Anda di halaman 1dari 8

Chapter 1

Chapter 2
1. Wirausahawan atau Entrepreneurship adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko
untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan.
Keuntungan :
Terbuka peluang untuk mencapai tujuan yang dikehendaki sendiri.
Terbuka peluang untuk mendemonstrasikan kemampuan serta potensi seseorang
secara penuh.
Terbuka peluang untuk memperoleh manfaat dan keuntungan secara maksimal.
Terbuka peluang untuk membantu masyarakat dengan usaha-usaha konkrit
Terbuka kesempatan untuk menjadi Bos.
2.Etika Wirausaha
Suatu kegiatan usaha haruslah dilakukan dng etika atau norma-norma yg berlaku di
masyarakat bisnis;
Etika atau norma-norma itu digunakan agar para pengusaha tidak melanggar aturan yg
telah ditetapkan dan usahanya dijalankan dgn memperoleh simpati dari berbagai
pihak.
3. Sikap dan perilaku pengusaha dan karyawan merupakan bagian penting dlm etika
wirausaha yg diberikan kpd pelanggan,adapun sikap dan perilaku tsb adalah ;
1.Jujur dlm bertindak & bersikap,
2.Rajin,tepat waktu dan tdk malas,
3.Murah senyum,ramah tama,pandai bergaul,
4.fleksibel dan suka menolong pelanggan,
5.Tanggung jawab dan rasa memiliki perusahaan.
4. Ciri wirausaha yg berhasil :
1.Memiliki visi dan tujuan yg jelas
2.Inisiatif dan selalu proaktif
3.Berorientasi pada prestasi
4.Berani mengambil resiko
5.Kerja keras
6.Bertanggung jawab thd segala aktifitas yg dijalankan
7.Komitmen pd berbagai pihak

8.Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dgn berbagai pihak.


5. Keterampilan yang dimiliki seorang wirausahawan :

Chapter 3
1.

3. Badan usaha adalah payung hukum yang membawahi usaha yang akan dijalankan.
Jenis-jenis badan usaha:
1. Persusahaan perseorangan merupakan usaha milik pribadi. Artinya modal dimiliki
oleh perorangan.
2. Firma (Fa) merupakan perusahaan yang pendiriannya dilakukan oleh dua orang atau
lebih dan menjalankan perusahaan atas nama perusahaan.
3. Perseroan Komanditer (Comanditer Vennotschap)
Perseroan komanditer merupakan persekutuan yang didirikan atas dasar kepercayaan.
Perusahaan perseroan komanditer dijalankan oleh seorang sekutu aktif dan
bertanggung jawab atas semua risiko atau kewajiban kepada pihak ketiga. Tanggung
jawab ini juga sampai pada penggunaan harta pribadi apabila harta perusahaan tidak
cukup untuk menutupi kewajibannya.
4. Koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan beberapa orang, artinya koperasi
merupakan kumpulan orang yang secara bersama-sama melakukan usaha.
5. Yayasan merupakan badan usaha yang tidak bertujuan mencari keuntungan, tetapi lebih
menekankan usahanya pada tujuan sosial.
6. Perseroan Terbatas adalah badan hukum yang memiliki tanggung jawab terbatas,
terbatas artinya terbatas tanggung jawabnya hanya sebatas modal yang disetorkan.
4. Dokumen-dokumen yang diperlukan oleh suatu usaha :

Tanda Daftar Perusahaan (TDP)


Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
Bukti Diri
Izin-izin bidang usaha :
1. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), diperoleh melalui Departermen Perdagangan.
2. Surat Izin Usaha Industri (SIUI), diperoleh melalui Departemen Perindustrian.
3. Izin domisili, dimana perusahaan atau lokasi proyek berada, diperoleh melalui
kelurahan setempat.
4. Izin gangguan diperoleh melalui kelurahan setempat dimana perusahaan berdomisili.
5. Izin mendirikan bangunan (IMB) diperoleh melalui pemerintah daerah setempat.
6. Izin dari departemen teknis sesuai dengan bidang usaha, seperti :

Izin usaha tambang diperoleh melalui Departemen Pertambangan.


Izin usaha perhotelan dan pariwisata diperoleh memalui departemen pariwisata.
Izin usaha farmasi dan rumah sakit diperoleh melalui Departemen Kesehatan.
Izin usaha pertanian diperoleh melalui Departemen Pertanian.
Izin usaha peternakan diperoleh melalui Departemen Peternakan.
Izin tenaga kerja asing jika perusahaan menggunakan tenaga kerja asing diperoleh

melalui Departemen Tenaga Kerja.


Izin usaha pendidikan diperoleh melalui Departemen Pendidikan Nasional.
5. Karna sesuai untuk usaha yang memiliki modal dan kapasitas besar serta jangkauan luas.
Kelebihannya antara lain tanggung jawab masing-masing pihak tergantung dari
jumlah modal yang disetor, luasnya bidang usaha yang dimiliki, dan kemudahan untuk
memperoleh modal atau ekspansi.
6. Proses mendirikan PT :
1. Mengadakan rapat umum pemegang saham.
Para calon pemegang saham bersepakat untuk membicarakan pembentukan usaha
dengan segala hak dan kewajibannya dalam rapat umum pemegang saham. Hasil rapat
ini dibuatkan notulennya, mulai dari awal sampai akhir sebagai bukti kesungguhan
mereka untuk mendirikan badan usaha.
2. Dibuatkan akte notaris.
Setelah ada kesepakatan untuk mendirikan badan usaha, kesepakatan itu dituangkan
dalam akte notaris. Didalam akte pendirian tersebut dicantumkan nama-nama pendiri,
komisaris, direksi, bidang usaha, dan tujuan perusahaan didirikan.
3. Didaftarkan di pengadilan negeri.

Selanjutnya oleh notaris akte ini didaftarkan di pengadilan negeri untuk mendapatkan
pengesahan sebagai badan hukum yang sah. Segala persyaratan harus harus segera
dipenuhi, seperti dokumen dan izin domisili, surat Tanda Daftar Perusahaan ( TDP)
dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) berikut bukti diri masing-masing.
4. Diberitakan dalam lembaran negara.
Badan usaha yang telah memperoleh legalitas dari Departemen Kehakiman akan
diberitakan dalam berita negara.
Syarat-syarat mendirikan perseroan terbatas :
1. PT didirikan sekurang-kurangnya oleh 2 orang.
2. Pendirian PT dituangkan dalam Akte Notaris.
3. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia.
4. Mencantumkan perkataan PT dalam Akte Notaris.
5. Disahkan oleh Menteri Kehakiman.
6. Didaftarkan berdasarkan Undang-Undang wajib daftar perusahaan.
7. Diumumkan dalam Berita Negara.
8. Memiliki modal dasar sekurang-kurangnya Rp. 20.000.000,00 (dua puluh juta
rupiah).
9. Modal ditempatkan sekurang-kurangnya 25% (lima puluh persen) dari modal
dasar.
10. Menyetor modal setor 50% (lima puluh persen) dari modal ditempatkan pada saat
perusahaan didirikan .
Bagi perseroan terbatas yang mengalami atau yang akan membuat perubahan dipersyaratkan
untuk:
1. Mencantumkan nama, maksud, dan tujuan kegiatan perseroan.
2. Memperpanjang jangka waktu perseroan.
3. Meningkatkan atau menurunkan modal.
4. Mengubah status perseroan terbatas dari tertutup menjadi terbuka atau sebaliknya.
Chapter 4
1. Organisasi adalah tempat atau wadah mencapai tujuan perusahaan atau tempat untuk
melakukan kegiatan perusahaan.
Alasan perusahan membentuk organisasi :

1. Tujuan dan bentuk badan usaha perusahaan.


Pendidikan perusahaan biasanya memiliki tujuan tertentu dan bentuk badan usaha
tersendiri. Hal-hal ini akan memengaruhi bentuk organisasi.
2. Jumlah tenaga kerja
Jumlah tenaga kerja yang kita miliki biasanya berkaitan erat dengan jumlah aktivitas
usaha.
3. Jumlah aktivitas
Jumlah aktivitas merupakan kemampuan perusahaan dalam melakukan kegiatan.
Semakin banyak kegiatan, maka rentang kendali yang dibutuhkan banyak dan
jangkauan atau cabang yang dimiliki pun luas.
4.Fleksibilitas
Kemungkinan perusahaan untuk berkembang ke depan juga perlu dipikirkan secara
matang.
5. Effisien
Agar perubahan dapat bekerja maksimal, perlu dipikirkan efesiensi biaya yang akan
dikeluarkan. Besarnya organisasi yang dibentuk akan berpengaruh terhadap biaya yang
akan dikeluarkan.
2. Bentuk-bentuk organisasi bisnis :
1. Organisasi Garis/Lini adalah Organisasi yang semata-mata memiliki hubungan
wewenang lini dalam organisasinya. Organisasi garis/lini merupakan bentuk
organisasi yang berskala kecil, dengan jumlah karyawan yang sedikit.
2. Organisasi Lini dan Staf adalah organisasi yang terdapat kesatuan komando,
terutama dalam pelimpahan wewenang dari pimpinan tertinggi kepada unit di
bawahnya dan berlangsung secara vertikal. Organisasi ini terdapat dua kelompok
wewenang dalam organisasi ini, yaitu wewenang lini dan wewenang staf
3. Organisasi Fungsional adalah organisasi yang terdiri dari beberapa fungsi.
Penyusunan organisasi ini didasarkan pada sifat dan macam-macam fungsi yang harus
dilaksanakan.
3. Perbedaan organisasi lini/garis dengan organisasi lini dan staf

4. Organisasi lini dan staff


Keuntungan :
a) Asas kesatuan pimpinan tetap dipertahankan sebab pimpinan tetap berada pada
satu tangan.
b) Adanya pembagian tugas yang jelas antara pimpinan, staf dan pelaksana.
c) Tipe organisasi lini dan staf fleksibel, karena dapat diterapkan pada organisasi
besar atau kecil, pemerintah atau swasta.
d) Asas the right man on the right place lebih mudah dilaksanakan.
e) Pengambilan keputusan relatif mudah karena mendapat bantuan pemikiran, saranf)
g)
h)
i)

saran, dan usul dari staf.


Koordinasi mudah dilakukan karena sudah ada pembidangan tugas yang jelas.
Disiplin dan moral karyawan tinggi karena tugasnya sesuai dengan spesialisasinya.
Keuntungan dari spesialisasi dapat diperoleh.
Bakat karyawan yang berbeda-beda dapat dikembangkan karena bekerja sesuai
dengan keahlian dan keterampilan.

Kelemahan :
a) Kelompok pelaksana sering bingung untuk membedakan perintah dan bantuan
nasihat.
b) Solidaritas para karyawan kurang sebab tidak saling mengenal.
5. Pertimbangan Penentuan Organisasi
1. Tujuan dan bentuk badan usaha perusahaan.
Pendidikan perusahaan biasanya memiliki tujuan tertentu dan bentuk badan usaha
tersendiri. Hal-hal ini akan memengaruhi bentuk organisasi.
2. Jumlah tenaga kerja
Jumlah tenaga kerja yang kita miliki biasanya berkaitan erat dengan jumlah aktivitas
usaha.
3. Jumlah aktivitas
Jumlah aktivitas merupakan kemampuan perusahaan dalam melakukan kegiatan.
Semakin banyak kegiatan, maka rentang kendali yang dibutuhkan banyak dan
jangkauan atau cabang yang dimiliki pun luas
4. Fleksibilitas
Kemungkinan perusahaan untuk berkembang ke depan juga perlu dipikirkan secara
matang.

5. Effisiensi
Agar perusahaan dapat bekerja maksimal, perlu dipikirkan efisiensi biaya yang akan
dikeluarkan. Besarnya organisasi yang dibentuk akan berpengaruh terhadap biaya
yang akan dikeluarkan.