Anda di halaman 1dari 47

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

BAGIAN D

PEKERJAAN MEKANIKAL & PLUMBING

B AGI AN D1 PEKERJAAN MEKANIKAL

B

A B

D 1 . I

P

E K E R J A A N

M E K A N I K A L

Pasal D1.I.1 :

Umum

1.1. Lingkup Pekerjaan

a. Pekerjaan Mekanikal yang dimaksudkan di sini adalah pengadaaan dan pemasangan Unit Mekanikal beserta peralatan dan alat-alat bantu pendukung instalasi.

b. Spesifikasi detail pekerjaan instalasi diatas dijelaskan dalam bab tersendiri mengenai pekerjaan yang bersangkutan.

1.2. Pekerjaan yang Berhubungan

a. Di dalam melaksanakan Pekerjaan Mekanikal, Pemborong harus juga memperhatikan pekerjaan detail Instalasi Peralatan Utama dan pekerjaan detail Instalasi Peralatan Pendukungnya.

b. Selain itu Pemborong pekerjaan mekanikal juga harus memperhatikan pekerjaan lain yang terkait dalam Pekerjaan Mekanikal, yaitu :

Pekerjaan Elektrikal

Pekerjaan Structure

Pekerjaan Arsitektur dan Interior

Pekerjaan Sipil dan Luar bangunan

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

c. Koordinasi di lapangan menyangkut pekerjaan mekanikal dan pekerjaan lainnya diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini supaya didapatkan hasil yang optimal.

1.3. Standarisasi

Perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan mekanikal mengacu pada standar-standar dan peraturan-peraturan yang telah berlaku, meliputi. :

SN I : Standar Nasional Indonesia

PPI : Pedoman Plumbing Indonesia

ASTM : American Society for Testing and Materials

ANSI : American National Standart Institute

PDI : Plumbing and Drainage Institute

JIS : Japanese Industrial Standart

ASHRAE : American Society of Heating, Refrigerating and Air-

Conditioned Engineer

S M A C N A : Sheet Metal and Air Conditioning Contractors

National Association

PUIL : Pedoman Umum Instalasi Listrik

Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran Dinas Pekerjaan Umum.

Peraturan Daerah setempat

Peraturan Perburuhan Departemen Tenaga Kerja

Pasal D1.I.2 : Persyaratan Teknis

2.1. PersyaratanTeknis

a. Pelaksana/Pemborong pekerjaan mekanikal adalah kontraktor atau pelaksana yang memiliki Surat Ijin Pemborong Pembangunan (SIPP) dan telah terpilih serta memperoleh kontrak kerja untuk penyediaan dan pemasangan sistem instalasi ini sampai selesai.

b. Pelaksana/Pemborong pekerjaan mekanikal harus mempunyai pengalaman pekerjaan yang sama dengan bidang pekerjaan instalasi sistem mekanikal dalam pekerjaan ini.

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

c. Untuk Pekerjaan Plumbing dan Pemadam Kebakaran disyaratkan Pelaksana/Pemborong harus memiliki Surat Ijin Pemborong Pembangunan dari Perusahaan Air Minum (SIPP PAM ).

2.2. Persyaratan Material

a. Selain persyaratan teknis tersebut di atas, Pelaksana/Pemborong pekerjaan mekanikal harus didukung dengan peralatan dan material yang memadai untuk melaksanakan pekerjaan. Daftar Material dan Peralatan dilampirkan untuk referensi pendukung kesiapan dan kemampuan Pelaksana/Pemborong dalam melaksanakan pekerjaan.

b. Material yang terpasang harus menyesuaikan spesifikasi yang disyaratkan secara khusus pada bab-bab pekerjaan yang bersangkutan dan Daftar Merk Material (Outline Specification) yang dilampirkan dalam Rencana Kerja dan Syarat- Syarat ini.

c. Semua peralatan dan material yang terpasang dalam pekerjaan mekanikal harus dalam kondisi baru (brand new) dari pabrikan dan atau agent yang ditunjuk dari pabrik produk yang bersangkutan. Pelaksana/Pemborong harus juga bertanggung jawab atas keutuhan peralatan dan material bantu tersebut , sehingga apabila terjadi kerusakan dan cacat material saat pengadaan maupun pemasangan Pelaksana/Pemborong harus mengganti dengan yang baru.

2.3. Persyaratan Pelaksanaan

a. Pelaksanaan pekerjaan mekanikal di lapangan didasa rkan pengajuan pelaksanaan pekerjaan yang telah disetujui oleh

Pengawas.

b. Rencana Kerja pekerjaan mekanikal harus di buat Pelaksana/ Pemborong menyesuaikan Jadwal Pelaksanaan Utama yang telah disepakati bersama dengan Pengawas dan Pimpinan proyek dan atau pihak-pihak yang diberikan wewenang untuk persetujuan tersebut.

c. Sebelum melaksanakan pekerjaan mekanikal, Pelaksana/ Pemborong harus melaksanakan proses pengajuan material, gambar kerja, prosedur kerja, dan ijin pelaksanaan kepada Pengawas untuk dimintakan persetujuan.

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

d. Pelaksanaan pengadaan dan pemasangan peralatan harus direncanakan dengan baik dan benar, menyesuaikan spesifikasi teknis perencanaan, gambar rencana, dan kondisi di lapangan. Segala sesuatu pekerjaan pengadaan dan pemasangan ini harus sepengetahuan dan persetujuan Pengawas .

e. Pelaksana/Pemborong mengajukan spesifikasi Peralatan Utama, Peralatan Pendukung dan Material lainnya yang bersangkutan dengan pekerjaaan mekanikal kepada Pengawas atau Managemen Kontruksi untuk dimintakan persetujuan. Pengajuan ini harus disertakan Data Teknis (Technical Data), Spesifikasi Material (Material Specfication), Brosur (Brochure), dan apabila perlu disertakan Contoh Material (Mock-up) sebagai dasar teknis Pengawas untuk memberikan persetujuan.

f. Gambar Kerja (Shop Drawing) diajukan oleh Pelaksana/Pemborong kepada Pengawas atau Managemen Kontruksi untuk dimintakan persetujuan. Gambar Kerja berfungsi sebagai pedoman gambar pelaksanaan dibuat berdasarkan Gambar Rencana, Spesifikasi Material yang telah disetujui , dan kondisi di lapangan. Untuk itu Pelaksana/Pemborong harus mengadakan survey di lapangan untuk menentukan perletakan/posisi material dengan baik. Jumlah lembar Gambar kerja yang diajukan menyesuaikan prosedur dan peraturan yang berlaku di pekerjaan/proyek ini.

g. Tahap pelaksanaan pekerjaan mekanikal dari persiapan, pemasangan, test dan commisioning dilakukan sesuai prosedur pelaksanaan. Sedangkan ketentuan pelaksanaan detail pekerjaan diisyaratkan dalam bab-bab yang bersangkutan.

h. Pelaksanan pekerjaan menyesuaikan gambar yang telah disetujui Pengawas atau Managemen Kontruksi. Apabila terjadi permasalahan Gambar Kerja dan kondisi di lapangan, Pelaksana/ Kontraktor memberitahukan dan berkonsultasi dengan Pengawas atau Managemen Kontruksi untuk didapatkan pemecahan permasalahan. Dokumen pemecahan permasalahan di lapangan ini bisa dituangkan dalam Berita Acara dan atau dokumen lainnya yang ditandatangani Pelaksana/Kontraktor dan pihak Pengawas.

i. Dalam melaksanakan pekerjaan Pelaksana/Pemborong harus memperhatikan dan melaksanakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Prosedur ini harus dilaksanakan di lapangan bagi semua yang terlibat di area pekerjaan/proyek. Fasilitas

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) disediakan Pelaksana/Pemborong untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan dengan baik tanpa terjadi kecelakaan kerja.

j. Kebersihan dan Keamanan di lokasi pekerjaan harus diperhatikan dan menjadi tanggung jawab Pelaksana/Pemborong. Hal ini untuk menjaga kenyamanan dalam bekerja dan kualitas pekerjaan itu sendiri.

k. Pelaksana/Pemborong juga harus membuat merekam dalam bentuk tertulis atau foto selama pelaksana dan penyesuaian- penyesuaian dilapangan. Catatan-catatan tersebut dituangkan dalam gambar dengan lengkap sebagai Gambar Terpasang (As Built Drawing), kemudian diajukan kepada Pengawas dan Mangemen Kontruksi untuk dimintakan persetujuan. Jumlah lembar Gambar kerja yang diajukan menyesuaikan prosedur dan peraturan yang berlaku di pekerjaan/proyek ini.

l. Dokumen pendukung untuk Peralatan Utama dan Material terpasang meliputi : Manual Operation, Spare Part Cataloge, dan dokumen lainnya yang disertakan dengan material yang bersangkutan, akan diserahkan kemudian setelah selesai pekerjaan. Selain itu Pelaksana/Pemborong juga harus membuat Petunjuk Operasional dan Perawatan dalam Bahasa Indonesia untuk Peralatan Utama ataupun Sistem yang terpasang sebagai pedoman pemilik/pengguna melakukan operasi dan perawatan.

Pasal D1.I.3:

Jaminan dan Garansi

3.1. Jaminan Pekerjaan

a. Jaminan Pekerjaan juga berlaku untuk Material yang terpasang dalam pekerjaan. Jaminan tertuang dalam Sertifikat Material yang dibuat oleh Pabrikan atau badan yang ditunjuk.

b. Pelaksana/ Pemborong harus menjamin keseluruhan pekerjaan mekanikal yang telah dilaksanakan di lapangan. Jaminan ini tertuang dalam Berita Acara Jaminan Pekerjaan yang disetujui oleh Pengawas atau Managemen Kontruksi.

c. Pelaksana/Pemborong juga harus melaksanakan pekerjaan maintenance setelah serah terima pekerjaan selama minimal 6 bulan atau selama kurun waktu yang telah disepakati bersama berdasarkan peraturan pekerjaan proyek.

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

d. Hasil pekerjaan dan hasil test dan atau commisioning dipakai Pelaksana/ Kontraktor sebagai Jaminan atas pekerjaan.

3.2. Garansi dan Spare Part

a. Penyedia Peralatan Utama, dan Material pendukung berkewajiban menyerahkan memberikan Garansi Material selama 1 (satu) tahun kepada Pelaksana/Pemborong. Selanjutnya Garansi tersebut diserahkan kepada pimpinan pekerjaan/proyek atau pihak yang ditunjuk sebagai kelengkapan dokumen serah terima pekerjaan.

b. Untuk beberapa Peralatan Utama, Penyedia barang harus melengkapi Suku Cadang atau Spare Part untuk servis selama 1 (tahun) perawatan. Suku Cadang yang dimaksud merupakan material suku cadang untuk peralatan yang bersangkutan sesuai ketentuan pabrikan.

c. Pelaksana harus menyerahkan Surat Jaminan "After Sales Service" dari agen tunggal atau dari distributor yang berdomisili di Indonesia yang ditunjuk oleh pabrik.

3.3. Serah Terima Pekerjaan

a. Serah Terima Pekerjaan Mekanikal merupakan bagian dari Serah Terima Pekerjaan secara keseluruhan di pekerjaan/proyek ini. Prosedur Serah Terima Pekerjaan harus memenuhi peraturan yang berlaku di pekerjaan/proyek ini.

b. Pelaksana/Pemborong harus membuat Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Mekanikal dengan persetujuan Pengawas Mekanikal atau Managemen Kontruksi.

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

B

AB

D 1 . I I

P

E K E R J AAN

I N S T AL AS I

P E M AD AM

K E B AK AR AN

Pasal D1.II.1:

Umum

1.1. Lingkup Pekerjaan

a. Pekerjaan Instalasi Pemadam Kebakaran yang dimaksudkan disini adalah pengadaaan dan pemasangan peralatan pencegah kebakaran.

b. Adapun Pekerjaan Instalasi Pemadam Kebakaran dalam proyek ini meliputi pekerjaan-pekerjaan sebagai berikut :

Instalasi Pemadam Kebakaran dalam dan luar gedung

Pekerjaan peralatan pendukung terkait dengan instalasi diatas.

1.2. Pekerjaan yang Berhubungan

a. Spesifikasi pekerjaan Instalasi Pemadam Kebakaran dalam gedung berkaitan dengan penempatan unit dalam gedung.

b. Dalam melaksanakan pekerjaan instalasi pemadam kebakaran dalam gedung, Pelaksana/Pemborong tetap memperhatikan pekerjaaan lain diluar pekerjaaan mekanikal. Untuk itu Pelaksana/Pemborong juga harus memperhatikan pekerjaan yaitu :

Pekerjaan Structure

Pekerjaan Arsitek dan Interior

1.3. Standardisasi

Perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan Pemadam Kebakaran mengacu pada standart-standart dan peraturan-peraturan yang berlaku, meliputi :

SNI : Standart Nasional Indonesia.

SNI 03-3987-1995, Tata Cara Perencanaan dan, Pemasangan Pemadam Api Ringan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung.

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

Pasal D1.II.2 :

N F P A : National Fire Protection Association.

Petunjuk Pemasangan Unit terkait.

Peraturan

Dinas

Pemadam

Kebakaran

setempat.

Persyaratan

Teknis

di

daerah

2.1. Persyaratan Teknis Sistem Sistem Pemadam Kebakaran adalah suatu sistem yang di sediakan untuk suatu aksi terhadap pemadaman api kebakaran. Sistem ini dijalankan oleh petugas pemadam dan atau pelaksana pemadam dengan pengetahuan teknis dan latihan yang memadai. Perencanaan dan Pemilihan Sistem pemadam kebakaran didasarkan atas beberapa hal menyangkut : tingkat bahaya kebakaran, jenis kebakaran, area pemadaman, keamanan media yang terbakar, dan lingkungan.

2.2. Hydrant

1. Hydrant Box

- Hidran box tersebut dari bahan plat baja ketebalan 2 mm di cat di bagian luar dan dalam dengan cat dasar tahan karat, dan cat finish dengan cat warna merah.

- Pada hidran box ditulis “Hydrant” dengan huruf yang proporsional dengan warna putih.

- Di dalam hidran box terdapat hose rack, hose, nozzle, stop valve dan landing valve.

- Hose tersebut dari bahan asbes dengan diameter 65 mm dan panjang 30 meter dan mampu menerima tekanan maximum 10 kg/cm, terpasang rapi pada rack.

- Nozzle terbuat dari bahan bronze, dan mampu menerima tekanan 10 kg/cm 2 .

- Stop valve terbuat dari bahan bronze, dan mampu menerima tekanan 20 kg / cm 2 .

- Standard kwalitas.

Standard kwalitas hidran box,

ex lokal buatan pabrik.

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

Standard kwalitas Nozzle, Stop Valve, Hose Rack, buatan pabrik pembuatan alat-alat pemadam kebakaran.

2. Hidran Pilar

- Hidran pilar terbuat dari bahan besi tuang, dicat dibagian luar dan dalamnya dengan cat dasar anti karat dan dicat finish dengan cat merah menyala.

- Hidran pilar mempunyai 2 (dua) outlet dengan diameter 65 mm, dilengkapi dengan valve dan cuopling Van der Heyden.

- Hidran

kg/cm 2 .

pilar

harus

mampu

menerima

tekanan

sebesar

20

- Standard kwalitas dari Hidran Pilar ex Pabrik pembuat alat pemadam kebakaran.

3. Sambungan

untuk

Regu

Pemadam

Connection) dan Landing Valve

a. Seamese Connection

Kebakaran

(Seamese

- Sambungan regu pemadam kebakaran (seamese connection) memungkinkan regu pemadam kebakaran untuk memompakan air ke dalam instalasi pemadam kebakaran.

- Sambungan regu pemadam kebakaran (seamese connection) lengkap dengan kotak dan penutup dari kaca, yang keseluruhannya harus memenuhi ketentuan dari Dinas Pemadam Kebakaran.

- Sambungan ini mempunyai diameter 65 mm (2,5”) terdiri dari 2 (dua) inlet, chek valve, dan caps.

- Sambungan untuk regu Pemadam Kebakaran ini (seamese Connection) mampu menerima tekanan sebesar 20 kg/cm 2 .

- Sambungan untuk regu Pemadam Kebakaran ini terbuat dari bahan sejenis bronze.

b. Landing Valve

- Landing valve kemungkinan regu pemadam kebakaran memasang hidran house untuk kebakaran.

- Landing Valve ini lengkap dengan kotak, penutup dan kacanya, yang keseluruhannya harus memenuhi ketentuan

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

dari Dinas Kebakaran.

- Landing valve ini mempunyai diameter 65 mm (2,5”) terdiri dari valve dan coupling vanderhyden.

- Landing Valve ini mampu menerima tekanan kerja sebesar 20 kg/cm 2 .

- Landing Valve ini terbuat dari bahan sejenis bronze.

c. Standard Kwalitas Standard kwalitas dari seamese connection dan landing valve harus buatan pabrik pembuatan alat-alat pemadam kebakaran.

4. Material Pendukung lnstalasi.

Material Pendukung berasal dari pabrikan terkait atau material yang telah disetujui pemilik/pemakai gedung, tanpa mengabaikan operasional alat pemadam kebakaran.

Pasal D1.II. 3 : Persyaratan Pelaksanaan

4.1. Pelaksana/Pemborong pekerjaan instalasi pemadam kebakaran harus memenuhi persyaratan yang telah diisyaratkan dalam persyaratan pelaksanaan pekerjaan mekanikal dan sudah berpengalaman dalam pekerjaan instalasi pemadam kebakaran. Selain itu Pelaksana/ Pemborong harus melaksanakan prosedure pelaksanaan sebagaimana Rencana Kerja, Pengajuan Material, Gambar Kerja, Prosedure Kerja, dan Ijin- ijin pelakasanaan, As-built drawing dan K3 dalam persyaratan pelaksanaan pekerjaan mekanikal.

4.2. Testing & Commisioning

Test & Commisioning dilakukan dengan uji coba 1 unit atau sebagian Alat Pemadam Kebakaran. Pada saat pelaksanaan diharapkan Pelaksana/Pemborong memberikan penjelasan operasi unit kepada pemakai gedung. Prosedure pelaksanaan Testing & Commisioning diajukan Pelaksana/Pemborong untuk mendapatkan persetujuan dari Pengawas Konsultan Manajemen Kontruksi.

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

Pasal D1.II. 4:

Jaminan dan Garansi

5.1. Jaminan Pekerjaan

a. Jaminan Pekerjaan merupakan jaminan pekerjaan instalasi pemadam kebakaran. Sehingga jaminan pekerjaan merupakan jaminan keandalan operational sistem plumbing dan Pekerjaan peralatan yang dipakai dalam sistem secara keseluruhan.

b. Pelaksana/Pemborong juga harus melaksanakan pekerjaan maintenance terhadap pekerjaan instalasi pemadam kebakaran, setelah serah terima pekerjaan selama minimal 6 bulan atau selama kurun waktu yang telah disepakati bersama berdasarkan peraturan pekerjaan proyek.

5.2. Garansi dan Spare Part

a. Garansi Material Alat Pemadam Kebakaran berlaku selama 1 tahun setelah serah terima unit.

b. Garansi Spare Part Alat Pemadam Kebakaran mengacu pada ketentuan garansi spare part yang telah dipasang.

5.3. Serah Terima Pekerjaan

a. Pekerjaaan instalasi pemadam kebakaran, dinyatakan selesai jika Pelaksana/Pemborong telah melaksanakan pemasangan instalasi, test dan telah beroperasi dengan baik sesual perencanaan awal.

b. Berita Acara Serah Terima Pekerjaan instalasi instalasi pemadam kebakaran, harus mendapat persetujuan Pengawas atau Managemen Kontruksi.

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

B AGI AN D2 PEKERJAAN PLUMBING

B

AB

D 2 . I

P

E K E R J AAN

P L UM BI N G

Pasal D2.I.1

Umum

1.1.

Lingkup Pekerjaan

a. Pekerjaan Plumbing yang dimaksud disini adalah pengadaaan dan pemasangan Instalasi Plumbing beserta peralatan dan alat- alat bantu pendukung instalasi plumbing.

b. Pekerjaan plumbing untuk proyek ini meliputi pekerjaan- pekerjaan sebagai berikut :

Pekerjaan Instalasi pipa

Pekerjaan Instalasi accesorises pipa

Pekerjaan pendukung instalasi pipa

Pekerjaan Pengecatan

1.2.

Pekerjaan yang Berhubungan

a. Pekerjaan Plumbing merupakan pekerjaan umum dalam pekerjaan mekanikal. Untuk itu spesifikasi pekerjaan ini berlaku juga untuk spesifikasi pekerjaan instalasi mekanikal lainnya.

b. Instalasi-instalasi pekerjaan mekanikal yang didalamnya terdapat pekerjaan plumbing untuk proyek ini adalah sebagai berikut :

Instalasi Sistem Air Bersih

Instalasi Sistem Air Bekas, Air Kotor, dan Air Hujan

c. Dalam melaksanakan pekerjaan plumbing, Pelaksana/Pemborong tetap memperhatikan pekerjaaan lain diluar pekerjaaan mekanikal. Untuk itu Pelaksana/Pemborong juga harus memperhatikan pekerjaan

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

yaitu :

Pekerjaan Elektrikal

Pekerjaan Structure

Pekerjaan Arsitek dan Interior

Pekerjaan Sipil dan Landscape

1.3. Standardisasi

Perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan plumbing mengacu pada standart-standart dan peraturan-peraturan yang telah berlaku, meliputi. :

SNI : Standart Nasional Indonesia

SNI 03 - 6481 - 2000, Sistem plumbing - 2000.

SNI 07-0242.1-2000, Spesifikasi Pipa Baja dilas dan tanpa sambungan dengan lapis hitam dan Galvanis pan as.

SNI 19-6782-2002, Tata Cara Pemasangan Besi Daktil dan Perlengkapannya.

SNI 03-7065-2005, Tata Cara Perencanaan Sistem Plumbing.

PPI

PDI : Plumbing and Drainage Institute

ASTM : American Society for Testing and Materials

:

Pedoman Plumbing Indonesia

ASME

:

American Society of Mechanical Engineers

JIS

:

Japanese Industrial Standart

DIN : Deutsches Institut fur Norm ung

Peraturan PAM daerah setempat

Peraturan Daerah setempat.

Pasal

D2.I.2:

Persyaratan Teknis

2.1. Persyaratan Teknis Sistem

a. Sistem Plumbing merupakan sistem perpipaan, tubing dan plumbing fixtures. Sistem ini banyak dijumpai dalam instalasi mekanikal gedung seperti halnya dalam instalasi air bersih dan air buangan/limbah gedung.

b. Namun dalam spesifikasi pekerjaan plumbing disini mensyaratkan spesifikasi pekerjaan perpipaan, peralatan terpasang dalam pipa (valves, strainer, dsb) dan pendukung

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

instalasi pipa. Untuk pekerjaan fixtures yang berkaitan dengan peralatan faucets, shower, floor drain, dan peralatan semacam lainnya disyaratkan dalam pekerjaan arsitek.

c. Jika ada termasuk dalam pekerjaan di proyek ini, mengenai pekerjaan peralatan yang berhubungan dengan fixtures seperti halnya heater, tanki air, dan sebagainya, akan disyaratkan secara khusus dalam bab tersendiri.

2.2. Persyaratan Material

a. Material Pipa :

Pipa Instalasi Air Bersih.

Galvanized Steel Pipe, Medium Class, 10 kg/cm2. Standard : SNI 0039-87/BS, 1387-67

Poly propylene pipe, PN.10 Class, 10 kg/cm2. Standard :

SNI

Pipa Instalasi Pipa Air Bekas, Air Kotor dan Air Hujan

Poly Vinyl Carbonat (PVC) Pipe, AW Class, 10 kg/cm2. Standard : SNI 06-0084-2002

Pipa Ventilasi Udara.- Air Bekas & Air Kotor

Poly Vinyl Carbonat (PVC) Pipe, D Class, 5 kg/cm2. Standard : SNI 06-0084-2002

b. Material Fittings :

Fitting Pipa Instalasi Air Bersih.

Untuk ukuran Ø 15 mm s/d 50 mm : Thread connection, Melleable Cast Iron, 16 kg/cm2. Standard :

SNI, ANSI.

Untuk ukuran Ø 65 mm s/d 300 mm : Flange connection, Steel Butt-Weld, 16 kg/cm2. Standard : SNI, ANSI.

Fitting Instalasi Pipa Air Bekas , Air Kotor dan Air Hujan.

Untuk ukuran Ø 15 mm s/d 50 mm : Injection Moulding connection, AW Class. 10 kg/cm2, Standard : SNI 06-01351989.

Untuk ukuran Ø 65 mm s/d 300 mm : Slip-on Ring Connection , AW Class , 10 kg/cm2, Standard : SNI 06-

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

0135-1989.

Fitting Instalasi Pipa Ventilasi udara- Air bekas & Air Kotor Poly Vinyl Carbonat (PVC) Pipe, AW Class, 5 kg/cm2. Standard : SNI 06-0135-1989

c. Material Valves dan peralatan di jalur pipa air bersih.

Gate Valves, Globe Valve, Check Valve dan Y- Strainer.

Thread

connection, Bronze, 10 kg/cm2. Standard : JIS 10 K.

Untuk ukuran Ø 65 mm s/d 300 mm : Flange connection, Melleable Cast Iron, 10 kg/cm2. Standard :

Untuk ukuran Ø 15 mm

s/d

50

mm

:

JIS 10 K.

Floating Valve

Untuk ukuran Ø 15 mm s/d 50 mm : BSPT Thread, Brass or Bronze, Working Pressure, min : 4 kg/cm 2 . Standard : JIS 10 K

Untuk ukuran Ø 65 mm s/d 300 mm : Flange connection, Brass or Bronze, 10 kg/cm2. Standard : JIS 10 K

Foot Valve ( with Strainer )

Untuk ukuran Ø 15 mm s/d 50 mm Thread Connection,

Bronze, Working Pressure, 10 kg/cm2. Standard : PN

10

Flange

connection, Cast Iron or Galvanized Steel 10 kg/cm2. Standard : PN 10

Untuk ukuran Ø 65

mm

s/d

300

mm

:

Flow Meter

Thread or Flange Connection, Magnetic Drive, Working Pressure : 10 kg/cm2

Flexible Joint

Thread or Flange Connection , Double Sphered, Rubber, Working Pressure : 10 kg/cm2

Pressure Gauge & Compound Gauge Casing Chrome Plated St., Size : 100 mm, Ranges : 0 -10

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

kg/cm2.

d. Hanger & Support

Hangers Rod, U-Bolt diameter :

Ukuran diameter steel rod dan ulir menyesuaikan diameter pipa yang akan di pasang dengan mengacu sebagai berikut :

 

Diameter Rod

Ukuran Pipa

 

& Ulir

Dia. < 2 1 / 2 "

6

mm/M 6

Ø 3" s/d 4"

8

mm/M 8

Dia4> Ø 5"

12 mm/M 12

Hangers :

Steel rod or Steel Band, Adjustable thread or turnbuckle, Swivel Ring or Steel Band or Split Ring.

Untuk pipa berisolasi memakai rubber lining

Supports:

Steel rod or Steel Band, Adjustable, U-bolt or flat strip steel with thread.

Untuk pipa berisolasi memakai rubber lining.

UNP and or L profile Steel.

Clamps :

Steel rod or Steel Strip Band, Adjustable, U-bolt or steel bend with thread.

Untuk pipa berisolasi memakai rubber lining.

UNP and or L profile Steel.

e. Kawat Las/Veld Electrode

Kawat Las untuk Mild Steel

High titania type covered electrode, Standard : AWS A5.1

E6013

Kawat Las untuk High tensile steel

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

High titania type covered a low hydrogen electrode, Standard : AWS A5.1 E7016.

f. Paint/ Cat

Cat Dasar

Oil paint type, Minyak Resin/Lena, Standard : SNI 06-0087-

1987

Cat Jadi

Oil paint type, Minyak Resin/Lena, Standard : SNI 06-0087-

1987

2.3. Persyaratan Pelaksanaan.

a. Pelaksana/Pemborong pekerjaan instalasi plumbing harus memenuhi persyaratan yang telah diisyaratkan dalam persyaratan pelaksanaan mekanikal dan sudah berpengalaman dalam pekerjaan instalasi plumbing. Selain itu Pelaksana/Pemborong harus melaksanakan prosedure pelaksanaan sebagaimana Rencana Kerja, Pengajuan Material, Gambar Kerja, Prosedure Kerja, dan Ijin- ijin pelakasanaan, As-built drawing dan K3 dalam persyaratan pelaksanaan pekerjaan mekanikal.

b. Pemasangan pipa dalam gedung.

Pemasangan Pipa pada ruang terbuka disini yang dimaksudkan adalah pemasangan pipa di atas plafon, dalam ruang pompa, ground tank, dan beberapa tempat dalam bangunan yang pada akhirnya nanti tidak tertutup dengan kontruksi lainnya. Beberapa ketentuan pemasangan pipa tersebut adalah sebagai berikut :

Pipa baja dan pipa PVC di pasang dalam ruang terbuka terdiri dari pipa tegak/vertikal yang biasanya terpasang dalam shaft atau dalam dinding dan pipa mendatar/horisontal yang sebagian besar terpasang di atas plafon atau di bawah lantai dan dalam tanah.

Pipa baja mendatar dan pipa tegak digantung, ditumpu, dan diclamp dengan penggantung dan penumpu yang dapat diatur (Adjustable) dengan jarak sesuai ketentuan sebagai berikut :

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

Ukuran Pipa

Jarak Hanger / Support

Dia. < 1"

1 m

Ø 1" s/d 1 1 / 2 "

2 m

Ø 2" s/d 3"

3 m

Ø 4" s/d 6"

4 m

Untuk pipa PVC mendatar dan pipa tegak digantung, ditumpu, dan diclamp dengan penggantung dan penumpu yang dapat diatur (Adjustable) dengan jarak sesuai ketentuan sebagai berikut:

Ukuran Pipa

Jarak Hanger / Support

Dia. 5 1"

0,7 m

Ø 1" s/d 1 1 / 2 "

1

m

Ø 2"

1,2m

Ø 2 1 / 2" s/d 5"

1,5 m

Pipa tegak dan mendatar di dalam tembok yang menuju fixture unit harus ditanam didalam tembok/lantai. Pelaksana harus membuat alur - alur lubang yang diperlukan pada tembok sesuai dengan kebutuhan pipa.

Untuk pipa yang menembus tembok, lantai , atap, atau kontruksi bangunan, maka perlu di pasang sleves mempunyai ukuran yang cukup dengan ketebalan minimum 0,2 cm dan memberikan kelonggaran kira- kira 1 cm pada masing-masing sisi di luar pipa ataupun isolasinya. Sleeves untuk dinding dibuat dari pipa baja bangunan yang mempunyai lapisan kedap air (Water Proofing). Sleeves tersebut harus khusus untuk penggunaan tersebut. Flens dari Sleeves tersebut harus menjadi satu atau diberi klem (Clamp) yang akan mengikat "Flashing Sleeves". Rongga antara pipa dan sleeves harus dibuat kedap air dengan mengisinya dengan gasket atau material lain yang kedap air.

Untuk pipa terpasang pada line yang sama, atau pipa bersebelahan dan pipa yang dekat dinding atau kontruksi

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

mati, maka jarak pipa ke pipa dan pipa ke dinding harus memenuhi jarak tertentu. Jarak tersebut untuk menghindari tumpang tindih pipa, mudahkan operasional dan pemeliharaan.

Semua pipa dari besi/baja yang dilapis harus dicat dasar/primer dan dicat finish dengan warna jenis instalasi pipa.

Pipa datar untuk instalasi air bekas, air kotor , vent dan air dipasang dengan kemiringan minimal 2% untuk pipa sampai dengan diameter 3" dan minimal 1% untuk pipa 4" atau ditentukan lain dalam gambar.

Sambungan pipa cabang pvc untu instalasi air bekas, air kotor dan air hujan menggunakan jenis Y (Tee-Y) , dan menggunakan jenis long sweep elbow belokan.

c. Pemasangan Pipa dalam tanah.

Pelaksanaan pemasangan pipa dalam tanah harus memperhatikan ketentuan sebagai berikut :

Pipa yang dipasang dan ditanam di bawah/di dalam tanah harus mempunyai kedalaman minimal 60 cm diukur dari pipa bagian atas sampai permukaan tanah. Dasar lubang galian harus cukup stabil dan rata sehingga seluruh panjang pipa terletak/tertumpu dengan dengan baik. Apabila dijumpai perletakan pipa melintasi jalan kendaraan karena dalamnya galian tidak memenuhi syarat (60 cm), maka pipa pada bagian pengurugan teratas harus pelindung berupa pipa besi dengan diameter diatas pipa terpasang atau dengan plat beton bertulang setebal 10 cm yang dipasang sedemikian rupa sehingga plat beton tidak bertumpu pada pipa.

Semua pipa dari besi/baja yang ditanam dalam tanah harus terisolasi rapi dengan karung goni dan dilapisi aspalt untuk mencegah/menhambat korosi dari luar.

Semua pipa yang akan ditutup/ditimbun dengan tanah, telah dilakukan test tekan dan desinfeksi terhadap pipa yang bersangkutan.

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

Untuk menjaga kestabilan posisi pipa, pada setiap belokan dan dekat fitting dipasang thrust block.

Penimbunan tanah dilakukan terlebih dahulu dengan pasir setebal 15 cm kemudian tanah asli atau urugan. Tanah timbunan selanjutnya dipadatkan disesuaikan dengan kekerasan tanah asli.

d. Test dan Commisioning.

Yang dimaksudkan dengan Test dan Commisioning disini adalah pengujian dan treatment terhadap instalasi pipa yang akan dipasang maupun yang sudah dipasang. Pengujian pipa dilaksnakan secara partial (bagian-per bagian) dan atau secara menyeluruh. Beberapa ketentuan pengujian pipa tersebut adalah sebagai berikut :

Pipa Air Bersih.

Setelah

perlen gkapann ya terpasang harus dilakukan pengujian dengan tekanan hidrolik sebesar 10-12 kg/cm selama 8 jam terus menerus tanpa terjadi penurunan tekanan.

semua

pipa

terpasang

dan

Pipa Fire Fighting

Setelah semua pipa terpasang dan perlengkapannya terpasang harus dilakukan pengujian dengan tekanan hidrolik sebesar 20 kg/cm selama 4 jam terus menerus tanpa terjadi penurunan tekanan.

Pipa Air Bekas, Air Kotor, Air Hujan, dan Ventilasi Udara

Untuk pipa air bekas, air kotor, air hujan, dan ventilasi udara dilakukan test genang dengan menyumbat semua ujung pipa dan menyediakan lubang yang tertinggi untuk pengisian air. Sistem tersebut harus menahan air yang diisikan minimum selama 2 jam tanpa terjadi penurunan air.

Desinfeksi.

Pelaksana harus melaksanakan disinfeksi dan pembilasan terhadap seluruh instalasi pipa air bersih. Disinfeksi dilakukan dengan cara.

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

Diisi larutan chlorine yang mengandung 50 ppm, dan dibiarkan selama 24 jam sebelum dibilas dan digunakan atau dipakai kembali.

Diisi larutan chlorine yang mengandung 200 ppm, dan dibiarkan selama 1 jam sebelum dibilas dan digunakan kembali.

Setelah 24 jam seluruh pipa tersebut harus dibilas dengan air bersih sehingga chlorine tidak lebih dari 0,2 ppm.

Pasal

D2.I.3:

Jaminan dan Garansi

3.1. Jaminan Pekerjaan.

a. Jaminan Pekerjaan berlaku untuk Material yang terpasang dalam pekerjaan. Pipa, Valves, dan material yang termasuk dalam pekerjaan plumbing harus berasal oleh Pabrik material tersebut atau agen resmi yang dtunjuk oleh pabrik tersebut. Pabrik dan atau agen resmi tersebut harus berdomisili di Indonesia.

b. Pelaksana/Pemborong juga harus melaksanakan pekerjaan maintenance terhadap pekerjaan plumbing setelah serah terima pekerjaan selama minimal 6 bulan atau selama kurun waktu yang telah disepakati bersama berdasarkan peraturan pekerjaan proyek.

3.2. Garansi dan Spare Part.

a. Selain itu suku cadang atau Spare Part untuk servis selama 1 (tahun) perawatan harus diserahkan sebagai pendukung kelengkapan serah terima pekerjaan.

b. Pelaksana/Pemborong harus menyerahkan Surat Jaminan "After Sales Service" dari agen tunggal atau dari distributor yang berdomisili di Indonesia yang ditunjuk oleh pabrik.

3.3. Serah Terima Pekerjaan.

a. Pekerjaaan plumbing merupakan bagian pekerjaan instalasi mekanikal. Untuk itu Serah Terima Pekerjaan berdasarkan instalasi yang bersangkutan secara menyeluruh.

b. Prosedur Serah Terima Pekerjaan Mekanikal harus

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

menyesuaikan

pekerjaan/proyek ini.

dengan

peraturan

yang

berlaku

di

B

AB

D 2 . I I

P

E K E R J AAN

I N S T AL AS I

AI R

B E R S I H

Pasal

D2.II.1:

Umum

1.1. Lingkup Pekerjaan

a. Pekerjaan Instalasi Air Bersih yang dimaksudkan disini adalah pengadaaan dan pemasangan peralatan alat bersih dan alat-alat bantu pendukung instalasi, dari sumber air, penampung air, dan distribusi air sampai pengguna air bersih.

b. Pekerjaan Instalasi Air Bersih dalam proyek ini meliputi pekerjaan-pekerjaan sebagai berikut :

Pekerjaan Instalasi Sumur

Pekerjaan Instalasi Pompa

Pekerjaan Instalasi Tanki Air Bersih

Pekerjaan Instalasi PDAM

Pekerjaan Plumbing

1.2. Pekerjaan yang Berhubungan

a. Spesifikasi pekerjaan instalasi air bersih sebagian sudah disyaratkan dalam perkerjaan plumbing . Dalam bab ini Iebih banyak mengisyaratkan spesifikasi pekerjaan sistem dalam instalasi air bersih.

b. Dalam melaksanakan pekerjaan instalasi air bersih, Pelaksana/Pemborong tetap memperhatikan pekerjaaan lain diluar pekerjaaan mekanikal. Untuk itu Pelaksana/ Pemborong juga harus memperhatikan pekerjaan yaitu :

Pekerjaan Elektrikal.

Pekerjaan Structure.

Pekerjaan Arsitek dan Interior.

Pekerjaan Sipil dan Landscape.

1.3. Standardisasi

Perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan instalasi air bersih

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

mengacu pada standart-standart dan peraturan-peraturan yang telah berlaku, meliputi. :

SNI: Standart Nasional Indonesia

PPI: Pedoman Plumbing Indonesia

PDI: Plumbing and Drainage Institute

Peraturan PAM daerah setempat

Peraturan Daerah setempat

Pasal

D2.II.2:

Persyaratan Teknis

2.1. Persyaratan Teknis Sistem

a. Sistem Instalasi Air Bersih merupakan sistem penyediaan air bersih, penampung air bersih, distribusi air bersih dan plumbing fixtures.

b. Air bersih berasal dari air PDAM dan atau sumur dangkal dan atau sumur dalam. Air yang berasal dari PDAM akan masuk langsung ke dalam Ground Tank. Untuk air dari sumur dangkal atau sumur dalam, air bersih ditransfer untuk ditampung ke Ground Tank dengan menggunakan pompa jet pump atau memakai pompa deep well.

c. Sebelum masuk Ground Tank Air sumur melewati Sand Filter dan Carbon Filter untuk pengolahan air sumur menjadi air bersih.

d. Selanjutnya air bersih dari Ground Tank di transfer ke Tower Tank dengan menggunakan Lifting Pump.

e. Dari Tower Tank air selanjutnya didistribusikan secara gravitasi melalui pipa tegak dalam shaft dan datar ke plumbing fixture di Toilet dan Pantry unit hunian.

2.2. Persyaratan Material

a. Material Instalasi Plumbing. Material yang dipakai instalasi plumbing : pipa, valves, peralatan pada jalur pipa, hanger dan support, dan material pendukung lainnya disyaratkan dalam pekerjaan plumbing.

b. Material Tanki Air Bersih. Spesifikasi Material tanki-tanki air bersih yang dipakai dalam perkerjaan instlasi air bersih disyaratkan dalam

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

bab pekerjaan tanki.

c. Material Pompa Air Bersih. Spesifikasi Material pompa-pompa yang dipakai dalam perkerjaan instalasi air bersih disyaratkan dalam bab pekerjaan pompa.

2.3. Persyaratan Pelaksanaan

 

a.

Pekerjaan instalasi air bersih adalah pekerjaan suatu sistem. Untuk itu pelaksana harus memenuhi persyaratan spesifikasi pekerjaan mekanikal, pekerjaan plumbing, pekerjaan sumur, pekerjaan pompa, pekerjaan tanki, dan sebagainya yang telah disyaratkan pada bab-bab yang bersangkutan.

b.

Persyaratan administrasi dan prosedur pelaksanaan diisyaratkan dalam bab pekerjaan mekanikal. Persyaratan teknis diisyaratkan dalam bab-bab yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut.

c.

Sebelum melaksanakan Test & Commisioning terhadap instalasi sistem air bersih, Kontraktor harus telah melaksanakan partial test terhadap instalasi plumbing, pompa air bersih, tanki air bersih, dan peralatan lainnya dalam instalasi air bersih.

d.

Test dan Commisioning instalasi air bersih merupakan test & commisioning suatu sistem. Pekerjaan ini bisa berfungsi sebagai running-test suatu rangkaian sistem. Pelaksanaan test bisa di bagi beberapa bagian menurut fungsi sistem.

Pasal

D2.II.3:

Jaminan dan Garansi

3.1. Jaminan Pekerjaan

a. Jaminan Pekerjaan merupakan jaminan pekerjaan instalasi sistem air bersih. Sehingga jaminan pekerjaan merupakan jaminan keandalan operational sistem dan material peralatan yang dipakai.

b. Pelaksana/Pemborong juga harus melaksanakan pekerjaan maintenance terhadap pekerjaan instalasi air bersih setelah serah terima pekerjaan selama minimal 6 bulan atau selama kurun waktu yang telah disepakati bersama berdasarkan peraturan pekerjaan proyek.

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

3.2. Garansi dan Spare Part

a. Garansi instalasi air berlaku terhadap unit-unit terpasang dalam instalasi sistem ini dengan masa garansi selama 1 tahun setelah serah terima unit.

b. Garansi Spare Part unit terpasang dalam instalasi air bersih menagacu pada ketentuan garansi spare part yang terkait.

3.3. Serah Terima Pekerjaan

a. Pekerjaaan instalasi air bersih dinyatakan selesai jika Pelaksana/Pemborong telah melaksanakan pemasangan instalasi dan telah beroperasi dengan baik sesuai perencanaan awal.

b. Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Instalasi Air bersih harus mendapat persetujuan Pengawas atau Managemen Kontruksi.

B

AB

D 2 . III

P

E K E R J AAN

I N S T AL AS I

AI R

L I M B AH

G E D U N G

Pasal D2.III. 1:

Umum

1.1.Lingkup Pekerjaan

a. Pekerjaan Instalasi Air Limbah Gedung yang dimaksudkan disini adalah pengadaaan dan pemasangan peralatan untuk instalasi air bekas, instalasi air kotor dan air hujan.

b. Pekerjaan Instalasi Air Limbah Gedung dalam proyek ini meliputi pekerjaan-pekerjaan sebagai berikut :

Pekerjaan Instalasi Plumbing

Pekerjaan Instalasi Unit Pengolah Limbah

c. Pekerjaan yang berkaitan dengan Air Limbah yang tercampur larutan disyaratkan dalam pekerjaan neutralizing Plant.

1.2.Pekerjaan yang Berhubungan

a. Spesifikasi pekerjaan instalasi air limbah gedung sebagian

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

besar sudah disyaratkan dalam perkerjaan plumbing. Dalam bab ini lebih banyak mengisyaratkan spesifikasi pekerjaan sistem dalam instalasi air limbah gedung.

b. Dalam melaksanakan pekerjaan instalasi air limbah gedung, Pelaksana/Pemborong tetap memperhatikan pekerjaaan lain diluar pekerjaan mekanikal. Untuk itu Pelaksana/Pemborong juga harus memperhatikan pekerjaan yaitu :

Pekerjaan Elektrikal

Pekerjaan Structure

Pekerjaan Arsitek dan Interior

Pekerjaan Sipil dan Landscape

1.3.Standardisasi

Perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan air limbah gedung mengacu pada standart-standart dan peraturan-peraturan yang telah berlaku, meliputi. :

SNI: Standart Nasional Indonesia.

PPI: Pedoman Plumbing Indonesia.

PDI: Plumbing and Drainage Institute.

Keputusan Mentri Lingkungan Hidup.

Peraturan PAM daerah setempat.

Peraturan Daerah setempat.

Pasal D2.III.2 : Persyaratan Teknis

2.1.Persyaratan Teknis Sistem

a. Instalasi Sistem Air Bekas merupakan sistem penyaluran air buangan yang berasal dari air buangan floor drain dan sink di toilet maupun pantry melewati pipa datar dan pipa tegak menuju saluran gedung/kawasan/kota atau ke unit pengolahan limbah.

b. Instalasi Sistem Air Kotor merupakan sistem penyaluran air buangan yang berasal dari air buangan closet dan urinal di toilet melewati pipa datar dan pipa tegak menuju ke unit pengolahan limbah.

c. Instalasi Sistem Air Hujan merupakan sistem penyaluran air hujan yang berasal dari atap gedung, dan atau tempias hujan di balkon melewati pipa datar dan pipa tegak menuju ke

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

saluran gedung/kawasan/kota atau ke unit pengolahan limbah.

d. Instalasi Sistem Pengolah Air Limbah merupakan sistem pengolah air limbah yang berasal dari gedung kemudian diolah Unit Pengolah Air Limbah sehingga air keluar menuju ke saluran gedung/kawasan/kota memenuhi persyaratan/ketentuan air limbah.

2.2.Persyaratan Material

a. Material Instalasi Pipa Air Bekas, Air Kotor ,Air Hujan dan Ventilasi

Material yang dipakai instalasi plumbing pipa, valves, peralatan pada jalur pipa, hanger dan support, dan material pendukung lainnya disyaratkan dalam pekerjaan plumbing.

b. Material Fixtures

Spesifikasi Material Fixtures disyaratkan dalam pekerjaan architecture kecuali roof drain dan clean-out. Adapun spesifikasi kedua material tersebut sebagai berikut :

Roof Drain.

: Cast Iron.

Material

: sesuai gambar rencana.

Ukuran

Clean Out (dalam Gedung).

: Cast Iron , Stainless Steel cover.

Material

: sesuai gambar rencana.

Ukuran

Clean Out (luar gedung).

: Cast Iron.

Material

: sesuai gambar rencana.

Ukuran

c. Material Pengolah Limbah

Spesifikasi Material unit pengolah limbah yang dipakai dalam perkerjaan instalasi air limbah gedung ini disyaratkan dalam bab pekerjaan pengolah limbah.

2.3.Persyaratan Pelaksanaan.

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

a. Pekerjaan instalasi air limbah gedung adalah pekerjaan suatu sistem. Untuk itu pelaksana harus memenuhi persyaratan spesifikasi pekerjaan mekanikal, pekerjaan plumbing, pekerjaan pengolah limbah, dan pekerjaan pompa yang telah disyaratkan pada bab-bab yang bersangkutan.

b. Persyaratan administrasi dan prosedur pelaksanaan pekerjaan ini diisyaratkan dalam bab pekerjaan mekanikal.

c. Pemasangan Roof Drain dan Clean Out.

Roof Drain

Posisi Roof Drain di beberapa posisi atap beton atau talang beton mengikuti gambar rencana, dengan memperhatikan posisi bawah atap (biasanya balok stucture) sehingga tidak merusak structur utama gedung. Roof Drain dipasang menikuti pentunjuk dalam detail gambar rencana. Pemasangan dilakukan dengan cermat dan baik sehingga tidak mengakibatkan kebocoran pada atap gedung.

Clean Out

Posisi Clean Out yang berada di dalam gedung, mengikuti gambar rencana dengan memperhatikan tata letak dalam ruangan dan tidak mengganggu aktifitas pengguna gedung. Clean Out dipasang sebagaimana di tunjukkan dalam detail gambar rencana. Pemasangan Clean Out di luar gedung diletak pada bak kontrol khusus atau concrete block, sehingga aman terhadap aktifitas pengguna.

d. Testing & Commisioning terhadap instalasi sistem air bekas, air kotor, dan air hujan, terdiri testing terhadap instalasi plumbing dan instalasi pengolah limbah. Spesifikasi pelaksanaan pekerjaan testing disyaratkan dalam pekerjaan plumbing. Testing dan Commisioning instalasi pengolah Limbah disyaratkan dalam pekerjaan pengolah limbah.

Pasal D2.III.3:

Jaminan dan Garansi

3.1.Jaminan Pekerjaan

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

a. Jaminan Pekerjaan merupakan jaminan pekerjaan instalasi sistem air bekas, air kotor, dan air hujan. Sehingga jaminan pekerjaan merupakan jaminan keandalan operational sistem plumbing dan material peralatan yang dipakai dalam sistem secara keseluruhan.

b. Pelaksana/Pemborong juga harus melaksanakan pekerjaan maintenance terhadap pekerjaan instalasi sistem air bekas, air kotor, dan air hujan, setelah serah terima pekerjaan selama minimal 6 bulan atau selama kurun waktu yang telah disepakati bersama berdasarkan peraturan pekerjaan proyek.

3.2.Garansi dan Spare Part

a. Garansi instalasi air berlaku terhadap unit-unit terpasang dalam instalasi sistem ini dengan masa garansi selama 1 tahun setelah serah terima unit.

b. Garansi Spare Part unit terpasang dalam instalasi air Limbah gedung mengacu pada ketentuan garansi spare part yang terkait.

3.3.Serah Terima Pekerjaan

a. Pekerjaaan instalasi sistem air bekas, air kotor, dan air hujan, dinyatakan selesai jika Pelaksana/Pemborong telah melaksanakan pemasangan instalasi, test dan telah beroperasi dengan baik sesuai perencanaan awal.

b. Berita Acara Serah Terima Pekerjaan instalasi sistem air bekas, air kotor, dan air hujan, harus mendapat persetujuan Pengawas atau Managemen Kontruksi.

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

B

AB

D 2 . I V

P

E K E R J AAN

T AN K I

AI R

B E R S I H

Pasal D2.IV.1:

Umum

1.1.Lingkup Pekerjaan

a. Pekerjaan Tanki Air Bersih yang dimaksudkan disini adalah pengadaaan dan pemasangan Tanki yang dipakai untuk penampungan air bersih yaitu Tanki bawah (Ground Tank) dan Tanki Atas (Tower Tank) beserta peralatan dan alat-alat bantu pendukung instalasi.

b. Pekerjaan Tanki Air Bersih yang dimaksudkan disini hanya berlaku pada tanki fiber. Sedang spesifikasi detail pekerjaan instalasi tanki beton (concrete) dijelaskan dalam bab pekerjaan structure.

1.2.Pekerjaan yang Berhubungan

a. Didalam melaksanakan Pekerjaan Instalasi Tanki Air Bersih, Pengawas/Pemborong harus juga memperhatikan pekerjaan mekanikal yang berhunbungan dengan instalasi plumbing dan sistem air bersih.

b. Selain itu Pengawas/Pemborong juga harus memperhatikan pekerjaan lain yang terkait diluar Pekerjaan Mekanikal, yaitu :

Pekerjaan Elektrikal.

Pekerjaan Structure.

Pekerjaan Arsitek dan Interior.

Pekerjaan Sipil dan Landscape.

1.3.Standardisasi

Perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan tanki air bersih mengacu pada standart-standart dan peraturan-peraturan yang telah berlaku, meliputi. :

SNI : Standart Nasional Indonesia

Petunjuk pemasangan unit dari pabrikan.

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

Pasal D2.IV. 2:

Persyaratan Teknis

2.1. Persyaratan Teknis Sistem

a. Tanki Bawah (Ground Tank) dipakai tanki penampung air bersih dari air baku yang berasal dari air PDAM dan atau air sumur dangkal dan atau air sumur dalam diletakkan di bawah/samping gedung di atas tanah. Sedang Tanki Atas dipakai sebagai tanki penampung air bersih sebelum didistribusikan ke pemakai, diletakkan diatas Roof dan atau Tower.

b. Berkaitan dengan fungsi tersebut, selain pipa inlet dan pipaoutlet, maka tanki di fasilitasi dengan pipa by pass, pipa overflow, pipa drain, pipa ventilasi, ladder (internal dan external) dan peralatan bantu lainnya untuk mempermudah operasi dan maintenance tanki

c. Selain fungsi tanki sebagai tanki penampungan air bersih, juga di pergunakan sebagai perletakan fungsi kontrol operasi pompa berkaitan dengan penempatan floating valve untuk penutupan aliran air masuk dan atau elektrode yang terendam dalam air

2.2. Persyaratan Material

a. Material Tanki Ground Tank

Spesifikasi pekerjaan ini disyaratkan dalam pekerjaan structure. Beberapa hal yang berkaitan dengan pekerjaan mekanikal adalah sebagai berikut.

Material: Concrete , underground.

Kapasitas: sesuai schedule

Service: Manhole, Ladder, pipe outlet, pipe inlet, bypass pipe, and venting pipe.

b. Material Tanki Roof Tank atau Tower Tank

Roof/Tower Tank Type 1.

Thickness

Kapasitas

Pipe Connection

Service

Material

: Fiberglass.

: sesuai ketentuan pabrikan

: sesuai schedule

: Flange connection

: Manhole, Ladder, pipe outlet, pipe

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

inlet, drain pipe, overflow pipe, bypass pipe, and venting pipe.

Structure Support : sesuai ketentuan pabrikan

Base Frame

Foundation

: Steel Structure (UNP profile)

: Concrete Structure

2.3. Persyaratan Pelaksanaan

a. Pelaksana/Pemborong pekerjaan instalasi tanki air bersih harus memenuhi persyaratan yang telah diisyaratkan dalam persyaratan pelaksanaan pekerjaan mekanikal dan sudah berpengalaman dalam pekerjaan instalasi tanki air bersih sejenis. Selain itu Pelaksana/Pemborong harus melaksanakan prosedure pelaksanaan sebagaimana Rencana Kerja, Pengajuan Material, Gambar Kerja, Prosedure Kerja, dan Ijin- ijin pelakasanaan, As-built drawing dan K3 dalam persyaratan pelaksanaan pekerjaan mekanikal.

b. Pemasangan Tanki Air Bersih

Pemasangan Tanki mengikuti prosedur pemasangan dari pabrikan. Pengawas/Pemborong mengajukan prosedur untuk mendapat persetujuan dari Pengawas atau Management Kontruksi sebagai pedoman pelaksanaan di lapangan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan tanki adalah sebagai berikut :

Tanki Fiber duduk pada base frame dan atau pondasi tanki dalam posisi rata dan pada level yang sama.

Pipa terpasang di tanki.dengan posisi disesuaikan dengan gambar rencana. Untuk ground tank terbuat dari Concrete, posisi pipa harus di tetapkan secara pasti, untuk pemasangan sleeve pipa saat pembuatan tanki.

Pipa ventilasi dipasang pada bagian atap tanki. Ukuran dan jumlah pipa ventilasi disesuaikan dengan kapasitas tanki.

Untuk tanki FRP (Fiberglass Reinforced Panel), tangga (ladder) terdiri dari tangga internal dan external. Kedua tangga (Ladder) dipasang mendekati manhole. Hal ini untuk memudahkan pelaksanaan operasional dan monitoring tanki.

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

Kabel Elektrode dipasang di dalam konduit atau ladder tertutup, untuk menjaga keamanan dan keselamatan operator diletakkan pada tanki tanpa menggangu operasional diletakan tanki. Sedang elektode dipasang dekat ladder untuk memudahkan setting dan operasional elektrode.

Pelaksana/Kontraktor bertanggung-jawab atas pelaksanaan teknis di lapangan terhadap semua penyambungan (tapping) peralatan pendukung diatas dan pemasangan material yang melekat di tanki terhadap resiko kebocoran.

c. Test dan Cominisioning

Pelaksanan Test dan Cominisioning dilakukan pada setiap tanki tanki air bersih secara individual.

Pipa outlet, pipa by pass, pipa drain dan pipa overflow terlebih dahulu ditutup rapat dengan menggunakan blind flange atau dop.

Test dan Cominisioning dilakukan pada mengisi air bersih ke dalam tanki sampai penuh (kapasitas maximal tanki) dan air tergenang selama 24 jam tanpa terjadi penurunan level air dalam tanki.

Pelaksana/Pemborong harus melaksanakan disinfeksi dan pembilasan terhadap tanki air bersih dengan larutan chlorine yaitu :

Diisi larutan chlorine yang mengandung 50 ppm, dan dibiarkan selama 24 jam sebelum dibilas dan digunakan atau dipakai kembali.

Diisi larutan chlorine yang mengandung 200 ppm, dan dibiarkan selama 1 jam sebelum dibilas dan digunakan kembali.

Setelah 24 jam seluruh pipa tersebut harus dibilas dengan air bersih sehingga chlorine tidak lebih dari 0,2 ppm.

Pasal D2.IV.3 : Jaminan dan Garansi

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

3.1.Jaminan Pekerjaan

a. Jaminan Pekerjaan berlaku untuk Material yang terpasang dalam pekerjaan. Material harus berasal oleh Pabrik untuk merek material atau agen resmi yang dtunjuk oleh pabrik tersebut. Pabrik dan atau agen resmi tersebut harus berdomisili di Indonesia.

b. Pelaksana/Pemborong harus menjamin keseluruhan pekerjaan instalasi tanki mekanik beserta peralatan pendukungnya. Jaminan ini tertuang dalam Berita Acara Jaminan Pekerjaan yang disetujui oleh Pengawas atau Managemen Kontruksi.

c. Pelaksana/Pemborong juga harus melaksanakan pekerjaan maintenance terhadap peralatan utama dan peralatan pembantu sistem instalasi tanki setelah serah terima pekerjaan selama minimal 6 bulan atau selama kurun waktu yang telah disepakati bersama berdasarkan peraturan pekerjaan proyek:

3.2.Garansi dan Spare Part

a. Pelaksana/Pemborong harus menyerahkan Garansi Tanki Air Bersih dan peralatan bantu selama 1 tahun yang diberikan oleh penyedia/supplier material pendukung lainnya kelengkapan dokumen serah terima pekerjaan.

b. Pelaksana harus menyerahkan Surat Jaminan "After Sales Service" dari agen tunggal atau dari distributor yang berdomisili di Indonesia yang ditunjuk oleh pabrik.

3.3.Serah Terima Pekerjaan

a. Serah Terima Pekerjaan instalasi Tanki Air Bersih merupakan bagian dari Serah Terima Pekerjaan Mekanikal secara keseluruhan di pekerjaan/proyek ini. Prosedur Serah Terima Pekerjaan Mekanikal h a ru s m e n ye s u a ik a n dengan peraturan yang berlaku di pekerjaan/proyek ini.

b. Pelaksana/Pemborong harus membuat Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Tanki Air Bersih dengan persetujuan Pengawas Mekanikal atau Managemen Kontruksi.

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

B

AB

D 2 . V

P

E K E R J AAN

P O M P A

AI R

B E R S I H

Pasal D2.V.1:

Umum

1.1.Lingkup Pekerjaan

a. Pekerjaan Pompa Air yang dimaksudkan disini adalah pengadaaan dan pemasangan pompa beserta peralatan pendukungnya yang dipakai untuk transfer dan atau distribusi air bersih dan atau air bekas.

b. Lingkup Pekerjaan Pompa Air terdiri dari Pekerjaan Pompa Air Bersih dan Pekerjaan Air Limbah yang mengacu pada perancangan sebagaimana diterangkan dalam gambar rencana. Pekerjaan Pompa Air Bersih itu meliputi pekerjaaan Deep Well Pump, Lifting Pump, dan Pompa Kuras.

1.2.Pekerjaan yang Berhubungan

a. Didalam melaksanakan Pekerjaan Pompa Air, Pengawas/Pemborong harus juga memperhatikan pekerjaan mekanikal yang berhubungan dengan instalasi plumbing, instalasi air bersih dan instalasi air limbah.

b. Selain itu Pengawas/Pemborong juga harus memperhatikan pekerjaan lain yang terkait diluar Pekerjaan Mekanikal, yaitu :

Pekerjaan Elektrikal.

Pekerjaan Structure.

Pekerjaan Arsitek dan Interior.

Pekerjaan Sipil dan Landscape.

1.3.Standardisasi

Perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan tanki air bersih mengacu pada standart-standart dan peraturan-peraturan yang telah berlaku, meliputi. :

SN I : Standart Nasional Indonesia.

Petunjuk pemasangan unit dari pabrikan.

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

Pasal

D2.V.2 :

Persyaratan Teknis

2.1. Persyaratan Teknis Sistem

a. Pompa Sumur Dalam atau Deep Well Pump akan mentransfer air bersih yang berasal dari air tanah sumur dalam ke tanki penampung air bersih. Operasi pompa secara tunggal (single operation) dan dapat dioperasikan manual ataupun otomatis. Operasi pompa secara otomatis dikendalikan terhadap sisi isap dan sisi keluaran pompa dengan menggunakan sistem water level control.

Pada sisi isap pompa : Pompa akan "off” jika posisi air di sumur dibawah "low level" elektrode, dan pompa akan "on" setelah air mencapai posisi "high level" elektrode.

Pada sisi keluaran pompa : Pompa akan "on" jika posisi air di tanki dibawah "low level" elektrode, dan pompa akan "off" setelah air mencapai posisi "high level" elektrode.

b. Pompa Angkat atau Lifting Pump akan memindahkan air bersih dari Tanki Bawah (Ground Tank) ke Tanki Atas ( Roof Tank atau Tower Tank). Operasi pemindahan air oleh dua atau lebih pompa, dengan operasi tunggal bergantian (single alternate

system) atau operasi ganda/multi bersamaan (paralel alternate operation). Selain itu pompa juga dapat dioperasikan bisa secara

Operasi pompa secara otomatis

dikendalikan terhadap sisi isap dan sisi keluaran pompa dengan menggunakan sistem water level control.

Pada sisi isap pompa : Pompa akan "off' jika posisi air di Tanki Bawah dibawah "low level" elektrode, dan pompa akan "on" setelah air mencapai posisi "high level" elektrode.

Pada sisi keluaran pompa : Pompa akan "on" jika posisi air di Tanki Atas dibawah "low level" elektrode, dan pompa akan "off' setelah air mencapai posisi "high level" elektrode.

manual dan otomatis

c. Air bersih dari Tower Tank didistribusikan ke gedung secara gravitasi, melalui pipa distribusi yang dipasang melingkar (ring system).

d. Pompa Kuras dipergunakan saat pengurasan ground tank dioperasikan secara manual. Pengurasan dilakukan per kompartemen untuk keperluan maintenance.

e. Sedang

Effluent

Pump

dipakai

secara

khusus

untuk

membuang

air

hasil

pengolahan

limbah

ke

saluran

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

terdekat. Operasi pompa bisa secara manual dan otomatis. Operasi pompa secara otomatis dikendalikan terhadap sisi isap pompa dengan menggunakan sistem water level control.

Pada sisi isap pompa : Pompa akan "off’ jika posisi air buangan di Bak atau Chamber dibawah "low level" elektrode, dan pompa akan "on" setelah air mencapai posisi "high level" elektrode.

f.

Sistem operasi tunggal bergantian (single alternate system) yaitu sistem operasi dua (2) pompa, dimana Pompa #1 "on", dan Pompa #2 "off / stand by". Setelah pompa #1 "off karena kontrol otomatis water level kontrol, untuk operasi pompa periode berikutnya Pompa #2 "on" dan Pompa #1 "off / stand by". Demikian seterusnya.

g.

Sistem operasi ganda/multi bersamaan (paralel alternate operation), dimana Pompa #1 "on" dan Pompa #2 "off / stand by". Jika pada sistem keluaran pompa pemakaian air lebih banyak , maka pompa Pompa #2 "on" bersamaan dengan Pompa #1. Untuk periode berikutnya terlebih dahulu Pompa #2 "on" dan Pompa #1 "off / stand by". Jika pada sistem keluaran pompa pemakaian air lebih banyak , maka pompa Pompa #1 "on" bersamaan dengan Pompa #2. Demikian seterusnya.

2.2.

Persyaratan Material

a. Persyaratan umum Material Pompa

Semua bahan/material pompa air harus cocok untuk kondisi operasi dalam ruangan (Indoor) dengan temperatur 29 ° C sampai 33 ° C dan relatif humidity 70%- 80%. Demikian juga Motor Listrik penggerak pompa harus diambil dari jenis 'Tropicalized".

Pada setiap set pompa mempunyai identifikasi peralatan dapat dilihat dari luar yang menerangkan :

Merk, Type , Nomor Series , dan Nama Pabrikan Pompa.

Merk, Type , Nomor Series , dan Nama Pabrikan Motor Penggerak

Kapasitas, Total Head, dan Putaran (rpm) Pompa dan Motor

Daya, Voltase, Phase, dan Frequensi Motor Listrik.

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

Untuk setiap pompa juga harus dilengkapi dengan dokumen-dokumen pelengkap unit sebagai berikut :

Sertifikat Garansi dan Performance pompa dari pabrik.

Brosure , Spesifikasi Teknis dan Grafik karakteristik pompa.

Buku Pedoman perawatan dan pengoperasian pompa.

Sertifikat keaslian unit dari manufacturer (untuk barang impor) berikut nomor seri pembuatannya.

Pernyataan bahwa peralatan tersebut adalah dalam keaadaan baru (Brand New).

Pelaksana/Kontraktor harus membuat Prosedur Operasi Pompa terbuat dari kertas terlaminating, yang ditempel dekat Panel Pompa. Identidikasi juga diberikan pada Panel Pompa dan Monitoring Control untuk memudahkan monitoring dan operasional pompa.

b. Lifting Pump

Type

Material

Structure

Kapasitas/Head

Driver

Power Source

Ancilaries Equip.

Panel Control

Operasi

Operasi Otomatis

: Multistage Centrifugal Pump.

: Cast Iron Casing, Bronze Impeller, Stainless steel shaft.

: Volute casing, Closed Impeller, Gland Packing.

: sesuai schedule.

: Electric Motor, Stainless shaft, Self lubricaton, Fan Cooling, Overheat protector.

: 380 V/ 3 phase/ 50 Hz.

: Common Based Blate, Coupling set & coupling Guard,Vibration Absorber, Anchor Bolt, dan peralatan lainnya sesuai standart pabrikan.

: Belum termasuk dalam

, sistem operasi pompa menyesuaikan schedule (single/alternate operation, paralel/altemate operation).

dengan operasi

pekerjaan

: Manual dan Otomatis.

: Water Level Control System

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

c. Pompa Kuras

Terhadap sisi isap (Ground Tank) dan sisi keluaran (Roof Tank).

Type

Material

Kapasitas/Head

Operasi

Ancilaries Equip.

: Submersible Pump

: Cast Iron Casing, Bronze Impeller, Stainless steel shaft.

: sesuai schedule : Manual

: sesuai pabrikan

2.3. Persyaratan Pelaksanaan

a. Pelaksana/Pemborong pekerjaan instalasi pompa air harus memenuhi persyaratan yang telah diisyaratkan dalam persyaratan pelaksanaan pekerjaan mekanikal dan sudah berpengalaman dalam pekerjaan instalasi pompa air sejenis. Selain itu Pelaksana/Pemborong harus melaksanakan prosedure pelaksanaan sebagaimana Rencana Kerja, Pengajuan Material, Gambar Kerja, Prosedure Kerja, dan ijin- ijin pelakasanaan, As-built drawing dan K3 sesuai dalam persyaratan pelaksanaan pekerjaan mekanikal.

b. Pekerjaan Lifting Pump

Pekerjaaan Lifting Pump Pump meliputi pekerjaan pengadaan dan pemasangan pompa, instalasi pipa, kontrol panel, kabel power, kabel kontrol beserta peralatan pendukung instalasi.

Pompa dipasang diatas pondasi dengan ketinggian minimal ±100 mm, dari lantai. Pompa Lifting berada dalam Rumah Pompa atau ruang khusus yang berdekatan dengan Ground Tank.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan pompa ini adalah sebagai berikut :

Pompa beserta motor penggerak berada pada base plate pabrikan, dimounting bersamaan dengan vibration mounting pada base frame (UNP 100 Profile Steel/sejenis) untuk memudahkan setting dan adjusting (centering dan leveling) posisi pompa. Selanjutnya base frame difix-kan ke pondasi dengan menggunakan dyna bolt. Posisi terpasang dalam posisi rata dan selevel.

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

Pipe suction dan pipa discharge terpasang pada support/clamp sehingga pompa tidak terbebani dengan berat pipa atau gaya pada pipa.

Panel Kontrol Pompa dibuat oleh pabrikan, sesuai dengan sistem operasional pompa.

Pondasi Pompa adalah pondasi block (block foundation), merupakan kontruksi pondasi beton bertulang yang mempunyai berat minimal 2 x berat pompa.

Spesifikasi pemasangan Panel Kontrol, Kabel Daya dan Kabel Kontrol disyaratkan dalam pekerjaan eletrikal.

Panel Kontrol di pasang di dinding Rumah Pompa, pada posisi dekat dengan pompa dan mudah dioperasikan oleh operator.

Kabel Daya di sambung ke Panel Pompa berasal dari Panel Daya di Ruang Pompa atau dari bangunan terdekat.

Sedang Kabel Kontrol disambung dari Panel Pompa ke elektrode di dalam Ground Tank dan di dalam Roof Tank. Posisi elektrode "low level limit" terpasang pada jarak ± 300 mm diatas ujung pipa isap pompa, sedang elektrode "high level limit" terpasang di bawah muka air tertinggi dalam Ground Tank. Sedangkan posisi elektrode atas/"high level limit" dalam Roof Tank berada dibawah (±50 mm) pipa overflow, dan elektrode tengah/"Iow level limit" dipasang menyesuaikan waktu operasi pompa dan penggunaan air bersih harian.

c. Pekerjaan Pompa Kuras

Pompa Kuras merupakan pompa portable. Pekerjaan Pompa ini meliputi pekerjaan pengadaan dan pemasangan pompa, instalasi pipa atau flexible pipe/hose, kabel power, beserta peralatan pendukung instalasi.

Pompa dilengkapi dengan dudukan pompa yang terinstal dibawah pompa dan screen yang melindungi impeler dari material yang kemungkinan terhisap saat pegurasan.

d. Test dan Cominisioning

Pelaksanan Test dan Cominisioning dilakukan pada setiap jenis pompa yang terpasang, disesuiakan dengan

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

keperluaan sistem operasi yang direncanakan.

Sebelum dilaksankan test dan cominisioning, Pelaksana/Kontraktor harus sudah melaksanakan pekerjaan test dan cominisioning untuk instalasi pendukung yaitu :

Pipa Suction dan Pipa Discharge, beserta pipa distribusinya harus sudah ditest dan sudah terpasang dengan baik dan tidak bocor.

Semua Kabel Power dan Kabel Kontrol harus di test (merger) untuk memberikan kepastian ketahanan isolasi dan kebocoran arus. Spesifikasi pelaksanaan tes ini diisyaratkan pada pekerjaan mekanikal.

Pelaksana diharuskan melaksanakan pekerjaan pre- test terhadap peralatan pendukung.

Test dan Cominisioning dilaksanakan oleh Teknisi yang ditunjuk oleh pabrikan atau dari agent penyetor peralatan untuk melihat kemampuan pompa yang telah dipasang meliputi :

Sistem Operasi Pompa secara Manual dan Otomatis. Operasi Otomatis harus sesuai dengan sistem yang direncanakan.

Pengukuran Kapasitas Aliran dan Tekanan. Dilanjutkan dengan setting terhadap peralatan yang mendukung sistem kontrol operasi pompa.

Pengukuran Komsumsi Daya Listrik.

Pasal D2.V.3 :

Jaminan dan Garansi

3.1. Jaminan Pekerjaan

a. Jaminan Pekerjaan berlaku untuk Material yang terpasang dalam pekerjaan. Material harus berasal oleh Pabrik untuk merek material atau agen resmi yang dtunjuk oleh pabrik tersebut. Pabrik dan atau agen resmi tersebut harus berdomisili di Indonesia.

b. Pelaksana/Pemborong harus menjamin keseluruhan pekerjaan instalasi pompa beserta peralatan pendukungnya.

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

Jaminan ini tertuang dalam Berita Acara Jaminan Pekerjaan yang disetujui oleh Pengawas atau Managemen Kontruksi.

c. Pelaksana/Pemborong juga harus melaksanakan pekerjaan maintenance terhadap peralatan utama dan peralatan pembantu sistem instalasi ventilasi setelah serah terima pekerjaan selama minimal 6 bulan atau selama kurun waktu yang telah disepakati bersama berdasarkan peraturan pekerjaan proyek.

3.2. Garansi dan Spare Part

a. Pelaksana/Pemborong harus menyerahkan Garansi Pompa dan peralatan bantu selama 1 tahun yang diberikan oleh penyedia/supplier material pendukung Iainnya kelengkapan dokumen serah terima pekerjaan.

b. Pelaksana harus menyerahkan Surat Jaminan "After Sales Service" dari agen tunggal atau dari distributor yang berdomisili di Indonesia yang ditunjuk oleh pabrik.

3.3. Serah Terima Pekerjaan

a. Serah Terima Pekerjaan instalasi Pompa Air merupakan bagian dari Serah Terima Pekerjaan Mekanikal secara keseluruhan di pekerjaan/proyek ini. Prosedur Serah Terima Pekerjaan Mekanikal h a ru s m en ye s u a ik a n d e n gan p e ra t u ra n ya n g b e rla k u d i pekerjaan/proyek ini.

b. Pelaksana/Pemborong harus membuat Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Tanki Air Bersih dengan persetujuan Pengawas Mekanikal atau Managemen Kontruksi.

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

B

AB

D 2 . V I

P

E K E R J AAN

B I O - S E P TI K

TAN K

Pasal D2.VI.1:

Umum

1.1. Lingkup Pekerjaan

a. Pekerjaan Bio-septictank yang dimaksudkan disini adalah pengadaaan dan pemasangan tanki pengolah air limbah gedung berupa air kotor . Lingkup pekerjaan ini juga beserta pengadaaan dan pemasangan peralatan dan alat-alat bantu pendukung instalasi.

b. Pekerjaan Bio-septictank merupakan pekerjaan kontrak sistem, dimana keandalan sistem dan hasil yang diolah oleh sistem menjadi Jaminan dalam pekerjaan ini. Jika terjadi kesalahan dan kerusakan sistem sehingga air hasil proses pengolahan tidak sesuai yang diinginkan, Pelaksana/Pemborong harus mengganti sebagian atau kesuluruhan material dan peralatan dengan yang baru. Sehinggga didapatkan hasil proses pengolahan yang disyaratkan.

c. Pekerjaan

dudukan/pondasi

dan

atau

penutup

beton

yang

melindungi

tanki

pengolah

air

limbah

merupakan

pekerjaan

structure

spesifikasi

detail

pekerjaan

disyaratkan

dalam

bab

pekerjaan structure.

1.2. Pekerjaan yang Berhubungan

a. Didalam melaksanakan Pekerjaan Instalasi Bio- septictank, Pengawas/Pemborong harus juga memperhatikan pekerjaan mekanikal yang berhubungan dengan instalasi plumbing dan instalasi sistem air bekas dan air kotor.

b. Selain itu Pengawas/Pemborong juga harus memperhatikan pekerjaan lain yang terkait diluar Pekerjaan Mekanikal, yaitu :

Pekerjaan Elektrikal.

Pekerjaan Structure.

Pekerjaan Arsitek.

Pekerjaan Sipil dan Landscape

1.3. Standardisasi

Perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan bio-septictank mengacu

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

pada standart-standart dan peraturan-peraturan yang telah berlaku, meliputi. :

 

SNI : Standart Nasional Indonesia

Kep. Men. Lingkungan Hidup No.111 Th 2003, ttg Pedoman Mengenai Syarat dan Tata Cara Perijinan serta Pedoman Kajian Pembuangan Air Limbah ke Air atau Sumber Air.

Kep. Men. Lingkungan Hidup No.112 Th 2003, ttg Baku Mutu Air Limbah Domestik

AMDAL : Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.

Petunjuk pemasangan unit dari pabrikan.

Pasal

D2.VI.2 :

Persyaratan Teknis

2.1.Persyaratan Teknis Sistem

a. Sistem pengolahan air kotor atau sewage treatment plant yang direncanakan adalah sistem Bio Media Anaerob-Aerob. Air Kotor diproses ini dalam tanki pengolah secara anaerob dan aerob dengan dipergunakan oxygen untuk mempercepat bacteria dalam menguraikan zat-zat organik menjadi anorganik. Selain itu dipergunakan Bio Media yang berfungsi juga sebagai sarana mempercepat proses pengolahan. A ir h as il pe n go lahan k em ud ia n d is a lu rk an ke sa lu ran gedung/lingkungan/kota yang telah memenuhi syarat-syarat baku air limbah.

b. Setelah melalui proses pengolahan selama 24 jam, hasil air pengolahan mempunyai parameter analisa air sebagai berikut :

BOD 5 hari

Suspended solid

: 20 ppm (mg/l)

: 10 ppm (mg/l).

c. Proses Pengolahan secara umum dapat disyaratkan sebagaimana terlihat pada diagram di bawah ini. Untuk proses Biomedia dan Aerob dilakukan bertingkat : 2 kali untuk unit pengolahan yang berkapasitas kecil, dan 3 kali atau lebih untuk unit pengolahan berkapasitas besar.

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

S

L

U

D

G

E

R

E

T

U

R

N

Influent (BOD 250 mg/l)

Plumbing S L U D G E R E T U R N Influent (BOD 250

Solid Separation

U D G E R E T U R N Influent (BOD 250 mg/l) Solid Separation
U D G E R E T U R N Influent (BOD 250 mg/l) Solid Separation

An-aerobic

1 st Bio Media & Aerob-1 2 nd Bio Media & Aerob-2

1 st Bio Media & Aerob-1

1 st Bio Media & Aerob-1 2 nd Bio Media & Aerob-2

2 nd Bio Media & Aerob-2

1 st Bio Media & Aerob-1 2 nd Bio Media & Aerob-2

3 rd Bio Media & Aerob-3

Clarifier & Discharge
Clarifier &
Discharge

Effluent (BOD 20 mg/l)

2.2.Persyaratan Material

a. Material Tanki Pengolah Limbah

Tanki An Aerobic dan Bio Filter bisa dalam satu tanki, namun dibagi dalam beberapa kompartemen. Atau bisa terpisah satu dengan yang lain.

Material

: Fibre Glass

: Fibre Glass. : sesuai schedule : sesuai ketentuan pabrikan

B u f f le

Kap. Total pengolahan

Kap. Bio Media & Aerob : sesuai ketentuan pabrikan

Kap. An Aerob

b. Pipa dan Fittings

c. Blower

Type

: Root Blower.

Pekerjaan DED Rumah Susun Kemenpupr TA 2015

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

Material

:

Cast Iron Casing, Brass Root Blower.

Kapasitas

: Sesuai ketentuan pabrikan disesuaikan dengan kapasitas pengolahan dan operasi backwash.

Static Pressure

:

sesuai ketentuan pabrikan

Kelengkapan

: Blower dilengkapi instalasi pipa, check valve, gate valve (pengatur distribusi udara) overload protection

d. Panel Kontrol

Type : Outdoor Panel

Material : Fabricated Steel Panel, Powder Coating

System: Dalam control panel, telah dirangkai secara lengkap dan berisi antara lain : circuit breakers, program timer, contactor, relays, control switches, indicating light alarm, relays, terminal block dan sebagai terintgarasi dalam suatu circuit yang secara khusus dikendalikan melalui suatu program PLC. Untuk itu proses berjalan secara otomatis dan bisa termonitor dengan baik. Pada kondisi tertentu : critical function, malfunction, dan overload system. Program control dapat memberikan sinyal alarm dan menghentikan proses treatment.

2.3. Persyaratan Pelaksanaan

a. Pelaksana/Pemborong pekerjaan instalasi bioseptic harus memenuhi persyaratan yang telah diisyaratkan dalam persyaratan pelaksanaan pekerjaan mekanikal dan sudah berpengalaman dalam pekerjaan instalasi bioseptic sejenis. Selain itu Pelaksana/Pemborong harus melaksanakan prosedure pelaksanaan sebagaimana Rencana Kerja, Pengajuan Material, Gambar Kerja, Prosedure Kerja, dan Ijin- ijin pelakasanaan, As-built drawing dan K3 dalam persyaratan pelaksanaan pekerjaan mekanikal.

b. Pemasangan Unit Pengolah Limbah

c. Testing dan Cominisioning.

Pasal 3

Jaminan dan Garansi

3.1.Jaminan Pekerjaan

a. Jaminan

Pekerjaan

berlaku

untuk

Material

yang

terpasang

BAGIAN

D

Pekerjaan Mekanikal & Plumbing

dalam Pekerjaan Bioseptic . Material harus berasal oleh Pabrik untuk merek material atau agen resmi yang dtunjuk oleh pabrik tersebut. Pabrik dan atau agen resmi tersebut harus berdomisili di Indonesia.

b. Pelaksana/Pemborong harus menjamin keseluruhan Pekerjaan Bio-septictank beserta peralatan pendukungnya. Jaminan ini tertuang dalam Berita Acara Jaminan Pekerjaan yang disetujui oleh Pengawas atau Manajemen Kontruksi.

c. Pelaksana/Pemborong juga harus melaksanakan pekerjaan maintenance terhadap peralatan utama dan peralatan pembantu sistem instalasi Bio-septictank setelah serah terima pekerjaan selama minimal 6 bulan atau selama kurun waktu yang telah disepakati bersama berdasarkan peraturan pekerjaan proyek.

3.2.Garansi dan Spare Part

a. Pelaksana/Pemborong harus menyerahkan Garansi Unit Bioseptic dan peralatan bantu selama 1 tahun yang diberikan oleh penyedia/supplier material pendukung lainnya kelengkapan dokumen serah terima pekerjaan.

b. Pelaksana harus menyerahkan Surat Jaminan "After Sales Service" dari agen tunggal atau dari distributor yang berdomisili di Indonesia yang ditunjuk oleh pabrik.

3.3.Serah Terima Pekerjaan

a. Serah Terima Pekerjaan Bioseptic merupakan bagian dari Serah Terima Pekerjaan Mekanikal secara keseluruhan di pekerjaan/proyek ini. Prosedur Serah Terima Pekerjaan Mekanikal harus menyesuaikan dengan peraturan yang berlaku di pekerjaan/proyek ini.

b. Pelaksana/Pemborong harus membuat Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Bioseptic dengan persetujuan Pengawas Mekanikal atau Managemen Kontruksi.