Anda di halaman 1dari 3

Seks bebas

Prinsip hedonism telah menjadi semacam alat missal


penghancur moral yang meluluhlantahkan tataran publik hingga
kelapisan privat. Ponografi, seks bebas, dan penyimpangan
seksual menjadi ritual baru umat manusia. Di Eropa, Denmark
adalah Negara yang dengan terbuka memproklamirkan diri
sebagai sentra pornografi dan prostitusi, dan Covenhagen sebagai
ibu kota Negara, merangkap pusat aktivitas seks bebas.
Copenhagen dijuluki pusat pornografi dan prostitusi, serta
hiburan seks live di Eropa. Diperkirakan sekitar 1500 pekerja seks
beraksi setiap hari.
Pada kasus seks bebas lainnya, remaja di Kanada dan
Amerika menduduki peringkat paling muda dalam melakukan
hubungan seks, yakni pada usia 15 tahun. Selanjutnya adalah
Inggris, Jerman, dan Perancis pada usia 16 tahun.
Jangan salah, Indonesia pun terbilang Negara yang bebas
membuat dan mengkumsumsi pornografi serta seks bebas. Ratarata, para remaja Indonesia mengaku pernah melakukan hubungan
seks pranikah pada usia SMU. Bahkan, para remaja tersebut tidak
segan- segan , merekam adegan itu dan menyebarkannya.
Menurut KUHP, perzinaan bukan termasuk tindakan asusila
yang layak di ganjar hukumun. Hanya tiga keadaan yang dapat
menyeret pelaku zina masuk kedalam bui. Pertama, dilakukan
dengan paksaan atau tindak pemerkosaan. Kedua, dilakukan
dengan anak di bawah umur. Ketiga, dilakukan dimuka umum.
Sebagai contoh, para pemain VCD bandung lautan asmara yang
menghebohkan pada tahun yang lau, ternyata tidak bisa di sentuh
oleh hukum karena bukan termasuk kategori perzinahan.

HEDONISME

Doktrin etika yang mengajarkan bahwa hal terbaik bagi


manusia adalah mengusahakan kesenangan (Hedone).
1. Aristipos dri Kyrene (433 355s.M):
Yang sungguh baik bagi manusia adalah kesenangan.
Kesenangan itu bersifat badani belaka, karena
hakikatnya tidak lain dari pada gerak dalam badan.
Tiga kemungkinan gerak:
1. Gerak yang kasar: Ketidaksenangan
2. Gerak yang halus: Kesenangan
3. Ketiadaan gerak: Netral
Hedonisme: Yang baik dalam arti yang sebenarnya adalah
kenikmatan (gerak yang halus) kini dan di sini.
2. Epikuros (341 270 s.M.)
Kesenangan adalah tujuan hidup manusia.
Menurut
kodratnya
setiap
manusia
mencari
kesenangan.
Kesenangan yang dimaksud bukanlah kesenangan
inderawi, tetapi kebebasan dari rasa nyeri dalam tubuh
kita dan kebebasan dari keresahan dalam jiwa.
Tiga macam keinginan:
1. Keinginan alamiah yang perlu.
2. Keinginan alamiah yang tidak perlu.
3. Keinginan yang sia-sia.
Hedonisme: Hidup yang baik adalah memenuhi
keinginan alamiah yang perlu.

Tijauan kritis
a. Ada kebenaran yang mendalam pada hedonisme:
Manusia menurut kodratnya mencari kesenangan dan
berupaya menghindari ketidaksenangan. Tetapi
apakah manusia selalu mencari kesenangan?
b. Hedonisme beranggapan bahwa kodrat manusia
adalah mencari kesenangan sehingga kesenangan
disetarakan dengan moralitas yang baik. Tetapi jika
demikian, apakah ada jaminan bahwa kesenangan itu
baik secara etis?
c. Para hedonis berpikir bahwa sesuatu adalah baik
karena disenangi. Tetapi sesuatu belum tentu menjadi
baik karena disenangi.
d. Hedonisme mengatakan bahwa kewajiban moral saya
adalah membuat sesuatu yang terbaik bagi diri saya
sendiri. Karena itu ia mengandung paham egoisme
karena hanya memperhatikan kepentingan dirinya
saja.