Anda di halaman 1dari 29

BAGIAN

E

Pekerjaan Elektrikal

BAGIAN E

PEKERJAAN ELEKTRIKAL

B

AB

E . I

P

E K E R J AAN

S I S TE M

C AT U

D AY A

D AN

D I S T RI B U S I

L

I S T RI K

 

Pasal E.I.1:

Umum

Pekerjaan sistem catu daya dan distribusi listrik meliputi pengadaan semua bahan, peralatan dan tenaga kerja, pemasangan instalasi, pengujian perbaikan selama masa pemeliharaan dan pelatihan bagi calon operator. Sehingga seluruh sistem catu daya dan distribusi listrik dapat beroperasi dengan baik dan benar.

Pasal E.I.2 : Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan sistem catu daya dan distribusi listrik :

2.1. Penyambungan daya listrik tegangan rendah 3 fasa, 4 kawat, 220/380 V ke jaringan PLN setempat. 2.2. Pengadaan, pemasangan dan penyambungan panel utama tegangan rendah (PUTR), panel kapasitor, panel-panel sub- distribusi (PSD), panel-panel penerangan/daya dan panel-panel tegangan rendah lainnya sesuai dengan gambar perancangan. 2.3. Pengadaan, pemasangan dan penyambungan kabel daya tegangan rendah 0,6/1 kV lengkap dengan cable fitting dan paralatan bantu lainnya (sesuai gambar perancangan):

a. Dari PUTR menuju P.KWH, Unit Hunian, menggunakan kabel tegangan rendah jenis NYY, NYM dengan ukuran sesuai gambar perancangan.

b. Dari PUTR menuju ke panel-panel pompa, hydrant dan panel- panel daya lainnya, menggunakan kabel tegangan rendah jenis NYY, FRC.

c. Dari P.KWH menuju ke panel unit hunian dan panel-panel lainnya, menggunakan kabel tegangan rendah jenis NYY dan NYM.

BAGIAN

E

Pekerjaan Elektrikal

2.4.

Pengadaan, pemasangan dan penyambungan sistem pembumian lengkap dengan kotak kontrol, elektroda pembumian dan peralatan bantu lainnya.

2.5.

Pengadaan, pemasangan pekerjaan lainnya yang menunjang sistem ini agar dapat beroperasi dengan baik (seperti pekerjaan bak kontrol, peralatan bantu rak kabel dan peralatan bantu lainnya).

Pasal E.I.3:

Koordinasi

3.1.

Adalah bukan tujuan spesifikasi teknik ini atau gambar-gambar perancangan untuk menggambarkan secara detail tentang semua masalah dari peralatan-peralatan dan sambungan-sambungannya. Kontraktor harus melengkapi dan memasang seluruh peralatan- peralatan bantu yang dibutuhkan.

3.2.

Gambar-gambar perancangan hanya menunjukkan secara umum tentang posisi dari peralatan-peralatan, pengkabelannya dan lain- lain. Kontraktor harus mengadakan perubahan-perubahan yang diperlukan yang disesuaikan dengan keadaan bangunan sebenarnya, tanpa tambahan biaya.

3.3.

Setiap pekerjaan yang disebut pada spesifikasi teknik tapi tidak ditunjukkan pada gambar perancangan atau sebaliknya, harus dilengkapi dan dipasang.

Pasal E.I.4 :

Standar Dan Peraturan

Sebagai dasar perancangan digunakan standar dan peraturan yang berlaku :

a.

Pertimbangan-pertimbangan Pra Rancangan Teknik Elektrikal.

b.

Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000), SNI 04-

0225-2000.

c.

Standar Industri Indonesia (SII).

d.

Standar PLN dalam wilayah daerah setempat.

e.

Standar negara lain yang berlaku di Indonesia seperti : IEC VDE, DIN, NEMA, JIS, NFPA, dan lain-lain.

f.

Peraturan-Peraturan lain yang terkait.

Pasal E.I.5 :

Pekerjaan Terkait

Referensi bagi pekerjaan-pekerjaan yang terkait dengan pekerjaan ini adalah :

BAGIAN

E

Pekerjaan Elektrikal

a.

Diesel engine generator set

b.

Panel utama tegangan rendah (PUTR)

c.

Pembumian

d.

Kabel tegangan rendah

e.

Penerangan dan kotak-kontak

f.

Daftar merk/produk material.

Pasal E.I.6 :

Gambar Kerja Dan Petunjuk Instalasi

6.1. Kontraktor harus mengirimkan, sebelum instalasi di pasang hal-hal sebagai berikut :

a. Gambar kerja (shop drawing) yang menunjukkan secara detail tentang pemasangan (instalasi) peralatan-peralatan serta hubungan-hubungannya dengan pekerjaan lain.

yang menunjukkan posisi -posisi

elevasi, pengkabelan serta detail-detail pemasangan peralatan pada posisinya atau pada ruangannya.

c. Prosedur pemasangan yang disarankan oleh pabrik pembuat peralatan.

d. Brosur-brosur katalog yang lengkap tentang ukuran-ukuran

peralatan, cara - cara pe masangan dan pers ya ratann ya, serta dia gram pengkabelannya dari peralatan-peralatan utamanya. 6.2. Kontraktor juga diharuskan membuat gambar kerja pada bagian-bagian tertentu yang dianggap perlu dan ditunjukkan oleh Konsultan Pengawas/MK.

b. Gambar-gambar kerja

Pasal E.I.7:

Gambar Instalasi Terpasang dan Petunjuk Operasi

7.1.

Kontraktor diharuskan membuat dan menyerahkan gambar- gambar instalasi terpasang (as built drawing) yang telah disetujui Konsultan Pengawas/MK, kepada Pemberi tugas sebanyak 3 set yang terdiri dari 1 set transparan dan 2 set cetak biru. Bila pekerjaan telah selesai dan paling lambat 30 hari kalender setelah serah terima pertama.

7.2.

Kontraktor juga harus menyerahkan 3 set buku yang berisi petunjuk operasi dan perawatan dari seluruh instalasi, dan peralatan kepada Pemilik paling lambat 30 hari kalender setelah serah terima pertama.

7.3.

Kontraktor bertanggung jawab untuk mendidik operator yang ditunjuk Pemilik, sampai yang bersangkutan terbukti sanggup

BAGIAN

E

Pekerjaan Elektrikal

menjalankan/ mengoperasikan seluruh sistem dengan baik.

Pasal E.I.8 :

Masa Pemeliharaan dan Garansi

8.1.

Setelah serah terima kedua Kontraktor/Supplier harus memberikan garansi terhadap peralatan-peralatan yang dipasang serta mengadakan pemeliharaan/ service selama masa yang ditentukan yaitu

a. Garansi selama 1 tahun

b. Pemeliharaan selama 6 bulan.

8.2.

Selama masa pemeliharaan Kontraktor diwajibkan

a. Menyelesaikan dan memperbaiki kekurangan-kekurangan pekerjaan.

b. Memelihara dan merawat peralatan yang dipasang secara berkala sesuai dengan persyaratan pabrik.

c. Melatih operator yang ditugaskan oleh Pemilik, sehingga

petugas

tersebut

mahir dalam menjalankan dan merawat peralatan-peralatan yang dipasang.

Pasal E.I.9 :

Pendidikan dan Pelatihan

Kepada tiga orang yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas tentang operasi dan perawatan lengkap dengan 3 copy operating/maintenance dan repair manual, segala sesuatunya atas biaya Kontraktor.

Pasal

E.I.10 :

Persyaratan Bahan/Material

10.1. Umum

Semua material yang dipasok dan dipasang oleh Kontraktor harus baru dan material tersebut harus cocok untuk dipasang di daerah beriklim tropis. Material-material harus dari produk dengan kualitas baik dan produksi terbaru. Untuk material-material, maka Kontrktor harus menjamin bahwa barang tersebut adalah baik dan baru dengan jalan menunjukkan surat order pengiriman dari dealer/agen/pabrik.

10.2. Daftar Material

BAGIAN

E

Pekerjaan Elektrikal

Untuk

semua

material

yang

ditawarkan,

maka

Kontraktor

wajib

mengisi

daftar

material

yang

menyebutkan

:

merk ,

tipe,

kelas

waktu tender.

lengkap

dengan

brosur/katalog yang dilampirkan pada

Tabel daftar material ini diutamakan untuk komponen-komponen yang berupa barang-barang produksi.

10.3. Penyebutan Merk/Produk Pabrik

Apabila pada spesifikasi teknik ini atau pada gambar disebutkan beberapa merk tertentu atau kelas mutu (quality performance) dari material atau komponen tertentu terutama untuk material- material listrik utama, maka Kontraktor wajib melakukan didalam penawarannya material yang dalam taraf mutu/pabrik yang disebutkan itu. Apabila nanti selama proyek berjalan, terjadi bahwa material yang disebutkan pada tabel material tidak dapat diadakan oleh Kontraktor, yang diakibatkan oleh sesuatu alasan yang kuat dan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas/MK, Konsultan Perancang dan Pemilik, maka dapat dipikirkan penggantian merk/tipe dengan suatu sanksi tertentu kepada Kontraktor.

BAGIAN

E

Pekerjaan Elektrikal

B

AB

E . II

P

E K E R J AAN

P AN E L

T E G AN G AN

R E N D AH

Pasal E.II.1:

Lingkup pekerjaan

Meliputi pengadaan bahan, peralatan, pernasangan, penyambungan, pengujian dan perbaikan selama masa pemeliharaan, semua ijin-ijin yang terkait dengan pekerjaan kelistrikan, tenaga teknisi dan tenaga ahli. Dalam lingkup ini termasuk seluruh pekerjaan yang tertera di dalam gambar dan spesifikasi teknis ini maupun tambahan-tambahan lainnya.

Pasal E.II.2: Type dan Macam

Panel-panel daya dan penerangan lengkap dengan semua komponen yang harus ada seperti yang ditunjukkan dalam gambar. Panel-panel yang dimaksud untuk beroperasi pada tegangan 220/380 V, 3 fasa, 4 kawat, 50 Hz dan Solidly grounded dan harus dibuat mengikuti standar PUIL, IEC, VDE/DIN, BS, NEC dan peraturan lain yang terkait.

a. Panel-panel yang disebut dibawah ini adalah tipe tertutup (metal enclosed), column/wall mounting atau free standing untuk pasangan dalam (indoor use) lengkap dengan semua komponen-komponen yang ada :

PUTR

PSD/P-KWH

P-Unit

P-Pompa

b. Panel-panel lainnya yang tidak tertulis di dalam spesifikasi teknis ini, tetapi tercantum dalam gambar perancangan sebagai panel yang masuk dalam lingkup pekerjaan.

Pasal E.II.3

: Karakteristik

tegangan

tegangan uji tegangan uji impulse frekuensi

kerja

:

: 3.000 V : 20.000 V : 50 Hz

400 V

BAGIAN

E

Pekerjaan Elektrikal

Pasal E.II.4:

Persyaratan-Persyaratan Kerja Starter Motor Y - D

Kerja starter motor Y-D adaiah Automatic starter motor Y-D dan harus dapat dihidupkan secara manual atau remote.

Masing-masing starter motor Y-D terdiri dari :

3 buah kontaktor daya

1 buah thermal overload relay

1 buah timer motor

1 buah tombol start stop

1 buah saklar pilih 3 posisi (local, stop, remote)

3 bh lampu indicator

0

Merah

: fault

0

Hijau

: stop

0

Orange

: start

Khusus untuk peralatan digunakan solid state dan inverter untuk peralatan-peralatan yang memerlukan pengaturan variable speed atau pun pengaturan starting.

Pasal E.II.5:

Konstruksi

a. Switchgear tegangan rendah harus dapat dioperasikan dengan aman oleh petugas, misalnya seperti pengoperasian pemutus tenaga (MCCB), pemutus tenaga mini (MCB), pemasangan kembali indikator-indikator, pengecekan tegangan, pengecekan gangguan dan sebagainya.

b. Switchgear tegangan rendah terdiri dari lemari-lemari yang digunakan untuk pemasangan peralatan-peralatan atau penyambungan-penyambungan.

c. Peralatan yang merupakan bagian dari sistem pengamanan/interlock harus dibuat sedemikian rupa, sehingga tidak mungkin terjadi kecelakaan akibat kesalahan-kesalahan operasi yang dibuat oleh petugas/operator.

d. Panel harus dibuat dari pelat baja tebal tidak kurang dari 2,00 mm dan diberi penguat besi siku atau besi kanal dengan ukuran standar, sehingga dapat dipertukarkan dan diperluas dengan mudah dan masing-masing terpisah satu dengan yang lain dengan alat pemisah.

e. Tiap panel harus terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut

ruangan busbar disebelah atas dilengkapi dengan penutup yang dapat dilepaskan dengan baud setelah switchgear dimatikan.

ruangan peralatan dilengkapi dengan pintu di sebelah muka,

BAGIAN

E

Pekerjaan Elektrikal

yang dihubungkan dengan sebuah handel pembuka peralatan sedemikian rupa, sehingga hanya dapat dibuka bila bagian dalam ruangan tersebut telah off/mati.

letak engsel maupun handel dan kunci dari pintu harus disesuaikan ketinggiannya.

finishing dari panel harus dilaksanakan sebagai berikut :

semua mur dan baut harus tahan karat, dilapisi Cadmium

semua bagian dari baja harus bersih dan sandlasted setelah pengelasan, kemudian secepatnya harus dilindungi terhadap karat dengan cars galvanisasi atau "Chromium Plating" atau dengan "Zinc Chromate Primer".

pengecatan akhir dilakukan dengan empat lapis cat oven atau cat "powder coating", warna abu-abu atau warna lain yang disetujui oleh Konsultan Pengawas/Konsultan MK/Pemilik Proyek.

f.

Circuit Breaker untuk penerangan boleh menggunakan mini circuit breaker (MCB) dengan kapasitas pemutusan (breaking capacity) sekurang-kurangnya 4,5 simetris.

Circuit Breaker lainnya harus dari tipe Moulded Case Circuits Breaker (MCCB) atau No Fuse Breaker (NFB), sesuai dengan yang diberikan pada gambar perancangan dengan breaking capacity seperti ditunjukkan dalam gambar perancangan.

Moulded Case Circuit Breaker (MCCB) harus dari tipe automatic trip dengan kombinasi thermal dan instantaneous magnetic unit. MCCB utama dari setiap panel daya (power panel) harus dilengkapi dengan "Phase Failure Relay" dan kabel kontrol harus tahan api.

g.

Busbar utama dalam panel harus dipasang mendatar dibagian bawah/atas dan mempunyai kemampuan hantaran arus terus menerus sekurang kurangnya sebesar 1,5 (satu setengah) kali dari rating ampere frame pemutus tenaga utama.

Busbars dari bahan tembaga murni dengan minimum konduktivitas 99,99% .

Busbars harus dicat dengan warna sesuai dengan aturan dalam PUlL 2000;

Fasa

: merah, kuning, hitam

Netral

: biru

Pembumian : hijau - kuning.

BAGIAN

E

Pekerjaan Elektrikal

h. Kontaktor magnetik harus dapat bekerja tanpa getaran maupun dengan kumparan contactor harus sesuai untuk tegangan 220 Volt, 50 Hz dan tahan bekerja terus menerus pada 10 % tegangan lebih dan harus pula dapat menutup dengan sempurna pada 85 % tegangan nominal.

i. Pemberian Tanda Pengenal Tanda pengenal harus dipasang, yang menunjukkan hal-hal berikut :

fungsi peralatan dalam panel

posisi terbuka atau tertutup

arah putaran dari handel pengontrol dari switch

dan lain-lain. Tanda pengenal ini harus jelas dan tidak dapat hilang.

j.

Pengujian ini perlu dilakukan bila pabrik tidak dapat memberikan sertifikat pengujian yang diakui oleh PLN (LMK) :

pengujian kekuatan tegangan impuls

pengujian kenaikan suhu/temperatur

pengujian kekuatan hubung singkat

pengujian untuk alat-alat pengaman

pemeriksaan apakah peralatan sudah sesuai dengan apa yang dimaksud

pemeriksaan alat-alat interlock dan fungsi kerja handel- handel

pemeriksaan kekuatan mekanis dari handel dan alat interlock

pemeriksaan kontinuitas rangkaian.

BAGIAN

E

Pekerjaan Elektrikal

B

AB

E .

I

I

I

P

E K E R J AAN

K AB E L

D AY A

T E G AN G AN

R E N D AH

Pasal E.III.1:

Lingkup pekerjaan

Meliputi pengadaan bahan, peralatan, pemasangan, penyambungan, pengujian dan perbaikan selama masa pemeliharaan, semua ijin-ijin yang terkait dengan pekerjaan kelistrikan, tenaga teknisi dan tenaga ahli. Dalam lingkup ini termasuk seluruh pekerjaan yang tertera di dalam gambar dan spesifikasi teknis ini maupun tambahan-tambahan lainnya.

Pasal E.III.2:

Tipe dan Macam

Kabel daya tegangan rendah yang dipakai adalah bermacam-macam ukuran dan tipe yang sesuai dengan gambar perancangan (NYA, NYM, NYY, NYFGbY, 0,6/1 kV) kabel daya tegangan rendah ini harus sesuai dengan standar SII atau SPLN.

Pasal E.III.3:

Pemasangan dan Instalasi

a. Bahan Semua kabel yang dipergunakan untuk instalasi listrik harus memenuhi peraturan PUIL 2000 dan LMK. Semua kabel/kawat harus baru dan harus jelas ditandai dengan ukurannya, jenis kabelnya, nomor dan jenis pintalannya. Semua kawat dengan penampang 6 mm 2 keatas haruslah terbuat secara dipilin (stranded). Instalasi ini tidak boleh memakai kabel dengan penampang lebih kecil 2,5 mm 2 kecuali untuk pemakaian

remote control.

Kecuali dipersyaratkan lain, konduktor yang dipakai ialah dari tipe :

Untuk instalasi penerangan adalah NYM dengan konduit uPCV high impact.

Untuk kabel distribusi NYY, NYFGbY, dan penerangan luar/jalan dengan menggunakan kabel NYFGbY.

BAGIAN

E

Pekerjaan Elektrikal

Untuk kabel-kabel dari diesel generator set menuju ke PUTR menggunakan kabel jenis NYY.

Untuk kabel-kabel dari PUTR menuju ke panel-panel pompa/ hydrant, menggunakan kabel jenis FRC.

Semua kabel NYY yang ditanam didalam perkerasan (tembok, jalan, beton) harus dimasukkan dalam konduit galvanis dengan ukuran yang disesuaikan dengan kabel yang dilindungi.

b. "Splice" / Pencabangan Tidak diperkenankan adanya "splice" ataupun sambungan- sambungan baik dalam feeder maupun cabang-cabang, kecuali pada outlet atau kotak-kotak penghubung yang bisa dicapai (accessible).

Sambungan pada kabel sirkit cabang harus dibuat secara mekanis dan harus kokoh secara elektrik, dengan cara "solderless connector". Jenis kabel tekanan, jenis compression atau soldered.

Dalam membuat "splice" konektor harus dihubungkan pada konduktor-konduktor dengan baik, sehingga semua konduktor tersambung, tidak ada kabel-kabel telanjang yang kelihatan dan tidak bisa lepas oleh getaran.

Semua sambungan kabel baik di dalam kotak sambung, panel ataupun tempat lainnya harus menggunakan konektor yang terbuat dari tembaga yang diisolasi dengan porselen, bakelite atau PVC, yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran kabelnya.

c. Bahan lsolasi Semua bahan isolasi untuk splice, sambungan dan lain-lain seperti karet, PVC, asbes, pita sintetik, resin, splice case compostion dan lain-lain harus dari tipe yang disetujui untuk penggunaan, lokasi, tegangan dan lain-lain tertentu harus dipasang dengan cara yang disetujui menurut anjuran badan yang berwenang dan atau pabrik pembuatnya.

d. Sambungan Semua penyambungan kabel harus dilakukan dalam kotak- kotak penyambung yang khusus untuk itu (misalnya kotak sambung dan lain- lain). Kontraktor harus memberikan brosur-brosur mengenai cara-cara penyambungan yang dinyatakan oleh pabrik kepada Konsultan Pengawas/MK.

BAGIAN

E

Pekerjaan Elektrikal

Kabel-kabel harus disambung sesuai dengan warna-warna atau nama-namanya masing-masing, dan harus diadakan Pengujian tahanan isolasi sebelum dan sesudah penyambungan dilakukan. Hasil Pengujian harus tertulis dan disaksikan oleh Konsultan Pengawas/MK.

Penyambungan kabel tembaga harus mempergunakan penyambunganpenyambungan tembaga yang dilapisi dengan timah putih dan kuat. Penyambungan-penyambungan harus dari ukuran yang sesuai.

Penyambungan kabel yang berisolasi PVC harus diisolasi dengan pipa PVC / protolen yang khusus untuk listrik.

Penyekat-penyekat khusus harus dipergunakan bila perlu untuk menjaga nilai isolasi tertentu.

Cara-cara pengecoran yang ditentukan oleh pabrik harus diikuti, misal suhu-suhu pengecoran dan semua lubang-lubang udara harus dibuka selama pengecoran.

Bila kabel dipasang tegak lurus dipermukaan yang terbuka, maka harus dilindungi dengan pipa baja dengan tebal 3 mm atau sekurang-kurangnya 2,5 mm.

e. Saluran Penghantar dalam Bangunan

Untuk instalasi penerangan di tempat-tempat tanpa plafon gantung, saluran penghantar (konduit) harus ditanam di dalam beton.

Untuk instalasi penerangan di tempat-tempat dengan plafon gantung, saluran penghantar (konduit) harus ditempel pada beton atau dipasang diatas rak kabel dengan tidak membebani plafon.

Untuk instalasi saluran penghantar diluar bangunan, digunakan saluaran beton, kecuali untuk penerangan taman, digunakan pipa galvanis dengan ukuran sesuai dengan ukuran kabelnya. Saluran beton dilengkapi dengan hand hole untuk belokan- belokan.

Setiap saluran kabel dalam bangunan dipergunakan pipa konduit sekurang-kurangnya 5/8" diameternya. Setiap pencabangan maupun pengambilan keluar harus menggunakan kotak sambung yang sesuai dan sambungan yang lebih dari satu harus menggunakan terminal strip di dalam kotak sambung.

Kotak sambung yang terlihat dipakai kotak sambung dengan tutup blank plate stainless steel, tipe "star point".

Ujung pipa kabel yang masuk dalam panel dan kotak sambung harus dilengkapi dengan "socket / lock nut",

BAGIAN

E

Pekerjaan Elektrikal

sehingga pipa tidak mudah tercabut dari panel. Bila tidak ditentukan lain, maka setiap kabel yang berada pada ketinggian muka lantai sampai dengan 2 m, harus dimasukkan dalam pipa PVC dan pipa harus diklem ke bangunan pada setiap jarak 50 cm.

f. Pemasangan Kabel dalam Tanah

Kabel tegangan rendah harus ditanam minimal sedalam 800

mm.

Kabel yang ditanam langsung dalam tanah harus dilindungi dengan bata merah, dan diberi pasir, ditanam minimal sedalam 800 mm.

Untuk yang lewat jalan raya ditanam sedalam 1.000 mm dan dilindungi dengan pipa Galvanized dengan diameter minimum 2

kali diameter kabel.

Kabel-kabelyang menyeberang jalur selokan, dilindungi dengan pipa galvanis atau pipa beton yang dilapisi dengan

pipa PVC tipe AW, kabel harus berjarak tidak kurang dari 300

mm dari pipa gas, air dan lain-lain

Galian untuk menempatkan kabel yang dipasang dalam tanah harus bersih dari bahan-bahan yang dapat merusak isolasi kabel, seperti : batu, abu, kotoran bahan kimia dan lain sebagainya. Alas galian (lubang) dilapisi dengan pasir kali setebal 100 mm. kemudian kabel diletakkan, diatasnya diberi bata dan akhirnya ditutup dengan tanah urug.

Penyambungan kabel dalam tanah tidak diperkenankan secara langsung. harus mempergunakan peralatan khusus untuk penyambungan kabel dalam tanah.

Penanaman dan penyambungan kabel harus diberikan marking yang jelas pada jalur-jalur penanaman kabelnya. Agar memudahkan didalam pengoperasian, pengurutan kabel dan menghindari kecelakaan akibat tergali/tercangkul.

Pasal E.III.4:

Pengujian

a. Pengujian Pabrik

Pengujian Individual Pengujian ini dilakukan pada setiap potong kabel dan terdiri dari Pengujian sebagai berikut :

pengujian ukuran tahanan hantaran

pengujian dielektrik

pengukuran loss factor

BAGIAN

E

Pekerjaan Elektrikal

Pengujian Khusus Pengujian ini dilakukan terhadap sample dari kabel yang akan dipakai. Pengujian tersebut terdiri dari test sebagai berikut :

pengujian tegangan impuls

pengujian mekanikal

pengukuran loss factor pada bermacam-macam suhu

pengujian dielektrik

pengujian perambatan (creep test)

b. Pengujian Lapangan Pengujian setelah penanaman kabel. Setelah kabel ditanam, penyambunganpenyambungan dan pemasangan kotak akhir, maka dilakukan pengujian dielektrik/insulation test. Marking kabel untuk pemasangan kabel di dalam tanah harus jelas dan tidak dapat dihapus.

B

AB

E . I V

P

E K E R J AAN

S I S TE M

P E N E R AN G AN

Pasal E.IV.1 :

Umum

Pekerjaan sistem penerangan meliputi pengadaan semua bahan, peralatan dan tenaga kerja, pemasangan instalasi, pengujian, perbaikan selama masa pemeliharaan dan pelatihan bagi calon operator. Sehingga seluruh sistem penerangan dapat beroperasi dengan baik dan benar.

Pasal E.IV.2:

Lingkup Pekerjaan

Pengadaan, pemasangan, penyambungan dan pengujian sistem penerangan sesuai dengan gambar perancangan

2.1 Lampu dan Armatur

BAGIAN

E

Pekerjaan Elektrikal

Lampu dan armaturnya harus sesuai dengan yang dimaksudkan, seperti yang tertera pada gambar-gambar perancangan.

a. Semua armatur lampu harus mempunyai terminal pembumian (grounding).

b. Semua lampu fluorescent dan lampu gas discharge lainnya harus dikompensasi dengan "power factor correction capasitor" yang cukup kuat terhadap kenaikan suhu dan beban mekanis dari louver.

c. Reflector terutama untuk ruangan kantor harus memakai bahan tertentu, sehingga diperoleh derajat pemantulan yang sangat tinggi.

d. Kotak tempat ballast, kapasitor, dudukan starter dan terminal block harus cukup besar dan dibuat sedemikian rupa sehingga panas yang ditimbulkan tidak mengganggu kelangsungan kerja dan umur teknis komponen lampu itu sendiri.

e. Ventilasi di dalam kotak harus dibuat dengan sempurna. Kabel- kabel dalam kotak harus diberikan saluran atau klem-klemn tersendiri, sehingga tidak menempel pada ballast atau kapasitor.

f. Kotak terbuat dari pelat baja tebal minimum 0,7 mm, diproses anti korosi proses "posphating", dicat dasar tahan karat, kemudian di finish dengan cat akhir dengan powder coating warna putih.

g. Kotak terbuat dari glass - fibre reinforced polyster dengan brass insert harus tahan terhadap bahan kimia, maupun gas kimia serta cover dari clear polycarbonate harus tahan terhadap bahan kimia, maupun gas kimia.

h. Pelat sisi dari armatur lampu tipe surface mounted harus mempunyai ketebalan minimum 0,7 mm.

i. Ballast lampu HID jenis ballast untuk lampu HID mercury 400 W dan 250 W harus jenis high power factor. Ballast HID untuk lampu mercury dipasang terpisah dari armatur lampu. Kabel instalasi dari armatur lampu ke ballast dibatasi :

maksimum panjang untuk 400 W, 50 m

maksimum panjang untuk 250 W, 25 m

j. Ballast untuk lampu TL harus dari jenis "low loss ballast" dan harus pula dipergunakan single lamp ballast (satu ballast untuk satu lampu fluorescent).

k. Tabung fluorescent harus dari tipe TLD.

l. Skedul lampu penerangan, harus mengacu ke gambar perancangan dan rancangan Konsultan Perancang.

2.2 Kabel lnstalasi

BAGIAN

E

Pekerjaan Elektrikal

a. Pada umumnya kabel instalasi penerangan dan instalasi kotak kontak harus kabel inti tembaga dengan insulasi PVC, satu inti atau lebih (NYA, NYM, NYY).

b. Kabel harus mempunyai penampang minimal dari 2,5 mm2 kode warna insulasi kabel harus mengikuti ketentuan PUIL 2000 sebagai berikut

fasa R

: merah

fasa S

: kuning

fasa T

: hitam

netral

: biru

pembumian

: hijau/kuning

2.3 Pipa Instalasi Pelindung Kabel

a. Pipa instalasi pelindung kabel feeder yang dipakai adalah konduit uPVC high impact. Pipa, elbow, socket, kotak sambung, clamp dan accessories lainnya harus sesuai yang satu dengan lainnya, yaitu tidak kurang dari diameter 19 - 25 mm.

b. Pipa flexible harus dipasang untuk melindungi kabel antara kotak sambung (T-Junction box) dan armatur lampu.

c. Sedangkan pipa untuk instalasi penerangan dan kotak kontak dengan pipa konduit uPVC, high impact conduit-heavy gauge, sekurang-kurangnya diameter 19 - 25 mm.

2.4 Rak Kabel Rak kabel yang dipakai untuk distribusi kabel listrik digunakan jenis cable tray yang terbuat dari plat mild steel dengan ketebalan sekurang-kurangnya 2,0 mm, dan difinish hot dip galvanis dilapisi oleh zinchromate harus tahan terhadap bahan kimia dan gas kimia.

Demikian pula untuk rak kabel yang berfungsi sebagai jalur kabel NYM untuk penerangan dan kotak kontak, yang terbuat dari sheet steel dengan ketebalan sekurang-kurangnya 2,0 mm dengan difinish hot dip galvanized.

Pasal E.IV.3 :

Pengujian

Pengujian dilakukan dengan disaksikan oleh Konsultan Pengawas/MK dan disahkan oleh lembaga yang berwenang meliputi :

BAGIAN

E

Pekerjaan Elektrikal

a. Pengujian tahanan isolasi

b. Pengujian kekuatan tegangan impuls

c. Pengujian kenaikan suhu

d. Pengujian kontinyuitas.

B

AB

E . V

P

E K E R J AAN K O T AK

K O N T AK

D AN S AK L AR

Pasal E.V.1:

Umum

Pekerjaan sistem kotak kontak dan saklar meliputi pengadaan semua bahan, peralatan dan tenaga kerja, pemasangan instalasi, pengujian perbaikan selama masa pemeliharaan dan pelatihan bagi calon operator. Sehingga seluruh sistem kotak kontak dapat beroperasi dengan baik dan

benar.

Pasal E.V.2:

Lingkup Pekerjaan

Pengadaan, pemasangan, penyambungan dan pengujian sistem kotak kontak dan saklar sesuai dengan gambar perancangan yaitu :

Kotak Kontak Biasa

a. Kotak kontak dinding yang dipakai adalah kotak kontak industrial 1 fasa + N + E, rating 250 V AC, 16 A, untuk pemasangan di dinding/kolom.

b. Kotak kontak industrial yang dipakai adalah kotak kontak industrial 1 fasa dengan 3 pin, untuk pemasangan pada dinding/kolom dengan ketinggian 150 cm di atas lantai dan harus mempunyai terminal fasa, netral dan pembumian.

Kotak Kontak Industrial, 3 fasa + N + E Kotak kontak industrial 3 fasa yang dipakai adalah kotak kontak industrial 3 fasa dan harus mempunyai terminal fasa, netral dan pembumian. Rating 3 fasa, 415 V, 32 A yang dilengkapi saklar.

Isolating Switches / cam switch atau rotary switch

a. Isolating switches harus dipasang pada panel dan dilengkapi dengan

BAGIAN

E

Pekerjaan Elektrikal

lampu indikator.

b. Rating isolating switch harus Iebih tinggi dari rating MCB / MCCB pada feeder di panelnya.

c. Rating tegangan adalah untuk 1 fasa 250 V AC, 3 fasa 415 V.

d. Saklar harus dipasang pada kotak.

Kotak untuk Saklar dan Kotak Kontak Kotak harus dari bahan baja atau moulded plastic dengan kedalaman tidak kurang dari 35 mm. Kotak dari metal harus mempunyai terminal pembumian, saklar atau kotak kontak dinding terpasang pada kotaknya harus menggunakan baud, pemasangan dengan cara yang mengembang tidak diperbolehkan.

Pemasangan Stop Kontak dan Saklar Stop Kontak dan Saklar dipasang ditanam didinding (inbow) yang penempatannya ditunjukkan dalam gambar rencana. Stop Kontak dan Saklar dipasang pada jarak 150 cm dari lantai jadi.

Kabel Instalasi Pada umumnya kabel instalasi penerangan dan instalasi kotak

kontak harus kabel inti tembaga dengan insulasi PVC, satu inti atau lebih (NYA, NYM, NYY). Kabel harus mempunyai penampang minimal dari 2,5 mm2 kode warna insulasi kabel harus mengikuti ketentuan PUIL 2000 sebagai berikut :

fasa R

: merah

fasa S

: kuning

fasa T

: hitam

netral

: biru

pembumian

: hijau/kuning

Pipa Instalasi Pelindung Kabel

a. Pipa instalasi pelindung kabel feeder yang dipakai adalah konduit uPVC high impact. Pipa, elbow, socket, kotak sambung, clamp dan accessories lainnya harus sesuai yang satu dengan Iainnya, yaitu tidak kurang dari diameter 19 - 25 mm.

b. Pipa flexible harus dipasang untuk melindungi kabel antara kotak sambung (T-Junction box) dan armatur lampu.

c. Sedangkan pipa untuk instalasi penerangan dan kotak kontak dengan pipa konduit uPVC, high impact conduit-heavy gauge, sekurang-kurangnya diameter 19 - 25 mm.

BAGIAN

E

Pekerjaan Elektrikal

Rak Kabel Rak kabel yang dipakai untuk distribusi kabel listrik digunakan jenis cable tray yang terbuat dari plat mild steel dengan ketebalan sekurang-kurangnya 2,0 mm, dan difinish hot dip galvanis dilapisi oleh zinchromate harus tahan terhadap bahan kimia dan gas kimia. Demikian pula untuk rak kabel yang berfungsi sebagai jalur kabel NYY dan NYM untuk penerangan dan kotak kontak, yang terbuat dari sheet steel dengan ketebalan sekurang-kurangnya 2,0 mm dengan difinish hot dip galvanized.

Pasal E.V.3:

Pengujian

Pengujian dilakukan dengan disaksikan oleh Konsultan Pengawas/MK

dan disahkan oleh lembaga yang berwenang meliputi :

a. Pengujian tahanan isolasi

b. Pengujian kekuatan tegangan impuls

c. Pengujian kenaikan suhu

d. Pengujian kontinyuitas.

B

AB

E . V I

P

E K E R J AAN

P E N AN G K AL

P E T I R

Pasal E.VI.1 :

Umum

Pekerjaan sistem proteksi petir meliputi pengadaan semua bahan, peralatan dan tenaga kerja, pemasangan instalasi, pengujian perbaikan selama masa pemeliharaan dan pelatihan bagi calon operator. Sehingga seluruh sistem proteksi petir dapat beroperasi dengan baik dan benar.

Pasal E.VI.2:

Lingkup Pekerjaan

Bagian ini meliputi penyediaan, pengujian dan perbaikan selama masa pemeliharaan dari sistem proteksi petir yang lengkap sesuai dengan

BAGIAN

E

Pekerjaan Elektrikal

spesifikasi teknik ini, serta pengurusan ijin dari badan yang berwenang (Departemen Tenaga Kerja).

Pasal E.VI.3:

Referensi

Pekerjaan harus dilakukan mengikuti standar dan peraturan yang berlaku

dari Jawatan Keselamatan Kerja atau standar/peraturan yang dikeluarkan dari pabrik.

Pasal E.VI.4:

Material

Material yang digunakan dalam sistem proteksi petir harus dalam keadaan baik dan sesuai dengan yang dimaksudkan serta disetujui oleh Konsultan Pengawas/MK. Daftar material, katalog dan shop drawing harus diserahkan kepada Konsultan Pengawas/MK sebelum dilakukan pemasangan. Material atau

alat-alat yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknik ini akan ditolak. Sistem proteksi petir yang dipakai adalah Sistem non radio aktif atau elektrostatik atau EF sistem dengan radius 80 m. Komponen - komponen yang dipakai adalah sebagai berikut :

a. Terminasi Udara :

Terminal udara khusus untuk sistem proteksi petir eksternal atau EF sistem radius 80 meter, yang dimaksudkan untuk menetralisir awan bermuatan disekitar bangunan gedung dan menangkap sambaran petir bila terjadi petir.

b. Penghantar / konduktor penyalur :

Terdiri dari dua macam, yaitu penghantar horizontal yang menghubungkan secara listrik antara terminal udara dan penghantar / konduktor penyalur vertikal (down conductor) yang menghubungkan secara listrik antara terminal udara dan elektroda pembumian. Proteksi petir ini harus menjamin dapat mentransfer dengan aman energi kilat dari "terminal udara" ke bumi. Untuk sistem tersebut digunakan jenis kabel yang sesuai dengan rekomendasi dari pabrik pembuat terminal udara.

c. Sistem Pembumian Terminal pembumian, terletak di dalam bak kontrol yang dilengkapi dengan elektroda pembumian, bak kontrol diperlukan untuk pengujian tahanan pembumian secara berkala Elektroda Pembumian :

Elektroda pembumian, terbuat dari Copper Rod pejal dengan diameter tidak kurang dari 20 mm dan panjang sekurang

BAGIAN

E

Pekerjaan Elektrikal

kurangnya 6.000 mm dan harus dimasukan ke dalam tanah secara vertikal dan harus diperoleh tahanan pembumian setinggi tingginya 5 Ohm.

Pasal E.VI.5 :

Pemasangan dan Pelaksanaan

Cara-cara pemasangan penangkal petir sistem ini harus sesuai dengan petunjuk-petunjuk dan spesifikasi pabrik.

a. Batang proteksi dipasang pada atap bangunan dengan memakai baut angker atau klem. Pemasangan harus cukup kuat untuk menahan gaya-gaya mekanis pada saat timbulnya sambaran petir.

b. Pemegang konduktor/klem harus terbuat dari bahan yang sama dengan konduktor untuk mencegah terjadinya elektrolisa jika terkena air.

c. Sambungan - sambungan :

Sambungan yang diperlukan haruslah menjamin kontak yang baik dan tidak mudah terlepas. Sambungan sedapat mungkin mengurangi kerugian-kerugian tipis akibat adanya sambungan .

d. Pelindung mekanis Penghantar pembumian harus dilindungi terhadap kerusakan mekanis dengan pipa uPVC tipe high impact.

Pasal E.VI.6:

Pengujian

Untuk mengetahui baik atau tidaknya sistem proteksi petir yang dipasang, maka harus diadakan pengujian terhadap instalasi sistem maupun

pembumiannya.

Pengujian yang harus dilakukan :

a. Pengujian tahanan pembumian. Ukuran tahanan dari pembumian dengan menggunakan metoda standar.

b. Pengujian kontinyuitas.

Pasal E.VI.7 :

Contoh

Kontraktor harus menyerahkan contoh dari bahan-bahan yang akan digunakan/dipasang, yaitu paling tidak penghantar dan elektroda pembumian

BAGIAN

E

Pekerjaan Elektrikal

yang diminta dalam persyaratan. Semua biaya berkenaan dengan penyerahan dan pengembalian contoh-contoh bahan ini adalah menjadi tanggung jawab Kontraktor.

Pasal E.VI.8:

Pemeriksaan

Sistem proteksi petir akan diperiksa oleh Konsultan Pengawas/MK untuk memastikan dipenuhinya spesifikasi teknis ini. Semua bagian dari instalasi ini harus diperiksa oleh Konsultan Pengawas/MK terlebih dahulu sebelum ditutup atau tersembunyi. Setiap bagian yang tidak sesuai dengan syarat - syarat spesifikasi teknis dan gambar-gambar harus seaera diganti, tanpa biaya tambahan pada Pemilik Proyek.

Pasal E.VI.9:

Surat ljin

a. Kontraktor harus mempunyai SPJT Surat Penanggung Jawab Teknik golongan C yang dikeluarkan oleh Assosiasi Kontraktor AKLI (Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia).

b. Kontraktor harus sudah berpengalaman di dalam pemasangan proteksi petir ini, dibuktikan dengan memberikan daftar proyek- proyek yang sudah pernah dikerjakan.

Pasal E.VI.10:

Daftar Bahan/Material

Untuk semua bahan/material yang ditawarkan, maka Kontraktor wajib mengisi daftar bahan/material yang menyebutkan merk, tipe, kelas lengkap dengan brosur/katalog yang dilampirkan pada waktu tender. Tabel daftar bahan/material ini diutamakan untuk komponen-komponen yang berupa barang-barang produksi.

Apabila pada spesifikasi teknis ini atau pada gambar disebutkan beberapa merk tertentu atau kelas mutu (quality performance) dari bahan / material atau komponen tertentu terutama untuk bahan- bahan/material-material listrik utama, maka Kontraktor wajib melakukan didalam penawarannya material yang dalam taraf mutu/pabrik yang disebutkan itu.

BAGIAN

E

Pekerjaan Elektrikal

Apabila nanti selama proyek berjalan terjadi, bahwa material yang disebutkan pada tabel material tidak dapat diadakan oleh Kontraktor, yang diakibatkan oleh sesuatu alasan yang kuat dan dapat diterima Pemilik, Konsultan Pengawas/MK dan Konsultan Perancang, maka dapat dipertimbangkan penggantian merk/tipe dengan suatu sangksi tertentu kepada Kontraktor.

B

AB

E . V I I

P

E K E R J AAN

S I S TE M

P E M B UM I AN

Pasal E.VII.1:

Bangunan Gedung

Seluruh bagian-bagian besi dalam bangunan harus dibumikan (grounded) secara baik, dengan cars menghubungkannya kepada bare copper conductor pembumian yang telah tersedia, yaitu semua frame konstruksi bangunan baja dan peralatan logam lainnya.

Hubungan antara bagian yang tetap dan yang bergerak (pintu-pintu) dilakukan dengan pita tembaga fleksibel (braided copper wire), yang harus dilindungi dari gangguan mekanis.

Semua sambungan-sambungan pada sistem pembumian harus dilakukan dengan baut dari campuran tembaga. Elektroda pembumian terbuat dari batang tembaga diameter 5/8" dan harus ditanam sekurang-kurangnya sedalam 6 m, sehingga dapat diperoleh tahanan pembumian setinggi- tingginya 2 Ohm.

Pasal E.VII.2 : Peralatan Logam Lainnya

Sistem pembumian peralatan-peralatan dari bahan logam (panel-panel, housing peralatan, rak kabel, pintu-pintu besi, tangki-tangki logam dan lain-lain) harus dihubungkan pada elektroda pembumian baik secara terpadu atau secara terpisah (individual).

Elektroda pembumian terbuat dari batang tembaga diameter 5/8" dan harus ditanam sekurang-kurangnya sedalam 6 m, sehingga dapat diperoleh tahanan pembumian setinggi-tingginya 2 Ohm.

BAGIAN

E

Pekerjaan Elektrikal

Untuk peralatan-peralatan yang terletak di lantai atas, dapat dibuat hubungan pembumian terpadu, yaitu dengan mengikuti standar-standar yang berlaku dalam PUIL 2000.

Ketentuan-ketentuan yang harus diikut antara lain sebagai berikut :

Penampang Konduktor daya yang digunakan (mm2)

Penampang Konduktor daya yang digunakan (mm2)
<= 10

<= 10

16

35

70

mm2

mm2

mm2

120 mm2

120 mm2
> = 150 mm2

> = 150 mm2

Penampang Konduktor pembumian (mm2)

Penampang Konduktor pembumian (mm2)
6 mm2

6 mm2

10

16

50

70

mm2

mm2

mm2

mm2

95 m

95 m

B

AB

V I I I

P

E K E R J AAN

I N S T AL AS I

M AT V

Pasal E.VII.1:

Umum

Pekerjaan instalasi MATV ini meliputi pengadaan semua peralatan, tenaga kerja, pemasangan, pemrograman, pengujian dan perbaikan selama masa pemeliharaan dan training bagi calon operator dan bagian maintenace, sehingga seluruh sistem MATV dapat beroperasi dengan baik dan benar.

Pasal E.VII.2:

Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan instalasi system MATV (Master Antena TV) pada proyek ini meliputi pengadaan bahan, peralatan serta pemasangan serta pengujian-

BAGIAN

E

Pekerjaan Elektrikal

pengujian hingga perbaikan-perbaikan selama masa pemeliharaan, sehingga system MATV dapat berfungsi dengan baik dan sempurna.

a. Peralatan Terrestrial VHF antena di arahkan ke pemancar TVRI.

b. Peralatan Terrestrial UHF antena di arahkan ke pemancar RCTI, SCTV, INDOSIAR serta di arahkan ke pemancar ANTV, TPI.

c. Peralatan distribusi, kabel coaxial, top-off, spliter, conduit instalasi dan peralatan perlengkapan lainnya.

d. Peralatan outlet TV pada dinding, termasuk junction box yang flush mounted pada dinding.

e. Mengadakan adjusment output level signal TV (dB Rating) tiap outlet TV, testing commissioning serta setting untuk seluruh system penerimaan/receiving signal TV dan seluruh peralatan penunjangnya.

f. Membuat dan menyerahkan ― Operating dan Maintenance Instruction

serta Repair manual MATV Books‖

g. Mengadakan training bagi personal Operator MATV yang akan mengoperasikan serta memelihara system MATV.

Pasal E.VII.3:

Persyaratan Teknis

A. Terrestrial VHF Antenna VHF Antenna di arahkan ke statiun pemancar TVRI, elemen antenna tersebut dari logam allumunium

B. Terrestrial UHF Antenna VHF Antenna di arahkan ke statiun pemancar RCTI, SCTV, INDOSIAR, ANTV, TPI elemen antenna tersebut dari logam allumunium

C. Coaxial Cable Kabel Coaxial dengan jenis tembaga digunakan untuk mentransmit signal-signal VHF dan UHF. Kabel Coaxial mempunyai Impedance 75 Ohm.

Pasal E.VII.4:

Cara Instalasi

- System beroperasi pada tegangan 220 Volt lebih kurang 6 %, 50 Hz, Phase tunggal. Sarana pengadaan supply peralatan masih menjadi tanggung jawab kontraktor.

- Kabel Coaxial tidak diperkenankan dalam satu pipa conduit dengan kabel-kabel listrik. Semua kabel-kabel berada dalam conduit pipa PVC dengan ukuran minimum ¾‖ (20 mm).

- Kabel Coaxial tidak boleh ditekuk kurang dari 15 kali diameter kabel. Sambungan dan Looping kabel pada terminal outlet tidak diizinkan.

- Distribusi kabel Coaxial ke lantai-lantai menggunakan spliters 2 way, 3way, 4way atau disesuaikan dengan gambar rencana.

- Kontraktor harus menyediakan conduit pipa PVC untuk terminal tambahan kabel antenna dengan peralatan Head End.

- Untuk gain/loss-nya terlalu besar sehingga sinyal di outlet melebihi batasan yang ditentukan (63 77 dB), harus ditambah penguat

BAGIAN

E

Pekerjaan Elektrikal

Booster sebelum ke wall outlet atau line amplifier, demikian juga bila sinyal pada outlet terlalu lemah, maka harus ditambah optional pre- amp guna mendapatkan sunyal yang diterima dengan baik.

- Wall Outlet harus dipasang pada semua lokasi yang ditunjukkan pada gambar kerja. Jika ada perubahan penempatan wall outlet kontraktor harus membuat shop drawing perubahan atas persetujuan konsultan pengawas dan pemberi tugas.

- Semua system antenna harus dilengkapi dengan system penangkal petir (lighting arrester) sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Untuk semua penyanggah/rangka yang terbuat dari bahan metal yang dapat berkarat harus di cat dasar dan cat finishing anti karat/ wheathel shell type serta harus digrounding dengan tahanan tanah max. 2 Ohm.

- Semua pelaksanaan pemasangan instalasi ini tidak boleh menyimpang dari peraturan-peraturan yang berlaku.

Pasal E.VII.5:

Pengujian

- Kontraktor harus melakukan semua pengetesan sesuai dengan yang dipersyaratkan dan mendemonstrasikan cara kerja dari segenap system yang disaksikan minimum oleh konsultan pengawas/MK. Semua tenaga, bahan, peralatan dan perlengkapan percobaan system merupakan tanggung jawab kontraktor.

- Untuk pengetesan instalasi MATV ditest selama 6 (enam) hari/jam kerja secara terus menerus atau nonstop.

- Jika terdapat peralatan dan bahan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang berlaku dan telah disetujui atau kondisi peralatan dan bahan tidak dalam kondisi baru serta terdapat cacat (tidak berfungsi dengan baik) kontraktor harus menggantinya dengan yang baik dan sesuai dengan spesifikasi yang telah disetujui, untuk pekerjaan instalasi yang tidak baik kontraktor harus memperbaikinya, semua biaya penggantian peralatan, bahan dan pekerjaan yang tidak baik adalah tanggung jawab kontraktor.

- Setelah penggantian peralatan dan bahan serta perbaikan instalasi kontraktor masih harus melakukan pengetesan ulang sehingga semua peralatan dan instalasi system berjalan dengan baik.

Pasal E.VII. 6 :

Persyaratan Bahan/Material

- Semua material yang dipasok dan dipasang oleh Kontraktor harus baru dan material tersebut khusus untuk pemasangan di daerah tropis, material- material haruslah dari produk dengan kualitas baik dan dari produk yang terbaru. Untuk material-material yang disebut dibawah ini, maka Kontraktor harus menjamin bahwa barang tersebut

BAGIAN

E

Pekerjaan Elektrikal

adalah baik dan baru, dengan jalan menunjukkan surat order pengiriman dari dealer/agen (pabrik), serta sebelum pemasangan harus mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/MK.

- Kontraktor harus bersedia mengganti material yang tidak disetujui, karena menyimpang dari spesifikasi tanpa biaya tambahan.

- Untuk komponen dari material, yang mungkin sering diganti harus dipilih yang mudah diperoleh di pasaran bebas.

- Daftar Material Untuk semua material yang ditawarkan, Kontraktor wajib mengisi daftar material yang menyebutkan : merk, tipe, model, kelas, lengkap dengan brosur/katalog yang dilampirkan pada waktu tender. Tabel daftar material ini diutamakan untuk komponen-komponen yang berupa barang-barang seperti tertera pada daftar merk/produk material.

- Penyebutan Merk/Produk Pabrik. Apabila pada spesifikasi teknik ini atau pada gambar menyebutkan beberapa merk tertentu atau kelas mutu (quality performance) dari material atau komponen tertentu terutama untuk material peralatan yang utama, maka Kontraktor wajib melakukan didalam penawarannya material yang dalam taraf mutu dan pabrik yang disebutkan itu. Apabila nanti selama proyek berjalan terjadi, bahwa material yang disebutkan pada tabel material tidak dapat diadakan oleh Kontraktor, yang diakibatkan oleh sesuatu alasan yang sangat kuat dan dapat diterima Pemilik, Konsultan Pengawas/MK dan Konsultan Perancang, maka dapat dipikirkan pengganti merk/tipe dengan suatu sangsi tertentu kepada Kontraktor.

B

AB

E . V I I I .

P

E K E R J AAN

I N S T AL AS I

F I R E

AL AR M

Pasal E.VIII.1: Umum

Kontraktor utama harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ini ataupun yang tertera dalam gambar-gambar rencana, dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. Bila ternyata terdapat perbedaan antara spesifikasi bahan dan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini, merupakan kewajiban Kontraktor Utama untuk mengganti

BAGIAN

E

Pekerjaan Elektrikal

bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya tambahan biaya. Kesemuanya itu untuk mendapatkan hasil akhir pekerjaan dengan mutu baik, rapi dan sempurna.

Pasal E.VIII.2 :

Lingkup Pekerjaan

Seperti tertera dalam gambar-gambar rencana, Kontraktor Utama untuk melaksanakan pekerjaan instalasi Fire Alarm ini harus melakukan pengadaan dan pemasangan serta menyerahkan dalam keadaan baik dan siap untuk dipergunakan. Garis besar scope pekerjaan instalasi Fire Alarm yang dimaksudkan adalah sebagai berikut :

a. Pengadaan, pemasangan dan pengujian Fire Alarm.

b. Pengadaan, pemasangan dan pengujian Junction Box di setiap lantai.

c. Pengadaan, pemasangan dan pengujian kabel-kabel untuk keperluan Monitor dan Kontrol.

d. Mengurus dan menyelesaikan perijinan Instalasi Fire Alarm dari instansi yang berwenang.

e. Melakukan dan commissioning.

f. Melakukan training kepada operator yang ditunjuk oleh Pemilik.

Pasal E.VIII.3 :

KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN

Bahan dan peralatan yang akan dipakai harus memenuhi persyaratan teknis. Untuk semua bahan/material yang ditawarkan, maka Kontraktor wajib mengisi daftar bahan/material yang menyebutkan merk, tipe, kelas lengkap dengan brosur/katalog yang dilampirkan pada waktu

tender.

Tabel daftar bahan/material ini diutamakan untuk komponen-

komponen yang berupa barang-barang produksi.

Apabila pada spesifikasi teknis ini atau pada gambar disebutkan beberapa merk tertentu atau kelas mutu (quality performance) dari bahan / material atau komponen tertentu terutama untuk bahan- bahan/material-material listrik utama, maka Kontraktor wajib melakukan didalam penawarannya material yang dalam taraf mutu/pabrik yang disebutkan itu.

BAGIAN

E

Pekerjaan Elektrikal

Apabila nanti selama proyek berjalan terjadi, bahwa material yang disebutkan pada tabel material tidak dapat diadakan oleh Kontraktor, yang diakibatkan oleh sesuatu alasan yang kuat dan dapat diterima Pemilik, Konsultan Pengawas/MK dan Konsultan Perancang, maka dapat dipertimbangkan penggantian merk/tipe dengan suatu sangksi tertentu kepada Kontraktor.