Anda di halaman 1dari 16

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

( RPP )
Identitas
Nama Sekolah
Mata Pelajaran
Kelas/Semester
Materi Pokok
Alokasi Waktu

:
:
:
:
:

SMA Negeri 1 Surakarta


Kimia
X/1
Ikatan Logam dan Interaksi Antar Molekul
90 menit (2 JP)

A. KOMPETENSI INTI
KI 1 :Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 :Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian
dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial
dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI3 :Memahami ,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan
rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 :Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan
metoda sesuai kaidah keilmuan.
Kompetensi Dasar dan Indikator
Kompetensi Dasar
3.7. Menentukan interaksi antar
partikel (atom, ion, dan
molekul) dan kaitannya dengan
sifat fisik zat.

Indikator Pencapaian Kompetensi


3.7.1. Menjelaskan pengertian interaksi antar
molekul atom,ion,molekul
3.7.2. Menjelaskan hubungan interaksi antar
partikel dengan sifat fisik zat
3.7.3. Menjelaskan interaksi antar partikel dalam
peristiwa di sekitar

4.7. Menalar sifat-sifat zat di sekitar


kita dengan menggunakan
prinsip interaksi antarpartikel
B.

4.7.1 Menyajikan hasil analisis berdasarkan data


pengamatan dan diskusi terkait hubungan
interaksi antar partikel dengan sifat fisik
zat

Materi Pembelajaran
1. Interaksi antar patikel
2. Ikatan Logam

C. Kegiatan Pembelajaran
Langkah
Sintaks/Tahapan
pembelajaran
Pembelajaran
Kegiatan
a. Stimulation
Pendahuluan
(memberi

Deskripsi Kegiatan Pembelajaran

o Guru mengkondisikan peserta didik untuk siap

stimulus);

belajar ,
o Guru meminta peserta didik men yiapkan buku
literature dari berbagai sumber belajar ( buku,
internet ) yang berkaitan dengan materi
pembelajaran
o Guru mengajukan pertanyaan yang membuka
wawasan siswa dan membimbing ke arah
penemuan konsep, seperti:
Pernahkan kalian meliahat air diatas daun talas?
Nah untuk menjawab hal tersebut maka kalian
harus menyimak dengan baik pembelajaran hari
ini.
o Peserta didik menerima informasi tentang tujuan
pembelajaran dari guru.
o Guru menyampaikan kompetensi yang akan
dicapai dan manfaat pembelajaran sifat koligatif
larutan dilanjutkan membentuk kelompok kerja
terdiri dari 4 peserta secara heterogen untuk
berdiskusi dan bekerja sama dalam kelompok
masing-masing.

Kegiatan inti b. Problem

Statement
(mengidentifikasi
masalah)

Diperlihatkan bentuk tetesan air di atas


kaca dan di atas kaca yang dilapisi lilin

Mengajukan pertanyaan: mengapa bentuk tetesan


air berbeda?

Peserta didik mengumpulkan data informasi


melalui diskusi kelas dan study pustaka tentang
interaksi antar molekul dan ikatan logam

(mengolah data);

Verification
(memverifikasi);

Peserta didik mengolah data informasi melalui


diskusi kelompok dan studi pustaka tentang
interaksi antar molekul dan ikatan logam

c. Data Collecting

(mengumpulkan
data);

d. Data Processing

f.
g.
Kegiatan
penutup

h. Generalization

(menyimpulkan);

Hasil diskusi kelompok dalam bentuk charta di


tempel di dinding kelas kemudian perwakilan
kelompok mencermati kelebihan dan kekurangan
hasil diskusi kelompok lain
Guru membimbing peserta didik menyimpulkan
sekaligus memberi penguatan tentang interaksi antar
molekul dan ikatan logam

D. Penilaian, Pembelajaran Remidial, dan Pengayaan

1. Teknik Penilaian
No

Aspek

Teknik

1.

Pengetahuan

Tes tertulis

Penugasan

2.

Ketrampilan

Bentuk Instrumen
- Soal objektif dan essai
- Soal penugasan

Observasi presentasi hasil - Lembar dan Kinerja Persentasi


diskusi kelompok

2. Instrument penilaian
-

Penilaian pengetahuan : soal pilgan , uraian , dan tugas

Penilaian ketrampilan : lembar pengamatan saat presentasi hasil diskusi

3. Pembelajaran remedial
Pembelajaran remedial dilaksanakan segera setelah diadakan penilaian bagi peserta didik yang
mendapat nilai di bawah 75
Strategi pembelajaran remedial dilaksanakan dengan pembelajaran remedial , penugasan, tutor
sebaya berdasarkan indicator pembeljaran yang belum dicapai oleh masing masing peserta didik
4. Pengayaan
Peserta didik yang mendapat nilai di atas 75 diberikan tugas mengkaji materi penerapan kelimpahan
unsure dalam kehidupan sehari hari dan atau soal soal HOT ( higher ordered thingking )
E. Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar
1. Media/alat

: Laptop/LCD

2. Bahan

: video peristiwa disekitar yang berkaitan dengan interaksi antar partikel

3. Sumber belajar

: Buku Kimia Kelas X

Lampiran :
1. Materi pembelajaran
2. Alat penilaian

Surakarta,
Mengetahui
Kepala SMA Negeri 1 Surakarta
Dra. Harminingsih, MPd
NIP. 19671208 199412 2 003

Juli 2016

Guru Mata Pelajaran Kimia


Yusri Dwi Nuryanti,S.Pd

Lampiran 1: Materi Pembelajaran

Gaya Antar Molekul


Gaya antar molekul adalah gaya tarik-menarik antar molekul yang saling berdekatan. Gaya antar molekul berbeda
dengan ikatan kimia. Ikatan kimia, seperti ikatan ionik, kovalen, dan logam, semuanya adalah ikatan antar
atom dalam membentuk molekul. Sedangkan gaya antar molekul adalah gaya tarik antar molekul. Kita akan
mempelajari tiga macam gaya antar molekul, yaitu:

Gaya Van der Waals

Ikatan Hidrogen

Gaya London
Agar dapat memahami gaya antar molekul dengan baik. kita harus memahami terlebih dahulu tentang apa yang
dimaksud dengan dipol dalam suatu molekul.

Dipol
Dipol adalah singkatan dari di polar, yang artinya dua kutub. Senyawa yang memiliki dipol adalah senyawa yang
memiliki kutub positif (+) di satu sisi, dan kutub negatif (-) di sisi yang lain. Senyawa yang memiliki dipol biasa
disebut sebagai senyawa polar. Senyawa polar terbentuk melalui ikatan kovalen polar. Perlu diperhatikan bahwa
dipol berbeda dengan ion. Kekuatan listrik yang dimiliki dipol lebih lemah dibanding kekuatan listrik ion. Kita pasti
ingat, bahwa ion terdapat pada senyawa ionik, dimana molekul terbagi menjadi dua , yaitu ion positif/kation (+)
dan ion negatif/anion (-).
Untuk memahami perbedaan antara ion dan dipol, mari kita perhatikan gambar berikut:

Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa pada senyawa ion, molekul terbagi (bisa juga dikatakan terbelah) menjadi
dua bagian. Jadi ion positif dan ion negatif sebenarnya terpisah. Mereka bersatu hanya karena adanya gaya tarikmenarik antar ion positif dan negatif (gaya coulomb).
Pada senyawa polar, tidak terjadi pemisahan. Molekul merupakan satu kesatuan. Hanya saja pada satu sisi/tepi
terdapat
kutub
positif
(+)
dan
di
sisi/tepi
yang
lain
terdapat kutub
negatif (-).
Untuk senyawa non polar, sama sekali tidak ada muatan listrik yang terkandung.
Untuk mempelajari bagaimana dipol terbentuk, silakan tengok kembali materi ikatan kovalen polar di kelas X.

Gaya Van der Waals


(Gaya tarik antara dipol-dipol)
Gaya Van der Waals merupakan gaya tarik antar dipol pada molekul polar. Molekul polar memiliki ujung-ujung yang
muatannya berlawanan. Ketika dikumpulkan, maka molekul polar akan mengatur dirinya (membentuk
formasi) sedemikian hingga ujung yang bermuatan positif akan berdekatan dengan ujung yang bermuata negatif
dari molekul lain. tapi tentu saja formasinya tidak statis/tetap, kenapa? Karena sebenarnya molekul selalu bergerak
dan bertumbukan/tabrakan.

Catatan:
Molekul/atom/zat akan diam tak bergerak jika energi kinetiknya = 0 (nol). Keadaan ini disebut keadaan diam mutlak,
dicapai jika benda berada pada suhu 00K (-2730C)
Untuk jelasnya, bisa dilihat pada gambar berikut:

Gaya Van der Waals diperlihatkan dengan garis merah (putus-putus). Kekuatan gaya tarik antara dipol ini biasanya
lebih lemah dari kekuatan ikatan ionik atau kovalen (kekuatannya hanya 1% dari ikatan). Kekuatannya juga akan
berkurang dengan cepat bila jarak antar dipol makin besar. jadi gaya Van der Waaals suatu molekul akan lebih kuat
pada fase padat dibanding cair dan gas.

Ikatan Hidrogen
Ikatan hidrogen adalah ikatan yang terjadi antara atom hidrogen pada satu molekul dengan atom nitrogen (N),
oksigen (O), atu fluor (F) pada molekul yang lain. Gaya tarik dipol yang kuat terjadi antara molekul-molekul tersebut.
Gaya tarik antar molekul yang terjadi memiliki kekuatan 5 sampai 10% dari ikatan kovalen. Gambaran ikatan
hidrogen dapat dilihat pada gambar berikut:

Ikatan hidrogen diperlihatkan pada garis merah (putus-putus). Meskipun tidak terlalu kuat, ikatan hidrogen tersebar
diseluruh molekul. Inilah sebabnya air (H 2O) memiliki titik didih yang relatif lebih tinggi bila dibandingkan dengan
senyawa lain dengan berat molekul (Mr) yang hampir sama. Sebut misalnya CO 2 (Mr=48) dalam suhu kamar sudah
berwujud gas, sedangkan air (H2O) dengan berat molekul lebih kecil (Mr=18) pada suhu kamar (20 0C) masih berada
pada fase cair.

Gaya London
Gaya London merupakan gaya antar dipol sesaat pada molekul non polar. Seperti kita ketahui molekul non polar
seharusnya tidak mempunyai kutub/polar (sesuai dengan namanya). Namun, karena adanya pergerakan elektron
mengelilingi atom/molekul, maka ada saat-saat tertentu dimana elektron akan "berkumpul" (terkonsentrasi) di salah
satu ujung/tepi molekul, sedang di tepi yang lain elektronnya "kosong". Hal ini membuat molekul tersebut "tiba-tiba"
memiliki dipol, yang disebutdipol sesaat. Munculnya dipol ini akan menginduksi dipol tetangga disebelahnya. Ketika
elektron bergerak lagi, dipol ini akan hilang kembali. Untuk jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:

Ketika dipol sesat terjadi, akan timbul pula gaya london (garis biru putis-putus). Ketika dipol hilang, gaya london pun
hilang. Kekuatan Gaya london bergantung pada berbagai faktor:

1. Kerumitan molekul
makin rumit molekul (Mr makin besar), maka gaya london makin kuat.
2. Ukuran molekul
makin besar ukuran molekul, gaya london juga makin kuat. hal ini dikarenakan molekul besar lebih
mudah terpolarisasi, sehingga dipol sesaat lebih mudah terjadi.

A. PENGERTIAN IKATAN LOGAM


Ikatan kimia antar atom-atom penyusun logam bukanlah ikatan ion ataupun ikatan kovalen. Tedapat suatu jenis
ikatan yang dapat mengikat atom-atom logam, yakni ikatan logam. Terdapat beberapa teori yang menerangkan
ikatan pada logam. Teori untuk ikatan logam harus dapat menjelaskan sifat-sifat logam yang ada. Salah satu
teori yang dapat menjelaskan ikatan logamadalah teori lautan elektron yang ditemukan oleh Drude dan
Lorentz. Menurut teori ini, kristal logam tersusun atas kation-kation logam yang terpateri di tempat (tidak
bergerak) dikelilingi oleh lautan elektron valensi yang bergerak bebas dalam kisi kristal. Ikatan logam terbentuk
akibat adanya gaya tarik menarik antara muatan positif dari inti atom logam dan muatan negatif dari elektron
valensi yang bebas bergerak dalam kisi kristal.

Karena
elektron-elektron valensi logam bergerak bebas dan mengisi ruang-ruang di antara kisi-kisi kation logam yang
bermuatan positif. Oleh karena bergerak bebas, elektron-elektron valensi dapat berpindah jika dipengaruhi oleh
medan listrik atau panas.
Kekuatan ikatan logam ditentukan oleh besarnya gaya tarik-menarik antara ion-ion positif dan elektron-elektron
bebas. Semakin besar jumlah muatan positif ion logam yang berarti semakin banyak jumlah ikatan bebasnya,
maka semakin besar kekuatan logam.

B. PROSES PEMBENTUKAN IKATAN LOGAM


Pada ikatan logam terjadi proses saling meminjamkan elektron, hanya saja jumlah atom yang bersama-sama
saling meminjamkan elektron valensinya (elektron yang berada pada kulit terluar) ini tidak hanya antara dua
melainkan beberapa atom tetapi dalam jumlah yang tidak terbatas. Setiap atom menyerahkan elektron valensi
untuk digunakan bersama, dengan demikian akan ada ikatan tarik menarik antara atom-atom yang saling
berdekatan.
Jarak antar atom ini akan tetap sama, maksudnya seandainya ada atom yang bergerak menjauh maka gaya
tarik menarik akan menariknya kembali ke posisi semula dan bila bergerak terlalu mendekat maka akan timbul
gaya tolak menolak karena inti-inti atom berjarak terlalu dekat padahal muatan listriknya sama sehingga
kedudukan atom relatif terhadap atom lain akan tetap.
Pada ikatan logam, inti-inti atom berjarak tertentu dan terletak beraturan sedangkan elektron yang saling
dipinjamkan seolah-olah membentuk kabut elektron. Dalam logam, orbital atom terluar yang terisi elektron
menyatu menjadi suatu sistem terdelokalisasi yang merupakan dasar pembentukan ikatan logam. Delokalisasi
yaitu suatu keadaan dimana elektron valensi tidak tetap posisinya pada 1 atom, tetapi senantiasa berpindahpindah dari satu atom ke atom lain.
Atom logam dapat berikatan sambung menyambung ke segala arah sehingga menjadi molekul yang besar
sekali. Satu atom akan berikatan dengan beberapa atom lain disekitarnya. Akibatnya atom tersebut terikat kuat
dan menjadi logam berwujud padat (kecuali Hg) dan umumnya keras.

Lampiran II : Penilaian
1. Teknik Penilaian: pengamatan sikap, tes tertulis
2. Prosedur Penilaian:

No
Aspek yang dinilai
Teknik Penilaian
Waktu Penilaian
1. Sikap
Pengamatan
Selama pembelajaran dan
a. Terlibat aktif dalam
saat diskusi
pembelajaran
Ruang
Lingkup Kimia
b. Bekerjasama
dalam
kegiatan kelompok.
c. Peduli dan toleran
terhadap proses
pemecahan masalah
yang berbeda dan
kreatif.
2.

Pengetahuan
a. Menganalisis interaksi
antar molekul

Tes tertulis

Penyelesaian tugas individu


dan kelompok

Pengamatan

Penyelesaian tugas (baik


individu maupun kelompok)
dan saat diskusi/presentasi

b. Menganalisis interaksi
antar partikel dengan
sifat fisik zat
c. Menganalisisa interaksi
antar partikel dalam
peristiwa di sekitar
d. Menganalisi
ikatan
logam
3.

Keterampilan
a. Terampil menerapkan
konsep/prinsip dan
strategi pemecahan
masalah yang relevan
yang berkaitan dengan
interaksi antar molekul

No

Nama Siswa

Nama Sekolah

: SMA N 1 Surakarta

Mata Pelajaran

: Kimia

Kelas/Semester

: X/I

Materi pokok

: Interaksi Antar Partikel

Presentasi

mlJu
ah

LEMBAR PENILAIAN KETRAMPILAN


( PRESENTASI )

an jawabanMempertahank

BahasaPenggunaan

presentasiSistematika

MateriPenguasaan

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

RUBRIK PENILAIAN KETRAMPILAN


(PRESENTASI)
Nama Sekolah
: SMA N 1 Surakarta

NO

Mata Pelajaran

: Kimia

Kelas/Semester

: XII/I

Materi pokok

: Penurunan Tekanan Uap

INDIKATOR

DESKRIPTOR

Penguasaan
materi yang
dipresentasikan

3. Menunjukkan penguasaan materi presentasi dengan baik


2. Menunjukkan penguasaan materi presentasi dengan
kurang baik
1. Menunjukkan penguasaan materi presentasi dengan
sangat kurang baik

Sistematika
presentasi

3. Materi presentasi disajikan secara runtut dan sistematis


2. Materi presentasi disajikan secara kurang runtut dan
sistematis
1. Materi presentasi disajikan secara tidak runtut dan tidak
sistematis

Penggunaan
bahasa

3. Bahasa yang digunakan mudah dipahami


2. Bahasa yang digunakan cukup sulit dipahami
1. Bahasa yang digunakan sangat sulit dipahami

4.

Kemampuan
mempertahankan
dan menanggapi
pertanyaan atau
sanggahan

3. Mampu mempertahankan dan menanggapi


pertanyaan/sanggahan dengan baik
2. Kurang mampu mempertahankan dan menanggapi
pertanyaan atau sanggahan dengan baik
1. Sangat kurang mampu mempertahankan dan
menanggapi pertanyaan atau sanggahan

skor=

jumlah skor
100
skor total

Kriteria persentase (%skor) yang digunakan adalah:


Sangat baik

= 85% < %skor 100%

Baik

= 76% < %skor 85%

Cukup

= 60% < %skor 76%

Kurang

= 55% < %skor 60%

Sangat kurang = 55%

LEMBAR KEGIATAN
SISWA
INTERAKSI ANTAR MOLEKUL
GAYA LONDON

Nama Anggota Kelompok :

1............................................
2............................................
3............................................
4............................................

GAYA TARIK DIPOL TERIMBAS (GAYA LONDON)


A. Kompetensi Dasar
3.7 Menentukan interaksi antar partikel (atom, ion, dan molekul) dan kaitannya
dengan sifat fisik zat.
B. Indikator
Menjelaskan pengertian interaksi antar molekul atom,ion,molekul
C. Materi Pembelajaran
Gaya Tarik Menarik Dipol Sesaat (Dipol Terimbas)
Antar molekul nonpolar terjadi tarik-menarik yang lemah akibat terbentuknya dipol sesaat. Pada
waktu membahas struktur elektron, kita mengacu pada peluang untuk menemukan elektron di daerah
tertentu pada waktu tertentu. Elektron senantiasa bergerak dalam orbit. Perpindahan elektron dari suatu
daerah ke daerah lainnya menyebabkan suatu molekul yang secara normal bersifat nonpolar menjadi
polar, sehingga terbentuk suatu dipol sesaat. Dipol yang terbentuk dengan cara itu disebut dipol sesaat
karena dipol itu dapat berpindah milyaran kali dalam 1 detik. Pada saat berikutnya, dipol itu hilang atau
bahkan sudah berbalik arahnya. Suatu saat yang mungkin terjadi digambarkan pada gambar berikut.

Gambar gaya london


Dipol sesaat pada suatu molekul dapat mengimbas pada molekul di sekitarnya, sehingga
membentuk suatu dipol terimbas. Hasilnya adalah suatu gaya tarik-menarik antarmolekul yang lemah.
Penjelasan teoritis mengenai gaya-gaya ini dikemukakan oleh Fritz London pada tahun 1928. Oleh
karena itu gaya ini disebut gaya London (disebut juga gaya dispersi) (James E. Brady, 1990).
Kemudahan suatu molekul untuk membentuk dipol sesaat atau untuk mengimbas suatu molekul
disebut polarisabilitas. Polarisabilitas berkaitan dengan massa molekul relatif (Mr) dan bentuk
molekul. Pada umumnya, makin banyak jumlah elektron dalam molekul, makin mudah mengalami
polarisasi. Oleh karena jumlah elektron berkaitan dengan massa molekul relatif, maka dapat dikatakan
bahwa makin besar massa molekul relatif, makin kuat gaya London. Misalnya, radon (Ar = 222)
mempunyai titik didih lebih tinggi dibandingkan helium (Ar = 4), 221 K untuk Rn dibandingkan dengan
4 K untuk He. Molekul yang bentuknya panjang lebih mudah mengalami polarisasi dibandingkan
molekul yang kecil, kompak, dan simetris. Misalnya, normal pentana mempunyai titik cair dan titik
didih yang lebih tinggi dibandingkan neopentana. Kedua zat itu mempunyai massa molekul relatif yang
sama besar.

Gambar bentuk molekul dan polarisabilitasnya


Gaya dispersi (gaya London) merupakan gaya yang relatif lemah. Zat yang molekulnya
bertarikan hanya berdasarkan gaya London, yang mempunyai titik leleh dan titik didih yang rendah
dibandingkan dengan zat lain yang massa molekul relatifnya kira-kira sama. Jika molekul-molekulnya
kecil, zat-zat itu biasanya berbentuk gas pada suhu kamar, misalnya hidrogen (H 2), nitrogen(N2),
metana dan gas-gas mulia.
D. Petunjuk belajar
1. Duduklah berkrlompok sebanyak 2 orang sesuai perintah guru
2. Berdiskusilah dengan kelompok masing- masing untuk membahas LKS yang telah diberikan oleh
guru.
3. Guru membimbing
4. Siswa mempresentasikan hasil pekerjaan mereka di depan kelas, kemudian kelompok lain dan guru
menanggapi ( baik berupa masukan ataupun sanggahan).

1.1.1.1.1.1 SOAL LATIHAN


A.

Jawablah pertanyaan ini untuk membantu diskusimu!


1.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan interaksi molekul dengan gaya london!

2.

Apa yang dimaksud dengan polarisabilitas?

3.

Bagaimana pengaruh dari polarisabilitas dengan kekuatan gaya london? Jelaskan dengan contoh !

4.

Tuliskan contoh dari senyawa atau molekul unsur yang berikatan dengan gaya london !

B. Setelah mendengar presentasi kelompok lain, coba simpulkan perbedaan antara interaksi antar
molekul berdasarkan diskusi kalian dengan diskusi kelompok lain!
Tabel perbedaan jenis interaksi antar molekul
Kelompok I
Gaya London

Kelompok II
........................

Kelompok III
.........................

Kunci Jawaban LKS Gaya London


1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan interaksi molekul dengan gaya london!
Jawab:
Gaya london adalah salah satu jenis interaksi antar molekul nonpolar dimana terjadi tarik-menarik
yang lemah akibat terbentuknya dipol sesaat. Dipol sesaat pada suatu molekul dapat mengimbas
pada molekul di sekitarnya, sehingga membentuk suatu dipol terimbas. Hasilnya adalah suatu gaya
tarik-menarik antarmolekul yang lemah
2.

Apa yang dimaksud dengan polarisabilitas?


Jawab:
Polarisabilitas adalah kemudahan suatu molekul untuk membentuk dipol sesaat atau untuk
mengimbas suatu molekul.

3.

Bagaimana pengaruh dari polarisabilitas dengan kekuatan gaya london? Jelaskan dengan contoh !
Jawab:
Polarisabilitas berkaitan dengan massa molekul relatif (Mr) dan bentuk molekul. Pada umumnya,
makin banyak jumlah elektron dalam molekul, makin mudah mengalami polarisasi. Oleh karena
jumlah elektron berkaitan dengan massa molekul relatif, maka dapat dikatakan bahwa makin besar
massa molekul relatif, makin kuat gaya London. Misalnya, radon (Ar = 222) mempunyai titik didih
lebih tinggi dibandingkan helium (Ar = 4), 221 K untuk Rn dibandingkan dengan 4 K untuk He.

4.

Tuliskan contoh dari senyawa atau molekul unsur yang berikatan dengan gaya london !
Jawab:
Semisal interaksi antara molekul H2, N2, metana dan gas-gas mulia.

C. Setelah mendengar presentasi kelompok lain, coba simpulkan perbedaan antara interaksi antar
molekul berdasarkan diskusi kalian dengan diskusi kelompok lain!
Tabel perbedaan jenis interaksi antar molekul
Kelompok I
Gaya London
Gaya london adalah salah
satu jenis interaksi antar
molekul nonpolar dimana
terjadi tarik-menarik yang
lemah akibat terbentuknya
dipol sesaat. Dipol sesaat
pada suatu molekul dapat
mengimbas pada molekul di
sekitarnya, sehingga
membentuk suatu dipol
terimbas. Hasilnya adalah
suatu gaya tarik-menarik

Kelompok II
Gaya Dipol-Dipol
Gaya tarik yang terjadi
dalam zat polar, yang
terjadi akibat molekulmolekul zat polar
cenderung menyusun diri
dengan ujung (pol) positif
berdekatan dengan ujung
(pol) negatif dari molekul
di dekatnya

Kelompok III
Ikatan Hidrogen
Ikatan yang terjadi antara
unsur H dengan unsur N, O,
dan F. Dalm ikatan ini karena
unsur F, O, dan N sangat
elektronegatif, maka ikatan F
H, O H, dan N H sangat
polar, atom H dalam
senyawa-senyawa itu
sangat positif. Sehingga
menyebabkan ikatan hidrogen
menjadi ikatan paling kuat
dibanding dua interaksi

antarmolekul yang lemah

molekul yang lain.