
4. Petugas memasuki ruangan pasien dengan tenang dan sikap
menarik sambil mengucapkan salam dan memperkenalkan diri
dengan menyebut nama dan dari Bina Rohani RS Islam Jemursari
5. Petugas mendatangi pasien yang telah melahirkan dan
memberikan bimbingan rohani serta menyampaikan materi tentang
kewajiban bagi dirinya dan putra putri yang telah dilahirkannya
sbb :
- Melakukan Mandi Wiladah yaitu mandi besar yang wajib
dilaksanakan bagi ibu yang baru melahirkan dengan niat :

















Saya niat mandi wiladah untukmenghilangkan hadast besar
fardhu karena Allah SWT
-

Menyampaikan beberapa hal yang harus dilakukan oleh orang tua


setelah kelahiran anaknya, antara lain :
a. Adzan dan iqomah pada kedua telinga anak yang baru dilahirkan
b. Membaca doa untuk bayi yang baru lahir





.
















,


LAYANAN KEROHANIAN
PASIEN SETELAH MELAHIRKAN
No. Dokumen :
004/SPO.BINROH/09/15
Tanggal Diterbitkan
01-09-2015

No. Revisi :
1

Halaman :
2/2

Ditetapkan Direktur,

SPO
Prof. Dr. dr. Rochmad Romdoni,
Sp.PD, Sp.JP (K)

c.
d.

e.
f.
g.

kami mohon perlindungan kepada Allah untuk si bayi dengan


menyebut kalam Allah yang sempurna, dari semua godaan
setan, binatang berbisa dan darisemua orang yang memandang
rendah.
Melakukan Tahniq, yaitu menggosok langit-langit (mulut bagian
atas) dengan kurma yang sudah dilembutkan
Memberi ASI secara sempurna selama dua tahun dan sebaiknya
sebelum ibu mulai menyusui bayinya, dianjurkan untuk
senantiasa membaca doa anak sholeh






















.




Ya Allah jadikanlah anak-anak kami tergolong ahli ilmu pandai
dan ahli kebaikan dan jangan engkau jadikan kami semua
tergolong orang-orang ahli kedurhakaan.
Mencukur rambut bayi dan mengeluarkan sedekah uang harga
emas seberat rambut bayi tersebut kepada orang-orang miskin.
Memberi nama putra putrinya dengan nama yang mengandung
arti doa atau harapan terbaik
Melaksanakan aqiqah pada hari ke tujuh, ke empat belas atau
ke dua puluh satu setelah melahirkan

6. Bagi pasien yang keguguran atau bayinya meninggal disampaikan untuk


tetap bersabar dan selalu berbaik sangka akan semua takdir yang Allah
SWT berikan karena tidak satupun keputusan Allah SWT pada manusia
yang tidak terkandung maksud di dalamnya. Tidak ada satupun
penciptaan Allah SWT di langit dan di bumi serta yang ada di antara
keduanya yang diciptakanNya secara iseng tanpa tujuan. Semua
ketetapan Allah SWT untuk manusia berupa kaya dan miskin, senang
dan susah, sehat dan sakit adalah dengan maksud yang jelas.
7. Bagi pasien dengan kasus kandungan diberikan pembinaan kerohanian
seperti materi diatas dan pesan untuk senantiasa menjaga
kesehatannya
8. Petugas mendo'akan pasien agar senantisa diberikan kesehatan yang
paripurna serta Allah SWT menjadikan putra putrinya sebagai anak
yang shalih dan shalihah
9. Petugas mohon pamit dengan memberikan salam
UNIT TERKAIT

1. Istalasi Rawat Inap


2. Unit Pembinaan Kerohanian

Anda mungkin juga menyukai