Anda di halaman 1dari 49

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL

PT. PANCABUDI IDAMAN


__________________________________________________________________

SISTEM JAMINAN HALAL (SJH)


PT. PANCABUDI IDAMAN
MAN-01

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________
DAFTAR ISI
Lembar Pengesahan. 3
Daftar Disribusi Dokumen.. 4
Daftar Revisi Dokumen.... 5
Sistem Jaminan Halal .. 7
1. Kebijakan Halal .. 7
2. Panduan Halal . 8
3. Organisasi Manajemen Halal 16
3.1. Persyaratan Auditor Internal .. 17
3.2. Tugas Tim Auditor Halal . 17
3.3. Uraian Tugas dan Wewenang Auditor Halal . 17
3.4. SOP . 19
3.5. Acuan Teknis . 22
3.6. Sistem Administrasi .. 24
3.7. Sistem Dokumentasi .. 25
3.8. Sosialisasi 25
3.9. Pelatihan . 25
3.10.

Komunikasi Internal dan External . 26

3.11.

Audit Internal 26

3.12.

Tindakan Perbaikan . 28

3.13.

Kaji Ulang Manjemen .. 29

Lampiran Pohon keputusan untuk identifikasi Titik Kritis . 30


Matrix bahan baku, Tambahan dan Penolong .. 39
Tabel Daftar Bahan titik Kritis ... 40
Lampiran Borang Audit Halal Internal . 41
Lampiran Laporan Ketidak sesuaian . 48
Lampiran Laporan Tinjauan Manajemen . 49

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________

SISTEM JAMINAN HALAL (SJH)


PT. PANCABUDI IDAMAN

Disiapkan oleh

Disahkan Oleh

Novri Ariyanto

Ibu Emiyanti

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________
DAFTAR DISTRIBUSI DOKUMEN MANUAL PT. PANCABUDI IDAMAN
NO
1
2
3
4
5
6

DEVISI
PURCHASING
QA/QC
PPIC
MPD (PRODUKSI)
R&D
TOP MANAJEMEN

PERSONEL
Salamah/resmi
Mulyati
Lisa Surya
Gatot Wibisono
Herry
Ibu Emiyanti

TANDATANGAN

TANGGAL

DAFTAR REVISI DOKUMEN MANUAL PT. PANCABUDI IDAMAN


Perubahan
No. Tanggal
1

10/11/09

Dokumen yang direvisi


Edisi
Bab
Hala
man
1
all
all

Dokumen hasil revisi


Edisi
Bab
Hala
man
all
all

Keterangan
Penerbitan
awal

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________
KEBIJAKAN HALAL PT. PANCABUDI IDAMAN
PT. Pancabudi Idaman berkomitmen untuk memproduksi kantong plastik
yang bersertifikat halal secara konsisten sehingga dapat dipakai secara aman oleh
pelanggan yang beragama islam tanpa kuatir keharamannya. Kita akan mencapai
dengan:
1. Menajamin produk kantong plastik yang diproduksi baik LLDPE maupun
HDPE halal yaitu telah disertifikasi oleh LPPOM MUI
2. Menjamin proses produksi bebas dari bahan Haram atau Najis
3. Menjamin Pemasok berasal dari sumber yang Halal

PENDAHULUAN
1. Profil Perusahaan
a. Nama Perusahaan
Alamat kantor Pusat

: PT. Pancabudi Idaman


: Kawasan Pusat Niaga Terpadu, JL. Daan Mogot Raya Km
19.6 Blok D No. 8AD TANGERANG 15122

b. Alamat Pabrik

: Jl. Keamanan No.228 229 Batu Ceper TANGERANG 15122

c. Jenis Produk

: Kantong Plastik

d. Kapasitas produksi

: 2000 ton/ bulan


6

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________
PT. Pancabudi Idaman adalah perusahaan Nasional yang bergerak dibidang kemasan yaitu
memproduksi produk kantong plastik jenis bahan LLDPE (Low Linier Density Poly Etyline) dan
HDPE (High Density Poly Etyline). Perusahaan ini berdiri sejak tahun 1999 dan berkembang
pesat sampai saat ini dengan total produksi 25.000 ton pada akhir tahun 2008.
2. Tujuan Penerapan
Tujuan dari penerapan Sistem Jaminan Halal adalah bertanggung jawab terhadap pelanggan
Muslim PT. Pancabudi yang menggunakan kantong plastik baik LLDPE maupun HDPE sehingga
merasa yakin untuk menghantarkan langsung dengan makanan sehingga makanan tersebut
menjadi aman kehalalannya. Oleh itu diperlukan sertifikat Halal sebagai jaminan dari MUI.
3. Ruang Lingkup Penerapan
Untuk saat ini Sistem Jaminan Halal PT. Pancabudi Idaman diterapkan secara tetap pada
Pembelian, Penerimaan Bahan, Lini Produksi, Penyimpanan Bahan dan Produk serta
trnsportasinya sesuai dengan syariat Islam.
SISTEM JAMINAN HALAL
1. Kebijakan Halal
Pernyataan dari kebijakan Halal merupakan langkah awal dari penerapan Sistem Jaminan Halal
(SJH) Kebijakan halal merupakan pernyataan tertulis komitmen perusahaan untuk memproduksi
produk halal secara konsisten, mencakup konsistensi dalam penggunaan dan pengadaan bahan
baku, konsistensi dalam proses produksi halal dan konsistensi penyimpanan dan pengiriman
produk halal.
2. Panduan Halal
Panduan Halal adalah panduan untuk mengidentifikasi bahan atau proses pada titik kritis yang
diterapkan pada suatu perusahaan yang terdiri dari
2.1. Halal adalah boleh. Pada kasu makanan, kebanyakan makanan termasuk halal kecual secara
khusus disebutkan dalam Al Quran atau Hadits.
7

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________
Haram adalah sesuatu yang Allah SWT melarang untuk dilakukan dengan larangan tegas.
Setiap orang yang menentangnya akan berhadapan dengan siksaan Allah di akhirat. Bahkan
terkadang juga terancam sanksi syariah di dunia ini
2.2. Referensi Al Quran dan fatwa MUI
2.2.1. Prinsip-prinsip tentang Hukum Halal dan Haram
2.2.1.1.

Pada dasarnya segala sesuatu halal hukumnya.

2.2.1.2.

Penghalalan dan pengharaman hanyalah wewnang Allah SWT semata.

2.2.1.3.

Mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram termasuk perilaku


syirik terhadap Allah SWT.

2.2.1.4.

Sesuatu yang diharamkan karena ia buruk dan berbahaya.

2.2.1.5.

Pada sesuatu yang halal sudah terdapat sesuatu yang dengannya tidak lagi
membutuhkan yang haram

2.2.1.6.

Sesuatu yang menghantarkan kepada yang haram maka haram pula


hukumnya.

2.2.1.7.

Menyiasati yang haram, haram hukumnya.

2.2.1.8.

Niat baik tidak menghapuskan hukum haram.

2.2.1.9.

Hati-hati terhadap yang syubhat agar tidak jatuh ke dalam yang haram.

2.2.1.10.

Sesuatu yang haram adalah haram untuk semua.

2.2.2. Halal dan Haram berdasarkan AL QURAN


2.2.2.1.

Al-Baqarah 168: Hai sekalian umat manusaia makanlah dari apa yang ada di
bumi ini secara halal dan baik. Dan janganlah kalian ikuti langkah-langkah syetan.
Sesungguhnya ia adalah musuh yang nyata bagi kalian.

2.2.2.2.

Al-Baqarah 172-173 : hai orang-orang yang beriman, makanlah diantara


rezki yang baik-baik yang kami berikan kepada kalian dan bersyukurlah kepada
Allah, jika benar-benar kepada-Nyakalian menyembah. Sesungguhnya Allah hanya
mengharamkan bagi kalian bangkai, darah, daging babi dan binatang yang
disembelih atas nama selain Allah. Barang siapa dalam keadaan terpaksa,

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________
sedangkan ia tidak berkehendak dan tidak melampaui batas, maka tidaklah berdosa,
sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Pengasih.
2.2.2.3.

Al-Anam 145 : Katakanlah, saya tidak mendapat pada apa yang diwahyukan
kepadaku sesuatu yang diharamkan bagi yang memakannya, kecuali bangkai, darah
yang tercurah, daging babi karena ia kotor atau binatang yang disembelih dengan
atas nama selain Allah. Barang siapa dalam keadaan terpaksa sedangkan ia tidak
menginginkan dan tidak melampaui batas, maka tidaklah berdosa. Sesungguhnya
Allah Maha Pengampun Lagi Maha Pengasih.

2.2.2.4.

Al-Maidah 3 : Diharamkan bagi kalian bangkai, darah, daging babi, hewan


yang disembelih dengan atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang
jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas kecuali yang kalian sempat
menyembelihnya. Dan diharamkan pula bagi kalian binatang yang disembelih disisi
berhala.

2.2.2.5.

Al-Maidah 90-91 : Wahai orang-orang yang beriman sesungguhnya


meminum khamr, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah
adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syetan. Maka jahuilah perbuatanperbuatan itu agar kalian mendapat keuntungan. Sesungguhnya syetan itu hendak
menimbulkan permusuhan dan perbencian di antara kalian lantaran meminum
khamr dan berjudi dan menghalangi kalian dari mengingat Allah dan shalat, maka
apakah kalian berhenti dari mengerjakan pekerjaan itu.

2.2.2.6.

Al-Maidah 96 : Dihalalkan untuk kalian binatang buruan laut dan


makanannya.

2.2.2.7.

AL-Araf 157 : Dia menghalalkan kepada mereka segala yang baik dan
mengharamkan kepada mereka segala yang kotor.

2.2.3. Fatwa MUI untuk Bahan dan Proses Produksi


2.2.3.1.

Khamr

a. Segala sesuatu yang memabukkan dikategorikan sebgai khamr.


b. Minuman yang mengandung minimal 1 % ethanol, dikategorikan sebagai khamr.
c. Minuman yang dikategorikan khamr adalah najis.
9

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________
d. Minuman yang diproduksi dari proses fermentasi yang mengandung kurang dari
1 % ethanol, tidak dikategorikan khamr tetapi haram untuk dikonsumsi.
2.2.3.2.

Ethanol

a. Ethanol yang diproduksi dari industri bukan khamr hukumnya tidak najis atau
suci.
b. Penggunaan ethanol yang merupakan senyawa murni yang bukan berasal dari
industri khamr untuk proses produksi pangan hukumnya :
1. Mubah, apabila dalamhasil produk akhirnya tidak terdeteksi
2. Haram, apabila dalam hasil produk akhirnya masih terdeteksi.
3. Penggunaan ethanol yang merupakan senyawa murni yang berasal dari
industri khamar untuk proses produksi industri hukumnya haram.
2.2.3.3.

Hasil Samping Industri Khamr

a. Fusel oil yang berasal dari hasil samping industri khamr adalah haram dan najis
b. Fusel oil yang bukan berasal dari khamr adalah halal dan suci
c. Komponen yang dipisahkan secara fisik dari fusel oil yang berasal dari khamr
hukumnya haram.
d. Komponen yang dipisahkan secara fisik dari fusel oil yang berasal dari khamr dan
direaksikan secara kimiawi sehingga berubah menjadi senyawa baru hukumnya
halal dan suci.
e. Cuka yang berasal dari khamr baik terjadi dengan sendirinya maupun melalui
rekayasa, hukumnya halal dan suci.
f. Ragi yang dipisahkan dari proses pembuatan khamr setelah dicuci sehingga
hilang rasa, baud an warna khamar-nya, hukumnya halal dan suci.
2.2.3.4.

Flafor Yang Menyerupai Produk Haram

Flavor yang menggunakan nama dan mempunyai profil sensori produk haram,
contohnya flavor rum, flavor babi, dan lain-lain, tidak bias disertifikasi halal serta
tidak boleh dikonsumsi walaupun ingredient yang digunakan adalah halal.
2.2.3.5.

Produk Mikrobial

10

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________
a. Mikroba yang tumbuh dan berasal dari media pertumbuhan yang suci dan halal
adalah halal, dan microba yang tumbuh dan berasal dari media pertumbuhan yang
najis dan haram adalah haram.
b. Produk microbial yang langsung dikonsumsi yang menggunakan bahan-bahan
yang haram dan najis dalam media pertumbuhannya, baik pada skala penyegaran,
skala pilot plant, dan tahap produksi, hukumnya haram.
c. Produk microbial yang digunakan untuk membantu proses produksi produk lain
yang langsung dikonsumsi dan menggunakan bahan-bahan haram dan najis dalam
media pertumbuhannya, hukumnya haram.
d. Produk konsumsi yang menggunakan produk microbial harus ditelusuri
kehalalannya sampai pada tahap proses penyegaran mikroba.
2.2.3.6.

Penggunaan Alat Bersama

a. Alat bekas dipakai babi/anjing harus dicuci dengan cara di-sertu (dicuci dengan
air 7 x, yang salah satunya dengan tanah/debu atau penggantinya yang memiliki
daya pembersih yang sama).
b. Suatu peralatan tidak boleh digunakan bergantian antara produk babi dan nonbabi meskipun sudah melalui proses pencucian.
2.2.4. Beberapa contoh Bahan Kritis
2.2.4.1.

Daging
Daging yang berasal dari hewan halal dapat menjadi tidak halal jika disembelih
tanpa mengikuti aturan syariat Islam. Hal-hal yang menjadi titik proses
penyembelihan adalah sebagai berikut :
a. Penyembelihan (harus seorang muslim yang taat dan melaksanakan syariat
Islam sehari-hari).
b. Pemingsanan (tida menyebabkan hewan mati sebelum disembelih).
c. Peralatan/pisau (harus tajam)
d. Proses pasca penyembelihan hewan harus benar-benar mati sebelum proses
dilanjutkan dan darah harus keluar secara tuntas).
Untuk daging impor perlu diperhatikan hal-hal di bawah ini :
11

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________

Harus dilengkapi dengan sertifikat halal dari lembaga yang diakui LP POM
MUI.

Harus dilengkapi dengan dokumen pengapalan dan dokumen lainnya


(contoh : dokumen kesehatan).

Harus ada kecocokan dantara sertifikat halal dengan deokumen lain.

Harus ada kecocokan antara dokumen dengan fisik (kemasan, ;abel, dan
lain-lain).

Harus ada kecocokan no lot, plant number, tanggal penyembelihan dan


sebagainya.

2.2.4.2.

Bahan Turunan Hewani


Bahan turunan hewani berstatus halal dan suci jika berasal dari hewan yang
disembelih sesuai dengan syariat Islam, bukan berasal dari darah dan tidak
bercampur dengan baan haram atau najis. Berikut ini disampaikan contoh-contoh
bahan turunan hewani / mungkin berasal dari turunan hewani :

Lemak

Protein

Gelatin

Kolagen

Asam lemak dan turunannya (E430-E436)

Garam atau ester asam lemak (E470-E495)

Gliserol/gliserin (E422)

Asam amino (contoh : sistein, fenilalanin, dan sebagainya)

Edible bone phosphate (E521)

Di/trikalsium fosfat

Tepung plasma darah

Konsentrat globulin

Fibrinogen

12

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________

Media pertumbuhan mikroba (contoh : blood agar)

Hormon (contoh : insulin)

Enzim dari pancreas babi/sapi (amylase, lipase, pepsin, tripsin)

Taurin

Plasenta

Produk susu, turunan susu dan hasil sampingnya yang diproses


menggunakan enzim (contoh: keju, whey, laktosa, kasein/kaseinat)

Beberapa vitamin (contoh : vitamin A, B6, D, E)

Arang aktif

Kuas

2.2.4.3.

Bahan Nabati
Bahan nabati pada dasarnya halal, akan tetapi jika diproses menggunakan bahan
tambahan dan penolong yang tidak halal, maka bahan tersebut menjadi tidak halal.
Oleh karena itu perlu diketahui alur proses produksi beserta bahan tambahan dan
penolong yang menggunakan dalam memproses suatu bahan nabati. Berikut ini
disampaikan beberapa contoh bahan nabati yang mungkin menjadi titik kritis :

Tepung terigu dapat diperkaya dengan berbagai vitamin antara lain B1, B2,
asam folat.

Oleoresin (cabe, rempah-rempah dan lain-lain) dapat menggunakan


emulsifier (contoh: polysorbate/tween & glyceril monooleat yang mungkin
berasa dari hewan), supaya dapat larut air.

Lesitin kedelai mungkin mengunakan enzim fosfolipase dalam proses


pembuatannya untuk memperbaiki sifat fungsionalnya.

Hydrolyzed Vegetable Protein (HVP) perlu diperhatikan jika proses


hidrolisisnya menggunakan enzim.

2.2.4.4.

Produk Hasil Samping Industri Minuman Beralkohol dan turunannya


Produk/bahan hasil samping industri minuman beralkohol beserta turunannya
berstatus haram jika cara memperolehnya hanya melalui pemisahan secara fisik dan
13

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________
produk masih memiliki sifat khamr. Akan tetapi jiaka bahan/produk tersebut
direaksikan secara kimiawi sehingga menghasilkan senyawa baru, maka senyawa
baru yang telah mengalami perubahan kimia statusnya menjadi halal. Bebraoa
contoh produk hasil samping industri minuman beralkohol dan turunannya yang
merupakan titik kritis :

Cofnac oil (merupakan hasil samping distilasi cognac/brandy)

Fusel oil (merupakan hasil samping distilled beverages) danturunannya


seperti isoamil alcohol, isobutyl alcohol, propel alcohol, gliserol,
asetaldehid, 2,3 butadiol, aseton dan diasetil dan sebagainya).

Brewer yeast (merupakan hsil samping industri bir)

Tartaric Acid (hasil samping industri wine)

2.2.4.5.

Produk Mikrobial
Status produk microbial dapat menjadi haram jika termasuk dalam kategori
berikut :

Produk microbial yang jelas haram, yaitu produk minuman beralkohol


(khamr) beserta produk samping dan turunannya.

Produk microbial yang menggunakan media dari bahan yang haram pada
media agar, propagasi dan produksi. Contoh media yang haram atau
diragukan kehalalannya diantaranya : darah, peptone (produk hasil hidrolisis
bahan berprotein seperti daging, kasein atau gelatin menggunakan asam
atau enzim).

Produk microbial yang dalam proses pembuatanya melibatkan enzim dari


bahan yang haram.

Produk microbial yang dalam proses pembuatannya menggunakan bahan


penolong yang haram. Contoh adalah penggunaan anti busa dalan kultivasi
mikroba yang dapat berupa minyak/lemak babi, gliserol atau bahan lainnya.

Produk mikroba rekombinan yang menggunakan gen berasal dari bahan


yang haram. Contoh adalah sabagai berikut ;

14

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________
a. Enzim a-amilase dan protease yang dihasilkan oleh Saccharomyces
cerevisae rekombinan dengan gen dari jaringan hewan.
b. Hormon insulin yang dihasilkan oleh E. coli rekombinan dengan gen
dari jaringan pancreas babi.
c. Hormone pertumbuhan (human growth hormone) yang dihasilkan oleh
E.coli rekombinan.
2.2.4.6.

Bahan-Bahan Lain
Selain kelompok bahan-bahan diatas, berikut ini adalah contoh bahan /kelompok
bahan yang sering menjadi titik kritis.

Aspartam (terbuat dari asam amino fenilalanin dan asam asparta)

Pewarna alami

Flavor

Seasoning

Bahan pelapis vitamin

Bahan pengumulsi dan penstabil

Anti busa

Dan lain-lain

2.3. Keputusan Identifikasi Titik Kritis (Lampiran)


2.4. Daftar Identifikasi Kontrol Titik Kritis pada material dan tindakan pencegahan
(lampiran)
2.5. Daftar Identifiksi Kontrol Titik Kritis pada proses produksi dan tindakan pencegahan
(lampiran)

3. Organisasi Manajemen Halal

15

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________
Manajemen halal merupakan organisasi internal perusahaan yang mengelola seluruh fungsi dan
efektivitas manajemen dalam menghasilkan produk halal. Dalam mengelola fungsi dan aktivitas
tersebut pihak perusahaan dapat melibatkan seluruh departemen atau bagian yang terkait dengan
system berproduksi halal, mulai dari tingkat pengambilan kebijakan tertinggi sampai tingkat
pelaksana teknis lapangan. Contoh struktur organisasi manajemen halal dapat dilihat pada gambar
1.
Manajemen yang terlibat merupakan perwakilan dari manajemen puncak, Quality Assurance
(QA)/Quality Control (QC), produksi, research and development (R & D), purchasing, PPIC serta
pergudangan. Organisasi manajemen halal dipimpin oleh seorang Koordinator Auditor Halal
Internal (KAHI) yang melakukan koordinasi dalam menjaga kehalalan produk serta menjadi
penanggung jawab komunikasi antara perusahaan dengan LPPOM MUI.

MANAJEMEN PUNCAK

Koordinator Auditor
Halal Internal
(Novri Ariyanto)

LPPOM
MUI

QA/QC
(Mulyati)

Purchasing
(Resmi)

R&D
(Herry)

Produksi
(Gatot W)

PPIC
(Lisa S)

Gambar 1. Struktur Organisasi Manajemen Halal


Persyaratan, tugas dan wewenang auditor halal internal adalah sebagai berikut :
3.1. Persyaratan Auditor halal internal.
3.1.1. Karyawan tetap perusahaan bersangkutan.
3.1.2. Koordinator Tim Auditor halal internal adalah seorang Muslim yang mengerti dan
menjalankan syariat Islam.
16

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________
3.1.3. Berada dalam lingkup Manajemen Halal.
3.1.4. Berasal dari bagian yang terlibat dalam proses produksi secara umum seperti bagian
QA/QC, R&D, Purchasing, Produksi dan Pergudangan.
3.1.5. Memahami titik kritis keharaman produk, ditinjau dari bahan maupun proses produksi
secara keseluruhan.
3.1.6. Diangkat melalui surat keputusan pimpinan perusahaan dan diberi wewenang penuh
untuk melakukan tindakan yang diperlukan dalam melaksanakan SJH termasuk
tindakan perbaikan terhadap kesalahan sampai pada penghentian produksi atau
penolakan bahan baku, sesuai dengan aturan yang ditetapkan LPPOM MUI.
3.2. Tugas Tim Auditor halal internal secara umum
3.2.1. Menyusun manual SJH perusahaan
3.2.2. Mengkoordinasi pelaksanaan SJH
3.2.3. Membuat laporan pelaksanaan SJH
3.2.4. Melakukan komunikasi dengan pihak LPPOM MUI
3.3. Uraian Tugas dan Wewenang Auditor Halal internal berdasarkan fungsi setiap bagian
yang terlibat dalam struktur manajemen halal:
3.3.1. Manajemen Puncak
3.3.1.1.

Merumuskan kebijakan perusahaan berkaitan dengan kehalalan produk yang


dihasilkan.

3.3.1.2.

Memberikan dukungan penuh bagi pelaksanaan SJH di perusahaan.

3.3.1.3.

Menyediakan fasilitas dan sarana yang dibutuhkan dalam pelaksanaan SJH

3.3.1.4.

Memeberikan wewnang kepada coordinator auditor halal internal untuk


melakukan tindakan tertentu yang dianggap perlu yang berkaitan dengan
pelaksanaan SJH termasuk tindakan perbaikan terhadap kesalahan sampai pada
penghentian produksi atau penolakan bahan baku, sesuai dengan aturan yang
ditetapkan LLPOM MUI.

3.3.2. Riset dan Pengembangan (R & D)

17

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________
3.3.2.1.

Menyusun system pembuatan produk baru berdasarkan bahan yang telah


disusun oleh KAHI dan diketahui oleh LPPOM MUI.

3.3.2.2.

Menyusun system perubahan bahan sesuai dengan ketentuan halal.

3.3.2.3.

Mencari alternative bahan yang jelas kehalalannya.

3.3.2.4.

Melakukan komunikasi dengan KAHI dalam formulasi dan pembuatan


produk baru.

3.3.3. Pengendalian dan Pengawasan Mutu (Quality Assurance/ Quality Control)


3.3.3.1.

Menyusun dan melaksanakan prosedur pemantauan dan pengendalian untuk


menjamin konsistensi produksi halal.

3.3.3.2.

Melaksanakan pemeriksaan terhadap setiap bahan yang masuk sesuai dengan


sertifikat halal, spesifikasi dan produsennya.

3.3.3.3.

Melakukan komunikasi dengan KAHI terhadap setiap penyimpangan dan


ketidakcocokan bahan dengan dokumen kehalalan.

3.3.4. Pembelian (Purchasing)


3.3.4.1.

Menyusun prosedur dan pelaksanakan pembelian yang dapat menjamin


konsistensi bahan sesuai dengan daftar bahan yang telah disusun oleh KAHI dan
diketahui oleh LPPOM MUI.

3.3.4.2.

Melakukan komunikasi dengan KAHI dalam pembelian bahan baru dan atau
pemilihan pemasok baru.

3.3.4.3.

Melakukan evaluasi terhadap pemasok dan menyusun peringkat pemasok


berdasrkan kelengkapan dokumen halal.

3.3.5. Produksi (Production)


3.3.5.1.

Menyusun prosedur produksi yang dapat menjamin kehalalan produk

3.3.5.2.

melakukan pemantauan produksi yang bersih dan bebas dari bahan haram dan
najis.

3.3.5.3.

Menjalankan kegiatan produksi sesuai dengan matrik formulasi bahan yang


telah disusu oleh KAHI dan diketahui oleh LPPOM MUI.

3.3.5.4.

Melakukan komunikasi dengan KAHI dalam hal proses produk halal.

3.3.6. Pergudangan /PPIC

18

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________
3.3.6.1.

Menyusun prosedur administrasi pergudangan yang dapat menjaminkehalalan


bahan dan produk yang disimpan serta menhindari terjadinya kontaminasi dari
segala sesuatu yang haram dan najis.

3.3.6.2.

Melaksanakan Penyimpanan produk dan bahan sesuai dengan daftar bahan


dan produk yang telah disusun oleh KAHI dan diketahui oleh LPPOM MUI.

3.3.6.3.

Melakukan komunikasi dengan KAHI dalam system keluar masuknya bahan


dari dan kedalam gudang.

3.4. Standard Operating Procedures (SOP)


Standard Operating Prosedures (SOP) adalah suatu perangkat intruksi yang dibakukan untuk
menyelesaikan suatu proses kerja rutin tertentu. SOP dibuat agar perusahaan mempunyai
prosedur baku untuk mencapai tujuan penerapan SJH yang mengacu kepada kebijakan halal
perusahaan. SOP dibuat untuk seluruh kegiatan kunci pada proses produksi halal yaitu bidang
R & D, Purchasing, QA/QC, PPIC, Produksi dan Gudang. Adanya perbedaan teknologi proses
maupun tingkat kompleksitas di tiap perusahaan maka SOP di setiap perusahaan bersifat unik.
Contoh kegiatan-kegiatan kunci yang masuk dalam SOP antara lain SOP pembelian bahan,
pengunaan bahan baru, penggantian dan penambahan pemasok baru dan lain-lain.
3.4.1. SOP Pembelian Barang.
3.4.1.1.

Bahan yang dibeli harus mengacu pada daftar bahan yang telah diketahui oleh
LP POM MUI

3.4.1.2.

Pembelian harus dapat menjamin bahwa yang akan dibeli sesuai dengan data
yang tertera pada sertifikat halal atau dokumen halal (nama dan kode bahan, nama
perusahaan, nama dan lokasi pabrik).

3.4.1.3.

Dokumen pembelian harus terdokumentasi dengan baik dan lengkap.

3.4.2. SOP Pemeriksaan dan peneriamaan Bahan


3.4.2.1.

Nama bahan kode bahan, produsen, nama dan lokasi pabrik diperiksa
kesesuaiannya dengan daftar bahan yang telah diketahui oleh LP POM MUI

3.4.2.2.

Bila sertifikat halal menghendaki logo khusus, logo tersebut harus dipastikan
ada pada kemasan halal.
19

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________
3.4.2.3.

Untuk bahan yang sertifikat halalnya diterbitkan per pengapalan, perlu


dipastikan bahwa lot number, kuantitas, tanggal prosuksi dan tanggal kadaluarsa
sesuai dengan yang tercantum pada dokumen halal.

3.4.2.4.

Bahan yang telah diperiksa dan sesuai dengan kreteria maka diberi halal pass.

3.4.2.5.

bahan yang tersimpan digudang adalah bahan yang sesuai dengan dafatar
bahan yang telah diketahui oleh LP POM MUI. Apabila ada bahan diluar daftar
tersebut maka penempatannya harus dipisah dan dipastikan tidak terjadi
kontaminasi silang.

3.4.2.6.

bahan yang disimpan digudang harus terbatas dari najis dan bahan haram.

3.4.2.7.

Setiap mutasi (pemasukan dan pengeluaran) bahan dari gudang harus dicatat
serta dilengkapi dengan kartu stock, nota permintaan barang dan bukti pernerimaan
barang.

3.4.3. SOP Penggantian dan Penambahan Pemasok baru


3.4.3.1.

Jika bahan termasuk kategori kritis, maka diperiksa apakah pemasok baru
telah memiliki sertifikat halal dari MUI atau dari lembaga yang diakui oleh LP
POM MUI.

3.4.3.2.

Bila pemasok tidak memiliki sertifikat halal maka disarankan untuk mencari
pemasok lain yang telah memiliki sertifikat halal dari MUI atau dari lembaga yang
telah diketahui oleh LP POM MUI>

3.4.3.3.

Bila tidak ditemukan alternatif pemasok baru yang telah memiliki sertifikat
halal maka perlu dilakukan pemeriksaan spesifikasi teknis yang menjelaskan asal
usul bahan (sourcce of orogin) dan diagram alir proses pembuatan bahan tersebut
serta dikonsultasikan kepada LP POM MUI melalui internal auditor.

3.4.3.4.

Harus ada jaminan bahwa yang akan dibeli sesuai dengan data yang tertera
oa sertifikat halal atau dokumen halal (nama dan kode bahan, nama perusahaan,
nama dan lokasi pabrik).

3.4.3.5.

Pemasok diperiksa apakah merupakan produsen langsung atau penyalur. Bila


pemasok adalah penyalur, maka harus dibuat perjanjian tertulis dengan pihak

20

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________
pemasok uang menyatakan bahwa pemasok hanya memasok bahan dari produsen
yang tertera pada dokumen halal.
3.4.3.6.

Rencana penggunaan penggantian pemasok dilaporkan kepada LP POM MUI


melalui internal auditor.

3.4.3.7.

Bahan dari pemasok baru dapat digunakan setelah mendapat persetujuan oleh
LP POM MUI.

3.4.3.8.

Data pemasok yang aktif maupun tidak harus didokumentasikan dengan baik.

3.4.4. SOP Penggunaan Bahan Baru


3.4.4.1.

Bahan baru diperiksa apakah bahan termasuk kategori kritis dan telah
memiliki sertifikat halal dari MUI atau dari lembaga yang diketahui oleh LP POM
MUI.

3.4.4.2.

Bila bahan tidak memiliki sertifiakt halal disarankan untuk mencari bahan
alternatif yang sama atau sejenis yang telah memiliki sertifikat halal dari MUI atau
dari lembaga yang telah diketahui oleh LP POM MUI.

3.4.4.3.

Bila bahan alternatif yang sama tidak didapatkan, maka perlu pemeriksaan
spesifikasi teknis yang menjelaskan asal-usul bahan (source of original) dan
diagram alir proses pembuatan bahan tersebut serta dikonsultasikan kepada LP
POM MUI melalui internal auditor.

3.4.4.4.

Rencana penggunaan bahan baru dilaporkan kepada LP POM MUI melalui


internal auditor

3.4.4.5.

Bahan baru dapat digunakan setelah mendapat persetujuan oleh LP POM


MUI.

3.4.5. SOP Produksi Halal


3.4.5.1.

Pembuatan kertas kerja produksi (work sheet) harus mengacu pada formula
dan matrik bahan yang telah diketahui oleh LP POM MUI.

3.4.5.2.

Bahan yang dapat digunakan dalam produksi halal hanya yang terdapat dalam
daftar bahan yang telah diketahui oleh LP POM MUI dan telah mendapatkan halal
pass.
21

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________
3.4.5.3.

Bahan dipastikan terbebas dari kontaminasi najis dan bahan yang haram.

3.4.5.4.

Lini produksi dipastikan hanya digunakan untuk bahan yang halal.

3.4.5.5.

Apabila lini produksi juga digunakan untuk bahan yang belum disertifikasi
halal, maka prosedur perbersihan dipastikan dapat menghilangkan/menghindari dari
produk dari kontaminasi silang.

3.4.5.6.

Bila ada produk yang tidak disertifikasi mengandung turunan babi, alat dan
lini produksi dipastikan terpisah.

3.4.5.7.

Harus dipastikan bahwa diarea produksi tidak boleh ada bahan-bahan atau
barang-barang yang tidak digunakan untuk produksi.

3.4.5.8.

Catatan produksi didokumentasikan dengan baik dan lengkap.

3.4.6. SOP Perubahan Formula dan Pengembangan Produk Baru


3.4.6.1.

Prinsip perubahan formula dan pengembangan produk baru adalah


mengutamakan pada daftar bahan yang tealh diketahui LP POM UI

3.4.6.2.

Perubahan formula yang menghasilkan produk baru harus diajukan dalam


proses sertifikasi halal baru.

3.4.6.3.

Perubahan formula yang tidak menghasilkan produk baru dan tidak


menggunakan bahan baru (reformulasi komposisi) tidak perlu dilaporkan kepada
LPPOM MUI

3.4.6.4.

Perubahan formula yang tidak menghasilkanproduj baru tetapi menggunakan


bahan baru (penggunaan bahan alternati) harus mengacu kepada SOP penggunaan
bahan baru.

3.4.6.5.

Rencana pembuatan formula baru yang tidak menghasilkan produk baru


dilaporkan kepada LP POM MUI melalui internal auditor.

3.4.6.6.

Formula baru dapat digunakan setelah mendapat persetujuan oleh LP POM


MUI.

3.4.6.7.

Apabila formula baru tidak mendapat persetujuan maka formula baru tidak
dapat digunakan.

3.5. Acuan Teknis


22

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________
Pelaksanaan SJH dilakukan oleh bidang-bidang yang terkait dalam organisasi managemen
halal. Dalam pelaksanaanya perlu dibuat acuan teknis yang berfungsi sebagai dokumen untuk
membantu pekerjaan bidang-bidang terkait dalam melaksanakan fungsi kerjanya.
3.5.1. Acuan Teknis untuk Bagian Pembelian.
3.5.1.1.

Daftar bahan meliputi nama bahan, pemasok dan produsen yang telah disusun
oleh KAHI dan diketahui oleh LP POM.

3.5.1.2.

Daftar Lembaga sertifikasi halal yang telah diakui LP POM MUI.

3.5.1.3.

Kebijakan dari masing-masing lembaga sertifikasi yang terkait dengan produk


(Sertifikat per pengiriman, wilayah berlakunya Sertifikat Halal, masa berlaku
Sertifikat Halal, logo halal pada kemasan dan lain-lain)

3.5.1.4.

SOP penambahan pemasok baru

3.5.2. Acuan teknis untuk again R & D


3.5.2.1.

Daftar bahan meliputi nama bahan, pemasok dan produsen yang telah disusun
oleh KAHI dan diketahui oleh LP POM MUI.

3.5.2.2.

Kebijakan dari masing-masing lembaga sertifikasi yang terkait dengan produk


(Sertifikat pe pengiriman, wilayah berlakunya Sertifikat Halal, masa berlaku
Sertifikat Halal, logo halal pada kemasan dan lain-lai).

3.5.2.3.

Tabel hasil identifikasi titik kritis keharaman bahan.

3.5.2.4.

SOP pengunaan bahan baru.

3.5.3. Acuan Teknis Bagian Produksi


3.5.3.1.

Daftar bahan meliputi nama bahan, pemasok dan produsen yang telah disusun
oleh KAHI dan diketahui oleh KAHI dan diketahui oleh LP POM MUI.

3.5.3.2.

Formula/intruksi kerja produksi sesuai dengan matriks bahan.

3.5.3.3.

Tabel hasil identifikasi peluang kontaminasi proses produk dari bahan


haram/najis dan tindakan pencegahannya

3.5.3.4.

SOP produksi halal.

3.5.4. Acuan Teknis untuk Bagian QC/QA


3.5.4.1.

Daftar bahan meliputi nama bahan, pemasok dan produsen yang telah disusun
oleh KAHI dan diketahui oleh LP POM MUI.
23

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________
3.5.4.2.

Kebijakan dari masing-masing lembaga sertifikasi yang terkait dengan produk


(Sertifikat per pengiriman, wilayah berlakunya Sertifikat Halal, masa berlakunya
Sertifikat Halal, dan lain-lain).

3.5.4.3.

SOP pemeriksaan bahan.

3.5.5. Acuan Teknis untuk Bagian Pergudangan.


3.5.5.1.

Daftar bahan meliputi nama bahan, pemasok dan produsen yang telah disusun
oelh KAHI dan diketahui oleh LP POM MUI.

3.5.5.2.

Tanda pada kemasan logo, Lot number , nama dan alamat /lokasi produksi)
yang harus disesuaikan dengan dokumen kehalalan.

3.5.5.3.

Procedur penyimpanan bahan/produk yang menjamin terhindarnya bahan /


produk dari kontaminasi oleh barang haram dan najis.

3.5.5.4.

SOP pernerimaan dan penyimpanan bahan.

3.6. Sistem Administrasi.


Perusahaan harus mendisain suatu sistem administrasi terintegrasi yang dapat ditelusuri
(traceable) dari pembelian bahan sampai dengan distribusi produk. Secara rinci administrasi
yang terkait dengan SJH dimulai dari administrasi bagian pembelian bahan (purchasing),
penerimaan barang (Quality Control/QC), penyimpanan bahan (Warehousing/PPIC), Riset dan
Pengembangan (R&D), Produksi/Operasi, Penyimpanan Produk (Finis Produc) dan Distribusi.
Secara skematik sistem administrasi yang terintegrasi dapat dilihat pada gambar 2. berikut
Form-form disetiap bagian dilampirkan pada Manual SJH perusahaan.
Production

Purchasin
g

Receiving

Storage

Operation

QC

PPIC

R&D

24

Distribution

Storage

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________

Gambar 2. Rantai Sistem Administrasi SJH


3.7. Sistem Dokumentasi
Pelaksanaan SJH di perusahaan harus didukung oleh dokumentasi yang baik dan mudah
diakses oleh pihak yang terlibat dalam proses produksi halal termasuk LP POM MUI sebagai
lembaga sertifikasi halal. Dokumen yang harus dijaga antara lain.
3.7.1. Pembelian bahan
3.7.2. Penerimaan bahan
3.7.3. Penyimpanan bahan
3.7.4. Riset dan pengembangan (formulasi)
3.7.5. Produksi (proses Produksi dan Pembersihan Fasilitas Produksi )
3.7.6. Penyimpanan Produk
3.7.7. Distribusi Produk
3.7.8. Evaluasi dan Monitoring (laporan berkala)
3.7.9. Kegiatan Pelatihan dan Sosialisasi
3.7.10. Tindakan Perbaikan atas Ketidaksesuaian
3.7.11. Manajemen Review
Dalam manual SJH akan dijelaskan dokumentasi tiap fungsi operasi disertai penanggung
jawab dan loksinya. Contoh dokumen dapat dilihat di lampiran.

3.8. Sosialisasi
SJH yang telah dibuat dan diimplementasikan oleh perusahaan harus disosialisasikan ke
seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) perusahaan termasuk kepada pihak ketiga
(pemasok, makloon). Tujuan kegiatan ini adalah agar seluruh pemangku kepentingan memiliki
kepedulian (awareness) terhadap kebijakan halal sehingga timbul kesadaran menerapkan
ditingkat operasional. Metode Sosialisasi yang dilakukan dapat berbentuk poster, leaflet,
ceramah umum, buletin internal, audit supplier atau memo internal perusaahaan
25

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________
3.9. Pelatihan
Perusahaan perlu melakukan pelatihan bagi seluruh jajaran pelaksana SJH. Untuk itu
perusahaan harus mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dalam periode waktu tertentu.
Pelatihan harus melibatkan semua personal yang pekerjanya mungkin mempengaruhi status
kehalalan prosuk. Pekerjaan yang mungkin mempengaruhi status kehalalan produk harus
diserahkan kepada personal yang kompeten sesuai dengan pendidikan, pelatihan dan
pengalaman (dalam hal ini dibidang pekerjaan dan hukum Islam).
Tujuan dari Pelatihan adalah: (1) Meningkatkan pemahaman karyawan tentang pengertian
halal haram, pentingnya kehalalan suatu produk, titik kritis bahan dan pross produksi. (2)
Memahami SJH.
3.10. Komunikasi Internal dan External
Perusahan dalam melaksanakan SJH perlu melakukan komunikasi dengan berbagi pihak yang
terkait baik secara internal maupun eksternal. Untuk itu perusahaan harus membuat dan
melaksanakan prosedur untuk:
3.10.1. Melakukan komunikasi internal antara berbagai tingkatan dan fungsi organisai
3.10.2. Menerima, mendokumentasi, dan menanggapi komunikasi dari pihak luar termasuk
dengan LPPOM MUI.
3.11. Audit Internal.
Pemantauan dan evaluasi SJH pelaksanaanya diwujutkan dalam bentuk audit internal.
3.11.1. Tujuan Audit Internal.
3.11.1.1.

Menentukan kesesuaian SJH perusahaan dengan standar yang telah ditetapkan

oleh LP POM MUI.


3.11.1.2.

Menentukan kesesuaian pelaksanaan SJH perusahaan dengan

perencanaannya.
3.11.1.3.

Mendeteksi penyimpanan yang terjadi serta menentukan tindakan perbaikan

dan pencegahan.

26

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________
3.11.1.4.

Memastikan bahwa permasalahan yang ditemukan pada audit sebelumnya

telah diperbaiki sesuai dengan kerangka waktu yang telah ditetapkan.


3.11.1.5.

Menyediakan informasi tentang pelaksanan SJH kepada manajemen dan LP

POM MUI
3.11.2. Ruang Lingkup Audit Internal.
3.11.2.1.

Dokumentasi SJH
Pemeriksaan kelengkapan dan kesesuaian dokumen pendukung kehalalan
produk yang menyangkut bahan, proses maupun produk di setiap bagian yang
terkait, seperti : daftar bahan, spesifikasi, sertifikat halal, formula, dokumen
pembelian bahan, dokumen penggudangan, dan sebagainya. Hal-hal yang
diperhatikan adalah :
a. Kelengkapan dokumen SJH.
b. Kelengkapan spesifikasi bahan
c. Kelengkapan, keabsahan dan masa berlaku sertifikat halal bahan
d. Kecocokan formula dengan daftar bahan halal
e. Kecocokan dokumen pembelian bahan dengan daftar bahan halal.
f. Kelengkapan dan kecocokan dokumen produksi dengan daftar bahan dan
formula halal.
g. Kelengkapan dan kecocokan dokumen penggudangan dengan daftar
bahan dan daftar produk halal.
h. Uji mampu telusur (traceability sistem.

3.11.2.2.

Pelaksanaan SJH
Audit pelaksanaan SJH di perusahaa mencakup :
a. Organisasi Manajemen Halal
b. Kelengkapan Dokumen Acuan Teknis Pelaksanaan SJH
c. Implementasi dokumen
d. Pelaksanaan sosialisasi SJH
e. Pelatihan
f. Komunikasi internal dan eksternal dalam pelaksanaan SJH
g. Pemantauan dan Evaluasi pelaksanaan SJH.
27

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________
h. Pelaporan internal dan eksternal Pelaksanaan SJH
i. Pengambilan bukti berupa form-form atau hal-hal lain tentang
pelaksanaan SJH di perusahaan jika dianggap perlu.
3.11.3. Pelaksanaan Audit Internal
3.11.3.1.

Waktu Pelaksanaan
Audit Halal internal dilakukan sekurang-kurangnya sekali tiap 6 bulan atau
pasa saat terjadi perubahan-perubahan yang mungkin mempengaruhi status
kehalalan produk seperti : perubahan manajemen, kebijakan, formulasi,
bahan, proses maupun keluahan dari konsumen.

3.11.3.2.

Metode Pelaksanaan
Audit halal internal dapat dilaksanakan secara bersaman dengan audit sistem
yang lain. Tetapi formulir audit halal internal dibuat terpisah. Audit
dilakuakan dengan metode :
a. Wawancara
b. Pengujian dokumen
c. Observasi lapang dan fisik

3.11.3.3.

Pelaksana (Auditor)
Audit halal Internal dilakukan oleh Tim Auditor Halal Internal Pelaksana
audit internal dilakukan oleh AHI dari departemen yang berbeda (cross audit).

3.11.3.4.

Pihak yang diaudit (Auditee)


Pihak auditee adalah seluruh bagian yang terkait dalam proses produksi halal
seperti :
a. Bagian pembelian (purchasing/PPIC)
b. Bagian pengawasan mutu (QA/QC)
c. Bagian produksi.
d. Bagian riset dan pengembangan (R & D)
e. Bagian penggudangan
f. Bagian transportasi
g. Bagian Pengambangan.

28

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________
3.12. Tindakan Perbaikan
Tindakan perbaikan atas pelaksanaan SJH dilakukan jika pada saat dilakukan audit halal
internal ditemukan ketidak sesuaian pelaksanaanya. Tindakan perbaikan harus dilakukan
sesegera mungkin, jika temuan yang didapatkan berdampak langsung terhadap status
kehalalan produk. Semua bentuk tindakan perbaikan dilakukan oleh perusahaan dengan
dibuat berita acara serta laporannya dan terdokumentasikan dengan baik. Format laporan
ketidak sesuaian dapat dilihat pada lampiran
3.13. Kaji Ulang Manajemen (Management Review)
Kaji ulang manajemen ats SJH secara menyeluruh harus dilakukan dalam kurun waktu
tertentu misalnya minimal 1 tahun sekali. Kaji ulang dilakukan oleh seluruh devisi dalm SHJ
termasuk manajemen puncak. Kaji ulang harus tercatat dalam laporan tertulis seperti
lampiran.

29

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________

LAMPIRAN : Pohon Keputusan untuk Identifikasi Titil Kritis


A. Identifikasi Titik Kritis Bahan
A.1. Identifikasi Titik Kritis Bahan Nabati
Bahan nabati
Pengolahan ?

Tidak

Ya

Non TK

Kultivasi Mikrobial ?

Tidak
TK

Ya

Tidak

Fermentasi
Khamr?

+ Bahan
Tambahan?

Ya
Haram

Catatan :
30

Tidak

Ya

Non TK

TK

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________

TK
: Titik Kritis
Non TK
: Titik Tidak Kritis
Tk apa untuk bahan dikaji lebih lanjut pada prosedur Penetapan Status Bahan
Bahan nabati yang diperiksa dalam penetapan titik kritis ini adalah bahan nabati yang status awalnya
halal, bukan bahan nabati yang sudah mendapat status keharaman terlebih dahulu, seperti ganja,
kokain, opium, dan lain-lain.

A.2. Identifikasi Titik Kritis Bahan Hewani

Bahan Hewani

Susu Telur Ikan


Ada Pengolahan ?

Ya

Tidak

TK

Non TK

Daging dan hasil samping (lemak, tulang, kulit, dll


Apakah daging dan hasil samping berasal
Dari Hewan Halal?

Tidak

Ya

Haram

Apakah Hewan disembelih


Sesuai dengan Syariat Islam
dan memiliki SH MUI atau
Lembaga yang diakui LP.POM

Tidak

Ya

Tidak boleh
digundakan

31

Ada Pengolahan
lanjutan

Ya

Tidak

TK

Non TK

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________

A.3. Identifikasi Titik Kritis Produk Mikrobial

Produk
Mikrobial
TK

Semua produk mikrobial merupakan titik kritis

Titik kritis terletak pada media, baik media penyegaran hingga media produksi (bisa nabati atau
hewani).

A.4. Identifikasi Titik Kritis Bahan Lain-lain


Bahan Lain-lain

Bahan Tambang

Sintetik

Campuran

Non TK

TK
Organik
TK

Non Organik
Apakah mengandung
Bahan penolong

Tidak
32
Non TK

Ya
TK

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________

Apakah semua Produk disertifikasi halal ?


B. Identifikasi Titik Kritis Penyimpanan dan Lini Produksi
Ya

Tidak

Apakah ada peluang


Terkontaminasi Bahan-bahan
Haram/najis ?

Apakah produk sejenis non sertifikasi


Menggunakan merk yang sama?

Ya
Ya
TK 1

Tidak

Tidak

Tidak dapat
disertifikasi

Apakah bahan untuk produk non Sertifikasi


mengandung babi atau Hasil sampingnya

Non TK
Tidak

Ya
Tidak dapat
disertifikasi

Apakah lini produksi, penyimpanan


Bahan dan produk untuk produk
Disertifikasi dg non sertifikasi terpisah?

Ya

Tidak
Apakah prosedur sanitasi yang
dilakukan dapat menghilangkan
lemak, bau, warna + rasa?

Non TK

Tidak

Ya

Tidak dapat
disertifikasi

Apakah ada peluang terkontaminasi


Bahan-bahan haram/najis

33

Ya
TK 2

Tidak
Non TK

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________

Catatan :
1. LP POM MUI merekomendasikan agar perusahaan yang mengajukan sertifikat halal mensertifikat
semua produknya pada semua pabrik dan lini produksi yang dimilikinya.
2. Perusahaan harus menjaga agar produk yang sertidikasinya tidak tercemar dengan barang haram dan
najis.
3. Jika perusahaan hanya mensertifikasi sebagian produknya, maka produk yang tidak disertifikasi tidak
boleh menggunakan merek yang sama dengan produk yang disertifikasi, tidak mengandung babi atau
bahan tutunan dari babi.
4. Lini produksi, tempat penyimpanan bahan atau produk yang disertifikasi dan yang diertifikasi harus
terpisah secara nyata.
5. TK1 adalah kontaminasi dari lingkungan (hewan piaraan, burung, cicak dan lain-lain) dan karyawan
(katering, makanan, minuman)
6. Untuk TK1 perlu dilakukan pencegahan dengan cara: (a) Penutupan tempat-tempat terbuka yang
memungkinkan terjadinya kontaminasi. (b) Karyawan dilarang untuk membawa makanan dan
minuman ke ruang produksi.
7. TK2 adalah kontaminsi silang dari bahan-bahan yang tidak disertifikasi (bahan-bahan haram atau najis
selain babi)
8. Untuk TK2 perlu dilakukan pencegahan melalui pemisahan secara fisik dan administrasi antara bahan
produk yang disertifikasi halal dan yang tidak.

34

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________

C. Identifikasi Titik Kritis Distribusi


Apakah semua Produk yang distribusikan disertifikasi halal ?

Tidak

Ya

Apakah alat distribusi


Berbeda?

Non TK

Tidak

Ya
Non TK

Apakah prduk non sertifikasi halal


mengandung babi dan hasil sampingnya?

Tidak

Ya
Tidak disertifikasi

Ada kemasan?

Ya

Tidak

Apakah kemasan dapat


mencegah kontaminasi silang?

TK 1

Ya

Tidak

Non TK

TK 2
35

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________
Catatan:
1. Jika distribusi dilakukan oleh pihak ketiga harus dibuat sistem distribusi yang bisa menjamin bahwa
distribui dilakukan terpisah antara produk yang disertifikasi dan non sertifikasi.
2. TK 1 adalah dimana kondisi produk dalam keadaan curah, sehingga harus menggunakan wadah yang
dapat mencegah terjadinya kontaminasi silang.
3. TK 2 dapat dicegah dengan menggunakan kemasan distribusi yang dapat mencegah kontaminasi silang.
D. Identifikasi Titik Kritis Pemajangan (Display)
Apakah semua Produk yang dipajang bersertifikasi halal ?

Tidak

Ya

Apakah pemajangan
Terpisah secara nyata

Non TK

Tidak

Ya
Non TK

Apakah prduk non sertifikasi halal


mengandung babi ?

Tidak

Ya
TK 1

Ada kemasan?

Ya

Tidak

Non TK

TK 2

36

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________
Catatan:
* TK 1 dan TK 2 = tidak boleh dilakukan sama sekali.

E. Identifikasi Titik Kritis Penyembelihan.


Apakah penyembelih beragama Islam ?
Ya

Tidak

Apakah penyembelihan memahami dan menjalankan


Proses penyembelihan susuai Syariat Islam

Tidak dapat SH

Ya

Tidak

Apakah dilakukan pemingsanan

TK 1

Tidak

Ya
TK 2

Apakah digunakan pisau tajam


Ya

Tidak

Apakah hewan mati sempurna & darah keluar sempurna

TK 3

Ya

Tidak

Apakah darah/bangkai dimanfaatkan

TK 4

Ya

Tidak

Tidak dapat SH

Non TK
37

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________
Catatan:
TK1 : Dicegah dengan cara pembinaan terhadap penyembelih
TK2 : dicegah dengan menggunakan teknik stunning dengan peralatan tertentu yang tidak menyebabkan
hewan mati sebelum disembelih dan harus dilakukan pemeriksaan secara rutin terhadap
TK3 : dicegah denagn mengontrol pisau yang digunakan dan diperiksa ketajamannya setiap saat.
TK4 : dicegah dengan cara menetapkan tenggang waktu tertentu yang menjamin hewan dapat sudah benarbenar mati dan darah keluar dengan tuntas sebelum diproses lebih lanjut (perndaman air panas dan
pengulitan)
PROSEDUR PENETAPAN STATUS BAHAN
Apakah bahan merupakan Produk Impor?

Ya

Tidak

Apakah memiliki SH MUI atau Lembaga Luar


Negeri yang duakui MUI dan masih berlaku?

Tidak

Ya

Tidak

Apakah memiliki SH MUI dan


Masih berlaku
Ya

Apakah ada kemungkinan mengandung


Bahan yang diragukan? (biasanya bahan
Hewani, atau produk khamr)
Tidak

Ya

Kajian LP POM MUI


Bermasala
h

Sertifikat Halal
Tidak

Halal

Tidak
Bermasalah

Bahan dapat
digunakan

Bahan tidak
Dapat digunakan

Catatan:
1. Prosedur ini berlaku untuk semua produsen dan pemasok
2. Keluaran dari prosedur penetapan status bahan adalah daftar bahan yang dapat dipakai sebagai acuan
untuk auditor halal internal.
38

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________
3. Bahan dalam kategori daftar bahan yg dapat digunakan, sebelum diimplementasikan harus disahkan
terlebih dahulu oleh LP POM MUI
4. bahan dalam kategori daftar bahan yang tidak dapat digunakan tidak ada di areal pebrik.
5. Bahan yang dapra digunakan harus dilengkapi dokumen pendukung berupa spesifikasi bahan, surat
recomendaei atau sertifikat halal dari LP POM MUI atau Lembaga Sertifikasi Halal Luar negeri yang
direkomendasi LP POM MUI.
6. Bahan yang melalui proses kajian LP POM MUI dilengkapi dengan rekomendasi LP POM MUI,
sedangkan bahan yang melalui sertifikasi halal dilengkapi dengan sertifikat halal MUI
MATRIKS BAHAN BAKU, TAMBAHAN DAN PENOLONG
UNTUK SEMUA PRODUK YANG DISERTIFIKASI HALAL
Nama Perusahaan

: PT. PANCABUDI IDAMAN

Jenis Produk

: Plastik Polimer

DAFTAR ACUAN BAHAN BAKU /TAMBAHAN/PENOLONG


PT. PANCABUDI IDAMAN
N
o

Jenis
Bahan

Nama
Bahan

Produ
sen

Pema
sok

Plastik

LLDPE

PT.

Plastik
Plastik

2
3

Spesifi
Kasi
Bahan
(V)

Sertifi
Kasi
Halal
(V)

PT.

Lemba No.
ga
SH
Sertifi
Kasi
halal
MUI

HDPE

Titan
PT.

Titan
PT.

MUI

Cover

Titan
PT.

Titan
PT.

Etiket

PBI
PT.

PBI
PT.

kertas

PBI

PBI

Plastik

Kertas

Plastik

Karung

Pewar

plastik
Pigmen

na

PT.

nabati

Interane
39

Masa
Berla
Ku
SH

Surat
Persetu
Juan
LPPOM

Ket

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________
ka

Tabel. Daftar bahan titik kritis dan tindakan pencegahannya serta Proses produksi, titik kritis dan
tindakan pencegahannya
No.

Nama

Titik

Informasi

Tindakan

HDPE

Etiket Kertas

Kritis
Asal usul
bahan
Asal usul
bahan
Asal usul
bahan

Karung Plastik

Asal usul
bahan

Kunci
Sertifikasi
Halal
Sertifikasi
Halal
Identifiksi
produk/daftar
bahan
Identifiksi
produk/daftar
bahan

Koreksi

Bahan
LLDPE

Proses Blowing

Proses Cutting

Pemegang
an bahan
oleh
operator
Pemegang
an bahan
oleh
operator

Mencuci
tangan
Mencuci
tangan

40

Verifikasi

Dokumentasi

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________

LAMPIRAN
BORANG AUDIT HALAL INTERNAL PADA BAGIAN QA/QC
No

PERTANYAAN
Ya

Hasil Audit
Tidak
Keterangan

Apakah bagian QA memiliki daftar bahan yang telah


diketahui LP POM MUI
2
Apakah setiap bahan datang selau diberi tanda status
kehalalannya (Halal pass)?
3
Apakah halal pass bahan atau produk, diberikan oleh QA
setelah mendapatkan persetujuan dari auditor halal internal
4
Sebelum mencantumkan halal pas, apakah QA memeriksa
nama produsen, merek, jenis/kode barang, logo halal, lot
number, dan kuantitas yang tercantum pada label kemasan
sesuai dengan dokumen pengadaan dan/ sertifikat halal?
5
Apakah jawaban no 5 dapat dibuktikan dengan
laporan/rekaman hasil pemeriksaan bahan?
6
Apakah halal pass hanya diberikan pada bahan atau produk
yang sertifikat halalnya masih berlaku?
7
Apakah bagian QA menolak bahan yang tidak memperoleh
halal pass?
8
Apakah pemberian Halal Pass dikontrol dengan baik dan
secara sistematis?
9
Apakah QA selalu berkomunikasi dengan AHI berkaitan
dengan bahan yang tidak bisa mendapatkan Halal pass
karena alasan tertentu (sertifikat halal kadaluarsa, dll)?
10
Apakah ada teguran tertulis dan/atau tindakan pencegahan
dari QA jika didapat praktek yang tidak memenuhi SOP
halal.
Catatan Khusus Auditor

Menyetujui

Yang Membuat
41

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________

Auditee Bagian QA/QC

Auditor Halal Internal

LAMPIRAN
BORANG AUDIT HALAL INTERNAL PADA BAGIAN R & D
No

PERTANYAAN
Ya

Hasil Audit
Tidak
Keterangan

Apakah bagian R & D mempunyai daftar bahan yang telah


diketahui LP POM MUI
2
Apakah sample bahan yang diterima bagian R & D selalu
disertai dokumen yang mendukung status kehalalan bahan.
3
Dalam memeriksa status kehalalan bahan yang akan
digunakan, apakah bagian R & D memeriksa asal-usul
bahan? (penentuan bahan sebagai bahan yang kritis
terhadap kehalalan, tidak kritis terhadap kehalalaan atau
haram mengikuti diagram penentuan titik kritis bahan)
4
Apakah bagian R & D secara periodik memeriksa status
kehalalan bahan yang digunakan untuk R & D dan
mengusahakan menggantinya jika ada bahan yang belum
ada sertifikat halalnya?
5
Apakah dalam mengembangkan formula, Bagian R & D
selalu menggunakan bahan-bahan yang jelas status
kehalalannya?
6
Apakah formula yang telah siap diproduksi selalu
dimintakan persetujuan AHI, sebelum proses sertifikat
halal MUI.
Catatan Khusus Auditor

Menyetujui

Yang Membuat

Auditee Bagian R & D

Auditor Halal Internal

42

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________

LAMPIRAN
BORANG AUDIT HALAL INTERNAL PADA BAGIAN PRODUKSI
No

PERTANYAAN
Ya

Apakah bagian produksi hanya memproduksi produk yang


disertifikasi halal
2
Apakah ada konsistensi penggunaan bahan baku, bahan
tambahan dan bahan penolong?
3
Apakah bahan-bahan tersebut tercantum pada daftar bahan
halal yang telah diketahui LPPOM MUI?
4
Bila ada produk yang belum jelas status kehalalanya (tidak
disertifikasi halal), apakah alat produksi yang digunakan
berbeda dengan alat produksi untuk produk disertifikasi
halal MUI?
5
Apakah bahan pada produk yang tidak disertifikasi halal
mungkin mengandung babi atau turunannya?
6
Bila produk yang tidak disertifikasi halal MUI tidak
mengandung babi atau turunannya, apakah prosedur
sanitasi peralatan produksi sesuai dengan ketentuan MUI
dan diawasi oleh AHI?
7
Bila alat produksi antara produk yang tidak disertifikasi
halal dan produk halal terpisah, apakah tempat
penyimpanan bahan dan tempat bahan work in process
juga terpisah?
8
Apakah dilingkungan produksi tidak ditemukan bahan
haram walaupun itu milik bagian lain ataupun milik
pribadi?
9
Apakah penyelenggar proses produksi didukung oleh
sistem administrasi yang baik?
10
Apakah semua bahan baku, tambahan dan penolong
tercatat secara sistematis serta mudah untuk ditelusuri?
11
Apakah proses pengolahan dilakukan sedemikian rupa
sehingga dapat menghindari terkontaminasinya produk dari
bahan haram dan/atau najis?
12
Apakah bagaian produksi mempunyai intruksi kerja untuk
sertiap tahapan proses.
Catatan Khusus Auditor

43

Hasil Audit
Tidak
Keterangan

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________
Menyetujui

Yang Membuat

Auditee Bagian PRODUKSI

Auditor Halal Internal

LAMPIRAN
BORANG AUDIT HALAL INTERNAL PADA BAGIAN GUDANG
No

PERTANYAAN
Ya

1
2
3
4
5
6
7
8

9
10
11
12
13

Apakah bagian gudang didukung dengn sistem


administrasi yang mudah ditelusuri?
Apakah bagian gudang memegang daftar bahan yang telah
dikethui oleh LP POM MUI?
Apakah semua bahan digudang merupakan bahan yang
sesuai dengan daftar bahan yang telah diketahui oleh LP
POM MUI?
Jika jawaban no 2 tidak, apakah bahan halal dan non halal
disimpan secara terpisah?
Apakah pemisahan (pertanyaan no.3) dengan cara
menggunakan ruangan yang berbeda?
Jika jawaban pertanyaan no.4, apakah pemisahan
dilakukan dengan pemberian sekat yang jelas?
Jika jawabn no 5 tidak, apakah pemisahan dilakukan
dengan cara menggunakan rak yang berbeda dengan
diberikan tanda-tanda yang jelas?
Jika jawaban no 6 tidak, apakah pemisahannya dilakukan
dengan cara pemisahan dalam palet-palet yang berbeda
tetapi menggunakan rak yang sama dengan memberikan
tanda-tanda yang jelas?
Apakah bahan-bahan untuk produksi, bahan kemasan, dan
non produksi seperti, bahan sanitasi, sampel R & D,
produksi jasi, dan lain-lain dipisahkan?
Apakah pemisahan (pertanyaan no 8) dengan cara
menggunakan ruangan yang berbeda?
Jika jawaban pertanyaan no 9 tiadk, apakah pemisahan
dilakukan dengan pemberian sekat yang jelas?
Jika jawaban no 10 tidak, apakah pemisahan dilakukan
dengan cara menggunakan rak yang berbeda dengan
diberikan tanda-tanda yang jelas?
Jika jawaban no 11 tidak, apakah pemisahannya dilakukan
dengan cara pemisahan dapal pelet-pelet yang berbeda
tetapi menggunakan rak yang sama dengan memberikan
44

Hasil Audit
Tidak
Keterangan

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________
tanda-tanda yang jelas?
14
Apakah setiap penggunaan bahan da produk untuk
keperluan produksi R & D, penjualan atau pengeluaran
dari gudang untuk keperluan lain tercatat jenis dan jumlah
serta peruntukkannya?
15
Apakah setiap pengeluaran bahan untuk produksi halal
memperhatikan tanda halal pass
16
Apakah semua bahan digudang berlabel dengan jelas?
17
Apakah produk yang tidak disertifikasi halal oleh MUI?
18
Jika jawaban no 16 ya, apakah produk yan g tidak
disertifikasi halal disimpan secara terpisah dengan produk
yang disertifikasi halal?
19
Jika jawaban no 17 ya, apakah pmisahan dilakukan dengan
cara menggunakan ruangan yang berbeda?
20
Jika jawaban pertanyaan no 18 tidak, apakah pemisahan
dilakukan dengan pemberian sekat yang jelas?
21
Jika jawaban no 19 tidak, apakah pemisahan dilakukan
dengan cara menggunakan rak yang berbeda dengan
diberikan tanda-tanda yang jelas?
22
Jika jawaan no 20 tidak, apakah pemisahannya dilakukan
dengan cara pemisahan dalam palet-palet yang berbeda
tetapi menggunakan rak yang sama dengan memberikan
tanda-tanda yang jelas?
Catatan Khusus Auditor

Menyetujui

Yang Membuat

Auditee Bagian Gudang

Auditor Halal Internal

45

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________

LAMPIRAN
BORANG AUDIT HALAL INTERNAL PADA BAGIAN PEMBELIAN
No

PERTANYAAN
Ya

Hasil Audit
Tidak
Keterangan

Apakah halal menjadi pertimbangan utama dalam


pengadaan bahan baku, bahan tambahan dan bahan
penolong?
2
Apakah bagian pengadaan memiliki daftar bahan,
pemasok, dan produsen bahan yang telah diketahui oleh
LPPOM MUI
3
Apakah untuk perubahan pemasok atau produsen bahan
baru diketahui dan diketahui oleh AHI (berdasarkan hasil
konsultasi dengan LP POM MUI)?
4
Apakah pengadaan bahan baru oleh bagian Pengadaan
terlebih dahulum terlah mendapat persetujuan dari QA dan
AHI (berdasarkan hasil konsultasi dengn LP POM MUI)?
5
Adakah catatan jika terjadi perubahan bahan, pemsok atau
perodusen bahan?
6
Apakah bagian pengadaan memiliki sitem peringatan dini
untuk bahn-bahan yang masa berlaku sertifikat halalnya
hampir habis masa berlakunya.
7
Apakah contoh bahandari pemasok yang diterima bagian
pengadaan disertai dokumen yang berkaitan dengan status
kehalalannya (sertifikat halal, deskripsi produk, spesifikasi,
alur proses, dan asal usul bahan)?
8
Apakah kegiatan pengadaan didukung dengan sistem
administrasi yang baik? Seperti semua catatn pengadaan
terdokumentasi dengan lengkap, sistematis, rapi, dan
mudah ditelusuri.
Catatan Khusus Auditor

Menyetujui

Yang Membuat

46

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________
Auditee Bagian Pengadaan

Auditor Halal Internal

LAMPIRAN
BORANG AUDIT HALAL INTERNAL PADA BAGIAN TRANSPORTASI/DISTRIBUSI
No

PERTANYAAN
Ya

Hasil Audit
Tidak
Keterangan

Apakah alat transportasi dan distribusi (bahan dan / atau


produk jadi) selalu dalam keadaan bersih dan suci dari
najis?
2
Apakah jaminan bahwa pengangkutan tidak tercampur
dengan bahan atau produk lain atau titipan
perusahaan/orang orang lain yang tidak jelas kehalalannya?
3
Untuk alat transportasi dan distribusi sewaan, adakah
seleksi khusus dan persyaratan khusus yang dapat
menjamin produk terhindar dari kemungkinan
terkontaminasi bahan haram atau najis?
Catatan Khusus Auditor

Menyetujui

Yang Membuat

Auditee Bagian Transportasi/Distribusi

Auditor Halal Internal

47

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________

LAMPIRAN

LAPORAN KETIDAK SESUAIAN


No
1

ANALISIS / PENJELASAN
Temuan Ketidaksesuaian
Penemu/Penulis Laporan
Fakta temua
Waktu

Analisis penyebab

Tindakan langsung

Tindakan Koreksi

Tindakan Pencegahan

KETERANGAN
(merubah atau Tidak
Merubah Status
kehalalan)

Lokasi
Proses
Penyebab
Pembuat Laporan
Diketahui Oleh
Jenis tindakan
Waktu Eksekusi
Pelaksana oleh
Diketahui oleh
Jenis tindakan
Waktu pencapaian
Waktu eksekusi
Dibuat oleh
Diketahui oleh
Jenis tindakan
Dibuat oleh
Diketahui oleh

LAMPIRAN . Laporan Tijauan Manajemen


No.

Tema

Uraian Diskusi

kesimpulan

Follow-up

Tanggal
Jatuh tempo

48

Realisasi

MANUAL SISTEM JAMINAN HALAL


PT. PANCABUDI IDAMAN
__________________________________________________________________

49