Anda di halaman 1dari 13

Berikut ide tips pada pemasangan instalasi rumah bertingkat :

* Sebaiknya instalasi terbagi


berbeda untuk tiap lantai.

menjadi

group

instalasi

yang

* Jalur pembagian group dari kotak pengaman untuk lantai


atas(lantai 2,3,dst.) dapat diletakkan disisi luar tembok rumah
ataupun didalam tembok itu sendiri. Jika diletakkan disisi luar
tembok rumah, pastikan jalur tersebut terlindungi dengan baik.
Anda bisa menggunakan pipa peralon atau bahan lainnya yang tahan
terhadap perubahan cuaca dan yang terpenting harus kedap air.
Gambar ilustrasinya baik di luar maupun didalam tembok terlihat
seperti gambar dibawah ini.

* Usahakan pipa instalasi tidak tertanam didalam beton apalagi


titik sambungnya. Jikapun ada sebaiknya hanya pipa instalasi
untuk saluran menuju lampu penerangan, itupun juga jangan
dicabangkan didalam beton jika lampu penerangan tersebut dipasang
paralel dengan lampu lainnya.
Kita ambil contoh denah sederhana dibawah ini.

maka ilustrasi gambar realisasi pemasangan yang tampak dari depan


akan terlihat seperti gambar dibawah ini.

dan jika dilihat dari samping maka kotak sambung 1 atau kotak
sambung
2
yang
menuju
lampu akan terlihat seperti gambar dibawah ini.

Perlu di ingat, pastikan pipa instalasi yang akan ditanam dalam


beton harus benar-benar tertutup rapat alias tidak ada kebocoran,
terutama pada daerah sambungan pipa. Gunakan isolasi pada
sambungan pipa untuk lebih melindungi dari kebocoran.Satu hal
lagi, jika anda merasa risi/kurang cocok dengan penutup asli dari
kotak sambung anda bisa mengatur penanaman kotak sambung sedikit
lebih dalam dan membuat tutup modifikasi (seperti terlihat pada
gambar kotak sambung ke lampu diatas) yang terbuat dari kayu atau
bahan lainya sebagai penutup kotak sambung tersebut sehingga
nantinya jika tembok dirapikan akan terlihat rata. Jangan lupa
diberi tanda kecil pada daerah tempat tutup kotak sambung
tersebut sehingga jika suatu saat akan memperbaiki tidak
kebingungan mencarinya

Filosofi Beban Listrik


1.0 Persyaratan Beban.
Secara keseluruhan, kebutuhan daya yang diperlukan proyek pembangunan kilang baru atau
pengembangannya agar ditentukan sesuai dengan studi beban listrik kilang tersebut, termasuk
keberadaan beban dari masing-masing fasilitas dan hasil perhitungan awal agar dikonfirmasikan
dengan rancangan final (detail design).
Daftar beban listrik diperoleh dari peralatan mekanis (Mechanical Equipment List) yang
digunakan sebagai acuan utama dalam beban listrik yang diharapkan.
Beban pada kondisi operasi normal secara praktis tetap dengan sedikit perubahan pada beban
harian dan kondisi musim. Namun demikian, biasanya beban paling tinggi akan terjadi pada
musim panas, kondisi ini menggambarkan kenaikan kerja mesin pendingin dan beban-beban
HVAC untuk menyesuaikan temperatur udara yang lebih tinggi.
Beban-beban diklasifikasikan sesuai dengan sifatnya seperti kontinyu (C = continue), terputusputus (I = intermittent), dan standby (S). Beban-beban terputus-putus (intermittent) tergantung
faktor siklus kerja yang dapat ditambahkan pada beban kontinyu untuk mendapatkan beban ratarata (average load).
Beban total dihitung berdasarkan beban rata-rata, beban maksimum, dan beban rancangan.
Beban-beban listrik ditentukan berdasarkan rancangan konsep, dengan margin rancangan 25% di
atas beban rata-rata dengan memasukan perubahan beban pada kerangka pemakai pada saat
pengembangan rancangan guna mencapai perubahan diwaktu mendatang.
Pada tahap rancangan final dapat menggunakan margin sebesar 10% untuk kebutuhan di masa
yang akan datang.
2.0. Klasifikasi Pengguna.
Beban listrik diklasifikasikan sesuai dengan pelayanannya seperti: beban normal, beban khusus
(essential), dan beban kritis.
Beban Normal beban-beban yang berhubungan dengan produksi, di mana kehilangan pasokan
ini tidak akan menciptakan suatu kondisi yang tidak aman atau menghasilkan kerusakkan pada
peralatan. Beban-beban ini tidak mengalami perubahan pada kondisi operasi normal.
Beban-beban khusus (Essential) beban-beban ini berhubungan dengan keselamatan manusia
dan peralatan, walau demikian beban ini kemungkinan akan mengalami pemutusan singkat pada
pasokannya tanpa merusak peralatan dan tidak menimbulkan gangguan pada keselamatan
manusia yang terjadi pada saat pengoperasian awal generator darurat. Pada kondisi darurat,
beban khusus menerima suplai dari generator darurat (emergency generator) yang mampu
bertahan memasok daya sampai generator utama dapat dioperasikan atau sekurang-kurangnya
generator darurat dapat dioperasikan selama 24 jam.
Beban-beban Kritis beban kritis (critical loads) merupakan beban yang pasokan dayanya
harus dijaga kontinuitasnya untuk mencegah terjadinya kondisi tidak aman. Biasanya, beban ini
merupakan sistem kontrol proses produksi dan sistem keselamatan (safety), dan sistem
telekomunikasi. Masing-masing beban tersebut biasanya dipasok melalui UPS AC atau DC
dengan battere sebagai penyimpan daya cadangan dan mampu bekerja pada periode kerja
tertentu. Waktu kerja dari konfigurasi batere ini biasanya ditentukan pada awal rancangan yaitu
berkisar antara 30 menit sampai 60 menit. Waktu tersebut diperlukan untuk mengoperasikan
peralatan instrument dan control sebelum generator darurat dapat dioperasikan.
Beban-beban bukan listrik beban-beban yang digerakkan oleh penggerak listrik seperti

penggerak pneumatic dan hydraulic perlu diperhitungkan. Beban-beban ini dapat termasuk
dalam daftar beban sebagai suatu acuan.
3.0. Konsumsi pengguna daya
Untuk perhitungan kapasitas motor listrik penggerak pompa, efisiensi yang digunakan agar
mempertimbangkan efisiensi penggerak dan alat yang digerakkannya. Konsumsi daya listrik
ditentukan dari daya poros terpakai (absorbed shaft power) pada titik operasi proses normal
dibagi dengan efisiensi motor.
Semua beban-beban, efisiensi dan faktor daya yang digunakan pada studi ini merupakan nilai
perkiraan dengan menggunakan data peralatan yang sejenis yang telah ditentukan sebelumnya.
Nilai-nilai efisiensi motor dan faktor daya diambil dari data katalog standard produsen motor
tertentu yang sesuai dengan kerangka pasokan motor dari proyek serupa terdahulu. Hal yang
sama juga dilakukan terhadap tidak tersedianya data informasi rancangan dan data beban yang
tidak melibatkan proses produksi.
4.0 Kasus-kasus beban listrik.
Didalam beberapa kasus beban listrik ditentukan dengan cara berikut ini:
Beban rata-rata (average load) Situasi pada saat operasi normal dan merupakan pembebanan
rata-rata didasarkan pada operasi beban kontinyu dan beban terputus-putus.
Beban maksimum (Maximum Load) Beban ini ditentukan dari beban normal ditambah 125%
beban tambahan di mana beban cadangan yang paling besar sedang dioperasikan.
Beban rancangan (Design Load) Beban ini ditentukan dari beban normal dengan penerapan
rancangan (Design) yang diizinkan ditambah beban tambahan di mana beban cadangan terbesar
sedang beroperasi.
Beban-beban di atas, bersama-sama dengan detail operasi dari beban individu terbesar yang
digunakan untuk menentukan sifat keseluruhan beban dan persyaratan pembangkit daya. Secara
umum, pasokan daya harus sesuai dengan beban rancangan, sama seperti setiap perubahan beban
peralihan (transient) yang digabung ke pemakai tertentu (specific customer).
5.0. Persyaratan Beban/Kapasitor Perbaikan Faktor daya.
Semua komponen-komponen listrik dari pembangkitan dan distribusi listrik agar ditentukan
ukurannya untuk beban rancangan yang ditentukan seperti pada bagian ini.
Kapasitor perbaikan faktor daya agar dipasang pada switchboard tegangan menengah dan
pada semua switchboard/motor control center tegangan rendah, hanya jika diperlukan untuk
menjaga faktor daya sistem keseluruhan kilang minimum 0.9 terbelakang (lagging) untuk
mengurangi mengurangi penurunan tegangan reaktif, dan rugi-rugi daya.
Kapasitor perbaikan faktor daya tidak diperlukan bilmana mana kapasitas generator memenuhi
kriteria beban aktual.
Multi-step switch (sekurang-kurangnya 4 langkah/step) otomatis yang dirancang untuk
memperbaiki faktor daya dengan mengatur jumlah kapasitor yang terhubung ke sistem yang
dipasang pada masing-masing switchboard tegangan rendah.
Kapasitor perbaikan daya agar disuplai dengan reaktor air-core dan RVT (Residual Voltage
Transformer) untuk membatasi arus inrush (inrush current) dan untuk menekan harmonis yang
dioperasikan melalui vakum atau unit kontaktor yang cocok. MV capacitor banks agar dipilih
jenis pasangan luar.
Kapasitor perbaikan faktor daya agar mempunyai rugi-rugi yang rendah, metal enclosed, jenis

hermetic sealed. Semua unit-unit kapasitor agar mempunyai proteksi sikring masing-masing
fasanya.
Kapasitor tegangan menengah agar dilengkapi dengan konfigurasi hubungan bintang (star)
dengan dasar minimum 4 buah unit fasa tunggal yang dipasang paralel perfasa. Sistem insulation
agar dirancang agar tahan terhadap tegangan lebih kontinyu senilai 110% dari tegangan normal.

JENIS JENIS PENGAMAN ARUS LISTRIK


JENIS JENIS PENGAMAN LISTRIK
Pengaman dalam dunia kelistrikan adalah sebuah cara dan tindakan usaha untunk
mengamankan peralatan
listrik yang kita pakai sehari hari, terutama pengaman ini sangat penting juga untuk
mengamankan kita
dari bahaya yang bisa disebabkan dari arus listrik tersebut seperti kebakaran akibat
korsleting listrik
yang tidak ada pengaman nya.
Berikut ini saya akan jelaskan beberapa jenis pengaman listrik yang saya ketahui di
antaranya:
1. MCB
2. MCCB
3. ACB
4. ELCB
5. Surge Arrester
1. MCB ( Miniatur Circuit Breaker)

Pengertian MCB
MCB adalah suatu peralatan pemutus rangkaian listrik pada suatu sistem tenaga
listrik, yang mampu untuk membuka dan menutup rangkaian listrik pada semua
kondisi,
termasuk arus hubung singkat, sesuai dengan ratingnya. Juga pada kondisi
tegangan yang normal ataupun tidak normal.

Miniature Circuit Breaker (MCB) di desain dengan fungsi utama untuk :


a. mengamankan kabel terhadap beban lebih dan arus hubung singkat.
b. melewatkan arus tanpa pemanasan lebih.
c. membuka dan menutup sebuah sirkit di bawah arus pengenal.
PEMILIHAN MINIATURE CIRCUIT BREAKER (MCB)
Pemilihan pemutus tenaga ditentukan oleh beberapa hal :
1. Standar
- SPLN 108 / SLI 175, bila digunakan oleh pemakai umum (instalasi perumahan
kapasitas pemutusan rendah)
- IEC 60947-2, bila digunakan oleh ahlinya (aplikasi industri - kapasitas pemutusan
tinggi)
2. Kapasitas pemutusan
Kapasitas pemutusan suatu pemutus tenaga harus lebih besar dari arus hubung
singkat pada titikinstalasi di mana pemutus tenaga tersebut dipasang. Pada
diagram garis suatu
sistem, disarankan untuk juga menyebutkan besar kapasitas pemutusan di samping
arus pengenal pemutus tenaga yang digunakan.
3. Arus Pengenal
Arus pengenal pemutus tenaga harus disesuaikan dengan besarnya arus beban
yang dilewatkan kabel dan lebih kecil dari arus yang diijinkan pada kabel.
4. Tegangan
Tegangan operasional pengenal pemutus tenaga harus lebih besar atau sama
dengan tegangan sistem.
5. Frekuensi sistem
6. Aplikasi beban
Tipe kabel yang diamankan, tembaga atau alumunium.
2. MCCB

MCCB Adalah pemutus sirkit tegangan menengah.


Dalam memilih circuit breaker hal-hal yang harus dipertimbangkan adalah :
a. Karakteristik dari sistem di mana circuit breaker tersebut dipasang.
b. Kebutuhan akan kontinuitas pelayanan sumber daya listrik.
c. Aturan-aturan dan standar proteksi yang berlaku.

Karakteristik sistem
1. Sistem tegangan
Tegangan operasional dari circuit breaker harus lebih besar atau minimum sama
dengan tegangan sistem.
2. Frekuensi sistem
Frekuensi pengenal dari circuit breaker harussesuai dengan frekuensi sistem. Circuit
breaker Merlin Gerin dapat beroperasi pada frekuensi 50 atau 60 Hz. Untuk aplikasi
pada
frekuensi 400 Hz silahkan hubungi kami.
3. Arus pengenal
Arus pengenal dari circuit breaker harus disesuaikan dengan besarnya arus beban
yang dilewatkan oleh kabel, dan harus lebih kecil dari arus ambang yang diijinkan
lewat
pada kabel.
4. Kapasitas pemutusan
Kapasitas pemutusan dari circuit breaker harus paling sedikit sama dengan arus
hubung singkat prospektif yang mungkin akan terjadi pada suatu titik instalasi
dimana circuit
breaker tersebut dipasang.
5. Jumlah pole dari circuit breaker
6.Jumlah pole dari circuit breaker sangat tergantung kepada sistem pembumian dari
sistem.
Kebutuhan kontinuitas sumber daya
Tergantung dari kebutuhan tingkat kontinuitas pelayanan sumber daya listrik, dalam
memilih circuit breaker harus diperhatikan :
1. Diskriminasi total dari dua circuit breakaer yang ditempatkan secara seri
2. Diskriminasi terbatas (sebagian), diskriminasi hanya dijamin sampai tingkat
3.arus gangguan tertentu.
Aturan-aturan dan standar proteksi
Aturan-aturan instalasi listrik yang berlaku seperti PUIL harus diperhatikan dan
dituruti. Standar-standar yang diacu baik standar lokal maupun standar
internasional harus
diperhatikan seperti SPLN, IEC 60947-2. Untuk spesifikasi lain yang mengacu pada
standar-standar lain ataupun aplikasi khusus dan spesifik, silahkan hubungi kami
3. ACB ( Air Circuit Breaker )

ACB Adalah Air Circuit Breaker. ACB keluaran Merlin Gerin bernama MASTERPACT
Teknologi terbaru Merlin Gerin telah menghasilkan konsep baru untuk Power Circuit
Breaker. Dengan segala kelebihan dari konstruksi modular dalam polyester
enclosure,
Masterpact menawarkan performance yang lebih dari sekedar memenuhi standar
Internasional. Masterpact memiliki ketahanan thermal yang tinggi sehingga
memungkinkan
cara kerja yang disebut dengan Diskriminasi Total. Hal ini dapat menjamin
kontinuitas pelayanan sumber daya listrik karena pada saat terjadi gangguan
(hubung singkat),
Masterpact akan "menunda" pemutusan, sebelum semua circuit breaker di sisi
bawahnya terputus (trip). Sehingga, jika gangguan tersebut hanya terjadi pada satu
titik, maka
circuit breaker pada daerah itu sajalah yang terputus.
Masterpact, tanpa perawatan
Tanpa perawatan, Masterpact dapat dioperasikan sebanyak 10.000 kali pada 1600A.
Jika dalam sehari terjadi 2 kali trip, maka Masterpact dapat melayani instalasi
selama
13,7 tahun tanpa perawatan. Hanya dengan mengganti contact point dan arc
chutenya, Masterpact dapat beroperasi 20.000 kali pada 1600A.
Masterpact, withdrawable
- Circuit breaker dapat dikeluarkan dan dimasukkan dengan cepat tanpa melepas
circuit daya, sehingga mempermudah perawatan
- Dapat dilakukan test/uji trip unit

- Posisi circuit breaker dapat diketahui ("connected", "test", "disconnected")


- Dengan menambahkan penyangga dapat dibentuk menjadi fixed type
Masterpact NT & NW
630 s/d 6300 A
Ics = 100% Icu
5 level performance
N1 : standard performance
H1 : high performance
H2 : very high performance
H3 : very high performance + high level of discrimination
L1 : current limiter
Dimensi yang optimal
- 1 frame size untuk Masterpact NT, power circuit breaker terkecil di dunia
- 2 frame size untuk Masterpact NW
Arc chute dengan desain baru yang dilengkapi dengan filter stainless steel
- Menyerap energi yang dihasilkan saat pemutusan sehingga dapat membatasi
stress yang timbul pada instalasi
- Menyaring dan mendinginkan gas yang dihasilkan dan mengurangi percikan
partikel keluar yang timbul pada saat hubung singkat.
Micrologic, intelligent trip unit
- Fungsi proteksi dan pengukuran yang terintegrasi
- Tampilan LCDdigital
- Sistem proteksi dapat disetting dengan menggunakan dial atau keypad (double
setting)
- Pilihan komunikasi untuk mengintegrasikan circuit breaker ke dalam sistem
supervisi, sehingga fungsi proteksi, kontrol dan monitoring dapat dilakukan dari
jarak jauh
4. ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker)

Bagaimana mengamankan manusia dan peralatan?


Tahukah anda bahwa 30% gangguan listrik pada instalasi bukan disebabkan oleh
beban lebih ataupun hubung singkat, tetapi akibat gangguan isolasi? Perlengkapan
isolasi dan
pengkabelan yang buruk,atau alat yang dipakai salah dapat menyebabkan
kerusakan pada peralatan (api) dan manusia (kematian).
Resiko atas kebakaran.
Akibat utama dari gangguan arus yang melalui konduktor atau alat lain yang tidak
diharapkan untuk menerima arus adalah peningkatan suhu yang tidak normal. Suhu
yang
tinggi ini dapat menyebabkan kerusakan pada kabel atau bahkan percikan api pada
material, lalu terbakar.
Resiko akan kematian
Hal ini terjadi pada manusia dan disebut juga "Electrocution". Electrocution ialah
mengalirnya arus ke tubuh manusia, dan sangat berbahaya. Aliran arus merusak
dua fungsi
tubuh yang vital : pernapasan dan detak jantung. Penelitian menyatakan skala
resiko berdasarkan dua faktor : arus pengenal dan lamanya waktu kontak.
Jenis Proteksi yang disediakan oleh gawai arus bocor
Gawai arus bocor memberikan dua macam pengamanan :
Pengaman manusia
Kontak langsung
Terjadi bila manusia memegang langsung kawat atau kabel fasa bertegangan.
Pengamanan terhadap resiko kontak langsung dapat berupa :
- isolasi kabel fasa tegangan
- boks panel, dll
Tetapi bagaimanapun sangatlah direkomendasikan adanya pengaman tambahan,
dengan kata lain menggunakan gawai arus bocor untuk mencegah berbagai resiko
masuknya
listrik kedalam tubuh manusia.
Untuk itu, standar IEC kini sudah menetapkan pemasangan gawai arus bocor
dengan sensitifitas 30 mA jika pengaman manusia dibutuhkan. (soket, instalasi
listrik kamar
mandi dll.). Dimana gawai arus bocor akan otomatis trip apabila arus bocor yang
terdeteksi melebihi ambang batas 30 mA.
Kontak Tak Langsung

Terjadi apabila manusia memegang bagian logam yang bertegangan akibat


kegagalan isolasi. Besarnya arus bocor tergantung pada resistansi bocor dan
penyambungan netral.
Arus bocor akan kembali ke sumber lewat konduktor pengaman atau lewat bumi.
Oleh karena itu, gawai arus bocor dengan sensitifitas 30 mA sangat
direkomendasikan
sebagai pengaman kontak tak langsung,
Pengaman Peralatan
Pengaman api
Telah diketahui bahwa arus 500mA pada dua titik kontak dua logam bertegangan
yang berdekatan dapat menimbulkan percikan api. Apapun sistem pembumian yang

digunakan untuk pengaman terhadap api haruslah dilengkapi dengan sensitifitas


pengaman : IDn<300 mA.
Bagaimana memilih ELCB?
Untuk memilih gawai arus bocor, yang harus diperhatikan adalah fungsi dari
masing-masing gawai arus bocor tersebut.
ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker)
Produk ini hanya mempunyai satu fungsi, mendeteksi arus bocor. Tidak terdapat
pengaman thermal dan magnetis, sehingga ELCB harus diamankan terhadap
hubung singkat
oleh MCB sisi atasnya. ELCB tidak boleh dipasang apabila kemungkinan hubung
singkat melebihi 6kA. ELCB dapat dipadukan dengan alat bantu (auxiliary) seperti :
OFS,
MX, MN yang menyediakan fasilitas signaling jarak jauh dan trip jarak jauh. ELCB
mempunyai mekanisme trip tersendiri dan juga dapat dioperasikan secara manual
seperti
saklar. Alat ini digunakan jika pengaman arus bocor dibutuhkan pada sekelompok
sirkit yang maksimum terdiri dari 4 sirkit. Untuk memilih gawai arus bocor, yang
harus
diperhatikan adalah fungsi dari masing-masing gawai arus bocor tersebut.

5. Surge Arreste

Tegangan surya, yang sering disebut spike (paku) atau transient umumnya terjadi
pada kebanyakan jaringan listrik berupa kenaikan tegangan yang sangat cepat.
Terjadinya
tegangan surya dapat disebabkan oleh petir atau gerakan switching
(penyambungan-pemutusan) dari kontaktor, pemutus tenaga, thiristor dan
switching kapasitor .Tegangan
surya tersebut dapat menimbulkan kerusakan pada peralatan listrik akibat adanya
tekanan pada komponen isolasi yang jauh di luar batas tegangannya.
Surge Arrester terdidri dari 2 tipe penggunaan :
Tipe 1 (Class1)
Digunakan apabila ada resiko terkena arus sambaran langsung dan harus dipasang
pada bangunan yang menggunakan Lightning conductor/rod
Teknologi : Spark Gap
Iimp (10/350 ms): 35, 50 dan 100kA
Response time 1ms
Sistem Monoblok (DIN Rail)
Tipe 2 (Class2)
Digunakan untuk memotong tegangan surya dengan cara penggabungan beberapa
komponen Metal Oxyde Varistor (MOV), memberikan pengamanan terhadap
tegangan
surja tersebut pada :
- Peralatan elektronik rumah tangga : televisi, oven, lemari es, komputer,dll
- Peralatan elektronik industri : PLC, kontrol motor, mesin, pompa, dll

Teknologi : Metal Oxyde Varistor (MOV)


Imaks (8/20ms) : 8, 20, 40 dan 65 kA
Response time 25ns
Sistem :
1. Tipe Fixed/Monoblok (DIN Rail) : Tipe PF
2. Tipe Plug In/Draw out (DIN Rail) : Tipe PRD
Kami juga menjual arrester dengan merk OBO dengan bentuk fisik seperti gambar
di bawah ini :
Arrester OBO memiliki karakteristik yang sedikit berbeda dengan Merlin Gerin
terutama dalam hal nilai Arus Surge Maksimal.
Kemampuan arus surge maksimal adalah kemampuan arus surge maksimal tiap
blok dikalikan dengan jumlah blok, ini dikarenakan arrester OBO dapat dirangkai
sendiri
sesuai dengan kebutuhan. ( 1 phasa, 3 phasa, atau dengan netral )