Anda di halaman 1dari 2

2.2.

Memilih Prioritas Jalan Keluar


Semua alternatif jalan keluar yang telah disusun, bila dapat dilaksanakan

semuanya, mungkin lebih baik. Tetapi sering kali karena kemampuan / keterbasan
sumber daya yang dimiliki, tidak mungkin semua alternatif dilaksanakan, sehingga
untuk mengatasinya

dipilih

jalan keluar yang terbaik, yaitu sesuai dengan

kemampuan yang dimiliki (Azwar, 1996).


Kriteria yang lazim digunakan dalam memilih prioritas jalan keluar yaitu
Teknik Kriteria Matriks, adalah:
1. Efektivitas jalan keluar
Tetapkanlah

nilai

efektivitas

untuk

setiap

alternative

jalan

keluar,

yakni dengan memberikan angka 1 (paling tidak efektif) sampai dengan


angka 5 (paling efektif). Prioritas jalan keluar adalah nilai efektivitasnya
tinggi.

Untuk

mendapatkan

efektivitas

paling

jalan keluar, pergunakanlah riteria

tambahan sebagai berikut:


1) Besarnya masalah yang dapat diselesaikan (M)
Makin besar masalah tersebut dapat diatasi, makin tinggi prioritas
jalan keluar tersebut.
2) Pentingnya jalan keluar (I)
Pentingnya jalan keluar disini dikaitkan dengan kelanggengan selesainya
masalah. Makin langgeng selesainya masalah, makin penting jalan keluar
tersebut
3) Sensitivitas jalan keluar (V) (Azwar, 1996)
2. Efisiensi jalan keluar
Tetapkanlah nilai efisiensi untuk setiap alternatif jalan keluar,yakni dengan
memberi nilai nagka 1 dan 5 (paling efisien).Nilai efisien terkait dengan masalah
biaya. Makin besar biaya yang diperlukan, makin tidak efisien jalan keluar
tersebut (Azwar, 1996).

Prioritas Jalan Keluar =

MxIxV
C

Nilai P tertinggi, berarti jalan keluar yang terpilih

Tabel Prioritas Jalan Keluar (Teknik Kriteria Matrik)

Referensi
Azwar A. 1996. Pengantar Administrasi Kesehatan. Jakarta: Binarupa Aksara