Anda di halaman 1dari 3

BAB III

PEMBAHASAN
3. 1 Skenario
Putri mahasiswa co ass bagian prostodontia akan menunjukan pasien pada
pembimbing. Pasien perempuan usia 35 tahun dengan keluhan kerusakan dan kehilangan
gigi serta ingin dibuatkan gigi tiruan yang bisa dibuka dan dipasang oleh pasien untuk
memperbaiki fungsi. Dari keluhan pasien tidak mau kelihatan ompong karena profesinya
sebagai guru dan menganggu penampilan waktu bicara. Putri mempersiapkan pasien
untuk dilakukan Pemeriksaan intra oral diketahui kehilangan gigi 17 16 15 25 26 31 32
36 37 38 41 42 46 47 48, dan gigi 18 11 21 mobiliti grade 2 dan indikasi pencabutan, gigi
28 sisa akar, pada gigi 15 16 terdapat tonjolan pada tulang alveolar, adanya torus
palatinus yang tidak meluas sampai palatum molle, pemeriksaan pada rahang bawah
(jarak margin gingiva dengan sulkus gingiva kurang dari 4 mm, tinggi ridge alveolar
posterior rendah, retromylohyoid dangkal, frenulum bukalis rendah ), kalkulus dan
oklusi normal. Putri menjelaskan alternatif gigi tiruan resin akrilik pada rahang atas dan
kerangka logam pada rahang bawah.
Pertanyaan : Bagaimana penatalaksanaan pasien pada kasus?

3. 2 Identifikasi Masalah
1. Apa saja pemeriksaan yang dilakukan pada kasus diatas dan bagaimana hasil
2.
3.
4.
5.
6.
7.

pemeriksaan tersebut ?
Apa rencana perawatan untuk kasus diatas ?
Apa klasifikasi untuk kasus diatas ?
Apa saja Indikasi dan kontra indikasi GTSL ?
Apa jenis GTSL yang digunakan untuk kasus diatas ?
Apa Komponen GTSL yang digunakan untuk kasus diatas ?
Apa tujuan penggunaan GTSL ?

3.3 Pembahasan
1. Pemeriksaan
- Rahang atas :
a. Pemeriksaan dengan cara visual dan palpasi pada tonjol alveolar gigi 15 16
Hasil pemeriksaan = exositosis pada tulang alveolar 15 16
b. Pemeriksaan dengan visual pada gigi 28
Hasil pemeriksaan = sisa akar 28
c. Pemeriksaan palpasi dan visual pada gigi 18 11 21
Hasil pemeriksaan = mobility grade 2
d. Pemeriksaan visual pada daerah lain
Hasil pemeriksaan = gigi 17 16 15 25 26 missing
-

2.

Rahang bawah :
a. Pemeriksaan visual
Hasil pemeriksaan = gigi 31 32 36 37 38 41 42 46 47 48 missing

Rencana perawatan
A. Rencana perawatan awal
- Rahang atas :
a. Tindakan scalling pada gigi sisa
b. Tindakan alveolektomi pada tulang alveolar gigi 15 16
c. Extraksi akar gigi 28
d. Extraksi gigi 18 11 21 yang sudah mobiliti grade 2
Rahang bawah :
a. Tindakan scalling pada gigi sisa
B.

Rencana perawatan akhir


Rahang atas : Pemasangan gtsl immediate dengan bahan resin akrilik.
Rahang bawah : Pemasangan gtsl convensional dengan kerangka logam.

3. Klasifikasi GTSL
Menurut Kenedy
Rahang atas = kelas II modifikasi 2
Rahang bawah =kelas I modifikasi 1
4. Indikasi dan kontraindikasi
Indikasi Pemakaian GTSL
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Bila tidak memenuhi syarat untuk gigi tiruan cekat


Tidak ada abutmen pada gigi posterior dan ruang edentulous
Bila dukungan sisa gigi asli kurang sehat
Bila dibutuhkan stabilisasi dari lengkung yang berseberangan
Bila membutuhkan estetik yang lebih baik
Bila dibutuhkan gigi segera setelah dicabut

7. Keinginan pasien
Kontra Indikasi Pemakaian GTSL
1.
2.
3.
4.

Penderita yang tidak kooperatif


Usia lanjut
Penyakit sistemik (epilepsi, DM tidak terkontrol
OH buruk

5. Jenis GTSL
Rahang atas :
Berdasarkan bahan yang dipakai untuk membuat: Acrylic denture dibuat

dari akrilik
Saat pemasangan: Immediate dipasang segera setelah gigi hilang/dicabut
Jaringan pendukung: Mucosa and tooth didukung oleh mukosa dan gigi
Letak daerah tak bergigi / sadel: Free end suported case

Rahang bawah :
1. Berdasarkan bahan yang dipakai untuk membuat: Frame denture dibuat dari
logam
2. Saat pemasangan: Convensional dipasang setelah gigi hilang
3. Jaringan pendukung: Mucosa and tooth didukung oleh mukosa dan gigi
4. Letak daerah tak bergigi / sadel: Free end suported case

6. Komponen GTSL
7. Tujuan GTSL
mengembalikan fungsi bicara
mengembalikan fungsi estetis
mengembalikan fungsi pengunyahan
membantu mempertahankan gigi yang tertinggal
memperbaiki oklusi
meningkatkan distribusi beban kunyah
mempertahankan jaringan lunak mulut yang masih ada agar tetap sehat