Anda di halaman 1dari 26

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Sebagai sarana untuk memberikan sebuah karya wisata yang menyenangkan dan
memberikan pengalaman serta pengetahuan yang bermanfaat, dibutuhkan adanya suatu
prasarana yang dapat menunjang hal tersebut. Oleh karenanya, prasarana yang tepat untuk
mewujudkan hal tersebut ialah membangun sebuah art gallery yang memiliki tempat dengan
potensi yang besar, yaitu berdekatan dengan perairan.
laut/pantai/sungai

Dimana bila berada dipinggiran

ini merupakan sebuah potensi yang besar untuk menarik sejumlah

pengunjung untuk berkunjung. Art gallery ini nanti kiranya dapat menjadi sarana komersial,
sarana pendidikan dan budaya, pendekatan terhadap cultural serta menjadi sarana rekreasi
bagi masyarakat dan wisatawan.
1.2

Rumusan Masalah
Rumusan Masalah dari penulisan makalah ini adalah
:
- Mengetahui apa itu marina art gallery?
- Mengetahui kebutuhan ruang melalui pendekatan ruang untuk marina art gallery?
- Mengetahui pola hubungan ruang antar art gallery?

1.3

Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah
:
- Memberikan gambaran mengenai pengertian marina art gallery.
- Memberikan gambaran kebutuhan ruang melalui pendekatan ruang art gallery
- Memberikan gambaran pola hubungan ruang antar art gallery

BAB 2
PEMBAHASAN
2.1

Marina
Marine adalah kata sifat yang bermakna atau berkaitan dengan laut atau lautan, seperti biologi

marin, ekologi marin dan geologi marin. Dalam konteks sains, marin hamper selalu merujuk kepada
persekitaran air laut (sumber: Wikipedia)

SYIAK KUALA UNIVERSITY

2.2

Waterfront City (Kota tepi air)


2.2.1

Pengertian Waterfront City


Waterfront area atau kawasan tepi air sebagai area yang dibatasi oleh air dari

komunitasnya yang dalam pengembangannya mampu mmemasukkan nilai manusia, yaitu


kebutuhan akan ruang publik dan nilai alami (Carr, 1992). Sedangkan Wrenn (1983) dalam
Priatmodjo (1993) mendefenisikan waterfront development sebagai interface between land and
water, yang mengartikan bahwa kata interface disini mengandung pengertian adanya kegiatan
aktif yang memanfaatkan pertemuan antara daratan dan perairan.
Water/River Front City dapat diartikan suatu perencanaan kawasan sungai (ruang,
perairan, bantaran sungai dan lingkungan sekitar sungai) dimana sungai tidak lagi dimanfaatkan
sebagai sisi belakang namun menjadi sisi depan dari pada wajah kota
City seek a waterfront that is a place of public enjoyment. They want a waterfront where there
is sample visual and physical public access all day, all year to both the water and the land.
Cities also want water front that serves more than one purpose: they want it to be a place to
work and to live, as well as a place to play. In other words, they want a place that contributes to
the equality of life in all of its aspects economics, social, and cultural
Secara garis besar, kutipan diats bermaksa bahwa kawasan tepi air dapat dijadikan sebagai tempat
dimana masyarakat biasa melakukan aktivitas untuk bekerja dan hidup, dan juga sebagai tempat
bermain dan berekreasi untuk mendapatkan kenyamanan. Dengan kata lain tempat ini dibutuhkan
masyarakat sebagai media kontribusi untuk menciptakan kualitas hidup yang baik dalam segala aspek,
baik ekonomi, social dan budaya.
2.2.2

Sejarah Waterfront
Perkembangan kawasan tepi air pada awalnya merupakan fenomena yang di masyarakat

nelayan. Hal ini berkembang melalui aktivitas yang ditimbulkan sehari-hari oleh nelayan yaitu
pada pagi hari nelayan melaksanakan rutinitasnya sebagai nelayan, lalu pada siang hari nelayan
tetap berada di kawasan tepi air dengan aktivitas yang berbeda seperti menikmati pantai,
memberikan sewaan kapal dan berenang.
Dengan adanya fenomena tersebut memicy timbulnya aktivitas perdagangan yang pada
awalnya ditunjukkan untuk para nelayan dan hal ini berlangsung hingga malam hari.
2.2.3

Jenis-jenis Waterfront City

Berdasarkan tipe proyeknya, waterfront dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu :


1. Konservasi adalah penataan waterfront kuno atau lama yang masih ada sampai saat ini dan
SYIAK KUALA UNIVERSITY

menjaganya agar tetap dinikmati masyarakat.


2. Pembangunan Kembali (redevelopment) adalah upaya menghidupkan kembali fungsifungsi waterfront lama yang sampai saat ini masih digunakan untuk kepentingan masyarakat
dengan mengubah atau membangun kembali fasilitas-fasilitas yang ada.
3. Pengembangan (development) adalah usaha menciptakan waterfront yang memenuhi
kebutuhan kota saat ini dan masa depan dengan cara mereklamasi pantai.
2.2.4 Kriteria-kriteria Waterfront City
Berikut kriteria yang ditetapkan :
1. Berlokasi dan berada di tepi suatu wilayah perairan yang besar (laut, danau, sungai, dan
sebagainya).
2. Biasanya merupakan area pelabuhan, perdagangan, permukiman, atau pariwisata.
3. Memiliki fungsi-fungsi utama sebagai tempat rekreasi, permukiman, industri, atau
pelabuhan.
4. Dominan dengan pemandangan dan orientasi ke arah perairan.
5. Pembangunannya dilakukan ke arah vertikal horizontal
2.2.5

Prinsip Pengembangan Waterfront City


Pengembangan kawasan tepi air merupakan suatu potensi yang sangat tinggi bagi suatu

kawasan untuk mengembangkan fungsi komersial seperti kawasan perumahan, perbelanjaan dan
restaurant. Berikut ialah gambaran prinsip yang digunakan dalam pengembangan kawasan kota
tepi air :
a. Adanya kerjasama berbagai pihak dalam pengembangan kawasan tepi pantai sebagai
suatu daya Tarik bagi pengunjung.
b. Pengembangan konsep tepi air melalui potensinyang ada pada kawasan sebagai daya
Tarik pengunjung untuk dating.
c. Pengembangan aktivitas dikawasan tepi air dan menikmati aktivitas di sekitas
pelabuhan sebagai sebuah potensi untuk mwmbwerikan pengalaman berharga bagi
para pengunjung kawasan.
d. Pengembangan tema pada pintu masuk dari sungai, danau menjadi pengembangan
aktivitas utama di kawasan tepi air.
e. Pengembangan kawasan tepi air sebagai orientasi rekreasi.
2.2.6

Elemen Penentu Keberhasilan Pembangunan Waterfront City


1. Tema
Penggunaan tema yang sesuai dapat membantu proses analisis ruang, tata guna lahan,
skala pembangunan dan makna pembangunan.
2. Citra
Sesuatu yang membekas dalam ingatan

karena

telah

melihat,

merasai,

mendengarkan, dsb. Kesan dapat dilihat melalui penataan kawasan bangunan, bentuk
bangunan dan material yang digunakan dan juga melalui aktivitas yang
dikembangkan.
SYIAK KUALA UNIVERSITY

3. Keaslian suasana (Authenticity)


Diwujudkan melalui aktivitas yang unik dengan memanfaatkan potensi kawasan
melalui aktivitas yang unik dengan memanfaatkan potensi kawasan sehingga
pengunjung memiliki pengalaman yang berbeda di kawasan tersebut.
4. Fungsi
Penataan program kegiatan dan pengembangan fungsi yang beraneka ragam pada
kawasan waterfront city.
5. Presepsi Masyarakat
Presepsi masyarakat yang ditimbulkan akibat dari tingakt keberhasilan dari elemenelemen pembangunan kawasan waterfront

yang digunakan, seperti tema, citra,

keaslian dan fungsi komersial yang dapat dikembangkan.


2.2.7

Struktur Pengembangan Waterfront City


Masrul (2008), merumuskan tujuh jenis struktur peruntukan pengembangan waterfront city,

yaitu:
a. Kawasan komersial (commercial waterfront)
Kriteria :
1. Harus mampu menarik pengunjung yang akan memanfaatkan potensi
kawasan.
2. Kegiatan yang diciptakan harus menarik dan nyaman untuk dikunjungi.
3. Bangunan harus mencirikan keunikan dan merupakan sarana bersosialisasi dan
berusaha.
4. Keindahan bentuk fisik (profil tepi air) diangkat sebagai faktor penarik.
b. Kawasan Budaya, Pendidikan dan Lingkungan Hidup (cultural,education and
environmental waterfront)
Kriteria :
1. Memanfaatkan Potensi alam dan kawasan untuk kegiatan penelitian budaya
dan konservasi.
2. Menekankan pada kebersihan badan air dan suplay air besih untuk
kesehatan dan menarik investor.
3. Diarahkan untuk menyadarkandan mendidik masyarakat tentang kekayaan
alam tepi air yang perlu dilestarikan dan diteliti.
4. Keberadaan budaya masyarakat harus dilestarikan dan dipadukan dengan
pengelolaan lingkungan didikung dengan kesadaran melindungi atau
mempertahankan keutuhan fisik badan air untuk dinikamati dan sebagai
wahana pendidikan.
5. Perlu ditunjang oleh program pemanfaatan ruang kawasan.
6. Upaya pengeturan/pengendalian fungsi dan manfaat air.
SYIAK KUALA UNIVERSITY

c. Kawasan Peninggalan Bersejarah (historicall heritage waterfront)


Kriteria :
1. Pelestarian peinggalan-peninggalan bersejarah dan merehabilitasinya untuk
penggunaan berbeda.
2. Pengendalian pengembangan baru yang kontradiktif dengan pembangunan
yang suadah ada guna mempertahankan karakter.
3. Program-program
pemanfaatan
ruang
kawasan

dapat

berupa

pengamanan,seperti pemecah gelombang untuk mencegah abrasi tepi pantai.


d. Kawasan Wisata/Rekreasi (recreation waterfront)
Kriteria :
1. Memanfaatkan kondisi fisik kawasan untuk kegiatan rekreasi
2. Pembangunan diarahkan disepanjang badab air dengan mempertahankan
keberadaan ruang terbuka.
3. Perbedaan budaya dan geografi diarahkan untuk menunjang kegiatan
pariwisata.
4. Kekhasan arsitektur lokal dimanfaatkan secara komersial.
5. Pemanfaatan kondisi fisik pantai untuk kegiatan rekreasi.
e. Kawasan Permukiman (residential waterfront)
Kriteria :
1. Perlu keselarasan pembangunan untuk kepentingan pribadi dan umum.
2. Perlu memperhatikan tata air, budaya local serta kepentingan umum.
3. Pengembangan kawasan pemukiman (pemukiman penduduk asli dan kawasan
pemukiman baru)
4. Pada pemukiman nelayan harus dilakukan upaya penataan dan perbaikan
untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kawasan.
5. Program pemanfaatn kawasan yang diterapkan untuk kawasan pemukiman
penduduk asli melalui rebitalisasi bengunan, penyediaan utilitas,penyediaan
dermaga perahu,dll.
f. Kawasan Pelabuahan dan transpportasi (working and transportation waterfront)
Kriteria :
1. Pemanfaatan potensi pantai untuk kegiataan transportasi, pergudangan dan
industry.
2. Pemanfaatan kemudahan transportasi air dan darat.
3. Pengembangan kegiatan undustri harus memperhatikan

kelestarian

lingkungan hidup.
4. Pemanfaatan ruang diterapkan ialah pembangunan dermaga, sarana
pengunjung pelabuhan dan pengadaan fasilitas transportasi.
g. Kawasan tepi air untuk pertahanan dan keamanan (defence waterfront)
Kriteria :
1.
Dipersiapkan khusus kepentingan ertahanan dan keamanan bangsanegara.
2.
Perlu dikendalikan untuk alasan hankam dengan dasar pengaturan khusus
dan pengunaan tata guna lahan untuk kebutuhan dan misi pertahanan dan
keamanan Negara.
SYIAK KUALA UNIVERSITY

2.3

Galeri Seni (Art Gallery)


Art Gallery ialah ruangan atau gedung tempat memamerkan banda atau karya seni dan
sebagainya (sumber: KBBI). Sebuah bangunan atau ruang untuk pameran seni, biasanya seni
visual (seperti, lukisan,patung dan pahatan) (sumber: Wikipedia)
Galeri merupakan suatu ruangan panjang terlindungi / tertutup, berupa koridor, baik itu
didalam maupun di eksterior bangunan, atau koridor diantara bangunan yang berfungsi sebagai
tempat kegiatan pameran kerja seni. Galeri pada awalnya merupakan bagian dari museum yang
berfungsi sebagai ruang pameran.
Menurut Robillard (1982), ruang publik pada museum dibagi menjadi 4 bagian :
1.
2.
3.
4.

2.3.1

Entrance hall.
Jalur sirkulasi.
Galeri.
Lounge (ruang duduk).

Fungsi Gallery
1. Sebagai tempat memamerkan karya seni (exhibition room)
2. Sebagai tempat membuat karya seni (workshop)
3. Mengumpulkan karya seni (stock room)
4. Mempromosikan karya seni dan tempat jual-beli karya seni (auction room)
5. Tempat berkumpulnya paras seniman

2.3.2

Macam-macam Galeri Seni


A. Macam galeri berdasarkan tempat penyelenggaraan pameran dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Traditional Art Gallery, galeri yang aktivitasnya diselenggarakan di selasar / lorong
panjang.
2. Modern Art Gallery, galeri dengan perencanaan ruang secara modern.
B. Macam dari galeri berdasarkan sifat kepemilikan dibagi menjadi tiga,yaitu :
1. Private Art Gallery, galeri yang dimiliki oleh perseorangan /pribadi atau kelompok.
2. Public Art Gallery, galeri milik pemerintah dan terbuka untuk umum.
3. Kombinasi dari kedua galeri di atas.
C. Macam galeri berdasarkan isinya dibagi menjadi tiga, yaitu :
1. Art Gallery of Primitif Art, galeri yang menyelenggarakan aktifitas di bidang seni
primitif.
2. Art Gallery of Classical Art, galeri yang menyelenggarakan aktifitas di bidang seni
klasik.
SYIAK KUALA UNIVERSITY

3. Art Gallery of Modern Art, galeri yang menyelenggarakan aktifitas di bidang seni
modern.
D. Macam galeri berdasarkan jenis pameran yang diadakan dibagi menjadi tiga, yaitu :
1. Pameran tetap (Permanent Exhibition)
Pameran yang diadakan terus-menerus tanpa ada batasan waktu. Barang-barang yang
dipamerkan tetap atau bisa juga bertambah.
2. Pameran temporer (Temporary Exhibition)
Pameran yang diadakan sementara dengan batasan waktu tertentu.
3. Pameran keliling (Travelling Exhibition)
Pameran yang berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat yang lain.
Galeri seni dapat digolongkan lagi berdasarkan pada macam koleksi dan tingkat dan luas koleksi
(luas jangkauan).
A. Galeri berdasarkan macam koleksi dibedakan menjadi :
1. Galeri pribadi
Merupakan galeri yang berfungsi sebagai tempat pameran karya pribadi seniman
itu sendiri, tidak memamerkan karya orang lain atau sebagai galeri yang befungsi sebagai
tempat pamer dimana koleksi yang dipamerkan tidak diperjualbelikan.
2. Galeri umum
Merupakan galeri yang memamerkan karya-karya seni dari beberapa seniman dan
koleksi yang dipamerkan diperjualbelikan.
3. Galeri kombinasi
Merupakan galeri kombinasi pribadi dan umum dimana karya-karya seni yang
dipamerkan ada yang diperjualbelikan dan ada yang merupakan koleksi khusus yang
tidak dijual, koleksi yang dipamerkanpun bukan dari satu orang seniman melainkan dari
beberapa seniman.
B. Galeri berdasarakan tingkat dan luas koleksi (luas jangkauan) dibedakan menjadi :
1. Galeri local
Merupakan galeri yang mempunyai koleksi dengan objek-objek yang diambil
dari lingkungan setempat.
2. Galeri regional
Merupakan galeri yang mempunyai koleksi dengan objek-objek yang diambil
dari tingkat daerah / propinsi/ regional I.
3. Galeri internasional
Merupakan galeri yang mempunyai koleksi dengan objek-objek yang diambil
dari suatu Negara atau dunia.

SYIAK KUALA UNIVERSITY

Ghirarado (1996) membagi tipe pokok galeri menjadi dua, yaitu Shrine dan Warehouse. Seiring
dengan perkembangan ruang publik pada tingkat urban, ditandai dengan maraknya fasilitas berupa mall
di suatu kutub dan fasilitas kultural berupa museum atau galeri di kutub lain, maka memunculkan fungsi
baru di tengah kedua fungsi tersebut. Kondisi tersebut melahirkan galeri yang memiliki nilai
entertainment dan komersial yang kuat.
Tumbuhnya galeri baru membuat bangunan galeri itu sendiri menjadi objek pengamatan. Jadi
tidak hanya koleksi didalamnya saja yang menjadi objek pengamatan.
1. Tipe Shrine
Berarti tempat suci atau terawat. Menempatkan seni diatas banyak hal lain. Koleksinya
sangat terpilih, ditata pada ruang yang memungkinkan pengunjung melakukan kentemplasi
(memandang dengan penuh perhatian). Nilai kolektif dan penghargaan terhadap seni pada
galeri sangat tinggi sehingga pemilihan koleksi relative sangat selektif.
2. Tipe Warehouse
Galeri mewadahi berbagai koleksi yang bernilai; sedemikian beragamnya koleksi yang
ditampung sehingga wadahnya pun memiliki fleksibilitas yang sangat tinggi untuk
menanggapi perubahan dan perkembangan di dalamnya yang dinamis. Tipe Warehouse
sangat populer dalam berbagai bentuk dan strategi perancangan.
3. Tipe Cultural Shopping Mall
Strategi pemasaran galeri telah membaurkan persoalan antara seni dan komersial, antara
lain melalui maraknya aktivitas komersial dalam galeri. Strategi pemasaran tidak terbatas
pada display, melainkan juga memberi tekanan pada penjualan cinderamata yang lebih
beragam (ketimbang sekedar poster, kartu pos, dan katalog) seperti halnya shopping mall
memperkuat layanannya melalui fasilitas gedung bioskop, pameran seni, ataupun konserkonser. Tipe baru galeri Cultural Shopping Mall bisa mencakup fasilitas restoran toko,
auditorium, sampai gedung teater. Dalam hal ini galeri dan mall mempunyai satu kesamaan,
yakni aktivitas utamanya mendorong pemasaran melalui konsumsi.
4. Tipe galeri Spectacle
Tipe galeri yang tidak lazim yang diidentifikasi oleh Kurt Poster dimana mendorong
pengunjung untuk menikmati pengalaman estetika justru karena arsitektur bangunan galeri
itu sendiri. Arsitektur pada galeri Spectacle diorganisasikan untuk mencapai penghargaan
dan kebanggaan seni sama seperti yang terjadi pada galeri bertipe Shrine. Secara tipikal,
sesungguhnya galeri Spectacle juga serupa dengan galeri bertipe Cultural Shopping Mall.
SYIAK KUALA UNIVERSITY

Galeri sebagai Spectacle (pertunjukan besar/tontonan) mengharapkan audiens yang artistik.

2.3.3

Jenis Pameran
Jenis pameran terbagi menjadi dua, yaitu :
1. Pameran tunggal
Merupakan pameran dimana sekelompok materi pameran yang dihasilkan oleh seniman
baik itu teknik maupun aliran biasanya satu jenis
2. Pameran bersama
Merupakan pameran dimana sekelompok materi pameran yang dihasilkan oleh lebih dari
satu seniman, terdiri dari berbagai cabang seni rupa (bisa terdiri dari berbagai jenis materi,
bentuk, teknis, serta berbagai jenis aliran).

2.3.4

Sifat Materi
Sifat materi yang dipamerkan dibedakan menjadi dua, yakni :
1. Hasil ciptaan langsung
Merupakan hasil karya berupa lukisan, patung, kerajinan, dan sebagainya yang biasanya
hanya ada satu dan tidak digandakan.
2. Hasil karya reproduksi
Merupakan karya reproduksi / penggandaan dari karya-karya asli seniman seni rupa,
terutama seni lukis dan seni grafis.

2.3.5

Waktu Pameran
Waktu pelaksanaan kegiatan pameran dibedakan menjadi dua, yaitu :
1. Pameran jangka pendek
Disebut pameran temporal, waktu pelaksanaannya kurang dari satu minggu.
2. Pemeran jangka panjang
Disebut pameran tetap, waktu pelaksanaannya lebih dari seminggu hingga berbulan-bulan (>
7hari >).

2.3.6 Pengguna Galeri Seni


a. Seniman (pelukis)
adalah orang yang mempunyai bakat seni dan banyak menghasilkan karya seni. Pelukis
di dalam galeri seni lukis bertugas memberikan pengarahan tentang lukisan dan mepraktekan
langsung kegiatan melukis [dalam workshop], dan tidak menutup kemungkinan terdapat
SYIAK KUALA UNIVERSITY

seniman yang memiliki keterbatasan fisik [difabel].


b. Pengunjung [penikmat lukisan]
adalah penggemar pengunjung berasal dari semua kalangan, wisatawan domestik
maupun mancanegara, baik para difable maupun orang normal (galeri seni tidak membatasi
pengunjung).
c. Pengelola
Sekelompok orang yang bertugas mengelola (mengatur) tentang semua kegiatan yang
berlangsung dan yang akan berlangsung.
2.4

Marina Art Gallery


Marina Art Galley ialah sebuah bangunan atau tempat untuk memamerkan benda atau karya seni

dan sebagainya yang tempat/daerah dari bangunan art gallery ini berada berdekatan dengan perairan
yang merupakan potensi dari dari luar bangunan.
2.5

Kebutuhan Ruang
2.5.1 Pendekatan kebutuhan ruang
No
1.

Pelaku
Pengunjung

Seniman

Kegiatan
Datang,memarkir kendaraan

Kebutuhan Ruang
Area parkir umum

Masuk bangunan

Hall

Menanyakan informasi

Front office

Melihat pameran

Ruang pamer

Membeli karya

Front office

Ke lavatory

Lavatory

Membeli makanan/minuman

kantin

Belajar
Datang,memarkir kendaraan

Sanggar
Area parkir umum

Mengurus administrasi

Front Office

Memasukkan alat lukis

R. Workshop

Melukis

R. Workshop

Memahat

R. Workshop

Ke lavatory

Lavatory

Makan/minum

Kantin

Tidur

Residensi

Melihat pameran

R. pamer

Menyimpan aset lukisan

R. Stockroom
SYIAK KUALA UNIVERSITY

10

3.

Owner

Mengajar

Sanggar

Datang,memarkir kendaraan

Area parkir umum

Standby melayani pengunjung Resepsionis


Dekorasi pameran

R.pamer

Memantau kinerja karyawan

R. administrasi

Memandu
4.

pengujung

ke R. pamer

lavatory

Lavatory

Membersihkan ruangan

Seluruh ruangan

Kegiatan sanitasi

Lavatory

Bagian Servis
-OB

-Satpam

Menjaga

ketertiban

dan Pos Satpam

keamanan Galeri Seni Lukis


dan Pahat.

SYIAK KUALA UNIVERSITY

11

BAB 3
STUDI KASUS
Studi Kasus :
1. Kawasan Ancol Mansion, Jakarta

Perencanaan dan pengembangan waterfront city di Jakarta yang mempunyai tujuan


utama merevitalisasi, memperbaiki kehidupan masyarakat pantai, termasuk nelayannya. Pantai
juga ditata kembali bagi kesejahteraan masyarakat, dengan memberdayakan keunggulan
ekonomis dari pantai tersebut, seperti pariwisata, industri, pelabuhan, pantai untuk publik dan
juga perumahan. Sebagai contoh pembangunan hunian baru di kawasan Ancol yang juga
berfungsi sebagai sarana hiburan dan wisata.

2. Positano dan Amalfi, Italia

SYIAK KUALA UNIVERSITY

12

Kawaaasn ini mengembangkan romantic waterfront yang mengkombinasikan pelabuhan,


resort dan pusat perbelanjaan yang seimbang fungsi dan skalanya.

tak hanya mengembangkan perairan sebagai edge tetapi juga sebagai jalur arteri sirkulasi
kota, Vaporeti (bus air)sampai angkutan pencampur beton, seluruhnya menggunakan jalur air.

3. Museum Contemporary Art, Australia

SYIAK KUALA UNIVERSITY

13

Analisis:
- Didirikan oleh, John Power (1881-1943)
- Fasad yang menarik, pada malam hari diberikan lampu yang terpancar dari
bangunan dan cahaya-cahaya atraktif dan yang menyinari fasad bangunan
sehingga orang pada malam hari baik dari dekat maupun dari jauh tertarik
untuk datang.
- Merupakan bekas Maritime services building.
Lokasi Site :

SYIAK KUALA UNIVERSITY

14

Analisis:
- Lokasi site yang sangat memberikan keuntungan karena berada di daerah
pinggiran pantai, yang di lalui pejalan kaki,kendaraan serta kapal-kapal yang
singgah.
- Potensi yang kuat dalam menonjokaan identitas bangunan.
- Panorama yang indah didapat dari luar bangunan.
- Bentuk bangunan yang menyesuaikan dengan keadaan sekitar, yaitu Museum
Of Contemporarry Gallery tampak atasnya menyerupai seperti kapal.

Tampak luar bangunan Museum Of Contemporary Galley

SYIAK KUALA UNIVERSITY

15

Analisis:
- 2 buah bentuk bangunan yang berbeda disatukan menjadi satu, bangunan
museum dengan konsep kuno klasik sedangkan art gallery hadir dengan nuansa
modern.
- Suasana yang indah dari luar bangunan menjadi keuntungan sendiri pada
bangunan ini.

Suasana dalam Museum Of Contemporary Galley


SYIAK KUALA UNIVERSITY

16

Analisis:
- Karena ini merupakan contemporarry art gallery, sehingga isi di dalmnya pun
berupa campuran dari karya-karya seni yang beraneka ragam (dinamis)
- Didalam art gallery ini menjadi tempat pembelajaran dalam mengenal karyakarya seni.
- Penggunaan intensitas cahaya yang berbeda di setiap ruang.
- Penggunaan lantai keramik yang berbeda sesuai konsep dari setiap galeri-galeri
yang ada.

Denah Museum Of Contemporary Galley

SYIAK KUALA UNIVERSITY

17

4. Gallery Of New Shouth Wales, Australia


SYIAK KUALA UNIVERSITY

18

Analisis:
- Dibangun 1971
- Tujuan awalnya untuk mempromosikan fine art melalui kuliah, kelas art serta
pameran art
- Fasad bangunan menyerupai kuil pantheon, Yunani
- Galeri ini menampilkan karya seni yang abstrak
- Semua yang ada di sini sebagai pameran permanent mulai dari lukisan, patung,
fotografi,dll.
- Suasana hangat terpancar di malam hari dari sorotan lampu pada art gallery ini
- Bangunan ini memiliki tiga basement dan satu lantai atas.
- Lima area dibagi untuk memajang koleksi art, yaitu Yiribana (koleksi
Aboriginal dan Torres Strait Islander), Old Courts (koleksi artis Eropa dan
Eropa-Australia pre 20th century), Modern gallery, Contemporary Art gallery
dan The Asian collections.
Lokasi Site :
SYIAK KUALA UNIVERSITY

19

Analisis:
- Bangunan ini berdekatan dengan Museum Of Contemporary Gallery, akan
tetapi bangunan ini tidak tepat berada di dekat perairan.
- Site yang dikelilingi oleh vegetasi yang banyak.

Denah dan Suasana Gallery Of New Shouth Wales

SYIAK KUALA UNIVERSITY

20

Analisis:
- Pada lantai paling atas terdapat raung administrasi, resepsionis dan galeri untuk
memajangkan karya seni yang pemajangannya bersifat sementara waktu.
- Untuk ruang administrasi cat-nya berwarna putih terkesan kaku
- Untuk temporary gallerynya memberikan kesan yang hangat dari keeramik,
cahaya lampu yang digunakan dan pemakian meja kayu dan terdiri dari bilikbilik yang sama.

SYIAK KUALA UNIVERSITY

21

Analisis:
- Lantai ini berisi campuran dari banyak galeri yang di spesifikan pada sisi-sisi
tertentu dan beragam jenis karya seni yang dapat dikunjungi pada bagian ini.
- Terdapat restaurant yang mengadah ke arah laut, entrance/jalan masuk,tiket
informasi,galeri daei Lowy, Asian galeri, seni Eropa, seni australia , toko.
- Hubungan antara satu galeri dengan yang lainya pun terjalin.
- Suasana dari setiap galeri lebih teksesan hangat dengan pemakain warna-warna
cokelat.

SYIAK KUALA UNIVERSITY

22

Analisis:
- Pada lantai ini terbagi atas Asian galeri,caf,auditorium ,perpustakaan
penelitian, keramik porselen dari eropa dan pameran utama.
- Pameran utama berdekatan dengan auditorium agar memudahkan jika ada
acara.
- Untuk galeri asia, terdiri dari keramik yang sudah berumur da nada juga
metode pembelajaran dalam penyajian tea jepang.

SYIAK KUALA UNIVERSITY

23

Analisis:
- Pada lantai ini terdapat contemporary gallery, modern gallery dan
phothography gallery,zona seni serta ruang belajar/diskusi.
- Pola plafond, lantai keramik,pencahayaan dan warna cat yang sama pada tiap
galerinya
- Hubungan antar ruang berkesinambungan antar satu engan yang lain.

SYIAK KUALA UNIVERSITY

24

Analisis:
- Merupakan lantai terbawah yang berisi tempat tunggu para member gallery,
teater, Yiribana (koleksi Aboriginal dan Torres Strait Islander)

SYIAK KUALA UNIVERSITY

25

DAFTAR PUSTAKA
Pengertian marina bersumber dari Wikipedia
Pengertian art gallery bersumber dari Wikipedia
Pengertian art gallery bersumber dari KBBI
Carr, S. (1992), Public Space. USA: Cambridge University Press
Wrenn MD. 1983. Urban Waterfront Development. Washington DC:Urban Land Institue
http://a-research.upi.edu/operator/upload/chapter2(10).pdf
http://resynurizati.blogspot.co.id/2013/06/waterfront-city-konsep-urban-planning.html diposkan oleh :
Amanda Putri tanggal,20 September 2015 21.00

SYIAK KUALA UNIVERSITY

26