Anda di halaman 1dari 10

Doa Bulan Rajab dan Syaban menyambut Ramadhan

Allaahumma baariklanaa fii Rajaba


Syabaana wa ballighna Ramadhana.

wa

Yang artinya: Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban ini, dan sampaikanlah umur kami bertemu
Ramadhan.
Kelebihan Bulan Rajab
Beberapa hadis Rasulullah saw menunjukkan kelebihan bulan rajab:
1.Hendaklah kamu memuliakan bulan Rajab, niscaya Allah memuliakan kamu dengan seribu kemuliaan di hari Qiamat.
2.Bulan Rajab bulan Allah, bulan Syaban bulanku, dan bulan Ramadhan bulan umatku.
3.Kemuliaan Rajab dengan malam Isra Mirajnya, Syaban dengan malam nisfunya dan Ramadhan dengan LailatulQadarnya.
4.Puasa sehari dalam bulan Rajab mendapat syurga yang tertinggi (Firdaus).Puasa dua hari dilipatgandakan
pahalanya.
5.Puasa 3 hari pada bulan Rajab, dijadikan parit yang panjang yang menghalangnya ke neraka (panjangnya setahun
perjalanan).
6.Puasa 7 hari pada bulan Rajab, ditutup daripadanya 7 pintu neraka.
7.Puasa 16 hari pada bulan Rajab akan dapat melihat wajah Allah di dalam syurga, dan menjadi orang yang pertama
menziarahi Allah dalam syurga.
8.Kelebihan bulan Rajab dari segala bulan ialah seperti kelebihan Al-Quran keatas semua kalam (perkataan).
9.Puasa sehari dalam bulan Rajab seumpama puasa empat puluh tahun dan iberiminum air dari syurga.
10.Bulan Rajab Syahrullah (bulan Allah), diampunkan dosa orang-orang yang meminta ampun dan bertaubat kepadaNya. Puasa dalam bulan Rajab, wajib bagi yang ber puasa itua.Diampunkan dosa-dosanya yang lalu. Dipelihara Allah
umurnya yang tinggal.Terlepas daripada dahaga di akhirat.
11.Puasa pada awal Rajab, pertengahannya dan pada akhirnya, seperti puasa sebulan pahalanya.
12.Siapa bersedekah dalam bulan Rajab, seperti bersedekah seribu dinar,dituliskan kepadanya pada setiap helai bulu
roma jasadnya seribu kebajikan, diangkat seribu derjat, dihapus seribu kejahatan
Dan barang siapa berpuasa pada tgl 27 Rajab/ Isra Miraj akan mendapat pahala seperti 5 tahun berpuasa.
Barang siapa yang berpuasa dua hari di bulan Rajab akan mendapat kemuliaan di sisi ALLAH SWT. Barang siapa
yang berpuasa tiga hari yaitu pada tgl 1, 2, dan 3 Rajab, maka ALLAH akan memberikan pahala seperti 900 tahun
berpuasa dan menyelamatkannya dari bahaya dunia, dan siksa akhirat.
Barang siapa berpuasa lima hari dalam bulan ini, permintaannya akan dikabulkan.
Barang siapa berpuasa tujuh hari dalam bulan ini, maka ditutupkan tujuh pintu neraka Jahanam dan barang siapa
berpuasa delapan hari maka akan dibukakan delapan pintu syurga.

Barang siapa berpuasa lima belas hari dalam bulanini, maka ALLAH akan mengampuni dosa-dosanya yang telah
lalu dan menggantikan kesemua kejahatannya dengan kebaikan, dan barang siapa yang menambah(hari-hari puasa)
maka ALLAH akan menambahkan pahalanya.
Sabda Rasulullah SAW lagi : Pada malam Miraj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih
sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s.: Wahai Jibril untuk siapakan
sungai ini ?Maka berkata Jibrilb a.s.: Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk
engkau dibulan Rajab ini. Dalam sebuah riwayat Tsauban bercerita : Ketika kami berjalan bersama-sama Rasulullah
SAW melalui sebuah kubur,lalu Rasulullah berhenti dan beliau menangis dengan amat sedih, kemudian beliau berdoa
kepada ALLAH SWT.
Lalu saya bertanya kepada beliau: Ya Rasulullah mengapakah engkau menangis? Lalu beliau bersabda : Wahai
Tsauban, mereka itu sedang disiksa dalam kuburnya, dan saya berdoa kepada ALLAH, lalu ALLAH meringankan siksa
ke atas mereka. Sabda beliau lagi: Wahai Tsauban, kalaulah sekiranya mereka ini mau berpuasa satu hari dan
beribadah satu malam saja di bulan Rajab niscaya mereka tidak akan disiksa di dalam kubur.
Tsauban bertanya: Ya Rasulullah, apakah hanya berpuasa satu hari dan beribadah satu malam dalam bulan Rajab
sudah dapat mengelakkan dari siksa kubur? Sabda beliau: Wahai Tsauban, demi ALLAH Zat yang telah mengutus
saya sebagai nabi, tiada seorang muslim lelaki dan perempuan yang berpuasa satu hari dan mengerjakan sholat
malam sekali dalam bulan Rajab dengan niat karena ALLAH, kecuali ALLAH mencatatkan baginya seperti berpuasa
satu tahun dan mengerjakan sholat malam satu tahun.
Sabda beliau lagi: Sesungguhnya Rajab adalah bulan ALLAH, Syaban adalah bulan aku dan bulan Ramadhan adalah
bulan umatku. Semua manusia akan berada dalam keadaan lapar pada hari kiamat, kecuali para nabi, keluarga nabi
dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab, Syaban dan bulan Ramadhan. Maka sesungguhnya mereka
kenyang, serta tidak akan merasa lapar dan haus bagi mereka.

Amalan dan Dzikir Di Bulan Rajab


Di bulan Rajab terdapat amalan khusus dan amalan umum. Amalan khusus adalah amalan yang dilakukan pada hari
atau malam tertentu di bulan Rajab. Adapun amalan umum adalah amalan yang dilakukan selama di bulan Rajab.
Amalannya sebagai berikut:
Pertama: Rasulullah saw juga bersabda: Bulan Rajab adalah bulan permohonan pengampunan bagi ummatku, maka
hendaknya mereka memperbanyak istighfar di dalamnya. Yakni:



Astaghfirullha wa atbu ilayh
Aku mohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya
Kedua: Dalam suatu riwayat disebutkan: Bagi yang tidak mampu berpuasa agar memperoleh pahala puasa di bulan
Rajab, maka hendaknya setiap hari ia membaca tasbih berikut 100 kali:

Subhnal ilhil jall, subhna Man l yanbaghit


tasbhu ill lahu, subhnal aazzil akram,
subhna Man labisal izzi wa huwa lahu ahlun.
Maha suci Tuhan Yang Maha Agung, Maha suci yang tak layak bertasbih kecuali kepada-Nya, Maha suci Yang Maha
Agung dan Maha Mulia, Mahasuci Yang Menyandang keagungan dan hanya Dia yang layak memilikinya.
Ketiga: Membaca:



Y Dzal jalli wal-ikrm, y Dzan nami waljd, y Dzal manni wath-thawl, harrim syaibat
`alan nri.
Wahai Yang Maha Agung dan Maha Mulia, wahai Pemilik kenikmatan dan kedermawanan, wahai Pemilik anugerah
dan karunia, selamatkan putihnya rambutku dari api neraka.
Keempat: Rasululah saw bersabda: Barangsiapa yang membaca di bulan Rajab Istighfar berikut sebanyak 100 kali
dan mengakhirnya dengan bersedekah, Allah akan mengakhirinya dengan rahmat dan maghfirah. Barangsiapa yang
membacanya 400 kali, Allah memcatat baginya pahala 100 syuhada:



Astaghfirullha lilaha illa Huwa wahdahu l
syarkalah, wa atbu ilayh.
Aku memohon ampun kepada Allah, tiada Tuhan kecuali Dia Yang Maha Esa, Yang tiada sekutu bagi-Nya, aku
bertaubat kepada-Nya.
Kelima: Membaca Lailha illallh (1000 kali).
Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang membaca di bulan Rajab Lilha illallh sebanyak seribu kali , Allah
mencatat baginya seratus ribu kebaikan dan membangunkan baginya seratus kota di surga.
Keenam: membaca Astaghfirullh wa atbu ilayh, pagi dan sore sebanyak (70 kali), dan diakhiri dengan membaca
doa:


Allhummaghfirl wa tub `alayya
Ya Allah, ampuni aku dan bukakan pintu taubat bagiku.
Dalam suatu hadis dikatakan: Barangsiapa yang membaca Istighfar pagi dan sore sebanyak 70 kali dan kemudian
diakhiri dengan doa tersebut dengan mengangkat tangannya, jika ia mati di bulan Rajab matinya diridhai oleh Allah dan
tidak disentuh oleh api neraka karena berkah bulan Rajab.

Ketujuh: membaca istighfar berikut sebanyak seribu kali agar diampuni dosanya oleh Allah Yang Maha Penyayang:



Astaghfirullha Dzal jalli
jam`idz dzunbi wal-tsm

wal-ikrm

min

Aku mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung dan Maha Mulia dari semua dosa dan kesalahan.
Kedelapan: membaca Surat Al-Ikhlash sebelas ribu kali atau seribu kali atau seratus kali.
Dalam suatu riwayat dikatakan: Barangsiapa yang membaca Surat Al-Ikhlash seratus kali pada hari Jumat bulan
Rajab, ia akan memperoleh cahaya yang mengantarkan ke surga.
Kesembilan: Dalam suatu hadis disebutan: Barangsiapa yang berpuasa sehari di bulan Rajab, dan melakukan shalat
sunnah empat rakaat (2 kali salam). Rakaat pertama setelah Fatihah membaca ayat Kursi seratus kali, dan rakaat
kedua setelah Fatihah membaca Surat Al-Ikhlash dua ratus kali, maka saat matinya ia akan menyaksikan tempatnya di
surga atau diperlihatkan kepadanya.
Kesepuluh: Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang melakukan shalat sunnah empat rakaat (2 kali salam) pada
hari Jumat di bulan Rajab antara shalat Zuhur dan Ashar; setiap rakaat setelah Fatihah membaca ayat Kursi tujuh kali
dan Surat Al-Ikhlash, kemudian sesudah salam membaca Astaghfirullhalladz lilha ill Huwa wa as-aluhut tawbah
(10 kali), Allah mencatat baginya dari hari itu (hari ia melakukan shalat) sampai hari kematiannya setiap hari seribu
kebaikan; memberinya untuk setiap ayat yang ia baca satu kota di surga dari yaqut merah; untuk setiap hurufnya satu
istana di surga dari mutiara; diberinya pasangan bidadari dan diridhai tanpa sedikitpun murka; dan Allah mencatatnya
sebagai orang-orang ahli ibadah, dan mengakhiri hidupnya dengan kebahagiaan dan pengampunan yang terbaik.
Kesebelas: Puasa tiga hari: hari kamis, Jumat dan Sabtu.
Dalam suatu hadis disebutkan: Barangsiapa yang berpuasa pada Kamis, Jumat dan Sabtu di bulan-bulan yang mulia,
Allah mencatat baginya ibadah sembilan ratus tahun.
Kedua belas: Shalat enam puluh rakaat selama bulan Rajab; setiap malam dua rakaat, setiap rakaat setelah Fatihah
membaca Surat Al-Kafirun (3 kali) dan Surat Al-Ikhlash (sekali). Sesudah salam membaca doa berikut sambil
mengangkat tangan:

Lilaha illallhu wahdahu l syarkalah, lahul mulku wa


lahul hamdu, yuhy wa yumt, wa Huwa hayyun l yamt,
biyadihil khayr wa Huwa al kulli syay-in qadr, wa ilayhil
mashr, wal hawla wala quwwata ill billahil `aliyyil
`azhm. Allahumma shalli `al Muhammadin an-nabiyyil
ummi wa lihi.
Tiada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kekuasaan dan pujian. Dialah
Yang Menghidupkan dan mematikan. Dia Yang Hidup dan tidak mati, di tangan-Nya segala kebaikan, Dia Maha Kuasa
atas segala sesuatu, kepada-Nya kembali segalanya, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah Yang Tinggi dan
Maha Agung. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad Nabi yang ummi dan keluarganya.
Diriwayatkan dari Nabi saw bahwa orang yang melakukan amalan tersebut Allah mengijabah doanya dan memberinya
enam puluh pahala haji dan umrah.
Ketiga belas: Rasulullah saw bersabda: orang yang membaca Surat Al-Ikhlash (100 kali) dalam shalat sunnah dua
rakaat di malam bulan Rajab, nilainya sama dengan berpuasa seratus tahun di jalan Allah, dan memberinya seratus
istana di surga, setiap istana bertetangga dengan para Nabi (as).
Keempat belas: Imam Ali bin Abi Thalib (as) berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang membaca
setiap hari dan malam di bulan Rajab, Syaban dan Ramadhan Surat Al-Fatihah, ayat Kursi, Surat Al-Kafirun, AlIkhlash, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing (3 kali), kemudian membaca masing-masing (3 kali):








Subhnallhi wal-hamdulillhi, wa lilha
illallh wallhu akbar, wal hawla wal quwwata
ill billhil `aliyyil `azhm.
Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan kekuatan kecuali
dengan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung


Allhumma shalli
Muhammad

`al

Muhammadin

wali

Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad


Allhummaghfir lil-muminna wal-mumint
Ya Allah, ampuni kaum mukminin dan mukminat
Kemudian membaca istighfar berikut (400 kali):



Astaghfirullha wa atbu ilayh
Aku mohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya,
maka Allah swt akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya walaupun sebanyak tetesan hujan, daun-daun pepohonan,
dan buih di lautan.
Keutamaan di Bulan Syaban
Syaban adalah istilah bahasa Arab yang berasal dari kata syiab yang artinya jalan di atas gunung. Islam kemudian
memanfaatkan bulan Syaban sebagai waktu untuk menemukan banyak jalan, demi mencapai kebaikan.
Karena bulan Syaban terletak di antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan, karena diapit oleh dua bulan mulia ini,
maka Syaban seringkali dilupakan. Padahal semestinya tidaklah demikian. Dalam bulan Syaban terdapat berbagai
keutamaan yang menyangkut peningkatan kualitas kehidupan umat Islam, baik sebagai individu maupun dalam lingkup
kemasyarakatan.
Karena letaknya yang mendekati bulan Ramadhan, bulan Syaban memiliki berbagai hal yang dapat memperkuat
keimanan. Umat Islam dapat mulai mempersiapkan diri menjemput datangnya bulan termulia dengan penuh suka cita
dan pengharapan anugerah dari Allah SWT karena telah mulai merasakan suasana kemuliaan Ramadhan.
Rasulullah SAW bersabda,

Bulan Syaban adalah bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadan.
Bulan Syaban adalah bulan diangkatnya amal-amal. Karenanya, aku menginginkan pada saat diangkatnya amalku,
aku dalam keadaan sedang berpuasa. (HR Abu Dawud dan Nasai)
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan pengakuan Aisyah, bahwa Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa (sunnah)
lebih banyak daripada ketika bulan Syaban. Periwayatan ini kemudian mendasari kemuliaan bulan Syaban di antar
bulan Rajab dan Ramadhan.
Karenanya, pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak berdzikir dan meminta ampunan serta
pertolongan dari Allah SWT. Pada bulan ini, sungguh Allah banyak sekali menurunkan kebaikan-kebaikan
berupa syafaat (pertolongan), maghfirah (ampunan), dan itqun min adzabin naar (pembebasan dari siksaan api
neraka).
Dari sinilah umat Islam, berusaha memuliakan bulan Syaban dengan mengadakan shodaqoh dan menjalin
silaturrahim. Umat Islam di Nusantara biasanya menyambut keistimewaan bulan Syaban dengan mempererat
silaturrahim melalui pengiriman oleh-oleh yang berupa makanan kepada para kerabat, sanak famili dan kolega kerja
mereka. Sehingga terciptalah tradisi saling mengirim parcel di antara umat Islam.
Karena, di kalangan umat Islam Nusantara, bulan Syaban dinamakan sebagai bulan Ruwah, maka tradisi saling kirim
parcel makanan ini dinamakan sebagai Ruwahan. Tradisi ini menyimbolkan persaudaraan dan mempererat ikatan
silaturrahim kepada sesama Muslim.
Nishfu Syaban
Syaban adalah bulan kedelapan dalam penanggalan Hijriyah. Keistimewaan bulan ini terletak pada pertengahannya
yang biasanya disebut sebagai Nishfu Syaban. Secara harfiyah istilah Nisfu Syaban berarti hari atau malam
pertengahan bulan Syaban atau tanggal 15 Syaban.
Kaum Muslimin meyakini bahwa pada malam ini, dua malaikat pencatat amalan keseharian manusia, yakni Raqib dan
Atid, menyerahkan catatan amalan manusia kepada Allah SWT, dan pada malam itu pula buku catatan-catatan amal
yang digunakan setiap tahun diganti dengan yang baru.
Imam Ghazali mengistilahkan malam Nisfu Syaban sebagai malam yang penuh dengan syafaat (pertolongan).
Menurut al-Ghazali, pada malam ke-13 bulan Syaban Allah SWT memberikan seperti tiga syafaat kepada hambanya.
Sedangkan pada malam ke-14, seluruh syafaat itu diberikan secara penuh. Dengan demikian, pada malam ke-15,
umat Islam dapat memiliki banyak sekali kebaikan sebagai penutup catatan amalnya selama satu tahun. Karepa pada
malam ke-15 bulan Syaban inilah, catatan perbuatan manusia penghuni bumi akan dinaikkan ke hadapan Allah SWT.
Para ulama menyatakan bahwa Nisfu Syaban juga dinamakan sebagai malam pengampunan atau malam maghfirah,
karena pada malam itu Allah SWT menurunkan pengampunan kepada seluruh penduduk bumi, terutama kepada
hamba-Nya yang saleh.
Dengan demikian, kita sebagai umat Islam semestinya tidak melupakan begitu saja, bahwa bulan syaban dalah bulan
yang mulia. Sesungguhnya bulan Syaban merupakan bulan persiapan untuk memasuki bulan suci Ramadhan. Dari
sini, umat Islam dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya dengan mempertebal keimanan dan memanjatkan doa
dengan penuh kekhusyukan.
Keistimewaan Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan memiliki keutamaan dan keistimewaan yang besar. Semua amal soleh yang dilakukan pada bulan ini
akan mendapat balasan lebih banyak dan lebih baik. Oleh karena itu kita sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal
kebajikan dan meninggalkan kemaksiatan. Diantara keutamaan dan keistimewaan bulan Ramadhan tersebut,
disebutkan dalam beberapa riwayat:
1. Ramadhan adalah bulan penuh berkah, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan pun
dibelenggu. Pada bulan Ramadhan terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Rasulullah SAW
bersabda:

Telah datang Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu,
saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu
malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. (HR. Ahmad)
2. Allah SWT membebaskan penghuni neraka pada setiap malam bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda:

Jika awal Ramadhan tiba, maka setan-setan dan jin dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun
yang dibuka. Sedangkan pintu-pintu surga dibuka, dan tidak satu pintu pun yang ditutup. Lalu ada seruan (pada bulan
Ramadhan); Wahai orang yang menginginkan kebaikan, datanglah. Wahai orang yang ingin kejahatan, tahanlah dirimu.
Pada setiap malam Allah SWT memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka. (HR Tirmidzi)
3. Puasa bulan Ramadhan adalah sebagai penebus dosa hingga datangnya bulan Ramadhan berikutya. Rasulullah
SAW bersabda:






Jarak antara shalat lima waktu, shalat jumat dengan jumat berikutnya dan puasa Ramadhan dengan Ramadhan
berikutnya merupakan penebus dosa-dosa yang ada diantaranya, apabila tidak melakukan dosa besar. (HR Muslim)
4. Puasa Ramadhan bisa menebus dosa-dosa yang telah lewat, dengan syarat puasanya ikhlas. Rasulullah SAW
bersabda:




Barangsiapa berpuasa dibulan Ramadhan karena Iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosadosanya yang telah lalu. (HR Bukhari dan Muslim)
5. Barangsiapa memberi buka orang yang puasa maka mendapat pahala sebanyak pahala orang puasa tersebut.






Barangsiapa memberi perbukaan (makanan atau minuman) kepada orang yang berpuasa, maka dia akan mendapat
pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa
tersebut. (HR Ahmad)
6. Sedekah yang paling baik adalah pada bulan Ramadhan.






Rasulullah SAW pemah ditanya; Sedekah apakah yang paling mulia? Beliau menjawab: Yaitu sedekah dibulan
Ramadhan. (HR Tirmidzi)
7. Orang yang banyak beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan, maka dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:



Barangsiapa beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka Allah akan
mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR Bukhari dan Muslim)

8. Doa orang yang berpuasa adalah mustajab Rasulullah SAW bersabda:



Ada tiga macam doa yang mustajab, yaitu doa orang yang sedang puasa, doa musafir dan doa orang yang teraniaya .
(HR Baihaqi)
9. Puasa dan Al-Quran yang dibaca pada malam Ramadhan akan memberi syafaat kepada orang yang
mengerjakannya kelak dihari kiamat. Rasulullah SAW bersabda:






Puasa dan Al-Quran akan memberikan syafaat seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: Ya Rabbi, aku
mencegahnya dari makan dan minum di siang hari, Al-Qur an juga berkata: Aku mencegahnya dari tidur dimalam
hari, maka kami mohon syafaat buat dia. Beliau bersabda: Maka keduanya dibolehkan memberi syafaat. (HR
Ahmad)

10. Orang yang melaksanakan Umrah pada bulan Ramadhan maka mendapat pahala seperti melakukan Haji.
Rasulullah SAW bersabda:



Sesungguhnya umrah dibulan Ramadhan sama dengan pahala haji. (HR Bukhari)
Dan di bawah ini 5 keistimewaan bulam ramadhan:
1.

Pada awal-awal bulan ramadhan. Allah akan senantiasa memperhatikan ummat muhammad dengan detail.
Segala amal perbuatan baik akan dilipat gandakan. Yang sunnah-sunnah seakan mejadi wajib sedangkan amalanamalan wajib akan menjadi lebih dari biasanya. Dan barangsiapa yang diperhatikan oleh allah niscaya dia akan
terhindar dari adzab.

2.

Bau mulut orang yang berpusa yang berbau tidak sedap akan berubah menjadi wangi sekali melebihi wangi
kasturi pada saat hari kiamat nanti.

3.

pada setiap malam bulan ramadhan akan ada berpuluh puluh ribu malaikat yang tuun ke bumidan senentiasa
memohonkan ampun bagi mereka orang orang yang memanfaatkan malmnya dengan bersimpuh, berdzikir serta
beribadah pada allah.

4.

allah akan memerintahakn surga untuk berhiasa diri, sehingga ummat muhammad yang akan masuk surganya
allah akan senatiasa merasa nyaman dan tenang.

5.

pada akhir-akhir bulan ramadhan allah akan melebur dosa-dosa bagi orang yang selalu bertakwa dan beriman
pada allah.