Anda di halaman 1dari 4

HUKUM TATA NEGARA III

Paper ini dibuat dalam rangka perkuliahan HTN III

PARTAI POLITIK

Dibawah bimbingan

Parbuntian Sinaga SH.,MH

Disusun oleh :
1433. 001.054

JESSIKA OKTAVIANA L.TOBING

FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS KRISNADWIPAYANA
2016

A. PARTAI POLITIK
1. DEFINISI PARTAI POLITIK
Dalam ilmu politik dijumpai banyak sekali definisi partai politik, dimana masing- masing
definisi pada hakikatnya memiliki banyak kesamaan, meskipun satu diantaranya juga ada
yang saling bertentangan. Oleh karena itu, penulis akan mengambil beberapa pendapat
ahli politik yang banyak diikuti oleh alhi- ahli politik dewasa ini, yakni carl fredirich,
soltau, dan Sigmund Neuman.
a. Cal Frederich menyatakan, partai politij merupakan kelompok manusia yang
terorganisasi secara stabil dengan tujuan untuk merebut atau mempertahankan
kekuasaan dalam pemerintahan bagi pemimpin partainya dan berdasarkan
kekuasaan itu akan member kegunaan materiil dan idiil kepada anggotanya.
b. R.H.Soultau mengemukakan partai politik merupakan sekelompok warganegara
yang sedikit banyak terorganisir, yang bertindak sebagai suatu kesatuan politik
dan yang dengan memanfaatkan kekuasaannya untuk memilih, bertujuan
menguasai pemerintahan dan melaksanakan kebijakan umum mereka.
c. Sigmud Neuman mengemukakan partai plitik merupakan aktivis- aktivis politik
yang berusaha untuk menguasai kekuasaan pemerintah serta merebut dukungan
rakyat atas dasar persaingan dengan suatu golongan- golongan atau golongangolongan lain yang mempunyai pendangan berbeda (abdul bari azed & makmur
amir, 2005).
d. Berdasarkan Pasal 1 UU No.2 Tahun 2011, Partai Politik adalah
organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga
negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan
cita-cita untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik
anggota, masyarakat, bangsa dan negara, serta memelihara keutuhan
Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

2. STRUKTUR PARTAI POLITIK


Pembahasan tentang struktur partai politik berarti memusatkan perhatian kepada
mesin penggerak (machinery) organisasi tersebut dan apaturnya. Di dalamnya
terdapat aspek ideology dasar dasar sosial, struktur, organisasi, partisipasi,dan
dibedakan atas partai kader dan partai massa (syarial syarbaimi et al, 2002).
a. Partai kader. Partai kader disebut juga elit atau tradisional, yang dalam
prakteknya dapat dibedakan menjadi dua, yakni tipe eropa dan tipe amerika.
Tipe eropa bertujua untuk mendapatkan anggota sebayak- banyak mungkin,
tetapi mereka lebih menekankan pada dukungan dari orang- orang
terkemuka,lebih memerharikan kualitas dari kuantitatas. Orang terkemuka itu
dikelompokkan menjadi suatu komite. Sedangkan tipe amerika menekankan
pada usaha menjaring tokoh partai yang loyal.
b. Partai massa. Partai massa merupakan teknik mengorganisasi partai yang
sering dilakukan oleh gerakan sosialis, yang mendalam perkembangannya

kemudian diambil oleh partai komunis dan sebagian partai politik dinegaraNegara berkembang.dalam prakteknya, paranti massa dapat dibedakan
dengan:
1) Tipe sosialis, yang berorientasi kepada kaum buruh
2) Toper partai komunis, yang diorganisasi secara otoriter dan berpusat,
dan lebih menggambarkan sentralisasi daripada demokrasi.
3) Tipe partai fasis, yang menggunakan teknik militer untuk
mengorganisasi politik mereka
c. Tipe partai tengah. Tipe partai tengah merupakan partai yang menggunakan
organisasi massa sebagai alat duungan partai. Fungsi- fugsi partai politik, baik
dalam Negara demokrasi ataupun Negara otoriter, adalah melaksanakan fungsi
sebagai sosialisasi politik, pemandu kepentingan, komunikasi politik,
pengendalian konflik, control politik dan sebagainya.
3. Fungsi partai politik
Dalam partai politik fungsi partai politik sangat beragam,yang secara keseluruhan
dapat dirangkum (abdul bari azed & makmur amir, 2005; asshidiqie, 2005). Sebagai
berikut:
a) Sosialisasi politik. Partai politik mempunyai dungsi sebagai sosialisasi politik.
b) Partisipasi politik. Mobilisasi warganegara ke dalam kehidupan dan kegiatan
politik merupakan fungsi khas dari partai politik.
c) Rekruitmen politik. Partai politik berfungsi untuk mencari dan mengajak
orang yang berbakat untuk turut aktif dalam kegiatan politik politik sebagai
anggota politik.
d) Komunikasi politik.dalam menjalankan fungsi komunikasi politik, partai
politik menyalurkan aneka ragam pendapat dan aspirasi masyarakat dan
mengaturnya sedemikian rupa sehingga kesimpangsiuran pendapat dalam
masyarakat berkurang.
e) Artikulasi kepentingan. Menyatakan atau mengartikulasi kepentingan mereka
kepada badan- badan politik dan pemerintah melalui kelompok- kelompok
yang mereka bentuk bersama orang yang memiliki kepentingan yang sama.
f) Agregasi kepentingan. Merupakan cara bagaimana tuntutan- tututan yang
dilancarkan oleh kelompok- kelompok yang berbeda digabungkan menjadi
alterative- alternative kebijakan pemerintah.
g) Pembuat kebijakan. Suatu partai akan berusaha untuk merebut kekuasaan
didalam pemerintahan secara kontitusional. Setelah memperolrh
kekuasaan( eksekutif dan legistatif), maka dia akan mempunyai dan
memberikan pengaruhnya dalam membuat kebijakan yang di gunakan dalam
suatu pemerintahan.
Berdasarkan pasal 7 UU No. 31 Tahun 2002 tentang partaipolitik, fungsi partai politik
adalah sebgai sarana:

a. pendidikan politik bagi anggotanya dan masyarakat luas agar menjadi warga negara
Republik Indonesia yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara;
b. penciptaan iklim yang kondusif dan program konkrit serta sebagai perekat persatuan dan
kesatuan bangsa untuk mensejahterakan masyarakat;
c. penyerap, penghimpun, dan penyalur aspirasi politik masyarakat secara konstitusional dalam
merumuskan dan menetapkan kebijakan negara;
d. partisipasi politik warga negara; dan
e. rekrutmen politik dalam proses pengisian jabatan politik melalui mekanisme demokrasi
dengan memperhatikan kesetaraan gender.
Bedasarkan pasal 6 ayat (1) uu no. 31 tahun 2002 tentang partai politik, maka tujuan partai
politik adalah:

(1) Tujuan umum partai politik adalah:


a. mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam
Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
b. mengembangkan kehidupan demokrasi berdasarkan Pancasila dengan menjunjung
tinggi kedaulatan rakyat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan
c. mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
d. cita-citanya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

(2) Tujuan khusus partai politik adalah memperjuangkan cita-citanya dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
(3) Tujuan partai politik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diwujudkan secara
konstitusional.