Anda di halaman 1dari 5

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Kecepatan suara di air dipengaruhi oleh suhu, salinitas dan kedalaman.

Kecepatan suara di laut berkisar antara 1450 m/s hingga 1550 m/s. Pada lapisan
permukaan (surface layer), kecepatan bunyi cenderung meningkat karena suhu dan
salinitas relative konstan dan kecepatan suara hanya dipengaruhi oleh tekanan yang
meningkat. Pada lapisan termoklin (Thermocline), di mana terjadi perubahan suhu dan
salinitas yang lebih dominan daripada perubahan tekanan, maka kecepatan bunyi
mengalami penurunan. Pada lapisan dalam (Depp-Layer), suhu dan salinitas kembali
konstan dan terjadi perubahan tekanan terhadap kedalaman sehingga kecepatan bunyi
relative meningkat.
Cahaya dan suara merupakan dua hal yang tidak terlepas dari kehidupan suatu
organism dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Cahaya merupakan salah satu hal
terpenting dari kehidupan. Hal tersebut disebabkan karena cahaya memiliki banyak
manfaat. Sebagai salah satu contoh cahaya matahari yang dapat digunakan sebagai
sumber energi bagi tumbuhan untuk melakukan fotosintesis. Selain itu, suara juga
memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contoh kecil saja
yang dapat kita lakukan sehari-hari adalah suara yang dikeluarkan oleh pita suara yang
dimiliki oleh manusia normal pada umumnya dapat kita dengar di telinga manusia
normal pada umumnya.
Cahaya dan Suara merupakan gelombang. Hal tersebut, bisa kita jelaskan
dengan contoh diatas. Cahaya matahari dapat digunakan sebagai media berfotosintesis
tumbuhan karena gelombang cahaya matahari tersebut merambat. Begitu pula suara
yang yang manusia normal dengar karena gelombang suara itu sendiri merambat. Pada
prinsipnya, semakin tinggi suhu suatu medium, maka semakin cepat perambatan bunyi
dalam medium tersebut. Dikarenakan makin tinggi suhu, maka semakin cepat getaran
partikel-partikel dalam medium tersebut. Akibatnya, proses perpindahan getaran makin
cepat.
Di laut sendiri, pada lapisan Mix-Layer, pengaruh suhu sangat besar karena pada
lapisan ini pengaruh dari sinar matahari terhadap suhu permukaan sangat besar sehingga

mengakibatkan suhu pada lapisan Mix-Layer tinggi. Pada lapisan termoklin pun suhu
masih sangat berpengaruh, hal tersebut dikarenakan adanya perubahan suhu yang sangat
mencolok. Akan tetapi pada lapisan Deep-Layer, suhu tidak begitu mempengaruhi
karena perubahan suhu yang tidak mencolok.
Laut merupakan badan air yang mengalami proses proses fisik, kimia dan
biologi paling dinamis dibanding badan air lainnya (sungai, danau dll). Antar satu
variable dengan yang lainnya saling mempengaruhi. Besar kecepatan suara dilautan
sangat besar. Karena laut adalah medium cair dan kecepatan suara lebih besar di
medium cair dibanding di medium udara. Besarnya nilai kecepatan suara di laut ini
membuat kita tidak bisa mendeteksi arah datangnya suara tersebut. Besar kecepatan
suara di lautan dipengaruhi oleh Suhu, Salinitas, Densitas dan kedalaman. Pada tahun
1826 di danau Geneva, Switzerland, Jean-daniel Colladon seorang ilmuwan fisika dan
Charles Francois Sturm seorang matematis membuat percobaan pengukuran kecepatan
suara di air untuk pertama kali.Pada percobaan mereka, sebuah lonceng digunakan
untuk mengukur kecepatan suara di perairan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Manusia umumnya biasa menganggap penglihatan lebih penting dari pada
pendengaran. Cahaya bergerak lebih cepat dan menembus atmosfer lebih jauh dari
bunyi sehingga kita dapat menggunakan penglihatan kita lebih baik dan umumnya
radiasi elektromagnetik dalam pengamatan ilmiah. Untuk hewan di laut, pendengaran
adalah indera terpenting. Bunyi melewati air dengan baik sehingga memungkinkan
pelacakan objek-objek (contoh, echo-sounding) dan transmisi informasi (contoh,
nyanyian ikan paus). Cahaya menembus air relatif pendek sehingga sebagian besar
lautan gelap.
Penyebaran adalah merubah arah energi elektromagnetik hasil multi refleksi
dari partikel-partikel tersuspensi. Penyebaran biasanya kedepan pada sudut yang kecil
kecuali oleh partikel yang sangat kecil, yaitu jalur penyebaran cahaya hingga sedikit
terdefleksi dari arah awal penyebaran. Jadi, semakin banyak yang tersuspensi (air
semakin keruh) akan semakin besar tingkat penyerapan dan penyebaran.Berdasarakan
penjelasan di atas, dapat dinyatakan bahwa suatu cahaya akan mengalami penyebaran
jika air mengalami suspensi atau dengan bahasan yang lebih sederhana air tersebut
mengalami pengeruhan. Sehingga dinyatakan diatas bahwa tingkat kekeruhan suatu air
akan meningkatkan penyebaran suatu cahaya. Selain itu, dapat dinyatakan juga bahwa
factor penyebaran cahaya adalah suspensi.
Kecepatan suara berpengaruh terhadap temperatur (T), Salinitas (S) dan Tekanan
(p). Kecepatan suara pada permukaan laut sampai dasar laut sangat bervariasi. Untuk
bisa dapat mengukur kecepatan suara pada air laut, dibutuhkan terlebih dahulu hasil
observasi dari salinitas, temperatur dan tekanan pada suatu daerah yang dimana daerah
tersebut di sebut dengan Sound Velocity Profile (VLP). Berdasarkan fungsi tersebut
dapat dinyatakan bahwa pertambahan S,T, dan p akan memperbesar kecepatan suara.
Pertambahan salinitas dapat mempengaruhi nilai kecepatan suara . Bila salinitas
(S) bertambah maka bertambah dan K (kompresibiltas) berkurang. Pengurangan
kompresibilitas akibat pertambahan salinitas efeknya jauh lebih besar terhadap
kecepatan suara daripada penambahan densitas akibat penambahan salinitas jadi
meningkatkan kecepatan rambat suara.Semestinya, dengan adanya penambahan densitas

atau kerapatan kecepatan suara akan berkurang. Akan tetapi, di laut penambahan
densitas akibat meningkatnya salinitas memiliki efeknya yang lebih kecil daripada
berkurangnya kompresibilitas terhadap kecepatan suara.
Bila suhu bertambah maka berkurang dan akibatnya C bertambah. Makin
tinggi suhu makin cepat perambatan suara.. dari korelasi antara meningkatnya suhu
dengan kedalaman serta adanya peningkatan kecepatan suara akan meningkat dengan
bertambahnya suhu yang disebabkan kerapatan atau densitas akan berkurang seiring
bertambahnya suhu, dapat dinyatakan kecepatan suara meningkat terhadap peningkatan
suhu. Pada saat laju gelombang bunyi (seismik) meningkat terhadap kedalaman Bumi,
begitu juga laju gelombang akustik meningkat terhadap kedalaman lautan (kecuali pada
jalur bunyi). Kenaikan pada axial modulus terhadap tekanan lebih besar dibandingkan
peningkatan densitas dan c menjadi lebih besar (Supangat,2010).
Berdasarkan gambar di atas, dapat dilihat bahwa mengalami fluktuasi pada suatu
kedalaman tertentu. Dapat dikatakan demikian, karena dalam penjelasan di atas
disebutkan bahwa variasi kecepatan bunyi akan semakin meningkat seiring dengan
bertambahnya kedalaman yang dimana kedalaman akan sebanding dengan tekanan.
Tetapi, dikatakan fluktuasi karena dalam penjalarannya gelombang suara akan
mengalami penurunan pada saat melewati jalur bunyi. Dari gambar diatas, dapat dilihat
bahwa jalur bunyi dapat dilihat karena adanya penurunan kecepatan gelombang suara
pada kedalaman sekitar 300 m.
Distribusi kecepatan suara secara vertical, artinya bahwa distribusi kecepatan
suara kedalam lautan. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa kecepatan suara
berbeda pada setiap kedalaman tertentu yang di pengaruhi oleh tekanan. Jadi, dapat di
ilustrasikan bahwa pendistribusian kecepatan suara yang masuk kedalam lautan akan
memiliki kecepatan yang berbeda pada setiap kedalaman tertentu. Akan tetapi, arah dari
kecepatan suara tersebut tidak lurus seperti yang kita bayangkan. Kecepatan suara yang
masuk ke lautan akan mengalami pembelokan atau yang disebut sebagai refraksi.
Kecepatan suara di lautan bukan merupakan nilai yang konstan
namun berbeda beda dari tempat ke tempat, musim ke musim, pagi ke
siang dan dengan bertambahnya kedalaman. Walaupun perbedaannya tidak
terlalu besar, tapi menimbulkan efek penting pada penjalaran suara di
lautan. Apa yang membuat kecepatan suara berubah? Factor factor
oseanografi. Seperti suhu, salinitas dan tekanan. Kanal suara atau sound channel

yakni terdapat pada daerah dimana kecepatan suara minimum yang merupakan media
efektif untuk penjalaran gelombang suara dalam jarak yang cukup besar. Misalnya
sinyal tanda bahaya dapat ditransmisikan dengan jarak ribuan kilometer yang disebut
kanal SOFAR (Sound Fixing and Ranging).
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. Buku Ajar Mata Kuliah Oseanografi Fisika. Semarang : Universitas
Diponegoro.
Hadi, Safwan.2010. Pegantar Oseanografi Fisis.Bandung: Universitas Teknologi
Bandung
Ikbal,Muhammad.2012.Oseanografi:https://agengsimuk.wordpress.com/2012/10/
09/oseanografi/. Didownload pada tanggal 23 September 2015.
Sunarto.2008.Peranan Cahaya Dalam Proses Produksi di Laut. Padjajaran :
Universitas Padjajaran.
Supangat, Agus dan Susanna.2010.Pengantar Oseanografi :Departemen Kelautan
dan Perikanan.