Anda di halaman 1dari 49

LAPORAN KOMPUTASI PERENCANAAN

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

Disusun Oleh :
Mardiyah Rahmawati
3615100001
Riza Winy Purnamasari
3615100003
Dewa Made Satria Wijayakusuma
3615100013
Belia Fransiska
3615100029
K. Putri Nariratih
3615100035
Diestria Ikasari P.
3615100060
Muhammad Fakhriansyah
3615100062

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
2016

KATA PENGANTAR

Dengan rasa syukur dan segala puji bagi Allah SWT atas segala rahmatNya.Penyusun akhirnya dapat menyelesaikan makalah ini sebagai tugas semester dua
dengan baik. Di dalam makalah ini penyususun akan menentukan tujuan dan masalah.
Yang

disajikan

dalam

makalah

berjudul

LAPORAN

KOMPUTASI

PERENCANAAN KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA (studi kasus


wilayah surabaya dengan batas fisik Jl. Ir.Dr.H.Soekarno, Jl. Raya Kendalsari, Jl.
Wonorejo Indah Tim, Jl. Baruk Utara dan Jl. Kendal Sari).
Dalam penyusunan makalah ini, merupakan wujud bentuk tugas semester
dua mata kuliah komputasi perencanaan. Penyusun mengharapkan agar pembaca
mengetahui tentang arahan pengembangan di koridr apartemen Gunawangsa Merr.
Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan
kesempurnaannya. Untuk kesempurnaan makalah ini baik isi, bahasa maupun
susunan kata oleh sebab itu penyusun mengharapkan kritik dan saran dari pembaca.
Akhir kata penyusun berharap agar laporan ini dapat barmanfaat bagi
penyusun dan pembaca.

Surabaya, Mei 2016


Penyusun

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

DAFTAR ISI
Kata Pengantar .. i
Daftar Gambar .. v
Daftar Tabel .. vii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Tujuan dan Sasaran . 2
1.2.1

Tujuan ... 2

1.2.2

Sasaran .. 2

1.3 Ruang Lingkup ... 2


1.4 Sistematika Pembahasan 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 RDTRK ..... 4
2.1.1 Pola Ruang . 4
2.1.2 Struktur Ruang ... 5
2.2 RTBL 5
2.2.1 Intensitas Bangunan... 5
2.2.1.1 Koefisien Dasar Bangunan . 5
2.2.1.2 Koefisien Lantai Bangunan 6
2.2.1.3 Garis Sempadan Bangunan 7
2.2.1.4 Ketinggian Bangunan 8
2.2.2 Landmark . 8
2.2.3 Koridor ..... 9
2.3 Konsep Pengembangan 9
2.3.1 Konsep Makro .. 10
2.3.2 Konsep Mikro .. 10
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Gambaran Umum Kawasan 11
3.2 Pola Ruang .. 13
3.2.1 Kawasan Lindung 14

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

ii

3.2.1.1 Kawasan Perlindungan Setempat . 14


3.2.1.2 Kawasan Rawan Bencana 14
3.2.2 Kawasan Budidaya . 14
3.2.2.1 Perdagangan dan Jasa ... 14
3.2.2.2 Perumahan 16
3.2.2.3 Fasilitas Umum 17
3.2.2.4 Pertahanan dan Keamanan .. 18
3.2.2.5 Ruang Terbuka Hijau ... 19
3.2.2.6 Perkantoran dan Pemerintahan 20
3.2.2.7 Pergudangan 20
3.3 Struktur Ruang .. 21
3.3.1 Geometrik Jalan .. 21
3.3.2 Jaringan Jalan .. 23
3.3.3 Jaringan Drainase .... 23
3.3.4 Jaringan Telekomunikasi . 25
3.3.5 Jaringan Air Bersih .. 26
3.3.6 Persampahan 27
3.3.7 Jaringan Listrik .... 28
3.4 Aspek Tata Guna Lahan . 29
3.5 Aspek Tata Bangunan . 30
3.5.1 Koefisien Dasar Bangunan ... 30
3.5.2 Koefisien Lantai Bangunan ...... 31
3.5.3 Garis Sempadan Bangunan 32
3.5.4 Ketinggian Bangunan 33
3.6 Aspek Sosial Ekonomi . 33
3.7 Aspek Transportasi .. 34
BAB IV POTENSI DAN MASALAH
4.1 Potensi . 36
4.1.1 Aspek Penggunaan Lahan 36
4.1.2 Aspek Tata Bangunan .. 37

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

iii

4.1.3 Aspek Perdagangan dan Jasa 37


4.1.4 Aspek Transportasi 37
4.2 Masalah 37
4.2.1 Aspek Penggunaan Lahan . 37
4.2.2 Aspek Tata Bangunan 37
4.2.3 Aspek Perdagangan dan Jasa .... 38
4.2.4 Aspek Transportasi 38
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan .. 39
5.2 Rekomendasi .... 40
Daftar Pustaka 41

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

iv

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Apartemen Gunawangsa Merr . 13
Gambar 2. Perdagangan Jasa Berupa Bengkel .. 16
Gambar 3. Perdagangan Jasa Berupa Rumah Makan 16
Gambar 4. Pemukiman Kumuh . 17
Gambar 5. Fasilitas Pendidikan STIKOM . 17
Gambar 6. Fasilitas Pendidikan TK Wijaya .. 18
Gambar 7. Pos Pantau di Jl. Ir.Dr.H. Soekarno.. 18
Gambar 8. Pos Satpam ... 19
Gambar 9. Persawahan .. 19
Gambar 10. Lahan Kosong .... 20
Gambar 11. Balai RW III .. 20
Gambar 12. Pergudangaan . 21
Gambar 13. Geometric jalan Ir.Dr.H.Soekarno . 21
Gambar 14. Geometric jalan Baruk .. 22
Gambar 15. Geometric jalan Raya Kendalsari . 22
Gambar 16. Geometric jalan Wonorejo .... 22
Gambar 17. Peta Jaringan Jalan 23
Gambar 18. Sungai (drainase primer) .. 25
Gambar 19. Saluran drainase yang banyak sampah .... 25
Gambar 20. Peta Jringan Telepon 26
Gambar 21. Pipa jaringan air bersih 27
Gambar 22. Peta Jaringan Air Bersih .. 27
Gambar 23. Persampahan 28
Gambar 24. Peta Jaringan Listrik 28
Gambar 25. Peta Penggunaan Lahan .. 29
Gambar 26. Peta KDB 31
Gambar 27. Peta KLB . 32
Gambar 28 Peta GSB .. 33

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

Gambar 29. Bangunan 2 lantai .34


Gambar 30. Perdagangan jasa . 34
Gambar 31. Kendaraan di jalan IR. Soekarno 35
Gambar 32. Diagram penggunaan lahan 36

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

vi

DAFTAR TABEL
Table 1 Persebaran Perdagangan Dan Jasa 15
Table 2 Fungsi Jaringan Jalan 23

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

vii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Surabaya

merupakan

kota

terbesar

kedua

setelah

Jakarta,

sehinga

menyebabkan Surabaya menjadi tempat tujuan bagi para transmigran. Banyaknya


transmigran ini menyebabkan peningkatan aktifitas kota meningkat pesat.
Peningkatan aktifitas kota menyebabkan berkembangnya kawasan komersial,
salah satunya yaitu koridor apartemen Gunawangsa Merr. Dengan fungsi-fungsi
utama koridor apartemen Gunawangsa Merr sebagai kawasan perdagangan jasa,
pemukiman, pendidikan serta ruang terbuka hijau mendorong daerah ini untuk
selalu melakukan perubahan untuk pelayanan efektif kepada masyarakat. Dengan
adanya potensi dan masalah yang ada di koridor apartemen Gunawangsa Merr
diharapkan dapat dijadikan landasan untuk melakukan perencanaan.
Banyaknya

transmigran

di

Surabaya

mengakibatkan

meningkatnya

pembangunan perumahan. Mengingat lahan di Surabaya yang sempit maka perlu


dilakukan pembangunan hunian vertical untuk memenuhi kebutuhan tempat
tinggal. Dengan dibangunnya perumahan maka perlu dibangun juga fasilitas
lainnya yaitu perdagangan dan jasa. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari.
Pembangunan ini dilakukan dengan mempertimbangkan banyak hal yaitu,
rencana penggunaan lahan di wilayah studi dan kondisi eksisting. Karena dalam
membangun perlu mempertimbangkan tiga aspek yaitu sosial, ekonomi dan
lingkungan. Dalam menentukan kebijakan juga dibutuhkan beberapa hal yang
perlu dipertimbangkan
Perlu adanya tinjauan pada beberapa aspek untuk melakukan perkembangan
di koridor apartemen Gunawangsa Merr. Aspek yang harus diperhatikan yaitu
aspek tata guna lahan, aspek sosial, aspek ekonomi, aspek sosial budaya. Aspek
tata guna lahan berfungsi untuk menentukan apakah wilayah perencanaan tersebut
cocok untuk dibangun perumahan dan perdagangan jasa. Aspek sosial, ekonomi,

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

dan sosial budaya berkaitan satu sama yang lain sehingga semua aspek tersebut
harus terpenuhi untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan.

1.2 TUJUAN DAN SASARAN


1.2.1

TUJUAN
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk:
1. Menembah pengetahuan mengenai karakteristik kawasan koridor
apartemen Gunawangsa Merr
2. Memberikan rekomendasi gagasan solusi pengembangan wilayah
koridor apartemen Gunawangsa Merr
3. Meningkatkan kemampuan menggunakan software dalam mengolah
data hasil survey primer berupa visualisasi produk perencanaan

1.2.2

SASARAN
Sasran dari pembuatan makalah ini ditujukan untuk masyarakat yang berada
di sekitar koridor apartemen Gunawangsa Merr.

1.3 RUANG LINGKUP


Ruang lingkup pembahasan dalam makalah ini adalah masalah, potensi, fakta
yang ada diwilayah serta rekomendasi pengembangan kawasan koridor apartemen
Gunawangsa Merr. Adapun batas wilayah yang ditentukan yaitu sebagai berikut:
Batas utara

:Jl. Wonorejo Indah Tim

Batas timur

:Jl. Raya Kendalsari

Batas barat

:Jl. DR. Ir. Soekarno

Batas selatan :Jl. Baruk Utara XI dan Jl. Kendal Sari

1.4 SISTEMATIKA PEMBAHASAN


BAB I Pendahuluan
Bab pendahuluan menjelaskan tentang latar belakang, tujuan dan sasaran, ruang
lingkup seta sistematika pembahasan.
BAB II Tinjauan Pustaka

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

Bab tinjauan pustaka berisi tentang pengertian serta

konsep-konsep

pengembangan diwilayah studi.


BAB III Gambaran Umum Wilayah
Bab gambaran umum wilayah menjelaskan gambaran umum wilayah studi dan
menampilkan fakta-fakta dan data-data yang menggambarkan karakteristik
wilayah.
BAB IV Potensi dan Masalah
Bab potensi dan masalah menjelaskan tentang potensi dan masalah yang ada di
wilayah studi, potensi dan masalah ditinjau dari berbagai aspek.
BAB V Rekomendasi Gagasan Solusi Pengembangan
Bab

rekomendasi

gagasan

solusi

pengembangan

menjelaskan

tentang

rekomendasi yang tepat diterapkan di wilayah studi. Penentuan rekomendasi ini


didasarkan pada analisis data-data serta mempertimbangkan potensi dan masalah
yang ada di wilayah studi.

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. RDTRK
2.1.1. Pola Ruang
Rencana pola ruang dalam RDTRK merupakan rencana
ditribusi subzona peruntukan yang antara lain meliputi hutan lindung,
zona yang memberikan perlindunugan terhadap zona di bawahnya,
zona perlindungan setempat, perumahan, perdagangan dan jasa,
perkantoran, indutri, dan RTBH, ke dalam blok-blok.
Rencana pola ruang berfungsi sebagai:
a. Alokasi ruang untuk berbagai kegiatan sosial, ekonomi, serta
kegiatan pelestarian fungsi lingkungan dalam BWP
b. Dasar penerbitan izin pemanfaatan ruang
c. Dasar penyusunan RTBL; dan
d. Dasar penyusunan rencana jaringan prasarana
Rencana pola ruang RDTRK terdiri atas:
a. Kawasan Lindung
Kawasan lindung merupakan kawasan yang ditetapkan dengan
fungsi utama melindungi kelestarian Lingkungan Hidup yang
mencakup sumber alam, sumber daya buatan, dan nilai sejarah serta
budaya bangsa guna kepentingan pembangunan berkelanjutan
(Keputusan Presiden No 32 Tahun 1990). Kawasan lindung yang di
maksud disini adalah ruang terbuka hijau yang meliputi taman,
lapangan, makam/TPU, sempadan sungai, sempadan jalan, median
jalan dan hutan kota.

b. Kawasan Budidaya
Sedangkan kawasan budidaya merupakan kawasan atau daerah
dalam wilayah perencanaan yang bisa dimanfaatkan atas dasar

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

potensi dan sumber daya yang ada. Kawasan budidaya yang di


maksud dalam wilayah perencanaan (RDTRK UP Rungkut)
meliputi perumahan, perdagangan dan jasa, perkantoran, industri (di
luar kawasan industri), gudang atau pergudangan, fasilitas umum,
peruntukan lainnya dan peruntukan khusus.

2.1.2. Struktur Ruang


Struktur ruang adalah susunan pusat-pusat permukiman dan
sistem jaringan prasarana dan sarana yang berfungsi sebagai
pendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang secara hierarkis
memiliki hubungan fungsional. Struktur ruang meliputi geometrik
jalan, jaringan jalan, jaringan drainase, jaringan telekomunikasi,
jaringan sanitasi, jaringan persampahan dan jaringan listrik.

2.2. RTBL
2.2.1. Intensitas Bangunan
2.2.1.1. Koefisien Dasar Bangunan
Koefisien Dasar Bangunan atau Building Covered
Ratio (BCR) adalah angka perbandingan antara luas lantai
dasar bangunan terhadap luas persil. Dalam perencanaan
wilayah dan kota, KDB menunjukkan perbandingan antara luas
lantai dasar bangunan yang terdapat pada suatu wilayah
terhadap luas wilayah bersangkutan. Besaran KDB dinyatakan
dalam persen, misalnya KDB 60% artinya perbandingan luas
lantai dasar bangunan terhadap luas persil maksimum 60%.
Dalam pengertian ini, angka 60% adalah angka maksimum
yang tidak boleh dilewati. Tujuan penetapan KDB adalah:

Untuk menjaga dan mempertahankan ketersediaan ruang


terbuka yang bermanfaat bagi penghawaan alamiah,
penerangan alamiah dan peresapan air ke dalam tanah

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

Untuk mempertahankan keseimbangan antara kepadatan


bangunan dan wilayah dimana bangunan tersebut berada,
agar lingkungan menjadi nyaman untuk ditempati

Untuk menciptakan keindahan dan kerapian tatanan


bangunan melalui pengaturan luas lantai dasar bangunan

Untuk memberikan peluang bagi penyediaan vegetasi di


dalam persil, baik tanaman pohon, tanaman perdu maupun
tanaman penutup tanah

Untuk penyediaan RTH privat yang disyaratkan UndangUndang Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang.

2.2.1.2 Koefisien Lantai Bangunan


Koefisien Lantai Bangunan (KLB) atau Floor Area
Ratio (FAR) adalah perbandingan antara luas seluruh lantai
bangunan

terhadap

luas

persil.

KLB

menunjukkan

perbandingan antara luas total seluruh lantai bangunan (luas


lantai dasar dan seluruh luas lantai ditasnya) ada suatu wilayah,
terhadap luas wilayah bersangkutan. Besaran KLB dinyatakan
dalam persen, misalnya KLB 150% atau KLB 1,5 artinya total
luas lantai bangunan yang diizinkan adalah 150% dari luas
persil. Tujuan penetapan KLB adalah:

Untuk mempertahankan ketersediaan ruang terbuka


yang bermanfaat bagi penghawaan alamiah, penerangan
alamiah dan peresapan air ke dalam tanah

Untuk

mempertahankan

keseimbangan

antara

kepadatan bangunan dan wilayah dimana bangunan


tersebut berada, agar lingkungan menjadi menjadi
nyaman untuk ditempati

Untuk menciptakan kerapian dan ketertiban tatanan


bangunan pada suatu wilayah

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

Untuk membatasi dan mengendalikan ketinggian


bangunan pada suatu wilayah, agar tidak merugikan
lingkungan sekitarnya

Untuk

menciptakan

skyline

(garis

langit)

yang

memperkuat landmark lingkungan atau koridor jalan

Untuk memberikan peluang bagi penyediaan RTH


privat yang disyaratkan Undang-Undang No. 26 Tahun
2007 tentang tata ruang.

2.2.1.3 Garis Sempadan Bangunan


Garis Sempadan Bangunan (GSB) adalah jarak antara
bangunan terhadap titik tertentu pada penampang jalan. ada
dua cara untuk menetapkan GSB, yaitu:

Garis Sempadan Bangunan sebagai jarak bebas antara batas


dinding terluar bangunan terhadap batas Ruang Milik Jalan.

Garis Sempadan Bangunan sebagai jarak antara dinding


terluar bangunan terhadap sebuah titik tengah Right Of
Way.
Penetapan Garis Sempadan Bangunan ditentukan oleh

posisi kaveling jalan. kaveling yang menghadap ke satu jalan,


mempunyai satu Garis Sempadan Muka Bangunan atau Garis
Sempadan Bangunan. Garis sempadan lainnya adalah Garis
Sempadan

Samping

dan

Garis

Sempadan

Belakang

Bangunan.Daerah Sempadan Bangunan ditetapkan dengan


tujuan:

Untuk menjaga pandangan bebas pengemudi terhadap


pergerakan di sekitar tikungan jalan dan pergerakan di
dalam kaveling.

Untuk menjaga keselamatan pengguna kaveling terhadap


pergerakan lalu lintas di jalan raya.

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

Untuk menjaga kerapian dan ketertiban tatanan bangunan


terutama kerapain pemunduran bangunan.

Untuk menyediakan ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan


untuk penanaman vegetasi di dalam kaveling.

2.2.1.4 Ketinggian Bangunan


Yang dimaksud dengan ketinggian bangunan adalah
berapa lantai yang diijinkan oleh developer di area tersebut
yang dapat dibangun. Ketinggian banguan ini sebenarnya
hanya untuk menciptakan skyline lingkungan yang diharapkan.
Yang sering terjadi di lapangan adalah ketinggian bangunan
melebihi dari yang ditentukan. Misalnya area tersebut adalah
area perumahan dengan ketinggian rata-rata 2 lantai, karena
tanahnya kecil sementara ruangan yang diperlukan banyak,
maka rumahnya mencapai 4 lantai seperti halnya ruko-ruko. Itu
yang tidak boleh. Skyline lingkungan tidak terbentuk. Bisa
dibayangkan ada bangunan tinggi di antara bangunan rendah.
Atau sebaliknya, di area cluster untuk rumah-rumah yang besar
dengan ketinggian rata-rata 2 lnatai ada bangunan kecil dengan
ketinggian 1 lantai.

2.2.2 Landmark
Landmark secara umum dapat diartikan sebagai penanda. Dalam
suatu kawasan keberadaan suatu landmark berfungsi untuk orientasi diri
bagi pengunjung. Landmark dapat berupa bentuk alam seperti bukit,
gunung, danau, lembah, dan sebagainya. Dalam perkembangannya,
landmark dapat berupa gedung, monumen, sculpture, tata kota, alur
jalan, dan vegetasi.
Sedangkan menurut buku Perancangan Kota Secara Terpadu
(Markus Zahnd, 2006) : Landmark adalah titik referensi seperti elemen

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

node, tetapi orang tidak masuk ke dalamnya karena bisa dilihat dari luar
letaknya. Landmark adalah elemen eksternal dan merupakan bentuk
visual yang menonjol dari kota.
Menurut seorang Begawan marketing Prof. Hermawan Kartajaya
yang mengartikan landmark sebagai sebuah symbol visual yang
mengdentifikasi

suatu

kota

berdasarkan

bentuk

visual

yang

mengidentifikasikan suatu kota berdasarkan bentuk visual tertentu yang


kuat karena memiliki suatu yang khas dan tidak dimiliki daerah lain
serta berada pada tempat strategis sebuah kota, dimana arah atau
aktivitas saling bertemu.

2.2.3 Koridor
Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) koridor adalah
lorong dalam rumah, lorong yang menghubungkan gedung yang satu
dengan gedung yang lain. Lorong yaitu tanah (jalan) yang sempit yang
menghubungkan daerah terkurung serta koridor yaitu tanah yang
menghubungkan dua bagian negara.
Koridor adalah sebuah jalan yang diapit oleh dinding dari sebelah
kiri maupun kanan yang merupakan ruang-ruang disekitar jalan. Jalan
dianggap sebagai area komunikasi yang menghubungkan satu titik
dengan titik lainnya yang mempunyai fungsi saling terikat satu sama
lain (Krier, Darmawan,2003). Sedangkan menurut Spreiregen (1965),
koridor adalah salah satu komponen dari urban yang berbentuk linear
yang tetrtutup di kedua sisinya tetapi dipersatukan oleh dinding-dinding
disekitarnya.

2.3 KONSEP PENGEMBANGAN


Konsep pengembangan kawasan koridor Apartemen Gunawangsa Merr
kemasa depan adalah pemikiran yang menyeluruh dan terpadu dalam konteks
makro maupun mikro, dengan mempertimbangkan:

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

1) Arahan RTRW Kota Surabaya


2) Arahan RDTRK UP Rungkut
3) Arahan rencana tata ruang disekitar kawasan koridor Apartemen
Gunawangsa
4) Arahan Pelayanan umum dinas tata kota Surabaya
5) Kondisi eksisting
6) Kecenderungan perkembangan runag
7) Aspirasi masyarakat

2.3.1 Konsep Makro


Perkembangan dari pembangunan perumahan menjadi perdaganagn
dan jasa sangat cepat. Pembangunan penduduk yang cukup dinamis sebagai
akibat dari perkembangan sosial ekonomi pusat kota yang ada.
Maka konsep makro pengembangan di wilayah koridor Apartemen
Gunawangsa Merr menjadi kawasan perumahan vertical dan kawasan
perdagangan jasa dengan ketersediaannya fasilits pelayanan yang memadai
didasarkan pada asas kemandirian kawasan dan asaa pemanfaatan optimal.
Konsep perkembangan makro: memperkuat, mentransformasikan dan
memperkenalkan.

2.3.2 Konsep Mikro


Bersamaan denan konsep makro pengembangan di wilayah koridor
Apartemen Gunawangsa ke masa depan sebagaimana terdiskripsikan
diatas. Konsep mikro ini dibuat untuk menjamin terwujudnya konsep
makro. Konsep mikro untuk pengembangan kawasan koridor Apartemen
Gunawangsa Merr ke masa depan adalah:
1) Pola dan struktur kawasan perencanaan dititik beratkan pada upaya
untuk memanfaatkan pola yang sudah ada.
2) Penyediaan fasilitas pelayanan didasarkan pada asas kemandirian
kawasan dan asas optimal.

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

10

3) Membentuk identitas lingkungan pada bagian kawasan yang


potensial.
4) Meningkatkan partisipasi dan peran aktif dari masyarakat maupun
swasta

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

11

BAB III
PEMBAHASAN
3.1. GAMBARAN UMUM KAWASAN
Dalam makalah ini wilayah studi kasus yang dipilih koridor
Apartemen Gunawangsa Merr, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Penggunaan
lahan di kawasan koridor apartemen Gunawangsa didominasi oleh
perumahan, lahan kosong, perdagangan, dan jasa. Hal ini didukung dengan
penetapan fungsi koridor Apartemen Gunawangsa Merr yang masuk dalam
Unit

Pengembangan

Rungkut

dengan

arahan

peruntukan

kegiatan

pemerintahan, perkantoran, perdagangan dan jasa, fasilitas umum, serta


permukiman.
Kawasan koridor apartemen Gunawangsa Merr mempunyai luas
125981,77 m2. Adapun batas wilayah yang ditentukan yaitu sebagai berikut:
Batas utara

:Jl. Wonorejo Indah Tim

Batas timur

:Jl. Raya Kendalsari

Batas barat

:Jl. DR. Ir. Soekarno

Batas selatan :Jl. Baruk Utara XI dan Jl. Kendal Sari


Berdasarkan batas fisik dapat dikatuhi bahwa wilayah Koridor Apartemen
Gunawangsa berada di kelurahan Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut,
Surabaya.
Karakteristik

wilayah

yang

paling

menonjol

adalah

bidang

perdagangan dan jasa, serta lahan kosong. Di koridor apartemen


Gunawangsa Merr terdapat banyak bangunan yang diperuntukkan untuk
kegiatan perdagangan dan jasa, yaitu apartemen, pertokoan, perkantoran
dan lain-lain. Selain itu di sepanjang Koridor apartemen Gunawangsa
Merr terdapat fasilitas Pendidikan yaitu STIKOM dan TK Wijaya.
Koridor Apartemen Gunawangsa merupakan wilayah yang strategis
diantara Surabaya Timur dan Surabaya Selatan, selain itu lokasi tersebut
merupakan lokasi yang paling berkembang di Surabaya Timur.

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

12

Gambar 1. Apartemen Gunawangsa Merr


Sumber: survey analisis penulis,2016

3.2. POLA RUANG


Pola ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah
yang meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan
ruang untuk fungsi budidaya. Sehingga pola ruang merupakan aspek yang
sangat penting dalam kegiatan perencanaan, karena pola ruang digunakan
untuk mengetahui jenis penggunaan lahan yang ada disuatu wilayah.
Pengetahuan penggunaan lahan di wilayah studi berguba untuk
menentukan berbagai kebijakan yang akan dilakukan.
Pemanfaatan lahan factual merupakan pemanfaatan lahan yang
diidentifikasi secara menyeluruh dan nyata diseluruh wilayah studi.
Untuk mengetahui pemanfaatan lahan dilakukan survey primer. Survey
primer dilakukan dengan cara melakukan pengamatan secara langsung
kondisi eksisting yang ada.
Berdasarkan survey yang telah dilakukan didapatkan data jenis
penggunaan lahan di wilayah koridor apartemen Gunawangsa Merr. Jenis
penggunaan lahan yang ada yaitu berupa perdaganagn dan jasa,

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

13

pemukiman kumuh, fasilitas umum, dan lahan kosong yang belum


dimanfaatkan. Luas wilayah studi yaitu 125981,77 m2 . berikut
merupakan proporsi penggunaan lahan di wilayah studi.
3.2.1. Kawasan Lindung
3.2.1.1. Kawasan Perlindungan Setempat
Berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan
kawasan perlindungan setempat yaitu berupa sempadan
pantai, sempadan sungai, kawasan sekitar danau atau waduk,
dan kawasan sekitar mata air. Kawasan perlindungan
setempat yang berada di wilayah koridor apartemen
Gunawangsa Merr yaitu sempadan sungai Kali Jagir.
Perlindungan terhadap Kali Jagir dilakukan dengan cara
mensterilkan dari kegiatan pembangunan.
3.2.1.2. Kawasan Rawan Bencana
Kawasan rawan bencana alam terdiri dari kawasan rawan
letusan gunung berapi, kawasan rawan gempa bumi, kawasan
rawan tanah longsor, kawasan rawan gelombang pasang dan
kawasan rawan banjir. Kawasan rawan bencana pada koridor
apartemen Gunawangsa Merr merupakan kawasan rawan
banjir terutama di kawasan yang dekat dengan kali. Saat
musim hujan di jalan Wonorejo Indah sudah terjadi genangan
air walaupun tidak besar.
3.2.2. Kawasan Budidaya
3.2.2.1. Perdagangan dan Jasa
Kegiatan perdagangan dan jasa di koridor apartemen
Gunawangsa Merr dapat ditemui di jalan Raya Kendalsari,
jalan Kedung Baruk, dan jalan Wonorejo Indah Timur. Di
kawasan tersbut terdapat beberapa jenis perdagangan seperti
rumah makan, warung kelontong, warung kopi, Alfamart, toko

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

14

mebel, dan caf. Sedangkan untuk pelyanan jasa terdapat


bengkel, atm, tukang las, dan lain-lain.
Table 1 persebaran perdagangan dan jasa
NO PERJAS

ALAMAT

4.

Fast Cafe

Jl. Kendal Sari


No.9,Penjaringan
Sari,Rungkut,Kota SBY, Jawa
Timur, Indonesia

5.

Rumah Makan Songo

Jl. Kendal Sari


Surabaya,Penjaringan
Sari,Rungkut,Kota SBY, Jawa
Timur, Indonesia

Bengkel Motor Ari


Motor

Jl. Kendalsari Surabaya

Warung Cak Bledek

Jl. Kendalsari Surabaya

Joss Laundry

Jl. Kendalsari Surabaya

Toko Baju Madina

Jl. Kendalsari Surabaya

10

Bubur Ayam Kabayan

Jl. Kendalsari No.8 Surabaya

11.

Wan Jaya Cell

Jl. Kendalsari Surabaya

12

Warung Kopi

Jl. Wonorejo Tim

13

ATM Bank BCA


3002-STIKOM

Jl. Kedung Baruk, Kedung


Baruk, Surabaya, Kota SBY,
Jawa Timur

14

ATM CIMB NIAGA


STIKOM

Jl. Raya Kedung Baruk,


Kedung Baruk, Rungkut, Kota
SBY, Jawa Timur

Warkop Ijo Mbak


Yani

Jl. Wonorejo Indah Tim.,


Rungkut, Kota SBY, Jawa
Timur

4.

Jaya Mulia (furniture)

No., Jl. Raya Kendalsari No.4,


Jawa Timur

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

15

Gambar 2. perdagangan jasa berupa bengkel


Sumber: survey primer 2016

Gambar 3. Perdagangan jasa berupa rumah makan


Sumber: survey primer 2016
3.2.2.2. Perumahan
Kawasan perumahan merupakan kawasan tempat
berdirinya bangunan perumahan yang digunakan sebagai
tempat tinggal atau hunian yang selanjutnya disekitar kawasan
tersebut dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan
sehingga bisa disebut sebagai permukiman. Secara fisik,
bangunan permukiman di koridor aparteman Gunawangsa
dapat digolongkan sebagai bangunan permanen. Namun

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

16

beberapa pemukiman yang ada di koridor Apartemen


Gunawangsa tergolong kumuh dan tidak layak huni.

Gambar 4. Pemukiman kumuh


Sumber: survey primer 2016

3.2.2.3. Fasilitas Umum


Fasilitas umum merupakan fasilitas yang didirikan
untuk kepentingan umum untuk memenuhi kebutuhan dan
aktifitas masyarakat. Fasilitas umum yang terdapat di koridor
apartemen Gunawangsa Merr meliputi fasilitas pendidikan
yang ada di koridor Gunawangsa adalah sekolah tinggi
STIKOM dan TK Wijaya. Selain itu di wilayah studi juga
terdapat balai RW.

.Gambar 5. Fasilitas pendidikan STIKOM


Sumber: Hasil Survei Primer, 2016

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

17

Gambar 6. Fasilitas Pendidikan TK Wijaya


Sumber: survey primer 2016
3.2.2.4. Pertanahan dan Keamanan
Pertahanan dan keamanan merupakan fasilitas yang
didirikan untuk kepentingan umum dan memenuhi kebutuhan
keamanan dari tindak kejahatan dan kriminalitas. Selain itu
fasilitas ini juga digunakan untuk memantau lalu lintas di
kawasan koridor apartemen Gunawangsa. Fasilitas pertahanan
dan keamanan yang ada di kawasan koridir apartemen
Gunawangsa Merr adalah pos pantau lalu lintas yng berada di
sebelah selatan jembatan Merr. Di wilayah studi juga terdapat
pos keamanan.

Gambar 7. Pos pantau di Jl. Ir.Dr.H. Soekarno


Sumber: survey primer 2016

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

18

Gambar 8. Pos satpam


Sumber: survey primer 2016
3.2.2.5. Ruang Terbuka Hijau
Ruang terbuka hijau merupakan sarana yang berbentuk
ruang terbuka berupa taman atau pemakaman. Di wilayah
koridor apartemen gunawangsa Merr tidak ditemukan ruang
terbuka

hijau.

Namun

di

wilayah

koridor

apartemen

Gunawangsa Merr banyak ditemukan lahan kosong yang belum


dimanfaatkan.

Gambar 9. Persawahan
Sumber: survey primer 2016

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

19

Gambar 10. Lahan kosong


Sumber: survey primer 2016
3.2.2.6. Perkantoran dan Pemerintahan
Perkantoran dan pemerintahan merupakan fasilitas
yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan administrasi
masyarakat. di wilayah koridor Apartemen Gunawangsa Merr
memiliki balai warga RW III.

Gambar 11. Balai RW III


Sumber: survey primer 2016
3.2.2.7. Pergudangan
Pergudangan merupakan kawasan yang digunakan
untuk menmpatkan barang-barang untuk produksi atau hasil
produksi dan rentang waktu tertentu yang kemudian
didistribusikan kelokasi yang dituju berdasarkan permintaan.

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

20

Di wilayah koridor Apartemen Gunawangsa Merr memiliki


kawasan pergudangan yang kondisinya cukup baik dan layak.

Gambar 12. Pergudangaan


Sumber: survey primer 2016

3.3. Struktur Ruang


3.3.1. Geometrik Jalan
Geometrik jalan yang berada di wilayah koridor apartemen
Gunawangsa, dapat dijelaskan sebagai berikut:

Gambar 13. Geometric jalan Ir.Dr.H.Soekarno


Sumber: survey primer 2016

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

21

Gambar 14. Geometric jalan Baruk


Sumber: survey primer 2016

Gambar 15. Geometric jalan Raya Kendalsari


Sumber: survey primer 2016

Gambar 16. Geometric jalan Wonorejo


Sumber: survey primer 2016

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

22

3.3.2. Jaringan Jalan


Fungsi jaringan jalan yang ada di wilayah koridor Apartemen
Gunawangsa Merr adalah sebagai berikut:
Table 2 fungsi jaringan jalan
No Fungsi jalan

Nama jalan

Jl. Dr.Ir.H.Soekarno

Arteri Primer
Kolektor Sekunder

Jl. Wonorejo Indah Tim

Jl. Raya Kendalsari

Jl. Kendal Sari

Jl. Baruk Utara XI

Gambar 17. Peta Jaringan Jalan


Sumber: Hasil Analisa penulis, 2016
3.3.3. Jaringan Drainase
Jaringan drainase mempunyai hierarki yang ditentukan
berdasarkan skala pelayanannya. Heirarki saluran yang dinyatakan

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

23

dengan saluran pembuangan primer, saluran pembuangan sekunder


dan saluran pembuangan tersier. Sungai yang mengalir di wilayah
koridor

Apartemen

Gunawangsa

berfungsi

sebagai

saluran

pembuangan primer. Sedangkan selokan yang ada di wilayah koridor


Apartemen Gunawangsa berfungsi sebagai saluran pembuangan
sekunder. Dan saluran pembuangan dari rumah penduduk berfungsi
sebagai saluran pembuangan tersier.
System drainase yang ada di koridor Apartemen Gunawangsa
merupakan

system

drainase

mikro.

System

drainase

mikro

merupakan system saluran dan bangunan pelengkap drainase yang


menampung dan mengalirkan air dari daerah tangkapan hujan,
dimana sebagian besar didalam wilayah kota. Yang termasuk
kedalam system drainase mikro adalah, saluran disepanjang sisi jalan,
selokan, gorong-gorong, dan saluran drainase kota. Sedangkan
berdasarkan fungsinya saluran drainase di wilayah koridor apartemen
Gunawangsa Merr merupakan system drainase bercampur yaitu
saluran yang menggabungkan aliran air hujan dan air limbah
domestic. Sebagian besar saluran drainase diwilayah koridor
Apartemen Gunawangsa tertutup.
Berdasarkan fisiknya, system saluran drainase pada koridor
apartemen Gunawangsa terbagi menjadi tiga, yaitu system saluran
primer, system saluran sekunder dan system saluran tersier.

Saluran primer merupakan saluran drainase yang menerima


air dari saluran sekunder. Saluran primer di wilayah koridor
apatemen Gunawangsa Merr yaitu berupa sungai Wonorejo.

Saluran sekunder merupakan saluran drainase yang menerima


air dari saluran drainase tersier dan mengalirkan ke saluran
primer. Saluran sekunder diwilayah apartemen Gunawangsa
ini berada di sepanjang jalan Kedung Baruk XI, Jl. Kendang
Sari, jl. Raya Kendal Sari dan Jl. Wonorejo Indah Tim.

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

24

Saluran tersier merupakan saluran untuk mengalirkan limbah


rumah tangga ke saluran sekunder. Saluran tersier di wilayah
koridor Apartemen Gunawangsa Merr berada disekitar
perumahan dan bangunan.
Kondisi saluran drainase diwilayah koridor Apartemen

Gunawangsa cukup baik, namun pada daerah tertentu saluran


drainase tersumbat karena banyak sampah yang menumpuk.

Gambar 18. Sungai (drainase primer)


Sumber: survey primer 2016

Gambar 19. Saluran drainase yang banyak sampah


Sumber: survey primer 2016
3.3.4. Jaringan Telekomunikasi

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

25

Jaringan telekomunikasi yang ada di wilayah koridor


apartemen Gunawangs Merr cukup baik dan terdistribusi baik.
Namun jaringan telepon hanya digunakan oleh gedung-gedung
mewah dan beberapa perumahan warga. Karena diwilayah koridor
Aparemen Gunawangsa Merr banyak ditemukan perumahan kumuh
dan tidak layak huni.

Gambar 20. Peta Jringan Telepon


Sumber: Hasil analisa Penulis, 2016
3.3.5. Jaringan Air Bersih
System jaringan air bersih diwilayah koridor Apatemen
Gunawangsa Merr sudah baik, dan terdistribusi secara merata.
System jaringan air bersih di wilayah koridor Apartemen
Gunawangsa Merr menggunakan PDAM untuk memenuhi kebutuhan
air bersih.

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

26

Gambar 21. Pipa jaringan air bersih


Sumber: survey primer 2016

Gambar 22. Peta Jaringan Air Bersih


Sumber: Hasil Analisa Penulis, 2016
3.3.6. Persampahan
Pengelolaan

sampah

diwilayah

koridor

Apartemen

Guanawangsa Merr masih buruk, karena belum adanya pengolahan


samapah yan baik. Sampah hanya dibiarkan saja tanpa ada
pengolahan yang baik. Selain itu di wilayah koridor Apartemen
Gunawangsa Merr tidak ditemukan TPS, masyarakat membuang
sampah di lahan kosong yang belum dimanfaatkan. Sebagian

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

27

masyarakat

disitu juga bekerja sebagai

pemulung sehingga

ditemukan tumpukan sampah didepan rumah masyarakat.

Gambar 23. Persampahan


Sumber: survey primer 2016
3.3.7. Jaringan Listrik
Jaringan listrik merupakan utilitas yang sangat penting dan
utamadalam perencanaan suatu kota. jaringan listrik digunakan
hamper seluruh fasilitas umum misalnya, sekolah, perdagangan dan
jasa, pergudangan dan juga perumahan. Berikut peta distribusi
jaringa listrik di wilayah koridor Apartemen Gunawangsa Merr.

Gambar 24. Peta Jaringan Listrik


Sumber: Hasil Analisa Penulis, 2016

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

28

3.4. ASPEK TATA GUNA LAHAN


Aspek tata guna lahan merupakan aspek yang sangat penting dalam
melkukan perencanaan. Karena aspek tata guna lahan digunakan untuk
mengetahui penggunaan lahan dan pola struktur ruang yang ada di
wilayah koridor Aparteme Gunawangsa Merr. Dengan mengetahui
penggunaan lahan factual di wilayah koridor Apartemen Gunawangsa
Merr akan berguna dalam menentukan kebijakan yang akan dilakukan.
Untuk mengetahui penggunaan lahan factual maka dilakukan survey
primer. Survey primer dilakukan dengan cara melakukan pengamatan
secara langsung kondisi factual penggunaan lahan di wilayah Koridor
Apartemen Gunawangsa Merr. Berdasarkan survey primer penggunaan
lahan di wilayah koridor Apartemen Gunwangsa Merr meliputi lahan
kosong yang belum dimanfaatkan, perdagangan dan jasa, ruang terbuka
hijau, perumahan, dan fasilitas umum.
Berdasarkan data diatas, dapat disimpulakn bahwa penggunaan lahan
di wIlayah koridor Apartemen Gunawangsa didominasi oleh ruang
terbuka hjau berupa sawah dan lahan kosong.

Gambar 25. Peta Penggunaan Lahan


Sumber: Hasil Analisa Penulis, 2016

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

29

3.5. ASPEK TATA BANGUNAN


Intensitas Pemanfaatan Ruang (IPR) merupakan besaran pembangunan
yang diijinkan berdasarkan batasan KDB, KLB, GSB dan ketingian
bangunan. Intensitas Pemanfaatan Ruang (IPR) ini harus diperhatikan
dalam penerapannya, karena Intensitas Pemanfaatan Ruang (IPR) sangat
pentng dalam perencanaan suatu wilayah. Hal ini dilakukan agar
terciptanya kawasan yang tertata sebagaimana mestinya dengan
memperhatikan aspek estetika.
3.5.1. Koefisien Dasar Bangunan
Koefisien dasar bangunan (KDB) adalah angka perbandingan
antara luas lantai dasar bangunan terhadao luas persil yang
dinyatakan dalam persen. Lahan yang intensitas pemanfaatnya tinggi
maka nilai KDBnya juga dapat dikatakan tinggi. Ketentuan mengenai
KDB disesuaikan berdasarkan fungsi penggunaan lahan itu sendiri.
Penggunaan lahan di wilayah koridor apartemen Gunawangsa Merr
pada umumnya beupa perumahan, perdagangan dan jasa, fasilitas
umum, dan ruang terbuka hijau. Variasi KDB di kawasan koridor
Apartemen Gunawangsa Merr dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

KDB lebih dari 5% : berupa kawasan persawahan dan lahan


kosong yang belum dimanfaatkan. Dimana memiliki lahan
yang belum terbangun cukup luas.

KDB 20%-50% ; berupa fasilitas umum sarana pendidikan


yaitu STIKOM yang memiliki halaman cukup luas.

KDB 70% : berupa perumahan dan perdagangan jasa yang


tidak memiliki halaman, karena bangunannya langsung
berhubungan dengan jalan.

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

30

Gambar 26. Peta KDB


Sumber: Hasil Analisa Penulis, 2016

3.5.2. Koefisien Lantai Bangunan (KLB)


Koefisien Lantai Bangunan (KLB) adalah perbadingan antara
luas sluruh lantai bangunan (luas lantai dasar dan seluruh luas lantai
diatasnya) pada suatu wilayah terhadap luas wilayah bersangkutan.
Pada wilayah koridor Apartemen Gunawangsa Merr didominasi oleh
perumahan, perdagangan dan jasa, fasilitas umum dan ruang terbuka
hijau.

Variasi

Koefisien

Lantai

Bangunan

(KLB)

berupa

kawasan

perumahan

dapat

diklasifikasikan menjadi:

KLB

1-2

lantai

dan

perdagangan jasa yang bangunannya tidak terlalu tinggi.

KLB 5-10 lantai ; berupa fasilitas umum sarana pendidikan


yaitu STIKOM yang bangunannya cukup tinggi.

KLB lebih dari 10 lantai : berupa kawasan apartemen


Gunawangsa Merr.

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

31

Gambar 27. Peta KLB


Sumber: Hasil Analisa Penulis, 2016
Berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan, kawasan
koridor Apartemen Gunawagsa Merr didominasi oleh ruang terbuka
hijau degan KLB 0 lantai. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
pencahayaan di kawasan koridor Apartemen Gunawangsa sangat
baik.

3.5..3. Garis Sempadan Bangunan (GSB)


Garis Sempadan Bangunan (GSB) adalah jarak antara
bangunan terhadap titik tertentu pada penampang jalan. Penetapan
Garis Sempadan Bangunan (GSB) bertujuan untuk mengatur jarak
antara satu bangunan dengan bangunan yang lain dalam satu blok
peruntuan, agar tercapai keseimbangan lingkungan dan menjaga
keseimbangan public. Variasi Garis Sempadan Bangunan (GSB)
dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

GSB 0-3 meter : berupa wilayah perdagangan dan jasa yang


berada disepanjang jalan Kendal Sari.

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

32

GSB 6-10 meter : berupa perumahan yang berada di jalan


Raya Kendang sari.

GSB 10-20 meter : berupa perdagangan dan jasa yang berada


di jalan raya Kendalsari tepatnya didepan sekolah IPH.

GSB lebih dari 20 meter : berupa fasilitas pendidikan yaitu


Stikom dan pergudangan.

Gambar28. Peta GSB


Sumber: Hasil Analisis Penulis, 2016
3.5.4. Ketinggian Bangunan
Kawasan koridor Apartemen Gunawangsa Merr di dominasi
oleh persawahan daan kawasan perdagangan jasa yang berupa ruko
atau

toko

yang

didalamnya

jugaterdapat

tempat

tinggal

pemiliknya. Oleh karena itu, pada kawasan koridor Apartemen


Gunawangsa didominasi oleh bangunan berlantai satu sampai tiga.
Sisanya terdapat bangunan berlantai enam sampai sepuluh dan ada
bangunan yang memiliki lantai lebih dari sepuluh yaitu Stikom dan
Apartemen Gunawangsa Merr.

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

33

Gambar 29. Bangunan 2 lantai


Sumber: survey primer 2016

3.6.

ASPEK SOSIAL EKONOMI


Aspek sosial ekonomi merupakan salah satu aspek yang tidak
dapat dilepaskan dari perkembangan pembanguan di kota. Karena
aspek tersebut mempengaruhi pendapatan suatu kota, sehingga
dapat membantu pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil survey primer didapatkan bahwa di kawasan
koridor Apartemen Gunawangsa Merr terdapat berbagai macam
pertokoan yang dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan
sehari-hari. Berdasarkan kondisi eksisting di koridor Apartemen
Gunawangsa Merr didominasi oleh bengkel, ATM, warung makan,
laundry, toko kelontong, toko meubel, caf, warung kopi, toko
furniture dan lain-lain.

Gambar 30. Perdagangan jasa


Sumber: survey primer 2016

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

34

3.7.

ASPEK TRANSPORTASI
Jenis transportasi yang ada di wilayah koridor Apartemen
Gunawangsa Merr yaitu berupa transportasi darat yang meliputi
jalan raya dengan dua unsure pokok yaitu jalan dan kendaraan. Di
wilayah koridor Apartemen Gunawangsa Merr terdapat lima jalan
yang menjadi batas fisik wilayah studi. Berdasarkan fungsinya
jalanyang beradi di wilayah koridor Apartemen Gunawangsa Merr
tergolong jalan arteri primer dan kolektor sekunder. Kendaraan yang
melalui jalan di wilayah koridor apartemen Gunawangsa Merr yaitu
kendaraan roda dua, kendaraan roda empat, truk dan lain-lain.
Untuk kendaraan umum yang melintasi di jalan Koridor Apartemen
Gunawangs Merr hanya taksi saja.

Gambar 31. Kendaraan di jalan IR. Soekarno


Sumber: survey primer 2016

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

35

BAB IV
POTENSI DAN MASALAH
4.1 POTENSI
4.1.1 Aspek Penggunaan Lahan
Penggunaan lahan di koridor Apartemen Gunawangsa Merr mempunyai
bermacam-macam penggunaan lahan. Seperti di jalan Kendalsari dan jalan Baruk
Utara XI yang mempunyai penggunaan lahan berupa permukiman, RTH, serta
perdagangan dan jasa. Sedangkan di Jalan Wonorejo Indah Tim mempunyai
penggunaan lahan berupa perdagangan dan lahan kosong. Pada aspek
penggunaan lahan memiliki potensi yang sangat baik untuk dijadikan kawasan
perumahan dan perdagangan jasa. Karena di wilayah studi kasus masih banyak
ditemukan lahan kosong yang belum dimanfaatkan. Dengan adanya apartement
Gunawangsa mendorong kawasan tersebut untuk dijadikan kawasan perdagangan
jasa.

Diagram Penggunaan Lahan

15%

1% 13%

fasum
Perumahan

8%
9%
3%

Pergudangan
Tambak
Jalur hijau
Sungai

51%

Perjas

Gambar 32. Diagram penggunaan lahan


Sumber: hasil analisa penulis, 2016

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

36

4.1.2 Aspek Tata Bangunan


Tata bangunan yang berada di koridor apartemen Gunawangsa masih sangat
sederhana, hal ini bisa ditingkatkan dengan cara mengubah tata bangunan
menjadi lebih rapi dan tertata sehingga menjadikan kawasan itu menjadi lebih
indah dan tidak dipandang sebelah mata.
4.1.3 Aspek Perdagangan Dan Jasa
Perdagangan dan jasa yang berada dikoridor apartemen gunawangsa ini
memiliki potensi untuk ditingkatkan, karena dengan dibangunnya apatement
gunawangsa menjadikan wilayah ini dikenal oleh orang banyak, selain itu juga
untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang berada diwilayah tersebut. Selain
itu di wilayah studi masih banyak lahan kosong yang dapat dimanfaatkan untuk
aktifitas perdagangan dan jasa.
4.1.4 Aspek Transportasi
Transportasi yang berada di kawasan koridor apartemen Gunawangsa Merr
merupakan jalan yang cukup strategis dan juga dilalui oleh kendaraan umum
seperti taksi, dengan Jl.Ir. Soekarno sebagai jalan yang menghubungkan jalur
utara-selatan dari Jembatan Suramadu sampai dengan Bandara Juanda. Di
sepanjang jalan koridor apartemen Gunawangsa sudah dilengkapi dengan
pedestrian jalan

4.2 MASALAH
4.2.1 Aspek Penggunaan Lahan
Penggunaan lahan yang berada diwilayah studiterdapat beberapa
permasalahan yang teridentifikasi seperti ditemukannya keberadaan lahan
kosong yang digunakan untuk tempat membuang sampah liar, selain itu juga
ditemukan perumahan yang kumuh dan tidak layak huni. Hal ini bertolak
belakang dengan keberadaan kawasan elit seperti apartemen yang terbangun di
kawasan tersebut
4.2.2 Aspek Tata Bangunan

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

37

Aspek tata bangunan yang berada di koridor apartemen Gunawangsa


Merr terdapat perumahan yang memiliki KDB sekitar 80-100% yaitu di Jalan.
Kendalsari. Di jalan ini ditemukan beberapa perumaan yang terlalu mepet dengan
jalan dan tidak mempunyai RTH privat. Hal tersebut sungguh disayangkan dan
berbahaya jika terjadi kebakaran.
4.2.3 Aspek Perdagangan Dan Jasa
Perdagangan dan jasa di koridor Apartemen Gunawangsa terdapat beberapa
jenis perdagangan dan jasa seperti warung kopi, tempat makan, toko kelontong,
bengkel, dll. Namun dikawasan tersebut ketersediaan warung dan toko-toko masih
sangat minim, hal ini sungguh di sayangkan karena wilayah tersebut merupakan
wilayah yang berpotensi untuk perkembangan perdagangan dan jasa.
4.2.4 Aspek Transportasi
. Kondisi fisik jalan Ir. Soekarno memiliki jalan yang cukup lebar dan tertata,
namun juga terdapat kondisi jalan yang bergelombang dan berlubang sehingga
menimbulkan genangan saat musim penghujan. Selain itu kepadatan lalu lintas juga
ditemukan di Jalan Ir. Soekarno yang terkadang sangat semrawut terutama pada jamjam padat kendaraan

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

38

BAB V
PENUTUP
5.1Kesimpulan
Kawasan Koridor Apartemen Gunawangsa Merr memilik potensi
lokasi yang menjadikan wilayah tersebut terus berkembang. Hal itu didukung
oleh keberadaan wilayah tersebut yang berada dikawasan strategis dan
didukung tingginya aksesibilitas karena di dukung dengan keberadaan jalan
yang cukup baik. Selian itu kawasan tersbut juga dikelilingi oleh fasilitas
umum seperti mall ( Galaxy Mall), Universitas

Stikom, ITS, UNAIR,

PETRA, dan sekolah-sekolah seperti IPH, Gloria, Vita Scholl, Al-Azhar.


Kawasan Koridor Apartemen Gunawangsa Merr dalam aspek pola
ruang, dapat diperleh jenis penggunaan lahan yang meliputi perdagangan dan
jasa, permahan, fasilitas umum, dan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Kondisi
eksistng di kawasan tersebut masih didominasi oleh keberadaan lahan kosong.
Lahan kosong tersebut belum dimanfaatkan dengan maksimal, bahkan
digunakan sebagai tempat membuang sampah liar. Selain itu di kawasan ini
sudah ditemukan perdagangan dan jasa, seperti warung kelontong, warung
kopi. Wilayah ini merupakan kawasan yang banyak berkembang di bidang
perumahan,

khusunya

perumahan

vertikal

(apartemen).

Keberadaan

apartemen di wilayah tersebut tentu membawa dampak terhadap lingkungan


sekitar baik secara sosial dan ekonomi.
Koridor Apartemen Gunawangsa memiliki peluang menjadi kawasan
perdagangan dan jasa hal ini didukung dengan berdirinya apartemen
Gunawangsa di daerah tersebut, selian itu di sekitar wilayah tersebut juga
berlangsung pembangunan apartemen Bale Hinggil. Yang mana dimasa
mendatang diperkirakan akan banyak terdapat aktivitas perdagangan dan jasa,
selain itu disekitar wilayah tersebut masih terdapat banyak lahan kosong yang
dimungkinkan akan dikembangkan untuk kawasan perumahan elit. Namun

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

39

untuk

menjaga

kesimbangan

lingkungan

perlu

pengendalian

dalam

pembangunan, hal ini untuk mengantisipasi terjadinya banjir, mengingat


wilayah ini merupakan wilayah yang dekat dengan kali.

5.2. Rekomendasi
Koridor Apartemen Gunawangsa merupakan wilayah yang sedang
berkembang. Dalam pengembangan wilayah ini perlu juga memperhatikan
wilayah sekitarnya sehingga tercipta keseimbangan antar pembangunan dan
lingkungan sekitarnya. Sebagai kawasan yang sedang berkembang di sektor
perdaganagn dan jasa perlu adanya penyediaan prasarana dan sarana yang
dapat menunjang kebutuhan penduduk, terutama dalam penyediaan fasilitas
peribadatan dan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat. Selain itu perlu
adanya pengadaan tempat pengolahan sampah di daerah tersebut, mengingat
wilayah tersebut akan dikembangakna sebagai wilayah perumahan baik
perumahan vertikal ataupun horizontal. Berdasarkan analisa dari survey
dengan memperhatikan kondisi eksisting, maka penulis memberikan beberapa
rekomendasi sebagai berikut:
1. Memanfaatkan

penggunaan

lahan

kosong

yang

ada

untuk

pengembangan RTH, seperti pengadaan taman, lapangan olahraga,


taman bermain, dll
2. Meningkatkan peran developer untuk mengembangkan perumahan
sederhana dan menengah untuk penduduk sekitar
3. Perlu adanya revitalisasi pertokoan dan warung makan yang sudah
ada dengan dibuat ruko-ruko, atau kawasan pertokoan serta
pengadaan foodcourt untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar,
selain ini hal ini untuk mencegah berdirinya toko-toko yang tidak
rapi
4. Perlu adanya tempat pembuangan dan pengolahan sampah
5. Perlu

adanya

kerjasama

dengan

masayrakat

demi

menjaga

lingkungan yang bersih dan tertata rapi.

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

40

DAFTAR PUSTAKA
RDTRK UP Rungkut 2010
http://www.slideshare.net/perencanakota/pedoman-penyusunanrencana-detail-tata-ruang-dan-peraturan-zonasi-kabupatenkota
http://bulukempat.blogspot.co.id/2012/01/landmark.html
https://bondanprihastomo.wordpress.com/seputar-arsitekturinterior/landmark-vista-dan-focal-point/

KORIDOR APARTEMEN GUNAWANGSA MERR

41