Anda di halaman 1dari 5

PEMBAHASAN

Drosophila melanogaster adalah sejenis serangga biasa yang umumnya tidak


berbahaya dan merupakan pemakan jamur yang tumbuh pada buah. Lalat buah adalah
serangga yang mudah berkembangbiak. Dari satu perkawinan saja dapat dihasilkan
ratusan keturunan, dan generasi yang baru dapat dikembangkan setiap dua minggu.
Karasteristik ini menunjukkan lalat buah organisme yang cocok sekali untuk kajiankajian genetic.
Drosophila melanogaster merupakan jenis lalat buah yang dapat ditemukan di
buah-buahan busuk. Drosophila telah digunakan secara bertahun-tahun dalam kajian
genetika dan perilaku hewan.
Berikut merupakan klasifikasi dari Drosophila melanogaster (Teti, 2011):
Kingdom

: Animalia

Phillum

: Arthropoda

Kelas

: Insecta

Ordo

: Diptera

Famili

: Drosophilidae

Genus

: Drosophila

Spesies

: Drosphila melanogaster

Selain itu, menurut Wheeleer, Drosophila juga diklasifikasikan ke dalam sub ordo
Cyclophorpha (pengelompokan lalat yang pupanya terdapat kulit instar 3, mempunyai
jaw hooks) dan termasuk ke dalam seri Acaliptrata yaitu imago menetas dengan keluar
dari bagian anterior pupa.
Adapun ciri umum lain dari Drosophila melanogaster :
1) Warna tubuh kuning kecoklatan dengan cincin berwarna hitam di tubuh bagian
belakang.
2) Berukuran kecil, antara 3-5 mm.
3) Urat tepi sayap (costal vein) mempunyai dua bagian yang terinteruptus dekat
dengan tubuhnya.
4) Sungut (arista) umumnya berbentuk bulu, memiliki 7-12 percabangan.
5) Crossvein posterior umumnya lurus, tidak melengkung.
6) Mata majemuk berbentuk bulat agak ellips dan berwana merah.

7) Terdapat mata oceli pada bagian atas kepala dengan ukuran lebih kecil dibanding
mata majemuk.
8) Thorax berbulu-bulu dengan warna dasar putih, sedangkan abdomen bersegmen
lima dan bergaris hitam
9) Sayap panjang, berwarna transparan, dan posisi bermula dari thorax.
Ciri-ciri morfologi yang membedakan Drosophila jantan dan betina antara lain
yaitu:
Betina
Ukuran tubuh lebih besar dari jantan
Sayap lebih panjang dari sayap jantan
Tidak terdapat sisir kelamin (sex comb)
Ujung abdomen runcing

Jantan
Ukuran tubuh lebih kecil dari betina
Sayap lebih pendek dari pada betina
Terdapat sisir kelamin (sex comb)
Ujung abdomen tumpul dan lebih hitam

Alasan digunakannya Drosophilla melanogaster sebagai bahan penelitian adalah


karena lalat ini memiliki beberapa keuntungan, antara lain :
1) Mudah diperoleh sehingga tidak menghambat penelitian
2) Mudah dipelihara pada media makanan yang sederhana, pada suhu kamar dan
didalam botol susus berukuran sedang
3) Memiliki siklus hidup pendek (hanya kira-kira 2 minggu) sehingga dalam waktu satu
tahun dapat diperoleh 25 generasi
4) Mempunyai tanda-tanda kelamin sekunder yang mudah dibedakan.
5) Hanya mempunyai delapan kromosom saja, tiga pasang kromosom autosom dan
satu pasang kromosom seks.
Metamorfosis pada Drosophila termasuk metamorfosis sempurna, yaitu dari telur
larva instar I larva instar II larva instar III pupa imago. Perkembangan dimulai
setelah terjadi fertilisasi, yang terdiri dari dua periode. Pertama, periode embrionik di
dalam telur pada saat fertilisasi sampai pada saat larva muda menetas dari telur dan ini
terjadi dalam waktu kurang lebih 24 jam. Dan pada saat seperti ini, larva tidak berhentiberhenti untuk makan. Periode kedua adalah periode setelah menetas dari telur dan
disebut perkembangan postembrionik yang dibagi menjadi tiga tahap, yaitu larva, pupa,
dan imago (fase seksual dengan perkembangan pada sayap). Formasi lainnya pada
perkembangan secara seksual terjadi pada saat dewasa.

Tahap-tahap dari siklus hidup Dhrosophila melanogaster berikut ciri-cirinya,


antara lain yaitu :
Tahapan
Telur

Larva
instar 1
Larva
instar 2
Larva
instar 3

Prapupa
Pupa
Imago

Ciri-Ciri

waktu

Berbentuk bulat lonjong, ukuran sekitar 0.5 mm, berwarna putih


susu, pada ujung anteriornya terdapat dua tangkai kecil
menyerupai sendok yang berfungsi agar telur tidak tenggelam,
biasanya terdapat pada permukaan media.
Berbentuk lonjong pipih, berwarna putih bening, berukuran 1
mm, bersegmen, berbentuk dan bergerak seperti cacing, belum
memiliki spirakel anterior.
Berbentuk lonjong pipih, berwarna putih, berukuran 2 mm,
bersegmen, berbentuk dan bergerak seperti cacing, memiliki
mulut dan gigi berwarna hitam untuk makan, memiliki spirakel
anterior.
Berbentuk lonjong pipih, berwarna putih, berukuran 3-4 mm,
bersegmen, berbentuk dan bergerak seperti cacing, memiliki
mulut dan gigi berwarna hitam lebih besar dan jelas terlihat
dibanding larva instar 2, memiliki spirakel anterior dan terdapat
beberapa tonjolan pada spirakel anteriornya.
Terbentuk setelah larva instar 3 merayap pada dinding botol, tidak
aktif, melekatkan diri; berwarna putih; kutikula keras dan
memendek; tanpa kepala dan sayap
Tidak aktif dan melekatkan diri pada dinding botol, berwarna
coklat, kutikula keras, memendek, dan besegmen.
Tubuh terbagi atas cephla, thorax, dan abdomen; bersayap
transparan; memiliki mata majemuk biasanya berwarna merah;
dan ciri-ciri lainnya menyerupai ciri lalat buah dewasa

24
jam

2 hari

3 hari

4 hari
5 hari
9 hari

Inti sel tubuh lalat buah hanya memiliki 8 buah kromosom saja, sehingga mudah
sekali diamati dan dihitung. Delapan buah kromosom tersebut dibedakan atas :
1) 6 buah kromosom (atau 3 pasang) yang pada lalat betina maupun jantan
bentuknya sama. Karena itu kromosom-kromosom ini disebut autosom (kromosom
tubuh), sisingkat dengan huruf A.
2) 2 buah kromosom (atau 1 pasang) disebut kromosom kelamin (seks kromosom),
sebab bentuknya ada yang berbeda pada lalat betina dan jantan.
Kromosom kelamin dibedakan atas :
1) Kromosom X yang berbentuk batang lurus. Lalat betina memiliki 2 kromosom X.
2) Kromosom Y yang sedikit membengkok pada salah satu ujungnya. Kromosom Y
lebih pendek dari pada kromosom X. Lalat jantan memiliki sebuah kromosom X dan

Y. Lalat betina normal memiliki kromosom Y. Lalat betina memiliki 2 kromosom


kelamin sejenis maka lalat betina dikatakan homogametik sedangkan jantan
bersifat heterogametik
Berhubungan dengan itu formula kromosom untuk lalat buah adalah sebagai
berikut :
1) Lalat betina ialah 3 AAXX (= 3 pasang autosom + 1 pasang kromosom X)
2) Lalat jantan ialah 3 AAXY (= 3 pasangan autosom + sebuah kromosom X + sebuah
kromosom Y).
Dalam keadaan normal, lalat betina membentuk satu macam sel telur saja yang
bersifat haploid (3AX). Tetapi lalat jantan membentuk 2 macam spermatozoa yang
haploid. Ada spermatozoa yang membawa kromosom X (3AX) dan ada yang membawa
kromosom Y (3AY). Apabila sel telur itu dibuahi spermatozoon yang membawa
kromosom X, terjadilah lalat betina yang diploid (3AAXX). Tetapi bila sel telur itu dibuahi
spermatozoa yang membawa kromosom Y, terjadilah lalat jantan yang diploid (3AAXY).
Kadang-kadang diwaktu meosis selama pembentukan sel-sel kelamin, sepasang
kromosom kelamin itu tidak memisahkan diri, melainkan tetap berkumpul. Peristiwa ini
disebut

nondisjunction.

Andaikan

terjadi

nondisjunction

selama

oogenesis

(pembentukan sel telur) akan terbentuk dua macam sel telur, yaitu sebuah sel telur
yang membawa dua kromosom X (3AXX) dan sebuah sel telur tanpa kromosom X
(3AO).

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Morfologi dari Drosophila melanogaster yaitu pada Drosophila jantan memiliki
ukuran tubuh yang lebih kecil dari betina, ujung abdomen pada lalat jantan tumpul
sedangkan pada lalat betina runcing, dan pada lalat jantan memiliki 3 ruas dibagian
abdomennya dan memiliki sisir kelamin (Seks Comb) sedangkan pada lalat betina
memiliki 6 ruas dan tidak memiliki sisir kelamin.
Siklus hidup Drosophila melanogaster yaitu mengalami metamorfosis sempurna
yang diawali dengan telur-larva-larva instar 1- larva instar II- larva instar III-prapupapupa-imago. Dari lalat dewasa hingga menghasilkan imago membutuhkan waktu sekitar
12 hari. Inti sel tubuh lalat buah hanya memiliki 8 buah kromosom saja, sehingga
mudah sekali diamati dan dihitung.