Anda di halaman 1dari 3

A.

Pengertian
Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang
memerlukan energi. Kurangnya aktivitas fisik merupakan faktor risiko independen untuk
penyakit kronis dan secara keseluruhan diperkirakan menyebabkan kematian secara global
(WHO, 2013).
Pengertian ROM ( Range of Motion) adalah latihan gerakan sendi yang
memungkinkan terjadinya kontraksi dan pergerakan otot, dimana klien menggerakan masingmasing persendiannya sesuai gerakan normal baik secara aktif ataupun pasif (Suratun, dkk,
2008). Latihan range of motion (ROM) adalah latihan yang dilakukan untuk mempertahankan
atau memperbaiki tingkat kesempurnaan kemampuan menggerakan persendian secara normal
dan lengkap untuk meningkatkan massa otot dan tonus otot (Potter & Perry, 2005).
ROM harus dilaksanakan secara berulang, perlahan dan hati-hati sehingga tidak
melelahkan pasien. Dalam merencanakan program latihan ROM, perhatikan umur pasien,
diagnosa, tanda-tanda vital dan lamanya tirah baring.
Bagian-bagian tubuh yang dapat di lakukan latihan ROM adalah leher, jari, lengan,
siku, bahu, tumit, kaki, dan pergelangan kaki. ROM dapat di lakukan pada semua persendian
atau hanya pada bagian-bagian yang di curigai mengalami proses penyakit serta harus sesuai
waktunya.
Latihan ROM biasanya dilakukan pada pasien semikoma dan tidak sadar, pasien
dengan keterbatasan mobilisasi tidak mampu melakukan beberapa atau semua latihan rentang
gerak dengan mandiri, pasien tirah baring total atau pasien dengan paralisis ekstermitas total.
Selain berfungsi sebagai pertahanan atau dapat memperbaiki tingkat kesempurnaan
kemampuan menggerakan persendian secara normal, lengkap, dan untuk meningkatkan
massa otot serta tonus otot, ROM juga memiliki klasifikasi ROM, jenis ROM, indikasi serta
kontraindikasi dilaksanakan ROM dan juga prinsip dasar dilakukan ROM. Untuk dapat
mengetahui hal tersebut lebih lanjut maka dapat meninjau pembahasan pada makalah ini.

B. Jenis-jenis ROM (Range Of Motion)


ROM Pasif
ROM pasif

: latihan ROM yang di lakukan pasien dengan bantuan perawat

setiap-setiap gerakan. Kekuatan otot 50 %. Latihan ROM pasif adalah latihan


ROM yang di lakukan pasien dengan bantuan perawat setiap-setiap gerakan.
Indikasi latihan fasif adalah pasien semikoma dan tidak sadar, pasien dengan
keterbatasan mobilisasi tidak mampu melakukan beberapa atau semua latihan
rentang gerak dengan mandiri, pasien tirah baring total atau pasien dengan

paralisis ekstermitas total (suratun, dkk, 2008). Rentang gerak pasif ini berguna
untuk menjaga kelenturan otot-otot dan persendian dengan menggerakkan otot
orang lain secara pasif misalnya perawat mengangkat dan menggerakkan kaki
pasien.
ROM Aktif
ROM aktif

Perawat memberikan motivasi, dan membimbing klien dalam

melaksanakan pergerakan sendi secara mandiri sesuai dengan rentang gerak


sendi normal (klien aktif). (Potter and Perry, 2006). Latihan ROM aktif adalah
Perawat memberikan motivasi, dan membimbing klien dalam melaksanakan
pergerakan sendi secara mandiri sesuai dengan rentang gerak sendi normal. Hal
ini untuk melatih kelenturan dan kekuatan otot serta sendi dengan cara
menggunakan otot-ototnya secara aktif.

C. Macam-macam Gerakan ROM


Menurut Potter & Perry, (2005) Ada berbagai macam gerakan ROM, yaitu :

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Fleksi, yaitu berkurangnya sudut persendian.


Ekstensi, yaitu bertambahnya sudut persendian.
Hiperekstensi, yaitu ekstensi lebih lanjut.
Abduksi, yaitu gerakan menjauhi dari garis tengah tubuh.
Adduksi, yaitu gerakan mendekati garis tengah tubuh.
Rotasi, yaitu gerakan memutari pusat dari tulang.
Eversi, yaitu perputaran bagian telapak kaki ke bagian luar, bergerak membentuk

sudut persendian.
8. Inversi, yaitu putaran bagian telapak kaki ke bagian dalam bergerak membentuk sudut
persendian.
9. Pronasi, yaitu pergerakan telapak tangan dimana permukaan tangan bergerak ke
bawah.
10. Supinasi, yaitu pergerakan telapak tangan dimana permukaan tangan bergerak ke atas.
11. Oposisi, yaitu gerakan menyentuhkan ibu jari ke setiap jari-jari tangan pada tangan
yang sama.

Referensi :

Perry, Peterson dan Potter. 2005. Buku Saku Keterampilan dan Prosedur Dasar ; Alihbahasa,
Didah Rosidah, Monica Ester ; Editor bahasa Indonesia, Monica Ester Edisi 5.
Jakarta, EGC
WHO, 2013. Physical Activity. www.who.int ( 5 mei 2016)