Anda di halaman 1dari 20

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Islam adalah agama yang diturunkan Allah Swt untuk kepentingan dan
keselamatan, kebahagian serta kesejahteraan umat manusia lahir dan bathin, di
dunia maupun di akhirat. Kesehatan merupakan salah satu rahmat dan karunia
Allah yang sangat besar yang diberikan kepada umat manusia, karena kesehatan
adalah modal pertama dan utama dalam kehidupan. Selain merupakan rahmat dan
karunia, Kesehatan merupakan amanah yang wajib kita syukuri dengan cara
menjaga, memellihara, merawat dan harus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya
untuk hal-hal yang diridhoi Allah Swt. Mensyukuri nikmat kesehatan berarti
menjadikan kesehatan sebagai modal utama dalam melaksankan serta
meningkatkan amal shaleh dan ketaatan kepada Allah Swt. Kesehatan merupakan
kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia, mendapat perhatian besar dalam
Islam. Islam menganjurkan untuk hidup serba sehat, didahului oleh perintah
mewujudkan kesucian dan kebersihan.
Sakit dan sehat adalah dua hal yang datang sangat terkait dalam kehidupan
manusia dan makhluk hidup lainnya. Sakit sangat mengganggu kelangsungan
hidup manusia karena dapat menghambat kegiatan manusia. Oleh karena itu,
mereka selalu berusaha menghindari dari segala macam resiko untuk sakit. Dan
sehat adalah yang sangat diinginkan setiap manusia agar tetap berkegiatan dengan
normal.

Islam telah memberikan penjelasan tentang kesehatan mulai dari manusia itu
dilahirkan. Manusia dilahirkan dalam kondisi atau keadaan suci, bersih, fithrah.
Perkataan ini menunjukkan bahwa Islam telah menanamkan kebersihan, kesucian,
dan kesehatan sejak dini agar tidak ada ketimpangan dalam meniti kehidupan di
dunia fana. Akan tetapi, apabila hal tersebut terabaikan, baik oleh diri sendiri atau
campur tangan orang lain, maka akan timbul sesuatu yang tidak diinginkan, baik
yang merusak dirinya maupun orang lain.
Islam memberikan tuntunan yang benar, agar manusia tidak salah jalan dalam
masalah kesehatan. Al-Quran dan Sunnah Nabi telah banyak memberikan
penjelasan dan gambaran dalam urusan kesehatan yang meliputi kesehatan Fisik,
kesehatan Mental dan Jiwa, kesehatan Nutrisi, kesehatan Masyarakat, kesehatan
Lingkungan.
Dalam menjaga kesehatan tersebut kita sebagai sesama manusia patut
memberikan atau membagi informasi yang ada kepada sesama. Dalam Al-quran
dan hadist pun telah dijelaskan sebagai berikut:
a. QS Al-Baqarah (2) : 151


Artinya : Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nimat Kami
kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang
membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan
mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan
kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.

b. QS Al-Araf : 157




Artinya : (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi
yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada
di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang maruf dan
melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi
mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang
buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu
yang ada pada mereka. (QS. Al Araf:157)
c.

HR Muslim

Artinya : Diriwayatkan dari Malik Al Asyari dia berkata, Rasulullah


saw. bersabda : Kebersihan adalah sebagian dari iman dan bacaan
hamdalah dapat memenuhi mizan (timbangan), dan bacaan subhanallahi
walhamdulillah memenuhi kolong langit dan bumi, dan shalat adalah

cahaya dan shadaqah adalah pelita, dan sabar adalah sinar, dan Al Quran
adalah pedoman bagimu. (HR. Muslim)
Dalam hadist dijelaskan bahwa kebersihan merupakan sebagian dari iman.
Maksudnya adalah, keimanan seseorang akanmenjadi lengkap kalau dia dapat
menjaga kebersihan. Dengan kata lain, orang yang tidak dapat menjaga
kebersihan berarti keimanannya masih belum sempurna. Secara tidak langsung
hadis ini menandaskan bahwa kebersihan bagi umat Islam merupakan sesuatu
yang sangat penting untuk diterapkan. Rangkaian hadits semacam ini secara tidak
langsung juga sebagai isyarat bahwa menjaga kebersihan adalah sangat penting
dan utama sebagaimana keutamaan dari zikir, shalat, shadaqah, dan sabar.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah hubungan dakwah dengan media promosi kesehatan ?
2. Bagaimana Pandangan Islam mengenai dakwah sebagai media promosi
kesehatan ?
1.3 Tujuan
1. Agar mahasiswa mengetahui hubungan dakwah dengan media promosi
kesehatan.
2. Agar mahasiswa mengetahui Pandangan Islam mengenai dakwah sebagai
media promosi kesehatan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi Dakwah
Menurut Islam, Dakwah secara lughawi berasal dari bahasa Arab, da'wah
yang artinya seruan, panggilan, undangan. Secara istilah, kata da'wah berarti
4

menyeru atau mengajak manusia untuk melakukan kebaikan dan menuruti


petunjuk, menyuruh berbuat kebajikan dan melarang perbuatan munkar yang
dilarang oleh Allah Swt. dan Rasul-Nya agar manusia mendapatkan kebahagiaan
di dunia dan di akhirat. Sedangkan secara istilah ada beberapa pendapat
mengenai definisi dakwah, di antaranya adalah :
1. Menurut, H. M. Arifin dalam bukunya yang berjudul Psikologi Dakwah
mengungkapkan bahwa dakwah mengandung pengertian sebagai suatu
kegiatan ajakan, baik dalam bentuk lisan, tulisan, tingkah laku dan
sebagainya yang dilakukan secara sadar dan berencana dalam usaha
mempengaruhi orang lain, baik secara individual maupun kelompok supaya
timbul dalam dirinya suatu pengertian, kesadaran, sikap, pernghayatan serta
pengamalan terhadap ajaran agama sebagai pesan yang disampaikan
kepadanya dengan tanpa adanya unsur-unsur paksaan (Arifin, 1993 : 17).
2. Menurut Hamzah Yakub, Dakwah adalah mengajak umat manusia dengan
hikmah kebijaksanaan untuk mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-rasul-Nya
(Yakub, 1981 : 23).
Berdasarkan beberapa pengertian tentang dakwah di atas dapat diambil sebuah
kesimpulan bahwa dakwah merupakan serangkaian aktivitas yang bersifat
mengajak, memanggil dan mensosialisasikan ajaran-ajaran serta nilai-nilai yang
terkandung dalam Islam dengan hikmah dan kebijaksanaan agar mereka
mengerti, memahami dan melaksanakan pesan tersebut guna mencapai
kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Tujuan utama dakwah adalah mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan


hidup di dunia dan akhirat yang diridhai oleh Allah. Nabi Muhammmad SAW
mencontohkan dakwah kepada umatnya dengan berbagai cara melalui lisan,
tulisan dan perbuatan.
Dasar Hukum dakwah adalah Al-Quran dan Hadits. Berdasarkan kedua
sumber hukum Islam tersebut dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa dakwah
merupakan kewajiban bagi setiap manusia yang mengaku dirinya telah Islam.
Tidak ada alasan lain untuk meninggalkan aktivitas dakwah kecuali manusia
telah meniggalkan dunia yang fana ini. Dakwah yang dimaksud dalam pengertian
di sini bukan hanya pidato, melainkan mencakup pengertian yang luas dan
meliputi seluruh aspek atau bidang kehidupan. Hal ini sesuai dengan firman
Allah SWT dalam Al-Quran Surat An-Nahl ayat 125 yang berbunyi :


(125 : )
Artinya : Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan
pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya
Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalanNya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk
(QS. An-Nahl : 125).
Jadi, melaksanakan dakwah adalah wajib karena tidak ada dalil-dalil lain yang
memalingkannya dari kewajiban itu dan hal ini disepakati oleh para ulama.

Dengan demikian dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa hukum melaksanakan


dakwah adalah wajib (fardhu ain) dan harus dilaksanakan oleh setiap muslim.
Beberapa metode penyampaian pesan dakwah telah dicontohkan oleh
Rasulullah SAW, di antaranya adalah melalui media tulisan (dakwah bil qalam).
Penerapan metode ini dapat dilihat melalui sejarah dakwah Rasulullah SAW,
yaitu pada tahun ke IV H beliau menerapkan suatu metode dakwah dengan
menggunakan media tulisan (dalam bentuk risalah) yang ditujukan kepada rajaraja dan kaisar. Oleh karena itu, risalah dapat diartikan sebagai surat.
Media cetak merupakan media dakwah bil-qalam yang sangat populer di
masyarakat dan sangat penting bagi proses penyampaian pesan dakwah. Dengan
melakukan dakwah bil-qalam di media massa cetak, maka seorang dai dapat
menjalankan peranannya sebagai jurnalis muslim, yakni sebagai muaddib
(pendidik), musahid (pelurus informasi tentang ajaran dan umat Islam), mujaddid
(pembaharu ajaran Islam), muwahid (pemersatu ukhuwah islamiyah) dan
mujahid (pembela ajaran Islam)
2.2 Definisi Media Promosi Kesehatan
Promosi kesehatan adalah upaya perubahan atau perbaikan perilaku dibidang
kesehatan disertai dengan upaya mempengaruhi lingkungan atau hal- hal lain
yang sangat berpengaruh terhadap perbaikan perilaku dan kualitas kesehatan.
Promosi kesehatan meliputi pendidikan atau penyuluhan kesehatan. Promosi
kesehatan bersifat promotif dan preventif.

Media promosi kesehatan adalah semua sarana atau upaya untuk


menampilkan pesan atau informasi yang ingin disampaikan oleh komunikator,
baik itumelaluimedia cetak, elektronika danmedia luar ruang, sehingga sasaran
dapat meningkat pengetahuannya yang akhirnya dapat berubah perilaku ke arah
positif terhadap kesehatan. (Soekidjo:2005).

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Hubungan Dakwah dengan Media Promosi Kesehatan
Pada dasarnya media promosi kesehatan merupakan semua sarana atau upaya
untuk menampilkan pesan atau informasi yang ingin disampaikan oleh
komunikator, baik itu melalui media cetak, elektronik dan media luar ruang,
sehingga sasaran dapat meningkat pengetahuannya yang akhirnya diharapkan

dapat berubah perilakunya kearah positif terhadap kesehatannya. Pada dewasa ini
semakin banyak media yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan
masyarakat mengenai kesehatan. Seperti dakwah yang merupakan kegiatan yang
bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada
Allah Subhaanahu wa ta'ala sesuai dengan garis aqidah, syari'at dan akhlak
Islam.
Dakwah dapat dimanfaatkan sebagai salah satu media promosi kesehatan.
Metode promosi atau pendidikan dengan menggunakan dakwah ini bersifat
massa (publik). Metode ini ditujukan baik untuk sasaran pendidikan tinggi
maupun rendah. Jika diambil benang lurusnya hubungan dakwah sebagai media
promosi kesehatan sangat diperlukan oleh umat islam, untuk menunjang
peningkatan pengetahuan khususnya umat islam agar lebih sadar akan
kesehatannya dan bersyukur akan nikmatNya. Media promosi kesehatan dengan
dakwah cocok digunakan di indonesia, yang mayoritas penduduknya beragama
islam serta sangat patuh akan agamanya. Selain itu metode ini dapat
mengkorelasikan tentang kesehatan dengan ayat-ayat Al-Qur'an dan hadist
sebagai penguatnya.
3.2 Pandangan Islam mengenai Dakwah sebagai Media Promosi Kesehatan
Dakwah dalam Islam tidak hanya menyangkut ilmu agama tetapi juga ilmuilmu yang lain, salah satunya adalah ilmu kesehatan. Untuk itu, dakwah dalam
Islam sangat penting dilakukan sebagai media promosi kesehatan mengingat
bahwa Islam telah mengajarkan kesehatan sejak pertama kali diturunkannya AlQuran. Semua hal-hal tentang kesehatan telah termuat dalam Al-Quran secara
detail.

Islam sejak dari awal sangat mementingkan hidup sehat melalui tindakan
promotif, preventif dan protektif. Langkah dimulai dari pembinaan terhadap
manusia sebagai subjek sekaligus objek persoalan kesehatan itu sendiri. Islam
menanamkan nilai-nilai tauhid dan manifestasi dari tauhid itu sendiri pada diri
manusia. Nilai-nilai tersebut mampu merubah persepsi-persepsi tentang
kehidupan manusia di dunia yang pada gilirannya tentu saja merubah perilaku
manusia yang merupakan realisasinya dari ketaatan terhadap perintah dan
larangan Allah.
Empat faktor utama yang mempengaruhi kesehatan adalah lingkungan (yang
utama), perilaku, pelayanan kesehatan, dan genetik. Bila ditilik semuanya
tetaplah bemuara pada manusia. Faktor lingkungan (fisik, sosek, biologi) yang
mempunyai pengaruh paling besar terhadap status kesehatan tetap saja ditentukan
oleh

manusia.

Manusialah

yang

paling

memiliki

kemampuan

untuk

memperlakukan dan menata lingkungan hidup.


Islam memberikan tuntunan yang benar, agar manusia tidak salah jalan dalam
masalah kesehatan. Al-Quran dan Sunnah Nabi telah banyak memberikan
penjelasan dan gambaran dalam urusan kesehatan yang meliputi :
a. Kesehatan Fisik
Allah telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sempurna
disbanding makhluk yang lain. Allah Subhanhu Wa Ta'ala berfirman
dalam Al-Quran : Sungguh kami telah menciptakan manusia dalam
bentuk yang sebaik-baiknya (At-Tiin : 4). Kesungguhan Allah dalam
menciptakan manusia dengan bentuk yang sedemikian bagusnya, telah
menjadi keharusan bagi makhluknya untuk selalu menjaga kesehatan

10

fisiknya. Allah melarang manusia membuat kerusakan terhadap apa-apa


yang telah diciptakan-NYA.
b. Kesehatan Mental dan Jiwa
Kesehatan mental dan jiwa tidak dapat dipisahkan dengan kesehatan fisik.
Sebab, ketika seseorang mengalami sakit secara fisik, terkadang merusak
mental dan jiwanya, begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, kesehatan
mental dan jiwa harus terus ditingkatkan dengan mendekatkan diri kepada
Allah Subhanhu Wa Ta'ala. Allah Subhanhu Wa Ta'ala. Berfirman:
Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram
(QS.Ar-Rad : 28).
c. Kesehatan Nutrisi
Islam menganjurkan terhadap pemeluknya untuk mengkonsumsi makanan
dan minuman yang halalanthoyyiban (halal lagi baik). Halal adalah suatu
hal yang dibolehkan secara agama, sedangkan thoyyib adalah sesuatu
yang baik pada dasarnya, tidak merusak fisik dan pikiran, dan harus
memenuhi syarat dari segi kebersihan dan kesehatannya.
d. Kesehatan Masyarakat
Manusia adalah makhluk sosial. Dia tidak dapat hidup sendiri tanpa
keterkaitan atau campur tangan orang lain. Dia harus berinteraksi satu
sama lainnya. Dengan hal tersebut, manusia dapat memenuhi kebutuhankebutuhannya dalam segala hal. Allah menciptakan manusia bersuku-suku
dan berbangsa-bangsa untuk saling kenal (litaarofu). Melalui saling kenal
ini, manusia akan beranak dan bertambah banyak. Begitu pula Rosulullah
menganjurkan kepada umatnya untuk menghormati tetangganya. Betapa
Islam menumbuhkan kebersamaan sehingga terciptalah masyarakat yang
sehat.
11

e. Kesehatan Lingkungan
Islam agama yang indah, agama yang cinta dengan kebersihan. Sudah
pasti, Islam akan selalu memperhatikan dalam menjaga kesehatan
lingkungan dalam arti luas. Islam tidak hanya menjaga kesehatan
lingkungan dirinya, rumahnya, dan sekitar tetangganya. Akan tetapi,
memperhatikan pula dalam menjaga kesehatan lingkungan dalam
memilih, baik dalam memilih calon pendamping, calon pemimpin, dan
tempat bekerja.
Terdapat lima alasan dakwah dapat digunakan sebagai media promosi
kesehatan di lingkungan masyarakat, yaitu :
1. Sebagai Pendidik (Muaddib)
Melaksanakan fungsi edukasi tentang kesehatan yang sesuai dengan ajaran
Islam.
2. Sebagai Pelurus Informasi (Musaddid)
Informasi tentang kesehatan harus diluruskan agar sesuai dengan ajaran dan
kaidah Islam.
3. Sebagai Pembaharu (Mujaddid)
Penyebar paham pembaharuan dan pengamalan ajaran Islam tentang
kesehatan.

12

4. Sebagai Pemersatu (Muwahid)


Mampu menjadi jembatan yang mempersatukan umat Islam (Ukhuwah
Islamiyah)
5. Sebagai Pembela (Mujahid)
Maksudnya disini adalah pembela islam. Melalui media massa, umat islam
berusaha keras mendorong penegakan nilai-nilai Islam, menyemarakkan
syiar Islam, mempromosikan kesehatan sesuai dengan syariat islam kepada
semua kalangan umat. Peran kelima ini, sebagai mujahid, sebenarnya
menyimpulkan keempat peran sebelumnya.

BAB IV
Aplikasi Dakwah sebagai Media Promosi Kesehatan
4.1 Contoh Dakwah sebagai Media Promosi Kesehatan
Manfaat Menahan Marah Bagi Fisik, Kesehatan dan Rohani
Ada manfaat yang sangat besar apabila kita dapat menahan marah. Tidak saja
manfaat bagi fisik dan kesehatan, tetapi juga manfaat bagi rohani dan keagamaan
yang bersifat islami.
Manfaat fisik dan kesehatan dari menahan marah dapat berupa terhindarnya
kita dari hormon noradrenalin. Hormon noradrenalin adalah senyawa beracun
yang bersama-sama hormon adrenalin (hormon yang timbul akibat kecemasan

13

dan ketakutan yang teramat sangat) dapat memicu terjadinya penyempitan


pembuluh darah dan bahkan dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.
Biasanya orang yang takut dan marah dadanya akan tersa sesak dan nafasnya
tersengal-sengat. Itu semua merupakan akibat munculnya dua hormon tersebut.
Maka apabila kita berhasil menahan marah, berarti kita telah menjauhkan diri
dari salah satu faktor penyebab penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah.
Dan berarti juga kita telah mengeliminir salah satu sebab gagal jantung dan
penyakit stroke.
Perlu diketahui juga bahwa bila gagal dalam menahan marah akan berakibat
dan beresiko pada :
1. perbuatan atau tindakan yang tak terkontrol karena kehilangan kesadaran
2.
3.
4.
5.
6.

normal
dikucilkan atau dijauhi orang lain
menghilangkan keharmonisan hubungan sosial
mempengaruhi syaraf di otak
rusak dan hancurnya harta benda
membuka pintu bagi syetan untuk mempengaruhi tindakannya.
Dikarenakan manfaat yang sangat besar bila menahan marah dan resiko yang

juga sangat besar bila mengikuti sifat marah atau mengumbar kemarahan maka
kemudian Rasul memberikan dalil larangan marah :



: :
:
Dari Abu Hurairah r.a. sesungguhnya seseorang bertanya kepada Rasulullah
saw. : (Ya Rasulallah) nasihatilah saya. Beliau bersabda : Jangan kamu marah.
Seseorang itu menanyakan hal itu berkali-kali. Maka beliau bersabda : Jangan
engkau marah. (HR. Bukhori )

14

Sedangkan manfaat menahan marah bagi rohani dan keagamaan dapat dilihat
dari dijadikannya menahan marah sebagai indikator takwa seseorang dan dijamin
masuk surga.
Tentang menahan marah sebagai indikator takwa, terungkap dalam Firman
Allah QS. Ali Imron 133-134 sebagai berikut :
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga
yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang
bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu
lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan
memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat
kebajikan. (QS. Ali Imron : 133-134)
Sedangkan jaminan surga bagi yang mampu menahan marah termaktub dalam
Hadits Rasulullah tentang larangan marah berikut ini :

Ya Rasulallah, tunjukkan kepadaku suatu amal yang dapat memasukkanku
ke surga. Rasul menjawab :jangan marah, maka untukmu surga. (HR.
Thabrani)
Demikian catatan kecil tentang manfaat menahan marah dari Materi Dakwah
Islam dan Kultum. Semoga bermanfaat.
Sumber : http://www.pak-sodikin.com/manfaat-menahan-marah.html
diakses pada 13 September 2012
Contoh diatas adalah contoh mengenai Dakwah yang berisikan suatu
informasi mengenai kesehatan yang mana mencakup dalam dakwah sebagai

15

media promosi kesehatan. Dalam hal ini penyampaian dakwah melalui tulisan
artikel atau catatan kecil tentang manfaat marah.
4.2 Kegiatan Dakwah sebagai Media Promosi Kesehatan
Pesantren Punya Peran Penting Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

Foto: purworejonews.com
Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan mempunyai peranan penting
dalam peningkatan kesehatan masyarakat. Hal ini menjadi poin penting dalam
acara orientasi program peningkatan peran serta ormas dalam kegiatan promosi
kesehatan dan pemberdayaan masyarakat melalui pembinaan pesantren dan santri
sehat tahun 2012.
Kegiatan diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul
Ulama (PP LKNU) dengan Pusat Promosi Kesehatan Kementrian Kesehatan
Republik Indonesia di Hotel Bumi Asih Jaya, Jl Soekarno Hatta 452 Bandung ini
rencananya akan digelar selama tiga hari ini (6-8 Juli 2012).

16

Ajakan Promosi Kesehatan, menurut Iskandar dari Kasubdit Kemenkes RI,


merupkan salah satu wujud dari ajaran Islam amar maruf nahi munkar. Salah
satunya adalah Program Promosi Kesehatan dilingkungan Pesantren ini melalui
program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS ). Ini merupakan ajaran
Islam, kata Iskandar
Lebih jauh, menurut Iskandar, 5 Program PHBS ini yaitu cuci tangan dengan
memakai air mengalir, personal Hygiene, Kamar Sehat, Air Bersih dan Kawasan
Tanpa Rokok merupakan program yang harus segera diadopsi di lingkungan
pesantren.
Salah satu peserta dari PCNU Sukabumi, KH.Abdul Ghofar yang juga
merupakan Wakil Ketua PCNU Kota Sukabumi mengatakan, di lingkungan
pondok pesantren salafiah kesadaran akan program PHBS ini masih sangat
minim. Masih banyak kendala yang ditemukan dilapangan dalam menjalankan
program ini, tegasnya.
Sementara itu beberapa orang yang mewakili dinas kesehatan dari berbagai
kabupaten yaitu Bandung, Bogor, Sukabumi dan Cirebon mengatakan bahwa
kementrian kesehatan melalui program

Poskestren telah dilaksanakan di

beberapa pondok pesantren di Jawa Barat.


Utusan PCNU Kabupaten Bogor, Akhsan Ustadhi mengatakan, LKNU
mempunyai PR untuk melakukan reinterpretasi tentang fiqih dan medis.

17

Misalnya apakah istilah suci berarti steril, apakah kotor sama dengan najis? Dan
masih banyak istilah yang fiqih dan medis yang harus di sinkronkan,
pungkasnya.
Sumber: http://www.lazuardibirru.org/berita/news/pesantren-punya-peranpenting-tingkatkan-kesehatan-masyarakat/
diakses pada13 September 2012
Dalam kutipan tersebut menggambarkan mengenai dakwah sebagai media
promosi kesehatan yang mana langsung pada penerapannya khususnya 5
Program PHBS ini yaitu cuci tangan dengan memakai air mengalir, personal
Hygiene, Kamar Sehat, Air Bersih dan Kawasan Tanpa Rokok yang merupakan
program yang harus segera diadopsi di lingkungan pesantren.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari pembahasan diatas, kesimpulan yang dapat diambil antara lain adalah
bahwa dakwah merupakan serangkaian aktivitas yang bersifat mengajak,
memanggil dan mensosialisasikan ajaran-ajaran serta nilai-nilai yang terkandung
dalam Islam dengan hikmah dan kebijaksanaan agar mengerti, memahami dan
melaksanakan pesan tersebut guna mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan
akhirat. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Quran Surat An-Nahl ayat

18

125, dakwah merupakan kewajiban bagi setiap manusia yang mengaku dirinya
telah Islam. Dakwah dan promosi kesehatan dapat saling berkorelasi karena
dakwah dapat dimanfaatkan sebagai salah satu media promosi kesehatan karena
metode promosi dan dakwah yang sama-sama bersifat massa. Selain itu, terdapat
lima alasan dakwah dapat digunakan sebagai media promosi kesehatan di
lingkungan masyarakat, antara lain sebagai pendidik (muaddib), sebagai pelurus
informasi (musaddid), sebagai pembaharu (mujaddid), sebagai Pemersatu
(Muwahid), dan sebagai Pembela (Mujahid).
5.2 Saran
Sebagai umat muslim kita harus menjaga kesehatan karena menjaga anugerah
yang diberikan oleh Allah adalah salah satu bentuk rasa bersyukur kita terhadap
apa yang telah diberikan-Nya. Salah satu cara agar semua orang dapat menjaga
kesehatan adalah melalui promosi kesehatan yang medianya dapat melalui
dakwah seperti contoh kasus diatas. Cara promosi kesehatan melalui dakwah
sebenarnya cukup efektif jika dakwah yang diberikan tidak terlalu membosankan
Apalagi mayoritas penduduk di Indonesia beragama islam serta sangat patuh
akan agamanya maka media promosi kesehatan dengan dakwah ini sangat cocok
digunakan di indonesia. Selain itu, metode ini dapat mengkorelasikan tentang
kesehatan dengan ayat-ayat Al-Qur'an dan hadist sebagai penguatnya.. Jadi pada
intinya, media promosi kesehatan melalui dakwah harus lebih ditingkatkan lagi
untuk menunjang peningkatan pengetahuan khususnya umat islam agar lebih
sadar akan kesehatannya dan bersyukur akan nikmat-Nya sehingga tercipta
masyarakat yang sehat.

19

20