Anda di halaman 1dari 2

A.

PENDAHULUAN

Pemberdayaan pada hakekatnya adalah upaya pemberian daya atau peningkatan


keberdayaan. Pemberdayaan masyarakat dapat diartikan sebagai upaya untuk memandirikan
masyarakat agar mampu berpartisipasi aktif dalam segala aspek pembangunan. Kemandirian
bukan berarti mampu hidup sendiri tetapi mandiri dalam pengambilan keputusan, yaitu memiliki
kemampuan untuk memilih dan keberanian menolak segala bentuk bantuan dan atau kerjasama
yang tidak menguntungkan.
Dengan pemahaman seperti itu, pemberdayaan dapat diartikan sebagai proses terencana
guna meningkatkan skala/upgrade utilitas dari obyek yang diberdayakan. Karena itu
pemberdayaan masyarakat merupakan upaya untuk terus menerus meningkatkan harkat dan
martabat lapisan masyarakat bawah yang tidak mampu melepaskan diri dari perangkap
kemiskinan dan keterbelakangan. Dalam pengertian sehari-hari, pemberdayaan masyarakat selalu
dikonotasikan sebagai pemberdayaan masyarakat kelas bawah (grassroots) yang umumnya
dinilai tidak berdaya.
Lembaga dalam suatu komunitas masyarakat pesisir terdiri dari organisasi pada tingkat
nelayan serta kelembagaan masyarakat desa yang diartikan sebagai norma lama atau aturanaturan sosial yang telah berkembang secara tradisional dan terbangun atas budaya lokal sebagai
komponen dan pedoman pada beberapa jenis/tingkatan lembaga sosial yang saling berinteraksi
dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat untuk mempertahankan nilai. Norma lama yang
dimaksud yaitu aturan-aturan sosial yang merupakan bagian dari lembaga sosial dan simbolisasi
yang mengatur kepentingan masyarakat di masa lalu (Sallatang, 1982).
Di Sulawesi Selatan, kelompok kerja (working group) kenelayanan punggawa-sawi
dikenal sebagai salah satu bentuk kelembagaan desa yang bersifat tradisional.

Dalam

eksistensinya, punggawa mempunyai berbagai hak istimewa, sementara sawi berada pada posisi
tawar yang sangat lemah, namun kelembagaan ini masih tetap eksis sampai saat ini. Berkaitan
dengan itu maka perlu adanya pengkajian yang lebih mendalam untuk melihat sejauh mana

peranan yang tersedia dan perlu diciptakan, serta bagaimana seharusnya

peranan-peranan

(perangkat peranan) itu dilakukan atau dijalankan untuk lebih mengaktualisasikan fungsi-fungsi
yang diemban masing-masing lembaga, agar dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan
tradisional khususnya nelayan grassroot yang dibarengi dengan kelestarian sumberdaya
perikanan yang tetap dapat terjaga
B. TUJUAN

Makalah ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik (jenis, fungsi, dan aktifitas)
kelembagaan masyarakat nelayan, eksistensi kelembagaan, serta merumuskan model
pemberdayaan kelembagaan dalam mengelola sumberdaya perikanan dan peningkatan
kesejahteraan masyarakat nelayan tradisional Kasus Desa Pajukukang Kecamatan Maros
Utara,Kabupaten Maros.