Anda di halaman 1dari 5

Akuntansi Biaya Bab 4 Metode Harga Pokok Lanjutan

Soal Latihan dan Pilihan Ganda


Anggota kelompok :
1. Yunizar Cahyadin
1501035146
2. Verdanica Desta Purwa 1501035057
3. Rusli
1501035152

1. Rumus Perhitungan Harga Pokok Per Unit Produksi Dep. Pertama dengan
Menggunakan Metode Harga Pokok Rata-Rata Tertimbang.

per unit =

Biaya bahan baku yang melekat


pada produk dalam proses awal

Biaya bahan baku yang


+ dikeluarkan dalam
periode sekarang

(2) Biaya tenaga


kerja per unit =

Biaya tenaga kerja yang melekat


pada produk dalam proses awal

Biaya tenaga kerja yang


+ dikeluarkan dalam
periode sekarang

(1) Biaya bahan baku

Unit ekuivalensi biaya tenaga kerja

(3) Biaya overhead


pabrik per unit =

Biaya overhead pabrik yang


melekat pada produk dalam
proses awal

Biaya overhead pabrik yang


+ dikeluarkan dalam
periode sekarang

Unit ekuivalensi biaya overhead pabrik

2. Rumus Perhitungan Harga Pokok Per Unit Produk Departemen Kedua dengan
Unit ekuivalensi
biaya bahan baku
Menggunakan Metode Harga Pokok Rata-Rata
Tertimbang
Harga Pokok Produk Per Satuan yang Dibawa Dari Departemen Sebelumnya
(1) Harga pokok produk per
unit yang dibawa dari
departemen sebelumnya

Harga pokok produk


= dalam proses awal yang
berasal dari departemen
sebelumnya

Harga pokok produk yang


+ di transfer dari
departemen sebelumnya
dalam periode sekarang

Produk dalam proses awal +

Produk yang ditransfer dari


dept. Sebelumnya dalam
periode sekarang

Harga Pokok Per Unit yang Ditambahkan Dalam Departemen Setelah Departemen Pertama
(2) Biaya bahan baku per
unit

Biaya bahan baku yang


= melekat pada produk
dalam proses awal

Biaya bahan baku yang


+ dikeluarkan dalam
periode sekarang

Unit ekuivalensi biaya bahan baku

(3) Biaya tenaga kerja per


unit

Biaya tenaga kerja yang


= melekat pada produk
dalam proses awal

Biaya tenaga kerja yang


+ dikeluarkan dalam
periode sekarang

Unit ekuivalensi biaya tenaga kerja

(4) Biaya tenaga kerja per


unit

Biaya overhead
= pabrik yang melekat pada
produk dalam proses awal

Biaya overhead
+ pabrik yang dikeluarkan
dalam periode sekarang

Unit ekuivalensi biaya overhead pabrik

(5) Total harga pokok per satuan = (1) + (2) + (3) + (4)

3. Kami setuju karena, metode masuk pertama, keluar pertama (MPKP) menganggap biaya produksi
periode sekarang pertama kali digunakan untuk menyelesaikan produk yang pada awal periode masih
dalam proses, baru kemudian sisanya digunakan untuk mengolah produk yang dimasukkan dalam
pross dalam periode sekarang. Oleh karena itu, dalam perhitungan unit ekuivalensi, tingkat
penyelesaian persediaanproduk dalam proses awal harus diperhitungkan.
4. Tambahan bahan baku ini memiliki dua dampak yang mungkin terjadi:
(i) Tidak menambah jumlah produk yang dihasilkan oleh departemen yang mengkonsumsi bahan baku
tersebut. Jika tambahan bahan baku tidak menambah jumlah produk yang dihasilkan, maka tambahan
ini tidak berpengaruh terhadap perhitungan unit ekuivalensi produk yang dihasilkan, dan sebagai
akibatnya tidak mempengaruhi perhitungan harga pokok produksi per satuan produk yang diterima
dari departemen produksi sebelumnya.
(ii) Menambah jumlah produksi yang dihasilkan oleh departemen produksi yang mengkonsumsi
tambahan bahan baku tersebut. Jika terjadi tambahan produk yang dihasilkan dengan adanya
tambahan bahan baku dalam departemen setelah departemen produksi pertama, maka hal ini akan
berakibat diadakannya penyesuaian harga pokok produksi per satuan produk yang diterima dari
departemen produksi sebelumnya. Penyesuaian ini dilakukan karena total harga pokok produk yang
berasal dari departemen sebelumnya, yang semula dipikul oleh jumlah tertentu, sekarang harus
dipikul oleh jumlah produk yang lebih banyak sebagai akibat tambahan bahan baku tersebut.
Akibatnya harga pokok produk per unit yang berasal daru departemen sebelumnya menjadi lebih
kecil.
5. Perhitungan unit ekuivalensi Biaya Bahan Baku Dept. 1 dengan menggunakan metode MPKP:
Persediaan produk dalam proses awal
Produk selesai yang ditransfer ke Dept. 2
Produk dalam proses akhir 100% x 3.000
Jumlah

0 kg
42.000
3.000
45.000 kg

Perhitungan unit ekuivalensi biaya tenaga kerja Dept. 1 dengan menggunakan metode MPKP:
Persediaan produk dalam proses awal (100% - 60%) x 2.000 kg =
800 kg
Produk selesai yang ditransfer ke Dept. 2
42.000
Produk dalam proses akhir
2.100
Jumlah
44.900 kg
Perhitungan unit ekuivalensi biaya overhead pabrik di Depart. 1 dengan menggunakan
metode MPKP:
Persediaan produk dalam proses awal (100% - 40%) x 2.000 kg
Produk selesai yang ditransfer ke Dept. 2
Produk dalam proses akhir
Jumlah

PILIHAN GANDA
1. Unit ekuivalensi Biaya Bahan Baku Departemen 1:
(100% x 45.000) + (100% x 10.000)

= 1.200
= 42.000
= 2.400
= 45.600 kg

= 45.000 + 10.000
= 55.000 kg
2. Persediaan Produk dalam Proses Awal
(100% x 45.000) + (70% x 10.000)
= 45.000 + 7.000
= 52.000 kg
3. Harga pokok rata tertimbang perkilogram produk Dept. 1 adalah

Unsur Biaya
Produksi
Biaya Bahan
Baku
Biaya Tenaga
Kerja
Biaya
Overhead
Pabrik

Yang Melekat
Pada Produk
Dalam Proses

Yang
Dikeluarkan
Dalam Periode
Sekarang

Rp 2.000.000

Total Biaya

Unit
Ekuivalensi

Biaya
Produksi per
Kilogram

25.500.000

27.500.000

55.000

500

Rp 2.500.000

36.500.000

39.000.000

52.000

750

Rp 3.000.000

49.000.000

52.000.000

52.000.000

1000

Rp 2.250

4. Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Dept. 2


45.000 unit @Rp 2.250 = Rp 101.250.000
5. Harga pokok persediaan produk dalam proses akhir dalam Departemen 1:
Biaya Bahan Baku
: 100% x 10.000 unit x 500
Biaya Tenaga Kerja
: 70% x 10.000 unit x 750
Biaya Overhead Pabrik : 70% x 10.000 unit x 1.000

= Rp 5.000.000
= Rp 5.250.000
= Rp 7.000.000
Rp 17.250.00

6. Unit ekuivalensi biaya tenaga kerja di Departemen 2


42.000 + (40% x 9.000)
= 42.000 + 3.600
= 45.600
7. Unit ekuivalensi biaya overhead di Departemen 2
42.000 + (80% x 9.000)
= 42. 000 + 7.200
= 49.200

8. Biaya produksi rata-rata yang ditambahkan di Dept. 2


Unsur Biaya
Produksi

Yang
Melekat
Pada Produk
Dalam

Yang
Dikeluarkan
Pada Periode
Sekaranng

Total Biaya

Unit
Ekuivalensi

Biaya
Produksi

(1)
Biaya
Tenaga Kerja
Biaya
Overhead

Proses
(2)

(3)

(2) + (3) = (4)

(5)

(4) / (5)

1.500.000

25.860.000

27.360.000

45.600

Rp 600

4.000.000

32.900.000

36.900.000

49.200

Rp 750

Jumlah

Rp 1.350

9. Harga pokok produk jadi yang ditransfer oleh Dept. 2 ke gudang adalah:
Harga pokok yang berasal dari Dept. 1
(12.990.000 + 101.250.000) : 51.000
Biaya Tenaga Kerja
Biaya Overhead Pabrik
Jumlah
Harga pokok produk jadi yang ditransfer ke gudang:
42.000 x Rp 3.950 = Rp 150.780.000

= Rp 2.240
= Rp 600
= Rp 750
= Rp 3. 950

10. Harga pokok persediaan produk dalam proses di Departemen 2 pada akhir bulan Januari 20X1
Yang berasal dari Dept.1

: 900 x Rp 2.240

Yang ditambahkan dalam Dept.2 :


Biaya Tenaga Kerja: 40% x 9.000 x Rp 600
Biaya Overhead Pabrik : 80% x 9.000 x Rp 750

= Rp 20.160.000
= Rp 2.160.000
= Rp 5.400.000
= Rp 27.720.000