Anda di halaman 1dari 9

BAB I

ILUSTRASI KASUS
I.

IDENTITAS
1. IDENTITAS PASIEN
Nama

: An. L.

Jenis Kelamin

: Perempuan.

Usia

: 12 tahun 9 bulan.

Alamat

: Celak Tenjolaya 4/17 Pasir Jambu

Agama

: Islam.

Tanggal Masuk RS

: 29 Agustus 2013.

Tanggal Pemeriksaan : 30 Agustus 2013.


No. Rekam Medik

: 446114.

2. IDENTITAS ORANGTUA PASIEN


AYAH PASIEN

IBU PASIEN

Nama

: Tn. BK.

Nama

: Ny. W.

Usia

: 39 tahun.

Usia

: 31 tahun.

Pekerjaan

: Petani.

Pekerjaan

: Ibu Rumah Tangga.

Pendidikan

: SD.

Pendidikan : SD.

Hubungan pasien dengan orangtua: Anak Kandung.


II.

ANAMNESIS
Data-data berikut diperoleh secara alloanamnesis terhadap ibu pasien pada tanggal 30
Agustus 2013.
1. Keluhan Utama
Panas badan.
2. Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke IGD RSUD Soreang dengan keluhan panas badan
sejak 5 hari sebelum masuk rumah sakit. Panas badan hilang timbul, hilang
setelah minum obat yang diberikan oleh bidan 4 hari SMRS. Keluhan disertai
dengan nyeri menelan yang membuat pasien menjadi hilang selera makan.
Dua hari sebelum masuk rumah sakit, bintik-bintik kemerahan timbul
mulai dari lipat ketiak dan leher, kedua lengan, dada, perut dan punggung,
kemudian kedua tungkai. Bintik kemerahan hilang pada penekanan, terdapat
bintil-bintil kecil di atas bintik kemerahan, sehingga kulit pasien teraba kasar
seperti ampelas. Keluhan disertai lidah berwarna keputihan dan terdapat bintilbintil di atasnya. Pasien juga sempat mengalami mencret, tetapi sekarang BAB
sudah tidak mencret. BAK tidak ada keluhan.
Satu hari sebelum masuk rumah sakit, lidah berubah warna menjadi
merah, masih dengan bintil-bintil di atasnya. Keluhan tidak disertai batuk
pilek, sesak, kejang, mimisan dan perdarahan gusi, ataupun penurunan
kesadaran. Adanya benjolan di leher dan pembengkakan di kedua tungkai
disangkal.
Pada 4 hari sebelum masuk rumah sakit, pasien telah dibawa berobat
ke bidan terdekat dan mendapat beberapa obat, salah satunya adalah obat
penurun panas, tetapi ibu pasien tidak membawa dan lupa nama obat-obatan
lainnya. Pasien telah diminumkan obat-obatan tersebut, tetapi langsung
dimuntahkan kembali. Karena kondisi tidak juga membaik, pasien kemudian
dibawa ke IGD RSUD Soreang.
3. Riwayat Penyakit Dahulu

Pasien belum pernah memiliki keluhan ataupun sakit yang sama seperti
ini sebelumnya. Riwayat maag (+). Riwayat alergi obat atau makanan
disangkal.
4. Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat keluarga dengan keluhan serupa disangkal. Riwayat alergi
obat atau makanan di keluarga disangkal.
5. Riwayat Pribadi

Riwayat Kehamilan
Selama kehamilan, ibu pasien rutin kontrol kehamilan ke bidan dan
tidak pernah sakit. Riwayat pemakaian obat-obatan ketika hamil
disangkal.

Riwayat Persalinan
Pasien lahir dari seorang ibu G1P0A0, lahir spontan normal di rumah,
usia kehamilan lewat bulan (10 bulan), dan ketika lahir langsung
menangis. Pasien lahir dengan berat badan 3500 gram. Tidak ada
masalah dalam persalinan.

Riwayat Pasca Lahir


Setelah lahir, pasien langsung dibawa ke bidan terdekat. Tidak ada
keluhan.

6. Riwayat Makanan
Pasien diberi ASI eksklusif sampai usia 6 bulan. Pemberian ASI
terhadap pasien diteruskan hingga pasien berusia 4 tahun. Sejak usia 6 bulan,
pasien mulai diberi makanan pendamping ASI. Usia 6 hingga 12 bulan, pasien
diberi ASI dan bubur nasi. Usia 1 hingga 4 tahun, pasien diberi ASI dan nasi
serta buah-buahan. Usia 4 tahun hingga sekarang, pola makan pasien sudah
mengikuti menu keluarga. Semenjak sakit, nafsu makan pasien jadi berkurang.
7. Riwayat Tumbuh Kembang
Ibu pasien mengatakan bahwa pertumbuhan dan perkembangan pasien
sama dengan anak-anak seusianya.

8. Riwayat Imunisasi
Ibu pasien mengatakan bahwa pemberian imunisasi selalu mengikuti
jadwal di posyandu dan merasa imunisasi pasien telah lengkap.
9. Sosial Ekonomi dan Lingkungan
Penghasilan keluarga dikatakan oleh ibu pasien berasal dari pekerjaan
ayah pasien sebagai seorang petani sebesar Rp 2.500.000,- per 3 bulan untuk
mencukupi kebutuhan 4 orang anggota keluarga.
Pasien tinggal di sebuah rumah sederhana dengan 4 orang penghuni.
Kondisi kebersihan dan ventilasi rumah dikatakan baik oleh ibu pasien.
Riwayat penyemprotan di lingkungan rumah dikatakan tidak ada.
III.

PEMERIKSAAN FISIK
A Pemeriksaan Umum
1

Keadaan umum

: Tampak sakit berat.

Kesadaran

: Compos mentis.

Tanda-tanda vital

o Tekanan darah

: 100/70.

o Frekuensi napas

: 28 x/menit.

o Frekuensi nadi

: 154 x/menit.

o Suhu

: 39,5C per aksila.

Status gizi
o Berat badan

: 40 kg.

o Tinggi badan : 146 cm.


o Usia

: 12 tahun 9 bulan.

o BMI/U

: 0 s/d 1 SD.

o Simpulan gizi : baik.


B Pemeriksaan Khusus
1

Kepala
Mata

: konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik,


injeksi siliaris (+/+), sekret (+/-).

Hidung

: pernapasan cuping hidung (-), sekret (-).

Mulut

: perioral cyanosis (-), mukosa mulut basah,


lidah berwarna merah dengan penonjolan papilla,
kesan: red strawberry tongue.
tonsil T2-T2, faring hiperemis (+).

Leher

: KGB tidak tampak dan tidak teraba membesar,


retraksi suprasternal (-).

Dada

Jantung

o Inspeksi

: iktus kordis tidak terlihat.

o Palpasi

: iktus kordis teraba di ICS V

linea MCS.
o Auskultasi

: bunyi jantung I-II murni reguler,

murmur (-).

Paru

o Inspeksi

: bentuk dan gerak simetris dekstra =

sinistra,
retraksi intercostal (-).
o Palpasi

: gerakan dada simetris dekstra

= sinistra.
o Perkusi
o Auskultasi

: sonor di seluruh lapang paru.


:

VBS

kanan

kiri,

rhonki

(-/-),

wheezing (-/-).
4 Abdomen

Inspeksi

: datar.

Auskultasi

: bising usus (+) normal.

Palpasi

: lembut, nyeri tekan (+) di

epigastrium,
kuadran kanan atas dan bawah, dan
kuadran
kiri atas, nyeri tekan suprapubik (-),
hepar dan

lien tidak teraba membesar.

Perkusi

: terdengar suara timpani di seluruh

kuadran.
5

Ekstremitas

: akral hangat, sianosis (-/-), capillary refill < 2,


pitting edema (-/-).

Status dermatologikus
Makulopapular eritema generalisata.

I.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Darah rutin.
Hemoglobin
Hematokrit
Leukosit
Trombosit

12.7 g/dL
36%
18.100/mm3
307000/mm3

12-16 g/dL
37-43%
5000-12000
150000-400000

100mm/jam
115mm/jam
Reaktif

7-11

LED dan ASTO

IV.

LED jam I
LED jam II
ASTO
DIAGNOSIS BANDING

Non-reaktif

Scarlet fever.
Kawasaki disease.
V.

DIAGNOSIS KERJA
Scarlet fever.

VI.

RENCANA PENGELOLAAN
A. Usulan Pemeriksaan
1) ASTO (titer anti-streptolisin O), hasil titer ASTO yang meningkat
menandakan bahwa infeksi benar disebabkan oleh Streptococcus sp.
2) Laju endap darah.
3) C-reactive protein.

4) Echocardiography untuk melihat adanya abnormalitas pada arteri


koronaria yang terdapat pada kriteria penyakit kawasaki.
5) Differential count.
6) Apus tenggorok.
B. Rencana Pengobatan
Terapi Umum

Tirah baring.

Banyak minum air putih.

Terapi Khusus

VII.

IVFD RL 25 gtt/menit makrodrip.

Cefotaxime 2 x 1 gram per IV.

Paracetamol 3 x 500 mg per oral.

PROGNOSIS
Quo ad vitam

: ad bonam.

Quo ad functionam

: ad bonam.

Quo ad sanactionam : ad bonam.

BAB II
PEMBAHASAN
Pasien perempuan, An. L, usia 12 tahun 9 bulan, didiagnosis sebagai demam
skarlatina dengan infeksi saluran kemih. Diagnosis pada pasien ini ditegakkan berdasarkan
anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang, sebagai berikut:

Pasien datang dengan keluhan demam tinggi yang sudah berlangsung selama 5 hari,
dalam keadaan compos mentis tidak ada penurunan kesadaran.

Pada mata ditemukan injeksi siliaris bilateral dengan sekret di ocula dextra.

Lidah pasien berwarna keputihan dan berubah menjadi kemerahan disertai dengan
penonjolan papilla lidah, seperti stroberi strawberry tongue.

Keluhan nyeri menelan timbul seiring dengan adanya demam, ditemukan pembesaran
tonsil dan faring yang hiperemis tonsilofaringitis, merupakan salah satu kriteria dari
demam skarlatina.

Tidak ditemukan pembesaran kelenjar getah bending di daerah servikal.

Timbul ruam kemerahan di kulit +72 jam setelah onset demam, ruam timbul mulai
dari lipat ketiak dan leher, kedua lengan, dada, perut dan punggung, kemudian kedua
tungkai. Ruam hilang pada penekanan, terdapat miliaria sehingga kulit pasien teraba
kasar seperti ampelas.

Pada pemeriksaan darah rutin ditemukan leukositosis, sedangkan trombosit dalam


batas normal.

Terapi yang dapat diberikan, yaitu:

Pilihan pertama:
Penisilin V 125-250 mg/kali, 3 kali/sehari per oral selama 10 hari
Long-acting benzathine penicillin G 600.000 i.m dosis tunggal. Pada keadaan
berat beri secara i.v dengan dosis sampai 400.000 IU/kgBB/hari

Pilihan kedua:
Eritromisin 20-40 mg/kgBB/hari per oral selama 10 hari
Linkomisin 40 mg/kgBB/hari per oral
Klindamisin 30 mg/kgBB/hari per oral
Sefadroksil monohidrat 15 mg/kgBB/hari per oral
Sumber : Pedoman Diagnosis dan Terapi Ilmu Kesehatan Anak 2012