Anda di halaman 1dari 5

MANAJEMEN STRES

PENDAHULUAN
Stres bagi banyak orang menjadi musuh utama dalam menjalani kehidupan. Stres adalah
rangsangan dalam bentuk apapun dan dari manapun yang dapat mempengaruhi proses pikir dan
tindakan seseorang. Stres dengan frekuensi dan jumlah yang tinggi akan menimbulkan
ketidakseimbangan baik fisik ataupun psikis pada individu. Ketidakseimbangan tersebut harus
segera diselesaikan melalui pemenuhan kebutuhan berdasarkan jenis stresnya (www.dkkbpp.com).
Selain itu juga kita dapat mengartikan stress sebagai apa saja yang menstimulasi dan
meningkatkan tingkat kewaspadaan anda. Hidup tanpa stimulus akan sangat membosankan.
Hidup dengan terlalu banyak stimulus menjadi tidak menyenangkan dan melelahkan, dan dapat
merusak kesehatan anda. Terlalu banyak stress dapat sangat mempengaruhi kinerja. Stres
menurut ilmu psikologi dibutuhkan oleh tubuh untuk mempertahankan diri dan menjadikan
kewaspadaan pada diri seseorang. Stres ketika kita menghadapi ujian, tindakan yang dilakukan
adalah berusaha belajar keras untuk meraih nilai yang bagus. Stres karena akan ada perampingan
jumlah karyawan, segera mungkin akan mencari lowongan kerja untuk menyelesaikan masalah.
Selain contoh stres di atas ada banyak macam stres dan penyelesaian disesuaikan dengan jenis
stresnya (www.IndoFamilyHealth .com) Pada dasarnya bahwa stres itu harus di kelola, diatur,
dan dikendalikan dalam manajemen stres sehingga, tidak menimbulkan penyimpangan
psikologis.
A. Pengertian Stres
Menurut Charles D, Spielberger menyebutkan bahwa stres adalah tuntutan-tuntutan
eksternal yang mengenai seseorang, misalnya obyek-obyek dalam lingkungan atau suatu
stimulus yang secara obyektif adalah berbahaya. Stres juga biasa diartikan sebagai tekanan,
ketegangan atau gangguan yang tidak menyenangkan yang berasal dari luar diri seseorang.
Dari beberapa uraian diatas dapat disimpulkan bahwa stres merupakan suatu kondisi
ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berfikir dan kondisi seseorang dimana ia terpaksa
memberikan tanggapan melebihi kemampuan penyesuaian dirinya terhadap suatu tuntutan
eksternal (lingkungan). Stres yang terlalu besar dapat mengancam kemampuan seseorang untuk

menghadapi lingkungannya. Sebagai hasilnya, pada diri para karyawan berkembang berbagai
macam gejala stres yang dapat mengganggu pelaksanaan kerja mereka.
B. PENGERTIAN MANAJEMEN STRES
Melihat begitu mengerikannya akibat dari stres, maka kita perlu melakukan manajemen
stres. Istilah manajemen dalam ilmu ekonomi dapat diartikan sebagai melakukan suatu tindakan
melalui tahapan : planing, organizing, actuating dan controling (POAC). Dikaitkan dengan stres,
maka kita perlu melakukan POAC ini dengan cermat dalam kehidupan kita mulai dari pola
makan, pola tidur, pola kegiatan/aktifitas, pola pikir dan sebagainya. Pada intinya dalam
menjalankan aktifitas kehidupan, kita harus dapat memanage segala sesuatunya dengan baik.
(lawannya adalah biarkanlah hidup mengalir seperti air) (mikopoetro.multyply.com).
Menurut wikipedia manajemen stres adalah kemampuan penggunaan sumber daya
(manusia) secara efektif untuk mengatasi gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang
muncul karena tanggapan (respon). Tujuan dari manajemen stres itu sendiri adalah untuk
memperbaiki kualitas hidup individu itu agar menjadi lebih baik. Manajemen stres adalah
kemampuan untuk mengendalikan diri ketika situasi, orangorang, dan kejadian-kejadian yang
ada memberi tuntutan yang berlebihan. Tidak ada seorang pun yang bisa menghindarkan diri dari
stres. Namun, stres bisa dikelola sehingga justru mendatangkan nilai positif bagi seseorang. Stres
tidak boleh dihilangkan sama sekali karena dia membantu kelangsungan hidup dan memberikan
dinamika hidup (Mudjaddid, Diffy: 2005) dalam (www.OBAT STRESS :Manajemen stres.com).
Sesuai dengan pendapat (Hawari D, 2001) manajemen atau penatalaksanaan stres, cemas,
dan depresi pada tahap pencegahan dan terapi memerlukan suatu metode pendekatan yang
bersifat holistik, yaitu mencakup fisik (somatik), psikologik/psikiatrik, psikososial, dan
psikoreligius. Di bidang pencegahan agar seseorang tidak jatuh dalam keadaan stres, cemas, dan
atau depresi maka sebaiknya kekebalan yang bersangkutan perlu ditingkatkan agar mampu
menanggulangi stresor psikososial yang muncul dengan cara hidup yang teratur, serasi, selaras,
dan seimbang antara dirinya dengan Tuhan (vertikal), sedangkan secara horizontal antara dirinya
dengan sesama orang lain dan lingkungan alam sekitarnya.
C. MENGENALI TANDA DAN GEJALA STRES
Secara umum stres yang kita hadapi dalam kehidupan ada segi positif (stres baik) dan segi
negatifnya (stres buruk). Seringkali stres dianggap sesuatu yang buruk dan tak seorangpun
mengharap kedatangannya, namun sebenarnya stress bisa memberi manfaat dan dapat diajak
bersahabat dengan kita. Stres yang baik dapat membuat anda bekerja lebih giat dan melakukan
sesuatu dengan baik. Bahkan kita semua membutuhkan sedikit stress untuk mengefektifkan

fungsi tubuh dan mengoptimalkan potensi diri. Tentu saja jika dibarengi dengan optimisme, dan
kesungguhan upaya mengatasi penyebab stres. Sedangkan stres buruk yang terlalu banyak
dialami seseorang hingga membawa efek negatif. Berkurangnya kemampuan memimpin diri dan
mengontrol emosi. Seseorang yang mengalami stress buruk akan mengalami masalah psikologis
seperti perasaan tertekan dan ansietas (kecemasan) yang dapat berdampak pada kondisi
kesehatan fisiknya. Antara lain stres pada penderita jantung maupun darah tinggi yang bisa
berakibat fatal bagi si penderita bahkan membawa risiko kematian.
D. Tanda dan Gejala Stres
Beberapa pertanyaan yang digunakan untuk mengenali tanda dan gejala stress :
1. Adakah bagian dari otot anda yang merasa tegang?
2. Apakah anda merasa berdebar-debar?
3. Apakah tangan anda merasa dingin dan berkeringat?
4. Apakah anda dapat berkonsentrasi secara normal?
Secara umum gejala stres dapat dikenali sebagai berikut:
1. Gejala fisik
a. Sering merasa sakit kepala
b. Pusing
c. Gangguan telinga (telinga berdenging)
d. Gemetaran e
e. Perasaan jantung atau dada terbakar
f. Diare dan susah buang air besar
2. Gejala emosi dan mental
a. Gangguan tidur
b. Ansietas atau merasa ketakutan
c. Depresi ,tidak punya keinginan atau semangat hidup
d. Menangis dengan tiba-tiba
e. Merasa marah secara tiba-tiba
f. Tidak dapat mengambil keputusan
g. Tidak dapat berpikir memecahkan masalah
h. Tidak dapat mengambil keputusan (www.eurekaindonesia.org).
E. MENGHINDARI STRES
Melalui berbagai penelitian medis maupun non medis, pengamatan dan pengalaman hal-hal
yang dilakukan untuk menghindari stres adalah :
1. Jaga selalu kondisi tubuh dan diperkuat dengan mengkonsumsi makanan dan minuman
sehat (4 sehat 5 sempurna) secara disiplin (konstan makan pada jam yang sama).
Tambahkan dengan asupan multivitamin dan mineral yang cukup.
2. Tidur dan istirahat yang cukup. Tidur merupakan salah satu terapi untuk mengurangi
kemarahan dan kesedihan karena tidur memberikan kesempatan otak untuk rilex.
3. Olah Raga teratur. Gerak tubuh akan merangsang keluarnya zat endorphine yaitu zat
yang dapat membuat tubuh merasa nyaman selain zat tersebut juga dikenal sebagai anti

rasa sakit pada tubuh. Itulah sebabnya yang berolah raga teratur umumnya tampak lebih fit
dan bahagia.
4. Tidak merokok. Merokok adalah kebiasaan hidup yang baik bagi kesehatan dan ketahanan
serta kekebalan tubuh (Hawari. D, 2001).
5. Tidak meminum minuman keras (alkohol). Dampak dari minuman keras dapat
mengakibatkan gangguan mental dan perilaku , dan juga penyakit lever yang berlanjut
pada kematian.
6. Mengontrol berat badan ideal. Orang yang obesitas atau sebaliknya akan menurunkan daya
tahan dan kekebalan tubuh.
7. Selalu berpikir positif karena tindakan atau perasaan negatif pasti berasal dari pikiran
negatif. Sebaliknya tindakan positif pasti berasal dari pikiran positif.
8. Melakukan hobby (atau hal-hal menyenangkan positif menurut kita) karena hobby dapat
membuat kita rilex dan melupakan sejenak rutinitas atau masalah yang ada misalnya
olah raga, mendengarkan musik, masak, jahit, memodifikasi mobil, motor, sepeda dan
sejenisnya.
9. Sosial ekonomi. Mengatur pemasukan dan pengeluaran belanja. Penggunaan uang
sebaiknya bersifat produktif dan pengeluaran yang konsumtif sifatnya perlu dikendalikan
dan dibatasi.
10. Jangan terpaku pada rutinitas, berani berubah, tidak malu dan ragu. Hal sederhana yang
dapat dilakukan adalah mulai dari menata ulang meja kerja, ruang tidur, rumah, menempuh
route yang berbeda ke kantor, sekali waktu makan siang atau malam di mall sekaligus cuci
mata, creambath di salon, pijat reflexi, berendam di air hangat yang merupakan salah satu
cara untuk memperlancar aliran darah dan meredakan ketegangan. Selain itu bila ada rejeki
lebih kita perlu juga melakukan penggantian barang-barang lama kita misalnya mengganti
hp dengan model baru, ganti velg racing atau tambah accesories pada kendaraan kita atau
sedikit merubah penampilan kita dengan sepatu baru, model rambut dll (secara phsikologi
hal ini membawa semangat baru).
11. Murah senyum, tertawa lepas, bersenandung atau bernyanyi dan bersosialisasi dengan
teman atau lingkungan (perlu teman curhat, tidak memendam masalah sendiri). Kegiatan
semacam ini dapat merangsang endorphine dan serotonin dalam tubuh sehingga otak lebih
tenang.
12. Kasih sayang. Merupakan kebutuhan psikologis sehingga masing-masing orang
mempunyai rasa aman dan terlindungi untuk ketahanan dan kekebalan keluarga sehingga
tercipta hubungan yang harmonis.

13. Yang terakhir tetapi merupakan hal terpenting adalah Beribadah dan berdoa kepada Yang

Maha Kuasa tidak pada masa sulit saja, berbuat baik kepada semua orang, bersyukur
terhadap setiap hasil usaha kita, baik yang berhasil maupun yang tidak berhasil,
mensyukuri rejeki (mikopoetro.multyply.com).