Anda di halaman 1dari 26

TATA NILAI: ( BERSIH )

( Puskesmas Curup: menulis: Aslkm, pak mah tnya,, bisa kasih pncrhan pak , tata nilai itu sptrti apa pak,,,,kmi cma
baca punya pkm lain, tapi kami ga bisa ngrti mksdy, matursuwon pak, ).
Banyak Puskesmas yang mencantumkan salah satu tata nilainya adalah : BERSIH.
Apakah itu sudah dijalankan ? Dokumen akreditasi hanya berisi: (1) tulisan : SK,SOP, KAK, ceklist dll dan (2) gambar:
foto, grafik,peta, video dll.
Banyak yang kesulitan menunjukkan bahwa tatanilai itu sudah dilakukan dan disosialisasikan di Puskesmas.
Untuk mempermudah pemahamannya , marilah kita coba melihat dengan membalik prosesnya : TELUSUR dulu baru
Dicek di DOKUMEN. Kita lihat apa yang terjadi dan kita buktikan di dokumen akreditasi
1) Halaman Puskesmas bersih, tak ada sampah berserakan, dan ada yang membersihkan secara berkala. : a
Apakah ada foto halaman bersih dengan tukang sapu sedang bekerja ? Apakah ada jadwal petugas kebersihan ?
2) Tempat sampah : ada di halaman Puskesmas , diruang tunggu, di dapur dll. Ada pemisahan sampah: tempat
sampah organik dan non organik tempat sampah infeksius dan non infeksius. dll: Apakah sudah ada foto bak sampah
? Apakah ada foto bak sampah yang terpisah : sampah infeksius dan tidak infeksius, antara sampah organik dan non
organik ?
3) Cuci tangan pakai sabun, sudah didemo-kan dengan senam cuci tangan pakai sabun. Apakah sudah ada video
penyuluhan senam cuci tangan pakai sabun dengan karyawan Puskesmas sebagai aktor dan aktrisnya ?
4) Sudah tersedia sabun cair ( hand scrubs ) didepan ruangan ruangan, dan diatasnya sudah ada panduan enam
langkah mencuci tangan. Apakah sudah ada foto botol sabun cair dan panduan 6 langkah mencuci tangan didalam
dokumen akreditasi ?
5) Sudah ada sabun dikamar mandi dan kamar mandi bersih, ada ceklist ; jadwal pembersihan toilet : menunjukkan
budaya cuci tangan pakai sabun telah dijalankan. Adakah ada foto toilet bersih dengan sabun yang tersedia ditempat
sabun , dan celklit pembersihan toilet yang sudah diisi didalam dokumen akreditasi ?
6) Pasien atau tamu masuk ruangan dalam keadaan alas kaki bersih karena tersedia keset kaki. Apakah sudah ada
foto keset kaki didepan pintu masuk ruangan di dalam dokumen akreditasi ?
7) Wastafel sudah tersedia bersih dan tersedia sabun , diatasnya sudah ada poster enam langkah mencuci tangan
pakai sabun. Apakah sudah ada foto wastafel bersih dan contoh poster enam langkah mencuci tangan ? .
8) Ada tempat mematikan rokok dan pengumuman : Matikan rokok anda disini. Puskesmas ini bebas asap rokok.
Apakah sudah ada foto pengumuman dan tempat mematikan rokok ?
9) Terlihat karyawan Puskesmas kukunya terawat dan tak ada yang kukunya kotor dan panjang. Sudah ada aturan ,
Kepala Puskesmas bahwa karyawan tidak boleh berkuku panjang dan kotor . Sudah adakah pengumuman itu di
dokumen akreditasi.?
Jika ada inovasi lain tentang tata nilai dan budaya bersih ini bisa ditambahkan misalnya adanya pemisahan : dapur
kering dan dapur basah . .
Jika Puskesmas sudah menjalankan budaya bersih. Pertanyaan berikutnya adalah ( perlu dijawab oleh petugas
UKM ):
1) Apakah di Puskesmas Pembantu sudah dilakukan budaya bersih seperti itu ?
2) Apakah di PKD ( Pos Kesehatan Desa ) sudah dilakukan seperti itu ?
3) Apakah di Posyandu sudah dilaksanakan seperti itu ?
4) Apakah di Posbindu sudah dilaksanakan seperti itu ?
5) Dst-nya
6) Jika sudah lampirkan ceklist, foto dan bukti lain di dokumen akreditasi .

7) Kalau dokumen budaya bersih di Puskesmas dan jaingannya : berupa tulisan dan foto sudah ada berati
Puskesmas anda sudah melaksanakan tata nilai dan budaya bersih . Hebat. Super. Luar biasa. Keren abis.
Kus Sularso, Banyumanik 29 September 2016.
( Beri kesempatan instansi lain dan masyarakat melihat Puskesmas bersih kita. Beri kesempatan instansi lain dan
masyarakat melihat BUDAYA BERSIH karyawan Puskesmas kita. Anda memang super. Tetap semangat )

Belajar Akreditasi
Posyandu (1)
Seorang teman di FB menulis: Fadilah Mustafa Abdullah. Assalamualaikum, maaf pak dokter, nama sy fadilah TPG di
Pkm Penanae Kota Bima NTB. Mau tanya, gimana ya cra meningkatkan partisipasi masy.dalam kegiatan posy?
trutama lintas sektornya. di tempat kami,dkungan dr linsek,toma sngat2 kurang. mksh.salam doa dan hormat dr sy.
Desa adalah medan juang UKM Puskesmas sebenarnya
Karena disanalah masyarakat berada.
Karena disanalah pelayanan terdepan terlaksana
Perkesmas, Posbindu, posyandu, posyandu lansia dan lain lainnya.
Yang terlibat dalam Posyandu adalah :
(1) petugas dan kader - sebagai pelaksana.
(2) Pendukung :
2.1. software/perangkat keras { sarana dan prasarana
2.2. perangkat lunak
(3) pelanggan/ penerima pelayanan.
(4) lingkungan kerja : pemangku kepentingan/ kebijakan/sosial budaya/ekonomi dll )
Bagaimana mendapat dukungan lintas sektor? ( Ini masuk ranah 4 ). Ini contoh Ceklist nya.
1) Pernahkan kita mendatangi mereka ?. JANGAN HANAY DATANG KAKALU KITA MEMBUTUHKAN .
2) Pernahkah kita tersenyum kepada mereka ?. JANGAN HANYA TERSENYUM KARENA SEDANG ADA
PEMERIKSAAN.
3) Pernahkah kita mengucapkan salam kepada mereka ?. JANGAN HANYA MENGUCAPKAN SALAM KARENA
KETERPAKSAAN.

4) Pernahkah kita menyapa mereka ?. JANGAN SAMPAI KITA BERTEMU MALAH MENCARI JALAN TEROBOSAN .
Selamat pagi , sehat sehatkah bapak ?
5) Pernahkah kita mengulurkan tangan kepada mereka?. JANGAN KITA MEMBANTU HANYA KARENA ADA
INSENTIF SAJA.
6) Pernahkah kita memberikan jadwal kegiatan kepada mereka ? MRNGHATRAPKAN MEREKA DATANG TETAPI
TAK DIBERI TAHU JADWALNYA MERUPAKAN KEGIATAN SIA SIA.
7) Pernahkah kita memberikan data kepada mereka ? JANGAN MENGHARAPKAN ORANG LAIN MENGETAHUI
DARI ORANG LAIN KEGIATAN KITA. APALAGI LAPORAN KEBURUKAN DAN KEGAGA;ANNYA.
8) Pernahkah kita menyampaikan keberhasilan kita dan menunjukkan betapa rakyat antusias ? BAGAIMANA
MENJUAL SESUATU YANG TIDAK BERHASIL ,KARENA KITA SENDIRI TIDAK PERNAH DATANG TEPAT WAKTU.
KALAU KITA SUDAH MENDEKAT KEPADA MEREKA ( penentu kebijakan ); lalu kita tarik mereka ke posyandu yang
sudah kita persiapkan sebaik baiknya:
1) Pernahkah kita mengajak mereka mendatangi posyandu kita.
2) Apakah saat kunjungan sudah kita persiapkan semuanya ?
3) Apakah semua orang akan antusias dan mengucapkan hal positif tentangnya ?
4) Apakah kegiatan itu akan ada dokumentasinya dan laporannya kepada kepala Dinas dan Bupati ?
Mereka akan berfikir : Mengapa kita harus datang keposyandu ? Apa untungnya buat kita ?
Semua itu sebenarnya adalah DASAR DASAR CARA KITA BERSILATURAHMI. Dan biasanya sudah terdapat dalam
tata nilai Puskesmas. Kalau itu sudah dijalankan di Puskesmas dan berhasil, mengapa tidak dilakukan dipelayanan
UKM di masyarakat ? Dampaknya akan luar biasa. Tempat posyandu bersih, peralatan lengkap, tempat duduk saat
menunggu nyaman, petugasnya cantik dan tampan serta wangi, datangnya tepat waktu , kader mendapat
penghargaan yang wajar, dielu elukan bagaikan pahlawan. Rakyat sebagai pelanggan dperlakukan ibarat kaisar.
Kus Sularso Banyumanik 23 September 2016
( Kalau melihat posyandu yang berhasil pada saat kaji banding atau kunjungan. Sekarang kita menyadari dan bisa
menghargai setinggi tingginya betapa beratnya mereka telah bekerja. Saya pernah berceritera bukan ? kalau ada
kader yang telah aktif selama 45 th , tanpa dibayar , tanpa mendapat penghargaan ? )

Belajar Akreditasi
Masih tentang Posyandu (2)
Posyandu itu semakin lama semakin tidak diperhatikan lagi
Karena tidak seksi.
Banyak manfaat tetapi tidak terlihat hasilnya saat ini
Lalu ribut ribut revitalisasi.

Apakah kita tidak menyadari disitulah tempat bidan bekerja


Juga tempat perawat berkarya
Dan tempat kader membaktikan jiwa raganya
Mengharapkan terwujutnya masyarakat yang sejahtera ???
Engkau lihat tempat para petinggi bekerja ?
Ruang bersih, harum dan nyaman dari pagi sampai senja ?
Sejuk karena AC tanpa dihitung berapa bayarnya ?
Siang mendapat snack, dan minuman segar pul ?
Pasienpun dimanjakan di Puskesmas.
Diberi jalan bagus, dan kalau hujan tidak tampias.
Ditanya juga , apakah dengan pelayanan yang ada dia puas ?
Bisa mengadu jika ada petugas yang malas.
Bagaimana dengan posyandu ?
Bagaimana dengan polindes disitu ?
Bagaimana dengan PTM dengan programnya posbindu ?
Bagaimana dengan PKD dan petugas yang siap selalu ?
Pernahkah dilakukan survey kepuasan pelanggan diposyandu ?
Pernahkah keselamatan pelanggan diperbaiki disitu ?
Biasanya kuesioner kepuasan pelanggan hanya dilakukan dipoliklinik Puskesmas
Keselamatan pasien juga dilaksanakan disana mulai dari kamar mandi sampai teras.
Cobalah bandingkan
Cobalah potret dengan hati tenang
Antara perbaikan mutu dan keselamatan pelanggan di kedua pelayanan
Di Puskesmas dilakukan imunisasi dengan suntikan
Di posyandu juga dilaksanakan
Tapi apakah resiko pernah dibandingkan ?
Apakah pernah ditanyakan kepuasan pelanggan diposyandu setelah pelayanan ?
Apakah kita belum pernah mendengar adanya kasus diare setelah PMT diberikan ?
Apakah bidannya pernah ditanya jika ada keluhan ?
Dapat snack dan kopi jika kelelahan ?
Lalu bagaimana dengan nasib kader kesehatan ?
Puaskah dia dengan terus mengabdi tanpa diperhatikan ?
Tak dapat insentif apalagi tunjangan Lebaran ?
Bekerja bertahun tahun tanpa pensiun atau terima kasih walau sekedar ucapan ?
Sekali terjadi malapetaka di Posyandu
Selanjutnya orang akan menghindari selalu.
Lalu ..............................masa masa lewat
Beginilah keadaannya walau dialah pahlawan menuju Indonesia sehat .
Mari kita lihat Akreditasi bicara apa
Pada babV dan bab IX saja.

5.1.5.1. Penanggung jawab UKM Puskesmas melakukan identifikasi kemungkinan terjadinya risiko terhadap lingkungan dan masyarakat
dalam pelaksanaan kegiatan ( UKM).
5.1.5.2. Penanggung jawab UKM Puskesmas dan pelaksana melakukan analisis risiko ( kegiatan UKM ) .
5.1.5.3. Penanggung jawab UKM Puskesmas dan pelaksana merencanakan upaya pencegahan dan minimalisasi risiko ( kegiatan UKM ).
5.1.5.4. Penanggung jawab UKM Puskesmas dan pelaksana melakukan upaya pencegahan dan minimalisasi risiko ( kegiaan UKM ).
5.1.5.5. Penanggung jawab UKM Puskesmas melakukan evaluasi terhadap upaya pencegahan dan minimalisasi risiko ( kegiatan UKM ).
5.1.5.6. Jika terjadi kejadian yang tidak diharapkan akibat risiko dalam pelaksanaan kegiatan ( UKM ) , dilakukan minimalisasi akibat risiko,
dan kejadian tersebut dilaporkan oleh Kepala Puskesmas kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
9.1.1.1
9.1.1.1. Adanya peran aktif tenaga klinis dalam merencanakan dan mengevaluasi mutu layanan klinis dan upaya peningkatan keselamatan
pasien.
9.1.1.2. Ditetapkan indikator dan standar mutu klinis untuk monitoring dan penilaian mutu klinis.
9.1.1.3. Dilakukan pengumpulan data, analisis, dan pelaporan mutu klinis dilakukan secara berkala.
9.1.1.4. Pimpinan Puskesmas bersama tenaga klinis melakukan evaluasi dan tindak lanjut terhadap hasil monitoring dan penilaian mutu
klinis.
9.1.1.5. Dilakukan identifikasi dan dokumentasi terhadap Kejadian Tidak Diharapkan (KTD), Kejadian Tidak Cedera (KTC), Kondisi Potensial
Cedera (KPC), maupun Kejadian Nyaris Cedera (KNC).
9.1.1.6. Ditetapkan kebijakan dan prosedur penanganan KTD, KTC, KPC, KNC, dan risiko dalam pelayanan klinis.
9.1.1.7. Jika terjadi KTD, KTC, dan KNC dilakukan analisis dan tindak lanjut.
9.1.1.8. Risiko-risiko yang mungkin terjadi dalam pelayanan klinis diidentifikasi, dianalisis dan ditindaklanjuti.
9.1.1.9. Dilakukan analisis risiko dan upaya-upaya untuk meminimalkan risiko pelayanan klinis
9.1.1.10. Berdasarkan hasil analisis risiko, adanya kejadian KTD, KTC, KPC, dan KNC, upaya peningkatan keselamatan pasien
direncanakan, dilaksanakan, dievaluasi, dan ditindaklanjuti
9.1.2.1. Dilakukan evaluasi dan perbaikan perilaku dalam pelayanan klinis oleh tenaga klinis dalam pelayanan klinis yang mencerminkan
budaya keselamatan dan budaya perbaikan yang berkelanjutan.
9.1.2.2. Budaya mutu dan keselamatan pasien diterapkan dalam pelayanan klinis
9.1.2.3. Ada keterlibatan tenaga klinis dalam kegiatan peningkatan mutu yang ditunjukkan dalam penyusunan indikator untuk menilai perilaku
dalam pemberian pelayanan klinis dan ide-ide perbaikan
Marilah kita perbaiki diri
Cobalah buat kuesioner sederhana di posyandu ini :
Nama responden: ................ ( untuk pelanggan dan pelaksana :bidan/perawat/kader )
Tanggal : .................................
Pelayanan : Posyandu/Posyandu lansia/posbindu/PKD/Polindes : ( lingkari yang sesuai )
1) Puaskah anda dengan pelayanan yang diberikan ?
Tempat : [puas ] [ tidak puas ]
Waktu : [puas ] [ tidak puas ]
Sarana/prasarana: [puas] [tidak puas ]
2) Apakah alasan anda : .................................................................................
3) Apakah ada saran perbaikan : ...................................................................
Penerima pelayanan :
.............................
Nama
Kus Sularso Banyumanik 23 September 2016
( Yang terlibat dalam Posyandu adalah :
(1) petugas dan kader
(2) software/perangkat keras dan perangkat lunak
(3) pelanggan/ penerima pelayanan.
(4) Lingkungan kerja : pemangku kepentingan/ kebijakan/sosial budaya/ekonomi dll )

Kus Sularso Banyumanik 24 September 2016


( Bacalah setelah Belajar Akreditasi posyandu 1: karena ini masih menjawab pertanyaan yang sama ) Selamat bekerja. Sukses. Tetap
semangat.

Tugas Penanggunng jawab UKM (2)


Seorang teman menulis : Hasri Yuliantini Simpan dulu....panjang bener dok...( tentang tugas penanggung kawab uKM
)
( Sebelum disimpan ditambah dulu bu , yang dibawah ini )
Disamping tugas PJ UKM di bab IV,V, dan VI perlu diperhatikan tugas PJ UKM di Bab III: Peningkatan mutu
Puskesmas.
BAB.III. Peningkatan Mutu Puskesmas (PMP)
3.1.1.3. Ada Pedoman Peningkatan Mutu dan Kinerja disusun bersama oleh Penanggung jawab manajemen mutu
dengan Kepala Puskesmas dan Penanggung jawab Upaya Puskesmas. ( termasuk UKM )
3.1.1.4. Kebijakan mutu dan tata nilai disusun bersama ( termasuk UKM ) dan dituangkan dalam pedoman (manual)
mutu/Pedoman Peningkatan Mutu dan Kinerja sesuai dengan visi, misi dan tujuan Puskesmas.
3.1.1.5. Pimpinan Puskesmas, Penanggung jawab Upaya Puskesmas ( termasuk UKM ), dan Pelaksana Kegiatan
Puskesmas berkomitmen untuk meningkatkan mutu dan kinerja secara konsisten dan berkesinambungan.
3.1.2.1. Ada rencana kegiatan perbaikan mutu dan kinerja Puskesmas ( termasuk UKM ).
3.1.2.2. Kegiatan perbaikan mutu dan kinerja Puskesmas dilakukan sesuai dengan rencana kegiatan yang tersusun
dan dilakukan pertemuan tinjauan manajemen yang membahas kinerja pelayanan ( termasuk UKM ).dan upaya

perbaikan yang perlu dilaksanakan.


3.1.2.3. Pertemuan tinjauan manajemen membahas umpan balik pelanggan, keluhan pelanggan, hasil audit internal,
hasil penilaian kinerja, perubahan proses penyelenggaraan Upaya Puskesmas ( termasuk UKM ) dan kegiatan
pelayanan Puskesmas, maupun perubahan kebijakan mutu jika diperlukan, serta membahas hasil pertemuan
tinjauan manajemen sebelumnya, dan rekomendasi untuk perbaikan
3.1.3.1. Pimpinan Puskesmas, Penanggung jawab Upaya Puskesmas ( termasuk UKM ) dan Pelaksana Kegiatan
( termasuk UKM ) memahami tugas dan kewajiban mereka untuk meningkatkan mutu dan kinerja Puskesmas.
3.1.4.3. Ada laporan dan umpan balik hasil audit internal kepada Pimpinan Puskesmas, Penanggung jawab
Manajemen mutu dan Penanggung jawab Upaya Puskesmas ( termasuk UKM ) untuk mengambil keputusan dalam
strategi perbaikan program dan kegiatan Puskesmas.
3.1.5.1. Ada mekanisme untuk mendapatkan asupan dari pengguna tentang kinerja Puskesmas. ( termasuk UKM )
3.1.5.2. Peningkatan kinerja pelayanan tersebut sebagai akibat adanya upaya perbaikan mutu dan kinerja
penyelenggaraan pelayanan ( termasuk UKM )

Belajar akreditasi
Budaya kerja
Budaya mutu
Tata nilai
Budayakerja di Puskesmas berjalan.
Budaya mutu di Puskesmas berjalan.
Tata nilai di Puskesmas berjalan
Selamat
Di Puskesmas
Tidak ada yang tertangkap tangan.
Sukses
Salut

Akses pelayanan : (3).


Belajar Akreditasi.

Ada yang bertanya : Zafirna Samsuri maaf pak mau tanya pak.. sekalian buat tambah refrensi. salah satu cara kita
mengevaluasi akses salah satunya pakai cara apa? dan evaluasi kesesuaian prosedur dan kebijakan di bab V mohon
pencerahannya pak. Terimakasih.
Yang perlu dipahami adalah :
Apakah evaluasi itu ?
Evaluasi itu mengumpulkan data, lalu dibandingkan dengan rencana awal
Atau dengan harapan kemajuan yang dicapai.
Apakah sudah sesuai atau menyimpang.
Akses bagus kalau : semua wilayah mau datang ke Puskesmas, atau kegiatan lapangan Puskesmas
Karena harapannya universal access: semua bisa berkunjung ke Puskesmas.
Kalau tidak punya data, tak ada yang bisa dianalisa
Asal data bisa dari : Catatan kunjungan poliklinik, kinjungan rapat, kunjungan psoyandu, posbindu dll Asal data bisa
dari : , quesioner, wawancara, observasi, dlllnya
Lalu dibahas bersama.
Akses berarti KEMUDAHAN untuk mencapai pelayanan
Hambatan disingkirkan, terutama untuk lansia dan yang butuh ekstra penanganan
Kemungkiman resiko dijalan dihilangkan.
Yang tidak berdaya ( keuangan, psychologis, fisik ) diberi bantuan.
Asal data bisa dari CATATAN : misalnya kesesuaian antara undangan dan kehadiran .
Kalau diundang 20 yang hadir 20, berarti aksesnya mengesankan.
Kalau diundang 20 yang hadir 1: patut dipertyanyakan.
Apalagi kalau berulang ulang.Apakah undangan tidak disampaikan ?
QUESIONER: dengan daftar pertanyaan sederhana : Ibu dari mana, hadir berapa orang ?
Apakah ada teman ibu yang gak datang
Mengapa dia hadir saja tidak merasa senang ?
Apa ada hambatan , tak bisa menyeberang ?
OBSERVASI atau PENGAMATAN : Bisa ditulis dalam ceklist sederhana .
Laki laki datang semua, mengapa wanita tak ada ?
Karena memasak untuk keluarga ?
Rupanya rapat pagi hari tak cocok baginya.
Data bisa diperkuat dengan FOTO KEGIATAN .
Pak Camat dan pak Lurah hadir itu berarti akses kepemerintahan.
Para ulama hadir berarti akses kepada kelompok spiritual keagamaan .
Lintas sektor hadir , berarti koordinasi sudah berjalan
WAWANCARA dilakukan kepada setiap yang hadir di kegiatan
Tetapi bisa juga saat mendatangi rumahnya karena tidak pernah kelihatan.

Bisa diminta bincang bincang sebentar sebelum acara, atau sesudahnya.


Mengapa ibu selalu rajin datang ? Apakah ada kesulitannya ?
Adakah temannya yang tidak mau hadir ? mengapa ?
Data dari DOKUMEN bisa membantu memperkaya data
Menghubungkan kehadiran dengan masalah geografi asal peserta
Mungkin melewati gunung, atau rawa rawa .
Karena itu kunjungan poliklinik perlu dikelompokkan berdasar asalnya.
Coba kita lihat dalam buku Panduan Akreditasi .
Apakah penjelasan diatas sudah memadai ?
Kalau belum bisa bertanya lagi.
Aku masih disini.
Contoh di ep 4.2.3
4.2.3.4. Dilakukan evaluasi terhadap akses masyarakat dan/atau sasaran terhadap kegiatan dalam pelaksanaan
UKM Puskesmas.
4.2.3.5. Dilakukan tindak lanjut terhadap evaluai akses masyarakat dan/atau sasaran terhadap kegiatan dalam
pelaksanaan UKM Puskesmas.
4.2.3.6. Informasi tentang waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan UKM termasuk jika terjadi perubahan diberikan
dengan jelas dan mmudah diakses oleh masyarakat dan sasaran kegiatan UKM

Belajar Akreditasi
Tugas Penanggunng jawab UKM
Ada pertanyaan menarik dari : Rizka Nofri Yanti ( Works at puskesmas LUBUK ALUNG, Lives in Padang )
Assalamu'alaikum bapak..maaf mengganggu wktu bpak sore ini,pak..sbgai koordinator ukm apa aja yg hrus d
laksanakan selain monitoring n evaluasi pak..kmudian apa dokumen yg hrus ada pak..sblmnya trima kasih pak...
Yang bertanya serupa, saya sampaikan kembali tugas PJ UKM seperti dibawah ini, Tolong dicermati, pelan pelan
dbaca dicocokkan dengan pedoman Akreditasi:
Siapa bilang kerja di Puskesmas tidak berat.
Siapa bilang kerja di Puskesmas tidak membawa dampak kesehatan masyarakat
..... Yang hebat.
Kita lihat mereka sangat bersemangat.
Melaksanakan tugas yang sarat tanggung jawab.
Marikita lihat :

1. Kepala Puskesmas dan PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS menyusun kerangka acuan untuk
memperoleh umpan balik dari masyarakat dan sasaran program tentang pelaksanaan kegiatan UKM Puskesmas.
2. Kepala Puskesmas, PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS, dan PELAKSANA UKM mengidentifikasi
permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan UKM Puskesmas, perubahan regulasi, pengembangan
teknologi, perubahan pedoman/acuan.
3. Kepala Puskesmas, PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS, dan PELAKSANA UKM melakukan identifikasi
peluang-peluang inovatif untuk perbaikan pelaksanaan kegiatan untuk mengatasi permasalahan tersebut maupun
untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi, regulasi, maupun pedoman/acuan.
4. Penanggung jawab dan PELAKSANA UKM kegiatan UKM Puskesmas memastikan waktu dan tempat Pelaksana
kegiatan yang mudah diakses oleh masyarakat.
5. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS memonitor Pelaksana kegiatan tepat waktu, tepat sasaran dan sesuai
dengan tempat yang direncanakan.
6. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS melakukan evaluasi terhadap ketepatan waktu, ketepatan sasaran
dan tempat Pelaksanaan.
7. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS dan PELAKSANA UKM menindaklanjuti hasil evaluasi.
8. Kepala Puskesmas, PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS, dan PELAKSANA UKM mengidentifikasi
permasalahan dan hambatan dalam Pelaksanaan kegiatan.
9. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS dan PELAKSANA UKM merencanakan tindak lanjut untuk mengatasi
masalah dan hambatan dalam Pelaksanaan kegiatan.
10. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS dan PELAKSANA UKM melaksanakan tindak lanjut
11. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS dan PELAKSANA UKM mengevaluasi keberhasilan tindak lanjut
yang dilakukan.
12. Kepala Puskesmas menetapkan media komunikasi untuk memberikan umpan balik terhadap keluhan yang
disampaikan.
13. Kepala Puskesmas, PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS dan PELAKSANA UKM melakukan analisis
terhadap keluhan.
14. Kepala Puskesmas, PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS, dan PELAKSANA UKM melakukan tindak
lanjut terhadap keluhan.
15. Kepala Puskesmas, PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS, dan PELAKSANA UKM memberikan informasi
umpan balik kepada masyarakat atau sasaran tentang tindak lanjut yang telah dilakukan untuk menanggapi keluhan.
16. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS dan PELAKSANA UKM mengumpulkan data berdasarkan indikator
yang ditetapkan.
17. Kepala Puskesmas, PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS, dan PELAKSANA UKM melakukan analisis
terhadap capaian indikator-indikator yang telah ditetapkan.
18. Kepala Puskesmas, PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS, dan PELAKSANA UKM menindaklanjuti hasil
analisis dalam bentuk upaya-upaya perbaikan.
19. Penanggungjawab UKM Puskesmas melakukan pembinaan kepada PELAKSANA UKM dalam melaksanakan
kegiatan.
20. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS mengkomunikasikan tujuan, tahapan Pelaksanaan kegiatan,
penjadwalan kepada lintas program dan lintas sektor terkait.
21. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS melakukan koordinasi dalam Pelaksanaan kegiatan kepada lintas
program dan lintas sektor terkait.
22. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS melakukan evaluasi dan tindak lanjut terhadap Pelaksanaan

komunikasi dan koordinasi lintas program dan lintas sektor


23. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS dan PELAKSANA UKM melakukan analisis risiko.
24. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS dan PELAKSANA UKM merencanakan upaya pencegahan dan
minimalisasi risiko.
25. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS dan PELAKSANA UKM melakukan upaya pencegahan dan
minimalisasi risiko.
26. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS melakukan evaluasi terhadap upaya pencegahan dan minimalisasi
risiko.
27. Kepala Puskesmas menetapkan kebijakan yang mewajibkan Penanggung jawab dan PELAKSANA UKM UKM
Puskesmas untuk memfasilitasi peran serta masyarakat dan sasaran dalam survei mawas diri, perencanaan,
Pelaksanaan, monitoring dan evaluasi Pelaksanaan UKM Puskesmas.
28. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS menyusun rencana, kerangka acuan, dan prosedur pemberdayaan
masyarakat.
29. Kerangka Acuan tiap UKM Puskesmas disusun oleh PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS.
30. Jadwal kegiatan disusun oleh PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS dan PELAKSANA UKM.
31. Kepala Puskesmas, PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS membahas hasil kajian kebutuhan masyarakat,
dan hasil kajian kebutuhan dan harapan sasaran dalam penyusunan RPK.
32. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS melakukan monitoring Pelaksanaan kegiatan.
33. Dilakukan pembahasan terhadap hasil monitoring oleh Kepala Puskesmas, PENANGGUNG JAWAB UKM
PUSKESMAS dan PELAKSANA UKM.
34. Dilakukan penyesuaian rencana kegiatan oleh Kepala Puskesmas, PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS,
lintas program dan lintas sektor terkait berdasarkan hasil monitoring, dan jika ada perubahan yang perlu dilakukan
untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan harapan masyarakat atau sasaran.
35. Ada uraian tugas PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS yang ditetapkan oleh Kepala Puskesmas.
36. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS melakukan monitoring terhadap PELAKSANA UKM dalam
melaksanakan tugas berdasarkan uraian tugas.
37. Jika terjadi penyimpangan terhadap Pelaksanaan uraian tugas oleh PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS,
Kepala Puskesmas melakukan tindak lanjut terhadap hasil monitoring.
38. Jika terjadi penyimpangan terhadap Pelaksanaan uraian tugas oleh PELAKSANA UKM, PENANGGUNG JAWAB
UKM PUSKESMAS melakukan tindak lanjut terhadap hasil monitoring.
39. . Perubahan uraian tugas ditetapkan oleh Kepala Puskesmas berdasarkan usulan dari PENANGGUNG JAWAB
UKM PUSKESMAS sesuai hasil kajian.
40. Kepala Puskesmas bersama dengan PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS mengidentifikasi pihak-pihak
terkait baik lintas program maupun lintas sektor untuk berperan serta aktif dalam pengelolaan dan Pelaksanaan UKM
Puskesmas
41. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS bersama dengan lintas program mengidentifikasi peran masingmasing lintas program terkait.
42. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS bersama dengan lintas sektor mengidentifikasi peran masingmasing lintas sektor terkait.
43. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS melakukan komunikasi kepada PELAKSANA UKM, lintas program
terkait, dan lintas sektor terkait.
44. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS dan PELAKSANA UKM melakukan koordinasi untuk tiap kegiatan
dalam Pelaksanaan UKM Puskesmas kepada lintas program terkait, lintas sektor terkait, dan sasaran.

45. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS melakukan evaluasi terhadap Pelaksanaan koordinasi dalam
Pelaksanaan kegiatan.
46. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS memahami kebijakan dan prosedur monitoring.
47. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS melaksanakan monitoring sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
48. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS memahami kebijakan dan prosedur evaluasi kinerja.
49. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS melaksanakan evaluasi kinerja secara periodik sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
50. Kepala Puskesmas dan PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS melakukan monitoring sesuai dengan
prosedur yang ditetapkan.
51. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS memberikan arahan kepada PELAKSANA UKM untuk Pelaksanaan
kegiatan.
52. . PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS melakukan kajian secara periodik terhadap pencapaian kinerja.
53. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS bersama PELAKSANA UKM melakukan tindak lanjut terhadap hasil
penilaian kinerja.
54. Kepala Puskesmas dan PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS melakukan penilaian kinerja sesuai dengan
kebijakan dan prosedur penilaian kinerja.
55. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS dan PELAKSANA UKM memahami aturan tersebut.
56. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS dan PELAKSANA UKM melaksanakan aturan tersebut.
57. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS melakukan tindak lanjut jika PELAKSANA UKM melakukan tindakan
yang tidak sesuai dengan aturan tersebut.
58. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS bersama PELAKSANA UKM melakukan pertemuan membahas
kinerja dan upaya perbaikan yang perlu dilakukan.
59. Kepala Puskesmas bersama dengan PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS menyusun rencana kaji
banding.
60. Kepala Puskesmas bersama dengan PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS dan PELAKSANA UKM
menyusun instrumen kaji banding.
61. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS bersama dengan PELAKSANA UKM melakukan kegiatan kaji
banding.
62. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS bersama dengan PELAKSANA UKM mengidentifikasi peluang
perbaikan berdasarkan hasil kaji banding yang dituangkan dalam rencana perbaikan kinerja
63. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS bersama dengan PELAKSANA UKM melakukan perbaikan kinerja.
64. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS melakukan evaluasi kegiatan kaji banding.
65. PENANGGUNG JAWAB UKM PUSKESMAS melakukan evaluasi terhadap perbaikan kinerja setelah dilakukan
kaji banding.

Belajar Akreditasi.
( Ada teman yang menulis di SMS : Eka Revita Bapak...terkait ep 4. 2. 3. 4 dilakukan evaluasi terhadap akses
masyarakat dan atau sasaran terhadap kegiatan dalam pelaksanaan puskesmas apakah berarti kita mengevaluasi
apakah tempat kita melakuan kegiatan dapat dijangkau oleh sasaran apa tidak begitu? apakah bukti bila masyarakat
dapat mengakses kegiatan ukm itu dengan adanya daftar hadir?mohon pencerahanyya.terimakasih sebelumnya dr )
Pada awal awal puskesmas ada pendapat yang terkenal
Bahwa ada kesenjangan psychologis antara petugas medis dan pasien.
Masyarakat didesa desa tidak terbiasa bertemu petugas medis berpakaian putih putih
Masuk keruangan dengan lantai bersih yang berbau karbol.
Itu yang menyebabkan kurangnya akses penderita ke Puskesmas
Mereka enggan datang , yang menyebabkan kunjungan puskesmas sedikit.
Kalau Jhon Black mengkaitkan akses dengan kenyamanan atau kemudahan pencapaian lokasi karena transportasi
atau karena ketiadaan biaya.

Sekarang pengertian akses berkembang pesat


Namun lebih mudah memahami akses ini dengan memikirkan sebaliknya, yaitu adanya hambatan yang
menyebabkan mengapa pasien tidak mau atau tidak bisa akses ke Puskesmas.
Karena Program Puskesmas juga dilaksanakan dilapangan maka pertanyaannya juga berlaku: mengapa mereka
tidak akses ke program dilapangan.
Hal ini sejalan dengan keinginan WHO yang tahun 2005 memprogramkan akses 100 % penduduk terlayani oleh
Puskesmas .
Dikenal dengan konsep Universal coverage : Cakupan total.
Beberapa negara berpenghasilan rendah ditengarai belum dapat memenuhi ini.
Hambatan untuk layanan Puskesmas ini oleh para ahhli dibagi 2
Dari sisi pelayanan ( Puskesmas ) ( supply site )
Dan dari sisi masyarakat ( demand site. ) .
Kalau hari ini dokter atau bidan buka praktek, tidak berarti sorenya tempat paraktek itu langsung diserbu pasien
bukan ???? kalau masyarakat merasa tidak butuh ? kalau mereka belum tahu dan lebih senang ke dukun atau ke
paranormal ???
Dibawah ini disampaikan pendapat dua ahli, yang diinterpretasikan bebas agar mudah dimengerti.
Menurut Peters th 2008 :
1. Hambatan geografis/jarak:
Lokasi Puskesmas yang jauh dari mana mana. (Supply)
Atau lokasi penduduk ada yng terpencil( ( Demand)
2. Hambatan ketersediaan .
Ketersediaan Tenaga kesehatan , obat, peralatan kesehatan ( Supply).
Kebutuhan pelayanan ( lebih senang ke dukun ) ( Demand)
3. Hambatan keterjangkauan.
Tarif dan biaya ke Puskesmas dianggap mahal ( supply)
Kemampuan penduduk membayar dan keinginan membayar, karena inginnya gratis ( demand )
4. Hambatan penerimaan :
Petugas yang galak, pemarah, judes ( supply)
Harapan dan perkiraan masyarakat akan layanan yang sempurna ( demand)
Menurut Ensor dan Cooper 2004.
1. Hambatan geografis:
Biaya tak langsung untuk menuju pelyanan. Karena tidak bisa menacri nafkah, bawa bekal, apalagi kalau harus
menginap (demand)
2. Hambatan ketersediaan;
waktu tunggu yang lama, Kualitas staff yang rendah dan gaji staff yang kecil . ( Supply)
Harga dan kualitas obat dan bahan yang dianggap mahal ( supply).
Informasi berbagai pelayanan pilihan ( demand).
Tingkat pendidikan masyarakat ( Supply)
3. Hambatan keterjangkauan.
Tarif langsung dan biaya lain di pelayanan ( supply)
Biaya biaya pilihan ( demand0

4. Hambatan penerimaan
Efisiensi manajemen pelayanan , yang berimplikasi biaya ( supply)
Tehnology yang digunakan, canggih atau terlalu sederhana ( supply)
Harapan/ ekspektasi masyarakat ( demand)
Anjuran , tata nilai, sikap masyarakat ( demand0
Dari sini terlihat hambatan apa saja yang menyebabkan akses 100 % atau universal coverage itu tidak tercapai. Jadi
bukan hanya hambatan jarak, tetapi banyak sebab mengapa masyatakat tidak mau mendatangi pelayanan :
diantaranya, faktor biaya, petugas yang galak, obat yang tak bermutu, harapan masyarakat yang tinggi kepada
pelayanan kesehatan.
Ingat sekarang msyarakat sudah bisa membanding bandingkan dengna pelayanan di daerah sebelah , dinegara
tetangga atau dinegara maju.
Tentu saja untuk mengetahui keberhasilan akses ini perlu dicari indikator indikator yang sesuai .
Kus Sularso. Banyumanik 16 September 2016.
( Akses ini berlaku untuk admen, UKM dan UKP. Coba disimak ep- ep yang bersangkutan dengan akses. Dokumen
apa yang diperlukan : akan dicoba disampaikan kemudian. Jangan lupa baca selanjutnya ya....... Terima kasih.)

Evaluasi:
Belajar Akreditasi ( Memenuhi permintaan perihal Evaluasi )
Yang perlu dipahami adalah beda ceklist ( daftar tilik ) monitoring dan evaluasi :
Daftar tilik :
1. Daftar tilik merupakan salah satu alat evaluasi yang bermanfaat jika dibuat dengan baik, divalidasi dan
dilaksanakan.
2. Daftar tilik berisi hal hal yang setidaknya harus dikerjakan untuk penilaian di suatu wilayah tertentu , membantu
penilai agar tidak melupakan sesuatu, menjamin penilaian berlangsung objektif, kredibel, dan berhasil guna.
3. Daftar tilik juga berguna untuk perencanaan , monitoring dan panduan kerja serta menilai hasil
4. Daftar tilik adalah daftar urutan kerja (actions) yang dikerjakan secara konsisten, diikuti dalam pelaksanaan suatu
rangkaian kegiatan, untuk diingat, dikerjakan, dan diberi tanda ( dicentang ).
5. Daftar tilik merupakan bagian dari system manajemen mutu untuk mendukung standarisasi suatu proses
pelayanan.
6. Daftar tilik tidak dapat digunakan untuk prosedur yang kompleks, karena sangat ringkas.
7. Daftar tilik digunakan untuk mendukung, mempermudah pelaksanaan dan memonitor prosedur, bukan untuk
menggantikan prosedur itu sendiri.
Monitoring :
1. Monitoring adalah fungsi terus menerus yang digunakan secara sistematis : pengumpulan data berdasar indikator,
untuk membantu managemen dan stakeholder terkait pada intervensi perkembangan program yang sedang berjalan
sesuai indikator sejauh mana kemajuan dan pencapaian dari tujuan dan kemajuan penggunaan dana.

Evaluasi :
1. Evaluasi : penilaian menyeluruh dan obyektif pada program atau proyek yang sedang berjalan. Atau yang sudah
selesai, baik disainnya, pelaksanaannya maupun hasilnya. .
2. Evaluasi Formative: ( Perkembangan ) Dilakukan dimulai sejak penyusunan proyek berlanjut selama program
berjalan. Hasilnya dijadikan informasi untuk dapat melaksanakan monitoring dan perbaikan program. Evaluasi
formative dilakukan beberapa kali selama program disusun dan dilaksanakan, Perhatikan teoriBob Stake sederhana
ini:
Kalau koki mencicipi sup : itulah evaluasi formative. ( sepanjang program berjalan )
Kalau tamu mencicipi soup : itu adalah evaluasi summative. ( pada akhir program )
3. Evaluasi Implementasi ( Pelaksanaan ) . Digunakan untuk mengetahui apakah program sesuai dengan
perencanaan yang telah dibuat. Sering disebut Evaluasi proses. Ini untuk meyakinkan managemen bahwa sebelum
evaluasi akhir, komponen program telah dilaksanakan , dan pelaksanaannya sesuai pedoman yang dibuat dalam
perencanaan. Kadang membingungkan karena ada istilah: Evaluasi monitoring . Bedanya kalau Evaluasi
implementasi dilakukan internal (biasanya ) kalau evaluasi monitoring dilakukan eksternal-pihak/institusi luar .
( biasanya ) . monitorin biasa dilakukan oleh penyandang dana untuk mengetahui kesesuaian dengan kontrak
proyeknya.
4. Evaluasi progress ( kemajuan ) : digunakan untuk menilai kemajuan program dalam mencapai tujuan akhir
program. Evaluasi ini untuk mengurangi resiko program menyimpang jauh dari tujuan. Sehingga bisa dilakukan
monitoring dan pembinaan jika ada keraguan jalannya program.
5. Evaluasi summative ( keseluruhan/akhir ): Digunakannuntuk mengumpulkan semua informasi outcome/keluaran
program . isinya seperti evaluasi progress/kemajuan tetapi evaluasi summative dilakukan setelah semua kegiatan
program selesai.
Kus Sularso Banyumanik 7 September 2016
( Dalam Akreditasi Puskesmas bab IV : Kata kata evaluasi beberapa kali disebutkan. Artinya bisa berbeda beda
jikamelihat detail. Apakah itu evaluasi formative, implementasi, progress atau summative. Kepala Puskesmas harus
hafal luar kepala, Penanggung jawab Ukm harus memahami, dan Pelaksana Ukm bisa mengerti. Sederhana saja
bukan ???? ) Selamat melihat dokumen akreditasi yang ada kata evaluasinya. Selamat bekrja . Sukses. Ingat anda
super sekali.

Melihat dokumen Akreditasi


Media komunikasi
Kadang diperlukan kejelian untuk melihat isian dokumen akreditasi
Lihatlah contohnya di ep 4.2.6 ini
1.Kepala Puskesmas menetapkan media komunikasi untuk menangkap keluhan masyarakat/sasaran.
2. Kepala Puskesmas menetapkan media komunikasi untuk memberikan umpan balik terhadap keluhan yang
disampaikan.
( perhatkan kalimat pertama menangkap masukan dari luar dan yang kedua memberi tanggapan kepada masyarakt.)

Ini dua hal berbeda


Yang diperkirakan sama.
Maka satu SK dicopy saja
Lalu ditanda tangai untuk dua hal yang mirip rupanya
SK ini yang menetapkan media komunikasi yang dibutuhkan.
Satu untuk menangkap keluhan dari sasaran
Satunya untuk tanggapan ke masyarakat perihal keluhan yang disampaikan.
Dua duanya diisi dengan : media yang populer yaitu kotak saran.
Masyarakat bisa memasukkan pendapat melalui kotak saran di Puskesmas didekat loket
Tapi bagaimana Puskesmas akan memberikan tanggapan ke masyarakat melalui kotak saran di desa terdekat
Atau kepada pak Lurah dan pak Camat.
Atau kepada Kepala Dusun yang penduduknya padat.
Karena amanat SK, maka keluhan dimedia perlu dianalisis dengan kesadaran
Karena point 3 berbunyi: Kepala Puskesmas,
Penanggung jawab UKM Puskesmas
dan Pelaksana melakukan analisis terhadap keluhan.
Analisis termudah : dengan membuat kompilasi.
Dikelompokkan perbulan , per media yang dievaluasi.
Mana media yang paling sering diisi
Bagian mana dari pelayanan yang sering dikritisi.
Kalau kotak sarannsering kosong tanpa berkas
Apakah mungkin karena tidak tersedia pensil dan kertas
Atau karena kotak saran sering tidak berada ditempat
Atau petugas didekatnya menakutkan yang berminat.
Langkah kedua membuat grafik
Apakah ada trend yang membaik
Pelayanan lebih diminati publik
Dan masyarakat lebih lagi tertarik
Jangan lupa diberi judul
Tanggal analisa juga harus muncul
Agar tidak ada kecurigaan itu data lama
Yang diulang ulang tanpa ada guna.
Lebih lengkap jika ada foto benda atau kejadian
Juga berkas surat kalau tanggapannya berupa surat jawaban
Atau Kepala Puskesmas sidak kelapangan
Menyelesaikan maslah lingkungan

Lalu didiskusikan
Tindakan apa yang perlu dilakukan
Bagaimana caranya agar masalahnya terselesaikan.
Dengan tindakan nyata berkelanjutan
Kus Sularso Banyumanik 3 September 2016
( Kata umpan balik yang ditulis mungkin bisa menyesatkan, barangkali karena diterjemahkan dari Feedback dalam
bahasa Inggris.
Kepala Puskesmas diamanati untuk membuat SK, lihat apakah betul Kepala Puskesmas yang tanda tangan, dan
ingat juga apakah tanggal disertakan. )

Materi Akreditasi (3)


Belajar tentang Kerangka Acuan Kegiatan.
KAK akan berulang dibuat setiap kali akan membuat kegiatan
1. Pengertian :
Kerangka Acuan Kerja (KAK) adalah suatu dokumen yang menginformasikan gambaran umum dan penjelasan
mengenai kegiatan yang akan dilalukan dan capaian sesuai dengan tugas dan fungsi PJUKM atau Pelaksana UKM
yang memuat latar belakang, penerima manfaat, strategi pencapaian, waktu pencapaian, dan biaya yang diperlukan.
2. Manfaat:
a. Alat bagi pimpinan untuk melakukan pengendalian kegiatan yang dilakukan oleh bawahannya.
b. Alat bagi para Perencana Anggaran untuk menilai urgensi pelaksanaan kegiatan tersebut dari sudut pandang
keterkaitan dengan Tugas Pokok dan Fungsi.
c. Alat bagi pihak-pihak pemeriksa untuk melakukan pemeriksaan realisasi kegiatan tersebut.
d. Sebagai informasi bagaimana output kegiatan dilaksanakan/didukung oleh komponen input, serta apa saja input
(tahapan-tahapan) yang dibutuhkan dan bagaimana pelaksanaannya untuk mencapai output.
3. Komponen TOR: ( contoh dibawah ini : hanya sebagai rambu rambu, bisa berbeda sesuai kegiatannya.)
1. Judul KAK.
2. Latar Belakang :gambaran umum perihal judul dan Mengapa dilakukan kegiatan itu.
3. Tujuan : bisa dibagi dua: Tujuan Umum dan Tujuan Khusus.
4. Dasar Hukum Tugas Fungsi/Kebijakan : jika ada Kebijakan dan SOP yang mendasarinya maka tanggalnya harus
sebelum KAK dibuat.
4. Manfaat :
5. Strategi Pencapaian: misal : Pertemuan Lintas sektor dan tokoh masyarakat.
6. Metoda Pelaksanaan : Ceramah dan tanya jawab.
7. Waktu dan tempat Pelaksanaan : Kegaiatan akan dilakukan dimana dan kapan.
8. Jadwal pelaksanaan kegiatan :
9. Waktu Pencapaian Keluaran
10. Rincian biaya Yang Diperlukan, dan sumber dananya.
11. Pelaporan : misal:Pelaporan dilakukan paling lambat seminggu setelah seleai kegiatan.
12. Siapa pembuat KAK: ditanda tangani dan diberi tanggal.

Marlah kita mencoba mempelajari salah satu elemen penilaian Akreditasi Puskesmas yang berisi KAK misalnya pada
: ep 4.1.2:
1. Didalam ep ini, diamanahkan kepada Kepala Puskesmas atau Penanggung jawab UKM untuk membuat Kerangka
Acuan Kegiatan.
2. Karena itu akan dilihat : Apakah penanda tangan KAK ini betul Kepala Puskesmas atau PJ UKM atau bukan.
( Kadang malah tidak ada tanda tangannya, sehingga siapa yang bertanggung jawab tidak bisa dilacak. )
3. Dilihat apakah judul Kerangka Acuan sesuai : Yaitu : Pertemuan untuk memperoleh umpan balik dari masyarakat,
dan sasaran kegiatan UKM.
4. Untuk judul ini perlu diberi latar belakang : mengapa diperlukan umpan balik dari masyarakat atau sasaran
kegiatan UKM.
5. Jika mau menyertakan dasar hukum dan dasar kebijakan : dituliskan nama SK , SOP dan tanggal mulai berlaku
( sebelumKAK dibuat ).
6. Manfaat : Sebutkan manfaat umpan balik dari masyarakat.
6. Strategi Pencapaian: misal : Pertemuan Lintas sektor dan tokoh masyarakat.
7. Metoda Pelaksanaan : Ceramah dan tanya jawab.
8. Waktu dan tempat Pelaksanaan : Kegiatan akan dilakukan dimana dan kapan.
13. Jadwal pelaksanaan kegiatan : Terdiri dari kolom no/waktiu/jam/kegiatan/moderator/pengampu/penanggung
jawab.
14. Rincian biaya Yang Diperlukan, dan sumber dananya.
15. Pelaporan : misal: Pelaporan dilakukan paling lambat seminggu setelah selesai kegiatan.
16. Siapa pembuat KAK: ditanda tangani dan diberi tanggal.
7. Selanjutnya :
8. Hasil identifikasi umpan balik : bisa termuat pada notulen pertemuan . Bisa juga dari masukan perorangan, surat
masuk dari Lintas sektor, bisa dari pertemuan kader dan bisa dari kotak saran dll Sehingga perlu dikompulasi dan
dianalisa.
9. Bukti pembahasan jika dilakukan secara resmi dipertemuan perlu didukung data: undangan, daftar hadir, notulen,
foto dan hasil pertemuan. Hasil pembahasan umpan balik bisa berupa analisa umpan balik dan pembuatan RTL.
Ingat buktipertemuan : tertulis, dan gambar : bisa berupa foto, bisa berupa grafik, bisa berupa mapping dll.
Jika diperlukan SOP : adalah SOP pembahasan umpan balik ( bukan SOP pengumpulan umpanbalik seperti pada
awal. )
10. Hasil identifikasi digunakan untuk perbaikan rencana dan atau pelaksanaan kegiatan. Berarti dibutuhkan BUKTI
penggunaan hasil umpan balik untuk perbaikan perencanaan atau pelaksanaan kegiatan . Ini untuk membuktikan
Proses PDCA berjalan.
11. Dilakukan tindak lanjut dan evaluasi terhadap perbaikan rencana maupun pelaksanaan kegiatan. Bukti untuk
tindak lanjut dan evaluasi perbikan rencana adalah kegiatan yang dilakukan, bisa sederhana seperti mengirim surat,
tetapi bisa kompleks, diantaranya evaluasi dari perbaikan rencana tersebut, apakah terbukti lebih baik, lebih efektif,
lebih efisien atau lebih cepat.

Materi akreditasi puskesmas.(1)


( Sering ditanyakan terutama Puskesmas yang mempersiapkan diri akan maju Akreditasi )

1. Data akreditasi hanya dua jenis :


(1) bahan tertulis
(2) gambar/foto.
2. Materi akreditasi dikelompokkan berdasar prinsip:
(1) Kerjakan apa yang tertulis: peraturan dan tata kelola yang berlaku
(2) Tulis apa yang dikerjakan : Menuliskan segala kegiatan yang dilakukan , sebagai bukti kegiatan itu telah
dilakukan. Didukung foto atau gambar sebagai saksi kegiatan. Gambar bisa berupa mapping, grafik, tabel dll.
3. Peraturan dan pengaturan serta kebijakan yang tertulis ( lihat 2 point (1)diatas) yang haruis dilaksanakan
diantaranya:
(1) SK Surat Keputusan
(2) SOP
(3) Kerangka Acuan Kegiatan
(4) RUK : Rencana Usulan Kegiatan
(5) RPK: Rencana Pelaksanaan Kegiatan
4. Kegiatan . Untuk mengetahui yang bertanggung jawab dalam pembuatan berkas , dan kapan mulai berlaku :
(1) perlu ditanda tangani dan untuk mengetahui kapan mulai berlaku :
(2) perlu diberi tanggal, dicantumkan pula tempat dimana dokumen ditanda tangani.
5. Perhatikan hierarki dan kronologis peraturan, mana yang harus ada dulu sebelum peraturan berikutnya dibuat.
Yang dijadikan acuan harus ada lebih dahulu.
Kus Sularso, Banyumanik 29 Agustus 2016.
( Sampai disini coba dicek dahulu , untuk kegiatan UKM jangan sampai ada berkas yang kosong. Setiap elemen
penilaian harus isi , tidak boleh kosong , baik tulisan atau foto/gambar, )
Selamat bekerja. Tetap semangat .

Monitoring dan ceklist


Sudahkah ceklist dimanfaatkan ?
1) Monitoring menurut WHO adalah : pemantauan kegiatan dengan pengumpulan atau pengkajian data secara rutin
untuk memperoleh infomasi tentang seberapa jauh kemajuan kegiatan yang telah dicapai atau suatu proses
pengumpulan dan menganalisis infomasi dari penerapan suatu program termasuk mengecek secara reguler untuk
melihat apakah kegiatan /program itu berjalan sesuai rencana sehingga masalah yang dilihat /ditemui dapat diatasi

( WHO).
2) Komponen pemantauan/monitoring: (1) pengumpulan data (2) pengkajian data (3) pengecekan reguler (4)
kesenjangan dengan rencanma (5) Rencana Tindak lanjut mengatasi masalah (6) Tindak lanjut : Kegiatan mengatasi
masalah.
3) Manfaat ceklist : (1) Bisa digunakan oleh yang bersangkutan (2) Bisa digunakan oleh teman sekerja (3) bisa
digunakan oleh atasan (4) bisa digunakan oleh (5) auditor/surveior (6) bisa digunakan oleh pemeriksa /inspektorat.
4) Kelengkapan ceklist: (1) ada judul : misal Daftar tilik ketrampilan tehnik menyusui. (2) ada petunjuk pengisian,
misal : berilah tanda centrang pada kotak yang sesuai. (3) ada penilaian sekedar cek : ada atau cek: tidak atau
dengan skoring misal : 0: tidak dilakukan 1: dilakukan tetapi belum benar 2: dilakukandengan benar (4) diberi tanggal
pelaksanaan (5) ditanda tangani (6) lebih baik dilampiri foto kejadian : siapa , melakukan apa dimana kapan. Misal: dr
Nurmala Kepala Puskesmas :Raja lima memantau ketrampilan menyuluh tehnik menyusui bidan Andini diPosyandu
Mawar tgl 28 Agustus 2016. (7) Bisa ditambah penilaian global : Menurut anda secara keseluruhan penampilan
petugas adalah (a) Sangat kurang (b) kurang (c) cukup (d) memuaskan.
5) Jika yang dipantau kegiatan sederhana, kelihatan ( bisa dilihat/observasi ) , dengan centrang ada dan tidak sudah
jelas . misal: persiapan kaji banding : (a) surat ijin ke dinas kesehatan (b) surat kesediaan menerima team studi
banding (c) kerangka acuan kaji banding (d) kuesioner kaji banding dll
6) Dibutuhkan rincian atau skoring jika yang dipanjtau/dinilai lebih abstrak misal Pemahaman Penanggung jawab
UKM terhadap program UKM : (1) paham jika (a) bisa menyebutkan program yang ada dibawah bimbingannya (b)
bisa menyebitkan nama petugas pengampu program UKM asuhannya (c) dapat menyebutkan kegiatan pokok
program UKM asuhannya (d) dapat menyebutkan cara pemantauan dan evaluasi program UKM asuhannya. Dlldll.
Yang sifatnya penilaian lebih cocok dilakukan oleh atasan kepada karyawannya bulan oleh teman sekerja dan
penilaiannya : tidak hanya paham atau tidak paham. Asumsinya atasannya lebih mengetahui apa yang harus
dimiliki/dikuasai karyawannya. Jika yang dinilai dan yang menilai sederajat atau lebih rendah dari tingkat kewenangan
dan keahliannya tentu hasilnya bias.
Kus Sularso Banyumanik 29 Agustus 2016
( Semakin lama semakin baik dan bermutu melalui peningkatan kinerja berkelanjutan. Mari bersama kita lihat kembali
dokumen akreditasi yang kita ,iliki terutama : Sudahkah ceklist diisi dan dimanfaatkan sebagai dokumen
akreditasi ???????? ) Serlamat bekerja . Sukses

EKLIS atau DAFTAR TILIK


Sebagai alat monitoring
Ceklist atau daftar tilik merupakan suatu alat yang bermanfaat dalam kegiatan pemantauan. Sayangnya banyak
dibuat tetapi tidak dilaksanakan.
Ada dalam lampiran Surat Keputusan
Yang dibuat oleh atasan.
Ceklist ini sering diabaikan
Tidak diisi dan dimanfaatkan
Baik oleh diri sendiri ataupun oleh atasan.
Juga jarang dilakukan oleh teman teman

Tentu atasan paling berperanan


Karena dengan alat ini membuktikan telah melakukan pemantauan
Karena daftar tilik memang digunakan
Diisi dan diberi tanda tangan.
Akan lebih meyakinkan
Jika diberi foto kegiatan pemantauan
Gambar pengisian daftar tilik oleh atasan
Diberi keterangan jelas dimana dan kapan dilakukan.
Sungguh aneh jika daftar tilik untuk persiapan kaji banding
Sampai pulang daftar tilik masih juga kosongan
Hanya sebagai pajangan
Kelengkapan surat keputusan.
Kalau ingin belajar bagaimana tentang daftar tilik dan penggunaannya
Ambillah buku tentang KIA
Hampir selalu diberikan contoh contohnya
Dan cara mengisinya.
Jika teman kerja yang melakukan pemantauan
Biasanya tentang kegiatan yang kelihatan
Misalnya tentang langkah mencuci tangan
Apakah secara urut semua dilakukan.
Atau daftar tilik tentang barang dan sarana kegiatan
Apakah semua telah disediakan.
Cukup dicentrang dan diberi keterangan.
Dengan jelas dan transparan
Untuk diri sendiri daftar tilik juga sering digunakan
Misalnya persiapan untukbepergian
Agar tidak ada yang ketinggalan
Repot kalau supervisi , sampai ditempat tak ada kaca mata kesayangan
Karena KIA dilakukan di dalam gedung dan dilapangan
Maka kegiatan UKM KIA yang dikerjakan
Menunjukkan pula kegiatan peningkatan mutu dan kinerja berkesinambungan
Yang sekarang sedang digalakkan
Kus Sularso Banyumanik 28 Agustus 2016
( Melakukan pemantauan dengan mengisi daftar tilik, mulai dari Input, proses dan output, dapat jadi bahan bagi
dokumentasi akreditasi Puskesmas. Jangan sia siakan. Mari membiasakan melakukan pemantauan dengan daftar
tilik. Lihat lagi : sudah adakah daftar tilik terisi di dokumen akreditasi ? )
Selamat bekerja , menggunakan ceklist.

ORIENTASI KERJA DI PUSKESMAS


BERBASIS KOMPETENSI (2)
1. Orientasi kerja berbasis kompetensi : sangat cocok di laksanakan di Puskesmas yang menempuh jalur Akreditasi
untuk meningkatkan kinerja dan perbaikan mutu serta keselamatan pasien secara berkesinambungan.
Pada orientasi berbasis kompetensi , selain pegenalan tempat kerja yang baru, dengan personel yang
menggawanginya, yang lebih penting adalah proses pembelajarannya yang sejalan dengan tugas yang akan
diembannya.
Pembelajaran disini menyangkut proses kerja di Puskesmas dan system kerja yang berlaku di Puskesmas. Mulai dari
kebijakan, prosedur kerja terstandar, adanya Rencana usulan Kegiatan, Rencana Pelaksanaan Kegiatan dan
pelaksanaan kegiatan dengan Kerangka Acuan kegiatan yang jelas, dimonitor , dievaluasi, diperbaikidan dibuat
perencanaan baru . Degan memasukkan inovasi dan pencegahan resiko.
2. Hasil yang diharapkan dari Orientasi kerja berdasar kompetensi adalah :
1) Karyawan baru memahami kondisi Puskesmas, seperti visi, misi, tata nilai yag berlaku tujuan, kebijakan,
perembangan kinerja da masalah yang dihadapinya.Karyawan baru berkemampuan mengintegrasikan pengetahuan ,
ketrampilan dan motivasinya dengan tujuan dan sistem yang berlaku di Puskesmas itu..
2) Materi pokok dalam pembelajaran selama orientasi adalah : pengenalan tugas pokok, uraian tugas integrasi, dan
tanggung jawab serta ketrampilan yag memadai.
3) Meningkatkan pemahaman dan ketrampilan awal dan tehnik dasar melaksanaan kegiatan .
4) Mengurangi kecemasan karyawan baru dalam memulai pekerjaan sehingga siap bekerja bahu membahu dengan
yang lain.
5) Secara bertahap karyawan baru terbiasa bekerja efektif denga rekan kerja yang baru dan para senior.
Perlu diingat bahwa orientasi kerja di Puskesmas ini bukan pelatihan, karena waktunya yang pendek dan luasnya
yang harus dipelajari. Namun yang perlu disadari adalah karyawan baru ini selama orientasi kerja perlu didampingi,
dan secara estafet, bergulir dari satu bidang kebidang lain. Sekama itu pula segala kegiatan dicatat dengan rapi ja
demi jam , hari demi hari.
3. Jenis orientasi kerja ini secara teoritis dibagi 2 jenis:
a. Pertama, induksi yaitu tahap awal ketika karyawan baru harus mempelajari apa yang akan dilakukan, kepada siapa
harus bekerja sama, berkoordinasi dan di mana tempat meminta bantuan, apa dan bagaimana peraturan yang harus
dijalankan, kebijakan, dan prosedur penting, dan seterusnya.
b. Kedua, sosialisasi yaitu yang berjangka lebih panjang di mana karyawan baru mempelajari budaya perusahaan,
norma-norma sistem nilai, dan pola perilaku yang disyaratkan oleh organisasi dan kelompok.
Karena kegiatan di Puskesmas merupakan gabungan kerja dalam gedung dan luar gedung maka sosialisasi juga
berupa : (1) sosialisasi Internal dan (2) sosialisasi eksternal.
4. Materi orientasi kerja : (1) Isu-isu organisasional (2) Hak dan kewajiban karyawan (3)Perkenalan-perkenalan (4)
Tugas-tugas pekerjaan.: ini bersifat spesifik dan perlu pendalaman : Buku pedoman dan panduan sesuai bidang
tugas karyawan , Prosedur-prosedur keselamatan kerja , Evaluasi kinerja , Sasaran-sasaran pekerjaan , Hubungan
dengan pekerjaan-pekerjaan lain dllnya.
Kus Sularso , Banyumanik, 22 Agustus 2016.
( Dari uraian (1) dan (2) , dapat memberi bayangan betapa besar manfaat yang dapat dipetik dari proses orientasi

karyawan baru/pindahan yang dilaksanaan dengan persiapan yang baik, dengan kerangka acuan yang jelas. )
Selamat bekerja. Sukses.

Orientasi kerja di Puskesmas (1)


1. Pengertian : Orientasi kerja : adalah aktivitas yang menyangkut pengenalan karyawan baru terhadap Puskesmas,
menyediakan landasan baru bagi karyawan baru itu untuk bisa mulai berfungsi secara efektif dan menyenangkan di
Puskesmas.
2. Tujuan Orientasi kerja karyawan di Puskesmas mempunyai beberapa tujuan, yaitu :
1. Mengenalkan karyawan baru akan system, yang berlaku di Puskesmas.
2. Penjalinan hubungan dengan atasan dan bawahan serta sesama karyawan.
3. Memberi kesempatan karyawan baru untuk mempelajari prosedur/mekanisme pekerjaan dan menyesuaiakan
irama kerjanya di Puskesmas.
4. Mengurangi jumlah stres dan kegelisahan yang dialami karyawan baru dan lama.
5. Mengurangi biaya penyesuaian karyawan ditempat baru, karena kesalahan prosedur, kesalahan tehnis dan
administratif yang tidak perlu.
6. Memberikan karyawan perasaan memiliki dengan memperlihat kan bagaimana pekerjaan mereka sejalan dengan
keseluruhan system di Puskesmas.
7. Memberikan motivasi kepada karyawan baru untuk tahu, mampu dan mau melaksanakan tugas barunya dengan
sebaik baiknya.
3. Manfaat : Orientasi kerja karyawan baru di Puskesmas mempunyai beberapa manfaat , yaitu :
1) Bagi Puskesmas : (1) memiliki karyawan yang lebih siap untuk bertugas. (2) Memiliki karyawan yang memiliki
informasi yang cukup tetang organisasinya. (3) Terbangunnya hubungan baik antar karyawan baru dan lama.
2) Bagi Karyawan yang bersangkutan: (1) Dapat mempelajari prosedur/mekanisme pekerjaan barunya. (2)
memberikan karyawan perasaan memiliki dengan memperlihat kan bagaimana pekerjaan mereka sejalan dengan
keseluruhan organisasi (3) Menerima informasi yang dibutuhkan dalam mengemban tugas barunya. (4) Merasa
diterima sebagai bagian organisasi.
3) Bagi Karyawan lain : (1) Bisa saling mengenal dan memahami. (2) Mendapat rekan kerja yang siap secara lahir
dan batin bahu membahu bekerja menyelesaikan tugas organisasi. (3) Mencairkan suasana dan menghiagkan syak
wasangka buruk dan membangun saling pengertian.
Kus Sularso: Banyumanik, 20 Agustus 2016.
( Orientasi karyawan baru/pindah jabatan kurang direncanakan dan dimanfaatkan dengan baik oleh berbagai
organisasi. Ketidak jelasan tujuan dan kurang mendalami manfaat orientasi inilah yang sering menjadi penyebabnya.
Bagi yang mempersiapkan diri untuk maju akreditasi mungkin uraian singkat diatas bermanfaat. ) Selamat bekerja .
Tetap semangat . Sukses selalu.

Quesioner Penjaringan Masukan Upaya Inovatif


10 pertanyaan dasar.
( sebuah contoh untuk P2M : Pencegahan dan pengendalian Penyakit Menular).
( panduan sebagai moderator pertemuan, pegangan saat wawancara eompom perorangan. )
1. Apakah masih ada penyakit menular yg menjadi masalah ditempat bapak ibu ? Jika ada apa?
a. Penyakit kronis/menahun : [1] TB [2] Kusta [3] Frambusia [4] Kaki gajah [5] HV/AIDS
b. Penyakit akut : [1] Diare [2] Ispa [3] Kulit/kelamin [5] Mata
2. Apakah sudah ada upaya untuk mengatasinya ? Baik dari pemerintah maupun Puskesmas atau masyarakat ?
a. Sudah ada ; [1] kadang adang saja [2] skalanya kecil [3] Tenaga terbatas [4] metodenya usang
b. Belum ada : [1] kendala biaya [2] kendala kebijakan [3] kendala adat istiadat/keagamaan
3. Kalau belum ada kemajuan atau kasusnya bertambah banyak? apa sebabnya ?
a. Faktor lingkungan
b. Faktor Upaya Kesehatan
c. Faktor Perilaku masyarakat.
d. Faktor sosial budaya/kegamaan
e. Faktor bawaan/keturunan
4. Apakah sudah ada usulan perbaikan, inovasi ?
a. Perbaikan/perubahan tenaga pelaksana/masyarakat
b. Perbaikan/perubahan tempat kegiatan
c. Perbaikan/perubahan waktu kegiatan
d. Perbaikan metode/tehnology/peralatan
5. Apakah bapak/ibu ada saran pemikiran ?
a. Perbaikan: [1] Tenaga yg lebih ramah [2] tempat yang lebih nyaman [3] waktu disaat masyarakat nerkumpul [4]
dukungan tokoh adat/keagamaan/masyarakat.
b. Hal baru: [1] Metode baru [2] Obat baru [3] sarana baru [4] Ketrampilan baru
6. Apakah inovasi itu dibutuhkan dukungan ?
[1]Dana [2] Pemikiran/data [3]Keahlian/ketrampilan [4]Kebijakan/peraturan
7. Pemikiran/usulan itu sudah ada konsep tertulis atau belum ? Apa usulan Bapak/Ibu ?
a. Sudah:
b. Belum :
8. Apakah kegiatan itu sudah pernah dilakukan ? Dtempat lain atau ditempat bapak /ibu sendiri ?
[1] Sudah :
[2] Belum:
9. Jika bapak / ibu setuju akan kita adakan pertemu8an untuk rencana kedepan . Apa usulan bapak/Ibu ?
[1] dimana ? [2] kapan ? [3] siapa yang diundang ? [5] bagaimana metodenya: ?
Terima kasih atas masukan / saran bapak/ibu. Sampai berjumpa dipertemuan berikutnya . akan ada undangan Dari
Puskesmas.
Kus Sularso Banyumanik 20 Agustus 2016
Semoga bermanfaat.
( Quesioner sebagai contoh bisa dikembangkan sendiri. Pegangan bagi moderator atau pimpinan rapat atau jia
bertemu secara kelompok maupun perorangan. Jika sudah terbiasa bisa langsung. )